You are on page 1of 6

KEJAYAAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM

(JALESVEVA JAYAMAHE)

Yuliati
Jurusan Sejarah, Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang no. 5 Malang
email:yuliati.fis@um.ac.id

Abstract: A maritime society centered on trade by sea was in Indonesia since pre history. Indone-
sian anchestor known as sailor who was capable to wadethe ocean until Madagascar, South Africa.
Indonesian position in international trade route ancient time which was between India and China
influenced on the development of Nusantara maritim history. Sriwijaya, as a kingdom based on
maritime as ever dominated maritime trade routes, because its policy, its strategis position and an
entreport had showed the glorious Sriwjaya at the time.

Abstrak: Masyarakat yang memiliki orientasi ke laut serta hidupnya terpusat pada perdagangan
melalui laut telah ada di Indonesia sejak pra sejarah. Nenek moyang bangsa Indonesia dikenal
sebagai pelaut ulung yang sanggup mengarungi lautan lepas hingga Madagaskar, Afrika Selatan.
Letak Indonesia di jalur perdagangan internasional jaman kuno, yaitu antara Cina dan India sangat
berpengaruh pada perkembangan sejarah maritim di Nusantara. Kerajaan berbasis maritim, seperti
Sriwijaya pernah merajai kawasan jalur perdagangan bahari ini, karena kebijakan penguasanya,
tempatnya yang strategis, serta sebagai pelabuhan enterport sehingga membawa keharuman dan
kemegahan kerajaan maritim ini.

Kata Kunci: Masyarakat Bahari, Sriwijaya

Ungkapan lirik lagu Pelaut membuktikan bahwa hasil dari pengamatan sekilas tentang arah atau
nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut kebijakan yang diambil pemerintah dalam
handal, namun masa kegemilangan tersebut mengelola negeri ini (Dault, 2004). Oleh karena
tampaknya telah usai, terbukti dari lirik lagu itu, munculnya ungkapan “negara kelautan tapi
paragraf kedua berupa himbauan untuk kembali berorientasi daratan” menjadi hal yang
kelaut sekarang tidak lagi dilakukan. Secara terbantahkan (Zuhdi, 2014:3).
lengkap lirik lagu sebagai berikut: Pudarnya tradisi bahari masyarakat Indone-
sia menjadi perhatian serius presiden terpilih In-
Nenek moyangku orang pelaut donesia ketujuh, Joko Widodo. Dalam pidato
Gemar mengarung luas samudera pertamanya seusai dilantik sebagai presiden dalam
Menerjang ombak tiada takut Sidang Paripurna MPR, hari Senin 20 Oktober
Menempuh badai sudah biasa 2014, Presiden Jokowi menekankan arah
Angin bertiup layar terkembang pembangunan kabinetnya adalah menggagas
Ombak berdebur di tepi pantai kembalinya kejayaan bangsa Indonesia sebagai
Pemuda berani bangkit sekarang negara maritim, dan hal ini menjadi program
Ke laut kita beramai-ramai unggulan Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla,
disamping menumbuhkan jiwa Cakrabakti
Hal ini menjadi bukti laut telah ditinggalkan Samudra (Kompas, 2014:3), yakni jiwa pelaut
oleh penduduk negeri yang banyak memiliki pulau, yang tidak gentar mengarungi samudra dan
yakni Nusantara. Selain lirik lagu tersebut di atas, menghadang gelombang yang menjulang.
Indonesia yang memiliki luas wilayah lautan lebih Visi kemaritiman dalam pengelolaan negara
luas daripada daratan, justru tidak memfokuskan seharusnya sudah dilakukan oleh pemerintah sejak
laut sebagai perhatian. Setidaknya ini merupakan lama, karena secara geohistori kedudukan Indo-

