You are on page 1of 59

HadiPoerwono 2016/4/12

Created by
Didiet D.Laksmana
TE&D/2002
Jika Anda tidak berada di depan,
pemandangan tidak pernah berubah.
1
Joseph de Gaulle
T&E/DL/2002

ALKOHOL, FENOL
DAN ETER

Pustaka:
T.W. Graham Solomons, ORGANIC 2
Adopted from Hadi Poerwono – Achmad Syahrani
CHEMISTRY, 5th Ed., 1992

タイトル 1

HadiPoerwono 2016/4/12

STRUKTUR ALKOHOL

Alkohol adalah senyawa yang molekulnya
memiliki suatu gugus hidroksil, yang
terikat pada suatu atom karbon jenuh.

CH3
CH3OH CH3CHCH3
CH3 C CH3
Metanol OH
CH3CH2OH 2-Propanol OH
(isopropil alkohol) 2-Metil-2-propanol
Etanol 3
(tert-butil alkohol)

Atom karbon dapat berupa suatu atom karbon
dari gugus alkenil atau gugus alkunil.
Atau dapat pula berupa suatu atom karbon jenuh
dari suatu cincin benzena.

CH2OH CH2 CHCH2OH

2-Propenol (alil alkohol)
Benzil alkohol
Suatu alkohol alilik
Suatu alkohol benzilik

H C CCH2OH
2-Propunol
(propargil alkohol) 4

タイトル 2

HadiPoerwono 2016/4/12

• Senyawa yang memiliki suatu gugus hiroksil,
yang terikat langsung pada cincin benzena
disebut fenol.

OH H3C OH

Fenol p-Metilfenol

Ar OH
Rumus umum suatu fenol
5

• Alkohol dapat dilihat secara struktural:
a . sebagai turunan hidroksi dari alkana.
b . sebagai turunan alkil dari air.
• Etil alkohol = etana dimana satu hidrogen
diganti dengan gugus hidroksil.
• Etil alkohol = air dimana satu hidrogen diganti
dengan gugus etil.
Gugus etil
CH3CH2 H
CH3CH3
1090 1050 O
O
H H
Gugus hidroksil
Etana Etil alkohol Air 6

タイトル 3

HadiPoerwono 2016/4/12

• Alkohol dibagi dalam tiga golongan:
a . Alkohol primer (1º)
b . Alkohol sekunder (2º)
c . Alkohol tersier (3º)
• Penggolongan didasarkan pada derajat
substitusi dari atom karbon yang langsung
mengikat gugus hidroksil.

H H

H C C O H CH2OH

H H
Etil alkohol Benzil alkohol
(suatu alkohol 10) (suatu alkohol 10) 7

• Jika karbon tersebut mengikat satu atom
karbon lain, maka disebut karbon primer dan
alkoholnya disebut alkohol primer.
• Jika karbon yg mengikat gugus -OH juga
mengikat dua atom karbon lain, maka disebut
karbon sekunder dan alkoholnya disebut
alkohol sekunder.
• Jika karbon yg mengikat gugus -OH juga
mengikat tiga atom karbon lain, maka disebut
karbon tersier dan alkoholnya disebut alkohol
tersier.

8

タイトル 4

HadiPoerwono 2016/4/12

H H H
CH2OH
H C C C H

H O H
Geraniol Isopropil alkohol
(alkohol 10 dgn H (suatu alkohol 20)
aroma mawar)

CH3

Mentol
(alkohol 20 dalam
OH minyak peppermint)
CH
H3C CH3 9

H
OH
H C H H3C C CH
H H
H H
H C C C H

H O H H H
O
H

Noretindron
tert-Butil alkohol
(kontrasepsi oral dgn gugus alkohol 30)
(suatu alkohol 30)

10

タイトル 5

atau aril.HadiPoerwono 2016/4/12 Struktur Eter • Eter berbeda dari alkohol. dimana atom oksigen dari suatu eter terikat pada dua atom karbon. alkenil. vinil. 11 R R’ CH3 O atau O 1100 O R R CH3 Rumus umum suatu eter Dimetil eter H2C CH2 C O C O O Gugus fungsional Etilen oksida Tetrahidrofuran suatu eter (THF) ETER SIKLIK 12 タイトル 6 . • Eter memiliki rumus umum R-O-R atau R-O-R’ dimana R’ adalah gugus alkil yang berbeda dari gugus R. Gugus hidrokarbon dapat berupa alkil. • Eter = air dimana kedua atom hidrogen diganti dengan gugus alkil.

jadi induknya adalah heksana. • Dan karena merupakan suatu alkohol. • Senyawa induk mengandung enam atom karbon dan tidak ada ikatan rangkap. suatu nama harus mengandung empat karakter : lokant. yang merupakan awalan. maka memiliki akhiran -ol. CH3CH2CHCH2CH2CH2OH CH3 4-Metil-1-heksanol lokant awalan lokant induk akhiran 13 • Lokant 4 menunjukkan bahwa substituen gugus metil. 14 タイトル 7 . senyawa induk.HadiPoerwono 2016/4/12 TATANAMA ALKOHOL • Dalam Tatanama Substitutif IUPAC. terikat pada senyawa induk di posisi C-4. awalan. dan suatu akhiran. • Lokant 1 menunjukkan bahwa C-1 mengikat gugus hidroksil.

penomoran pada rantai karbon selalu dimulai dari bagian akhir yang lebih dekat dengan gugus yang mendapat nama sebagai suatu akhiran. Ganti nama dari alkana sesuai rantai karbon tersebut dengan menghapus huruf a terakhir dan tambahkan akhiran ol. 15 2 Nomori rantai karbon utuh yang terpanjang sedemikian sehingga atom karbon yang mengikat gugus hidroksil memiliki nomor terkecil. 16 タイトル 8 . Tandai posisi gugus hidroksil dengan menggunakan nomor tersebut sebagai lokant.HadiPoerwono 2016/4/12 • Secara umum. Tandai posisi gugus-gugus lain (sebagai awalan) dengan menggunakan nomor yang sesuai dengan posisi masing-masing sepanjang rantai karbon sebagai lokant. • Prosedur berikut harus diikuti untuk memberi nama alkohol sesuai tatanama substitutif IUPAC: 1 Pilih rantai karbon utuh yang terpanjang dimana gugus hidroksil terikat langsung.

