You are on page 1of 21

Makalah

Kebutuhan Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskular

Oleh:

Joice Rumondang (120100320)
Kholida Ulfa (120100132)
Muhammad Luthfi (120100145)
Persnaveena A/P Ganesan (120100468)
Wan Muhammad Adib Bin Wan Abd Malik (120100517)

Pembimbing
dr. Murniati Manik, MSc., Sp.KK, Sp.GK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2016

1

LEMBAR PENGESAHAN

Kebutuhan Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskular

Joice Rumondang (120100320)
Kholida Ulfa (120100132)
Muhammad Luthfi (120100145)
Persnaveena A/P Ganesan (120100468)
Wan Muhammad Adib Bin Wan Abd Malik (120100517)

PEMBIMBING

Medan, 4 Agustus 2016
Disetujui,
Dosen Pembimbing

dr. Murniati Manik, MSc., Sp.KK, Sp.GK
1953 0719 1980 0320 01

Penilaian Makalah
Struktur :
Penilaian topik pembahasan :
Kedalaman isi :
NILAI TOTAL :

penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demiperbaikan makalah ini di kemudian hari. dengan segala kerendahan hati. Oleh karena itu. Dengan demikian diharapkan makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dalam sistem pelayanan kesehatan secara optimal. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. baik dari segi materi maupun tata cara penulisannya. Makalah ini disusun sebagai rangkaian tugas kepanitraan klinik di departemen Ilmu Gizi FK USU. 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas cahaya ilmu dan kemudahan yang dikaruniakan-Nya sehingga makalah yang berjudul “Kebutuhan Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskular” ini dapat diselesaikan.. Sp. MSc.GK selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dalam penyelesaian makalah ini.KK. 4 Agustus 2016 Penulis . Terima kasih kami sampaikan kepada dr. Sp. Medan. Murniati Manik.

...4.....................................5.......4................. Tatalaksana Non Farmakologi..................................................................................... 3 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ...... 16 DAFTAR PUSTAKA............ Faktor Resiko Penyakit Kardiovaskular................................................... Pencegahan Penyakit Kardiovaskular........................... iii BAB1 PENDAHULUAN...........................................................2...............................1. Gejala Klinis Penyakit Kardiovaskular........ i KATA PENGANTAR ...... 4 2...4................................ 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA............................. Manfaat......... 14 2............................ 9 2................. 7 2.............................................................. 3 2.................2..................................2............ 14 BAB 3 KESIMPULAN................1 Diet Penyakit Kardiovaskular..................3..... 1 1............. Talaksanaan Penyakit Kardiovaskular............2............... Latar Belakang............................2 Aktifitas Fisik......................... 1 1...........................................2......... 1 1............. Tujuan........................ Tatalaksana Farmakologi........... 5 2...........................................4..4............................................. 9 2................................... Definisi Penyakit Kardiovaskular.....1............................ ii DAFTAR ISI........................................ 17 ..............1................... 6 2............................................3.............................. 3 2........................................................................................................................

7 juta kematian. peningkatan tekanan darah (Hipertensi).1 Penyakit Kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor 1 secara global. Latar Belakang Penyakit Kardiovaskular adalah penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. penyakit Kardiovaskular dengan prevalensi tertinggi adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Diperkirakan 17. Dua penyakit utama yang menyumbang angka terbesar adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan lebih dari 7. dan penyakit darah tinggi (Hipertensi). penyakit serebrovaskuler (Stroke). Sedangkan penatalaksanaan non-farmakologis adalah tindakan memperbaiki faktor-faktor risiko Kardiovaskular dengan melakukan .4 juta kematian dan penyakit Stroke dengan lebih dari 6.5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit ini pada tahun 2012. merepresentasikan 31% dari total jumlah kematian di seluruh dunia.3 Faktor risiko utama dari penyakit Kardiovaskular ini adalah perilaku dan pola makan yang tidak sehat. dan obesitas. penyakit jantung rematik. penyakit arteri perifer. peningkatan kadar lemak darah.2 Di Indonesia sendiri. penyakit jantung rematik. kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease). penyakit jantung bawaan juga semakin banyak ditemukan karena perbaikan diagnostik dan pelayanan perawatan perinatal. selain juga minimnya aktifitas fisik. Lebih tiga perempat dari angka ini terjadi di negara- negara berkembang. Efek dari faktor risiko ini dapat bemanifestasi pada terjadinya peningkatan tekanan darah. kelebihan berat badan. Namun. dan gagal jantung.1. Penatalaksanaan farmakologis adalah tindakan penggunaan obat-obatan yang bertujuan memperbaiki faktor risiko serta mencegah timbul dan memberatnya penyakit Kardiovaskular. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.2 Untuk mencegah timbul dan memberatnya penyakit Kardiovaskular dapat dilakukan penatalaksanaan farmakologis maupun non-farmakologis. diantaranya adalah penyakit jantung koroner (serangan jantung). peningkatan kadar gula darah.

