You are on page 1of 16

KONSEP TENTANG MASYARAKAT

(Ummah, Sya’b, Qawm, dan Qabilah)

Raja Lottung Siregar
Dosen STAI Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian

Abstrak

Sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi dengan manusia
lainnya, dan membutuhkan lingkungan sosial. Ia menginginkan adanya
lingkungan sosial yang ramah, peduli, santun, saling menjaga dan menyayangi,
bantu membantu, taat pada aturan, tertib, disiplin, menghargai hak-hak asasi
manusia dan sebagainya. Lingkungan yang demikian itulah yang memungkinkan
ia dapat melakukan berbagai aktivitasnya dengan tenang, tanpa terganggu oleh
berbagai hal yang dapat merugikan dirinya. Kata ummah dan sya’b kita temukan
dalam Qur’an. Ummah adalah persaudaraan universal yang berdasarkan iman,
yang merupakan pengganti yang lebih kuat daripada kesetiaan ikatan darah dan
kesukuan bangsa Arab. Pada pengertian ini dinyatakan bahwa wilayah cakupan
Ummah sangat luas, jauh melewati batas kesukuan bangsa Arab dan ikatan yang
menyatukan Ummah juga lebih kuat daripada yang selama ini dipegang oleh
bangsa Arab berupa ikatan darah dan kesukuan, yaitu keimanan. Selanjutnya, kata
syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur’an berarti bangsa, sedangkan
qabail lebih khusus lagi dari syu’ub, yaitu suku-suku. Bangsa dan suku termasuk
berada dalam masyarakat, atau sebagai unsur dari masyarakat.

Kata kunci: Masyarakat, Ummah, Sya’b, Qawm, dan Qabilah

Pendahuluan
Manusia merupakan bagian yang terkecil dari masyarakat. Dan masyarakat
sebagai tempat atau arena manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Dalam
lingkungan masyarakat manusia menjalin hubungan dengan sesamanya sehingga
semakin terjalin persaudaraan antara yang satu dengan yang lain.
Ummah merupakan komunitas yang diikat oleh suatu aturan dan tali cinta
kasih sebagai sesama hamba Tuhan dengan pemimpin yang disegani, rakyat yang
santun tapi kritis, dan pemimpin yang tidak otoriter karena rakyat-laki-laki atau
perempuan-diberi kewenangan untuk saling mengingatkan.
Al-Quran menyebut sejumlah konsep komunitas. Antara lain sya'bun
(komunitas yang dihimpun oleh hubungan genetik sebagai suatu marga). Istilah
lain menyebutkan bahwa sya’b adalah suku. Seperti yang kita lihat saat ini, bahwa

63

Sebagai makhluk sosial. saling menjaga dan menyayangi. 2010). dan membutuhkan lingkungan sebagai tempat bersosial. menghargai hak-hak asasi manusia dan sebagainya. Dan pengetahun dan nilai itulah yang dituangkan dalam masyarakat. manusia membutuhkan makanan. Konsep Tentang Masyarakat Selain sebagai makhluk individual. peduli. santun. beriman. Sedangkan sebagai makhluk sosial. Sebab manusia adalah makhuk yang dinamis. Oleh karena itu. tanpa terganggu oleh berbagai hal yang dapat merugikan dirinya. dan bertaqwa kepada Allah. Karena hanya di dalam masyarakat yang demikian itulah akan tercipta lingkungan dimana berbagai aturan dan perundang- undangan dapat ditegakkan. ia membutuhkan teman untuk bergaul untuk menyatakan suka dan duka. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al-Ayah al-Tarbawiy) (Jakarta: RajaGrafindo Persada. pada gilirannya mendorong perlunya membina masyarakat yang berpendidikan. disiplin.di sekitar kita masih sangat kaya dengan suku-suku. minuman. Manusia membutuhkan kedua sisi kehidupan tersebut. Ia menginginkan adanya lingkungan sosial yang ramah. tempat tinggal dan kebutuhan lainnya. Keinginan untuk mewujudkan lingkungan yang demikian itu. bantu membantu. manusia mau tidak mau harus berinteraksi dengan manusia lainnya. Penulis tertarik menulis jurnal ini karena penulis ingin melihat bagaimana konsep al-Qur’an tentang masyarakat. bahkan di Negara kita ini terdiri dari berbagai suku. kebudayaan 1 Abuddin Nata. manusia juga sebagai makhluk sosial. pakaian. 64 .1 Masyarakat dalam pengertian yang sederhana dapat dimengerti yaitu kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan Negara. hlm. tertib. Lingkungan yang demikian itulah yang memungkinkan ia dapat melakukan berbagai aktivitasnya dengan tenang. Dalam tulisan ini sangat menarik untuk dibicarakan hubungannya dengan masyarakat. taat pada aturan. dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya yang bersifat kolektif. baik itu dari segi pengetahuan maupun nilai. Sebagai makhluk individual. Manusia berkembang. 231-232.

