You are on page 1of 12

Kisah Kisah Hikmah dari

Indonesia

sekarang gelar anda bertambah.Maksudnya bagaimana anda ini kok menuding professor ini munafik dan dzolim…” Tanya moderator kembali. Bukan hanya munafik.” kata seorang professor dari Gajah Mada University sembari membacakan sejumlah ayat Al-Qur’an tentang Iptek. wong sudah jelas minta meninggalkan Iptek Barat. ” Suasana jadi gerrrr. Saya nanti akan muncul pertanyaan. “Kalau anda meminta ummat Islam meninggalkan Iptek dari Barat dan seluruh konsep Iptek yang datang dari Barat. sekarang bapak tidak hanya munafik..” katanya cukup keras. lalu meletakkan ayat Al-Qur’an bukan pada tempatnya. kenapa anda masih menggunakan mikrofon. Kentut Yang Islami Sebuah seminar kaum cendekiawan Muslim sedang berlangsung. strateginya kayak apa. 1. “Tapi kan di Al-Qur’an sudah jelas semuanya. meletakkan kedudukan ayat suci bukan pada tempat pandangan.. “Kita ini sudah waktunya meninggalkan Iptek dari Barat. dzolim. bahkan seperti muncul sambutan tepuk tangan yang bersorak. itu kan dzolim namanya…” Lalu sang moderator menyilakan kepada professor untuk membela diri. otomotif dan kendaraan serta computer dari Barat?” Suasana jadi gaduh dan gelagapan. Seminar pun jadi bubar dan bubrah. sembari mempertahankan “pokoknya” yang dihitung oleh peserta tadi sampai hampir 30-an kata “pokoknya…” “Maaf professor. karena dalam Al-Qur’an sudah lengkap dan sempurna tentang ayat-ayat Iptek. Dalam emosi dan hawa nafsu ada kebodohan…Nanti lama-lama Pak Professor ini membuat paradigma agar kalau kita kentut pun harus Islami. “Karena kebodohan itu selalu bersembunyi dibalik “pokoknya”. seorang peserta interupsi. “Sebentar…sebentar…. karena pak professor tidak faham tafsir Al-Qur’an. karena yang serba Barat anda anggap ilmunya kafir. Para peserta sangat terkesima dengan paparan Islamisasi yang dicanangkannya. tapi juga bodoh…” “Apa alasan anda memberi gelar bodoh pada professor itu?” Tanya moderator. tidak memahami kedudukan ayat suci Al-Qur’an. bagaimana bau kentut yang Islami. “Bapak ini ternyata orang munafik!!!.Lalu apa kita akan bikin seminar dengan judul Islamisasi kentut?.” “Anda sebut dzolim?” “Ya. Di dalam “pokoknya” pasti ada hawa nafsu dan emosi. listrik. malah anda memakai. . atau pakai onta dan kuda saja. yang dianggapnya sebagai upaya menuju kebangkitan Islam pada 14 Hijriyah ini. Kenapa kita nggak adakan seminar ini di tengah hutan atau di tengah lapangan tanpa mikrofon. Di tengah-tengah kesima peserta. membahas Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. “Bagaimana tidak munafik. “Alasan anda mengatakan bapak professor ini munafik apa?” Tanya moderator. kita jalan kaki. “Begini. Nah. Seluruh isi ruangan jadi gemuruh dan gaduh. bunyi kentutnya bagaimana. pokoknya Al-Qur’an itu kebenaran mutlak…pokoknya…pokoknya…pokoknya…” kata professor itu. “Nah. dan dalilnya di surat apa. Suasana tambah riuh. tapi telah dzolim…” kata sang peserta….. Semuanya pun harus berdasarkan Al- Qur’an…” jawab sang professor Islamisasi tadi.