terutama kebutuhannya terhadap dukungan nutrisi yang tepat dari sudut pandang ilmu gizi.2. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menguraikan teori-teori tentang penyakit Kardiovaskular beserta penatalaksanaannya. Definisi Penyakit Kardiovaskular . BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. serta dengan meningkatkan aktifitas fisik. Manfaat Makalah ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan pemahaman penulis serta pembaca khususnya peserta P3D untuk lebih memahami tentang prinsip penatalaksanaan terhadap kebutuhan nutrisi pada penderita penyakit Kardiovaskular. 2 perubahan gaya hidup (lifestyle modification) seperti perbaikan perilaku dan pola makan. 1. sehingga diharapkan mampu melakukan pemberian dukungan nutrisi yang tepat pada penyakit ini sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Penyusunan makalah ini sekaligus untuk memenuhi persyaratan pelakasanaan kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.1.3. 1.4 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaturan nutrisi yang baik dan benar mempunyai peran penting dalam pencegahan maupun penatalaksanaan penyakit Kardiovaskular.

b. Penyakit serebrovaskular adalah penyakit pembuluh darah yang menyuplai otak. Jenis Kelamin . Penyakit jantung bawaan adalah malformasi struktur jantung yang ada pada saat lahir. Penyebab serangan jantung dan Stroke biasanya kombinasi dari faktor risiko. Deep vein thrombosis dan emboli paru adalah pembekuan darah di pembuluh darah di kaki. Hipertensi. Alasan paling umum untuk ini adalah dari penumpukan deposit lemak di dinding bagian dalam pembuluh darah yang menyuplai ke jantung atau otak.2. aktifitas fisik dan penggunaan alkohol. Penyakit jantung koroner adalah penyakit pembuluh darah yang menyuplai otot jantung. Usia Umumnya seseorang yang lebih dari 40 tahun lebih cenderung menderita penyakit jantung karena kurang aktifitas harian. yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. diet yang tidak sehat dan obesitas. 5. Serangan jantung dan Stroke biasanya akut dan terutamanya disebabkan oleh penyumbatan yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak. 6. 2. Penyakit jantung rematik adalah kerusakan pada otot jantung dan katup jantung dari demam rematik. 4. 3. Faktor Resiko Penyakit Kardivaskuler2 Faktor resiko yang tidak bisa dikendalikan : a. yang dapat mengusir dan pindah ke jantung dan paru-paru. seperti penggunaan tembakau. 3 Penyakit Kardiovaskular adalah kelompok gangguan jantung dan pembuluh darah yang terdiri dari:2 1. Penyakit arteri perifer adalah penyakit pembuluh darah yang menyuplai lengan dan kaki. Diabetes dan Hiperlipidemia. 2. Stroke juga dapat disebabkan oleh perdarahan dari pembuluh darah di otak atau dari gumpalan darah.