129
130 Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Th. 27, Nomor 2, Agustus 2014

nesia sangat strategis berada di persimpangan memahami sejarah Indonesia. Laut sebagai dunia
jalur maritim atau pertemuan berbagai jalur kehidupan, sekaligus dunia pandangnya sendiri.
pelayaran internasional yang telah berlangsung Pentingnya laut sebagai suatu kajian maritim
sejak berabad-abad silam. juga dapat dibaca dari pengantar Lapian tentang
Pentingnya maritim sebagai pusat perhatian teori Mahan (Alfred Thayer Mahan). Bercermin
juga belum tampak dalam berbagai kajian pada Mahan dan menimbang posisi Indonesia
akademis, misalnya di bidang ekonomi, sosial- sendiri, Lapian berpendapat bahwa riset sejarah
politik, antropologi dan sejarah. Institusi-institusi maritim tidak boleh diabaikan. Wawasan bahari
ilmiah atau riset di Indonesia lebih banyak bukan saja pengaruh kekuatan laut terhadap
memusatkan diri pada daratan daripada lautan jalannya sejarah, dan hanya dibutuhkan untuk
sebagai obyek penelitiannya. Di bidang sejarah jaman yang lampau, namun sangat penting bagi
misalnya, kajian kemaritiman dan para ahli yang keberadaan dan keberlangsungan hidup suatu
berkecimpung di dalamnya masih dapat dihitung negara kepulauan seperti Indonesia juga terhadap
jumlahnya, dan itu pun hanya tersebar di beberapa sejarah Indonesia adalah suatu dunia kenyataan
tempat. Belum lagi jika kita berbicara tentang suatu yang tidak dapat disangkal hingga kini (Leur, 1974).
center yang mengintegrasikan seluruh keahlian Sebagaimana dikatakan oleh Mahan dalam
atau disiplin ilmiah untuk melihat laut sebagai fokus. bukunya The Influence of Sea ower Upon His-
Pusat kajian semacam inilah yang diharapkan tory 1660-1783, yang dikutip Lapian dalam
memberi banyak kontribusi dalam studi mengantar pemikiran Mahan, bahwa “para
kemaritiman dari sisi akademis. sejarawan pada umumnya tidak mengenal laut,
karena mereka tidak menaruh perhatian khusus
PEMIKIRAN TENTANG KEMARITIMAN terhadapnya, lagi pula mereka tidak memiliki
pengetahuan yang khusus tentang laut, dan mereka
Fokus historiografi Indonesia lebih banyak tidak mengindahkan pengaruh kekuatan laut yang
membahas tentang persoalan yang menyangkut sangat mempengaruhi jalannya sejarah suatu
daratan, baik masyarakat maupun institusi sosial bangsa. Menurut Mahan, ada enam unsur yang
politiknya. Karya Adrian B. Lapian (2008) menentukan dapat tidaknya suatu negara
misalnya merupakan salah satu sumbangan penting berkembang menjadi kekuatan laut, yaitu 1)
dalam historiografi maritim di Indonesia. Banyak kedudukan geografi, 2) bentuk tanah dan
informasi dalam buku ini yang sekaligus menjadi pantainya, 3) luas wilayah, 4) jumlah penduduk,
pancingan untuk studi lanjut tentang kemaritiman 5) karakter penduduk, dan 6) sifat
meliputi aspek teknologi, pusat-pusat pelayaran, pemerintahannya termasuk lembaga-lembaga
pola pelayaran dan perdagangan, serta pelabuhan. nasional. Uraian Mahan ini sebenarnya ditujukan
Buku ini juga menguraikan tentang hal apa yang kepada bangsa dan pemerintah Amerika Serikat,
diatur dalam hukum laut Amanna Gappa. yang lebih berorientasi ke daratan dengan
Karya sejarahwan maritim ini mencerminkan pembukaan wilayah wild westnya, dari pada ke
suatu sudut pandang kemaritiman dalam laut, padahal negara ini diapit oleh dua samudra
memahami sejarah Indonesia. Sebagaimana besar, yaitu Atlantik dan Pasifik. Orientasi daratan
dikatakan oleh Lapian, bahwa pendekatan sejarah ini telah menghalangi negara ini menjadi sebuah
maritim Indonesia hendaknya melihat seluruh negara besar, dan penguasaan dua samudra perlu
wilayah perairannya sebagai pemersatu yang dilakukan oleh Amerika Serikat, dan pembangunan
mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah. Angkatan Laut Amerika Serikat sejak akhir abad
Lapian melihat wilayah-wilayah itu sebagai suatu ke-19 adalah dampak pengaruh tulisan Mahan ini.
kesatuan sistem dari berbagai satuan bahari. Oleh Sementara itu J.C van Leur membawa teori
karena itu, proses integrasi dapat dipahami atas Mahan ke dalam uraiannya tentang kepulauan
dasar sejarah satuan-satuan sistem yang kemudian Indonesia. Van Leur membawa wawasan maritim
menjadi satuan yang lebih besar, misalnya Laut Mahan dalam kaitan dengan sejarah VOC di In-
Jawa, Laut Banda, Laut Sawu, Laut Cina Selatan, donesia. Ia menunjuk peranan VOC sebagai
Selat Malaka. Implikasi dari pandangan bahwa laut kekuatan maritim yang besar, sedangkan
menjadi strategis dan sangat penting Verhoeven menguraikan bahwa peranan VOC
kedudukannya, maka konsep hinterland pada masa awalnya sebagai alat perang yang
semestinya diganti oleh hintersea dalam bergerak di laut dan yang berhasil mengalahkan
Yuliati, Kejayaan Indonesia sebagai Negara Maritim (Jalesveva Jayamahe) 131