baru lihat rumahmu…” “Maksudnya Pak Kyai?” “Kalau soal konsep perumahan. Jangan-jangan oleh Kyainya memang diperintah demikian. lingkungan alamnya. “Bagaimana sih ceritanya kok kamu disuruh makan tidur saja selama ini?” . Makna Tetangga dulu. arsitekturnya. untuk mengukur selera dan kemampuan konsumen. salah satu pesuluk di pesulukan thariqat.” Para developer semakin bengong. Allah dulu. sejuk. dan mereka mencoba menjabarkan seluruh kandungan fatwa itu dalam konsep pemasaran maupun arsitektur dan lokasi. setiap hari hanya makan tidur di pemondokan. dan modern. Jadi Allah dulu baru rumahmu. sudah seharusnya para developer memikirkan lebih dahulu siapa-siapa penghuninya. “Lihatlah tetanggamu. pikirnya.. sambil menunggu kapan maghrib dan buka puasa. memang begitu ajarannya?” “Ajaran dari siapa?” “Dari Pak Kyai…” Kawannya kaget bukan main. pokoknya habis sholat ia langsung tidur.he…he. 2. “Bagaimana pendapat Pak Kyai mengenai rumah yang akan kita luncurkan ini?” Tanya diantara mereka. jangan langsung menawarkan impian bentuk rumahnya. Untuk menguatkan rasa rumah idaman berbagai level masyarakat di undang. 3. Enak benar si gendhut ini makan tidur. alami..” “Betul. ia biasa dipanggil. Pak Kyai?” “Tetanggamu yang hakiki itu Allah. setengah langit setengah bumi…” “Pasti ini konsep rumah masa depan…. “Lah. Masing-masing saling mengajukan konsep perumahan yang indah. Lalu sang Kyai mengutip hadits Nabi. atau pun murahnya…” jawab Kyai itu. Konsep Rumah Islami Para developer bersama para arsitektur sedang berkumpul. Bagaimana menjabarkan “Allah dulu baru syurga” dalam arsitektur dan konsep perumahan. menurut para Sufi lebih dalam lagi…” “Wah. rumah masa depan di akhirat…” Semua hadirin terbengong-bengong…Tidak mengerti. karena sudah mengumpulkan berbagai data mengenai selera konsumen dari berbagai pihak. Makan. ini pasti rumah di langit Pak Kyai?” “Ya. “Kanapa kamu makan tidur melulu?” tegur kawannya. baru dapat rumah syurga…he. “Jelasnya. Ia tak pernah kelihatan wiridan. Para developer kelihatan menyimak konsep tersebut. lingkungan sosialnya. serta terjangkau harganya. Dikira sekadar guyon. Termasuk seorang Ulama diundang disana. baru rumah. “Tapi ada yang lebih penting dari itu semua. ternyata serius. saling mendiskusikan konsep rumah masa depan. Tidur Gendhut.

Keadilan Allah Seorang ustadz di pesanren sedang menjelaskan tentang pandangan beberapa mazhab fiqih mengenai perhiasan emas yang dipakai oleh lelaki muslim. memang. yang dinilai cukup masuk akal. . sampai semua penumpang terluka.Apa penjelasannya kawannya justru semakin disalahpahami. tidur macam apa lagi yang ia lakoni…. Anehnya si gendhut malah semakin kuat tidurnya. Dan mereka yang ditolong oleh Kyai itu sukses. Dan ketiga. seandainya saya naik bus. Nikmat Dunia Atau Akherat? Kyai Fadlun.…Tapi karena kaum lelaki sudah dipanggil Mas…Mas…Maaaaasss… untuk apa pakai emas segala?” 5. sedangkan kami boleh? Apakah Allah membuat perbedaan gender dalam kasus ini?” “Ya. namun akhirnya sampai tujuan juga. lelaki yang menggunakan batu permata seperti berlian yang harganya lebih mahal dari emas. Ada lagi supirnya kebut- kebutan. tapi tidak jadi. hampir menabrak orang dan pohon. dari Jawa Timur. yang memilki makna begitu dalam di dunia ruhani dan perjalanan sang hamba. hingga si Gendhut rupanya mulai sadar. seringkali diomelin oleh isterinya (Ibu Nyai). “Menurut Imam Syafi’i seorang laki-laki muslim haram hukumnya memakai perhiasan emas. Pilih mana. lebih kaya lagi. Kenapa mesti orang lain teruuus?” protes Ibu Nyai pada sang Kyai. Entah. atau sedang meningkatkan ruhaninya? Wallahu A’lam… 4. “Pak Yai. Namun boleh menurut Imam Maliki…. sopirnya kebut-kebutan. Lha saya pasti memilih yang terakhir itu Kang…?” Mendengar cerita si gendhut kawannya hanya bengong nggak habis pikir. Tiba-tiba.” Diskusi jadi panjang. Apa tidak punya doa atau apalah yang bisa membuat kita jadi sukses lebih hebat lagi. para penumpang sering menjerit-jerit. saking taatnya pada Kyainya sampai salah tafsir seperti itu. atau menggunakan batu zamrud yang nilainya ratusan juta? Apakah halal atau haram? Sang Ustadz memberi argumen ngalor ngidul. Biasanya ketika sukses sudah tidak kembali lagi. ketika muncul pertanyaan bagaimana menurut mazhab syafi’i. karena begitu banyak menolong ummat melalaui nasehat dan doa. laki-laki tidak boleh menggunakan perhiasan emas.“Kata Pak Kyai. Hingga setiap hari hanya makan dan tidur…Wehwehweh. saya jadi penumpang sopirnya kebut-kebutan. dan para penumpang sejak naik bus sudah tidur pulas. juga nabrak sana dan nabarak sini. Begitu bangun sudah sampai tujuan. saya disuruh memilih jadi penumpang model mana. ini sanepo jadi beneran…. kenapa orang-orang yang ditolong pada sukses. Betapa hebatnya si gendhut ini. tapi kehidupan kita cuma begini-begini saja. Tapi akhirnya sampai tujuan pula. Untungnya kawannya menjelaskan maksud ungkapan Pak Kyainya. seorang gadis dalam arena itu penasaran bertanya? “Kenapa sih Pak Ustadz.