yang terisolasi secara sosial. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan masalah seperti serangan jantung dan Stroke. sehingga membuat darah sulit mengalir. Misalnya. 4 Umumnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa pada sebagian orang. Penderita Diabetes dan Penyakit Jantung Koroner berada dalam risiko tinggi untuk serangan jantung dan Stroke. Faktor resiko yang bisa dikendalikan : a. Genetik Jika Anda memiliki riwayat keluarga PJK. dan melakukan gaya hidup sehat dan aktif. dan mempercepat proses penyumbatan di arteri. Hipertensi Tekanan darah yang tinggi akan membebani kerja jantung dan arteri koroner. Obesitas Orang yang obesitas dengan bentuk badan besar di tengah (seperti buah apel) lebih berisiko mengalami masalah kesehatan. angina dan Stroke. c. berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner. Risiko akan semakin meningkat seiring pertambahan usia. c. sehingga sangat perlu untuk menurunkan berat badan. Diabetes Penderita Diabetes lebih berisiko terkena serangan jantung. Peningkatan berat badan akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Kurang Aktifitas Fisik . tidak merokok. Orang dengan PJK sering juga mengidap Diabetes Tipe 2. Stress Salah satu penyebab stress adalah depresi. b. f. yakni mereka yang depresi. d. maka sangat penting untuk mengurangi atau menghilangkan faktor risiko lainnya. pria berisiko lebih tinggi mengalami PJK pada usia pertengahan di bandingkan perempuan. Kolesterol Kolesterol total yang tinggi menyebabkan zat lemak terbentuk di arteri koroner secara bertahap. Hal ini terutama disebabkan oleh makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans. dengan membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans. e. atau mereka yang tidak memiliki dukungan sosial yang berkualitas.

terlalu lambat. gangguan pencernaan. Merokok Merokok membuat darah menjadi 'lengket' dan menyebabkan sel-sel darah menggumpal. b. mual (perasaan sakit perut). Beberapa tipe aritmia dapat menyebabkan jantung berhenti mendadak. 5 Aktifitas fisik dan olahraga secara teratur akan menurunkan resiko penyakit jantung. perut.3. Selama aritmia. jantung bisa berdenyut terlalu cepat. mulas. atau dengan irama yang tidak teratur. atau bagian atas perut . Gejala lain yang juga dapat dirasakan ialah sakit leher. c. punggung. Jika seseorang pernah mengalami serangan jantung. kelelahan ekstrim. Gagal jantung Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. dan vena di leher . Gagal jantung tidak berarti bahwa jantung telah berhenti atau akan berhenti bekerja. g. Gagal jantung juga dapat menyebabkan pembengkakan di kaki. atau masalah pernapasan. rahang. Ini akan memperlambat aliran darah arteri dan akan lebih sering terjadi penyumbatan dan meluas. Beberapa orang menggambarkan aritmia sebagai perasaan berdebar atau sensasi ketukan di dada mereka yang disebut sebagai palpitasi. pergelangan kaki. leher . Serangan jantung juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada satu atau kedua lengan. Gejala serangan jantung lainnya ialah pusing yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. kaki. Aritmia Aritmia adalah masalah dengan irama denyut jantung. Serangan jantung Gejala yang paling umum dari serangan jantung yang terjadi pada pria dan wanita adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada. olahraga secara teratur akan membantu untuk pulih lebih cepat. muntah. Kondisi ini disebut . Gagal jantung menyebabkan sesak napas dan kelelahan yang cenderung meningkat dengan aktifitas fisik. Gejala Klinis Penyakit Kardiovaskular5 a. 2. Sumbatan ini dapat menyebabkan serangan jantung dan Stroke.