4-Dimetil-2-pentanol 17 • Alkohol sederhana sering dinamai dengan nama radikofungsional umum yang juga telah disetujui oleh IUPAC.HadiPoerwono 2016/4/12 3 2 1 1 2 3 4 5 4 3 2 1 CH3CH2CH2OH CH3CHCH2CH3 CH3CHCH2CH2CH2OH 1-Propanol OH CH3 2-Butanol 4-Metil-1-pentanol 3 2 1 CH3 ClCH2CH2CH2OH 1 2 3 4 5 CH3CHCH2CCH3 3-Kloro-1-propanol OH CH3 4. • Beberapa contoh alkohol sederhana adalah sebagai berikut ini: CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH CH3CH2CHCH3 Propil alkohol Butil alkohol OH sec-Butil alkohol 18 タイトル 9 .

2-Propanadiol 1. CH3 CH3OCH2CH3 CH3CH2OCH2CH3 C6H5OC CH3 Etil metil eter Dietil eter CH3 tert-Butil fenil eter 20 タイトル 10 .3-Propanadiol 19 TATANAMA ETER • Tuliskan kedua gugus yang terikat pada atom oksigen (sesuai urutan abjad) dan tambahkan kata eter. • Dalam sistem substitutif IUPAC alkohol tersebut dinamai sebagai diol.HadiPoerwono 2016/4/12 CH3 CH3 CH3 H3C C OH CH3CCH2OH CH3CHCH2OH CH3 Isobutil alkohol CH3 tert-Butil alkohol Neopentil alkohol • Alkohol yang mengandung dua gugus hidroksil umumnya diberi nama glikol. CH2 CH2 CH3CH CH2 CH2CH2CH2 OH OH OH OH OH OH Etilen glikol Propilen glikol Trimetilen glikol 1.2-Etanadiol 1.

2-Dimetoksietana Tetrahidrofuran O (oksasiklopentana) Dioksana (1.merupakan suatu gugus alkoksi. alkoksialkena. • Dalam sistem IUPAC. 21 CH3CHCH2CH2CH3 CH3CH2O CH3 OCH3 2-Metoksipentana 1-Etoksi-4-metilbenzena O CH3OCH2CH2OCH3 O 1.4-dioksana.HadiPoerwono 2016/4/12 • Nama substitutif IUPAC harus dipakai untuk menamai eter yang rumit dan senyawa dengan lebih dari satu ikatan eter. • Gugus RO. • Dua eter siklik yang sering dipakai sebagai solven memiliki nama umum tetrahidrofuran (THF) dan 1.4-dioksasikloheksana) 22 タイトル 11 . dan alkoksiarena. eter dinamai sebagai alkoksialkana.

HadiPoerwono 2016/4/12 23 SIFAT FISIK ALKOHOL & ETER • Eter memiliki titik didih yang sebanding dengan hidrokarbon dengan berat molekul yang sama. 24 タイトル 12 . • Titik didih dietil eter (MW = 74) adalah 34.6ºC. • Alhohol memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan eter atau hidrokarbon yang sebanding. dan pentana (MW = 72) adalah 36ºC.

sekitar 8 g per 100 mL pada suhu kamar. • Molekul-molekul alkohol dapat berikatan satu sama lain melalui ikatan hidrogen. eter juga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa- senyawa seperti air. 26 タイトル 13 . • Meskipun demikian. sementara eter dan hidrokarbon tidak dapat. 25 • Eter memiliki kelarutan dalam air yang sebanding dengan alkohol dengan berat molekul yang sama.HadiPoerwono 2016/4/12 • Titik didih butil alkohol (MW = 74) adalah 117. pentana secara nyata tidak larut dalam air. • Dietil eter & 1-butanol memiliki kelarutan yang sama dalam air. • Sebaliknya.7ºC. • Sangat berbeda bila dibandingkan dengan hidrokarbon.

HadiPoerwono 2016/4/12 • Metanol. • Sekarang dibuat melalui hidrogenasi katalitik dari karbon monoksida. isopropil alkohol. • Alkohol rantai panjang bersifat lebih “mirip alkana” dan oleh karena itu kurang mirip dengan air. • Kelarutan alkohol dalam air menurun secara bertahap sebanding rantai hidrokarbon yang semakin panjang.3 dan 26. dan tert-butil alkohol campur sempurna dengan air. 28 タイトル 14 . propil alkohol. 27 ALKOHOL & ETER PENTING METANOL • Memiliki rumus struktur CH3OH dan adalah alkohol yang paling sederhana. • Dahulu sebagian besar metanol dibuat dari distilasi destruktif kayu (pemanasan kayu pada suhu tinggi tanpa udara) = alkohol kayu (wood alcohol). isobutil alkohol.0 g per 100 mL. etanol. dan sec-butil alkohol memiliki kelarutan antara 8. • Butil alkohol.

• Dapat dibuat dari fermentasi gula. 30 タイトル 15 . dengan menambahkan ragi ke dalam campuran gula dan air. • Keracunan metanol dapat pula terjadi melalui penghirupan uap atau paparan jangka panjang terhadap kulit. 29 ETANOL • Merupakan alkohol dari semua minuman beralkohol. Konsumsi dalam jumlah yg sangat kecil sekalipun dapat menyebabkan kebutaan.HadiPoerwono 2016/4/12 • Metanol sangat beracun. dan akhirnya mengubah suatu gula sederhana (C6H12O6) menjadi etanol dan karbon dioksida. • Ragi mengandung enzim yang memicu suatu reaksi berseri yang panjang. dalam jumlah besar menyebabkan kematian.

• Etanol yang digunakan untuk keperluan sains (penelitian) dan industri diracuni atau di”denaturasi” sehingga tidak layak untuk diminum. • Penyalahgunaan etanol menjadi problem di banyak negara. 32 タイトル 16 . • Pada tikus (rat). Beberapa denaturant dapat digunakan termasuk metanol. 31 • Sebagian besar etanol untuk keperluan industri dibuat melalui reaksi hidrasi etena dengan katalis asam. dosis letal adalah 13. • Etanol adalah senyawa yang penting dalam industri.7 g per kg berat badan.HadiPoerwono 2016/4/12 • Etanol sangat murah. tapi jika digunakan untuk minuman dikenakan pajak yang sangat tinggi.

• Sering digunakan sebagai pelarut ekstraksi. 34 タイトル 17 . • Sifat ini membuat etilen glikol menjadi suatu antibeku (antifreeze) ideal untuk kendaraan bermotor.HadiPoerwono 2016/4/12 ETILEN GLIKOL • Etilen glikol (HOCH2CH2OH) memiliki berat molekul yang rendah dan titik didih yang tinggi. • Sebagian besar eter bereaksi lambat dengan oksigen melalui suatu reaksi radikal yang disebut auto-oksidasi membentuk hidroperoksida dan peroksida (ekplosif). 33 DIETIL ETER • Berupa suatu cairan dengan titik didih rendah dan mudah terbakar. serta campur dengan air. • Dipakai sebagai suatu anestetik (pembius) pada pembedahan.