. dan menangis memohon ampun kepada Allah Ta’ala. “Pak Kiai. siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati.…Nggak lucu akh…” “Sudahlah.” katanya. syetan itu kan punya tugas menggoda manusia. nekad juga akhirnya. syetan tidak berani menggodamu. dan Mukidin hanya tertunduk sambil merenungi dirinya.. kalau kamu tidak menggodanya.Rupanya sang Kyai hanya tersenyum belaka. saya memang sering menggoda syetan. lalau siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong “Ya kamu itu yang menggoda syetan!” kata Kiai seraya mengumbar tawa.. ia bertobat lalu mendatangi Kiai Sufi itu. Orang itu tak lain Mukidin. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Mukidin pun ikut tertawa sampai-sampai perutnya yang buncit itu berguncang-guncang. menggoda manusia untuk berbuat jahat. ia serahkan benda itu ke suaminya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. “ Sebelll akh… Masak minta fasilitas lebih malah disuruh naik gentheng. atau nanti di akhirat?” Ibu Nyai menyadari kesalahannya. “Ya. lalu dibungkus kain. Ibu Nyai kok naik-naik wuwungan. sembari membatin. apa sih istemewanya gentheng tanah ini? Setelah tuerun membawa gentheng. Ibu Nyai kaget bukan main. lagi nyari apaan tuh. “Kamu pilih mana. Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi. Sejak saat itu. agar dibuka. dengan muka masem. sedangkan syetan dari ujung rambut hingga kakinya pun belum ia kenal? Setelah beberapa bulan ia menyadari akan tindakan buruknya selama ini. gentheng tanah tadi berubah jadi emas semua. Kalau begitu.” kata Kyai itu. ia kapok protes pada suaminya. Seketika genheng emas tadi berubah jadi gentheng tanah. “Benar Pak Kiai. Benarkah dirinya bisa menggoda syetan. Katanya kamu mau minta harta emas berlian.” kata Kiai itu yang disambut manggut-manggut Mukidin . Kemudian Kyai itu memberikan kembali ke isterinya. 6. Genteng itu dipegang oleh Pak Kyai. “Coba kamu ambil gentheng di rumah kita yang ada dekat wuwungan pojok. Nanti apa kata tetangga. Dengan muka pucat ia tak bias bicara. Begitu ia dapatkan gentheng itu.Ikuti saja. Siapa yang Menggoda Syetan? Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya. Ternyata begitu terjeutnya sang Bu Nyai. nikmat-nikmat Allah disegerakan di dunia. Dengan bersungut-sungut agar tidak dilihat tetangga. pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Suasana sejenak hening.” Ibu Nyai akhirnya nekad naik gentheng. ia bolak balik.