Denyut jantung dan ritme harus dipantau. 5. Oksigenasi darah harus diperbaiki. sehingga dapat mengurangi tekanan kapiler pulmonal dan pembentukan edema. yaitu: 1. Curah jantung harus ditingkatkan. 2. dan berujung pada kematian serabut dan penggantian jaringan ikat fibrosa (remodeling). 6 Sudden Cardiac Attack (SCA) . Denyut jantung yang terlalu lambat akan menyebabkan jantung gagal memompakan darah yang cukup. Kemungkinan untuk terjadinya tromboembolisme harus diminimalisir. 4. terdapat beberapa tujuan umum untuk terapi penyakit Kardiovaskular. 6. gangguan perfusi oksigen. sementara denyut jantung yang terlalu cepat akan menyebabkan jantung tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengisi ventrikel secara adekuat dan menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen yang mana juga terdapat gangguan aliran darah di pembuluh darah koroner. dan kelelahan otot-otot ventilasi. karena peregangan kronik dapat merusak serabut. 3. SCA menyebabkan hilangnya kesadaran dan kematian jika tidak segera ditangani. Denyut janutng yang sangat ireguler dapat memicu fibrilasi atrium dan berujung pada kematian. Cairan edema harus dikeluarkan karena dapat menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan dan dapat menyebabkan gangguan ventilasi-perfusi. yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen. 2. dan jumlah regurgitasi (paling sering regurgitasi mitral) harus diturunkan. Tatalaksana Penyakit Kardiovaskular Meskipun terapi bergantung pada jenis penyakit. Peregangan kronik pada serabut miokardium harus diminimalisir. . Peningkatan curah jantung meningkatkan aliran darah ke organ-organ penting tubuh dan penurunan regurgitasi mitral dapat mengurangi peregangan dan mengurangi tekanan pada atrium kiri dan vena pulmonalis.4. Oksigenasi yang inadekuat akan menyebabkan energi yang dihasilkan untuk kontraksi dan relaksasi miokardium tidak adekuat.

Kaptopril. Diuretik Obat-obatan diuretik adalah golongan obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan Hipertensi. dan kualitas hidup pasien membaik. dan Milrinone. 5. 7 Tujuan utama dari terapi penyakit kardivaskular tercapai ketika terapi dapat memperbaiki gejala klinis. . Agen farmakologi yang termasuk dalam golongan ini ialah digitalis. Diuretik bekerja dengan cara mengurangi jumlah cairan dalam pembuluh darah dengan meningkatkan pengeluaran melalui saluran kemih. 2. 2. Propanolol. Amiodaron. Furosemid. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain Kuinidin. Antiadrenergik Obat-obatan antiadrenergik bekerja melawan efek simpatis merugikan yang muncul sebagai kompensasi berbagai kelainan Kardiovaskular. 4. dan Verapamil. 3. dan Spironolakton. dan penghambat fosfodiesterase-3. amin simpatomimetik. dan Lidokain. Vasodilator Obat-obatan vasodilator memainkan peran sentral dalam penatalaksanaan gagal jantung dan Hipertensi. Epinefrin. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain Nitrat. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain Digoksin. Dopamin. sehingga dapat mencegah terjadinya edema paru. Inotropik dan Vasopressor Obat-obatan inotropik digunakan untuk meningkatkan kekuatan kontraksi ventrikuler ketika fungsi sistolik miokardium terganggu.1. frekuensi pernapasan dan denyut jantung tidak meningkat saat istirahat. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain Klorotiazid. Tatalaksana Farmakologi Beberapa golongan obat yang umum digunakan dalam terapi penyakit Kardiovaskular antara lain:6 1. Vasodilator bekerja dengan melawan efek vasokonstriksi vena dan arteriol yang merugikan.4. dan memperbaiki curah jantung. Antiaritmia Obat-obatan antiaritmia digunakan untuk mengenbalikan irama jantung yang abnormal kembali ke irama jantung normal. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain Reserpine. dan Prazosin.

