You are on page 1of 48

BAB I

PENDAHULUAN

III. 1. Latar Belakang

Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, pembangunan kesehatan
memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan pusat pembangunan dan pelayanan
kesehatan masyarakat yang menempati pos terdepan dan berhubungan langsung dengan
masyarakat. Puskesmas secara struktural adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, bertanggungjawab untuk mengupayakan meningkatkan akses dan
pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif.
Puskesmas Gading yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di wilayah kerja kelurahan Gading, Kelurahan Kapas Madya Baru, dan
kelurahan Dukuh Setro di Kecamatan Tambaksari surabaya, memiliki beberapa program
kesehatan wajib yaitu yang terdiri dari Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, KIA
dan KB, Penanggulangan Penyakit Menular, Gizi Masyarakat, dan Pelayanan
Pengobatan dan beberapa program kesehatan pengembangan yang meliputi Upaya
Kesehatan Sekolah, Kesehatan Kerja, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lansia, Kesehatan
Olah Raga dan lain lain. Yang mana dari seluruh kegiatan program kerja tersebut
terangkai dalam sebuah Penilainan Kinerja Puskesmas.
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) adalah gambaran singkat mengenai
urusan puskesmas Gading dalam rangka mewujudkan (VISI) mempunyai masyarakat
yang sehat. Masyarakat yang sehat diartikan masyarakat yang mempunyai pengetahuan
sehat yang cukup, yang memahami bagaimana mencegah penyakit, dan yang menyadari
bagaimana penyakit itu disembuhkan dan menularkan. Dalam menjalankan misinya
puskesmas mengambil 3 peran yang sama sama penting, yakni misi mencegah penyakit,
misi mengobati, dan misi menjadi guru/teladan sehingga (grup) masyarakat berdaya
dibidang kesehatan.
Renstra dibuat sederhana, sehingga mampu dilaksanakan dan mampu menarik
minat pihak lintas sektor (untuk ikut berpartisipasi) dan mempunyai daya lekat yang
baik bagi masyarakat. Artinya masyarakat bukan menjadi objek penyehatan, tapi sebagai
subjek penyehat. Banyak sekali pokok permasalahan kesehatan masyarakat justru ada
dibidang sosial budaya, sehingga tanpa perilaku aktif masyarakat, niscaya effort
puskesmas akan tetap tinggi sementara masyarakat (sebagai sasaran) tetap merasa
sebagai objek belaka. Mengingat faktor sosial budaya memegang kunci maka misi ketiga
tidak boleh diabaikan. Akan sampai kapan kita “berburu” bayi untuk diimunisasi (misi
mencegah penyakit).
6

Kenyataannya, alam modern tidak serta merta merubah cara pandang masyarakat.
Walaupun sudah ada tv, radio atau koran, masih saja kita temui tingkat pegetahuan
masyarakat yang rendah soal kesehatan. Bahkan ada yang salah kaprah tentang imunisasi
yang diyakini merupakan siasat negeri seberang untuk melemahkan generasi penerus.
Penggunaaan zat berbahaya dalam panganan anak sekolah karena melihat untung yang
menggiurkan lebih dituruti para pedagang dibanding ilmu pengetahuan sehat. Menolak
minum obat Tb paru dan tidak merasa bersalah sebagai sumber penularan, Pengabaian
pengidap hipertensi/ darah tinggi, kencing manis / Diabetes mellitus, konsentrasi lemak
darah yang tinggi. Dan masih banyak contoh yang menunjukkan modernitas tidak
merubah masyarakat lebih perhatian terhadap kesehatan dirinya.
Semoga rancangan rencana ini bisa diterapkan, mohon saran untuk kemudahan
dan keberhasilan mencapai sasaran. Tabel ditulis berdasarkan focus group discussion,
program rutin, Penilaian Kinerja Puskesmas tahun 2015 dan minilokakarya yang telah
dilaksanakan beberapa minggu lalu. Renstra ditulis menggunakan aspek SWOT
(STRENGTHNESS / KEKUATAN PKM, WEAKNESS / KELEMAHAN PKM,
OPPORTUNITIES / PELUANG YANG ADA DI MSAYARAKAT, TREATHNESS /
HAMBATAN-TANTANGAN YANG ADA DIMASYARAKAT).
Tersusunlah Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dalam kerangka Plan Of Action
(POA) untuk tahun 2016.

6

BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT

III. 2. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan dan Manfaat bagi Puskesmas
a. POA sebagai rencana dasar pelaksanaan kegiatan-kegiatan tahun ini.
b. POA dapat berfungsi sebagai dasar evaluasi kinerja puskesmas.
c. POA dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk penyusunan POA
pada tahun-tahun berikutnya.
2. Tujuan dan Manfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Surabaya
a. POA dapat menjadi dasar monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
puskesmas.
b. POA dapat dijadikan bahan masukan bagi perencanaan ke depan oleh
Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

6

BAB III
ANALISIS SITUASI

III. 1. Identitas Puskesmas

Nama Puskesmas : Gading
Nomor Kode Puskesmas : 13300803
Alamat : Jl. Kapas Lor I no. 1
Kecamatan Tambaksari
Surabaya 60134
Nomor Telepon : 031-3767736
Tahun Berdiri : 1987
Tipe Puskesmas : Biasa (Pelayanan Pagi)

Visi Puskesmas :
“Mewujudkan Masyarakat Sehat”.

Misi Puskesmas :
1. Prefentive
2. Curative level 1
3. Promotive dan membangun peran serta grup masyarakat

Motto :
“Bekerja itu bagian dari ibadah”

III. 2. Wilayah Kerja Puskesmas
1. Data Geografis
a. Batas Wilayah Kerja
Wilayah Kerja Puskesmas Gading meliputi 3 kelurahan di kecamatan
Tambaksari, antara lain kelurahan gading, kelurahan dukuh setro dan
kelurahan kapas madya baru. Berikut akan kami jabarkan batas wilayah
ketiga kelurahan tersebut :
Tabel III.2.1 Batas Wilayah Kerja Kelurahan Gading
Uraian Desa/Kelurahan Kecamatan
Utara Dukuh Setro Tambaksari
Selatan Ploso Tambaksari
Timur Kalijudan Tambaksari
Barat Rangkah & Kapas Madya Tambaksari

6

c.98 km² yang terdiri dari 8 RW dan 92 RT.2. terletak dibagian utara Kecamatan Tambaksari dan termasuk wilayah Surabaya Timur. Kondisi Secara Umum Lokasi puskesmas gading termasuk daerah dataran rendah. Batas Wilaayh Kerja Kelurahan Kapas Madya Baru Uraian Desa/Kelurahan Kecamatan Utara Tanah Kali Kedinding Kenjeran Selatan Rangkah Tambaksari Timur Dukuh setro Tambaksari Barat Tambak Rejo Simokerto b.3. masing-masing : Kelurahan Gading Memiliki luas wilayah kerja seluas + 1. Data Demografis 6 . Wilayah kerja puskesmas Gading dibelah jalan raya akses jembatan suramadu yang melintang dari utara ke selatan diantara kelurahan Kapas Madya Baru disebelah Barat dan keluarahan Gading ditimur jalan. Tabel III. Batas Wilayah Kerja Kelurahan Dukuh Setro Uraian Desa/Kelurahan Kecamatan Utara Bulak Bulak Selatan Gading Tambaksari Timur Kenjeran Komplek Bulak Barat Kapas Madya Baru Tambaksari Tabel III. Luas Wilayah Kerja Wilayah Kerja puskesmas Gading secara keseluruhan seluas + 3. 2.49 km2 . Kelurahan Kapas Madya Baru Memiliki luas wilayah kerja seluas + 0. d. Posisi Geografis Puskesmas Gading meliputi tiga wilayah kerja (yang terdiri dari kelurahan Gading.2.58 km² yang terdiri dari 11 RW dan 95 RT. kelurahan Dukuh Setro dan kelurahan Kapas Madya Baru).2. Kelurahan Dukuh Setro Memiliki luas wilayah kerja seluas + 0.74 km² yang terdiri dari 7 RW dan 64 RT.

095 11 50 – 54 900 975 1. Laki-laki 14. Perempuan 14.167 4 15 – 19 1.052 Tabel III. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tabel III.209 3 10 – 14 1.306 1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kelurahan Gading : No.245 2.341 1. Laki-laki 10.116 7 30 – 34 1. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Kelurahan Gading : Jenis Kelamin Tahun 2015 Umur No.536 Jumlah 28.7.2.158 1.2.6.320 2.2. Perempuan 9.059 5 20 – 24 1.007 1.5.057 2.009 2. Perempuan 19.080 979 2.977 Tabel III. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kelurahan Kapas Madya Baru : No.011 1.198 1. Jenis Kelamin Tahun 2015 (awal tahun 2016) 1.152 1. Jenis Kelamin Tahun 2015 (awal tahun 2016) 1.334 Jumlah 39.064 2.092 b.088 2.067 2. Laki-laki Perempuan (awal tahun (Tahun) 2016) 1 0-4 993 884 1877 2 5–9 1. Laki-laki 19.4.365 2.671 8 35 – 39 1.a.875 6 .443 10 45 – 49 1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kelurahan Dukuh Setro : No. Jenis Kelamin Tahun 2015 (awal tahun 2016) 1.052 1.985 Jumlah 20.078 6 25 – 29 1.067 2.441 2.661 9 40 – 44 1. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Tabel III.758 2.2.