membedakannya dari masyarakat lain. dan Allah juga membagi rezeki-rezeki diantara manusia. adat kebiasaan. an-Nisa ayat 1 Allah berfirman: ‫َﺚ‬ ‫َوﺑﱠ‬ ‫ﺎ ًء‬ ‫ﺴ‬ Artinya: Hai sekalian manusia. Nazhrah at-Tarbiyah fi al-Islam wa Tathbiqotiha Fi ‘Ahdi ar- Rasul ‘Alaihi as-Sholah as-Salam. agar manusia itu bertebaran di bumi dan menjadi masyarakat. Hasan Langgulung (Jakarta: Bulan Bintang. 164-165. Termasuk segala jalinan hubungan yang timbal balik.laki dan perempuan yang banyak.mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. bertakwalah kepada Tuhan. komunitas ini mempunyai sikap dan ciri khasnya tersendiri. Tujuan dari penciptaan manusia adalah ketaqwaan kepada Allah. Dengan saling tolong menolong dan saling kenal-mengenal. hlm. dan melindungi diri. Hal tersebut menyebabkan masyarakat Islam benar-benar menjadi masyarakat ideal yang menajadi contoh manusia sejagat untuk menikmati kebahagiaan. 3 Aminah Ahmad Hasan. Ayat di atas telah menjelaskan. kemakmuran dan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani. Allah menciptakan manusia lebih tinggi derajat nya dengan makhluk lainnya dalam kehidupan ini. Terj. sistem hidup. pola-pola.S. Masyarakat yang digariskan dan yang 2 Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibany. kepentingan bersama. dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki. institusi dan segala segi dan fenomena yang dirangkum oleh masyarakat dalam pengertian luas dan baru. 1985). 1985). Falsafah Pendidikan Islam. manusia akan sampai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu bertahan hidup. I (Kairo: Dar al-Ma’arif. 138 65 . Cara untuk mencapai ketaqwaan itu dengan saling tolong menolong dan saling kenal- mengenal. teknik-teknik.3 Dalam lingkup masyarakat Islam. hlm. Cet. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya.2 Dalam Q. bahwa manusia telah dicipatakan Allah dengan Sendiri.dan agama. agar manusia dapat saling tolong-menolong dan akan terbantu antara yang satu dengan yang lain. undang-undang.

Kebahagiaan.4 Prinsip-prinsip dalam mengubah pola pikir. dan pada saat yang lain sebagai manusia biasa dengan keistimewaan-keistimewaan yang tidak berkaitan dengan risalah. kewarasan berkembang dan terkontrol. yang ditetapkan berdasarkan nash-nash yang qoth’iy al-wurud dan qot’iy al-dilalah.S. Ketiga. Walaupun pada masa awal Islam para ulama enggan untuk menggunakan ta’wil. kemakmuran. Maka. Masyarakat tersebut pernah dijelmakan di satu zaman dahulu.yang hendak dibina oleh Islam bukan merupakan satu idaman yang khoyali atau terlalu ideal hingga tidak mungkin dicapai dalam realitas. akal dan ruhani. pembedaan antara syariat dan fiqih. kemuliaan. keadilan. pembinaan fisik. dan pada zaman kegemilangan dakwah Islam. Falsafah Pendidikan…. al-Qur’an berdialog dengan seluruh manusia di setiap masyarakat. Pada suatu waktu beliau dipandang sebagai Nabi dan Rasul yang wajib ditaati. namun pada masa-masa berikutnya mereka sepakat mengakui keberadaanya dan penggunaannya dalam 4 Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibany. 66 . dan mengecam yang mengabaikannya (Q. 47:24). hlm. 167. membawa kebahagiaan pada semua penduduk. para sahabat nabi. dan sebagainya. perbuatan. sikap dan tingkah laku masyarakat sebagai berikut: Pertama. maka tentunya hasil-hasil pemikiran terhadap al-Qur’an akan dapat berbeda-beda. sejak turunnya hingga akhir zaman.S. marwah. 38:29). Tetapi satu gambaran masyarakat yang merangkum idelisme dan realisme. Syariat adalah suatu yang langgeng. memandang beliau serta memahami ucapan. ini berarti bahwa anjuran dan kecaman tersebut tertuju pula kepada semua orang atau masyarakat. kondisi sosial. latar belakang pendidikan. Dan bila disadari bahwa hasil pemikiran dipengaruhi banyak hal. serta sikap beliau dengan pandangan yang beragam. Keempat. seperti ilmu perkembangan pengetahuan dan teknologi. jika kitab suci ini menganjurkan kita untuk memikirkan maksud ayat-ayatnya (Q. sedang fiqih adalah penafsiran yang bersifat relatif (zhanniy). Kedua. ketika berkembangnya dakwah Islam. Kesannya telah dirasakan. penggunaan ta’wil atau metafor. Masyarakat yang mengimbangi tuntutan dunia dan akhirat.

