You are on page 1of 20

MAKALAH

SISTEM PELUMASAN PADA MESIN OTOMOTIF

DISUSUN OLEH :

AMHAR ASRI

JESKI PURWANTO

IKHWANUL IKHSAN

ANDI SYAMSUL DARMAWAN

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan zaman yang semakin pesat, menuntut adanya kemajuan didalam segala bidang

terutama dalam bidang teknologi. Kemajuan didalam bidang teknologi ini memudahkan

seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Salah satu bidang teknologi yang mengalami

kemajuan adalah Otomotif. Kemajuan didalam bidang ini dapat kita lihat pada kendaraan-

kendaraan sekarang selalu ingin meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah terhadap

lingkungan. Usaha didalam peningkatan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah terhadap

lingkungan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sistem pelumasan. Kualitas

sistem pelumasan yang baik dapat membuat mesin menjadi lebih awet dan kinerja mesin juga

lebih baik. Sebaliknya, kualitas sistem pelumasan yang tidak baik dapat menjadikan mesin

menjadi lebih cepat mengalami kerusakan dan kinerja mesin tidak optimal. Pelumasan dapat

diartikan sebagai pemberian bahan pelumas pada suatu mesin dengan bertujuan untuk mencegah

kontak langsung persinggungan antara permukaan yang bergerak. Pelumasan memiliki suatu

peranan yang penting pada suatu mesin dan peralatan yang didalamnya terdapat suatu komponen

yang saling bergesekan yaitu sebagai pengaman agar tidak terjadi kerusakan yang fatal.
B. Perumusahan Masalah

Dengan ini didalam makalah dijelaskan secara detail terperinci mekanisme mulai dari dasar yang

berhubungan dengan sistem pelumasan pada mesin. Untuk itu, dengan terbentuknya makalah

Sistem Pelumasan

Permasalahan tentang Sistem Pelumasan,maka perserta didik mampu menjelaskan hal-hal

Dibawah ini,seperti :

 Prinsip Kerja Sistem Pelumasan
 Karakteristik Sistem Pelumasan

C. Tujuan Penulisan

 Mengetahui Apa Itu Pelumasan Tekan
 Mengetahui Apa Itu Pompa Oli

BAB II

PEMBAHASAN

1. Sistem Pelumasan

Pelumas memegang peranan penting dalam desain dan operasi semua mesin otomotif Umur dan

service yang diberikan oleh mobil tergantung pada perhatian yang kita berikan pada

pelumasannya. Pada motor bakar, pelumasan bahkan lebih sulit dibanding pada mesin-mesin

lainnya, karena disini terdapat panas terutama disekitar torak dan silinder, sebagai akibat ledakan
dalam ruang pembakaran. Tujuan utama dari pelumasan setiap peralatan mekanis adalah untuk

melenyapkan gesekan, kehausan, dan kehilangan daya. Tujuan lain dari pelumasan pada motor

bakar adalah :

 Menyerap dan memindahkan panas
 Sebagai penyekat lubang antara torak dan silinder sehingga tekanan tidak bocor dari ruang

pembakaran
 Sebagai bantalan untuk meredam suara berisik dari bagian-bagian yang bergerak

Prinsip kerja sistem pelumasan :

Oli diangkat dari bak oli, oleh suatu sedotan, dari pompa oli yang digerakkan oleh perputaran

roda gigi yang dikoperlkan dengan perputaran poros engkol, melalui pipa hisap. Dari pompa oli,

disalurkan melalui pipa pembagi, kemudian dialirkan ke suatu media pendingin yang berupa pipa

penunjang melingkar satu setengah lingkaran dengan dinding bersirip untuk memperluas

permukaan pipa sehingga proses pendinginan lebih lancar dari udara sekitarnya atau berupa

radiator oli atau tanpa kedua sistem pendingin tersebut, tergantung dari kapasitas diesel. Dalam

hal yang terakhir ini oli hanya disalurkan ke dalam pipa yang cukup pendek saja. Dari ini

kotoran oli yang mungkin terbawa, baik dari luar maupun sirkulasi didalam mesin sendiri.