musuh negara induknya, khususnya Spanyol dan adalah strukturnya yang heterogen dan penduduk
Portugis, dan juga mematahkan persaingan dari yang tersebar.
Inggris di perairan Indonesia. Pada masa sebelum Struktur penduduk yang heterogen ini
VOC didirikan, para penguasa Belanda telah dijumpai di Sriwijaya pada awal abad ke-10 dan
memikirkan pembentukan kekuatan perang untuk pertengahan abad 12, yang memiliki utusan ke Cina
mematahkan kekuatan Spanyol dan Portugis di memakai nama Arab. Peranan bangsa Arab pada
seberang lautan. Verhoeven berpendapat bahwa periode Sriwijaya selain sebagai utusan negara ,
VOC didirikan semata-mata hanya untuk berniaga mereka juga sebagai pedagang (Ricklefs,
merupakan pendapat yang tidak tepat. 2005:27-28). Hal ini diperkuat lagi dengan laporan
Perbincangan teori Mahan ini memunculkan Ibnu Batuta yang memberi kesan tentang keadaan
dua istilah penting dalam sejarah maritim yaitu sea Samudra Pasai di Sumatera Utara abad ke-14,
power dan naval power. Sea power mengacu yang menemukan pegawai-pegawai dan ahli
pada kontrol menyeluruh atas lautan, sedang yang hukum dari seluruh dunia Islam. Sifat penduduk
kedua mengacu kepada angkatan bersenjata yang yang heterogen dijumpai oleh Ma-huan yang
terorganisasi di lautan. Naval power tidak hanya pernah singgah di pelabuhan-pelabuhan dagang
digunakan untuk penyebutan sebuah negara, Pulau Jawa seperti Gresik, Tuban, dan Surabaya.
namun juga dapat untuk menyebut sebuah Badan/ Di Tuban didiami lebih ratusan keluarga, di bawah
Kompeni dengan sejumlah konsensi yang memiliki seorang ketua, dan diantaranya terdapat bebrapa
kapal-kapal yang dikirim untuk bertempur orang Cina dari Kanton dan Chang-Chou (Kay,
melawan musuh atau yang digunakan untuk 1976:67).
melindungi pernigaan. Pemakaian istilah naval Mobilitas sosial dan politik dalam masyarakat
power berarti merujuk kembali seluruh hubungan maritim lebih terbuka bagi semua masyarakat dari
sejarah yang mengutamakan pengaruh laut. VOC berbagai profesi, status sosial, agama, dan suku
lahir dari perang dan selama hidupnya merupakan bangsa. Hal ini memungkinkan seseorang
badan perdagangan dan alat perang sekaligus. mencapai kekuasaan dan status. Di sini dapat
Dalam dasawarsa-dasawarsa pertama, VOC dijumpai masyarakat yang sangat berubah-ubah
dapat dikatakan lebih banyak berperang dari pada dan tidak menunjukkan pengaruh tempat.
berdagang karena pada dasarnya, VOC Masyarakat maritim sebelum kedatangan bangsa
merupakan sebuah institusi yang bertujuan ganda, Eropa tidak hanya memiliki mobilitas yang lebih
yaitu untuk berdagang dan berperang. besar dibandingkan dengan kerajaan agraris,
Naval power bukan hanya istilah sederhana namun pada umumnya mereka juga memiliki
bagi suatu negara yang menyediakan armada potensi politik yang lebih terbuka. Keadaan ini
perang untuk merugikan musuhnya, namun berlainan dengan keadaan masyarakat Hindu
ungkapan yang dapat dicapai oleh suatu organisasi Jawa agraris yang memiliki hubungan sosial yang
politik dan maritim dalam pengaruh timbal balik kaku dan ikatan budaya yang terpusat ke istana
dengan struktur sosial ekonomi zaman itu yang yang memiliki keloyalan kepada penguasa dan
digunakan untuk melaksanakan tujuan-tujuan mendukung sistem hierarki sosial.
perang. Dengan makna ini, naval power terjalin Penguasa, orang Moor dan pedagang
di dalam 1) organisasi negara-negara modern, 2) merupakan ciri masyarakat maritim di Indonesia
organisasi angkatan laut yang berdiri sendiri, dan sebelum kedatangan bangsa Eropa. Penguasa pada
3) perkembangan kapitalisme awal. masyarakat maritim tidak dipusatkan pada kharisma
seorang raja, seperti tampak di dalam dunia
BUDAYA MASYARAKAT MARITIM masyarakat agraris orang Jawa. Suksesi kekuasaan
dapat diterima jika terjadi pewarisan dari raja
Di dalam masyarakat maritim, fluktuasi sebelumnya. Di Malaka, seorang raja ditempatkan
jumlah penduduk terjadi dengan cepat, di puncak piramida sosial yang didukung oleh
pertambahan terjadi dengan cepat, namun penguasa lokal. Peran penguasa di kerajaan maritim
penyusutannya cepat pula tergantung kepada lebih besar dibanding dengan penguasa kerajaan
situasi perdagangan yang dapat berpindah karena Hindu. Penguasa-penguasa di kerajaan Hindu Jawa
penaklukan atau sebab ketidak stabilan (Reid, tinggal jauh di pedalaman, dan menggantungkan
1983:145). Selain itu ciri yang utama dari hidupnya pada hasil pertanian. Di lingkungan
masyarakat maritim sebelum Indonesia modern kerajaan maritim realitas kehidupan ekonomi
132 Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Th. 27, Nomor 2, Agustus 2014