yaitu jama’ah. Yusuf (12): 45 yang mana kata ummah digunakan untuk menunjuk masa tertentu. Meskipun demikian. Oleh karena itu. kata ummah dalam kedua ayat tersebut berarti jama’atun minaz-zaman. menumpu dan meneladani. Tetapi. Semua arti kata ummah yang telah disebutkan diturunkan dari arti dasar kata tersebut. kata ummah diartikan dengan jama’ah yang dapat dikaitkan dengan arti-arti lainnya. yakni dalam konteks waktu. Al-Sayuthi bahkan menilai metafor sebagai “salah satu unsur keindaan bahasa Qur’an”. yaitu al-ashl. seperti juga kata ummun (ibu) dan kata imamun (imam-pemimpin) karena semuanya merupakan tempat menuju. sebagaimana tidak pula berarti ia hanya diterapkan pada ayat-ayat yang telah pernah dita’wilkan oleh generasi terdahulu. maka tidak ada jalan lain kecuali mena’wilkannya. penulis akan memaparkan beberapa istilah masyarakat dalam Qur’an yaitu: Ummah Kata dasar dari al-ummah adalah amma dari kata amama yang mempunyai empat arti. 67 . serta hasil-hasil penemuan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.memahami teks-teks keagamaan. Sehingga. Hud (11): 8 dan Q. al-jama’ah dan ad-din.S. 251-252. Membumikan al-Qur’an (Bandung. hlm. Mizan. semua harus menjadi pegangan.5 Dalam tulisan ini. ini bukan berarti penggunaannya tanpa kaidah dan dasar-dasar. al-marja’. yaitu titik tumpu. Sebagai contoh adalah kata ummah yang terdapat pada Q. 1994). Sebagian 5 Quraish Shihab. menumpu dan meneladani. jika menjadi lahirnya teks-teks keagamaan bertentangan dengan perkembangan dan penemuan tersebut. Kata amma-ya’ummu secara harfiah berarti menuju. dalam Tafsir al-Manar. Kata ummah di dalam al-Qur’an digunakan dalam berbagai konteks. Perkembangan masyarakat yang telah dihasilkan oleh potensi positif nya. Kebanyakan mufassir mengartikan kata tersebut dengan ‘waktu’ atau ‘masa’ itu sendiri. Hal itu barangkali karena ia diturunkan dari arti asalnya.S. namun pada taraf pemahaman komunikasi biasa yang terlepas dari arti umumnya.

maupun atas kehendak mereka.besar kata ummah yang ada di dalam al-Qur’an digunakan untuk menunjuk suatu jama’ah atau komunitas manusia yang ada pada suatu masa dan suatu tempat. Dari asal kata ini dapat diketahui bahwa masyarakat adalah kumpulan perorangan yang memiliki keyakinan dan tujuan yang sama. Ali Imron ayat 110 Allah berfirman: Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.8 Dalam Q.I.II (Beirut: Dar Shadir. dan beriman kepada Allah. seperti agama yang sama. baik penghimpunannya secara terpaksa. dan mencegah dari yang munkar. 7 Lihat Ali Syariati. di antara mereka ada yang beriman.‘Arab. 1982). dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. 28. Vol. 1410 H). Menghimpun diri secara harmonis dengan maksud dan tujuan bersama. menyuruh kepada yang ma`ruf. “Tidak satu burungpun yang terbang dengan kedua sayapnya 6 Munzir Hitami. Sosiologi Islam (Jakarta. Ananda. Bahkan al-Qur’an dan hadits tidak membatasi pengertian umat hanya pada kelompok manusia. Kata ummah bisa dimaknai dengan untuk menunjuk semua kelompok yang dihimpun oleh sesuatu. hlm. 2009). hlm. hlm. 159.S. 68 .6 Kata ummah berasal dari kata “amma yaummu” yang berarti jalan dan maksud. Cet. 43-44. LKis. waktu atau kelompok yang sama. Ummah bisa juga diartikan sebagai jamaah. Sekiranya Ahli Kitab beriman. 8 Ibnu Manzhur al-Afriqiy. tentulah itu lebih baik bagi mereka.3:110). (Qs. Lisan al. Berarti bahwa manusia dalam satu kelompok atau komunitas dalam satu tujuan yang sama yang diikat dengan akidah yang sama. Revolusi Sejarah Manusia Peran Rasul Sebagai Agen Perubahan (Yogyakarta.7 Dari sini kita melihat bahwa ummat itu adalah kumpulan masyarakat yang terhimpun yang mempunyai maksud dan tujuan.

