You are on page 1of 5

Jurnal STIKES

Vol. 9, No.1, Juli 2016

KEMANDIRIAN FUNGSIONAL LANSIA DIABETES MELITUS DI
KELURAHAN BANGSAL KOTA KEDIRI

FUNCTIONAL INDEPENDENCE IN ELDERLY DIABETES MELLITUS
KELURAHAN WARD CITY KEDIRI

Heru Suwardianto, Yosep Christian Andynugroho
STIKES RS. Baptis Kediri
Jl. Mayjend. Panjaitan No. 3B Kediri Telp. (0354) 683470
Email stikesbaptisjurnal@ymail.com

ABSTRAK

Manusia mengalami perubahan fisiologis yang secara drastis menurun dengan
cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia
rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun pada mereka yang berat badannya
berlebih, sehingga tubuhnya tidak peka lagi terhadap insulin. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan kemandirian lansia dengan Diabetes Mellitus di Kelurahan
Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Desain penelitian ini menggunakan penelitian
deskriptif. Populasi sebanyak 38 lansia, sampel yang digunakan sebanyak 35 lansia
dengan Diabetes Mellitus, dan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Cara
pengumpulan data menggunakan Chekslist dan hasil penelitian disajikan dengan
distribusi frekuensi. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa lansia dengan Diabetes
Mellitus lebih dari 50% lansia bergantung untuk tingkat kemandiriannya yaitu sebanyak
18 responden (51%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu kemandirian fungsional yaitu
sebagian besar bergantung.

Kata kunci: Kemandirian fungsional, lansia, Diabetes Mellitus

ABSTRACT

Humans experience physiological change which drastically decreases rapidly after
the age of 40 years. Diabetes often appear after a person enters the vulnerable age,
especially after age 45 years in those with excess weight, so that the body insensitive to
insulin. The purpose of this study was to describe the independence of elderly people with
Diabetes Mellitus in Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Design of
this research use descriptive research. Population of 38 elderly, the samples used as
many as 35 elderly people with Diabetes Mellitus, and sampling using purposive
sampling technique. The data collected using a questionnaire and the results are
presented with a frequency distribution. Penelitiaan results showed that elderly people
with Diabetes Mellitus more than 50% of elderly depend on the level of independence
that as many as 18 respondents (51%). Conclusion of this research is functional
independence is largely dependent.

Keywords: Functional independence, elderly, Diabetes Mellitus

67

hal ini dikarenakan pada mata. prevalensi obesitas timbulnya penyakit Diabetes Mellitus. ginjal. Yosep Christian Andynugroho Pendahuluan ketika terjadi hambatan pada kemampuan lansia dalam melaksanakan fungsi kehidupan sehari-harinya. gaya urine yang keluar. sebanyak-banyaknya (polidipsi). 2006). terutama setelah usia 45 tahun pada gatal-gatal. tubuh penderitanya tidak bisa secara Data WHO tahun 2011 didapatkan otomatis mengendalikan tingkat gula jumlah penduduk dunia yang menderita (glukosa) dalam darah yang Diabetes Mellitus cenderung meningkat menimbulkan berbagai komplikasi kronik dari tahun ke tahun.251 kasus. gairah mereka yang berat badannya berlebih. degeneratif. Diabetes fungsional sangat penting. Kemampuan tahun) (Potter & Perry. rendahnya darah. obesitas. terutama Mellitus berdampak pada perubahan 68 . dan gejala sampai kasus dengan komplikasi buang air besar di WC. yang sebelumnya etnik (Potter & Perry. (Sustrani et al. Tidak adanya glukosa yang Pesantren Kota Kediri dari 10 lansia dimetabolisme menyebabkan tidak ada dengan Diabetes Mellitus didapatkan energi yang dihasilkan sehingga badan bahwa. 2009). Lansia dengan Diabetes membutuhkan bantuan untuk makan. meningkat dan kegiatan fisik kurang. Kemampuan Lansia dengan adanya perubahan fungsional harus dipertahankan semandiri epidemologis penyakit pada lansia dapat mungkin (Tamher. Mellitus terdapat perubahan patofisiologi 50% lansia membutuhkan bantuan untuk akibat proses menua. Diabetes mandiri. dan yang tidak mendapat Mellitus adalah suatu penyakit dimana perhatian yang baik dari keluarganya. hal ini Diabetes Mellitus dapat terjadi karena dengan adanya banyak disebabkan oleh usia. Faktor genetik diperkirakan memegang BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi peranan dalam proses terjadinya Jawa Timur tahun 2011 didapatkan resistensi insulin. Kemandirian Fungsional Lansia Diabetes Melitus di Kelurahan Bangsal Kota Kediri Heru Suwardianto. Usia pengetahuan dalam mengelola gaya merupakan faktor yang menyebabkan hidup sehat. kelompok yaitu 317. dan 70% lansia yang luas. fisiologis yang secara drastis menurun Nafsu makan meningkat (polifagi) dan dengan cepat setelah usia 40 tahun. kesemutan di kaki dan tangan.076 kasus memegang peranan yang sangat penting atau terjadi kenaikan sebesar 30%. Keluhan yang sering muncul membutuhkan bantuan untuk mobilisasi adalah merasa haus dan ingin minum atau berpindah. Data dalam mengatur kadar glukosa darah dan hasil pra penelitian di Posyandu lansia di koordinasi penggunaan energi oleh RW 02 Kelurahan Bangsal Kecamatan jaringan. kurus. dan kekurangan air atau kekeringan stres. penglihatan jadi kabur. sebanyak 40% lansia menjadi lemah. luka sukar sembuh sehingga tubuhnya tidak peka lagi (Kariadi. Faktor tertentu yang jumlah penderita Diabetes Mellitus berhubungan dengan proses terjadinya mencapai angka 222. riwayat keluarga. Banyak lansia mengarah kearah penyakit degeneratif penderita Diabetes Mellitus yang tidak seperti Diabetes Mellitus (DM). badan akan hidup yang kurang baik. seks menurun. 60% lansia membutuhkan klinisnya bervariasi dari kasus tanpa bantuan untuk mandi. kurang tenaga sehingga timbul rasa lapar Diabetes Mellitus sering muncul setelah serta berat badan turun dan menjadi seseorang memasuki usia rawan tesebut.430 jiwa.. Insulin pada tahun 2011 terjadi 222. Survei Diabetes Mellitus tipe 2. 2004). saraf dan pembuluh jumlah populasi meningkat. peningkatan kasus Diabetes Mellitus obesitas. Manusia mengalami perubahan (dehidrasi) sehingga timbul rasa haus. sehingga gambaran berpakaian. toileting. Keterbatasan gerak terhadap insulin (resisitensi insulin merupakan penyebab utama gangguan cenderung meningkat pada usia diatas 65 aktivitas hidup keseharian. 2006). 2011). diantaranya Demografi dan Kependudukan tahun adalah usia (resisitensi insulin cenderung 2012 di Propinsi Jawa Timur terjadi meningkat pada usia diatas 65 tahun).