Adisi air pada alkena mengikuti hukum Markovnikov.HadiPoerwono 2016/4/12 Sintesis Alkohol dari Alkena 1 Hidrasi Alkena • Adisi air pada ikatan rangkap alkena dengan katalis asam. • Katalis asam yg paling sering digunakan: asam sulfat & asam fosfat. • Metode pembuatan alkohol dengan berat molekul rendah (kegunaan utama pada proses industri skala besar). Reaksi secara umum sebagai berikut: H+ C C + H OH C C H OH • Sebagai contoh adalah hidrasi 2-metilpropena CH3 CH3 H+ H3 C C CH2 + H OH H3C C CH2 H 250C OH 2-Metilpropena tert-Butil alkohol 36 タイトル 18 . 35 Reaksi bersifat regioselektif.

37 CH2 CH2 H H lambat H Langkah 1 H3 C C + H O H H3 C C + O H CH3 CH3 CH3 CH3 H H cepat Langkah 2 H3 C C + O H H3 C C O H CH3 CH3 CH3 H CH3 H H cepat Langkah 3 H3C C O H+ O H H3 C C O H + H O H CH3 CH3 38 タイトル 19 .HadiPoerwono 2016/4/12 • Sesuai hukum Markovnikov: reaksi tidak menghasilkan alkohol primer. H3PO4 H2C CH2 + H OH CH2CH2 OH 3000C Mekanisme hidrasi alkena secara sederhana merupakan kebalikan dari reaksi dehidrasi alkohol. kecuali kasus khusus pada hidrasi etena.

3-dimetil-2-butanol sebagai produk utama. CH2 CH2 H H sangat H3 C C + H O H H3 C C H + O H lambat CH3 CH3 karbokation 1 0 39 • Kerumitan yang terjadi adalah adanya penataan ulang (rearrangement). • Jika 3. • Karbokation awal yang terbentuk akan mengalami penataan ulang menjadi suatu karbokation yang lebih stabil.3-dimetil-1-butena dihidrasi akan dihasilkan 2. • Dihasilkan tert-butil alkohol karena tahap 1 mengarah pada pembentukan kation tert-butil yang lebih stabil dibandingkan kation isobutil yang kurang stabil. 40 タイトル 20 .HadiPoerwono 2016/4/12 • Tahap penentu kecepatan adalah tahap 1: pembentukan karbokation.

3-Dimetil-2-butanol (produk utama) • Adanya penataan ulang karbokation membatasi penggunaan hidrasi alkena sebagai suatu metode laboratoris untuk pembuatan alkohol. 42 タイトル 21 . • Persentase hasil reaksi keseluruhan >90% dengan regioselektifitas yang tinggi. • Senyawa merkuri(hidroksialkil) dapat direduksi oleh natrium borohidrida menjadi alkohol.3-Dimetil-1-butena 2. • Alkena bereaksi dgn Hg(OAc)2 dalam campuran THF dan air menghasilkan senyawa merkuri(hidroksialkil). 41 2 Reaksi Oksimerkurasi-Demerkurasi • Reaksi dua tahap yang sangat berguna untuk mensintesis alkohol dari alkena.HadiPoerwono 2016/4/12 CH3 OH H2SO4 H3 C C CH CH2 H3 C C CH CH3 H 2O CH3 CH3 CH3 3.

• Orientasi adisi H2O di atas mengikuti aturan Markovnikov: atom H dari H2O terikat pada atom karbon ikatan rangkap yang mengikat atom H lebih banyak. oksimerkurasi: air dan merkuri asetat mengadisi ikatan rangkap. 44 タイトル 22 . • Tahap 2: secara normal membutuhkan waktu kurang dari 1 jam.HadiPoerwono 2016/4/12 O O THF C C + H2 O + Hg OCCH3 2 C C O + CH3 COH oksimerkurasi OH Hg OCCH3 O C C O + OH + NaBH4 C C + Hg + CH3 CO demerkurasi OH Hg OCCH3 OH H • Pada tahap 1. • Tahap 1: biasanya mencapai kesempurnaan dalam kurun waktu 20 detik – 10 menit. • Pada tahap 2. demerkurasi: natrium borohidrida mereduksi gugus asetoksimerkuri dan menggantinya dengan hidrogen. 43 • Kedua langkah tersebut dapat dilakukan dalam bejana yang sama. • Kedua reaksi berlangsung sangat cepat pada suhu ruangan atau dibawahnya.

H 2O OH (15 s) OH HgOAc (1h) 1-Pentena CH3 (CH2 )2 CHCH3 + Hg OH 2-Pentanol (93%) CH3 H3 C OH H3 C OH Hg(OAc)2 HgOAc NaBH4 + Hg THF . • Dicontohkan pada reaksi oksimerkurasi- demerkurasi dari 3.H2O H3C C CH CH2 H3 C C CH CH3 (2) NaBH 4.3-dimetil-2-butanol sebagai produk utama. OH- CH3 CH3 OH 3.HadiPoerwono 2016/4/12 Hg(OAc)2 NaBH 4 CH3 (CH2 )2 CH CH2 CH3 (CH2 )2 CH CH2 THF .3-dimetil-1-butena yang menghasilkan 3.3-Dimetil-1-butena 3. CH3 CH3 (1) Hg(OAc)2/THF .H 2O H OH (20 s) (6 min) 1-Metilsiklopentanol 1-Metilsiklopentena 45 • Penataan-ulang rangka karbon jarang terjadi pada oksimerkurasi-demerkurasi.3-Dimetil-2-butanol (94%) 46 タイトル 23 .

48 タイトル 24 . • Kedua adalah oksidasi dan hidrolisis senyawa antara organoboron menghasilkan suatu alkohol dan asam borat.Oksidasi • Adisi elemen air pada suatu ikatan rangkap dapat pula dilakukan di laboratorium dengan menggunakan diboran atau THF : BH3. • Adisi air adalah bersifat tidak langsung dan melibatkan dua tahap reaksi. • Pertama adalah adisi boran pada ikatan rangkap yang disebut hidroborasi. 47 Lebih tersubstitusi Kurang tersubstitusi CH3CH CH2 CH3CH CH2 CH3 CHCH2 BH2 (CH3CH2 CH2 ) 2BH Propena H CH3CH CH2 + (Faktor sterik) H BH2 Tripropilboran (CH3CH2 CH2 ) 3B • Atom boron terikat pada atom karbon ikatan rangkap yang kurang tersubstitusi. • Hidroborasi bersifat regioselektif dan mengikuti aturan anti Markovnikov.HadiPoerwono 2016/4/12 3 Reaksi Hidroborasi . dan satu atom hidrogen berpindah dari atom boron ke atom karbon lain dari ikatan rangkap.

