You are on page 1of 16

Mata Kuliah Mikrobiologi Lingkungan

PROSES BIOLOGI DALAM LINGKUNGAN & PENGGUNAANNYA
DALAM KESEHATAN LINGKUNGAN

Disusun Oleh :
KELOMPOK 8
Ananda Savira Rahmat (P2.31.33.1.15.004)
Dwita Indah Sari (P2.31.33.1.15.014)
Inanda Putika Sari (P2.31.33.1.15.021)
M. Zufar Ibrahim (P2.31.33.1.15.029)
Tika Dwi Astuti (P2.31.33.1.15.042)
Viska Fitri Arly (P2.31.33.1.15.044)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PROGRAM STUDI D-IV TINGKAT
II
Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120
Telp.(021)7397641, 7397643.Fax (021) 7397769
2016

Jika oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi maka disebut respirasi aerob. seperti nikotinamida adenin dinukleotida (NADH). siklus kreb (the tricarboxylic acid cycle) dan transfer elektron. a. 1) Respirasi Respirasi merupakan proses terjadinya pembongkaran suatu zat makanan sehingga menghasilkan energi yang diperlukan oleh mikroorgnisme tersebut. Ada juga spesies bakteri yang mampu melakukan respirasi tanpa adanya oksigen. H2O dan menghasilkan energi. Banyak tahap reaksi yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Menurut penyelidikan energi yang terlepas sebagai hasil pembakaran 1 grammol glukosa adalah 675 Kkal. Mikroorganisme memiliki keragaman dalam proses metabolisme untuk menghasilkan ATP dan koenzim tereduksi (Waiter et al 2001). 1 . Respirasi Aerob Respirasi aerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang mengubah glukosa secara sempurna menjadi CO2. Dalam respirasi aerob. PEMBAHASAN A. dan panas. Reaksi- reaksi tersebut dibedakan menjadi tiga tahap yakni glikolisis. PROSES PEMECAHAN BAHAN ORGANIK OLEH MIKROBA Proses pemecahan bahan organik oleh mikroba adalah degradasi/proses penguraian. Katabolisme menghasilkan generasi energi potensial dalam bentuk adenosin 5’-trifosfat (ATP) dan reduksi Koenzim. dan reaksi kimianya dapat digambarkan sebagai berikut: C6H12O6 + 6 O2 → 6 CO2 + 12 H2O + 675 Kkal Dalam kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhan itu. maka peristiwa itu disebut respirasi anaerob. nicotinamide adenin dinukleotida fosfat (NADPH) dan flavin adenin dinukleotida (FADH2). yaitu mengubah molekul besar menjadi moekul kecil dengan menghasilkan energi yang dilakukukan oleh mikroorganisme atau disebut juga dengan katabolisme. glukosa dioksidasi oleh oksigen.

2 .  Siklus krebs atau asam sitrof merupakan reaksi tahap kedua dalam respirasi aerob. yang masing- masing menyebabkan tetanus dan botulisme.  Glikolisis adalah proses pengubahan glukosa menjadi molekul asam piruvat di dalam sitoplasma. Bakteri anaerob fakultatif adalah bakteri yang dapat hidup dengan baik bila ada oksigen maupun tidak ada oksigen.  Sistem transpor elektron (TPE) merupakan rangkaian pembentukan molekul air yang melepaskan energi untuk pembentukan ATP secara langsung dari anorganik. Streptococcus. Pada transpor elektron respirasi. 2 molekul NADPH dan 2 molekul ATP. Respirasi Anaerob Respirasi anaerob adalah suatu proses di mana organisme menghasilkan energi dalam ketiadaan oksigen. Dengan melibatkan electron transport system (ETS). Anaerob fakultatif dapat hidup dengan adanya atau tidak adanya oksigen. sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang dilanjutkan dengan oksidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air. Hasil dari reaksi siklus kreb yaitu. sebagai hasil sampingan respirasi selain CO2. Lactobacillus. Anaerob obligat adalah organisme yang mati bila terkena oksigen. Beberapa bakteri fakultatif anaerob dan obligatif anaerob melakukan respirasi anaerob. Hasil dari glikolisis adalah 2 molekul asam piruvat. Persamaan reaksi transpor elektron 6O2 + 24 H 12 H20 +34 ATP b. tetapi terminal akseptor elektron selain oksigen. 6 NADPH 2. Contoh jenis ini termasuk Escherichia coli. dan 2 ATP. 2 CO2. Contoh bakteri anaerob fakultatif antara lain Escherichia coli. Alcaligenes. daur krebs akan keluar elektron dan ion H+ yang dibawa sebagai NADH2 (NADH + H+ + 1 elektron) dan FADH2. sepertiClostridium tetani dan Clostridium botulinum. tetapi lebih memilih untuk menggunakan oksigen. 2FADH2. dan Aerobacter aerogenes.

yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). untuk kembali dipakai dalam bentuk bebas. Pseudomonas aeruginosa. yang hanya mereduksi nitrat menjadi nitrit. yang mana nitrat direduksi menjadi nitrit dan nitrogen oksida menjadi dinitrogen. Proses denitrifikasi merupakan salah satu dari rangkaian siklus nitrogen yang berperan dalam mengembalikan senyawa nitrat yang terakumulasi di wilayah perairan. Proses ini pada umumnya berlangsung secara anaerobik (tanpa melibatkan molekul oksigen. Proses ini memiliki beberapa langkah. O2). yang disebut sebagai dissimilatory nitrate reduction atau denitrifikasi.+ 12 e. Reaksi denitrifikasi sebagai berikut: 2NO3. 3 . Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.+ 12 H+ → N2 + 6 H2O Denitrifikasi dilakukan oleh spesies Pseudomonas stutzeri. seperti dinitrogen oksida (N2O). E. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. dan enzim. Respirasi Nitrat Respirasi nitrat dilakukan oleh bakteri anaerob fakultatif. Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Sedangkan bakteri fakultatif Anaerob seperi. Di samping itu. dapat ditemukan senyawa nitrogen oksida (NO) sebagai hasil sampingan metabolisme. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Pada beberapa kelompok bakeri denitrifikasi. coli dan sejenisnya. Bakteri ini adalah kelompok bakteri yang memiliki kemampuan untuk melakukan reaksi reduksi senyawa nitrat (NO3-) menjadi senyawa nitrogen bebas (N2). terutama laut.Contoh respirasi anaerob : 1. Paracoccus denitrificans dan Thiobacillus denitrificans.

glisin dan oksida trimetilamina) dapat berfungsi sebagai terminal elektron akseptor untuk respirasi anaerob tertentu bakteri. rawa. misalnya usus beberapa hewan. fumarat. Reaksi sulphate respiration sebagai berikut: SO42. yang semuanya oligatif anaerob. sawah dan digester limbah lumpur. Bakteri ini membutuhkan sulfat sebagai aseptor proton dan terduksi menjadi sulfit. Reaksi respirasi karbonat hingga membentuk metan sebagai berikut: CO2 + 4H2 →CH4 + 2H2O Selain nitrat.+ 8 H+ → S2. B.+ 8 e. Bakteri metanogen yang biasa menggunakan hidrogen sebagai sumber energi dan ditemukan di lingkungan yang rendah nitrat dan sulfat. Respirasi Sulfat Respirasi sulfat dilakukan oleh sebagian kecil bakteri heterotrophic. Respirasi Karbonat Respirasi Karbonat dilakukan oleh bakteri seperti Methanococcus dan Methanobacterium. sulfat dan karbon dioksida. Bakteri tersebut merupakan anaerob obligat yang mereduksi CO2. EFEK PROSES PEMECAHAN BAHAN ORGANIK OLEH MIKROBA 4 . untuk menjadi metana. besi besi (Fe 3+). seperti bakteri dari spesies Desulfovibrio. 2.+ H2O 3. mangan (MN4+) dan beberapa organik senyawa (sulfoksida dimetil. dan kadang-kadang karbon monoksida.

