You are on page 1of 7

SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI

Ketua : Dr. H. Alip Yanson, MARS
Sekretaris : Yerri Rusdiansyah
Anggota :
1. Seksi Keselamatan dan Keamanan :
2. Seksi Pengendalian Bahan Berbahaya :
3. Seksi Disaster :
4. Seksi Penanganan Kebakaran :
5. Seksi Sistem Utilitas :
6. Seksi Pengamanan dan Peralatan Medis :
7. PJ K3 laboratorium :
8. PJ K3 Radiologi :
9. PJ K3 UGD :
10. PJ K3 OK :
11. PJ K3 UPRS :
12. PJ K3 PERAWAT :
13. PJ K3 CS :
14. PJ K3 APOTEK :

URAIAN TUGAS
 Ketua : 1. Bertanggung jawab atas terselenggaranya program tim K3
2. Mengkoordinasikan Tim K3 RS agar selalu dalam keadaan
siap untuk penyelenggaraan kegiatan K3 dengan lancar dan
bermutu.
3.Memantau Pelaksanaan Program K3
4.Melaporkan Kegiatan Program K3
5.Melakukan Evaluasi Program K3
6.Melakukan perencanaan,pencatatan dan pelaporan
7.Mengarsipkan semua dokumen dari seluruh tim atau seksi
 Anggota : 1. Menyusun program dan mengkoordinasikan
program dengan unit kerja terkait rumah sakit
2. Melakukan monitoring dan Evaluasi Program K3
3.Melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan-kegiatan terkait
program K3
4.Menyusun dan menetapkan Pedoman Pelaksanaan Program K3.

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan rumah sakit untuk
melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan kebijakan K3RS
2. Pembudayaan perilaku K3RS
3. Pengembangan SDM K3RS
4. Pengembangan Pedoman, Petunjuk Teknis dan Standard Operational Procedure
(SPO) K3RS
5. Pemantauan dan evaluasi kesehatan lingkungan tempat kerja

baik bagi SDM Rumah Sakit. 2. Review program tahunan CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Untuk melaksanakan kegiatan pokok kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit harus menerapkan sebagai berikut : 1. Penyusunan pedoman pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja c. (setiap 3 tahun dapat direvisi kembali. Pelatihan umum K3RS b. khususnya SDM Rumah Sakit per unit Rumah Sakit c. pengolahan. Pengelolaan jasa. 3. Pembudayaan perilaku K3RS a. Pelayanan kesehatan kerja 7. cair dan gas 9. Pengembangan kebijakan K3RS a. Penyusunan pedoman pelaksanaan tanggap darurat di RS e. seminar dan workshop yang berkaitan dengan K3 4. leaflet. Pengembangan SDM K3RS a. Penyusunan pedoman pengelolaan penyehatan lingkungan Rumah Sakit g. Petunjuk Teknis dan Standard Operational Procedure (SPO) K3RS a. Pengiriman SDM Rumah Sakit untuk pendidikan formal. Pengembangan program pemeliharaan pengelolaan limbah padat. Pelatihan intern Rumah Sakit. bahan beracun berbahaya dan barang berbahaya 10. Promosi K3 pada setiap pekerja yang bekerja disetiap unit RS dan pada para pasien serta para pengantar pasien/ pengunjung Rumah Sakit. Penyusunan pedoman pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran f. Pengumpulan. dan pamflet. Penyusunan pedoman pengelolaan faktor risiko dan pengelolaan limbah Rumah Sakit . b. Pengembangan Pedoman. pasien maupun pengantar pasien/pengunjung Rumah Sakit. Merencanakan program K3RS selama 3 tahun ke depan. dokumentasi data dan pelaporan kegiatan K3 12. Pengembangan manajemen tanggap darurat 11. Penyebaran media komunikasi dan informasi baik melalui film. Penyusunan pedoman praktis ergonomi di Rumah Sakit b. Pelayanan keselamatan kerja 8. pelatihan lanjutan.6. Pembentukan atau revitalisasi organisasi K3RS b. c. Advokasi sosialisasi K3 pada seluruh jajaran Rumah Sakit. sesuai dengan kebutuhan). poster. Penyusunan pedoman pelayanan keselamatan kerja d.