250C Propil alkohol 49 • Oksimerkurasi-demerkurasi dari 1-heksena menghasilkan 2-heksanol (Markovnikov). • Hidroborasi-oksidasi dari 1-heksena menghasilkan 1-heksanol (anti-Markovnikov). • Dalam bejana yang sama. H 2O2 (CH3CH2 CH2 )3 B 3 CH3 CH2 CH2 OH + Na3BO3 NaOH. alkilboran dioksidasi dan dihidrolisis menghasilkan alkohol dengan penambahan hidrogen peroksida dalam suatu larutan basa. H 3O+. H2O CH3 CH2 CH2 CH2 CH CH2 CH3 CH2 CH2 CH2 CHCH3 OH 1-Heksena 2-Heksanol (1) THF:BH3 CH3 CH2 CH2 CH2 CH CH2 CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 OH (2) H 2O2.HadiPoerwono 2016/4/12 • Alkilboran yang dihasilkan pada tahap hidroborasi biasanya tidak diisolasi. OH- 1-Heksena 1-Heksanol (90%) 50 タイトル 25 .

• Polarisasi ikatan O–H menyebabkan atom hidrogen bermuatan positif parsial. d- O C H 51 d+ d+ • Jadi meskipun OH¯ bukan basa kuat dan bukan gugus pergi yang baik. H C O H + H A C O H + A Alkohol Asam kuat Alkohol terprotonasi 52 タイトル 26 . • Protonasi alkohol mengubah suatu gugus pergi yang buruk (OH¯) menjadi gugus pergi yang baik (H2O). • Polarisasi ikatan C–O menyebabkan atom karbon bermuatan positif parsial.HadiPoerwono 2016/4/12 Reaksi-reaksi Alkohol • Atom oksigen dari suatu alkohol mem- polarisasi ikatan C–O dan ikatan O–H dari alkohol tersebut. dan hal ini menjelaskan mengapa alkohol bersifat asam lemah. namun atom karbon dari alkohol bersifat reaktif terhadap serangan nukleofilik. • Pasangan elektron pada atom oksigen membuatnya bersifat basa dan nukleofilik.

HadiPoerwono 2016/4/12 • Protonasi juga membuat atom karbon lebih positif (karena –H2O+ lebih bersifat penarik elektron daripada –OH¯). H H SN 2 Nu + C O H Nu C + O H Alkohol terprotonasi 53 • Karena alkohol adalah nukleofil. Reaksi SN2 menjadi mungkin. H H SN 2 R O + C O H R O C + O H H H Eter terprotonasi Pada suhu yang cukup tinggi dan tanpa kehadiran suatu nukleofil yang baik. dan oleh karena itu menjadi lebih reaktif terhadap serangan nukleofilik. 54 タイトル 27 . Ini menjadi langkah penting dalam sintesis eter. maka alkohol dapat bereaksi dengan alkohol terprotonasi. maka alkohol terprotonasi dapat menjalani reaksi eliminasi E1.

• Metanol sedikit lebih asam dibanding air (pKa = 15.9 (CH3 )3 COH 18. molekul air akan melingkupi dan mensolvasi oksigen negatif dari ion alkoksida yang terbentuk jika suatu alkohol melepaskan sebuah proton.74 CH3CH2 OH 15.HadiPoerwono 2016/4/12 • Alkohol sebagai asam • Alkohol memiliki keasaman yang mirip dengan air.7). H H R O H O H R O + H O H Ion alkoksida Alkohol (terstabilkan oleh solvasi) 55 • Pada alkohol dengan halangan ruang besar.5 H2 O 15. Namun hampir semua alkohol adalah asam yang lebih lemah dari air. solvasi ion negatif (alkoksida) terhambat sehingga ion alkoksida kurang terstabilkan dan menjadi asam yang lebih lemah.0 HC CH 25 H2 35 NH3 38 CH3CH3 50 56 タイトル 28 . Harga pK a beberapa asam lemah ASAM pKa CH3OH 15. • Pada alkohol tanpa halangan ruang.

• Semua reaksi di atas merupakan hasil dari pemutusan ikatan C–O dari alkohol. dan sangat lebih kuat dibandingkan dengan hidrogen. 58 タイトル 29 . HBr. • Karena sebagian besar alkohol adalah asam yang lebih lemah dibanding air. • Pereaksi yang paling sering digunakan adalah hidrogen halida (HCl. • Keasaman relatif : H2O > ROH > RC ºCH > H2 > NH3 > RH • Basa konjugat dari alkohol adalah suatu ion alkoksida. fosfor tribromida (PBr3). 57 * Konversi Alkohol menjadi Alkil halida • Alkohol bereaksi dengan bermacam pereaksi menghasilkan alkil halida.HadiPoerwono 2016/4/12 • Alkohol bersifat asam yang lebih kuat dibandingkan dengan alkuna. dan tionil klorida (SOCl2). • Kebasaan relatif : R¯ > NH2¯ > H¯ > RC ºC¯ > RO¯ > OH¯ • Natrium dan kalium alkoksida sering dipakai sebagai basa dalam sintesis organik. amonia dan alkana. maka ion alkoksida adalah basa yang lebih kuat dibanding ion hidroksida. atau HI).

• Urutan reaktivitas dari hidrogen halida adalah HI > HBr > HCl (HF umumnya tidak reaktif). 59 Langkah 1 CH3 H CH3 H cepat H3 C C O H + H O H H3 C C O H + O H CH3 CH3 H Langkah 2 CH3 H CH3 H lambat H3 C C O H H3 C C + O H CH3 CH3 Langkah 3 CH3 CH3 cepat H3 C C + Cl H3 C C Cl CH3 CH3 60 タイトル 30 . • Urutan reaktivitas alkohol: 3º > 2º > 1º > metil. • Alkohol primer dan sekunder dapat dikonversi menjadi alkil klorida dan alkil bromida melalui reaksi alkil halida dengan natrium halida dan asam sulfat. maka terjadi suatu reaksi substitusi menghasilkan suatu alkil halida dan air. • Reaksi ini dikatalisis oleh asam.HadiPoerwono 2016/4/12 1 Reaksi alkohol dengan hidrogen halida • Jika alkohol bereaksi dengan suatu hidrogen halida.