Reaksi : CH3COOH  CH4 + CO2 Gas nitrogen Gas nitrogen sebagai hasil penguraian nitrat dan nitrit. CO2 yg timbul banyak dan cepat. Contoh : peristiwa denitrifikasi dapat mengurangi kesuburan tanah karena terajdi di tempat tempat tertutup dan kekurangan udara. disebut dengan proses denitrifikasi. dengan menggunakan substrat asam cuka. gas tsb akan larut dlm cairan medium dan dpt juga meninggalkan medium sec. 1. difusi. 5 . Jika CO 2 yg timbul hanya sedikit.Bermanfaat bagi tanaman untuk fotosintesis .Untuk penentuan keasaman tanah Gas Hidrogen Gas ini biasa timbul bersama dengan gas CO 2 sebagai hasil penguraian karbohidrat atau asam amino Contoh: Escherichia coli dalam keadaan tertentu dapat menguraikan asam semut(HCOOH) menjadi CO2 dan H2O Gas Metana Gas metana dihasilkan dari penguraian bermacam-macam senyawa organik di tempat tempat berair seperti di rawa rawa. Fungsi gas karbondioksida . ditunjukkan dgn buih yg timbul pda medium. kubangan. Akibat penguraian bakteri.dan sebagainya Contoh : methanobakterium omelianskii dalam keadaan anaerob menghasilkan gas metana. senyawa organik dpt menghasilkan gas CO2 senyawa organik tsb kebnyakan dari golongan gula. Bakteri denitrifikasi adalah Thiobacillus denitrificans Gas Hidrogen Sulfida Gas ini hasil dari penguraian protein dan Senyawa-senyawa lain yang mengandung belerang. Gas Gas Karbondioksida Gas timbul dari hasil pernafasan aerob dan pernafasan anaerob.

Asam Asam Belerang(H2SO4) Bakteri belerang dapat mengoksidasikan hidrogen sulfida menjadi unsure S bebas atau menjadi asam belerang ( asam anorganik). Amoniak dioksidasi menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas atau oleh bakteri Nitrosococcus. Dgn mereduksi nitrat 2. Gula Laktosa dalam Asam susu merupakan substrat yg baik bagi Streptococcus Lactis(menghasilkan 1% asam susu) dan Lactobacillus. dan beberapa spesies diantaranya menghasilkan 6-10% asam cuka. Fungsi : Peristiwa nitrifikasi akan menambah kesuburan tanah Asam Susu(CH3CHOH. Bakteri tersebut bersifat aerob. Cara deaminasi 2.COOH) Hasil penguraian bermacam-macam zat organik. Asam susu dihasilkan dari fermentasi karbohidrat. kemudian dioksidasikan oleh bakteri Nitrobacter menjadi asam nitrat. Asam Cuka(CH3COOH) Asam cuka timbul dari basil kegiatan bakteri Acetobacter. Bakteri yang banyak menghasilkan hidrogen sulfida adalah desulfovibrio desulfuricans Gas Amoniak Amoniak adalah hasil penguraian protein dan senyawa-senyawa lain yang mengandung nitrogen. Asam nitrat(HNO3) Terbentuk karena kegiatan bakteri nitrifikan.reaksinya : • 2H2S + O2  2H2O + 2S • 2S + 2H2O + 3O2  2H2SO4 Reaksi diatas dapat dilakukan dengan jalan kemosintetik fotosintesik oleh bakteri dalam tanah yg banyak mengandung hidrogen sulfida atau di dalam tanah yang diberi belerang. Dgn pertolongan enzim urease 3.(menghasilkan 4% asam susu). terutama gula oleh akteri Asam susu.Contoh: pembusukan bangkai serta penguraian sulfat di tempat tempat yang becek menimbulkan banyak gas H2S. Proses kimia yg terjadi dengan reaksi sbb : 6 . Proses tersebut dijabarkan dgn 3 cara : 1.