dan Heparin. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain Aspirin.4. Theurapetic Lifestyle Changes: Rekomendasi Diet Nutrisi Rekomendasi Intake Total lemak 25%-35% dari total kalori Lemak jenuh < 7% dari total kalori Polyunsaturated > 10% dari total kalori fat Monounsaturated > 20% dari total kalori fat Lemak Trans <1% dari total kalori Kolestrol < 300 mg/hari Karbohidrat 50%-60% dari total kalori Serat 20-30 g/hari Protein Kira-kira 15% dari total kalori Total Kalori Menyeimbangkan asupan energi dan pengeluaran untuk (energi) mempertahankan berat badan yang diinginkan dan mencegahan kenaikan berat badan..4. 8 6.8 Theurapetic Lifestyle Changes (TLC) yang dianjurkan oleh American Heart Association (2006) pada penyakit Kardiovaskular adalah sebagai berikut:9 Tabel 2.1. 2. mengganti lemak trans dengan lemak tak jenuh tunggal serta menganjurkan penggunaan asam lemak omega-3 dan konsumsi sayuran dan buah untuk meningkatkan asupan serat.2. Selain itu. kalori harus berada pada tingkat yang bertujuan untuk mempertahankan atau mencapai berat badan yang ideal.2. Tujuannya adalah mempertahankan darah agar tetap mengalir dengan bebas disepanjang arteri. Tatalaksana Non Farmakologi 2. Diet Penyakit Kardiovaskular Terapi gizi untuk penyakit Kardiovaskular menganjurkan penggunaan lemak yang sehat.1. . Perubahan gaya hidup sangat penting dan kadang kala penggunaan obat juga dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan arteri dan mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut. Warfarin. Antitrombotik Obat-obatan antitrombotik bekerja dengan cara menghambat pembentukan trombus (koagulasi) di pembuluh darah sehingga mencegah terganggunya aliran darah.

9 Lain-Lain  Konsumsi buah dan sayuran.  Olahraga aerobik 30 menit/hari dalam seminggu dengan intensitas sedang.  Memilih makanan whole-grain dan tinggi serat.2. Theurapetic Lifestyle Changes ATP III pada penderita Dislipidemia Nutrisi Rekomendasi Intakes Total lemak 25%-35% dari total kalori .10 Rekomendasi Theurapetic Lifestyle Changes dalam Adult Treatment Panel III (ATP III) pada penderita Dislipidemia adalah sebagai berikut:11 Tabel 2. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total.  Hindari ikan dengan potensi kontaminasi merkuri  Meminimalkan asuapan minuman dan makanan dengan tambahan gula.  Mengkonsumsi alkohol dengan jumlah sedang. Dislipidemia Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. kurang lebih 2 kali seminggu. kenaikan kadar trigliserida dan penurunan kadar High Density Lipoprotein kolesterol (HDL-C). kenaikan Low Density Lipoprotein kolesterol (LDL-C).  Konsumsi ikan. Pria dianjurkan 2 minuman/hari dan Wanita dianjurkan 1 minuman/hari. terutama ikan yang berminyak.  Memilih dan menyiapakn makanan dengan sedikit atau tanpa garam. a.

Hipertensi Tujuan terapi gizi pada penderita Hipertensi adalah membantu menghilangkan retensi garam dan air pada jaringan tubuh serta membantu menurunkan tekanan darah. Aktifitas fisik Olahraga intensitas sedang lebih kurang 200 kcal/hari b. Diet yang paling dikenal adalah diet DASH ( Dietary Approach to Stop Hypertension) yang merupakan diet sayuran dan buah yang banyak mengandung serat serta mineral tertentu dan asupan garam yang dibatasi.12 Rekomendasi kebutuhan nutrisi untuk penderita gagal jantung kongestif adalah sebagai berikut :11 . Gagal Jantung Kongestif Terapi gizi pada pasien gagal jantung kongestif bertujuan untuk memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung dan berfokus pada keseimbangan status cairan dan elektrolit. 10 Lemak jenuh < 7% dari total kalori Polyunsaturated fat > 10% dari total kalori Monounsaturated fat > 20% dari total kalori Karbohidrat 50-60% dari total kalori Protein Kira-kira 15% dari total kalori Kolesterol <200 mg/hari Tanaman stanol/sterol 2 g/hari Serat 10-25 g/hari Total kalori Menyeimbangkan asupan energi dan pengeluaran untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan dan mencegahan kenaikan berat badan.3. Rekomendasi kebutuhan gizi harian untuk penderita Hipertensi Nutrisi Rekomendasi Intakes Energi 50-60% dari total kalori Protein 10-20% dari total kalori Lemak <30% dari total kalori Natrium <2300 mg/hari Magnesium 400-1000 mg/hari Kalium 2000-500 mg/hari c. Rekomendasi kebutuhan gizi harian untuk penderita Hipertensi adalah sebagai berikut:12 Tabel 2.