. “jadi Kyai itu tidak enak.. dalam fatwanya di sebuah majlis para muridnya di Jakarta mengakhiri pertemuan dengan metafor yang menohok. siram-siram kamar kecil. Kyai itu Seperti Toilet Syeikh Sholahuddin. bukankah perintah menutup aurat itu datangnya dari Allah. bahwa menutup aurat hukumnya wajib bagi umat Islam. perutnya sudah teraduk-aduk.” celetuk seorang jamaah. lalu ngapain Allah menyuruh manusia menutup aurat.. ya karena Allah dong!” sanggah penanya.. kata dia. Apa enaknya jadi penjaga toilet?” Para penyimak di majlis itu mulai mengerti apa maksud Kyai Sholahuddin itu. Bogor. Orang-orang datang ke Kyai kalau sudah kebelet. Usai buang hajat. “kewajiban menutup aurat itu sebetulnya apa karena manusia atau karena Allah?” Sejenak Ustadz termenung. seperti itu. orang yang sudah kebelet. menurut Imam Syafi’i adalah jami’ul badan illa wajhah wal kaffain (seluruh badan kecuali muka dan kedua telapak tangan) bagi perempuan.” . mengepel hatinya umat. Beliau melanjutkan. Allah tetap saja melihat (maaf) “anu” kalian…ha…ha…ha…” jamaah satu sama lain saling menengok heran. “Di luar itu tak boleh diperlihatkan kepada yang bukan muhrimnya. “Ya. Batasan menutup aurat. saya ingin bertanya. Mereka tertawa lepas. Apa mau sampean semua jadi Kyai?.” Para pendengar saling mengernyitkan keningnya. “Kalau memang begitu. Begitu selesai dan dibersihkan oleh Kyai.. tapi kalau aurat itu karena Allah. 7. banyak orang berebut jadi Kyai.” “Lho. 8. “Saya berpendapat menutup aurat itu lebih karena manusia. sementara bagi laki-laki adalah baina surrah wa ruqbah (antara puser dan dengkul). Aurat Itu Karena Allah atau Manusia ? Dalam sebuah pengajian di majelis dzikir Tazkiyatun Nufus Parung. dia pergi tanpa ingat lagi pada Kyainya. hatinya penuh masalah. sambil manggut-manggut kayak unta. dan ketika kebelet tidak ingat siapa- siapa. Setiap hari tugas Kyai ya seperti itu. “Benar. baru ingat lagi pada Kyainya. Nanti kalau mulai dapat masalah lagi. seketat apa pun aurat itu ditutup. Toh. bersih-bersih WC. orang itu keluar sambil merogoh uang gopek. memikirkan pertanyaan seorang jamaah tadi.. syari’at itu datang dari Allah.” kata sang ustadz. “Pak Ustadz. sama sekali lupa dengan tolilet dan penjaganya. Yang datang ke tempat itu. Dijelaskan. kan manusia tidak bisa melihat. aurat kan karena manusia!” Kali ini sang ustadz justru dibuat bengong oleh jamaahnya. “Maka saya heran. Sebab aurat dilarang dilihat oleh manusia kecuali ia muhrimnya.. salat bertelanjang (tanpa menutup aurat) di tempat gelap pun boleh ya. bukan karena Allah. Lalu pergi. kecuali hanya toilet. Tidak lebih dibanding penjaga toilet umum di pinggir jalan. seorang ustadz membahas kitab fiqih bab sitrul aurat.

Akhirnya Kyai itu meminta agar menyudahi membaca ayat kursi seperti itu. 9. Tapi adakah di antara yang lain yang ingin memberi jawaban?" Sesekali Kiai memang suka menguji pada murid- muridnya. tapi Anda sangat cerdas melempar pertanyaan. dan saya bebas dari kebangkrutan…" Wah. 10. dan berkali-kali saya baca begitu. Pak Kiai yang dikenal ahli ma'rifat ini terkagum- kagum dan sekaligus mencoba untuk mencari jawaban yang tepat. Tapi kali ini. akhirnya sukses. "Maaf. "Maaf. Sekalipun Anda awam. "Terima kasih Pak Kyai. Tak lama. Kedatangan mereka cukup mengejutkan Kyai Jawa Tengah ini. Tionghoa totok ini begitu jujur dan lugu. Tapi yang dibaca bukan ayat kursinya. kira-kira pertanyaan Anda tadi apa?" Pak Kiai pura-pura tidak mengerti. cucu Kyai Subhi "Bambu Runcing". kalau boleh diulang. "Baca ayat kursi sekian kali ya…!" Beberapa tahun kemudian mereka datang lagi ke Kyai Muhaiminan dengan membawa segepok uang dibungkus Koran. "Pertanyaan Anda cukup bagus dan dalam sekali. Sudah diduga pasti soal ekonomi atau kebangkrutan dan sejenisnya. ia kemudian mengatakan. Sedang Apa Allah? Suatu ketika. berkat doa Pak Kyai usaha saya maju. salah faham pun jadi hebat. Tapi begitu penasaran Kyai ini. jangan- jangan muridnya yang awam itu malah semakin bingung bila dijawab dengan bahasa teologis tinggi. sampai tekun wiridan ayat kursi. soal perbuatan Allah saat ini sedang apa Pak Kiai?" "Hemmm…" Pak Kiai sejenak bergumam sambil menggut-manggut. "Apa sampean ini hafal bener ayat kursi?" "Hafal sekali Tuan Kyai…" "Coba saya dengar…" Orang itu pun membacanya. Sebab. munglin Pak Kiai bisa menjelaskan kepada saya tentang perbuatan Allah saat ini?" Mendengar pertanyaan dari muridnya. Karena yakin. Beliau selain mengajarkan Thariqat juga sering dimintai mendoakan orang. betapa hebatnya orang ini. Pak Kiai! Saya masih awam. masalah yang diadukan. namun perintahnya. Juga… Kyai Muhaiminan geleng kepala nggak habis pikir. Pengetahuan saya tentang Allah selama ini sebatas bahwa Allah itu ada. Kyai Muhaiminan menyuruh orang tersebut mengamalkan Ayat Kursi dengan jumlah tertentu. Suatu hari Kyai Muhaiminan ini didatangi oleh sekelompok orang Tinghoa. seorang murid di sebuah majelis dzikir bertanya pada gurunya. kemudian bertanya. dari Parakan Magelang terkenal sebagai Kyai yang didatangi ummat dari berbagai penjuru. "Itu. Yakin Dengan Salah Faham Kyai Muhaiminan Gunardo. . "Baca ayat kursi sekian…baca ayat kursi sekian…" Setiap hari saya baca begitu Tuan.