HadiPoerwono 2016/4/12 2 Reaksi alkohol dengan PBr3 • Alkohol primer dan sekunder bereaksi dengan fosfor tribromida menghasilkan alkil bromida. 61 3R OH + PBr3 3R Br + H3PO3 (1 0 atau 2 0) RCH2OH + Br P Br R CH2O PBr2 + Br Br H alkil dibromofosfit terprotonasi Br + RCH2 OPBr2 RCH2 Br + HOPBr2 H Gugus pergi yang baik • HOPBr2 dapat bereaksi dengan lebih banyak alkohol sehingga hasil akhir dari reaksi adalah konversi 3 mol alkohol menjadi alkil bromida oleh 1 mol fosfor 62 tribromida. • Reaksi diawali dengan terbentuknya suatu alkil dibromofosfit terprotonasi. • Tidak seperti reaksi dengan HBr. タイトル 31 . • Biasanya berlangsung tanpa penataan-ulang dari kerangka karbon. • Sering menjadi pereaksi terpilih untuk mengubah suatu alkohol menjadi alkil bromida yang bersesuaian. reaksi dengan PBr3 tidak melibatkan pembentukan karbokation.

HadiPoerwono 2016/4/12 3 Reaksi alkohol dengan SOCl2 • Tionil klorida mengubah alkohol primer dan sekunder menjadi alkil klorida (biasanya tanpa penataan-ulang). • Kemudian suatu ion klorida (hasil reaksi R3N dan HCl) melakukan substitusi SN2 terhadap suatu gugus pergi yang baik ClSO2¯. Cl + RCH2 O S Cl RCH2Cl + O S Cl RCH2Cl + SO2 + Cl O O 64 タイトル 32 . 63 refluks R OH + SOCl2 R Cl + SO2 + HCl (10 atau 20) R3N + HCl R3 NH + ClH H Cl RCH2 OH + Cl S Cl RCH2 O S RCH2 O S Cl O Cl O O alkil klorosulfit + HCl • Dekomposisi ClSO2¯ menjadi gas SO2 dan ion Cl¯ mendorong kesempurnaan reaksi. • Sering ditambahkan suatu amina tersier ke dalam reaksi untuk memacu reaksi melalui reaksinya dengan HCl. • Reaksi diawali dengan terbentuknya suatu alkil klorosulfit.

• Reaksi ini kurang berguna pada alkohol sekunder karena alkena mudah terbentuk. 65 • Dietil eter dibuat secara komersial melalui reaksi dehidrasi etanol. • Dietil eter adalah produk utama pada suhu 140ºC. • Tidak berguna pada pembuatan eter non- simetrik dari alkohol primer karena terbentuk campuran produk.HadiPoerwono 2016/4/12 Sintesis Eter 1 Dehidrasi alkohol • Alkohol mengalami dehidrasi membentuk alkena (lihat Bab Alkena). sedangkan etana adalah produk utama pada suhu 180ºC. • Pada alkohol tersier sepenuhnya terbentuk alkena. • Dehidrasi menghasilkan eter berlangsung pada suhu yang lebih rendah dibanding reaksi dehidrasi membentuk alkena. • Dehidrasi menghasilkan eter dibantu dengan distilasi eter segera setelah terbentuk. 66 タイトル 33 . • Alkohol primer dapat juga terdehidrasi membentuk eter.

• Jika substrat adalah tersier maka eliminasi sepenuhnya merupakan produk reaksi. alkil sulfonat.HadiPoerwono 2016/4/12 H2SO 4 CH2 CH2 180 0C Etena CH3 CH2 OH H2SO 4 CH3 CH2 OCH 2 CH3 140 0C Dietil eter CH3CH2 OH + H OSO3 H CH3 CH2 OH2 + OSO3H CH3CH2 OH + CH3CH2 OH2 CH3CH2 O CH2CH3 + H2 O H CH3 CH2OCH 2 CH3 + H3 O ROR + ROH + R'OH ROR' + H2 O H2SO4 + alkohol 10 67 R'OR' 2 Sintesis Williamson • Suatu jalur penting pada preparasi eter non- simetrik adalah suatu reaksi substitusi nukleofilik yang disebut reaksi Williamson. alkil sulfonat. • Hasil terbaik dicapai jika alkil halida. 68 タイトル 34 . atau alkil sulfat yang dipakai adalah primer (atau metil). atau alkil sulfat. • Pada suhu rendah substitusi lebih unggul dibanding dengan eliminasi. • Merupakan reaksi SN2 dari suatu natrium alkoksida dengan alkil halida.

(Prosedur ini meminimalkan dimerisasi dan polimerisasi dari isobutilena). OSO2 R".HadiPoerwono 2016/4/12 R O Na + R' L R O R' + Na L L = Br. atau OSO2 OR" CH3CH2CH2 OH + Na CH3CH2CH2O Na + 1/2 H2 Propil alkohol Natrium propoksida CH3CH2I CH3CH2OCH 2CH2CH3 + Na I Etil propil eter (70%) 69 3 Tert-butil eter dari alkilasi alkohol • Alkohol primer dapat diubah menjadi tert-butil eter dengan melarutkan alkohol tersebut dalam suatu asam kuat seperti asam sulfat dan kemudian ditambahkan isobutilena ke dalam campuran tersebut. I. CH3 H2SO4 RCH2OH + CH2 CCH3 RCH2O CCH3 CH3 CH3 Alkohol 10 Isobutilena tert-butil eter 70 タイトル 35 .

HadiPoerwono 2016/4/12 • Metode ini sering dipakai untuk “proteksi” gugus hidroksil dari alkohol primer sewaktu reaksi-reaksi lainnya dilakukan terhadap bagian lain dari molekul tersebut. 4 Trimetilsilil eter (Sililasi) • Suatu gugus hidroksil juga diproteksi dalam larutan netral atau basa dengan mengubahnya menjadi suatu gugus trimetilsilil eter. H3O+ / H2O R O Si(CH3 )3 R OH + (CH3)3SiOH 72 タイトル 36 . dilakukan dengan membiarkan alkohol tersebut bereaksi dengan klorotrimetilsilana dengan kehadiran suatu amina tersier. 71 • Reaksi ini. – OSi(CH3)3. (CH3CH2)3N R OH + (CH3)3SiCl R O Si(CH3)3 Klorometilsilana Gugus proteksi ini dapat dihilangkan dengan suatu larutan asam. Gugus proteksi tert-butil dapat dihilangkan secara mudah dengan penambahan larutan asam encer. yang disebut sililasi.

• Eter tahan terhadap serangan nukleofil dan basa. 73 Reaksi-reaksi Eter • Dialkil eter bereaksi dengan sedikit pereaksi diluar asam-asam. • Ketidakkreaktifan dan kemampuan eter men- solvasi kation (dengan mendonorkan sepasang elektron dari atom oksigen) membuat eter berguna sebagai solven dari banyak reaksi. (Mengapa?) • Kenaikan volatilitas (sifat mudah menguap) ini menjadikan alkohol (sebagai bentuk trimetilsilil-nya) lebih memungkinkan untuk menjalani analisis dengan kromatografi gas- cair. 74 タイトル 37 .HadiPoerwono 2016/4/12 • Pengubahan suatu alkohol menjadi suatu trimetilsilil eter membuat senyawa tersebut lebih volatil (mudah menguap).

