You are on page 1of 13

A.

DEFINISI/PENGERTIAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Observasi : Pengamatan

Teks Laporan Hasil Observasi adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai sesuatu, baik
itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena alam
sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya berdasarkan hasil
observasi yang telah dilakukan.

Masih belum paham ?

Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara
sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada.
Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu objek.
Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa yang
terjadi di dunia ini.

B. APA TUJUAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI ?

Tujuan teks LHO adalah untuk menyampaikan informasi tentang klasifikasi mengenai jenis-jenis
sesuatu secara apa adanya sesuai kriteria tertentu sebagai hasil pengamatan (secara sistematis dan
objektif) serta untuk memecahkan suatu persoalan berupa hipotesis hasil pengamatan.

Adapun tujuan lainnya yaitu :

 Untuk mengatasi suatu persoalan.

 Untuk menemukan teknik atau cara terbaru.

 Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif.

 Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.

 Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

C. APA FUNGSI DARI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI ?
1. Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.

2. Sebagai sumber informasi terpercaya.

3. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah
dalam pengamatan.

4. Sarana untuk pendokumentasian.

D. APA BEDANYA ANTARA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN
TEKS DESKRIPSI ?

Keduanya memang sama-sama menyampaikan informasi sesuai fakta, tapi letak perbedaannya
ada pada sifatnya yaitu :

 Teks Laporan Hasil Observasi : bersifat universal yang di dalamnya ada klasifikasi dan
fakta deskripsi.

 Teks Deskripsi : bersifat unik dan individual yang di dalamnya ada deskripsi spesifik.

E. STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN
PENJELASANNYA

#1. Pernyataan Umum/Klasifikasi

Berisi tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang
telah dilakukan.

Bagian ini dapat diartikan juga sebagai pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan
penggolongan/klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti : benda, tumbuhan,
lingkungan, organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya.

Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya.
Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih
mendetail lagi.

#2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan

Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan
berdasarkan hasil pengamatan.
Pada bagian ini, akan diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar
hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek
perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya.

F. CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

1. Ditulis secara lengkap dan sempurna.

2. Bersifat objektif, global dan/atau universal.

3. Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.

4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.

5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.

6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.

7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di
dalamnya.

8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat
dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.

9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri
atau keadaannya secara umum.

10. Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun
susunannya logis.

11. Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta,
tanpa adanya opini penulis.

12. Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan
sudut pandang penulis.

G. CIRI/KAIDAH KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

#1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
#2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan,
termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada
istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).

#3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat,
hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

#4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan :

 Tambahan : dan, serta

 Perbedaan : berbeda dengan

 Persamaan : sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal
yang sama

 Pertentangan : sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding
terbalik

 Pilihan : atau

#5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti
rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.

#6. Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis,
mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

H. SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

 Bersifat Informatif.

 Bersifat Komunikatif.

 Bersifat Objektif.

I. SYARAT/KRITERIA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI YANG IDEAL,
BAIK DAN BENAR
 Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap.

 Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup.

 Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.

 Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta).

J. LANGKAH MEMPRODUKSI/MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL
OBSERVASI

1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.

2. Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai
dengan hasil pengamatan.

3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf
pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah
membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi
tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks
LHO di bawah)

4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat
kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.

Baca artikel lainnya : Pengertian teks anekdot dan contohnya

Demikianlah artikel mengenai pengertian, struktur, kaidah kebahasaan, contoh dan cara
memproduksi/menyusun teks laporan hasil observasi, semoga dapat menambah wawasan kita
terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Sumber Asli : http://www.siswamaster.com/2016/04/pengertian-teks-laporan-hasil-observasi-
struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contohnya.html#ixzz4SiOsHBBJ

Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Tujuan, Dan
Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Jika anda baru saja mempelajari teks anekdot maka anda harus memahami secara rinci apa itu
teks anekdot, dan berikut adalah Pengertian, Ciri-ciri, Struktur Tujuan, Dan Kaidah dari teks
anekdot itu sedindiri.
Pengertian Teks Anekdot
Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan
pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik
seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu
sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata
melainkan terdapat juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara
umum.

Ciri-ciri Teks Anekdot
Setelah kita mengetahui pengertian dari teks anekdot, teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang
dapat berguna sebagai pembeda dari teks-teks lainya. Ciri-ciri tersebut dapat kalian lihat sebagai
berikut:

1. Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu
atau bualan.

2. Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur
dengan kelucuan yang ada dalam teks.

