You are on page 1of 8

10.

KLINIK PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON

A. PENDAHULUAN
Program Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS merupakan program prioritas di
DKI Jakarta, peningkatan kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta terutama disebabkan oleh
penularan melalui pemakaian jarum suntik bersama pada pengguna narkoba,
karena itu program harm reduction yang salah satunya adalah program substitusi
dengan Metadon terus dikembangkan.
Program Terapi Rumatan Metadon adalah program yang harus diikuti untuk
jangka waktu yang panjang, sehingga laporan tahunan Program Rumatan Metadon
di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok disusun secara kumulatif sejak mulai
dibuka tanggal 25 April 2006 sampai Desember 2011.
PTRM Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok tahun 2011 dilayani oleh 2
orang dokter umum, 1 orang perawat, 1 orang asisten apoteker dan 1 orang laborat
serta 2 orang petugas keamanan yang jaga bergantian.
Tempat pelayanan PTRM saat ini di Aula RB Puskesmas Kec. Tanjung Priok.
Kegiatan di PTRM meliputi :

1. Penilaian awal terapi, termasuk konseling kepatuhan, didampingi orang
tua/wali.
2. Terapi harian metadon, pasien minum langsung di depan petugas
PTRM.
3. Konsultasi harian, sesuai kebutuhan, mengenai dosis, efek samping
terapi metadon, dosis bawa pulang, dll.
4. Pelayanan kesehatan dasar yang juga mencakup terapi infeksi
oportunistik HIV/AIDS.
5. Pelayanan Laboratorium dan Radiologi yang terintegrasi
6. Pertemuan pasien PTRM.
7. Pertemuan Keluarga pasien PTRM.

8. Pelayanan informasi metadon dan konfirmasi kehadiran melalui telpon
langsung (021-98082842).
9. Pencatatan dan pelaporan.

B. Jumlah kunjungan pasien selama tahun 2011 rata-rata 85 kunjungan per hari atau 2495 kunjungan per bulan. . tahun 2007 adalah 402 orang dan tahun 2008 adalah 427 orang. Jumlah pasien di Klinik PTRM Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok adalah seperti pada grafik berikut ini : Jumlah pasien yang teregistrasi tahun 2006 adalah 234 orang. ditahan polisi. Pada grafik di atas terlihat gambaran jumlah pasien yang terdaftar dan yang aktif. Berikut adalah diagram kepersertaan pasien PTRM berdasarkan variabel drop out. CAKUPAN PELAYANAN Kepesertaan. meninggal dunia. tahun 2010 adalah 444 orang dan teregistrasi sampai dengan Desember 2011 dalah sebanyak 458 orang. pindah program layanan.

tidak termasuk pasien terminasi. pindah program dan ditahan polisi) setiap tahunnya .Berikut adalah grafik yang menggambarkan pasien DO (Drop Out Tanpa Alasan.

Pasien yang ditangkap polisi ada 28 orang. 5 Pasien yang terdaftar pada periode Januari 2009 sampai Desember 2009 dan 8 Pasien yang terdaftar pada periode Januari 2010 sampai Desember 2010. 114 yang terdaftar pada periode Januari 2007 sampai Desember 2007. 14 Pasien yang terdaftar pada periode Januari 2008 sampai Desember 2008. Terminasi artinya pasien keluar program dengan rencana melalui tahapan penurunan dosis sampai sama sekali tidak menggunakan metadon berjumlah 11 orang. Pasien meninggal 33 orang. .Dari 266 pasien yang DO tanpa alasan tercatat 125 pasien adalah pasien yang terdaftar pada periode April 2006 sampai Desember 2006.

Jakarta Selatan sebanyak 4 orang. Jakarta Timur sebanyak 29 orang dan Luar Jakarta yaitu Bogor. Berikut adalah grafik kepesertaan pasien PTRM berdasarkan Jenis Kelamin : . Depok dan Bekas sebanyak 29 orang. Jakarta Pusat sebanyak 28 orang.Berikut adalah Diagram Kepesertaan PTRM PKC Tanjung Priok berdasarkan tempat tinggal : Pasien PTRM Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok berasal dari wilayah Jakarta Utara sebanyak 364 orang. Jakarta Barat sebanyak 4 orang.

pasien yang bekerja 60% ( 51 orang) dan yang belum bekerja 40% (34 orang).Pasien mayoritas adalah laki-laki 96 % dari total pasien teregistrasi dan 98% dari total pasien yang masih aktif. buruh lepas. Pekerjaan pasien terutama sektor informal. seperti penjaga parkir. . Grafik Pasien PTRM yang bekerja pada tahun 2011 : Jumlah pasien yang bekerja lebih tinggi dibandingkan dengan yang belum bekerja. pengojek. dll. dagang. pengamen. pada akhir Desember 2011 dari 85 pasien aktif. Berikut adalah diagram persentase pasien PTRM berdasarkan status pernikahan : Pasien Program rumatan metadon yang sudah menikah pada 2011 adalah 62% (53 orang) sedangkan yang belum menikah 35% (30 orang).

karena jumlah dan kualitas anggota keamanan belum memadai.Berikut adalah diagram pasien HIV reaktif pada pasien metadon aktif tahun 2011: Pada diagram diatas tergambar bahwa 40% (34 orang) pasien metadon adalah HIV reaktif dari 85 orang pasien metadon aktif pada tahun 2011. selain itu jumlah petugas yang terlibat dalam pelayanan PTRM masih kurang. 2) SDM masih merangkap tugas lain sehingga pelayanan kepada pasien belum optimal karena waktu pelayanan terbatas. C. pada masa yang akan datang diharapkan anggota keamanan yang dapat tetap berjaga di klinik saat klinik buka dan anggota keamanan ini juga mengerti masalah-masalah seputar NAPZA. 1) Keamanan belum terjamin. MASALAH DAN PEMECAHANNYA. .

diharapkan jaringan on- line dapat segera berjalan secara optimal kedepannya. . 5) Meningkatnya kebutuhan layanan konsultasi social dan psikiatri pada pasien PTRM seiring dengan kejenuhan dan lamanya terapi yang dijalani oleh pasien PTRM. kedepannya diharapkan dapat dilakukan kerjasama dengan layanan KIA/RB untuk meningkatkan layanan pada keluarga pasien PTRM. Pada masa yang akan datang diharapkan ada konseling psikiater rutin untuk melayani klien PTRM.3) 40% Klien masih belum bekerja dan bersosialisasi di Puskesmas kadang- kadang mengganggu kenyamanan pasien lain. 6) Jaringan on-line data antara PTRM belum berjalan optimal sehingga kemungkinan register ganda masih dapat terjadi. 4) Layanan PMTCT (Prevention Mother To Child HIV Transmition) belum berjalan optimal padahal 62% pasien PTRM telah menikah. saran agar diberikan pendidikan ketrampilan oleh dinas terkait.