CH3CH2OCH2CH3 + HBr CH3CH2O CH2CH3 + Br H CH3CH2O + CH3CH2Br H Etanol Etil bromida 76 タイトル 38 . Kemudian suatu reaksi SN2 dengan ion bromida yang bertindak sebagai nukleofil akan menghasilkan etanol dan etil bromida. • Oksigen dari ikatan eter memberi sifat basa. CH3CH2OCH2CH3 + HBr CH3CH2 O CH2CH3Br H Garam oksonium Pemanasan dialkil eter dengan asam-asam sangat kuat (HI. HBr. 75 CH3CH2OCH2CH3 + HBr 2 CH3CH2Br + H2O • Mekanisme reaksi ini dimulai dari pembentukan suatu ion oksonium. • Eter dapat bereaksi dengan donor proton membentuk garam oksonium. H2SO4) menyebabkan eter mengalami reaksi dimana ikatan ikatan karbon – oksigen pecah.HadiPoerwono 2016/4/12 • Eter mengalami reaksi halogenasi seperti alkana.

epoksida disebut oksirana. Dalam tatanama IUPAC. 2 3 C C H2C CH2 1 O O Suatu IUPAC: Oksirana epoksida Umum: Etilena oksida 78 タイトル 39 . Epoksida paling sederhana memiliki nama umum etilena oksida. CH3CH2OH + HBr Br + CH3CH2 O H H CH3CH2 Br + O H H 77 Epoksida • Epoksida adalah eter siklik dengan cincin tiga anggota.HadiPoerwono 2016/4/12 • Pada tahap selanjutnya. etanol yang baru terbentuk bereaksi dengan HBr membentuk satu mol ekivalen etil bromida yang ke dua.

atom oksigen harus mengadisi kedua atom karbon dari ikatan rangkap pada sisi yang sama. Mekanismenya adalah seperti berikut ini. O O Epoksidasi RCH CHR + R'C O OH RHC CHR + R'C OH Suatu alkena Suatu asam O peroksi Suatu epoksida (atau oksirana) Dalam reaksi ini. 80 タイトル 40 . Untuk membentuk suatu cincin dengan tiga anggota. asam peroksi memberikan suatu atom oksigen kepada alkena.HadiPoerwono 2016/4/12 • Metode yang paling umum digunakan untuk mensintesa epoksida adalah reaksi dari suatu alkena dengan suatu asam peroksi organik. yaitu suatu proses yang disebut epoksidasi. 79 O R' O R' C C C C + O O + C O C O H H • Adisi oksigen pada ikatan rangkap dalam suatu reaksi epoksidasi adalah adisi syn.

HadiPoerwono 2016/4/12 • Asam peroksi yang paling umum digunakan adalah asam peroksiasetat dan asam peroksibenzoat.3-dimetiloksirana. O H O + C6H5COOH O + C6H5COH CH2Cl2 H Asam 1.3-Dimetiloksirana (senyawa meso) H3C H CH3 CH3 O C + RCOOH H H + H H C H CH3 O O CH3 CH3 82 trans-2-Butena Enantiomer trans-2. sikloheksana bereaksi dengan asam peroksibenzoat menghasilkan 1. Sebagai contoh.2-Epoksi- peroksibenzoat sikloheksana (100%) 81 • Reaksi antara alkena dengan asam-asam peroksi berlangsung dengan suatu cara yang stereospesifik.3-Dimetiloksirana タイトル 41 . H3 C H CH3 O 3 C + RCOOH H3C H C H3C 2 O 1 H H cis-2-Butena cis-2.2-epoksi- sikloheksana dalam jumlah yang kuantitatif. sedangkan trans-2-butena hanya menghasilkan trans-2. cis-2-butena hanya menghasilkan cis-2. Sebagai contoh.3-dimetiloksirana.

HadiPoerwono 2016/4/12 Reaksi-reaksi Epoksida • Cincin tiga anggota dengan tegangan (strain) yang sangat tinggi dalam molekul epoksida menyebabkan epoksida lebih reaktif terhadap substitusi nukleofilik dibandingkan dengan eter yang lain. • Katalisis asam membantu pembukaan cincin epoksida dengan menyediakan suatu gugus pergi yang lebih baik (suatu alkohol) pada atom karbon yang mengalami serangan nukleofilik. 83 • Katalisis ini sangat penting terutama jika nukleofilnya adalah suatu nukleofil lemah seperti air atau suatu alkohol: ¤ Pembukaan cincin dengan katalis asam + H+ H O H C C C C HO C C O H _ H+ O O H H _ H+ HO C C OH 84 タイトル 42 .

dan seperti telah dipelajari sebelumnya. serangan pembukaan cincin dengan katalis basa oleh ion alkoksida berlangsung terutama pada atom karbon yang kurang tersubstitusi.HadiPoerwono 2016/4/12 • Pembukaan cincin dengan katalis basa ROH RO + C C RO C C O HO C C OH Nukleofil O Ion kuat alkoksida + RO Jika epoksidanya tidak simetris. Sebagai contoh. 86 タイトル 43 . metiloksirana bereaksi dengan suatu ion alkoksida terutama pada atom karbon primernya: 85 Atom karbon 10 kurang terhalangi CH3CH2OH CH3CH2O + H2C CHCH3 CH3CH2OCH2CHCH3 O O Metiloksirana CH3CH2OCH2CHCH3 + CH3CH2O OH 1-Etoksil-2-propanol • Ini adalah apa yang seharusnya diharapkan: Reaksi secara keseluruhan adalan reaksi SN2. substrat primer bereaksi lebih cepat melalui reaksi SN2 karena halangan ruangnya kecil.

87 Atom karbon ini menyerupai karbokation 30 CH3 CH3 + + d H CH3OH + H3C C CH2 H3C C CH2OH O d+ OCH3 H H Epoksida terprotonasi • Atom karbon yang lebih tersubstitusi mengemban suatu muatan positif lebih besar karena menyerupai suatu karbokation tersier yang lebih stabil. 88 タイトル 44 . Oleh karena itu. Sebagai contoh: CH3 CH3 + H CH3OH + H3C C CH2 H3C C CH2OH O OCH3 Alasan: Ikatan pada epoksida terprotonasi adalah tidak simetris dengan atom karbon yang lebih tersubstitusi mengemban suatu muatan yang positif sekali. nukleofil menyerang atom karbon tersebut meskipun lebih tersubstitusi. serangan nukleofil terutama terjadi pada atom karbon yang lebih tersubstitusi.HadiPoerwono 2016/4/12 • Pada pembukaan cincin dengan katalis asam dari epoksida tidak simetris.