Laki-laki Perempuan (awal tahun (Tahun) 2016) 1 0-4 722 655 1377 2 5–9 803 702 1505 3 10 – 14 793 811 1604 4 15 – 19 895 758 1653 5 20 – 24 801 805 1606 6 25 – 29 788 795 1583 7 30 – 34 885 881 1766 8 35 – 39 801 959 1760 6 .977 4 15 – 19 1.567 1.485 1.2.485 9 40 – 44 1.442 2.74 235 237 472 16 > 74 202 334 536 Jumlah 14.345 2.062 3 10 – 14 1.609 1.682 3. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Kelurahan Dukuh Setro : Jenis Kelamin Tahun 2015 Umur No.803 1.698 13 60 – 64 551 654 1.74 244 258 502 16 > 74 274 412 686 Jumlah 19.278 7 30 – 34 2.017 8 35 – 39 1.641 1.334 39.105 Tabel III.535 1.549 3.69 378 344 722 15 70 .637 3.453 3.322 2.2.561 11 50 – 54 1.492 14 65 .69 357 418 775 15 70 .914 10 45 – 49 1.8.216 1.758 19.116 6 25 – 29 1.441 14.536 28.205 14 65 .308 2.899 5 20 – 24 1. Laki-laki Perempuan (awal tahun (Tahun) 2016) 1 0-4 1.113 2.016 1.807 2 5–9 1.137 1.458 2.9.129 13 60 – 64 817 675 1.950 Tabel III.361 2. 12 55 – 59 858 840 1.975 4.456 1.445 12 55 – 59 1.042 1.538 1. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Kelurahan Kapas Madya Baru : Jenis Kelamin Tahun 2015 Umur No.

69 150 153 303 15 70 .112 4 Pensiunan 134 42 176 5 PNS 206 107 313 6 TNI 60 1 61 7 Kepolisian RI 20 1 21 8 Perdagangan 27 9 36 9 Petani / Pekebun 9 12 21 10 Peternak 0 0 0 11 Nelayan / perikanan 0 0 0 12 Industri 2 2 4 13 Konstruksi 3 0 3 14 Transportasi 2 0 2 15 Karyawan Swasta 6.668 5670 3 Pelajar / Mahasiswa 2. Data Sosial Ekonomi a. Jenis Pekerjaan Laki .963 3.220 2.066 3.341 8. Tabel Jumlah Penduduk Menururt Pekerjaan Kelurahan Gading : Jenis Kelamin No.067 9.763 7.561 16 Karyawan BUMN 18 12 30 17 Karyawan BUMD 2 1 3 18 Karyawan Honorer 4 3 7 19 Buruh Harian Lepas 53 16 69 20 Buruh tani / perkebunan 2 0 2 21 Buruh peternakan 0 0 0 22 Pembantu Rumah Tangga 0 8 8 23 Tukang cukur 0 0 0 24 Tukang listrik 2 0 2 25 Tukang batu 34 0 34 6 . 9 40 – 44 833 889 1722 10 45 – 49 827 854 1681 11 50 – 54 721 760 1481 12 55 – 59 550 449 999 13 60 – 64 330 288 618 14 65 .74 74 99 173 16 > 74 94 127 221 Jumlah 10. Perempu Jumlah laki an 1 Belum / tidak bekerja 3.854 4.985 20.258 1.10. Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan Tabel III.726 2 Mdngurus Rumah Tangga 2 5.2.

26 Tukang kayu 4 0 4 27 Tukang sol sepatu 3 0 3 28 Tukang las / pandai besi 2 0 2 29 Tukang jahit 8 6 14 30 Tukang gigi 0 0 0 31 Penata rias 0 1 1 32 Penata busana 0 0 0 33 Penata rambut 0 0 0 34 Mekanik 7 0 7 35 Seniman 2 0 2 36 Tabib 0 1 1 37 Perancag busana 1 0 1 38 Penterjemah 0 0 0 39 Pendeta 4 1 5 40 Pastor 0 0 0 41 Wartawan 0 0 0 42 Ustadz / mubaligh 0 0 0 43 Juru masak 0 0 0 Anggota kabinet 0 0 44 kementrian 0 45 Anggota DPRD Prop.546 65 Pekerjaan Lainnya 80 32 112 Jumlah 14. 0 0 0 47 Dosen 4 7 11 48 Guru 63 159 222 49 Pengacara 0 0 0 50 Notaris 0 0 0 51 Arsitek 1 0 1 52 Akuntan 0 0 0 53 Konsultan 0 0 0 54 Dokter 18 18 36 55 Bidan 0 6 6 56 Perawat 2 14 16 57 Apoteker 1 3 4 58 Psikiater / Psikiater 0 0 0 59 Pelaut 1 0 1 60 Peneliti 0 0 0 61 Sopir 42 0 42 62 Pialang 0 0 0 63 Pedagang 56 22 78 64 Wiraswasta 1.441 14.536 28. 0 0 0 46 Anggota DPRD Kab.977 Tabel III.121 425 1.2. Tabel Jumlah Penduduk Menururt Pekerjaan Kelurahan Kapas Madya Baru : 6 .11.

Jenis Pekerjaan Laki .973 6. Jenis Kelamin No.348 16 Karyawan BUMN 14 4 18 17 Karyawan BUMD 2 0 2 18 Karyawan Honorer 4 1 5 19 Buruh Harian Lepas 59 26 85 20 Buruh tani / perkebunan 1 0 1 21 Buruh peternakan 0 0 0 22 Pembantu Rumah Tangga 1 6 7 23 Tukang cukur 0 0 0 24 Tukang listrik 1 0 1 25 Tukang batu 14 0 14 26 Tukang kayu 1 0 1 27 Tukang sol sepatu 3 0 3 28 Tukang las / pandai besi 6 0 6 29 Tukang jahit 5 4 9 30 Tukang gigi 0 1 1 31 Penata rias 0 1 1 32 Penata busana 0 0 0 33 Penata rambut 0 0 0 34 Mekanik 4 0 4 35 Seniman 0 0 0 36 Tabib 0 0 0 37 Perancag busana 0 0 0 38 Penterjemah 1 0 1 39 Pendeta 2 0 2 40 Pastor 0 0 0 41 Wartawan 0 1 1 42 Ustadz / mubaligh 0 0 0 6 . Perempu Jumlah laki an 1 Belum / tidak bekerja 6.378 1.159 4 Pensiunan 100 30 130 5 PNS 233 100 333 6 TNI 74 0 74 7 Kepolisian RI 34 1 35 8 Perdagangan 18 8 26 9 Petani / Pekebun 25 6 31 10 Peternak 0 0 0 11 Nelayan / perikanan 0 0 0 12 Industri 0 0 0 13 Konstruksi 3 0 3 14 Transportasi 2 0 2 15 Karyawan Swasta 7.970 2.781 4.580 7598 3 Pelajar / Mahasiswa 2.378 10.381 2 Mdngurus Rumah Tangga 18 7.408 13.

092 Tabel III. Perempu Jumlah laki an 1 Belum / tidak bekerja 3.2.752 3755 3 Pelajar / Mahasiswa 1.973 2 Mdngurus Rumah Tangga 3 3.334 39. 0 0 0 47 Dosen 10 5 15 48 Guru 60 139 199 49 Pengacara 0 0 0 50 Notaris 0 0 0 51 Arsitek 0 0 0 52 Akuntan 1 1 2 53 Konsultan 0 0 0 54 Dokter 3 7 10 55 Bidan 0 9 9 56 Perawat 3 19 22 57 Apoteker 1 3 4 58 Psikiater / Psikiater 0 0 0 59 Pelaut 4 0 4 60 Peneliti 0 0 0 61 Sopir 29 0 29 62 Pialang 0 0 0 63 Pedagang 62 35 97 64 Wiraswasta 1.105 2. Jenis Pekerjaan Laki .12.758 19.868 5. 43 Juru masak 1 0 1 Anggota kabinet 0 0 44 kementrian 0 45 Anggota DPRD Prop.270 65 Pekerjaan Lainnya 92 55 147 Jumlah 19. 0 2 2 46 Anggota DPRD Kab.260 2. Tabel Jumlah Penduduk Menururt Pekerjaan Kelurahan Dukuh Setro : Jenis Kelamin No.455 1.715 4 Pensiunan 49 18 67 5 PNS 183 103 286 6 TNI 59 1 60 7 Kepolisian RI 30 1 31 8 Perdagangan 42 17 59 9 Petani / Pekebun 8 3 11 10 Peternak 1 0 1 11 Nelayan / perikanan 0 0 0 12 Industri 0 0 0 13 Konstruksi 1 0 1 14 Transportasi 4 0 4 6 .546 724 2.