Sistem pelumasan pada Rosker Arm dari klep, didapatkan melalui Camp Shaft, penghubung

poros langsung menembus baut pengatur jarak Rosker Arm (Tuas Katup) kemudian menetes

keluar sejenak ditampung , melalui celah antara Pipa Pelindung , oli mengalir ke bahah menujuk

ke Bak. Untuk pelumasan ada metal-metal dan juga dinding-dinding silinder, oli disalurkan
melalui pipa kapiler yang terdapat dalam dinding Ruang Poros, juga masuk kedalam pipa yang

sejenis dengan ruang poros.

FUNGSI PELUMASAN

 Pelumas Pendingin
- Untuk mengurangi kehausan dan gesekan bagian-bagian yang bergerak
- Untuk mendinginkan dengan menghanyutkan panas
 Perapat
- Untuk perapat dengan baik rongga-rongga yang terdapat pada cincin-cincin torak dengan

dinding silinder
- Untuk membantu membersihkan bidang-bidang yang dilumasi dari kotoran/bram

Mengurangi Gesekan
Misalnya pada sepeda motor terdiri dari beberapa komponen yang diam dan ada yang bergerak.

Gerakan komponen satu dengan yang lain akan menimbulkan gesekan, dan gesekan akan

mengurangi tenaga, menimbulkan kehausan, menghasilkan kotoran dan panas. Guna mengurangi

gesekan maka antara bagian yang bergesekkan dilapisi Oli Pelumas.

Sebagai Peredam
Piston, Batang Piston dan Poros Engkol, merupakan bagian mesin meneima gaya yang

berfluktuasi, sehingga saat menerima gaya tekan yang besar memungkinkan menimbulkan

benturan yang keras dan menimbulkan suara berisik. Pelumas berfungsi untuk melapisi antara

bagian tersebut dan meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus

1.1.Sistem Pelumasan Tekan

Minyak pelumas diberi tekanan oleh pompa, sehingga masuk pada bagian-bagian yang perlu

dilumasi seperti antara poros engkol dengan bantalannya. Poros engkol dibuat berlubang dengan

tujuan untuk menyalurkan minyak pelumas hingga sampai ke tempat pergesekan.
A. Pelumasan Bantalan-Bantalan Poros Engkol
Pelumasan pada bantalan engkol pada sistem tekan ialah melalui lubang-lubang yang dibuat

khusus untuk melumasi batang engkol.

 Oli ditekan melalui lubang-lubang poros engkol untuk melumasi bantalan batang
 Untuk memperoleh aliran oli,bantalan luncur poros engkol dilengkapi alur

B. Pelumasan Torak Dan Dinding Silinder
Pada sistem tekan pelumasan untuk bagian torak dan dinding silinder dicipratkan melalui lubang-

lubang poros engkol.

 Cipratan oli pada bantalan pangkal batang torak :
Oli ditekan melalui lubang-lubang poros engkol,melumasi bantalan batang torak, sebagian keluar

di cipratkan kedinding silinder
 Lubang penyemprot pada pangkal batang torak :
Untuk melumasi dinding silinder, pangkalan batang torak diberi lubang oli yang mengarah pada

dinding silinder

C. Pelumasan Pada Mekanisme Katup
Pada sistem pelumasan tekan untuk melumasi mekanisme katup adalah oli di salurkan ke poros

tuas katup kemudian dibagikan ketempat-tempat yang harus dilumasi melalui lubang-lubang

saluran oli yang telah di desain sedemikian rupa sederhananya

Pelumasan Torak Dan Dinding Silinder
 Cipratan oli pada bantalan pangkal batang torak, oli ditekan melalui lubang-lubang poros

engkol, melumasi bantalan batang torak, sebagian keluar dicipratkan kedinding silinder
 Lubang penyemprot pada pangkal batang torak, untuk memperbaiki pelumasan pada dinding

silinder, pangkal batang torak diberi lubang oli yang mengarah pada dinding silinder yang

mengarah pada daerah sisa kerja

Sistem Pendingin Torak

 Oli dari saluaran utama disemprotkan kebagian bawah torak , bila tekanan oli melebihi 200kpa