dipantulkan dalam upacara keagamaan istana. Pada karena perdagangan ini telah mempertemukan
kesempatan ini, raja menerima wakil-wakil berbagai macam kebudayaan, ibaratnya seperti
pedagang asing dan memberikan tempat bagi benang emas halus di sepanjang pantai (Burger,
mereka dalam upacara istana. 1962: 20-21).
Van Leur berpendapat, bahwa perdagangan Hubungan dagang langsung dengan India
Indonesia jaman kuno diselenggarakan oleh dua nampaknya telah ada di sekitar tahun 50-150 M.
golongan yakni, golongan finansial, yang terdiri Hal ini berdasar keterangan dari seorang kapten
dari orang kaya dan hartawan yang menanamkan kapal Yunani yang menulis The Periplus of the
modal dalam usaha perdagangan, dan golongan Erythraean Sea, yang mewartakan bahwa ia
pedagang kelontong/pedagang keliling. Hal telah melihat kapal Indonesia di teluk Benggala
tersebut merupakan sifat utama perdagangan Asia antara tahun 50-150 M. Van Leur dan Wolters
jaman kuno, dan umumnya barang dagangan terdiri berpendapat bahwa hubungan dagang antara In-
dari barang-barang yang tinggi harganya dan tidak dia dan Indonesia lebih dulu berkembang daripada
memerlukan tempat banyak misalnya dari India hubungan dagang dengan Cina (Poesponegoro,
adalah eksport tekstil dan kapas bermutu tinggi, 2005:8).
dari Cina berupa kain sutera, dan porselen. Perdagangan India pada awal-awal abad
Pengaruh raja-raja serta kepala-kepala lokal dalam Masehi lebih diarahkan ke Barat, yakni ke Laut
perdagangan sangat besar. Ibnu Batuta Tengah dengan Kerajaan Romawi, mencapai
mewartakan bahwa ia berlayar dari Cina ke puncak keseimbangan di bawah Kaisar Augustus
Sumatra dengan kapal penguasa Samudra Pasai, hingga Vespisianus (30 SM – 79 M), dengan
dan penguasa Aceh terlibat langsung dalam komoditi yang diangkut dengan kapal non India.
perdagangan. Dalam perdagangan, hak kekuasaan Dampak hubungan India dan Laut Tengah ini
pemerintah digunakan para pembesar untuk bermunculan pelabuhan transito, seperti di
mendapat keuntungan bagi dirinya (Burger, Srilangka. Kebutuhan barang-barang import dari
1962:65). Asia Tenggara ke Laut Tengah seperti rempah,
Pendirian Malaka, tidak lepas dari karet, kayu wangi menyebabkan munculnya
persekutuan dengan “orang laut”, yaitu perompak- pedagang-pedagang India dan Asia Tenggara
perompak yang lalu lalang di sekitar Selat Malaka, untuk mencari barang tersebut di Semenanjung
yang memaksa kapal-kapal yang lewat untuk Melayu dan Indonesia.
singgah di pelabuhan, sehingga Malaka menjadi Akan tetapi ketika hubungan India dan
pelabuhan internasional (Riclefs, 2005:57). Struktur Romawi mulai menurun setelah Vespisianus
pemerintahan di Malaka, disamping seorang raja, khawatir persediaan emas Romawi mengalir
terdapat jabatan perdana menteri yang disebut keluar negeri sebagai alat transaksi perdagangan,
bendahara, dan laksamana menjadi pemimpin maka India mulai berpaling ke Semenanjung
angkatan laut kerajaan, yang memiliki kewajiban Melayu sebagai sumber emas.
melindungi sultan dan para bangsawan, dan dalam Di abad ke-3 kontak dagang antara Indone-
keadaan perang jabatan ini menjadi penting. sia dan India berada di Sumatra, tepatnya di
Seorang Tumenggung bertugas sebagai menteri pelabuhan Sumatra sebelah tenggara mula-mula
peperangan dan pengadilan, di samping hak- kontak dagang dengan Cina berawal yang
haknya atas orang asing, bea cukai, petugas melewati Laut Cina Selatan. Keistimewaan pantai
upacara, dan jabatan syah bandar. Sumatra ini membuat Wolters menyebutnya
sebagai pantai istimewa jaman perdagangan awal
HUBUNGAN DAGANG DENGAN INDIA di Indonesia. Menurut sumber Cina, pusat
DAN CINA perdagangan itu adalah Ko-Ying yang dipercaya
sebagai tempat terakhir bagi orang-orang India
Dilihat dari sudut kebudayaan, perdagangan untuk mengambil barang dagangan dari para
jaman kuno yang merintis masuk dan perantara lokal.
berkembangnya agama Hindu, Budha, dan Islam Perdagangan antara Cina dan India melalui
di Indonesia ini penting perannya. Aktivitas selat Malaka memiliki arti penting bagi sejarah
perdagangan maritime yang mengikuti arus angin Indonesia. Penyerbuan bangsa Mongol dan Tibet
musim. Menurut van Leur aktivitas ini sepuluh kali ke Cina Utara pada abad ke-4 dan awal abad ke-
lebih penting dari pada dilihat dari arti ekonominya, 5 , diperburuk lagi dengan rusaknya jalan darat
Yuliati, Kejayaan Indonesia sebagai Negara Maritim (Jalesveva Jayamahe) 133