028 1.389 5. 0 0 0 47 Dosen 9 9 18 48 Guru 58 94 152 49 Pengacara 0 0 0 50 Notaris 0 0 0 51 Arsitek 0 0 0 52 Akuntan 1 2 3 53 Konsultan 0 0 0 54 Dokter 5 4 9 55 Bidan 0 5 5 56 Perawat 1 28 29 57 Apoteker 0 0 0 58 Psikiater / Psikiater 0 1 1 6 .417 16 Karyawan BUMN 25 7 32 17 Karyawan BUMD 1 0 1 18 Karyawan Honorer 3 4 7 19 Buruh Harian Lepas 58 14 72 20 Buruh tani / perkebunan 3 0 3 21 Buruh peternakan 0 0 0 22 Pembantu Rumah Tangga 0 6 6 23 Tukang cukur 0 0 0 24 Tukang listrik 2 0 2 25 Tukang batu 31 0 31 26 Tukang kayu 7 0 7 27 Tukang sol sepatu 2 0 2 28 Tukang las / pandai besi 7 0 7 29 Tukang jahit 4 7 11 30 Tukang gigi 1 0 1 31 Penata rias 0 0 0 32 Penata busana 0 0 0 33 Penata rambut 0 1 1 34 Mekanik 9 0 9 35 Seniman 1 0 1 36 Tabib 0 0 0 37 Perancag busana 0 0 0 38 Penterjemah 0 0 0 39 Pendeta 0 0 0 40 Pastor 0 0 0 41 Wartawan 0 0 0 42 Ustadz / mubaligh 1 0 1 43 Juru masak 1 1 2 Anggota kabinet 0 0 44 kementrian 0 45 Anggota DPRD Prop. 0 0 0 46 Anggota DPRD Kab.15 Karyawan Swasta 4.

536 28.355 9 S2 47 29 76 6 .915 4 SLTP 2.185 1.067 9.349 6 D I/II 81 93 174 7 D III 73 117 190 8 D IV / S1 657 698 1.877 5. Jenis Pekerjaan Laki .327 5 SLTA 4.2.977 Tabel III.052 b.031 5.441 14.814 6 D I/II 119 130 249 7 D III 125 161 286 8 D IV / S1 1.453 9 S2 75 48 123 10 S3 1 2 3 Jumlah 14.187 2.856 5 SLTA 4. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tabel III. Perempu Jumlah laki an 1 Tidak / belum sekolah 5. 59 Pelaut 2 0 2 60 Peneliti 1 0 1 61 Sopir 55 0 55 62 Pialang 0 0 0 63 Pedagang 43 23 66 64 Wiraswasta 830 339 1169 65 Pekerjaan Lainnya 38 28 66 Jumlah 10.229 8.134 2.317 3.803 8.716 5. Perempu Jumlah laki an 1 Tidak / belum sekolah 3.830 10.992 2 Belum tamat 615 600 1215 3 Tamat SD 5.979 2.403 2 Belum tamat 704 686 1390 3 Tamat SD 2.13.546 3.086 6.861 4 SLTP 2. Jenis Pekerjaan Laki .2. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Kelurahan Gading : Jenis Kelamin No.14.985 20.268 2.585 4.193 4.276 10. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Kelurahan Kapas Madya Baru : Jenis Kelamin No.728 4.

239 9 S2 31 20 51 10 S3 2 1 3 Jumlah 10.921 6 D I/II 69 63 132 7 D III 83 147 230 8 D IV / S1 635 604 1. Rumah bersalin 1 6.818 5.052 c.619 4 SLTP 1. Data Sarana Tempat – tempat Umum Tabel III.256 4. Pasar 2 d.334 39.16.15.17.473 2.559 3. Puskesmas Gading 1 2. Data Sarana Kesehatan : No.653 1.758 19.18.490 1. Puskesmas Keliling 3 e. Praktek Dokter Swasta 9 5. Bidan Praktik Swasta 11 4.067 9. Tempat ibadah 25 2. Data Sarana Pendidikan : No.2. Poskesdes 3 7.092 Tabel III. Jenis Sarana Jumlah 1.2. Jenis Pekerjaan Laki . 10 S3 3 1 4 Jumlah 19. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Kelurahan Dukuh Setro : Jenis Kelamin No. Jenis Sarana Jumlah 1. Data Sarana Pendidikan Tabel III.103 2. Balai Pengobatan Umum 2 3.2.049 5 SLTA 3.2.985 20. Jenis Sarana Jumlah 6 .966 3. Data Sarana Kesehatan Tabel III.729 2 Belum tamat 527 548 1075 3 Tamat SD 1. Perempu Jumlah laki an 1 Tidak / belum sekolah 2. Data Sarana Tempat-tempat Umum : No.

Data Tempat Kerja : No. Keuangan Keuangan yang ada berasal dari DKK (APBN. b. INPUT a. Taman Kanak-kanak 38 2. Pabrik 2 III. dan tenaga non medis.3. Kegiatan Rutin Meningkatnya Manusia 2. Pendekatan Sistem Kondisi Internal Puskesmas Gading Keterangan: 1. Kantor Pemerintahan 3 2. APBD Tk I. Data Tempat Kerja Tabel III. Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia yang dimiliki Puskesmas Gading. baik bahan yang habis pakai ataupun bahan yang tidak habis pakai. Home Industri 12 3. Jenis Sarana jumlah 1. APBD Tk II).1.19. Pelayanan yang derajat kesehatan 2. Sarana dan wilayah kerja Prasarana Puskesmas Gading Gambar III. baik tenaga medis. Sekolah Dasar 17 3. Sumber Daya 1. Kondisi Internal Puskesmas Kondisi internal Puskesmas Gading dapat diidentifikasi menurut Pendekatan Sistem dibawah ini: INPUT PROSES OUTPUT 1.2. Kegiatan Rutin 6 . c. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang ada dapat berupa fasilitas yang ada di puskesmas. 2. Keuangan disediakan masyarakat di 3. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 3 4. 3. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1 f. PROSES a. paramedis. 1.

Apoteker 1 5. Kegiatan rutin merupakan semua Program Wajib maupun Program Inovatif yang dilakukan oleh puskesmas Gading sesuai dengan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang disusun. Sarana dan Prasarana 6 . SLTA 3 Jumlah 26 III.1. Akademi Kebidanan 5 7. Akademi Perekam Medis 1 11. Sekolah Menengah Farmasi 1 14. Akademi Keperawatan 3 8. Sumber Daya Manusia yang ada di Puskesmas Gading No. Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia yang ada di Puskesmas Gading dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel III.4. 3. Latar Belakang Pendidikan Jumlah 1. Dokter Umum 3 2. Dokter Gigi 1 3. Pelayanan yang disediakan Pelayanan yang disediakan adalah semua pelayanan yang dapat ditangani (dapat dilakukan) oleh semua Sumber Daya Manusia yang ada di puskesmas Gading. D3-Management Pemasaran 1 15. OUTPUT Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gading. Akademi Analisis Kesehatan 1 12. Akademi Perawat Gigi 1 9. Akademi Kesehatan Lingkungan 1 10. b. Akademi Gizi 1 13. III. Sarjana Kesehatan Masyarakat 1 4. 5. 4. S1-Teknik Informatika 1 16.

Jenis saranan dan prasarana yang dimiliki puskesmas Gading dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel III.5.02 ditangani 4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga 90 92.81 6 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang 80 73. Tabel SPM tahun 2015 Target Cakupan No.89 kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 5 Cakupan pelayanan nifas 90 92. Indikator (%) (%) 1 D/S 97 100 2 Cakupan kunjungan ibu hamil 95 96.1.1.60 ditangani 7 Cakupan kunjungan bayi 90 94. Jenis Sarana dan Prasarana yang dimiliki Puskesmas Gading No Jenis saranan dan prasarana Unit 1 Gedung Puskesmas 1 2 Ruang Kepala Puskesmas 1 3 Ruang Balai pengobatan Gigi 1 4 Ruang Balai Pengobatan Umum 1 5 Ruang Balai Kesehatan Ibu & Anak 1 6 Ruang Laboratorium 1 7 Apotek 1 8 Ruang Tata Usaha 1 9 Ruang Loket 1 10 Ruang Tunggu 1 11 Tempat Penyimpanan Obat 1 12 Gudang PMT 1 13 Gudang Alkes 1 14 Gudang Arsip 1 15 Aula Pertemuan 1 16 Kamar Mandi 3 17 Sepeda Motor 6 18 Ambulance 1 III.35 10 Cakupan balita gizi buruk yang mendapat 100 100 perawatan 11 Cakupan pemberian MP-ASI pada anak 6-24 100 100 bulan dari keluarga mskin 12 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD 100 100 dan setingkat 13 Cakupan peserta KB Aktif 70 86. SPM Tahun 2015 Tabel III. 6.85 6 .16 8 Cakupan desa UCI 90 30 9 Cakupan pelayanan anak balita 90 96.6. Hasil Kegiatan Puskesmas Tahun 2015 a.36 3 Cakupan komplikasi kebidanan yang 80 85.