(2 Bar), yaitu tekanan pembukuan katup pada nosel penyemprotan
 Katup ini mencegah kerendahan tekanan oli pada putaran yang rendah (misal idle)

Data-Data Pelumasan Tekan :

 Isi Panci Oli Sedan/Colt 3 – 6 liter
Truk/Bus 5 – 20 liter

Macam-Macam Sistem Pelumasan :

 Sistem Pelumasan Campur

Cara Kerja :

Oli dicampur dengan bahan bakar, maka oli ikut aliran bahan bakar keruang dimana oli

terbakar.

 Sistem Pelumasaan Ciprat

Cara Kerja :
Oli didalam panci dijilat oleh sendok pada pangkalan batang torak untuk melumasi bagian-

bagian motor.

1.1.Pompa Oli
Adalah pompa yang berfungsi mensuplai oli ke bagian-bagian engine yang memerlukan

pelumasan. Biasanya digunakan jenis Gear atau Gearotor Pump, yang diletakkan pada bagian

bawah engine (didalam Karter) dan pada bagian hisap nya di pasang saringan kasar.
(Strainer) untuk menghindari benda-benda kasar masuk ke dalam sistim. Pada beberapa engine,

Oli Pump nya mempunyai 2 pasang gear (Double Pump), dimana sepasang pump untuk Main

Pump dan yang satunya sebagai Scavenging Pump yang berfungsi untuk selalu mensuplai oli

agar tetap Stand By di saluran hisap Main Pum

Oil Pump : (1) Digerakkan oleh Timing Gear, menghisap oli dari Oil Pan. (2) Oli kemudian

mengalir melalui Strainer (3) yang berada pada Oil Pan dan Pompa, dan kemudian di pompakan

melewati Relief Valve. (4) Oli yang kembali ke Oil Pan melalui Oil Cooler (5) Untuk

didinginkan saat Engine distart, oli masih dingin, oli tidak akan mengalir Oil Cooler melainkan

langsung melalui ByPass Valve (6) untuk mempercepat proses pemanasan Engine untuk

mencapai suhu kerjanya. Saat tekanan oli mencapai harga tertentu, Piston Cooling Valve (9)

membuka dan mengalirkan Oli ke Piston Cooling Jet. (10) Oli mengalir dari filter menuju jalur

utama oli (11) yang dibuat sepanjang Cylinder Block. Dari jalur tersebut oli di distribusikan

lewat lubang-lubang menuju Camshaft Bearing. (12) Main Bearing (13) dan ke Crankshaft.

Sebagian oli di pompakan menuju Rocker Arm Shaft. (16) Akibatnya, mekanisme valve

terlumasi sebelum mencapai Turbocharger. (17) oli mengalir melewati Pipa External / External
Pipe. (18) yang terhubung dengan Cylinder Block, Turbocharger membutuhkan banyak oli

karena unit turbin beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi, lebih dari 85.000 rpm. Fuel

Injection Pump dan Air Compressor mendapatkan pelumasan dari Pipa External pula, karena

salah satu dari Timing Gear. (19) terhubung dengan saluran sistem pelumasan, oli juga di

distribusikan padanya dengan semburan (Splashing).