Kiai merelakan tempat duduknya diambil alih. Sementara surga yang sesungguhnya hanya Allah yang tahu. Allah saat ini sedang memindahkan saya ke tempat duduk Kiai." papar sang Ustadz. Ustadz Madun membahas soal hukum Islam. Biar Impas Dalam pengajian berikutnya. sunah. "Kalian harus tahu. dan haram. Para jamaah tampak lega sekalipun masih diliputi tanda tanya. dan banyak kedamaian di dalamnya. Surga Allah Ibarat "Puncak" Dalam sebuah pengajian. bagaimana kalau saya minta sebentar duduk di tempat Pak Kiai saat ini. tapi murid-muridnya yang lain malah mengekspresikan wajah keheranan. Tanpa keberatan. orang yang banyak beramal saleh dan selalu taat pada perintah Allah akan dibalas dengan surga. Ustadz Madun membahas soal balasan orang-orang yang beramal saleh. karena turunnya ayat tersebut di daerah gurun pasir yang tandus dan gersang. Kiai yang satu ini memang cukup akrab dengan para muridnya dan bahkan seringkali mengumbar canda. . 12. makruh." "Ya. itu juga saya tak tahu. bisa dipahami?" Kiai sekali lagi manggut-manggut. Bagaimana. Tanpa perlu panjang lebar. wajib. Kira-kira begitu. "Teman-teman. coba Anda kemukakan. "Sungguh. saya akan jawab pertanyaan tadi. dingin. saya sendiri sebenarnya tidak tahu. Jadi saya mengibaratkan surga itu kira-kira sama seperti kawasan Puncak yang indah. kan?" "Iya. hukum Islam itu ada mubah. Ia menjelaskan. Menurut saya. Tapi saya punya gambaran surga itu mungkin ibarat kawasan Puncak di Bogor sana. tapi maaf bila saya salah. 11. Yang perlu ia jelaskan barangkali implementasi hukum tersebut di lapangan kehidupan sosial masyarakat saat ini. Kenapa Allah menggambarkan surga seperti (dalam al-Qur'an) itu. Maklum." timpal Kiai. karena saya belum pernah menikmati surga. sejuk. al-Qur'an mengatakan bahwa surga itu yang banyak pohon rindang dan di bawahnya ada air yang mengalir. bukan gambaran surga yang sebenarnya. tapi masak cuma begitu?" jamaah tambah penasaran." "Apakah benar surga Allah seperti banyak diceritakan dalam al-Qur'an?" tanya yang lain." ujar sang Ustadz. "Bagaimana gambaran surga menurut Pak Ustadz?" tanya seorang jamaah. "Surga yang diceritakan dalam al-Qur'an itu menurut saya hanyalah sebuah metafor. Jadi Allah mengimingi-imingi kepada Nabi Muhammad Saw dan umatnya bahwa surga itu kira-kira demikian."Pak Kiai! Saya punya pendapat. jamaah tentu sudah hafal benar dengan hukum-hukum Islam sebagaimana disebutkan dalam banyak kitab fiqih." "Kok bisa begitu?" "Lha. "Tapi untuk menjawabnya." Muridnya yang lain ikut buka suara. "Wah.