S.dan dengan dengan demikian dapat menampung-dalam kebersamaannya-aneka perbedaan. agama. Kesan dan Keserasian al-Qur’an. (Q. al-baqarah (2): 128). al-baqarah (2): 134). harus jelas jalannya.S. suku. Tafsir al-Misbah. (Q. 185-186. Ia mengandung arti gerak dinamis. 10 Ibid.11 Dalam kata ummah terselip makna-makna yang dalam. dan dengan demikian seluruh anggotanya adalah bersaudara. 69 .S. bahu-membahu dan bergerak secara dinamis dibawa kepemimpinan bersama. membutuhkan waktu untuk mencapainya? Q. Ali Imran (3): 113). Ali Imran (3): 104). (Q. serta gaya dan cara hidup.9 Ikatan persamaan apa pun yang menyatukan makhluk hidup-manusia atau binatang-seperti jenis. Ali Imran (3): 110). bangsa. Muslim).S.. juga umat dari umat-umat Tuhan” (HR. ummat adalah himpunan manusia yang seluruh anggotanya bersama-sama menuju arah yang sama. (Q. serta kita harus bergerak maju dengan gaya tertentu.12 Dalam konteks sosiologis.S. Dan manusia juga bertugas agar menyampaikan dakwah ke manusia yang lain agar mereka menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar. (Q. al-baqarah (2): 141). (Q. al-baqarah (2): 213). luwes. waktu. dan dalam saat yang sama.S.kecuali umat-umat juga seperti kamu” (Q.S. dan lentur kata ini. (Q. maka ikatan itu telah melahirkan. hlm. yaitu pada (Q. al- 9 Quraish Shihab. al-Maidah (5): 48). 11 Imam Jalaluddin al-Mahally dan Imam Jalaluddin as-Sayuthi.S. satu ummat. Tafsir Jalalain (Bandung: Sinar Baru. al-An’am: 38). al-Maidah (5): 66). al-baqarah (2): 143). “Semut yang berkeliaran. ideologi.. 1990). 185. az-Zuhruf ayat 22 dalam arti jalan. atau gaya dan cara hidup.S. 12 Quraish Shihab. (Q. 13 Ibid. (Q.S. tempat dan sebagainya.13 Dalam bentuknya sebagai mufrad (ummah) muncul sebanyak 50 kali dalam Al-Qur’an. (Q. sehingga dapat mencakup aneka makna. Sungguh indah. An-Nisa (4): 41). hlm.S. Yusuf ayat 45 menggunakan kata ummah untuk arti waktu sedang Q.S. waktu. 261. untuk menyampaikan dakwah ke manusia yang lain. jalan yang jelas. Bukankah untuk menuju kesuatu arah.S.10 Bahwa manusia juga sebaik-baik Ummat yang terbaik dari yang Allah keluarkan. arah. hlm.S. Tafsir al-Mishbah Pesan. Volume II (Jakarta: Lentera Hati.S.. 2002). (Q.