 Jenis-Jenis Pompa Oli :

I. Pompa Oli Bentuk Rotor

1. Rotor bagian dalam / Rotor Penggerak
2. Rotor bagian luar / Rotor yang digerakkan
3. Rumah pompa
4. Poros pemutar
5. Saluran masuk
6. Saluran keluar

Cara Kerja : Rotor berputar menghisap oli ke dalam ruangan yang di bentuk antara dua roda

gigi rotor. Oli terdesak ke arah putaran roda gigi rotor dan di tekan keluar menuju pemakai

 II. Pompa Oli Bentuk Gigi Luar

1. Roda gigi pemutar keluar
2. Roda gigi bebas pemutar
3. Rumah pompa
4. Saluran masuk
5. Saluran keluar
6. Poros pemutar
7. Poros tetap
Cara Kerja : Roda gigi berputar menghisap oli masuk ke samping kanan / kiri dari kedua roda

gigi. Oli di tekan keluar menuju pemakai

 III. Pompa Oli Bentuk Roda Gigi Dalam

1. Roda gigi dalam
2. Roda gigi luar
3. Pemisah
4. Saluran keluar
5. Saluran masuk
6. Spi/pasak

Cara Kerja : Roda gigi berputar,oli terhisap masuk ke dalam ruangan yang dibentuk oleh dua

roda gigi.Oli di desak keluar menuju pemakai

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Sistem pelumasan adalah sistem pendukung yang sangat penting bagi suatu mesin agar bisa

bekerja optimal dan memiliki daya tahan yang bagus, didalam komponen mesin banyak sekali

persinggungan dua logam yang saling bergesekan oleh karena itu dibutuhkan pelumasan yang

bagus untuk mendukung kinerjanya.
DAFTAR PUSTAKA

Catur, S. A. dan Djunaidi kegiatan pelumasan, Crovse H. William. 1980 automatic mechanic,

Fakultas Teknik Mesin, Universitas Tridinanti Palembang.Sumatera Selatan

Pelumas memegang peranan penting dalam desain dan operasi semua mesin otomotif. Umur
dan service yang diberikan oleh mobil tergantung pada perhatian yang kita berikan pada
pelumasannya. Pada motor bakar, pelumasan bahkan lebih sulit dibanding pada mesin-
mesin lainnya, karena di sini terdapat panas terutama di sekitar torak dan silinder, sebagai akibat
leadakan dalam ruang
pembakaran. Tujuan utama dari pelumasan setiap peralatan mekanis adalah untuk melenyapkan
gesekan, keausan dan kehilangan daya. Tujuan lain dari pelumasan pada motor bakar adalah:
1. Menyerap dan memindahkan panas.
2. Sebagai penyekat lubang antara torak dan silinder sehingga tekanan tidak bocor dari ruang
pembakaran.
3. Sebagai bantalan untuk meredam suara berisik dari bagian-bagian yang bergerak.
Pada sisitem pelumasan terdapat beberapa macam sistem yang saling melengkapi agar terjadinya
pelumasan yang baik di dalam suatu kendaraan.

Prinsip kerja sistem pelumasan:
Oli diangkat dari bak oli (carter), oleh suatu sedotan, dari pompa oli yang digerakkan oleh
perputaran roda gerigi yang dikoperlkan dengan perputaran poros engkol, melalui pipa hisap.
Dari pompa oli, disalurkan melalui pipa pembagi, kemudian dialirkan ke suatu media
pendinginan yang berupa pipa penunjang melingkar satu setengah ( 1 ½ ) lingkar dnegan dinding
bersirip untuk memperluas permukaan pipa sehingga proses pendinginan lebih lancar dari udara
sekitarnya atau berupa radiator oli atau tanpa kedua sistem pendinginan tersebut, tergantung dari
kapasitas diesel.
Dalam hal yang terakhir ini oli hanya disalurkan ke dalam pipa yang cukup pendek saja ( y pass).
Dari ini kotoran oli yang mungkin terbawa, baik dari luar maupun sirkulasi di dalam mesin
sendiri. Sistem Pelumasan pada Rosker Arm dari klep, didapatkan melalui camp shaft, tappel dan
push rod langsung menembus baud pengatur jarak rosker arm ( Rocker Arm Bearing) kemudian
menetes keluar sejenak ditampung bak per klep ; melalui celah antara push rod dan pipa
pelindung push rod, oli mengalir ke bahah menuju ke bak charter. Untuk pelumasan ada metal-
metal dan juga dinding-dinding silinder, oli disalurkan melalui pipa kapiler yang terdapat dalam
dinding charter ( crank case), juga masuk ke dalam pipa yang sejenis dengan crank case).