apakah benar Pak Ustadz?" "Ya. tak pernah sekalipun ia mendahului langkah si kuda-kuda itu. Santri yang dididik Kyai Zainuddin benar-benar brangsan. saya jadi cepat jadi janda dong?" celetuk seorang ibu muda. jatah uang dapur saya disunat terus oleh suami. gara-gara rokok itu.. "Selain makruh. si penggembala kuda. liar dan bedigalan. Selama menjadi Kyai di Mojosari Nganjuk. Pak Ustadz?" potong salah seorang jamaah sebelum Ustadz Madun menjelaskan.Ingatan Mbah Zainuddin ke masa lalu. Mbah Zainuddin terkenal sangat sabar dalam mendidik para santrinya. Baru naik kembali ke oplet yang ditumpanginya. kalau memang rokok bisa memperpendek umur. Faktanya. Setuju begitu?" 13. baru tiga hari tiga malam. Suatu hari beliau sedang bepergian naik oplet zaman itu. Lagi pula.” jelas sang Ustadz.“Itu ada kuda lewat.”Mbah Zainuddin berdiri di pinggir jalan menghormati kuda yang lewat itu. “Ada apa Pak Kyai kok berhenti?”. Selama jadi pengembala kuda. dengan tugas mengembala kuda- kudanya. ia ikuti hingga kemana- mana. sebab santri Zainudin ini tidak mau menuntun kuda dari depan. tiba-tiba berhenti turun tanpa sebab. Nah itu dihukumi makruh. Tapi ia tak merasa tersinggung. Tapi saya tidak berani memutuskan perkara hukum merokok. Subhanallah. karena menimbulkan aroma tidak sedap dan kurang baik juga untuk kesehatan. Toh ia juga tak mampu melepaskan batang rokok dari mulutnya. Kyai Zainuddin harus mendidik sifat-sifat liar bagaikan kuda dari para santri Mohjosari. juga dapat memperpendek umur bagi si perokok. Tawadlu’ pada Kuda Kiai Mbah Kyai Zainuddin. agar suami ibu panjang umurnya. Kayaknya warna dan rupanya mirip kuda Kyai Sholeh Langitan. ilmu saya masih dangkal. merokok katanya juga bisa memperpendek umur. Ustdaz Madun hanya tersenyum. bila dikerjakan tidak mendapat pahala tapi bila ditinggalkan dapat pahala. jengkol. ada yang bilang makruh tapi ada juga yang mengharamkannya. yang ditingkahi gelak tawa jamaah lain. lain kali kalau merokok suruh sambil silaturahmi." "Kalau begitu. seorang Waliyullah yang tinggi derajatnya. Nah. "Habis. biar impas. karena saya belum menjadi mujtahid. dan makanan yang mengandung bau kurang sedap lainnya. Allah mentakdirkan pemuda Zainuddin. Kemana pun kuda itu pergi. keras dan brangasan. saya akan kasih tips bagi suami ibu yang suka merokok dan biar ibu nggak cepat janda pula. kuda itu bisa digiring dengan segala kesabarannya ke kandangnya. "Begini saja. merokok itu hukumnya memang masih kontroversial. Dalam hadis ada disebutkan bahwa aktif bersilaturahmi itu bisa memperpanjang umur. Ia perokok berat. ketika masih nyantri di Langitan. menjadi seorang Kyai besar di Mojosari Nganjuk. Terus. rokok selain membahayakan orang lain. tapi dari belakang." "Contohnya apa. kenapa tidak diharamkan sekalian saja. karena merasa tidak tawadlu’ ke Kyainya. yang terkenal ndugal-ndugal." Ustadz Madun merendah. ia menjadi khadam Kyainya. menurut ahli kesehatan. biar orang lebih panjang umurnya?" "Wah. "Merokok atau makan petai."Kalian tahu hukum makruh.Nah. Suatu hari kuda kyainya lepas dari kandang. Tapi anehnya santri-santri itu malah . Jangan-jangan masih ada keturunan nasab dengan kudanya Kyai saya itu.. bisa kualat. Untuk memasukkan kembali kuda itu ternyata butuh waktu tiga hari.