3. Bersifat menyindir

4. Bisa jadi mengenai orang penting

5. Memiliki tujuan tertentu

6. Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng

7. Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan
realistis

Artikel Terkait : Jenis-Jenis Teks Dalam Bahasa Indonesia

Struktur Teks Anekdot
Teks anekdot juga memiliki struktur-struktur dalam pembentukannya. Struktur teks anekdot
antara lain Abstraksi, orientasi, event, krisis, reaksi, koda, dan Re-orientasi. Untuk mengetahui
lebih dalam mengenai tiap bagain struktur kalian bisa simak yang di bawah ini:

 Abstraksi, bagian ini terletak pada bagian awal paragraf, pada bagian ini berisikan
gamabaran awal tentang isi dari teks anekdot.
 Orientasi, pada bagian ini berisikan awal mula, latar belakang terjadinya suatu peristiwa
atau kejadian yang terjadi dalam teks.

 Event, berisikan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam teks.

 Krisis, bagian ini berisikan tentang pemunculan permasalahan yang terjadi dalam teks
anekdot.

 Reaksi, bagian ini berisikan langkah penyelesaian masalah yang timbul dalam bagian
krisis.

 Koda, pada bagian ini akan muncul perubahan yang terjadi pada tokoh dalam teks.

 Re-orientasi, bagian ini merupakan bagian akhir dari teks sekaligus sebagai penutup dari
teks itu sendiri.

Artikel Terkait : 5 Contoh Teks Anekdot Paling Lucu Terbaru

Tujuan Teks Anekdot
Seperti kita ketahui teks anekdot juga memiliki tujuan yang di tujukan untuk pembaca dalam
setiap kisah cerita yang ditulis. Tujuan-tujuan tersebut merupakan latar belakang bagi pengarang
atau penulis untuk menulis sebuah teks anekdot. Berikut di bawah ini merupakan beberapa
tujuan dari penulisan teks anekdot.

1. Untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya.

2. Sebagai saran penghibur.

3. Sebagai saran pengkritik.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri berbeda dari teks lainnya. Kaidah
kebahasaan itu bisa kalian lihat di bawah ini.

 Menggunakan kata keterangan waktu lampau

 Menggunakan kata penghubung

 Terdapat penggunaan kata kerja

 Urutan peristiwa berdasarkan waktu
 Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak
mengharuskan untuk dijawab.

Sekian posting kali ini mengenai Teks Anekdot : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Tujuan, Dan
Kaidah Kebahasaan Teks . Semoga dengan pembahasan dalam posting ini dapat membantu
kalian dalam pendalaman materi tersebu

Teks Eksposisi (Pengertian, Contoh, Struktur, Ciri, Jenis, Unsur Kebahasaan) Materi lengkap
- Pada kesempatan kali ini Ensiklopediasli akan membahas tentang pengertian teks eksposisi,
contoh teks eksposisi, ciri-ciri teks eksposisi, jenis tek eksposisi, dan unsur kebahasaan dalam
teks eksposisi.

Sebelum kita memulai membahas satu per satu, apakah kalian tahu apa itu teks eksposisi? Teks
eksposisi adalah sebuah karangan/paragraf yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi dan
pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat dan akurat. Contoh-contoh tulisan teks
eksposisi dapat dilihat di berita-berita di koran dan petunjuk penggunaan.

Berikut ini adalah Pengertian Teks Eksposisi, Contoh Teks Eksposisi, Struktur Teks Eksposisi,
Ciri-ciri Teks Eksposisi, Jenis Teks Eksposisi, dan Unsur Kebahasaan dalam Teks Eksposisi.

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya
sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan
pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

 Gaya informasi yang mengajak
 Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku

 Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan

 Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya

 Teks Eksposisi bersifat objektif dan netral

 Penjelasannya disertai data-data yang akurat

 Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi

Struktur Teks Eksposisi

1. Pernyataan pendapat (Tesis) : Gagasan utama tentang salah satu permasalahan
berdasarkan fakta.

2. Argumentasi : Penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan
pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis.

3. Penegasan ulang pendapat : Salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang
ditunjang oleh fakta.

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Eksposisi Definisi

Eksposisi definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.

Eksposisi Proses

Eksposisi proses adalah langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal
hingga akhir.

Eksposisi Ilustrasi

Eksposisi ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu
dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik
lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.

Eksposisi Laporan

Eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau
penelitian tertentu.

Eksposisi Perbandingan

Eksposisi perbandingan adalah eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara
membandingkan dengan yang lain.

Eksposisi Pertentangan

Eksposisi pertentangan adalah eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan
hal lainnya.

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi. Unsur kebahasaan
yang ada pada teks eksposisi adalah pronomina, konjungsi dan kata leksikal.

Pronomina

Pronomina adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan
pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam :

1. Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu persona tunggal. Contohnya : Ia, Dia, Anda,
Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona jamak contohnya seperti : Kita, Kami,
Kalian, Mereka, Hadirin, Para.
2. Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu pronomina penunjuk, contohnya adalah
: Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya contohnya : Apa, Mana, Siapa.

Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat
argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi :

1. Konjungsi waktu : sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian
2. Konjungsi gabungan : serta, dan, dengan
3. Konjungsi pembatasan : asal, kecuali, selain
4. Konjungsi tujuan : untuk, supaya, agar
5. Konjungsi persyaratan : jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila
6. Konjungsi perincian : adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni
7. Konjungsi sebab-akibat : sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya
8. Konjungsi pertentangan : akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan
9. Konjungsi pilihan : atau
10. Konjungsi penegasan/penguatan : apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun
11. Konjungsi penjelasan : bahwa
12. Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, serupa, ibarat
13. Konjungsi penyimpulan : oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

Kata leksikal

1. Nomina : kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.
2. Verba : kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat.
3. Adjektiv : kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan
binatang.
4. Adverbia : kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat,
waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain.

Contoh Teks Eksposisi

Realita Hukum di Indonesia
By : Skipnesia.com

Tesis :
Sebenarnya hukum di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang telah
secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali
terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun
menjadi tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saat ini.

Argumentasi :
Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang
tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah
padahal sudah merugikan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar
masa hingga tewas. Namun, belum pernah ada koruptor di Indonesia dikeroyok masa sampai
tewas.

Penegasan Ulang :
Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus
yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau
terancam hukuman selama lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan
dengan hukuman yang akan diterima koruptor.

WTO Globalisasi
By : puspitagitaprnama.blogspot.com
Tesis :
Peran dan Manfaat WTO Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar
internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya
untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

Argumentasi :
Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak dari dinamika
ekonomi internasional yang semakin mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia
tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan
ratifikasi kerjasama perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan
Indonesia. World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan
satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar
negara.

Penegasan Ulang :
Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-
aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh
negara-negara anggota.

Kemacetan dan Masa Depan Kota
By: Novi Ermawati

Tesis :
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan
ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). T/ipe kegiatan sosial ekonomi yang
berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

Argumentasi :
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang,
misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di
Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur
pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan
maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada
jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates).
Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi
menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek
wisata, seperti Jalan Parangtritis.

Penegasan Ulang :
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup
internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja
dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan
salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat
tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama
ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.
Ekonomi Indonesia
By: Skipnesia.com

Tesis :
Ekonomi rakyat adalah sebuah aktivitas ekonomi bagi rakyat. Apabila ini dikaitkan dengan
aktivitas pertanian, maka yang dimaksud dengan aktivitas ekonomi rakyat adalah sebuah
aktivitas ekonomi petani, peternak, nelayan kecil, petani tanpa tanah, nelayan tanpa perahu, dan
sejenisnya dan bukan perkebunan atau peternak besar atau, dan sejenisnya.

Argumentasi :
Argumen lain dari ekonomi rakyat bisa juga dilihat dari sebuah ideologi yang jargonnya
adalah: “ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”
“Dari rakyat” yang artinya adalah aktivitas ekonomi itu berkaitan dengan penguasaan rakyat
dan aksesibilitas rakyat terhadap sebuah sumber daya ekonomi. Rakyat menguasai dan memiliki
hak atas sumber daya untuk mendukung kegiatan produktif dan konsumtifnya.
“Oleh rakyat” yang artinya adalah proses produksi dan konsumsi dilakukan dan diputuskan
oleh rakyat. Berkaitan dengan sumber daya, baik itu yang sifatnya produktif atau konsumtif,
rakyat memiliki alternatif lain untuk memilih dan juga menentukan sistem pemanfaatan, seperti
berapa banyak jumlah yang harus dimanfaatkan, siapa yang memanfaatkan, bagaimana proses
pemanfaatannya, dan bagaimana menjaga kelestarian bagi proses pemanfaatan yang selanjutnya,
dan sebagainya.
“Untuk rakyat” yang inti utamanya adalah segala aktivitas ekonomi yang dilakukan itu pada
akhirnya diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat juga. Rakyat menerima manfaat, dan
indikator kemanfaatan yang paling utama ialah kepentingan rakyat.

Penegasan Ulang :
Dalam hal ini juga perlu dijelaskan bahwa ekonomi rakyat bisa berkaitan “dengan siapa
saja”, dalam arti kegiatan ekonomi dapat dilakukan juga dengan “non-ekonomi-rakyat”. Juga
tidak ada pembatasan mengenai jenis produk, permodalan, besaran, sifat usaha, dan lain
sebagainya. Ekonomi rakyat bersifat tidak eksklusif tetapi inklusif dan juga terbuka. Walaupun
seperti itu, sifat fundamental diatas telah pula menciptakan suatu sistem ekonomi yang terdiri
dari pelaku ekonomi, mekanisme transaksi, norma dan kesepakatan yang khas, yang umumnya
telah memfasilitasi ekonomi rakyat untuk tetap bertahan dan berkembang sejalan dengan
perkembangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.