FUNGSI PELUMASAN
 Mengurangi gesekan

Mesin sepeda motor terdiri dari beberapa komponen, terdapat komponen yang diam dan ada
yang bergerak. Gerakan komponen satu dengan yang lain akan menimbulkan gesekan, dan
gesekan akan mengurangi tenaga, menimbulkan keausan, menghasilkan kotoran dan
panas. Guna mengurangi gesekan maka antara bagian yang bergesekan dilapisi oli pelumas (oil
film).

 Sebagai peredam

Piston, batang piston dan poros engkol merupakan bagian mesin menerima gaya yang
berfluktuasi, sehingga saat menerima gaya tekan yang besar memungkinkan menimbulkan
benturan yang keras dan menimbulkan suara berisik. Pelumas berfungsi untuk melapisi antara
bagian tersebut dan meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus.

 Sebagai anti karat

Sistem pelumas berfungsi untuk melapisi logam dengan oli, sehingga mencegah kontak langsung
antar logam dengan udara maupun maupun air dan terbentuknya karat dapat dihindari.
Bagian bagian yang penting dari mobil yang memerlukan pelumasan adalah
1. dinding silinder dan torak
2. bantalan poros engkol dan batang penggerak
3. bantalan poros kam
4. mekanisme katup
5. pena poros
6. kipas pendingin
7. pompa
8. mekanisme pengapian

Macam – macam sistem pelumasan
Seperti telah saya jelaskan dalam postingan sebelumnya disini tentang kegunaan dan fungsi
sistem pelumasan, maka sekarang saya akan menjelaskan macam – macam sistem pelumasan .
Sistem pelumasan pada kendaraan baik mobil atau sepeda motor dapat kita kelompokkan
menjadi 3 macam yaitu :
1. Jenis percik ( splash type)
Pada jenis ini stang seher dilengkapi dengan sendok yang berada pada ujung bagian bawah dari
stang seher . Sehingga saat mesin berputar, maka sendok pemercik akan memercikan oli yang di
bak oli ke dinding silinder dan bearing. Jenis ini memiliki konstruksi yang sangat sederhana ,
namun sulit untuk melumasi bagian – bagian yang memiliki celah lebih sempit . Karena itu
sistem pelumasan tipe ini sudah tidak lagi digunakan.
2. Jenis tekanan ( pressure feed type )
Pada jenis ini sistem pelumasan menggunakan pompa oli yang berguna untuk mensirkulasikan
minyak pelumas. Jenis inilah yang sekarang digunakan pada kendaraan baik mobil ataupun
sepeda motor.
Adapun pompa oli yang digunakan ada bermacam – macam yaitu :

 model roda gigi ( gear type )

 model trocoid

Mengenai sistem pelumasan tipe ini akan saya bahas tersendiri dalam postingan saya berikutnya.
3. Jenis kombinasi
Pada sistem pelumas tipe ini adalah penggabungan dari sistem pelumas tipe 1 dan tipe 2 .