41 NAIK GIZI 83. Capaian imudaskap kelurahan Gading masih sebesar 84.52 NAIK KESHLING 73.02 NAIK P2 84. Penilaian kinerja tahun 2014-2015 Tabel III.2.97 NAIK INOVASI 90. Desa di wilayah kerja puskesmas Gading ada 2 kelurahan dari 3 kelurahan yang belum UCI yaitu kelurahan Gading dsn kelurahan Kapas Madya Baru. 14 Cakupan penemuan dan penanganan 100 100 penderita penyakit 15 Cakupan desa siaga aktif 70 100 16 Pelaksanaan lokakarya mini 12 kali Dari tabel di atas capaian SPM yang masih kurang adalah indikator : 1.82 91. Gambaran kasar Penilaian Kinerja Tahun 2014-2015 JENIS KOMPONEN 2014 2015 KET PROMKESH 93.6 NAIK c. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditanganai di tahun ini meningkat di banding tahun sebelumnya yaitu 157 bayi 2.41 TURUN PENGOBATAN 70.05 73.9 % b.3.6. Tabel Gambar Kasar Mutu Pelayanan Tahun 2014-2015 JENIS KEGIATAN 2014 2015 KET Drop out Pelayanan K1-K4 <10% 10 <10% 10 Persalinan oleh Nakes >80% 10 >80% 10 Penanganan Komplikasi Risti Obstetri >5% 10 >5% 10 Error rate pemeriksaan BTA <5% 10 <5% 10 Kepatuhan standar ANC 81-100% 10 81-100% 10 Kepatuhan standar pemeriksaan TB paru 81-100% 10 81-100% 10 Kepuasan pasien berobat 51-80% 7 51-80% 7 Jumlah BGM >5% 4 <4% 10 Drop out Imunisasi >10-15% 7 >10-15% 7 pembinaan lansia 87% 87% 6 .6. Mutu Pelayanan Tahun 2014-2015 Tabel III.3 % dan cakupan imundaskap kelurahan Kapas Madya Baru hanya sebesar 58.66 90.32 86.42 82.21 93.46 NAIK KIA-KB 77.62 95. Cakupan desa UCI.

resiko herd imunity yang rendah sangat mengkuatirkan akan terjangkit PD3I. infeksi lain tenggorokan saluran nafas g.gastritis e. penyakit keseluruhan) jantung (secara j. Acute gastroenteritis laryngopharingitis g. hipertensi saluran nafas c. Cakupan kunjungan bayi 98. yang mengalami 2T 23 jiwa (22%). acute laryngitis keseluruhan) Beberapa kegiatan menunjukkan hal yang positip baik penilaian kinerja puskesmas maupun SPM. DM c. Cakupan desa UCI 1 desa. Kasus kematian ibu (KIA) 1 bufas. IDDM d. sakit kepala i.  Masih saja terjadi BB yang tetap bahkan turun ? MDGs 4 (menurunkan angka kematian balita) 2. penyakit kolesterol tinggi jantung (secara j. Seronegative a. radang bagian atas tenggoroksn g. Kasus kematian bayi (KIA) 3 bayi 3. h. diare dan e.  Penyebab kematian bayi diluar kemampuan (congenital dan kecelakaan). gastritis. penyakit unspecified jantung iskemik h. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 73. indeksi lain b.35 % (5615) 6. Sementara itu.10 % ( 1395 bayi) 5. kita perlu memberi arahan bagi ibu saat hamil. radang f.290 jiwa.Penyakit terbanyak dilayani puskesmas : a. BGM berjumlah 1 anak. Bumil resiko tinggi 468 orang 6 . MDGs 5 (menurunkan angka kematian ibu dan mewujudkan kesehatan reproduksi bagi semua) 7. myalgia bagian bawah d. gejala i. namun dilapangan ada beberapa permasalahan : MDGs 1 (menurunkan prevalensi balita gizi kurang dan gizi buruk) 1. Balita gizi buruk dan dalam perawatan 14 anak. Jumlah balita 4.60 % 4. indeksi rheumatoid saluran artritis pernafasan atas b. myalgia f. Cakupan pelayanan anak balita 96.

kelas kesehatan dan pelatihan siaga P3K. ii. dan KIA/penakib. Pengembangan desa siaga i. kasus efek samping KB 175 jumlah bumil 1. MMD/PTM.157 jiwa.519 10. Aktif kegiatan SMD.33 % (total rumah). KB aktif semua metode 15.81 % 13. Kasus DBD 35 jiwa  Lingkungan yang masih menjadi sumber / sarang penularan 6 . Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) 1. Kasus DBD 35 jiwa. 18. b.89 % 12. STBM. Pola intervensi promkesh masih berkutat pada metode penyuluhan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 92. positif diobati 76 jiwa.02 % 11. setiap warga sudah mempunyai jamban dan digunakan rutin. Mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru HIV dan AIDS. tapi kesulitan terbesar adalah mengendalikan penularan (HIV dan MycobacteriumTB) MDGs 7 (meningkatkan akses sumber air dan sanitasi dasar yang layak) 21. keberadaan LSM kesehatan dengan puskesmas.8. Suspek TB periksa dahak 76 jiwa. Kasus HIV-AIDS 1 jiwa 17. 15. 14. ABJ 93. jumlah bumantik 665 orang sewilker puskesmas 19.  Dukun bayi telah di beri pengarahan bahwa tidak membantu persalinan. c. MDGs 6 (a. 16 jiwa selesai pengobatan (lengkap). jumlah drop out KB 876 jiwa. Namun pengelolaan air limbah feses tidak ada. Masih ada dukun bayi (1 orang). Cakupan komplikasi Kebidanan yang ditangani 85.576 9. Mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV-AIDS. Up date pengetahuan guru UKS (17 orang) dan pembinaan UKS/UKGS kurang  Akses dan contact tracing dalam proses yang benar. Belum terintegrasi dengan baik. Belum aktif Pengamatan sederhana. 22. langsung dibuang ke sungai. Cakupan pelayanan nifas 92. BTA sembuh 25 jiwa. Mengendalikan jumlah kasus baru TB paru) 16. 20.

pola asuh.Prolanis belum berjalan .Sampah medis masih menggunakan pihak ke 3 . .Belum banyak faham soal Kelurahan Siaga PHBS RT jeblok di aktivitas merokok di dalam rumah Aktifasi Dasawisma sukar .Tidak mudah mengawasi pengobatan . Tidak semua sekolah PSN 2 Sanitasi . Angka suspect terlalu ketat .Peran serta masyarakat kurang aktif hal pengelolaan sampah Rata – rata kasus 2T ada di Posyandu Balita Petugas datang posyandu siang hari . 3 Perbaikan Gizi penyakit penyerta. Buku panduan posbindu belum ada PEMERIKSAAN .Bukan sebuah masalah bagi seseorang saat balitanya gibur . Paket alat posbindu masih 1 paket . Belum ada jadwal tim petugas posbindu 7 POSBINDU .Terkait tentang kelsi  bagas belum faham tentang konsep “ Bagas surveilance berbasis Promosi kesehatan masyarakat ” . Persepsi orang tua tentang imunisasi masih ada yang salah . Bumantik susah masuk rumah untuk PSN . maka isu strategis diatas kami definisikan lebih tajam redaksi permasalahannya sehingga pekerjaan / kegiatan kita akan lebih tepat mengenai sasarannya. 1 . Demam Berdarah masih menjadi topik utama kasus penyakit bahkan kematian di wilayah kerja puskesmas gading. Peran serta masyarakat kurang aktif hal PSN . Data bayi / bumil yang ada belum valid karena 5 KIA sasaran bumil dan imunisasi terlalu banyak . Pasien TBbanyak yg belum sadar sebagai 4 P2 (TB) sumber penularan . Masyarakat lebih senang dengan fogging .Balita gizi buruk disebabkan faktor : Ekonomi sulit.Pelayanan poli KIA dan BP selesainya amat siang .Obat terbatas . dan pengetahuan . Jadwa kegiatan UKS masih sering bentrok 8 PENUNJANG (UKS) . Pendefinisian itu sebagai berikut : NO KEADAAN MASALAH . Lintas sektor butuh effort lebih 6 .Pasien yang berkunjung kebanyakan pasien rujukan 6 PENGOBATAN . BAB IV ISU STRATEGIS Dari paparan bab III.