(Q.16 Kata ummah di dalam Al-Qur’an yang penggunaannya secara khusus kepada manusia juga mengandung beberapa pengertian.S.Al-An’am [6]:38.S. al-Nahl (16): 84). al-Ankabut (16): 18). seperti dalam QS.S. (Q. (Q. al-An’am (6): 38). hlm. QS. (Q. Ghofir (40): 5).S. al-Hajj’(22): 34). (Q. al-Mu’jam al-Mufahras li alfazh al-Qur’an. Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian Kosakata (Jakarta: Lentera Hati dan YPI. al-Hajj’(22): 67). (Q. (Q. (Q.S. Hud (11): 48). al-Zukhruf (43): 22). (Q. yaitu pada (Q. (Q.S.S. (Q. 102-103.S. Al-Baqarah [2]: 213.S. al-Zukhruf (43): 33). (Q. al-Nahl (16): 92). Kedua. Keempat.al-Naml (27): 83).S.S.S. (Q. al-An’am (6): 42). Al-Naḥl [16]:120.S. yaitu: pertama.S. bermakna 14 Muhammad Fuad Abdil Baqiy. al-A’raf (7): 38). waktu.S.S. (Q.S. makhluk jin. al-Anbiya’(21): 92). (Q. (Q.S. (Q. (Q. (Q.S. (Q. ar-Ra’d (13): 30). dalam QS. (Q. al-Nahl (16): 89).. digunakan dalam arti binatang-binatang yang ada di bumi dan atau burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya. (Q. 15 Ibid. Al-A’raf [7]: 38. al-A’raf (7): 163). al- A’raf (7): 38).14 Sedangkan dalam bentuk jamak (umam) muncul sebanyak 13 kali dalam Al- Qur’an.al-Qashos (28): 23). al- Qashos (28): 75). 1034. Cet. al-A’raf (7): 159).S. al-A’raf (7): 34).S. (Q.al- Mukminun(23): 52).S. (Q. al-Nahl (16): 120).An’am (6): 108).S.Al-Mu’minun [23]: 52 dan QS. III (Bairut: Dar al-Fikr. (Q.S.S.S. Ketiga. (Q. al-Hajr (15): 5). (Q.S. (Q.S. al-Nahl (16): 63).S.S.S. (Q. (Q. 16 Quraish Shihab.S. 2007). (Q. 70 . Hūd [11]: 8. asy-Syuro (42): 8).1992). (Q.S. (Q. berarti agama. Hud (11): 48). (Q. (Q.al-Mukminun (23): 34). (Q.S. (Q. al-Nahl (16): 93). al- A’raf (7): 168).S. Yunus (10): 49).S.S.S.S. dalam QS.S. Yunus (10): 19).S.S. (Q. al-A’raf (7): 181).S. Dan kelima. Fushshilat (41): 25). al-Jatsiyah (45): 28).S. hlm. (Q. misalnya dalam QS. Fathir (35): 42). al-Nahl (16): 92). Yusuf (12): 45). Pertama. Fathir (35): 24). dalam QS. Hud (11): 118). pengertian imam.S. hlm. (Q. Al-Anbiya’ [21]: 92. al-Jatsiyah (45): 28).S. al-Ahqoq (46): 18). (Q.al-Mukminun (23): 44). (Q. 102. Hud (11): 8). (Q. (Q. Yunus (10): 47).S. (Q. (Q. al-Nahl (16): 36). al-A’raf (7): 160). ar-Ra’d (13): 30). (Q. (Q.15 Secara umum penggunaannya dalam Al-Qur’an mempunyai pengertian yang berbeda-beda.S.S.

Sebab masyarakat yang ada pada suatu bangsa tentunya terdiri dari kelompok masyarakat yang besar. 1035. 19 Quraish Shihab. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat. Dalam Surat Al-Hujurat ayat 13. hlm. umat Nabi Musa as.. Dalam ayat di atas bahwa (‫ﺷﻌُﻮب‬ ُ ) bentuk jamak dari kata (‫)ﺷﻌﺐ‬.18 Berarti kabilah yang besar dapat kita artikan berbangsa-bangsa. 236. sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub. Ketiga. Menurut Ibnu Manzhur dalam kitabnya Lisan al-‘Arab bahwa sya’b diartikan kabilah yang besar.setiap generasi manusia yang kepada mereka diutus seorang nabi atau rasul. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan.. hlm..‘Arab….17 Sya’b Sya’b bentuk mufrad sedangkan jamaknya syu’ub.. menjelaskan seluruh golongan atau bangsa manusia. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian. bermakna suatu jama’ah atau golongan manusia yang menganut agama tertentu. hlm. atau sebagai unsur dari masyarakat. berarti sekumpulan manusia dari berbagai lapisan sosial yang diikat oleh ikatan sosial tertentu sehingga menjadi umat yang satu. Kata ini digunakan untuk menunjuk kumpulan dari sekian qabilah yang biasa diterjemahkan suku yang merujuk kepada kakek. Keempat. Sesungguhnya Allah Maha Tahu lagi Maha Mengenal”. 500. yaitu suku-suku. 71 . Kedua. 20 17 Ibid. umat Nasrani dan umat Islam. 261. misalnya umat Yahudi. 20 Abuddin Nata. hlm. Lisan al. Kata syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat tersebut berarti bangsa.19 Sehingga Sya’b bisa dimaknai sebagai kumpulan dari orang-orang ataupun suku. Seperti umat Nabi Nuh as. Allah berfirman: Artinya: “Wahai manusia sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa- bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Ensiklopedia Al-Qur’an. umat Nabi Isa as dan sebagainya. 18 Ibnu Manzhur.