membuat Cina mulai mencari jalan alternatif ke Pelayaran ke bagian timur kepulauan Indo-
selatan, yaitu melalui laut. nesia menjadi monopoli penduduk. Rempah dari
Ketertinggalan Cina ikut meramaikan Maluku, terutama cengkih dan pala dikumpulkan
perdagangan maritime di Asia Tenggara akibat dari di pelabuhan – pelabuhan Jawa dan Sumatra,
gagalnya negeri ini untuk menumpas para lanun untuk selanjutnya dikapalkan ke luar negeri.
yang merajalela disekitar Pantai Fukien dan Daerah Sriwijaya sendiri menghasilkan penyu,
Kwantung, jadi factor keamanan menjadi alasan gading, emas, perak, kemenyan, kapur barus,
utama dari Cina. Barulah pada jaman dinasti Tang damar dan lada, serta barang lainnya
abad ke-7, pengaruh Cina ke Negara Asia (Poesponegoro, 2005:84). Hasil bumi dari daerah
Tenggara bertambah besar. Sriwijaya ini kemudian dibeli oleh pedagang asing
Keterlibatan secara langsung pedagang Indo- untuk ditukar dengan produk luar negeri, seperti
nesia dengan Cina ada dua pendapat. Pendapat porselen, kain katun dan sutera. Di samping
pertama mengatakan bahwa pedagang-pedagang sebagai pusat perdagangan, Sriwijaya juga menjadi
Indonesia membawa barang dagangan ke Cina pusat ajaran Budha seluruh Asia dan dikunjungi
dengan kapal Persia, Arab maupun India. Pendapat para peziarah selain para pedagang. Ada bukti
kedua mengatakan, bahwa kapal Indonesia bahwa Indochina juga mendatangkan naskah-
membawa beberapa pedagang dari Asia Barat yang naskah Budha dari Sriwijaya (Sievers, 1974:39).
akan ke Cina. Ada bukti-bukti yang meyakinkan Sriwijaya berdiri sejak abad ke-7 hingga abad
tentang keterlibatan orang Indonesia dalam ke-14 ketika kekuasaan Majapahit menggantikan
pelayaran jarak jauh, antara lain dari Fa-Shien yang kekuasaannya. Sebelum Majapahit benar-benar
kembali ke Cina dari India pada awal abad ke-5. runtuh kehidupan perniagaan telah berpindah ke
Hubungan dagang antara berbagai kerajaan pelabuhan di pantai Jawa, Teluk Siam, Sumatera
di Indonesia dengan Cina pada umumnya Utara, Kalimantan Barat, dan Filipina. Chau Ju-
disimpulkan dari kedatangan utusan mereka. Kua menyebut beberapa pelabuhan Indonesia
Berita-berita Cina menyebutkan tentang “utusan” yang dikunjungi oleh kapal-kapal Cina dan Arab
Indonesia, sembilan diantaranya datang dari dalam abad ke-12 dan 13, tidak hanya Palembang
Sriwijaya dan dua orang dari Jawa dan Bali. Di di Sumatera Timur, namun juga di Sunda, Jawa
samping membawa surat-surat dari raja mereka, Barat, Sumatera Utara, Kalimantan, dan beberapa
mereka pun membawa barang-barang dagangan kota pelabuhan di pantai utara Jawa.
untuk ditukar dengan barang dari Cina (Vlekke, Setelah Sriwijaya mundur, penguasaan selat
1967:42). Utusan ini kemudian diikuti oleh Malaka pada abad ke-14 jatuh ke tangan Malaka.
pedagang swasta, namun tidak semua utusan selalu Pada waktu orang-orang Eropa datang, Indone-
ada hubungan dengan usaha perdagangan sia tidak lagi mendominasi perdagangan seperti
(Poesponegoro, 2005:24). masa Sriwijaya, meskipun demikian mereka masih
juga terlibat dalam perdagangan di sisi timur Selat
PENGUASA MARITIM : SRIWIJAYA Malaka.