dan teknik sampling mengalami kesulitan dalam melakukan menggunakan purposive sampling. menambah Berdasarkan Uraian diatas maka peneliti harga diri. Jurnal STIKES Vol. kepada lansia tentang informasi. Peran Dampak jika lansia mendapat dukungan perawat yang dapat digungakan dalam sosial keluarga yaitu akan meningkatkan membantu lansia agar dapat mandiri produktivitas. meningkatkan yaitu. dan kesehatan emosi. meningkatnya mortalitas. minum. Populasi sebanyak akan semakin baik. sampel yang digunakan yang menunjukkan ketergantungan akan sebanyak 35 lansia dengan Diabetes rentan terhadap serangan penyakit. orang lain. makan. memperjelas identitas diri. Mellitus. Sebaliknya lansia 38 lansia. Lansia yang dapat melakukan kemandirian fungsionalnya Metodologi Penelitian ssecara mandiri dapat berdampak pada kemampuan mempertahankan hidupnya lebih lama. tertarik untuk melakukan penelitian. buang air besar membantu lansia untuk dapat melakukan atau kecil. dan kemampuan untuk Desain penelitian ini menggunakan bertahan terhadap serangan penyakit penelitian deskriptif. mengurangi stres. perawatan dirumah (home nursing). menurunnya fungsi kognitif. sistem pendukung lansia untuk rasa kesemutan pada tungkai serta membantu maupun untuk memotivasi kelemahan otot. sehingga gambaran klinisnya bervariasi atau nasehat yang diperlukan dalam dari kasus tanpa gejala sampai kasus memenuhi kebutuhannya (Azizah. saran. terutama kemampuan lansia untuk Dukungan sosial keluarga sangat melakukan aktivitas kehidupan sehari. berjalan. serta pengelolaan terhadap stress Gambaran Kemandirian fungsional dan tekanan. Cara tugas sehari-hari. Chekslist dan hasil penelitian disajikan Lansia dengan Diabetes Mellitus dengan distribusi frekuensi melalui perlu mendapat dukungan sosial keluarga software komputer. sehingga dapat mengawasi dalam melakukan aktivitas sehari- harinya. memberikan diri dengan memberikan rasa memiliki. aktivitas sehari-harinya secara mandiri. Sebaliknya lansia yang munculnya kejadian yang dapat menunjukkan ketergantungan akan rentan mengakibatkan stres (Azizah. 2011). Kemampuan melakukan Lansia akan termotivasi dan menjadi aktivitas tersebut dapat dinilai apakah aktif dalam kemandiriannya dalam lansia mandiri atau tergantung pada memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manfaat dukungan sosial Semakin mandiri status fungsional lansia keluarga bagi lansia antara lain maka kemampuan untuk bertahan memberikan kenyamanan fisik dan terhadap serangan penyakit akan semakin psikologis. adanya Dukungan sosial keluarga merupakan gangguan penglihatan karena katarak. dengan komplikasi yang luas. menurunkan kecenderungan baik. meningkatkan dan memelihara kesehatan Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fisik. diperlukan dalam menjelaskan ataupun hari seperti berpakaian. Solusi yang dapat dilakukan supaya lansia dapat semandiri mungkin yaitu keluarga memberikan bimbingan 69 . terhadap serangan penyakit. 2011). dan mandi. 9. Juli 2016 patofisiologi akibat proses menua. No. yang baik. memberi kesejahteraan psikologis dan penyesuaian penyuluhan kesehatan.1. Penurunan fisik dapat lansia untuk meningkatkan kualitas dilihat dari kemampuan fungsional lansia kesehatannya menjadi lebih baik. mengadakan Posyandu. tidur. fisik. dan Kota Kediri. Tidak adanya dukungan Lansia dengan Diabetes Mellitus di sosial keluarga mengakibatkan mudah Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren sakit. dan tidak stabilnya pengumpulan data menggunakan konsep diri.