OH H3 C OH Fenol 4-Metilfenol 90 タイトル 45 . • Jadi fenol adalah nama spesifik untuk hidroksibenzena dan merupakan nama umum untuk kelompok senyawa yang diturunkan hidroksi benzena.HadiPoerwono 2016/4/12 H3C CH3 O O O O O CH3 O CH3 O CH3 H3C O O O O O CH3 CH3 Nonactin 89 STRUKTUR FENOL • Fenol adalah senyawa yang memiliki sebuah gugus hidroksil yang terikat langsung pada cincin benzena.

fenol merupakan nama dasar.HadiPoerwono 2016/4/12 • Senyawa-senyawa yang memiliki sebuah gugus hidroksil yang terikat pada cincin benzenoid polisiklik adalah mirip dengan fenol secara kimiawi. Cl Br NO2 OH OH OH 4-Klorofenol 2-Nitrofenol 3-Bromofenol (p-klorofenol) (o-nitrofenol) (m-bromofenol) 92 タイトル 46 . 7 6 8 5 OH 9 OH 8 1 10 7 OH 4 2 6 3 3 1 5 4 2 1-Naftol 2-Naftol 9-Fenantrol (a-naftol) 91 TATANAMA FENOL • Pada banyak senyawa. tetapi dinamakan naftol dan fenantrol.

• Eugenol didapatkan dalam minyak cengkeh.2-Benzenadiol 1.3-Benzenadiol 1. • Urushiol adalah blistering agent (vesicant) yang didapatkan dalam ivy (tumbuhan) beracun.4-Benzenadiol 93 (katekol) (resorsinol) (hidrokuinon) Fenol yang terdapat di alam • Fenol dan senyawa sejenisnya tersebar meluas di alam. • Tirosina adalah asam amino yang terdapat dalam protein. 94 タイトル 47 . • Metil salisilat didapatkan dalam wintergreen oil (tumbuhan).HadiPoerwono 2016/4/12 • Senyawa metilfenol umumnya disebut kresol: CH3 CH3 CH3 OH OH OH 2-Metilfenol 3-Metilfenol 4-Metilfenol (o-kresol) (m-kresol) (p-kresol) Senyawa benzenadiol memiliki nama umum: OH OH OH OH OH OH 1. • Timol didapatkan dalam thyme (tumbuhan).

Z=H. Tirosina NH3 + CO2CH3 CH2CH CH2 CH3 OH OCH 3 OH OH CH(CH 3)2 Metil salisilat Eugenol Timol OH R= (CH2 ) 14 CH3 OH (CH2 )7 CH CH(CH2 )5 CH3 (CH2 ) 7 CH CHCH2 CH CH(CH2 )2 CH3 R 95 Urushiol • Estradiol adalah hormon seks pada wanita.HadiPoerwono 2016/4/12 HO CH2CHCO2. • Tetrasiklin adalah antibiotika penting. OH H3 C OH O OH O OH CONH2 H OH H H CH3 H Y HO Z N(CH3)2 HO Estradiol Tetrasiklin (Y=Cl. Z=OH. Aureomisin) (Y=H. Teramisin) 96 タイトル 48 .

2 3-Nitrofenol 96 1. 97 • Kemampuan membentuk ikatan hidrogen yang kuat dengan air memberi fenol kelarutan yang sedang dalam air.3 2-Klorofenol 8 176 2.4-Dinitrofenol 113 0.3 2-Metilfenol 30 191 2.6 98 2.5 201 2. • Ikatan hidrogen ini menyebabkan fenol berasosiasi sehingga memiliki titik didih yang lebih tinggi dibanding hidrokarbon dengan berat molekul yang sama.6 4-Klorofenol 43 220 2.6-Trinitrofenol 122 1. 106ºC).5 3-Metilfenol 11 201 2.8 3-Klorofenol 33 214 2.6 4-Metilfenol 35.7 2-Nitrofenol 45 217 0. Kelarutan dalam air Nama mp (0C) bp (0C) g/100 mL Fenol 43 182 9.4 4-Nitrofenol 114 1. • Fenol (bp. 182ºC) memiliki titik didih 70ºC lebih tinggi dibanding toluena (bp. meskipun berat molekulnya hampir sama.HadiPoerwono 2016/4/12 SIFAT FISIK FENOL • Adanya gugus hidroksil dalam fenol berarti fenol adalah seperti alkohol yang dapat membentuk ikatan hidrogen intermolekular yang kuat.7 2.4.4 タイトル 49 .

5 0C Br (2) H 2O. • Kondisi untuk tahap diazotasi dan hidrolisis bersifat mild. panas Br Br 3-Bromofenol (66%) NH2 OH (1) NaNO2.50C (2) H2O. HONO H3O+ Ar NH2 Ar N2 + Ar OH panas 99 NH2 OH (1) NaNO2. panas NO2 NO2 3-Nitrofenol (80%) NH2 OH (1) NaNO2. • Gugus lain yang ada dalam molekul tidak berubah. H 2SO 4 0 .HadiPoerwono 2016/4/12 SINTESIS FENOL 1 Sintesis Laboratoris • Sintesis fenol secara laboratoris yang paling penting adalah hidrolisis garam arenadiazonium. H2SO 4 0 . panas CH3 CH3 100 2-Bromo-4-metilfenol (80-92%) タイトル 50 . • Metode ini sangat serbaguna.50 C (2) H 2O. H2SO 4 Br 0 .

a Hidrolisis Klorobenzena (Proses Dow) Cl ONa 0 350 C + 2 NaOH + NaCl + H2 O (high pressure) ONa OH HCl + NaCl 101 b Fusi Alkali dari Natrium Benzenasulfonat SO3 Na ONa 3500C + 2 NaOH + Na2 SO4 + H2 O Dari Kumena Hidroperoksida H3C CH3 CH 250 0C + H2C CHCH3 H 3PO4 pressure Kumena 102 タイトル 51 .HadiPoerwono 2016/4/12 2 Sintesis Industrial • Fenol merupakan bahan kimia industri yang sangat penting. sebagai material awal untuk sejumlah besar produk komersial mulai dari aspirin sampai plastik.