Sriwijaya merupakan negara maritim yang SIMPULAN
kuat, sehingga dapat menguasai seluruh Sumatra,
dan mengirimkan ekspedisinya ke Jawa serta Jika dilihat dari ribuan pulau yang dimiliki oleh
menguasai Selat Malaka hingga Tanah Genting Indonesia, negara ini termasuk negara maritim.
Kra. Pada puncaknya Sriwijaya menjadi tuan atas Nenek moyang kita pun adalah pelaut ulung,
selat Malaka dan menguasai rute perdagangan dengan teknologi yang sederhana, mereka telah
yang melalui selat ini. Di tahun 1178, seorang berlayar sampai di Madagaskar, Afrika Selatan.
penulis Cina, Chou K’u-fei melaporkan bahwa Jiwa bahari dimiliki oleh kerajaan- kerajaan besar
beberapa kapal asing yang lewat akan diserang yang pernah menguasai lautan, misalnya Sriwijaya
jika tidak masuk pelabuhan Sriwijaya atau dan Majapahit.
membayar tol (Kay, 1976:74). Kapal-kapal Akan tetapi semenjak datangnya orang
Sriwijaya melakukan pelayaran sendiri antara Cina Eropa, terutama bangsa Belanda sebagai
dan India. Ia juga mengirimkan utusan ke Cina, penguasa bumi Nusantara, para penguasa diikat
dan diakui Cina sebagai negara penguasa di Asia melalui sejumlah perjanjian yang menghilangkan
Tenggara. daerah pantai menjadi milik bangsa Belanda,
134 Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Th. 27, Nomor 2, Agustus 2014