tergantung dari edema dan terapi d. 8. Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal.8 g/kgBB ideal/hari.2 – 1. 2. Hindari penggunaan suplemen kalium. kalsium. Penyakit Jantung Koroner Tujuan terapi gizi pada penyakit jantung koroner adalah untuk mengurangi beban kerja jantung. 5.3 g (ikan atau suplemen) Natrium 2000-2300 mg/hari Edema berat: 1200-1500 mg/hari Cairan Biasanya 1. memenuhi kebutuhan gizi pasien. dan magnesium jika tidak dibutuhkan. 7. menormalkan berat badan. 7% lemak jenuh dan 10-15% lemak tidak jenuh 4. jika disertai Hipertensi atau edema.8-1 g/kgBB Malnutrisi: 1. Kolesterol rendah. Stroke Tujuan terapi gizi pada penderita Stroke adalah memenuhi kebutuhan gizi dengan mempertahankan keadaan dan komplikasi penyakit. Protein 0. Konsumsi serat yang cukup untuk menghindari konstipasi. mengurangi cairan tubuh. e. Rekomendasi kebutuhan nutrisi untuk penderita gagal jantung kongestif Nutrisi Rekomendasi Intakes Kalori Underweight: 32 kcal/kgBB Normal: 28 kcal/kgBB Protein 0. Vitamin dan mineral cukup. terutama jika disertai dengan Dislipidemia. 11 Tabel 2. 3-5 g/hari. Rekomendasi kebutuhan harian untuk penderita Stroke adalah sebagai berikut:12 . 6. dan mengurangi resiko Penyumbatan pembuluh darah. Konsumsi garam dengan jumlah rendah.5-2 Liter.5/kg BB Lemak Saturated < 10 % dari total kcal Trans < 2 % dari total kcal Omega 3 fatty acids 1.4. Syarat diet untuk penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut:13 1. 3. memperbaiki keadaan Stroke serta mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Lemak 25-30% dari kebutuhan energi. Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas.

Berhenti Merokok 1) Bagi individu yang tidak merokok didorong untuk tidak mencoba merokok. Aktifitas Fisik14 Rekomendasi aktifitas fisik dalam American Heart Association (AHA) untuk penyakit Kardiovaskular disarankan setidaknya 150 menit/minggu dengan intensitas sedang atau 75 menit/minggu dengan intensitas tinggi dengan membagi 2-3 segmen selama 3 kali dalam seminggu. b. 2) Tenaga kesehatan harus mendorong perokok untuk berhenti merokok dan memberikan dukungan dalam prosesnya.4. .5.2.0 g/kgBB Lemak 20-25% dari kebutuhan total kalori Kolesterol < 300 mg/hari Natrium < 1200 mg/hari Cairan ± 2 liter 2.8-1. AHA merekomendasikan olahraga aerobik dengan intensitas sedang 40 menit/hari selama 3-4 kali dalam seminggu untuk menurunkan resiko terjadi serangan jantung dan Stroke. Pengaturan Diet 1) Setiap individu harus didorong untuk mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh. Rekomendasi kebutuhan harian untuk penderita Stroke Nutrisi Rekomendasi Intakes Energi 25-45 kkal/kgBB Protein 0.5.2. 3) Juga disarankan bagi individu yang menggunakan bentuk lain dari tembakau untuk berhenti menggunakannya. atau bersepeda) 30 menit/hari selama 5 kali dalam seminggu. 12 Tabel 2. jogging. 2. Jika ingin gampang mengingat dapat dilakukan olahraga aerobik (misalnya: jalan. Pada penderita yang ingin menurunkan tekanan darah atau kolestrol. Pencegahan Penyakit Kardiovaskular15 a. berenang.