Gambar : 1 Sebuah Sistem Pelumasan.
Karter atau panci oli terletak pada bagian bawah engine untuk menyimpan oli yang diperlukan
untuk pelumasan engine.
Sebuah tutup pengisi oli ketika dibuka, menyediakan sebuah ruang yang memungkinkan oli
dapat dimasukan kedalam engine.
Tongkat kedalaman merupakan batang yang dapat dicabut dengan mudah yang digunakan untuk
menjelaskan jumlah oli engine dengan benar.
Pompa oli mensirkulasikan oli engine ke komponen-komponen engine untuk memberikan
pelumasan kepada bagian-bagian yang bergerak sehingga mecegah keausan akibat gesekan.
Katup pembebas tekanan oli memungkinkan takanan oli yang berlebihan untuk kembali ke panci
oli, termasuk ketika engine dingin (oli pekat), untuk mengurangi kemungkinan kerusakan
komponen-komponen sistem pelumasan.
Sebuah saringan oli dipasangkan untuk menghalangi partikel-partikel kotoran terbawa masuk
oleh oli engine yang dapat menimbulkan kerusakan engine. Katup By-pass dipasangkan yang
memungkinkan oli tidak tersaring dan masuk ke engine dengan jalan pintas ketika saringan
buntu/ penuh klotoran.
Saluran Serambi Utama dan pipa-pipa, sebagai dipelumas menuju engine.
Indikator tekanan oli dirancang untuk memberi sebuah peringatan jika tekanan oli pelumas turun
dibawah tekanan yang diperlukan untuk kerja engine yang efektif.
Pendinginan oli sesuatu yang dipasang untuk mendinginkan oli pelumas dengan memindahkan
kelebihan panas dengan pendingin udara yang dilewatkan pada inti pendingin.
Katup Ventilasi Ruang Engkol (Positif Crankcase Ventilation (PCV)) dirancang untuk
membuang kebocoran asap yang dihasilkan oleh pembakaran-pembakaran yang masuk keruang
engkol. Asap ini dihasilkan karena tekanan pada engine yang meningkat, dihasilkan karena
kebocoran perapat oli pada silinder.

Gambar : 2 Positive Crankcase Valve
(PCV)

Fungsi dari oli pelumas adalah :
1. Mengurangi keausan engine agar minimum.
2. Mengurangi gesekan dan kehilangan tenaga yang diakibatkannya.
3. Memindahkan panas.
4. Mengurangi suara engine
5. Sebagai perapat.
6. Membersihkan kompone-komponen engine.
Lima kondisi yang mengotori oli pelumas engine :
1. Kotoran karbon dari pembakaran engine.
2. Debu dan kotoran yang terbawa masuk ke engine oleh oleh udara atau bahan bakar.
3. Bagian yang halus dari logam, merupakan hasil dari keausan engine, menjadi bercampur
dengan oli.
4. Bahan bakar liar dan pembakaran menghasilkan kebocoran melalui ring-ring piston kedalam
ruang engkoll.
5. Kondensasi / pengembunan air dari udara yang melalui engine.
Dalam engine dua langkah, oli pelumas dicampurkan dengan sebuah perbandingan campuran
dengan bahan bakar, dan dimasukkan dalam tangki. Campuran oli dan bahan bakar dikabutkan
melalui karburator kedalam ruang engkol disini melumasi bagian-bagian bergerak engine.
Cara lain dari pelumasan campur menggunakan pompa oli untuk menekan oli yang diinjeksikan
diatur oleh pembukaan katup gas.
Beberapa engine menggunakan sistem pelumasan penci kering. Oli pelumas dikumpulkan pada
sebuah tangki atau penampung yang terpasang dilluar rangkaian engine. Pengaliran dilakukan
dengan tekanan menuju rangkaian mesin oleh pompa oli pengalir dan disebarkan kebagian-
bagian yang bergerak oleh saluran serambi utama atau pembuluh (saluran-saluran halus) dalam
engine. Setelah melumasi komponen yang bermacam-macam, oli jatuh dipanci oli dibagian
bawah engine dimana sebuah pompa pembilas mengambil oli tersebut dan mengembalikan ke
penampung / tangki oli untuk disirkulasikan ulang.

Gambar : 3 Sistem Pelumasan Panci Kering.
Engin/mesin-mesin stationer 4 langkah kecil seperti pemotong rumput, menggunakan sistem
pelumasan tipe ciprat / percik. Ketika poros engine berputar, bantalan ujung besar batang torak
terendam didalam penampung oli, memercikan oli disekeliling bagian-bagian setengah bagian
bawah engine.
Skop kecil terkadang dipasangkan pada ujung besar batang torak untuk membantu proses
pengambilan oli. Apabila putaran engine meningkat bagian kabutan tipis oli menembus bagian-
bagian bawah yang bergerak.
Perbedaan diantara sebuah sistem penyaringan tipe aliran penuh dan penyaringan tipe by-pass
adalah bahwa sistem aliran penuh menggunakan sebuah elemen kertas atau model kaleng atau
cartridge yang terpasang antara pompa oli dan saluran utama oli, untuk menyaring semua
partikel ukuran besar sebelum menggores bantalan dan bagian-bagian penggerak lain.