Substrat fermentasi yaitu asam piruvat difermentasi menjadi asetaldehid dan terbentuk hasil produk terakhir yaitu etanol. asam butirat. Prosesnya : 1) Glukosa  asam piruvat (proses Glikolisis) C6H12O6  2 C2H3OCOOH + Energi enzim 2) Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat. asam kaproat. Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob. Contoh dari fermentasi alkohol. Contohnya fermentasi alkohol. isopropil alkohol 1) Fermentasi Fermentasi adalah proses pemecahan glukosa tanpa oksigen.H2X1COOH) Beberapa asam lemak yang dihasilkan oleh Mikroba adalah asam propionat.Asam Lemak(C. maka hewan dan tumbuhan tersebut. asam kaprilat. yakni dilakukan oleh jamur. 2 C2H3OCOOH+2 NADH2 2 C2H5OCOOH+2 NAD 7 . • Asam propionat dihasilkan oleh bakteri Propionibactenum Manfaat : Untuk pemuatan keju dan swiss • Asam butirat dihasilkan oleh beberapa genus Clostridium Manfaat : Untuk menghasilkan butil alkohol. Reaksinya: C6H12O6  2 C2H5OCOOH + Energi. namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu hal. aseton. Pada kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob. a) Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. asam valerat. fermentasi asam laktat dan lain-lain.

Dekarboksilasi asam piruvat. Gula (C6H12O6) asam piruvat (glikolisis) 2. satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP. satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP. alkohol dehidrogenase enzim Ringkasan reaksi : C6H12O6  2C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi c) Fermentasi Asam Cuka merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. bandingkan dengan respirasi aerob. Reaksi: aerob 8 . Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat : 8 ATP — 2 NADH2 = 8 . Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter aceti) dengan substrat etanol. b) Fermentasi Alkohol Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.2(3 ATP) = 2 ATP. Dalam fermentasi alkohol. Asam piruvat  asetaldehid + CO2. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob. piruvat dehidrogenasa. 2 CH3CHO + 2 NADH22 C2HsOH + 2 NAD. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol (etanol). Reaksinya : 1. piruvat dekarboksilase (CH3CHO) 3.

C6H12O6  2 C2H5OH  2 CH3COOH + H2O + 116 kal (glukosa) bakteri asam cuka asam cuka. komposisi kandungan. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang EM. EM berupa larutan coklat dengan pH 3. Lactobacillus sp. Microorganisme ini dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. dengan EM4 nya. lingkungan. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan.Actinomycetes.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada. dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. sacharida. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula.0. Meski berbeda. Jepang. 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. fungsi dan jenis-jenis EM. Dalam EM ini terdapat sekitar 80 genus microorganisme fermentor. alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman. MACAM-MACAM MIKROORGANISME DALAM PEMBUSUKAN SAMPAH Proses pembuatan kompos yang dilakukan mempergunakan larutan effective microorganisme yang disingkat EM. EM pertama kali ditemukan oleh Prof. maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus. Bahan terlarut seperti asam amino. dkk. Streptomycetes sp. EM merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Proses Biologi Pembusukan Sampah Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. kesehatan dan industri. Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian.5-4. perikanan. peternakan. Secara global terdapat 5 golongan yang pokok yaitu: Bakteri fotosintetik. 2003). 9 . Ragi (yeast). Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan.

menekan bau limbah. percepat perombakan bahan organik.5. dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan. actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba. sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. meningkatkan kualitas daging. meningkatkan kandungan humus tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksidan. Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik.Jenis-jenis EM yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomicetes. menggemburkan tanah. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman.5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. perpanjang daya simpan produksi pertanian. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah. menghilangkan bau busuk. PERAN BAKTERI TERHADAP PEMBUSUKAN SAMPAH 10 . dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen. Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik. asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat. menghasilkan enzim dan hormon. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil. meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu. mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan. Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8. bakteri asam laktat. EM5 berupa pestisida organik. fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk. meningkatkan cita rasa produksi pangan. EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8. ragi dan jamur fermentasi. meningkatkan daya dukung lahan. Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut. lignin dan cellulose. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino. Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara.