harus mendapat terapi obat-obatan dan saran gaya hidup khusus untuk menurunkan tekanan darah mereka sekaligus risiko penyakit Kardiovaskularnya. Aktifitas Fisik Setiap individu harus didorong untuk melakukan aktifitas fisik tingkat sedang (contoh : jalan cepat) sedikitnya 30 menit sehari. atau individu dengan peningkatan tekanan darah yang lebih rendah namun dengan kerusakan organ target. 4) Setiap individu harus didorong untuk mengonsumsi sedikitnya 400 gram buah-buahan dan sayur-sayuran berbagai jenis. lemak jenuh menjadi kurang dari 10% kalori. baik pada waktu santai. jika mungkin. dalam beraktifitas sehari-hari. d. Obat AntiHipertensi 1) Setiap individu dengan tekanan darah 160/100 mmHg atau lebih. menjadi <5 atau <90 mmol per hari. * 1 unit (minuman) = 500 ml bir (kandungan alkohol 5%) atau 100 ml anggur (kandungan alkohol 10%) atau 25 ml spiritus (kandungan alkohol 40%). 3) Setiap individu harus didorong untuk mengurangi aspan garam harian mejadi paling tidak sepertiga dari baisanya. f. Konsumsi Alkohol Individu yang mengonsumsi lebih dari 3 unit* alkohol per hari harus disarankan untuk mengurangi konsumsi alkohol. g. Asupan lemak disarankan dalam bentuk polyunsaturated (hingga 10% kalori) atau monounsaturated (10-15% kalori). c. atau tanpa kerusakan organ target harus diberikan saran sesuai risiko Kardiovaskularnya. e. Kontrol Berat Badan Setiap individu dengan berat badan berlebih atau obesitas harus didorong untuk mengurangi berat badannya melalui kombinasi dari diet rendah energi (saran nutrisi) dan meningkatkan aktifitas fisik. 13 2) Asupan lemak total harus dikurangi menjadi sekitar 30% kalori. selain juga biji-bijian dan kacang-kacangan. dan asupan asam lemak trans harus dikurangi seminimal mungkin atau jika bisa dieliminasi. dan saat beraktifitas fisik yang berhubungan dengan pekerjaan. 2) Setiap individu dengan tekanan darah dibawah 160/100 mmHg. Obat-Obatan Penurun Kadar Lemak (Statin) .

Obat-Obatan Antiplatelet Diberikan pada individu dengan risiko penyakit Kardiovaskular ≥ 10%. 14 1) Setiap individu dengan kolesterol total 8 mmol/l (320 mg/dl) atau lebih harus disarankan mengikuti diet untuk menurunkan lemak dan diberikan statin untuk mengurangi risiko penyakit Kardiovaskular. diantaranya adalah penyakit jantung koroner (serangan jantung). j. 2) Individu dengan kadar kolesterol dibawah 8 mmol/l harus diberikan saran sesuai risiko Kardiovaskularnya. Obat-Obatan yang Tidak Disarankan Terapi penggantian hormon. C. suplemen vitamin B. peningkatan tekanan darah (Hipertensi). penyakit serebrovaskuler (Stroke). Obat-Obatan Hipoglikemik Individu dengan kadar glukosa darah puasa >6 mmol/l yang menetap selain kontrol pola makan juga harus diberikan metformin. E. i. . h. BAB 3 KESIMPULAN Penyakit Kardiovaskular adalah penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. dan asam folat tidak direkomendasikan untuk menurunkan risiko penyakit Kardiovaskular.