Gambar : 4 Sringan Oli Aliran Penuh.
Sementara sistem penyaringan tipe by-pass menggunakan sebuah elemen saringan serupa,
terpasang pada sisi tekanan dari pompa dan oli yang disaring kembali ke panci oli. Sebuah
pembatas dipasang sehingga kira-kira 10 % dari oli yang dialirkan pompa tersaring.

Gambar : 5 Saringan oli By-pass.
Tiga tipe yang berbeda dari pompa oli pelumas engine adalah :
1. Pompa roda gigi.
2. Pompa rotor.
3. Pompa sabit.
Engine menggunakan sebuah sistem pelumasan mesin tipe tekanan juga memiliki tambahan
sebuah saringan pengambil (saringan kasar) dari pengayak baja selain telah dilengkapi saringan
oli dengan elemen kertas (saringan halus). Saringan tambahan ini dipasangkan pada panci oli
pada sisi masuk pompa oli dan terdiri dari sebuah saringan kasar atau pengayak. Fungsi
primernya adalah untuk mencegah pertikel-pertikel besar terisap naik ke pompa oli atau saluran
oli.
Dua tipe indikator tekanan oli yang digunakan pada engine untuk menunjukkan kerusakan
/gangguan tekanan oli :
1. Lampu peringatan.
2. Pengukur tekana oli.
Beberapa pabrik memasang sebuah magnet kecil pada pengetap panci oli yang menarik dan
memegang partikel-partikel logam besi untuk mencegah partikel-partikel tersebut masuk
kepompa karena dapat menyebabkan kerusakan. Magnet akan dibersihkan ketika melakukan
penggantian oli.

Komponen-komponen Sistem Pelumasan :
 Oil Pressure Switch

Suatu komponen yang berfungsi sebagai switch yang mengaktifkan lampu peringatan bila
tekanan oli tidak tercukupi pada saat mesin mobil dinyalakan.

 Oil Pump

Suatu komponen yang berfungsi untuk menarik oli yang berada di Oil Pump dan memompa oli
tersebut ke seluruh bagian mesin mobil.

 Relief Valve

Komponen ini bekerja untuk membebaskan tekanan pada saat Oil Pump mempunyai tekanan
yang berlebihan.

 Oil Strainer

Komponen yang berupa saringan oli dan terpasang di saluran masuk oli untuk memisahkan
partikel yang besar dari oli.

 Oil Filter

Komponen ini berfungsi sebagai penyaring kotoran yang tidak diinginkan dari oli mesin yang
secara bertahap akan terkontaminasi dengan kotoran besi dan lainnya.

Apabila mesin mulai distart, gesekan antara bagian-bagian mesin akan mengurangi tenaga mesin.
Oli pelumas yang memberikan pelumasan secara tetap pada bagian-bagian mesin untuk
mencegah dan membatasi keausan. Pelumasan ini dilakukan oleh sistem pelumasan mesin.