b. e. 7. prasarana dan peralatan Rumah Sakit. Penyusunan SPO kerja dan peralatan di masing-masing unit kerja Rumah Sakit 5. area/tempat kerja yang sudah melaksanakan program K3RS. Penyusunan SPO angkat angkut pasien di Rumah Sakit k. Pengelolaan. c. Meningkatkan kesehatan badan. Pembinaan dan pengawasan keselamatan/keamanan sarana. Pelayanan kesehatan kerja a. Melaksanakan kegiatan surveilans kesehatan kerja. 8. Pengembangan program pemeliharaan pengelolaan limbah padat. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi SDM Rumah Sakit yang menderita sakit. Pelayanan keselamatan kerja a. h. cair dan gas a. cair dan gas. Evaluasi lingkungan tempat kerja (walk through dan observasi. area/tempat kerja yang belum melaksanakan program K3RS. prasarana dan peralatan kesehatan di Rumah Sakit. pemeliharaan dan sertifikasi sarana. dan pemeriksaan kesehatan khusus bagi SDM Rumah Sakit. d. checklist dan evaluasi lingkungan tempat kerja secara rinci). 6. kondisi mental (rohani) dan kemampuan fisik SDM Rumah Sakit. Pemantauan dan evaluasi kesehatan lingkungan tempat kerja a. b. c. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan keselamatan kerja di Rumah Sakit. b. Mapping lingkungan tempat kerja (area atau tempat kerja yang dianggap berisiko dan berbahaya. survei dan kuesioner. . d. area/tempat kerja yang sudah melaksanakan dan mendokumentasikan pelaksanaan program K3RS). pemeriksaan kesehatan berkala. Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja. Perlindungan spesifik dengan pemberian imunisasi pada SDM Rumah Sakit yang bekerja pada area/tempat kerja yang berisiko dan berbahaya. Penyusunan petunjuk teknis pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana i. Pengadaan peralatan K3RS. Penyusunan SPO terhadap Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) l. Penyediaan fasilitas untuk penanganan dan pengelolaan limbah padat. wawancara SDM Rumah Sakit. Penyusunan kontrol terhadap penyakit infeksi j.

g. e. i. Membuat kebijakan dan prosedur kewaspadaan. c. b. penanganan dan tindak lanjut kejadian nyaris celaka (near miss) dan celaka). upaya pencegahan dan pengendalian bencana pada tempat. pelatihan dll). c. Pendokumentasian data. kaca mata. risiko pajanan dan cara penanggulangan bila terjadi kontaminasi 10. Menyusun rencana tanggap darurat (survey bahaya. b.472 tahun 1996). bahan beracun berbahaya dan barang berbahaya a. b. Pembuatan sistem pelaporan kejadian dan tindak lanjutnya (alur pelaporan kejadian nyaris celaka dan celaka serta SPO pelaporan. kamar isolasi penyakit menular dll). 3) Data pekerja luar Rumah Sakit yang sakit yang dilayani. kamar operasi. h. Pembentukan sistem komunikasi internal dan eksternal tanggap darurat Rumah Sakit. Menyiapkan sarana dan prasarana tanggap darurat/bencana. rontgen. 2) Data SDM Rumah Sakit yang sakit yang dilayani. 1) Data seluruh SDM Rumah Sakit. k. Pengumpulan. 4) Data pemeriksaan kesehatan SDM Rumah Sakit : . Membuat rambu-rambu/tanda khusus jalan keluar untuk evakuasi apabila terjadi bencana.tempat yang berisiko tersebut. Inventarisasi jasa. Evaluasi sistem tanggap darurat 11. kebakaran dan bencana (termasuk format pencatatan dan pelaporan yang sesuai dengan kebutuhan). Menyusun prosedur pencatatan dan pelaporan serta penanggulangan kecelakaan kerja. PAK. apron. cara penyimpanan. b. lembar informasi dari pabrik tentang sifat khusus (fisik/ kimia) dari bahan. dokumentasi data dan pelaporan kegiatan K3 a. j. Pengembangan manajemen tanggap darurat a. Membuat kebijakan dan prosedur pengadaan. Inventarisasi tempat-tempat yang berisiko dan berbahaya serta membuat denahnya (laboratorium. d. f. penyimpanan dan penanggulangan bila terjadi kontaminasi dengan acuan Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS-Material Safety Data Sheet) atau Lembar Data Pengaman (LDP). Pengelolaan limbah medis dan non medis. pengolahan. farmasi. membentuk Tim tanggap darurat. CSSD. Sosialisasi dan penyuluhan ke seluruh SDM Rumah Sakit. 9. Pelatihan dan uji coba terhadap kesiapan petugas tanggap darurat. genset. Memberikan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas di tempat-tempat yang berisiko (masker. bahan beracun berbahaya dan barang berbahaya (Permenkes No. menetapkan prosedur pengendalian. Pengelolaan jasa. Pembentukan organisasi/Tim kewaspadaan bencana. sarung tangan dll).