penyakit jantung rematik. peningkatan kadar lemak darah. World Health Organization. Efek dari faktor risiko ini dapat bemanifestasi pada terjadinya peningkatan tekanan darah. Cardiovascular diseases. kelebihan berat badan.who. Terapi gizi untuk penyakit Kardiovaskular menganjurkan penggunaan lemak yang sehat. kalori harus berada pada tingkat yang bertujuan untuk mempertahankan atau mencapai berat badan yang DAFTAR PUSTAKA 1. Available at: http://www. selain juga minimnya aktifitas fisik. Gejala yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah ialah nyeri dada. dan obesitas. terapi nutrisi memegang peranan penting dalam usaha mencapai kesembuhan dan peningkatan kualitas hidup pasien penyakit Kardiovaskular. 15 penyakit arteri perifer. penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease). dan gagal jantung. . Selain penangangan dengan medikamentosa. kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Faktor risiko utama dari penyakit Kardiovaskular ini adalah perilaku dan pola makan yang tidak sehat.int/topics/cardiovascular_diseases/en/ [Accessed on: 3 August 2016]. pembengkakan pada tungkai hingga kehilangan kesadaran. sesak napas. peningkatan kadar gula darah. mudah lelah. Penyakit Kardiovaskular harus dapat ditangani secara holistik yang meliputi penatalaksanaan farmakologi dan non farmakologis. mengganti lemak trans dengan lemak tak jenuh tunggal serta menganjurkan penggunaan asam lemak omega-3 dan konsumsi sayuran dan buah untuk meningkatkan asupan serat. Selain itu. Gejala klinis penyakit Kardiovaskular bergantung pada jenis penyakitnya. 2014. Terapi nutrisi yang dianjurkan berupa pengaturan diet yang secara umum membatasi asupan bahan makanan yang berpotensi memperparah gejala.

645-662. Edisi Kedua. 8. New York: Oxford University Press.. 2007. pp. Philladelphia: Lippincots William & Wilkins. : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 4. C. National Institute of Health. F. . Disease control priorities in developing countries. Manglara.gov/health/health- topics/topics/hdw/signs [Accessed on: 2 August 2016] 6. Cunningham. Jakarta. In: Lilly. S M. E M. E. Tenth Edition. N.. Rilantono. K S & Roebiono. Kontogianni.114:82-96.who. Cardiovascular disease. USA: Blackwell Publishing Ltd. Available at: http://www.. S. Karo.. L S. American Heart Association Nutrition Committee. Dimosthenopoulos..nhlbi. Diet and lifestyle recommendations revision 2006. Appel LJ. Measham. pp. Diet Penyakit Jantung. T. Cardiovascular drugs. United States Of America : Thomson Wadsworth. Yamin. 2010. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 16 2. 5. Hartono. C K. A. Herbold. Lichtenstein AH. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.. Gaziano. 2015. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. I L. 2015.A. What are the signs and symptoms of heart disease. K. Ellie. 2015. eds. et al. Direktorat Bina Gizi. 9. Edelstein.html [Accessed on: 3 August 2016] 7. 13. Circulation. 2011. 2011. 2nd ed. Clinical Nutrition in Practine. Jamison. F. M. Nutrition : Concept And Controversies.Buku Saku Nutrisi. Miller. 2006. Buku ajar KARDIOLOGI. 3. Pathophysiology of heart disease. Sizer. Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit. W. In: D. 2006. Antman.. Lilly. Jakarta. Katsilambros. A scientific statement from the American Heart Association Nutrition Committee. Poulia.. Baraas. Cardiovascular diseases (CVDs). J. et al. 12. 11.com/mvm/circulatory_system/cardiovascular_sy stem_introduction/principles_of_therapy_of_cardiovascular_disease. Available at: http://www. S P. Strichartz.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/ [Accessed on: 3 August 2016]. Available at: http://www.nih. 2009. Brands M. Principle of therapy of cardiovascular disease. N. 10. 2006. World Health Organization. C A. Breman & A. 5 th ed.merckvetmanual. L S. 2006. 386-422. G R.

.jsp#. World Health Organization.heart. Geneva: WHO Press. 17 14. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults. Prevention of Cardiovascular Disease : Pocket Guidelines for Assessment and Management of Cardiovascular Risk.org/HEARTORG/HealthyLiving/PhysicalActivity/FitnessBa sics/American-Heart-Association-Recommendations-for-Physical-Activity- in-Adults_UCM_307976_Article. Available at: http://www. [Accessed on: 2 Agustus 2016] 15. 2014. American Heart Association. 2007.V6C4kFJG_IU.