dampak yang timbul adalah lama kelamaan jiwa ada 6 unsur yang dapat dikategorikan sebuah
bahari yang dimiliki bangsa Indonesia mulai hilang. negara menjadi kekuatan laut, yaitu kedudukan
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikelilingi geografi, bentuk tanah dan pantai, luas wilayah,
lautan, namun bukan bangsa yang memiliki laut, jumlah penduduk, karakter penduduk, jumlah serta
karena laut telah menjadi milik bangsa Belanda. sifat pemerintahan termasuk lembaga- lembaga
Bukti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa nasionalnya, setidaknya Nusantara telah memenuhi
bahari adalah diciptakan Amanna Gappa, yaitu beberapa kriteria tersebut, dan hal ini nampaknya
Hukum Laut yang terdiri dari 21 pasal yang menjadi perhatian kabinet Joko Widodo- Jusuf
mengatur tentang pelayaran yang harus ditaati oleh Kalla. Sebagai anak bangsa yang memiliki negara
para penguasa di Laut Sulawesi. Jika dilihat dari yang terdiri dari ribuan pulau sudah sepatutnya
teori yang dibangun oleh Alfred Thayer Mahan, program Kabinet Kerja ini didukung .

DAFTAR RUJUKAN
tory. Australia: Pitman Publishing Pty.
Burger, D.H.1962. Sejarah Ekonomis Ricklefs, M.. 2005. Sejarah Indonesia Modern
Sosiologis Indonesia I. Jakarta: 1200-2004. Jakarta: Serambi Ilmu
Pradnyaparamitha Semesta.
Dault, Adyaksa. 2008. Pemuda dan Sievers, Allen. 1974. The Mystical World of In-
Kelautan.Jakarta: Pustaka Cidesindo. donesia: Culture and Economic Devel-
Kompas, 21 Oktober 2014. opment in Conflict. London : John Hopkins
Lapian, A.B. 2008. Pelayaran dan Perniagaan University Press.
Nusantara Abad ke-16 dan 17 . Jakarta: Van Leur, J.C dan F.R.J Verhoven. 1974. Teori
Komunias Bambu. Mahan dan Sejarah Kepulauan Indo-
Poesponegoro, Marwati Djoned dan Nugroho nesia. Jakarta: Bhratara
Notosusanto. 2005. Sejarah Nasional In- Vlekke, Bernard.H.M. 1967. Nusantara:
donesia II. Edisi Pemutakhiran. Sejarah Indonesia. Kuala Lumpur:
Jakarta:Balai Pusaka Dewan Bahasa dan Pustaka.
Mc Kay, Elaine. 1976. Studies in Indonesia His-