9) Jenis penyakit yang terbanyak di kalangan pekerja Luar Rumah Sakit. 14) Kasus kecelakaan akibat kerja (SDM Rumah Sakit). 26) Data kegiatan pemantauan kesehatan lingkungan kerja dan pengendalian bahaya di tempat kerja (unit kerja Rumah Sakit). pasien dan pengunjung/pengantar pasien. 18) Data sarana. Melakukan internal audit K3 dengan menggunakan instrumen self assessment . 19) Data perizinan. Review program tahunan a. 17) Data kejadian nyaris celaka (near miss) dan celaka. prasarana dan peralatan keselamatan kerja. a) Sebelum bekerja (awal) (orang) b) Berkala (orang) c) Khusus (orang) 5) Cakupan MCU bagi SDM Rumah Sakit. 13) Kasus diduga penyakit akibat kerja (pekerja luar Rumah Sakit). 7) Kasus penyakit umum pada SDM Rumah Sakit. kondisi dan penggunaannya). 16) Kasus kebakaran/peledakan akibat bahan kimia. sudah dilatih Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan sudah dilatih tentang Diagnosis PAK. 12) Kasus diduga penyakit akibat kerja (SDM Rumah Sakit). 10) Kasus penyakit akibat kerja (SDM Rumah Sakit). jumlah. 11) Kasus penyakit akibat kerja (pekerja Luar Rumah Sakit). 20) Data kegiatan pemantauan keselamatan kerja. 21) Data pelatihan dan sertifikasi. 23)Data promosi kesehatan dan keselamatan kerja bagi SDM Rumah Sakit. 15) Kasus kecelakaan akibat kerja (pekerja luar Rumah Sakit). 6) Angka absensi SDM Rumah Sakit. 24) Data petugas kesehatan RS yang berpendidikan formal kesehatan kerja. 22) Data pembinaan dan pengawasan terhadap kantin dan pengelolaan makanan di Rumah Sakit (dapur). 8) Kasus penyakit umum pada pekerja luar Rumah Sakit. 25) Data kegiatan pemantauan APD (jenis. 12.

sesuai dengan jadual pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan. yaitu pelaporan yang dilakukan sewaktu-waktu pada saat kejadian atau terjadi kasus yang berkaitan dengan K3 8. 7. . observasi singkat. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN 3. d. dan atau pada saat terjadi kejadian/kasus (tidak terjadual). Penanggung jawab/Pengelola Program Kesehatan Kerja) 5. Mengikuti akreditasi Rumah Sakit. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Kegiatan monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja ini dilakukan secara teratur dengan mengadakan pertemuan evaluasi dengan Direktur. Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan untuk masing-masing aspek K3. Analisis biaya terhadap SDM Rumah Sakit atas kejadian penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Data yang dikumpulkan selanjutnya dilaporkan/diinformasikan oleh organisasi K3RS ke Direktur Rumah Sakit dan unit teknis terkait di wilayah Rumah Sakit (Dinas Kesehatan setempat. dan tahunan) dilakukan sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan dan pelaporan sesaat/insidentil. Pencatatan dan pendokumentasian pelaksanaan kegiatan K3 dilakukan setiap waktu. SDM Rumah Sakit PELAKSANAAN Kegiatan-kegiatan dalam program keselamatan pasien rumah sakit ini dibuat dalam bentuk Time schedule yang terlampir dalam program ini. Pengelola Rumah Sakit. cq. akreditas Rumah Sakit. c. survey tertulis dan kuesioner. b. dan evaluasi ulang. 2. Pelaporan terdiri dari. semester. PENCATATAN. SASARAN Sasaran dari program kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit adalah : 1. Umpan balik SDM Rumah Sakit melalui wawancara langsung. dilaksanakan dengan membuat atau menggunakan formulir-formulir yang telah ada atau yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku 6. Kegiatan K3 didokumentasikan secara tertulis dari masing-masing unit kerja Rumah Sakit dan kegiatan K3RS secara keseluruhan yang dilakukan oleh organisasi K3RS 4. TIM K3RS menganalisis akar penyebab permasalahan semua kejadian yang berhubungan dengan K3RS. pelaporan berkala (bulanan.

.9. Berdasarkan hasil analisis akar masalah TIM K3RS merekomendasikan solusi kepada pimpinan rumah sakit.