MELAKSANAKAN FUNGSI FKTP: a. PROSEDUR PASIEN . 1 BUMANTIK/RUMAH . Yang mana hasil dari FGD tersebut kita tuangkan pada sebuah analisis permaslahan. Sanitasi dan P2. KEL. REKAM MEDIK 3. PENAKIB – P4K . KONTAK I PESERTA BPJS b. ME-UCI-KAN SEMUA KELURAHAN 2. Dengan prioritasnya masing-masing adalah sebagai berikut : 1. KEL. Pengobatan. BAB V PRIORITAS MASALAH Prioritas Masalah yang dipilih melalui Focus Grup Discution (FGD) dilakukan oleh semua staf puskesmas Gading. 6 . MENINGKATKAN K1-K4 . 1 : KIA . 2 : SANITASI DAN P2 . posbindu adn UKS. FAKTOR YANG MENIMBULKAN GIZI BURUK DAN SOLUSINYA . KEL. Gizi buruk dan Kelurahan Siaga. CAKUPAN DETEKSI DINI (TB) DI KELUARGA PX (TB) . TP UKS KECAMATAN . KEL. 5 : POSBINDU DAN UKS . NUNUT MENGAJAR Pelaksanaan FGD tersebut dilakukan pada saat minilokakarya di bulan desember 2015 oleh semua staf puskesmas Gading. MENGELOLA PENGAMATAN KELSI 5. Yang mana masalah yang diprioritaskan di bagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari kelompok KIA. PROLANIS c. Analisa permasalahan kita bahas pada BAB berikutnya. 3 : PENGOBATAN . 4 : GIZI BURUK DAN KELURAHAN SIAGA . KEL. ICON UNTUK DAYA TARIK WARGA / SISWA TERHADAP KEG INI .SAMPAH 4. MENGURANGI RUJUKAN . KEGIATAN UKS OLEH SISWA .

Akses jalan bagus merokok dalam rumah . Analisis SWOT program Promosi Kesehatan Catatan : PELUANG TANTANGAN . Kecamatan kelsi dilapangan.1. Tidak banyak yang paham soal Kelurahan pada aspek pendidikan. Sosialisasi Kelurahan Siaga dilakukan terlaksana . BAB VI ANALISA PENYEBAB MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Berdasarkan BAB sebelumnya telah dilakukan FGD oleh semua staf puskesmas Gading dan di tentukan prioritas masalah di masing-masing kelompok sehingga dari prioritas permasalahan tersebut kita tuangkan dalam sebuah analisis dan kita memakai analisis SWOT. . bayi baru lahir dan PUS dan pamflet kesehatan . 6 . 2. Kader / bagas (pembantu petugas) ada . . Penyempurnaan pemetaaan data dari bikel . Mencatat ulang ka. Mindset PHBS kesehatan. Penyebaran brosur . MMD 2 kali pertahun Siaga . pemasangan spanduk. Dasawisma tiap .Fokus : . Program promkesh DANA BOK sudah pendatang baru. Dukungan dari Kelurahan untuk Aktifasi kembali di tingkat RW. Aktifasi Pengamatan Pokura Kelsi . . Sesuai Pemetaan Kasus Di Wilayah Tertentu. Tidak menyadari perilaku tidak sehat. PHBS jeblok karena masih ada aktifitas puskesmas. . Forum ketua kader sudah ada . Tidak merasa sebagai sumber masalah . .Menaikkan derajat kesehatan lebih dominan . Tabel VI. SMD 1 kali pertahun . 1. . Ada bidan kelurahan (bikel) sebagai petugas Dasawisma. Kelurahan. Sms gateway sudah berjalan . Aktifasi Dasawisma sukar KEKUATAN . Meningkatkan Mini Seminar / Penyuluhan kelurahan. .Bagas diikutkan sebagai bagian internal . dan . Petugas promkesh ada soal bayi tidak imun.

KELEMAHAN . Penyuluhan kelompok / bimbingan teknis 1. Lansia. Kami ingin mengaktifkan dasawisma sebagai asisten / membantu kerja kader ataupun bagas tetapi aktifasi ini masih belum aktif mandiri 3. Bagas de facto belum legitimed penelusuran kondisi Kelompok Rawan 5. Smp. Ingin melakukan mini seminar / penyuluhan sesuai pemetaan kasus di wilayah masing-masing dan Aula puskesmas bisa digunakan. Bagas masih belum paham surveilence oleh bagas. Bagas belum faham tentang surveilance berbasis masyarakat 4.Penyuluhan Di Atas Terkoordinir Dan Terjadwal Buruk. Program Promosi Kesehatan ini masih banyak yang dilakukan : 1. Menfasilitasi kegiatan bagas Yang Bisa Dilakukan di : . (terkontrol dan terjadwal) 6 . pemasangan spanduk dan pamflet kesehatan 5. Sma & Tk . Sekolah Sd. Posyandu Balita . Hasil PHBS Rumah Tangga masih rendah dikarenakan kebiasaan merokok di dalam rumah masih dilakukan. Kader / bagas ada 1. melaksanakan forum kader dibawah 3. anak sekolah. Penyediaan media promosi kesehatan seperti brosur. Balita Gizi . mengajak istri lurah aktif di kegiatan bagas Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. Aula PKM untuk umum. Posbindu . Bayi Tidak Imun. dan kader (Bumil Risti. Bagas merangkap jabatan koordinasi bagas untuk integrasi data 4. Dll) - 3. Posyandu Lansia berbasis masyarakat 2. 2. 2.

Pemberantasan Vektor DBD . Abate menurun smp 50kg/kelurahan hemat air. Petugas ada . Dukungan guru sekolah pernah didapatkan . Masyarakat lebih senang dengan fogging . Dukungan kecamatan. nyamuk .Buang SAMPAH sembarangan . diagnosa dugaan RS : DBD . Program Sanitasi ini masih banyak yang dilakukan : 1. Penindakan hukum sosial bagi pembuang . Peran serta masy kurang aktif hal PSN dan . Pemetaan kasus DBD. Ingin mengajukan persediaan ABATE ke dinas karena tahun sebelumnya dirasa masih kurasng 2. Tidak semua sekolah PSN . Tidak punya power hukum untuk ketertiban sanitasi masyarakat Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. Tidak semua Bumantik aktif dan mandiri KEKUATAN . Permintaan tambah ABATE ke DKK . Analisis SWOT Program Sanitasi PELUANG TANTANGAN Fokus : . wadah ditutupi. Perlu fokus lebih kecil  peran serta . dan kasus masyarakat HANYA MEMBUNUH jentik . Kader Kelsi (Bagas) terlibat pengelolaan sampah . Lolos dokumen BLH sampah sembarangan oleh kelurahan. Program TTU / TTS dan sanitarian . klinik sanitasi lebih di aktifkan 6 . . Program kegiatan jumat PSN penyakit digestif lainnya. bumantik susah masuk rumah untuk PSN dan RW pada Puskesmas bagus . Bumantik ada .2. Tiap kali panas. Buka klinik sanitasi . diare. Diharapkan PSN lebih efektif = kalo mau . Persediaan air kurang lancar di beberapa wilaayah. jentik dijaring. Ada peran serta dari kecamatan dan BPS . Sampah medis oleh pihak III .Tabel VI. untuk menghimbau PSN KELEMAHAN . kelurahan. dll . Ketua RT ..

Dukungan kecamatan. Ingin memfokuskan masyarakat HANYA MEMBUNUH JENTIK NYAMUK 6 . ketua RT dan RW tentang PSN sudah bagus 7. Ada kejadian bumantik susah masuk rumah warga saat melakukan PSN 5. kelurahan.3. Masyarakat lebih senang dengan fogging atau pengasapan 6. Peran serta masyarakat kurang aktif tentang PSN dan pengolahan sampah 4.

. Pembina posyandu hadir siang hari (paska pelayanan) . 6 . Kunjungan rumah baik oleh pkm dan kader . tidak sempat melakukan apa apa. Balita gizi buruk disebabkan faktor : Ekonomi sulit. Rata – rata kasus 2T ada di setiap posyandu . Pelatihan kader gizi dari kader . Gizi buruk karena pola asuh dan . Buka klinik gizi kader posyandu masing-masing . Pos gizi (rencana tahun 2016) KELEMAHAN - . Kunjungan balita ke posyandu berbenturan dengan bergizi (bukan masalah harga) . Setiap Posyandu balita berjalan 12 kali posyandu . Analisis SWOT Program Perbaikan Gizi PELUANG TANTANGAN Fokus : .Tabel VI. jadwal ibunya .3. Kelas ibu pintar dalam setahun . Penyuluhan gizi kurang di abaikan. pola asuh. Posyandu dan kader aktif . Intervensi faktor ekonomi dan penyakit penyerta di . Petugas ada dan terlatih . fokus pada perbaikan pola asuh dan pengetahuan. Tidak semua keluarga menerima kehadiran petugas pendampingan - KEKUATAN . Pendampingan gizi lebih optimal mungkin bisa dibantu pendampingan . Masa kebersamaan pembina dan posyandu singkat. dan pengetahuan pemilihan menu makanan yang tidak serentak . Ada petugas tambahan khusus posyandu dan di tempat lain . . Ada kegiatan rutin timbang penyakit penyerta. . Bukan sebuah masalah bagi seseorang saat balitanya gibur. Kader kesehatan ada . Pemetaan kasus GIZI BURUK .

pola asuh dan pengetahuan 4. penyakit penyeeta.Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. Kasus gizi buruk di wilayah kerja puskesmas Gading disebabkan oleh faktor : ekonomi sulit. Rata-rata kasus 2T ada di setiap posyandu  akan dibuat media promosi tentang 2T 2. Tidak semua keluarga menerima kehadiran petugas pendamping gizi buruk 6 . Bukan sebuah masalah bagi seseorang / keluarga saat balitanya mengalami gizi buruk 5. Pembuatan jadwal ulang posyandu balita  petugas agar tidak datang siang  imunisasi dan pembinaan posyandu tercapai 3. Program perbaikan gizi ini masih banyak yang dilakukan : 1.