jangan-jangan ini gara-gara ia menceburkan uang Rp 20 ribu. dan memang dapat Rp 10 juta. Usai Jum’atan tiba-tiba telpon berdering. Gusti Allah Tidak “nDeso” Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. Ia terharu. atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari.” jawab Cak Nun.000. office boy itu meraih kantong untuk sedekah sebanyak Rp 20 ribu. 15. tidak beradab dengan Allah. Sebut saja Kyai Wahab Hasbullah Tambak Beras. siapa tahu dapat dua juta lagi. sampai satu terminal: Bertharekat. Dan Allah meluluskan semuanya.” “Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya. “Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi. biasanya hanya memasukkan uang kotak masjid tidak lebih dari 4000 ribu rupah. Sedangkan di kantong hanya ada Rp 120 ribu. Suatu hari ia ingin menguji Gusti Allah. Ia merasa tidak sopan. senilai 2 juta rupiah. tertawa dan bahagia. “Ya nolong orang. Ia tak lagi mengulangi perbuatannya itu. 14. Hamba Allah satu ini sering berpetualang di dunia ruhani. Kyai Wahid Hasyim. Allah ta’ala. yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat.” pikirnya. “Ah. Dukh malunya dia. Ketika kotak beredar. Bermula ketika sholat Jum’at. Ia dapat job lagi. Sementara professinya sebagai seorang penyiar TV. Benar juga. Akhirnya Jum’at depan lagi ia masukkan uang Rp 20. Kyai Umar Mangkuyudan Solo. dan Lulus. itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak.Benar pula. Allah Engkau benar-benar lulus dalam ujianku.Ia ingin menguji Allah sekali lagi. “Mancing Gusti Allah”. Kapok! Ini kisah seorang penempuh jalan menuju sang kekasih. kenapa harus kalah dengan office boy yang gajinya jauh di bawah dia. mana yang sampeyan pilih?” Cak Nun menjawab lantang. lahir dari didikan Mbah Zainudin Mojosari. dan sungguh. Allah mengganti 2 juta rupiah. selang beberapa jam ia dipanggil kawannya untuk suatu job. “Kalau saya memilih shalat Jumat.tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan.-. ada job yang ditawarkan. Ia sedekahkan yang seratus ribu. kecelakaan.“Besok jum’at depan saya akan mancing lagi. senilai 2 juta rupiyah. merasa tidak bersyukur dan tidak punya malu di depan Allah.” kata sang penanya. ayahanda Gus Dur. dan sejumlah Kyai yang auliya’ di tanah Jawa. . bahkan ia ulang kembali dengan 50 ribu rupiah. Kebetulan ia sangat membutuhkan uang rp 10 juta rupiyah. Allah diuji.”Usai berkata begitu ia menangis tersedu-sedu. tak habis-habisnya ia menyesali perbuatannya. mewarnai pernik perjalanan spiritualnya.. mengantar pacar berenang. “misalnya pada waktu bersamaan. siapa tahu dapat Rp 10 juta. Sang penyiar itu benar- benar kapok. ” katanya lagi. Ia kaget bukan main. “Ya. Jum’at berikutnya ia kebetulan satu baris dengan office boy di kantornya.lulus jadi Kyai-kyai besar di daerahnya. mosok Allah ndeso gitu. betapa girangnya kawan ini. ajaibnya ia dapatkan 5 juta rupiah. “Cak Nun. dari satu Kyai ke Kyai lainnya.

penduduk dari kampung inipun berbeda beda keyakinannya walaupun mayoritas beragama islam.SHOLAWAT. pagi itu angin bertiup kencang hingga membuat perahu Mbok Minten oleng ke segala arah. Bukan main girangnya Mbok Minten setelah tahu ia selamat dari ombak yang begitu besar. Mbok minten sudah berjalan menyusuri kampungnya untuk mulai mencari ikan.” teriaknya. mbok Minten berpapasan dengan seorang bapak yang berjalan bersama putranya... ada ombak yang begitu tinggi hingga ia yakin. seorang waliyullah yang menjadi guru para Kiai sezamannya dan yang menurunkan seorang ulama besar yaitu Kiai Ihsan Jampes penulis beberapa kitab seperti Sirajut Thalibin dan Manahijul Imdad yang terkenal di seluruh dunia. Kiai Hasyim Asy’ari. Atas Izin Allah. yaitu Kiai Cholil Bangkalan (wafat 1925) yang merupakan gurunya kiai setanah Jawa bahkan se Nusantara. Mbok Minten berpapasan lagi dengan bapak yang “mengajarkan” sholawat tadi. dan ia memutuskan untuk segera pulang dan menenangkan hatinya yang masih kaget.. ada sebuah perkampungan yang mayoritas penduduknya adalah