21 Ibid. bahwa pada masa kekuasaan kerajaan Saba’ telah tercapai kemakmuran yang tinggi. al-Mu’jam al-Mufahras. hlm. Namun pada ayat 16 surat Saba tersebut dinyatakan bahwa penduduk Saba itu kemudian berpaling dari tuntunan agama. 72 . (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.22 Qawm Qawm salah satu term yang digunakan oleh al-Qur’an untuk mnunjuk kelompok atau komunitas yang lebih kecil dan spesifik.. 34:15) Sejarah mencatat. 237. (QS. rakyat sejahtera dan tunduk kepada Tuhan sebagaimana telah terungkap pada kata baldaun thoyyibatun wa robbun ghofur pada ayat tersebut.. "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya..S. diganti dengan tanaman duri dan buah pahit beracun. yaitu pada Q. . 23 Munzir Hitami.. hlm..24 Berarti bahwa qawm adalah merupakan golongan dari laki-laki yang berdiri dari tempatnya untuk berperang melawan musuh..23 Qawm merupakan bentuk mufrat yang artinya berdiri atau lawan duduk. Kata qawm disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 383 kali. al-Qur’an juga menggambarkan adanya masyarakat atau bangsa yang pernah mengalami kejayaan. seperti pada kerajaan Saba dengan ratu Bilqisnya. hlm. Revolusi Sejarah Manusia. (kepada mereka dikatakan). Selain terdapat istilah-istilah tersebut di atas.21 Dalam bentuknya sebagai jamak (syu’ub dan qabail) muncul sebanyak 1 kali dalam Al-Qur’an. hingga Allah menurunkan azab kepadanya berupa banjir yang menenggelamkan perkebunan yang merupakan sumber perekonomian mereka. 45. 22 Muhammad Fuad Abdil Baqiy.. al-Hujurat (49): 13). 486. sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat yang berbunyi: Artinya: Sungguh. bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.

‘Arab…. hlm. hendak disertai dengan etika. Ini menunjukkan bahwa kata qawm berhubungan dengan manusia. membicarakan keburukan orang lain (menggunjing). al-Hujurat. Selanjutnya dalam ayat 12 surat al-Hujurat etika hubungan tersebut dilanjutkan dengan larangan saling berburuk sangka (negative thinking). dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan lain.S. Lisan al . (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. 73 . Al-Qur’an menghendaki agar hubungan kemasyarakatan manusia dapat berjalan dengan baik. (Q. Agar terhindar dari perbuatan tersebut seseorang hendaknya meningkatkatkan ketaqwaan kepada Allah. menghindari mencari-cari kesalahan orang lain. Dan barang siapa tidak bertobat. Antara satu dan lainnya tidak boleh saling mengejek. 49:11) Pada ayat tersebut kata qawm dihubungkan dengan kelompok orang-orang yang beriman. memanggil dengan sebutan (gelar) yang buruk. (karena) boleh jadi yang diperolok-olokkan lebih baik (dari perempuan yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dirimu dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. maka mereka itulah orang-orang yang zalim.25 24 Ibnu Manzhur. Sedangkan pada ayat sepuluh surat al-Hujurat tersebut telah diletakkan dasar untuk membangun masyarakat tersebut yaitu rasa persaudaraan (ukhuwah). hlm. Dengan dasar ini jika diantara mereka terjadi perselisihan hendaknya didamaikan dengan cara yang sebaik-baiknya. Istilah kaum selanjutnya dijumpai pada ayat 11 sura al-Hujurot sebagai berikut: ‫ﻌ َد اﻹ‬ ْ‫ﺑ‬ َ ‫ُوق‬ ُ ‫ﻟﻔُﺳ‬ ْ‫ﺳ ُم ا‬ ْ ‫اﻻ‬ Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok- olok kaum yang lain. 238-239. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan…. 25 Abuddin Nata. baik laki-laki maupun perempuan. 496.