Px Tb banyak yg belum sadar sebagai sumber . Tidak mudah menegakkan diagnosa . Pasien TB banyak yang belum sadar sebagai sumber penularan 4. Penyuluhan TB dioptimalkan (konseling khusus) . Program TB ini masih banyak yang dilakukan : 1. Program 6 bulan . Mengoptimalkan kader TB .KAP pasien Tb.Tabel VI. Petugas ada dan terlatih . Analisis SWOT Program TB PELUANG TANTANGAN Catatan : . Pemetaan kasus TB . Lab ada . OAT tersedia . Penguatan motivasi ke px dan keluarga lebih . Program terlalu lama shg angka DO tinggi KEKUATAN . Tidak mudah mengawasi pengobatan 3. Tidak mudah menegakkan diagnosa TB Paru 2. Kader TB ada dari NGO (muhammadiyah) . Angka suspect terlalu ketat dan program terlalu lama sehingga angka pasien TB Paru DO tinggi 6 . program TB dipegang dokter . keluarga dan tetangganya walau kurang optimal penularan . Contact tracing (pasif case finding) . .4. Tidak mudah mengawasi pengobatan Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. PMT ada KELEMAHAN . Angka suspect terlalu ketat .

Kedepan akan dibuat pemetaan kasus TB Paru per wilayah RW sehingga bisa dilakukan penyuluhan yang mana selain pada masyarakat umum di fokuskan untuk konseling khusus (penguatan motivasi tentang pencegahan TB paru ke pasien dan keluarga) 6 .5.

Tabel VI. Kegiatan Monoton mengidap DM / HT masuk Prolanis. pemeriksaan BCM. Animo masyarakat kecil . Melengkapi jumlah paket alat sesuai . Posbindu 20 pos telah terbenttuk kebutuhan sementara . Kegiatan akan lebih bervariasi seperti penyuluhan. Paket alat posbindu masih 1 paket . pemeriksaan BCM. Membuat buku panduan sendiri untuk . IT butuh input data secara continue - KELEMAHAN . Program baru - KEKUATAN . Kader siap . senam bersama) . Belum ada jadwal tim petugas posbindu . Program Posbindu ini masih banyak yang dilakukan : 1. Buku panduan posbindu belum ada - Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. senam / olah raga bersama 6 . Analisis SWOT Program Posbindu PELUANG TANTANGAN Catatan : . ) dan jadwalnya (terlampir) lab.5. Peserta Posbindu yang positif baik . Dibentuk tim petugas posbindu (mbak tantin. . Akan dibuat jadwal pelaksanaan posbindu tahun depan dan menyertakan IT sebagai petugas administrasi 2. Paket alat posbindu masih 1  akan dilengkapi sesuai kebutuhan 3. pemeriksaan . Petugas administrasi belum ada . . pemeriksaan laboratorium. Berhubung buku pedoman belum ada sementara membuat buku panduan sendiri berdasarkan pelaksanaan di lapangan 4. Variasi kegiatan (penyuluhan. Dukungan terhadap pembentukan pos sangat . Petugas ada dan terlatih mas hendro.Program baru.

KELEMAHAN . KEKUATAN . oleh bikel.Tabel VI. tapi jumlah . Bikel berkunjung ke rumah bumil DO pada 3. Pencatatan no hp bumil. diserahkan ke promkesh. Ada kader Penakib . Tiap poskeskel harus ada data . IMUNISASI  . Minta dukungan Kelurahan mengenai data . Pelayanan poli KIA dan BP selesainya amat IMUN bersama KADER posyandu 1.Pembina posyandu meVALIDAsi KMS bayi tidak . foto pemantauan p4k bumil risti. Persepsi orang tua tentang imunisasi masih . Ada JURIM yang datang lebih pagi 1. Petugas posyandu balita terjadwal dengan . Dukungan kelsi . . bumil resti. pemetaan kasus bumil do. Validasi data bayi baru lahir tiap awal bulan baik tidak imun). tidak minggu III (2 bumil) imundaskap . Akses KR mudah . PWS DI BPS/RS/Klinik/RB . Bikel menyediakan data untuk kunjungan . siang 2.K1 dan K4 tidak ada gap. PWS imunisasi di BPS/RS/Klinik/RB .6.Tim Jurim melakukan kunjungan rumah (bayi . Sasaran bumil dan imunisasi terlalu banyak . Analisis SWOT Program KIA PELUANG TANTANGAN Catatan : . ada yang salah. Jurim dan pembina posyandu mencari kabar 1 bumil do dirumahnya saat ke posyandu Penjelasan : 6 . Kader posyandu banyak .UCI belum tercapai . IBU HAMIL DO  2. Data bayi / bumil yang ada belum valid absolut dibawah target . Bikel di 3 kelurahan lengkap rumah bayi baru lahir dan PUS pendatang baru .

Tiap poskeskel harus ada data : a.Dengan kekuatan dan peluang yang ada. Masih ada ibu hamil DO dan Imundaskap belum mencapai target. bikel berkunjung ke rumah bumil DO minggu III (2 bumil) 4. Analisis SWOT Program Pengobatan 6 . Penemuan kasus bumil DO. bumil resti. Validasi data bayi baru lahir tiap awal bulan oleh bikel 2. hal ini terjadi salah satunya dikarenakan sasaran ibu hamil dan imunisasi terlalu banyak dan data belum valid maka rencana kami untuk mengatasi hal tersebut adalah : a. Untuk mengatasi masih adanya ibu hamil DO.7. Pencatatan nomor handphone ibu hamil b. tidak imundaskap Tabel VI. Untuk mengatasi pencapaian imundaskap dibentuk Tim Jurim yang pelaksanaannya selain sweeping data juga melakukan kunjungan rumah (bayi yang tidak imunisasi) 3. Minta dukungan kelurahan mengenai data bayi baru lahir dan PUS penatang baru b. Foto pemantauan p4k bumil risti c. Program KIA ini masih banyak yang dilakukan : 1.

Obat JKN sudah ada . b. Belum melaksanakan fungsi FKTP : 10. Belum melaksanakan fungsi FKTP : 6 . Nanda) pelatihan SDM . Penyediaan obat untuk pasien BPJS yang bisa . Citra minor kemampuan PKM Gading . . Reagen ED (Tambakrejo) di masukkan dalam pengadaan obat JKN puskesmas -> penyesuaian dengan kasus rujukan puskesmas Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. arya. Home care px atau CP px yang bisa 1. lansia.Kapitasi FKTP terjamin . mengurangi rujukan pelayanan / SOP 1 buah per minggu per orang poli BP PKM Gading. Program pengobatan ini masih banyak yang dilakukan : 1. Presty. Petugas medis dan paramedis lengkap Nina .Lulus Akreditasi . 2. Akreditasi 2 tahun lagi . Nur. dll untuk dirawat di 3. dan BP yang 4. DM non komplikasi. Membentuk 1 kelompok prolanis (timnya dr. Terwujudnya TABEL pelatihan dan usulan . Keg tim kontak I : . . APT. Obat terbatas . Adji) tiap hari kamis pukul 3. Memberi pengertian pasien : HT non 1.00. pasien dengan kartu kontrol (surat kontrol) . Gedung baru puskesmas (berlaku 2x kunjungan untuk ke sampai rujuk balik selesai RS) 2. Pembuatan prosedur kegiatan / prosedur Jantung. KMB komplikasi. Kunjungan ke pkm yang sudah diakreditasi . pasien yang membawa surat rujuk balik () . Reagen Lab lengkap 1. Dibentuk tim / petugas kontak pertama (drg. Asma. prolanis . motivasi px untuk di rujuk balik ke KELEMAHAN . Skrinning rujukan diperketat / stop rujukan . kontak pertama peserta BPJS domisili di Kel. Kunjungan cukup banyak . Schizoprenia. Belum ada protap dan contohnya Widya. puskesmas . RS rujukan tidak memberikan rujuk balik . peserta dari posbindu. Pengobatan belum ada protap yang baru / protap lama belum diperbarui 2. Tidak bisa memberi resep luar - KEKUATAN . PELUANG TANTANGAN Catatan : .

DM non komplikasi. Melakukan home care pasien / catat contact person pada kegiatan kontak pertama peserta BPJS. 3. Kontak pertama pasien BPJS b. schizoprenia dll untuk dirawat di poli BP puskesmas Gading 5. Pada obat terbatas  penyediaan obat untuk pasien BPJS yang bisa di masukkan dalam pengadaan obat JKN puskesmas (disesuaikan dengan kasus rujukan puskesmas) 6 . Membuat SOP 1 buah per minggu per orang 4. Skreening rujukan diperketat salah satunya yaitu dengan memberi pengertian psien : HT non komplikasi. a. jantung. Mengurangi rujukan Dalam hal ini tahun depan program prolanis di lakukan dan mulai bulan desember mengurangi pasien rujukan dengan cara memotivasi pasien untik berobat di puskesmas. Prolanis c. asma.