89 104 タイトル 52 . sedangkan pKa fenol lebih kecil dari 11.HadiPoerwono 2016/4/12 CH3 CH3 0 95-135 C C 6H5 CH + O2 C6H5 C O O H CH3 CH3 Kumena hidroperoksida CH3 CH3 H+. • Bandingkan sikloheksanol dan fenol. • Harga pKa kebanyakan alkohol adalah 18. H2 O C 6H5 C O O H C 6H5OH + C O 50-90 0C CH3 CH3 Fenol Aseton 103 REAKSI FENOL SEBAGAI ASAM • Meskipun fenol secara struktural mirip dengan alkohol tapi fenol merupakan asam yang lebih kuat. OH OH Sikloheksanol Fenol pKa = 18 pKa = 9.

namun fenol lebih asam daripada sikloheksanol.4.20 3-Metilfenol 10.HadiPoerwono 2016/4/12 • Meskipun fenol bersifat asam lemah bila dibanding dengan asam karboksilat misal asam asetat (pKa = 4.74).17 3-Nitrofenol 8.15 2.38 1-Naftol 9.17 2-Klorofenol 8.01 4-Metilfenol 10.4-Dinitrofenol 3.6-Trinitrofenol 0.55 106 タイトル 53 . • Cincin benzena bertindak sebagai gugus penarik elektron sehingga atom O dari gugus – OH bermuatan positif dan proton mudah dilepaskan.96 2.28 4-Nitrofenol 7.80 4-Klorofenol 9.20 2-Nitrofenol 7.89 2-Metilfenol 10. H H H H H O O O O O Struktur resonansi fenol 105 • Tetapan keasaman beberapa fenol pK a Nama (dalam air pada 25 0C) Fenol 9.31 2-Naftol 9.11 3-Klorofenol 8.

H2 O OH + NaOH O Na + H2O Asam lebih kuat Basa lebih kuat Basa lebih lemah Asam lebih lemah pKa = 10 (larut) pKa = 16 (sedikit larut) 107 Reaksi Gugus O–H dari Fenol • Fenol bereaksi dengan anhidrida karboksilat dan klorida asam membentuk ester. • Reaksi ini serupa dengan reaksi dari alkohol. tapi asam karboksilat larut.HadiPoerwono 2016/4/12 ª Membedakan dan memisahkan fenol dari alkohol dan asam karboksilat · Fenol larut dalam larutan NaOH. · Sebagian besar fenol tidak larut dalam larutan Na2HCO3. O O O RC 2O OH basa O CR + RCO O O RCCl OH O CR + Cl basa 108 タイトル 54 . sedangkan alkohol dengan enam atom karbon atau lebih tidak larut.

maka fenol diubah menjadi natrium fenoksida dengan memakai NaOH (logam Na dipakai untuk mengubah alkohol menjadi ion alkoksida). Reaksi Umum NaOH R X ArOH ArO Na ArOR + NaX X = Cl. OSO 2OR atau OSO 2R' 109 Contoh spesifik OH O Na OCH2CH3 NaOH CH3CH2 I + NaI OH OH OH OH O Na OCH3 NaOH CH3OSO2OCH3 + NaOSO2OCH 3 H 2O Anisol (Metoksibenzena) 110 タイトル 55 . I. • Karena fenol lebih asam dibanding alkohol.HadiPoerwono 2016/4/12 • Fenol dalam Sintesis Williamson • Fenol dapat diubah menjadi eter melalui sintesis Williamson. Br.

111 • Fenol tidak akan bereaksi lebih lanjut untuk menghasilkan aril halida karena ikatan karbon – oksigen sangat kuat dan karena kation fenil tidak mudah terbentuk. HX pekat R O R panas R X + R' X + H2 O Jika alkil aril eter bereaksi dengan asam kuat seperti HI dan HBr akan menghasilkan suatu alkil halida dan fenol. Reaksi Umum HX pekat Ar O R panas Ar OH + R X Contoh spesifik H2O H3 C OCH 3 + HBr H3C OH + CH3Br p-Metilanisol 4-Metilfenol Metil bromida HBr 112 no reaction タイトル 56 .HadiPoerwono 2016/4/12 Pemutusan Alkil Aril Eter • Jika dialkil eter dipanaskan dengan HBr atau HI berlebih. maka terjadi pemutusan eter dan dihasilkan alkil halida dari kedua gugus alkil.

• Isomer orto dan para dipisahkan dengan distilasi uap air. o- Nitrofenol lebih mudah menguap karena ikatan hidrogennya adalah intramolekular.6-Tribromofenol (~ 100%) OH OH 50C + Br2 + HBr CS2 Br p-Bromofenol 113 (80-84%) • Nitrasi • Hasil relatif rendah karena oksidasi cincin.HadiPoerwono 2016/4/12 Reaksi Cincin Benzena dari Fenol • Brominasi OH OH Br Br + 3 Br2 + 3 HBr H 2O Br 2. sedangkan p-nitrofenol tertinggal dalam labu distilasi. • p-Nitrofenol lebih sukar menguap karena memiliki ikatan hidrogen intermolekular yang menyebabkan asosiasi antar molekulnya. • Dihasilkan campuran o.dan p-nitrofenol. • o-Nitrofenol terdistilasi bersama uap air.4. OH OH OH NO2 20% HNO3 + 250C NO2 (30-40%) 15% 114 タイトル 57 .

kontrol kecepatan OH H 2SO4 H 2SO4. pekat. pekat OH 1000C Produk utama.H+. kontrol kesetimbangan 115 SO3H • Reaksi Kolbe • Natrium fenoksida mengabsorpsi CO2 dan dipanaskan pada 125ºC di bawah tekanan beberapa atmosfer CO2. + H+ O O O H O H C O Na C OH O O H+ Natrium salisilat Asam salisilat 116 タイトル 58 .HadiPoerwono 2016/4/12 • Sulfonasi OH SO3H 250C Produk utama. O Na O O H C C O Na tautomerisasi .

yang berperan pada pembekuan darah. OCH 2CH CH2 OH CH2 CH CH2 0 200 C Alil fenil eter o-Alilfenol H2C H2 C CH2 O CH O CH OH CH CH2 CH2 CH2 tautomerisasi H .H+.HadiPoerwono 2016/4/12 Penataan-ulang Claisen • Pemanasan alil fenil eter sampai 200ºC menyebabkan suatu reaksi intermolekuler yang dinamakan penataan-ulang Claisen. • Vitamin K1. OH O .4-Naftokuinon Vitamin K1 タイトル 59 . Produk yang dihasilkan adalah o-alilfenol. mengandung struktur 1.4-naftokuinon.4-benzenadiol) menghasilkan suatu senyawa yang dikenal sebagai p-benzokuinon. + H+ 117 Intermediat tidak stabil Kuinon (Quinon) • Oksidasi hidrokuinon (1.2e- + 2 H+ + 2e- OH O Hidrokuinon p-Benzokuinon O O CH3 CH3 CH2 CH C(CH2 CH2 CH2CH)3 CH 3 CH3 O O 118 1.