You are on page 1of 2

NATRIUM DIKLOFENAK

Natrium diklofenak memiliki nama kimia natrium 2-[(2,6-diklorofenil)amino fenil

C14 H 10 C 12 NNaO2
asetat dan rumus molekul dengan berat molekul 318,1 serta memiliki

titik lebur pada suhu 280ºC. Natrium diklofenak bewarna putih agak kekuningan, sedikit
higrokopis, dan berbentuk bubuk kristal. Natrium diklofenak sedikit larut dalam air, mudah
larut dalam methanol, larut dalam etanol 96%, sedikit larut dalam aseton (British
Pharmacopoiea, 2009)
Diklofenak turunan asam fenilasetat dan merupakan golongan NSAID. Sering
digunakan dalam bentuk garam natrium untuk menghilangkan rasa sakit dan peradangan
yang bersifat analgesik dan anti-inflamasi (Sweetman, 2009). Obat golongan Non-steroidal
Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) bekerja di perifer dengan menghambat aktivitas enzim
sikliiksigenase sehingga biosintesis prostaglandin tidak berlangsung (Kartasasmita, 2002).
Diklofenak dalam klasifikasi selektivitas penghambatan COX, termasuk kelompok
preferential COX-2 inhibitor. Absorbsi obat ini melalui saluran cerna berlangsung cepat dan
lengkap. Obat ini terikat 99% pada protein plasma dan mengalami efek metabolisme lintas
pertama (first-pass) sebesar 40-50%. Walaupun waktu paruh singkat yakni 1-3 jam,
diklofenak diakumulasi di cairan sinovial yang menjelaskan efek terapi di sendi jauh lebih
panjang dari waktu paruh obat tersebut. (farmakologi UI, 2011)
Efek samping dari penggunaan natrium diklofenak adalah mual, gastritis, eritema
kulit, dan sakit kepala. Pada pemakaian obat ini harus berhati-hati pada pasien tukak
lambung. Peningkatan enzim transaminase dapat terjadi pada 15% pasien dan umumnya
kembali ke normal. Gangguan enzim hati tersebut lebih sering terjadi dibandingkan dengan
obat NSAID yang lain. Pemakaian selama kehamilan tidak dianjurkan. Dosis orang dewasa
100-150 mg sehari terbagi dua atau 3 dosis. (farmakologi UI, 2011)

Perkembangan obat antiradang bukan steroid. Sean C (Ed). Martindale “the complete drug reference”. 5. 2009. Amir dkk. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran – Universitas Indonesia. Hal : 44-46 Kartasasmita. 2002. Hal :76 . Acta Pharmaceutica Indonesia. 2011. Vol XXVII No. Daftar pustaka : Syarif. Edisi ke-36. Rahmana Emran. dr. Sweetman. Great Britain: The Pharmaceutical Press.