27 Bahwa qabilah ini merupakan suatu kelompok yang ada dari pada suku itu sendiri. Tafsir Ibnu Katsir. ummah merupakan komunitas dengan ikatan agama. Dalam Tafsir al-Maraghi bahwa qabilah lebih kecil lagi dari Sya’b. 104. hlm.Qabilah Dalam al-Qur’an Allah berfirman: Artinya: “Wahai manusia sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa- bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Cet. 28 Ahmad Musthafa Al-Maraghi. dan qaryah merupakan komunitas dengan ikatan tempat tertentu. Sesungguhnya Allah Maha Tahu lagi Maha Mengenal”. Kata syu’ub (berbangsa-bangsa) lebih umum dari qabail (bersuku-suku).S. hlm. Tafsir Al-Maraghi. dan darinya Dia menciptakan pasangannya. yaitu Adam dan Hawa. hlm.26 Dalam kamus Lisan al-Arab bahwa qabilah adalah sekolompok dari suku- suku. Qarn merupakan komunitas dengan ikatan masa tertentu. Ada juga yang mengatakan yang dimaksud asy-syu’ub penduduk negeri-negeri lain. sedangkan al-qabail adalah penduduk Arab. kepercayaan dan pandangan tertentu. Semuanya dapat dicakup 26 Abdullah bin Muhammad.28 Kata qabilah merupakan komunitas dengan ikatan satu nenek moyang. (Q. al- Hujurat: 13) Allah berfirman seraya memberitahukan kepada ummat manusia bahwa dia telah menciptakan mereka dari satu jiwa. 1989). dan qabilah Tamim yang merupakan bagian dari Madhar. 237. bagian dari suku-suku. Lisan al. Dan selanjutnya Dia menjadikan mereka berbangsa-bangsa. 541. I (Semarang: Tohaputra. Jilid IX (Jakarta: Pustaka Imam Syafi’I. Seperti kabilah Bakar yang merupakan bagian dari Rabi’ah. 74 .‘Arab. 2008). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kalian. 27 Ibnu Manzhur.

terdiri dari berbagai banyak suku. hlm. yang diikat dengan satu keturunan. 236. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat. Qabilah berarti suku yang merujuk kepada satu kakek. sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub. hlm. Qawm. 45.31 Ini juga memberikan penjelasan kepada kita bahwa qabilah ini berarti suku. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan. Revolusi Sejarah Manusia…. Mereka harus disadarkan sesuai dengan posisi mereka. Dengan berbagai suku tersebut kemudian diikat lagi dengan sya’b (bangsa). dan Qabilah Ummah bisa juga diartikan sebagai jamaah. Suku tersebut masih tergolong satu keturunan yang sama. yaitu suku-suku. 75 .. Meskipun term yang terakhir ini mengalami perkembangan makna dari waktu ke waktu. 261. Lisan al.. Sya’b. yang mana bahwa suku ini merupakan bagian dari masyarakat yang ada dilingkungan sekitar kita. hlm. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan…. yaitu suku-suku. atau sebagai unsur dari masyarakat.. hlm. Kata syu’ub sebagaimana terdapat pada QS. 236. Al-Hujurat ayat 13 berarti bangsa. 33 Abuddin Nata.32 Berarti bahwa manusia yang hidup di masyarakat merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain.33 Sesuai ayat di atas bahwa dalam pendidikan itu terdapat anak laki- laki dan anak perempuan. Nilai Pendidikan Dalam Konsep Ummah. hlm. Dengan demikian persatuan dan kesatuan mesti terjalin dengan baik antar sesama ummat. 32 Ibnu Manzhur al-Afriqiy.. 28. atau sebagai unsur dari masyarakat. Dengan adanya sya’b ini maka kesatuan dan kesatuan akan semakin kuat lagi. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat. Seperti halnya kita yang berada di Indonesia. 31 Quraish Shihab. 29 Munzir Hitami. sudah begitu jelas bahwa qabilah itu merupakan suku-suku yang diikat dengan kakek dan nenek moyang. 30 Abuddin Nata..30 Dari sini kita melihat bahwa qabilah diartikan suku. Dari beberapa konsep di atas.‘Arab…..oleh term sya’b.29 Qabilah jamaknya qabail lebih khusus lagi dari syu’ub (bangsa-bangsa). Tafsir al-Mishbah Pesan.