Oleh karenanya. Kotoran ayam dan cacing) pada pengolahan pembuatan pupuk organik dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas pupuk organik. Sementara dalam kondisi cukup oksigen (aerobik). serta peluang pasarnya sangat baik. Perbedaan teknik tersebut berkaitan dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi proses penguraian (dekomposisi) bahan – bahan sampah. penguraian akan menghasilkan H2O dan CO2. keberadaan bakteri jenis saprofit ini. karena pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas biologis dalam tanah. Bakteri saprofit berperanan menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati. Perbedaan dari kedua proses pembuatan pupuk organik tersebut ternyata terletak pada metode dan adanya bahan inokulan (EM-4. niscaya bumi kita 11 . kondisi sampah (utuh atau dipotong terlebih dahulu dan ukuran potongan) serta adanya bahan – bahan tambahan seperti abu dan kapur. misalnya dapat memberdayakan ekonomi masyarakat. material organik akan menjadi gas amoniak. bakteri membersihkan dunia dari sampah dan limbah organik. Struktur tanah dapat diperbaiki dengan meningkatnya porositas tanah. karbohidrat dan senyawa organik lainnya. serta senyawa lain dalam bentuk nutrisi. Pada hakekatnya sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik yang bernilai ekonomis. bahannya melimpah dan mudah diperoleh. jenis jasad pengurai (dekompucer). dengan cara ini. yaitu pemberian inokulan ( EM-4. sehingga tanah menjadi gembur. sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan. suhu.sebagai alternatif pengadaan lapangan kerja. kotoran hewan. 2005) Sampah organik dan limbah organik dapat memberi manfaat kepada manusia setelah terlebih dahulu dirobah menjadi pupuk organik oleh peranan bakteri menguntungkan bagi manusia. dan cacing). 2005) Penanganan sampah menjadi pupuk organik memberikan banyak keuntungan. yaitu pengaturan aerasi. yang pada akhirnya akan berpengaruh pada peranan pupuk organik (Asngad. juga dapatdigunakan sebagai bahan penyubur tanah. Penguraian dalam kondisi tanpa oksigen (anaerobik). dan hasilnya lebih baik dibanding dengan menggunakan pupuk organik hasil pemrosesan secara konservatif (Asngad. Untuk jenis jasad pengurai dan metode pembuatan pupuk organik perlu dikaji lebih lanjut. Pembuatan pupuk organik (kompos) dengan cara baru. hidrogen sulfida (H2S). sisa-sisa atau kotoran organisme. Dengan adanya beberapa keuntungan tersebut maka dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah lingkungan. kelembaban. yang menyebabkan cacing tanah dapat hidup subur dan menyebabkan tanah lebih gembur sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pupuk organik sendiri bukanlah pupuk utama tetapi apabila diberikan pada tanah dapat memperbaiki tekstur tanah. Dengan adanya cara yang baru. Tanpa kehadiran si jasad renik ini. Proses pembuatan pupuk organik secara konservatif membutuhkan waktu 8 – 12 minggu. sedang apabila menggunakan sistem baru (penambahan inokulan) hanya memerlukan waktu 4 sampai 8 minggu dan hasilnya lebih baik. mengingat kedua hal tersebut cukup relevan dengan kualitas pupuk organik. methana (CH4) dan senyawa lain yang lebih sederhana. Bakteri sahabat manusia (probiotik) tersebut menguraikan protein. Cara ini biasanya memerlukanwaktu relatif lebih singkat sehingga lebih efisien. telah diuji cobakan pada tanaman hortikultura. jenis sampahnya.