nelayan. ombak tersebut berangsur mengecil dan hanya menggoyang perahu mbok minten dengan pelan. “ Ingat ya.. Di saat tak ada lagi yang mampu dipikirkan Mbok Minten. Selain itu ada Kiai Muhammad Dahlan Jampes Kediri. Dengan penuh suka cita Mbok minten menghampirinya dan mengucapkan terima kasih. Shalawat Disebuah desa pesisir di daerah Jawa Timur. “Matur Nuwun ya pak buat sholawatnya. adalah salah satu penduduk desa yang nonmuslim. Seperti perkampungan yang lain. Ia teringat akan ucapan bapak yang ia lewati dijalan tadi. biar hidup kita senantiasa dijaga dari musibah dan marabahaya” Ujar si Bapak. Pagi itu. Sholawat bapak betul betul manjur! “ Sambil meninggalkan bapak itu yang cuman bisa bengong dan berkata dalam hati “ Nenek ini sok akrab banget! ”. Samar samar dari telinga rentanya. bahwa dengan sholawat.. Ditengah kepanikan itu. Ia pun langsung mendorong perahu kecilnya untuk menuju ke tengah laut. ia bekerja sebagai nelayan untuk mencukupi kebutuhannya karena ia memang tidak dikaruniai seorang anak. Mbok minten semakin pucat ketika melihat dari kejauhan. bila ombak itu datang. hanya mendengarnya sambil terus berjalan. Ketika Kyai Saling Nyantri Adalah dua orang Kiai di Tanah Jawa yang sangat terkenal kealimannya pada awal abad ke-20. Tidak seperti biasanya. dengan yakin Mbok Minten berteriak lantang berharap ia akan selamat dari ombak tersebut. Dalam perjalanan pulang.. Begitu mendekat ke perahu Mbok Minten. “ SHOLAWAT. maka perahunya yang kecil akan hancur dan membuat nyawanya melayang. selain sulit mendapatkan ikan. Sesampainya di pesisir. Kamu itu harus sering sering baca sholawat. Mbok minten mendengar percakapan sang bapak dengan anaknya. Kiai Wahab Hasbullah adalah di antara para muridnya. Meskipun ia tak tahu apa itu Sholawat. Di jalan menuju pesisir. Mbok Minten yang tidak memahami apa yang sedang dibicarakan sang bapak. sejak kematian suaminya. maka bisa terhindar dari mara bahaya.SHOLAWAT. . Mbok Minten.. 17. 16.

sehingga sempat menghuni pesantren itu beberapa bulan. Meski telah belajar ke berbagai kiai terkemuka di seluruh pesantren di tanah Jawa. sebab semua ilmu yang dimiliki sudah habis sudah diajarkan semua. karena itu Kiai Cholil dipersilahkan agar segera pulang biar kamarnya bisa untuk menampung santri baru. Setelah beberapa bulan berlangsung Kiai Cholil berkata kepada Kiai Dahlan agar segera pulang. kembali mengajar para santri. Setelah beberapa bulan belajar di pesantren itu. sehingga kamar pondok tidak lagi mencukupi. Hubungan keduanya menjadi berbalik yang semula kiai Cholil menjadi guru sekarang diperlakukan sebagai muridnya. Di sana diterima sebagai santri biasa. Setelah memproleh ijazah dari Kiai Dahlan. walaupun usianya sudah lanjut dan kealimannya diakui semua ulama. maka Kiai Dahlan memangggil Kiai Cholil dan mengatakan bahwa saat ini jumlah santri baru yang mendaftar semakin banyak. sebab ada beberapa ilmu penting yang belum dikaji Kiai Cholil dan ilmu itu hanya dimiliki Kiai Dahlan. Betapa kagetnya Kiai Dahlan selang beberapa bulan kemudian Kiai Cholil datang ke pesantren Jampes Kediri dengan niat untuk berguru menjadi santri Kiai Dahlan.Sebagai seorang ulama. Sebagai ketaatan pada guru maka setelah memperoleh ijazah dari Kiai kharismatik tersebut maka pulanglah Kiai Dahlan ke Pesantrennya. maka tidak ada halangan bagi Kiai Dahlan untuk nyantri pada Kiai Cholil di Bangkalan Madura. tetapi rasanya kurang lengkap bagi Kiai Dahlan kalau tidak berguru kepada kiai Cholil dan ingin diakui sebagai murid dari waliyullah ini. maka semakin tinggi ilmunya semakin tawadlu sikapnya. Dengan meninggalkan pesantren dan santrinya berangkatlah Kiai Dahlan ke Bangkalan untuk nyantri kepada Kiai Cholil. maka pulanglah Kiai Cholil Bangkalan ke Pesantrennya di Bangkalan. Setelah terjadi perbincangan lama. . maka diterimalah Kiai Cholil sebagai santri mengkaji beberapa disiplin keilmuan di bawah bimbingan Kiai Dahlan. Sementara Kiai Dahlan menjadi gurunya dan bertindak sebagai guru.