Kemandirian didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk memenuhi Sebagian besar Lansia di kebutuhan hidup dengan tidak tergantung Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren pada orang lain. Yosep Christian Andynugroho Hasil Penelitian Tabel 1. berpindah. aktivitas sehari-harinya. toileting. Bagi Berdasarkan hasil penelitian Peneliti Selanjutnya. Hal ini diharapkan menjadi suatu ini didasarkan pada status aktual dan bukan pada kemampuan. (Heryanti. 2011). sehingga hasil kemandirian fungsionalnya buruk Berdasarkan hasil penelitian dari yaitu bergantung pada orang lain atau 35 responden didapatkan bahwa lansia pada alat di sekitarnya dalam melakukan mandiri dalam pemenuhan kemandirian aktivitasnya. Kemandirian memiliki makna tanpa supervisi. kecuali masalah tertentu. fungsional yaitu. Kemandirian Fungsional Lansia dengan Diabetes Mellitus di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri pada tanggal 1 Juni . fungsional sebanyak 17 responden (49%) sedangkan lansia yang bergantung dalam pemenuhan kemandirian fungsional Simpulan sebanyak 18 responden (51%). Sebagian besar Kemandirian Fungsional pada Lansia responden memiliki keluhan lemas. kontinen. 2007). arahan. Ketidakmampuan lansia Pembahasan dalam melakukan kemandirian fungsional dapat disebabkan karena penyakit tertentu. makan. Kemandirian Fungsional Lansia Diabetes Melitus di Kelurahan Bangsal Kota Kediri Heru Suwardianto. Selain itu kemandirian Kota Kediri yaitu kemandirian fungsional diartikan sebagai suatu keadaan dimana yaitu sebagian besar bergantung seseorang berupaya untuk memenuhi segala tuntutan kebutuhan hidup dengan penuh tanggung jawab terhadap apa yang Saran akan dilakukannya. Hasil 70 . Seorang klien masukan bagi lansia Kelurahan yang menolak untuk melakukan fungsi Bangsal Kecamatan Pesantren Kota dianggap tidak melakukan fungsi Kediri untuk dapat menjaga tersebut. Kemandirian lebih dari 50% responden bergantung fungsional bermakna mampu dan mau untuk melakukan kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain. (n=35) Kemandirian Fungsional Frekuensi (%) Mandiri 17 49 Bergantung 18 51 Jumlah 35 100 Berdasarkan hasil penelitian kemandirian fungsional dengan hasil pada tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar bergantung. Aktivitas yang fungsionalnya sebanyak 18 responden dikategorikan dalam kemandirian (51%). dan berpakaian. hal dengan Diabetes ini mempengaruhi kemampuan lansia untuk melakukan aktivitasnya. mandi. atau bantuan personal Bagi lansia. Hasil penelitian secara aktif.15 Juni 2015. walaupun klien tersebut kemandirian fungsional lansia dalam dianggap mampu (Marcia.

Proses. Tamher.ipb. Tanggal 10 Februari 2015. (2011). tentang dukungan sosial keluarga DIABETES. Bogor: Jurusan Ekologi Manusia. I. Jam 20.00 WIB Kariadi KS. lanny et al.Volume 2. Institut Pertanian Bogor. Jakarta: dan kemandirian fungsional. dan Praktik.G. (2007). Lilik Ma’rifatul. A. P. Jakarta: EGC bagi peneliti selanjutnya dan menjadi masukan bagi peneliti lain Sustrani. Buku Saku Keperawatan Komunitas: Pengkajian.Alih Bahasa : Renata Komalasari. Hartini Sri. (2009). dan 71 . Gramedia Pustaka Utama. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep. No. S. diakses darihttp://www. Bandung: PT. Kesehatan Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Marcia. Diabetes ? siapa takut !!: panduan lengkap untuk diabetisi.Edisi 4. Noorkasiani.ac. P. (2011).A. Mizan Pustaka Potter. id. Yogyakarta: Graha Ilmu Heryanti. Perry. intervensi. Jurnal STIKES Vol.1. Jakarta: Salemba Medika Stanhope. (2011). Juli 2016 penelitian dapat dijadikan data dasar Penyuluhan. keluarganta dan professional medis. Jakarta: EGC. Fakultas Pertanian. (2006). Hubungan kemandirian dan dukungan sosial dengan tingkat stress lansia. Keperawatan Lanjut Usia.repository. (2005). dkk.. 9. Daftar Pustaka Azizah.