2. 2002): 1. maka hal-hal berikut. Septic tank Sebagai seorang yang berprofesi sebagai sanitarian atau kesehatan masyarakat. sehingga sekarangpun nama itu seakan telah menjadi trade mark sanitarian (sebagai mantri kakus). tentu akan sangat akrab dengan kata septic tank. Bahkan dahulu diawal melakoni pendidikan kesehatan lingkungan (saat ospek) nama ini dijadikan nama identitas. dan lain-lain. Septic tank.merupakan cara yang memuaskan dalam pembuangan ekskreta untuk kelompok kecil yaitu rumah tangga dan lembaga yang memiliki persediaan air yang mencukupi. berdampingan dengan jasad hidup. Secara teknis desain atau konstruksi utama septic tank sebagai berikut : a. Penyelidikan yang seksama harus dilakukan sebelum membuat jamban cubluk (pit privy). kakus bor (bored-hole latrine). kolam pembuangan. harus diperhatikan untuk memilih lokasi penempatan sarana pembuangan tinja (Soeparman.akan penuh oleh sampah organik dan limbah organik. Hal ini dikarenakan pencemaan dapat terjadi secara langsung melalui saluran dalam tanah tanpa filtrasi alami ke sumur yang jauh atau sumber penyediaan air minum lainnya. Pipa ventilasi 12 . 2007). Pada dasarnya tidak ada aturan pasti yang dapat dijadikan sebagai patokan untuk menentukan jarak yang aman antara jamban dan sumber air. 2000). dan sumur resapan di daerah yang mengandung lapisan batu karang atau batu kapur. Berikut adalah informasi yang sebaiknya kita ketahui terkait dengan septic tank tersebut. Septic tank merupakan cara yang terbaik yang dianjurkan oleh WHO tapi memerlukan biaya mahal. tetapi tidak memiliki hubungan dengan sistem penyaluran limbah masyarakat (Chandra. jetting. Dengan memperhatikan pola pencemaran tanah dan air tanah. yakni segala material yang berasal dari jasad mati. tekniknya sukar dan memerlukan tanah yang luas (Entjang. disamping nama-nama trend lainnya seperti bowl.

Zat-zat yang tidak dapat hancur bersama-sama dengan lemak dan busa akan mengapung dan membentuk lapisan yang menutup permukaan air dalam tangki tersebut. Pipa penghubung d. Di dalam tangki ini tinja akan berada selama beberapa hari. Hasilnya. 2003): 1. lapisan ini disebut scum yang berfungsi mempertahankan suasana anaerob dari cairan di bawahnya. sebagai tempat tinja dan air buangan masuk dan mengalami dekomposisi. Selama waktu tersebut tinja akan mengalami 2 proses (Notoatmodjo. Proses biologis Dalam proses ini terjadi dekomposisi melalui aktivitas bakteri anaerob dan fakultatif anaerob yang memakan zat-zat organik dalam sludge dan scum. Gambar proses pembusukan sampah dan septic tank 13 . Mekanisme Kerja Septic Tank Septic tank terdiri dari tangki sedimentasi yang kedap air. selain terbentuknya gas dan zat cair lainnya. yang memungkinkan bakteri- bakteri anaerob dapat tumbuh subur. Tutup septic tank A. Cairan enfluent ini akhirnya dialirkan keluar melalui pipa dan masuk ke dalam tempat perembesan. Kemudian cairan enfluent sudah tidak mengandung bagian- bagian tinja dan mempunyai BOD yang relatif rendah. 2. Proses kimiawi Akibat penghancuran tinja akan direduksi dan sebagian besar (60-70%) zat-zat padat akan mengendap di dalam tangki sebagai sludge. B. b. adalah juga pengurangan volume sludge. Dinding septic tank c. yang akan berfungsi pada proses berikutnya. sehingga memungkinkan septic tank tidak cepat penuh.

14 .

01 WIB.blogspot.html diakses pada 17 Oktober 2016 pukul 13.co. http://ayudarakharisma.blogspot. 2012.html diakses pada 17 Oktober 2016 pukul 16. DAFTAR PUSTAKA http://adibfauzanh0712004. Meilia Puspita.id/2015/01/makalah-mikrobiologi-metabolism e. Program Studi Kima Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal. Sari. Anabolisme dan Katabolisme.id/2014/09/makalah-mikrobiologi-metabol isme-mikroba.53 WIB. 15 .co.