CARA PEMERIKSAAN MINYAK PELUMAS
1. Tempatkan kendaraan ditempat yang rata
2. Apabila kendaraan habis perjalanan/ panas, tunggu 30 menit
3. Apabila kendaraan dalam kondisi dingin hidupkan 1-3 menit kemudian matikan
4. Tarik batang pengukur minyak dan bersihkan dengan kain lap, kemudian masukkan kembali
dengan tepat.
5. Tarik kembali batang pengukur kemudian perhatikan :
6. Periksa volume minyak ,harus pada level F dan L pada batang pengukur
7. Periksa Viskositas (kekentalan minyak) dengan jari tangan
8. Periksa perubahan warna minyak mesin

PERUBAHAN WARNA MINYAK MESIN

1. Warna merah berarti minyak tercampur bensin

2. Warna kelabu berarti bercampur serbuk bantalan

3. Warna susu berarti bercampur dengan air

4. Warna coklat berarti bercampur dengan karbon

Minyak pelumas mesin bensin disarankan menggunakan minyak dengan tingkat kekentalan
(viskositas) SAE 30 atau 20W/50 dengan API service SE keatas

Sistem pelumasan pada mesin atau motor diesel pada dasarnya sama dengan pelumasan yang ada
pada mesin bensin. Mesin diesel reatif lebih banyak menghasilkan karbon dari pada mesin bensin
selama pembakaran, jadi diperlukan oil filter (saringan oli) yang dirancang khusus. Sistem
pelumasan mesin diesel dilengkapi dengan pendingin oil (oil cooler) untuk mendinginkan
minyak pelumas, karena mesin diesel temperatur kerjanya sangat tinggi dan bagian-bagian yang
bergerak juga kerjanya lebih berat dari pada yang ada pada motor bensin.

Motor diesel membutuhkan minyak pelumas atau oli yang jenisnya berbeda dengan minyak
pelumas pada mesin bensin, Jadi pastikan bahwa minyak pelumas yang anda gunakan jenisnya
tepat. Apabila minyak pelumas mesin bensin digunakan pada mesin diesel, maka mesin akan
cenderung cepat aus yang nantinya akan berujung dengan kerusakan dan penggantian komponen
komponen mesin.

Sistem pelumasan pada motor diesel dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu :
a. Sistem pelumasan kering.
Penampung pelumas berada diluar mesin (Sump Tank).
b. Sistem pelumasan basah.
Penampung pelumas berada didalam mesin (Carter atau Crankcase).
Gambar Sistem Pelumasan Basah

Gambar Sistem Pelumasan Kering
Komponen Komponen Sistem Pelumasan Mesin Diesel
a). Saringan Oli
Mesin bensin pada umumnya mengunakan saringan full-flow type single elemen. Sedangkan
mesin diesel mengunakan filter dua elemen yang terdiri dari elemen aliran penuh dan elemen by-
pass. Elemen filter aliran penuh ditempatkan antara oil pump dan mesin dan seperti terlihat pada
gambar dibawah, elemen filter by-pass ditempatkan antara oil pan dari mesin.
Saringan Oli (Filter Oli)
Elemen aliran penuh menyaring kotoran-kotoran yang mempengaruhi kerja bagian-bagian mesin
yang berputar dan elemen bay-pass menyaring lumpur dan kerak karbon yang tercampur jadi
satu di dalam minyak pelumas. Kedua elemen ini mengalirkan minyak pelumas yang sangat
bersih untuk melumasi bagian-bagian mesin.
Baca Juga : Fungsi Saringan Oli (Filter Oli)

b. Pendingin Oli
Umumnya pendingin oil (oil cooler) yang digunakan pada mesin diesel adalah sejenis dengan
pendingin air. Tergantung pada tipe mesin, oil cooler dapat ditempatkan didepan mesin, di
samping atau di bawah radiator. Minyak pelumas dipompa oleh oil pump dan bersirkulasi
melalui oil filter, oil pan dan oil cooler. Minyak pelumas didinginkan oleh air pendingin mesin
yang ada disekelilingnya selama mengalir di dalam inti saluran minyak pelumas di dalam oil
cooler. Dan kemudian mengalir kesaluran minyak utama pada mesin. Pendingin oil (oil cooler)
pada umumnya dilengkapi dengan relief valve untuk mencegah terjadinya kerusakan karena
kenaikan viskositas minyak pada temperatur rendah.

c. Pompa Oli
Pompa oli berfungsi untuk memompakan dan mensirkulasikan oli ke bagian bagian mesin.