UKS kecamatan . Tahun lalu. Tersedia dana BOK - KEKUATAN . Laporan pemeriksaan : data program undangan lebih jauh hari. Petugas cadangan untuk kegiatan Skrining .UKS PELUANG TANTANGAN Catatan : . Rapat kerja UKS Kecamatan. poster. . penunjang 2. dll lengkap menyiapkan generasi masa depan yang melek . Ada komitmen dengan sekolah soal jadwal . Petugas medis dan paramedis untuk UKS sekolah yang terjadwal (guru / siswa) untuk brosur.Kegiatan UKS di sekolah penyuluhan . Program penunjang . peserta tetap. BIAS. administrasi) dan ada petugas cadangan 2. Analisis SWOT Program Penunjang . Lintas sektor butuh effort lebih . dll 4. BKIA dan petugas lain (Gizi. tidak semua PKM . brosur. dibuat tim pengajar ilmu kesehatan untuk sekolah (guru/siswa) yang tujuannya untuk menyiapkan generasi masa depan yang melek kesehatan pribadi dan komunitas 3. Berkala. UKS tidak untuk lomba. . poster. Membentuk kader perwakilan sekolah yang beranggotakan guru 6 . Jadwal pelaksanaan kegiaatn UKS seperti BIAS maupun Screening lebih di atur terutama petugas yang melaksanakan.UKS ini masih banyak yang dilakukan : 1. Bentrok jadwal petugas di UKS sering terjadi . Kecamatan KELEMAHAN .8. Dibentuk tim pengajar ilmu kesehatan untuk . Membentuk tiwisada .Tabel VI. Dibuat jadwal penyuluhan oleh sekolah dan puskesmas. Membentuk kader kader perwakilan sekolah . Ditetapkan / berkomitmen bahwa komponen petugas kegiatn tersebut terdiri dari BP. Pemberian media penyuluhan seperti leaflet. Mengalokasikan dana BOK untuk UKS siswa kelas 1. telinga. promkesh. kesehatan pribadi dan komunitas yang beranggotakan guru2 . kulit) Penjelasan : Dengan kekuatan dan peluang yang ada. Ada UKS kecamatan mengalokasikan dana BOK untuk UKS kecamatan . penyakit indera (mata. Pemberian media penyuluhan seperti leaflet.

5. BAB VII 6 . Mengalokasikan dana BOK untuk UKS kecamatan.

Imundaskap 1. RW 3. dst 3. lahir per wil. prog. Rencana Ususlan Kegiatan ini adalah harapan kami kedepan untuk bisa dilaksanakan : Tabel VII. dapat ANDINI segera di lakukan (Promkesh & intervensi Adminkesh) Konsep Kerangka teknis kegiatan : olah analisis informas i intervensi 6 . KEGIATAN TUJUAN SASARAN TEKNIS WAKTU INDIKATOR KETERANGAN KEGIATAN KEBERHASILAN 1 PEMETAAN 1. KIA sekali di informasikan UJI (Bikel Dukuh 2. ERNI (Bikel peserta KB per wil.1. Data PUS Prog. Ambil data di Setro) untuk sasaran 2. RW amalisis dan Gading) informasikan. Data BBL ada RW 2. Ambil data di Per 3 bulan Pemetaan 3 data terpasang / Pelaksana : tercapai imunisasi per wil. KN. KIA ATIK (Bikel imunisasi. Rencana Usulan Kegiatan Tahun 2016 NO. KB Baru) 3. Ambil data di Kapas Madya DDTK. RENCANA USULAN KEGIATAN Pada Bab ini di paparkan Rencana Ususlan Kegiatan dari prioritas masalah yang telah ditetapkan pada Bab-bab sebelumnya. Untuk sasaran pendatang baru Kemudain di olah. Data Bayi tidak 1. Data Bayi baru prog.

Pencegahan berbasis intervensi Adminkesh) penyakit berbasis lingkungan lingkungan yang lainhya per Konsep Karangka lain bisa di wilayah RW teknis kegiatan lakukan sama dengan kolom di atas 1. Data DBD per Ambil data di prog. Per 3 bulan Pemetaan kasus gizi Pelaksana : terkontrol per wilayah RW Gizi Kemudain di sekali terpasang / di informaskan SHINTA (Gizi) 2. Wilayah 1. Per 3 bulan Pemetaan kasus gizi Pelaksana : Pencegahan DBD wilayah RW HS Kemudain di sekali terpasang / di informaskan SUHARTONO bisa di ketahui 2. Pencegahan pada RW TB Kemudain di sekali terpasang / di informaskan Dr. amalisis dan ANDINI penyuluhan di RW informasikan. dapat ANDINI lingkungan segera di lakukan (Promkesh & terpapar bias intervensi Adminkesh) dilakukan 6 . dan informasikan. Ambil data di prog. amalisis dan (Dokter Umum) 3. Data 2T per wil. Pencegahan kearah gizi buruk Konsep Karangka di tekan teknis kegiatan sama dengan kolom di atas 1. Data penyakit segera di lakukan (Promkesh & 3. Bahan 2. dapat ANDINI bisa dilakukan 3. WIDYA px dan keluarga olah.1. amalisis dan (Sanitasi) 2. olah. Data Gizi buruk Ambil data di prog. Data BGM per segera di lakukan Adminkesh) 2 wil. RW intervensi 3. Per 3 bulan Pemetaan kasus gizi Pelaksana : 2. Data Diare per olah. dapat (Promkesh & posyandu PMT ke 3. Px TB diketahui Data TB per wil. Pencegahan informasikan. Gizi buruk 1. Pencegahan diare wilayah RW.

Konsep Karangka teknis kegiatan sama dengan kolom di atas 2 ADVOKASI 1. tujuan awal RW-kelurahan dasawisma 2015 februari 2016 ATIK (Bikel sebagai pengamat melalui ketua Bagas. Bagas ikut dalam kepada bikel (selama ini Baru) UKBM masih bergantung informasi ERNI (Bikel 3. SMS Gteway 1. Bagas di dari bikel) Gading) usahakan ikut KR dari info SMS gateway atau informasi formal Tidak ada warga Kelurahan : Penindakan hukum Akhir januari – Lingkungan bebas sampah di SUHARTONO atau pihak terkait Gading sosial bagi pertengahan pertengahan tahun 2016 (Sanitasi) membuang sampah KMB pembuang sampah februari 2016 sembarangan Dukuh Setro sembarangan oleh kelurahan dengan membuat surat perjanjian puskesmas dengan 6 . Kapas Madya kesehatan di ketua kader Baru) sekitar rumah posyandu balita ERNI (Bikel 3. control pasien D *) Lampiran Gading) O Bagas mengenal Semua bagas Bagas dioptimalkan Jadwal Bagas mampu membuat UJI (Bikel Dukuh permasalahan kelurahan : dalam berperan : poskeskel dan pemetaan wilayahnya secara Setro) kesehatan di Gading 1. refresh data pertengahan Setro) 2. Bagas ikut dalam piusling mandiri dan mampu ATIK (Bikel wilayahnya KMB poskeskel melaporkan hasil pemetaan Kapas Madya Dukuh Setro 2. Semua Mencatat ulang / Akhir januari – Data dasawisma bertambah UJI (Bikel Dukuh SEKTOR LAIN aktif dasawisma di RT.

materi kesehatan di masukkan atau di sertakan di sela-sela jadwal akademis sekolah dsb 3 MMD Masalah kesehatan Bagas dan bikel Pemetaan oleh bagas Februari. NINA D tahun ini selain tribulan 1 KECAMATAN : februari 2016 terlaksana di tahun ini (Dokter Gigi) kegiatan rutin yang kecamatan Melaksanakan tugas minimal dimulai di semester sudah dilakuakn sebagai secretariat pertama yaitu ditamnah lagi tetap (Sektap) UKS kegiatan inovasi yang mana teknis yang dibicarakan di keguatannya masih minlook linsek dibahas di awal tahun 2015 antara februari nanti lain : pembuatan media penyuluhan oleh siswa. bumil 6 . MMD 4 kali dalam setahun ANDINI di sekitar terkontrol kelurahan adding. lomba UKS antar sekolah. mei. bulan di tahun BPS berperan aktif di setiap (Sanitasi) 2016 dibandingkan DAN BPS kelurahan BPS yaitu 2016 bulannya di tahun 2015 puskesmas member edaran di setiap bulannya kepada pihak tersebut Kegiatan UKS Minlok linsek UKS Mulai bulan Kegiatan linsek UKS drg. Himbauan PSN dari Setiap akhir Kecamtan. kelurahan dan SUHARTONO menurun di tahun KELURAHAN kecamatan. tentang semua kasus agustus. pihak kelurahan Angka DBD KECAMTAN. (Promkesh & secara mandiri oleh Kapas Madya Baru kesehatan antara lain November Adminkesh) bagas dan Dukuh Setro : 2016 Bumil DO.