Dalam kamus Lisan al-Arab bahwa qabilah adalah sekolompok dari suku- suku. hlm. sehingga akan serius dalam belajar untuk memajukan bangsa ini. pola-pola. system hidup. Kesimpulan Masyarakat dalam pengertian yang sederhana kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan Negara. Perlu kita ketahui juga bahwa konsep Nasionalisme ada pada Islam. Semua siswa diperlakukan sama. undang-undang. 496. rela berkorban demi bangsa dan Negara yang kita cintai ini. 76 . Islam mengajarkan kepada kita cinta tanah air. hlm. Lisan al.Bagi anak laki-laki tentunya bersifat sesuai dengan sifat laki-laki. 34 Ibnu Manzhur. adat kebiasaan. kepentingan bersama.34 Jika dikaitkan dengan pendidikan berarti adanya tawuran antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Meskipun suku siswa-siswa berbeda-beda. Dengan adanya jiwa Nasionalisme pada peserta didik maka akan ada rasa memiliki pada diri mereka. 541. tidak jarang ditemukan adanya tawuran antara satu sekolah dengan sekolah lain disebabkan persoalan yang sangat sederhana.. Termasuk segala jalinan hubungan yang timbal balik. Ironisnya. kebudayaan dan agama. bagian dari suku-suku. Maju mundurnya suatu bangsa tidak terlepas dari kontribusi pemuda itu sendiri. Qawm merupakan bentuk mufrad yang artinya berdiri atau lawan duduk.‘Arab …. baik siswa yang kaya maupun yang miskin. namun pendidikan tetap tidak diperkenankan mengabaikan tugas utamanya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitu juga sebaliknya anak perempuan. 35 Ibid.35 Dalam konsep qabilah jika dikaitkan dengan pendidikan. institusi dan segala segi dan fenomena yang dirangkum oleh masyarakat dalam pengertian luas dan baru. teknik-teknik. baik dalam belajar maupun dalam perhatian sehari-hari terhadap siswa. bahwa pihak sekolah tidak dibenarkan menjastisifikasi antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

yaitu suku-suku. Kata ummah dan sya’b kita temukan dalam Qur’an. ternyata konsep tentang masyarakat ini cukup dekat dengan pendidikan sebagaimana yang telah Penulis uraikan dalam tulisan ini. Kata syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat tersebut berarti bangsa. jauh melewati batas kesukuan bangsa Arab dan ikatan yang menyatukan Ummah juga lebih kuat daripada yang selama ini dipegang oleh bangsa Arab berupa ikatan darah dan kesukuan. Pada pengertian ini ia menyatakan bahwa wilayah cakupan Ummah sangat luas. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyrakat. Dengan demikian. 77 . yang merupakan pengganti yang lebih kuat daripada kesetiaan ikatan darah dan kesukuan bangsa Arab. yaitu keimanan. Ummah adalah persaudaraan universal yang berdasarkan iman. sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub. atau sebagai unsur dari masyarakat.

al-Mu’jam al-Mufahras li alfazh al-Qur’an. Ananda. Vol. Bandung. 1985. I.‘Arab. Tentang Sosiologi Islam. Cet. Cet. RajaGrafindo Persada. Lisan al. 1994. 78 . 1992. Nata Abuddin. Tafsir al-Mishbah Pesan. Hasan Aminah Ahmad. 2010. Al-Mahally Imam Jalaluddin dan As-Sayuthi Imam Jalaluddin. Cet. 1982. Tafsir Jalalain. Shihab Quraish. Semarang. Bulan Bintang. ____________. Dar al-Ma’arif. Mizan. Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian Kosakata. Beirut. Falsafah Pendidikan Islam. Hitami Munzir. Volume II. III Bairut. LKis. Terj.I. 1410 H. DAFTAR PUSTAKA Ali Syariati. Lentera Hati. Jakarta. Al-Maraghi Ahmad Musthafa. Al-Syaibany Omar Mohammad al-Toumy . Abdil Baqiy Muhammad Fuad. Jakarta. 2007.II. Sinar Baru. Dar al-Fikr. 2002. Bandung. Membumikan al-Qur’an. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al-Ayah al-Tarbawiy). Cet. Dar Shadir. 2009. Jakarta: Lentera Hati dan YPI. Tafsir Al-Maraghi. 1989. Revolusi Sejarah Manusia Peran Rasul Sebagai Agen Perubahan. Yogyakarta. Hasan Langgulung. Al-Afriqiy Ibnu Manzhur. 1990. Tohaputra. Jakarta. I Kairo. Kesan dan Keserasian al-Qur’an. 1985. Nazhrah at-Tarbiyah fi al-Islam wa Tathbiqotiha Fi ‘Ahdi ar-Rasul ‘Alaihi as-Sholah as-Salam. ____________. Jakarta.