Membuat media Januari – semua media tersebut dibagi ANDINI kesehatan design product. Pembinaan Februari. Pembinaan Posyandu Semua pembinaan posyandu SHINTA (Gizi) minimqal strata madya posyandu balita : strata madya di dilaksanakan 6 . PTM. 2016 (sebelum penyakit lainnya pelak. Penyuluhan atau penmyampauan informasi pada warga terkait (kasus atau informasi baru) 5 KIE / KAP Media promosi Materi kesehatan. kalender pemerintahan. dengan materi : pendidikan. Turunnya angka bumil DO. roll instansi percetakan benner. poskeskel agustus. tidak imundaskap. bumil risti. TB paru. Gizi seimbang. Iundaskap. tas. lansia dengan riwayat penyakit komplikasi) 4 PENDAMPINGAN Masalah kesehatan Bagas dan bikel 1.pemerintahan. TTU. TB. mei. dan data rawan Adminkesh) bagas dan Dukuh Setro pemetaan. Spanduk. leaflet. KR dilaksanakan) serta intervensi 2. gizi buruk/BGM/2T. BGM. Semua posyaqndu Posyandu strata 1. ANDINI / PEMBINAAN di sekitar terkontrol kelurahan adding.sanaan MMD poskeskel. penyuluhan berupa : desember 2016 pada semuan lapisan (Promkesh & puskesmas gading rekanan. DBD. TB. (Promkesh & BAGAS secara mandiri oleh Kapas Madya Baru meliputi November gibur. DBD. risti. (dana JKN) masyarakat berikut pihak Adminkesh) terpenuhi perencanaan gelas mug. DBD.

Ada jadwal penyuluhan ANDINI wilker gading puskesmas medis. waktun yang sudah (Promkesh & tentang materi SMP. juni. SMA sekolah TK. SD. 6 . gading arum dan generasi muda 3 2. September. Mini seminar untuk Maret. DBD. CTPS. Kan penyuluhan di desember 2016 selama setahun dan (Promkesh & kepada masyarakat paramedic dan dalam gedung dan termonitor dalam bentuk Adminkesh) berjalan aktif tenaga kesehatan luar gedung laporan dan dokumentasi lainnya Murid mengenal Siswa TK. SMA desember 2016 ditentukan Adminkesh) kesehatan yang terdiri dari kesehaatn gilut. Tujuan terlaksana pada ANDINI dan mengerti SMP. SD.purnama pos dengan bulan feb- kriteria madya maret 2016 yaitu pos mawar 3 dan 4. Pembinaan posyandu selanjutnya oleh petugas posyandu masing-masing yang dikoordinasi oleh petugas gizi Kasus TB paru Pemetaan kasus TB Penyuluhan TB di Bulan februari Ada jadwal penyuluhan TB BUSTANUL menurun Paru wilayah dengan – desember (Perawat) kasus dan yang 2016 berpotensi KIE / KAP di Staf pegawai Melaksanaa Januari.

garam beryodium. RS. RB ATIK (Bikel Kapas Madya Baru) ERNI (Bikel Gading) 6 PELAYANAN / Pelayanan sanitasi PKM Gading Klinik Sanitasi Minimal awal Dilaksanakan sesuai waktu Suhartono KLINIK dan pencegahan maret 2016 yang direncanakan dab ada (Sanitasi) penyakit berbasis laporannya lingkungan teratasi Kasus gizi menurun PKM gading Klinik Gizi Minimal awal Dilaksanakan sesuai waktu Shinta (Gizi) maret 2016 yang direncanakan dab ada laporannya Kasus gizi menurun RW 3 kel KMB Pos gizi dan ibu Minimal awal Dilaksanakan sesuai waktu Shinta (Gizi) pintar maret 2016 yang direncanakan dab ada 6 . desember 2016 terpenuhi Setro) RS/RB/Klinik/BPM Klinik. Hepatitis A. sasaran UJI (Bikel Dukuh KIA di Imunisasi di BPM. Sarapan pagi. HIV/AIDS. Pencegahan Pemetaan kasus Penyuluhan dan Februari – Rencana terlaksana ANDINI penyakit DFBD DBD pemahaman konsep desember (di (Promkesh & bias ditekan 3M Plus pada warga setiap akhir Adminkesh) yang berpotensi bulan) tahun tertular DBD 2016 Penerimaan Abate DKK Surabaya Pengajuan surat Awal bulan Pengiriman surat SUHARTONO bertambah permohonan februari 2016 direalisasikan (Sanitasi) penambahan ABATE Sasaran terpenuhi data imunisasi dan PWS KIA dan Jnauari – Hasil PWS ada.

Arya Apt belum di data baik di (Apoteker). dll dan langsung di entry 6 . daalm gedung Nanda (Rekam maupun di luar Mdik) gedung akan dilakukan home care atau kontak via mobile. Nina (Doketr kontak BPJS pasien BPJS yang desember 2016 bertambah / komulatif Gigi). Widya RUMAH dan menekan bermasalah ke px dan keluarga februari 2016 dengan asaran pasien TB (Dokter Umum) penularan lebih dioptimalkan yang terdaftar dan Bustanul (konseling khusus) (Perawat) Contact tracing (pasif case finding) bias digandeng dengan penyuluhan Imundaskap Data imunisasi JURIM dan Januari. Data pasien BPJS drg. Jurim bulan februari nanti Bikel dan jurim tercapai belum lengkap Sweeping desember 2016 sudah membawa data imunisasi / KR imunisasi yang belum di berdasarkan data imunisasi yang telah di entry dan dimonitior oleh bikel Bumil D O Bumil D O Kunjungan bumil D Minggu ke 3-4 Bumil D O ditemukan dan Petugas O yaitu : setelah di sebanyak 2 diintervensi Posyandu data bumil D O di bumil D O kunjungi 8 Pembentukan Tim Tim kontak I BPJS Pasien BPJS Setiap kali ada Januari. laporannya 7 KUNJUNGAN Pasien TB sembuh Pasien TB Penguatan motivasi Minimal awal Jadwal terlaksana sesuai Dr.

foto desember 2016 intervensi Setro) hamil. bayi ERNI (Bikel belum/tidak Gading) imundaskap  di data  dikunjungi 10. pemetaan Kapas Madya imundaskap kasus bumil D O. Kasus terdata dan di UJI (Bikel Dukuh kesehatan pada ibu resti. bayi pemantauan p4k ATIK (Bikel balita belum / tidak bumil resi. Nur Edy (Loket). hape sasaran. Presty (Perawat). bayi dan ibu nifas. Teknis kegiatan terlaksana Tantin (Perawat). Adji (TU) 9 Poskeskel Siaga bencana Ibu hamil. masyarakat. Tiap minggu terkumpul Semua Staf Akreditasi akreditasi prosedur kegiatan / kegiatan / prosedur desember 2016 masing-masing ruangan / prosedur pelayanan pelayanan / SOP 1 kegiatan 1 SOP buah per minggu per orang 6 . Teknis kegiatan prolanis dr. Widya desember 2016 terlaksana dan terlaporkan (Dokter Umum). datanta Tim Posbindu 20 Posbindu Mengkoordinir Januari. bumil D O. petugas posbindu desember 2016 berdasarkan jadwal yang di Hendro (IT) (kader) baik dari tetapkan dan terlaporkan kader. Baru) bumil resti. guru  posbindu terbentuk  terbentuk SK  terbentuk jadwal posbindu  posbindu terlaksana Tim Prolanis Januari. bumil Pencataan nomor Januari. Persiapan Menuju puskesmas Pembuatan Pembuatan prosedur Januari.

puskesmas di setiap bulannya dan Menngkatkan pasien dengan kartu mutu obat dan kontrol (surat ketersediaan obat. Kunjungan berobat / drg.Pembentukan tim pelaksana  terbiit UKS jadwal  beranggotakan dilaksanakan guru sekolah 6 . dll untuk dirawat di poli BP PKM Gading.Guru SD baik screening desember 2016 dan terlaporkan (Dokter Gigi) dan cadangan maupun berkala dan TIM petugas kegitan UKS  UKS membuat tim . Teknis mengurangi Skrinning. Pasien rujukan motivasi px untuk di Januari. Asma. kontrol) Memberi pengertian pasien : HT non komplikasi. UKS . Nina D rujukan BPJS Membangun rujuk balik ke desember 2016 kinsultasi pasien meningkat (Dokter Gigi) kepercayaan pasien. Nina D kegiaatan UKS . 13. Schizoprenia. DM non komplikasi.Medis/ Paramedis Menyusun kegiatan Januari. Teknis kegiatan terlaksana drg. Jantung.11.Perbaikan .

Dari penyusunan POA ini. BAB VIII PENUTUP Wilayah kerja Puskesmas Gading yang mencakup 3 kelurahan dengan jumlah penduduk begitu besar yang akan terus bertambah dalam setiap tahunnya. Jika dilihat dari tingkat pendidikan yang mereka miliki sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pendidikan sampai SLTA. Puskesmas Gading mengharapkan agar semua Rencana Usulan Kegiatan (RUK) untuk tahun ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Jumlah penduduk terbanyak adalah usia dewasa / usia produktif dan prosentase terbanyak warga masyarakat di wilayah kerja puskesmas Gading berpenghasilan sebagai karyawan swasta. sehingga nantinya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gading. 6 .