You are on page 1of 19

TERMOKIMIA

Disusun Oleh :
Nurwandiansa Putri
Farmasi E

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO

2015

Penyusun. semoga makalah ini dapat memudahkan siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dapat memicu dalam meningkatkan prestasi. Makalah ini dikemas sedemikian rupa sebagai buku pendamping materi. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. . karena hanya atas karunia-nya makalah ini dapat hadir di tengah-tengah para siswa. Selanjutnya kami berharap.

...........................................1.................. 2 ...................................... Hukum Kekekalan Energi ... Latar Belakang ......... 4 .... Masalah ................................................................................................................ Macam-macam Perubahan Entalpi Standar...........................1 Kesimpulan ..................2......................................................... 5 1.............................................................. i Daftar Isi ................................2............................................. DAFTAR ISI Kata Pengantar ........1... Jenis-Jenis Reaksi Termokimia .............. Persamaan Reaksim kimia sebagaimana Cara Pemiliknya...................................................................................................................... 14 1............................................................................... 1 1........................................... 2 .....3................... 6 1...................................................................................................2............................................................ 2 ...2...........1...................................................... 8 ......................................................................3 Daftar Pustaka ........................................... 15 ..............2 Pengukuran ∆H Reaksi melalui percobaan .. 1 1......................................................3 Perhitungan ∆H Reaksi Menggunakan Data .................3.. i BAB I PENDAHULUAN .................... Sistem dan Lingkungan ............................................................3....................... 1 BAB II MASALAH .............................................. Tujuan ............................................................................. 14 1.. 8 BAB III PENUTUP ............... 14 1....2 Kritik dan Saran ..........................................................................1 Energi dan Entalpi ......................1................. 2 1.................................................... 6 ...................... Dengan percobaan (Kalorimeter) ......................................... Entalpi dan Perubahan Entalpi .................. 1 1.........................................3....... 2 .............

3. Reaksi yang membahas kalor disebut reaksi eksoterm. BAB I PENDAHULUAN 1. . Latar Belakang Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa “Energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan namun dapat di ubah dari satu energi ke energiyang lain dan termokimia merupakan cabang dari ilmu kmia yang mempelajari tentang kalor reaksi. Masalah Termokimia membahas hubungan antara kalor dengan reaksi kmia atau proes yang berhubungan dengan reaksi kimia. Tujuan Agar lebih memahami tentang Termokimia dan mengetahui perbedaan eksotrm dan endotrm. Sedangkan reaksi yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. 2.

Sedangkan reaksi yng menyerap kalor disebut reaksi endotrm. Termokimia membahas hubungan antara kalor dengan reaksi kimia atau proses yang berhubungan dengan reaksi kimi. Berdasarkan interaksi dengan lingkungan. “ Larutan HCl dan NaOH sebagai system dan tabung reaksi. 2. Azas / hokum kekekalan energi disebut juga hukum pertama “Termokimia”. Reaki yang membebaskan kalor disebut reaksi eksotrm. Transfer (pertukaran) energi antara system dan lingkungan dapat berupa kalor (a) atau bentuk engergi lainnya yang sama secara kolektif kita sebut kerja (w). Sistem dan Lingkungan Sistem adalah segala sesuatu yang sedang diamati. rak tabung reaksi dan udara sebagai lingkungan. Tanda untuk kalor dan kerja ditetapkan sebagai berikut : Jika energi (kalor dan kerja) meninggalkan system di beri tanda negative (-). system terbuka system tertutup. Energi Dan Entalpi 1. a. sebaiknya jika engergi memasuki system di beri tanda positif (+). thermometer. system terisolasi. BAB II PEMBAHASAN A. Termokimia adalah cabang dari ilmu kimia yang mempelajari tentang kalor reaki. system di bedakan menjadi 3 macam yaitu. Selanjutnya. Sistem Terbuka . Contoh : Reaksi larutan HCl dan NaOH di dalam tabung reaksi yang diukur suhunya dengan thermometer. Sedangkan lingkungan adalah segla sesuatu di luar system atau segala sesuatu yang berada di sekitar system (dengan apa system tersebut berinteraksi). Hukum Kekekalan Energi Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa “ energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan”.

Contoh : Bila reaksiantara logam magnesium dan asam kelorida encer tersebut di lakukan di dalam suatu tempat yang tertutup rapat (terisolasi) seperti di dalam penyimpanan air panas. . dan energi yang di hasilkan pada reaksi tersebut akan merambat keluar dari system kelingkungan pula. maka gas hydrogen (materi) di dalam system tidak dapat meninggalkan (keluar) dari system. Sistem Tertutup Sistem tertutup adalah suatu system yang antara system dan lingkungan dapat terjadi perpindahan energi. Sistem terbuka adalah suatu system yang memungkinkan terjadi perpindahan energi dan zat (materi) antara lingkungan dengan system). Pada peristiwa ini terjadi reaksi. Contoh : Bila reaksi antar logam magnesium dengan asam klorida encer tersebut dilakukan pada tabung reaksi yang tersumbat dan rapat. Mg(s) + 2HCl (aq) → MgCl2 (aq) + H2 (g) Oleh karena reaksidilakukan pada tabung terbuka maka gas hydrogen yang terbentuk akan keluar dari system ke lingkungan. tetpi tidak dapat terjadi pertukaran materi. b. tetpi perpindahan energi keluar dari system tetap terjadi melalui dinding tabung reaksi. Contoh : Reaksi antara logm magnesium dengan asam klorida encer yang dilakukan pada tabung reaksi yang terbuka. c. Sistem Terisolasi Sistem terisolasi merupakan system yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan energi dan materi antara system dan lingkungan.

Entalpi suatu zat tidak dapat di ukur besaranya. Energi yang dimiliki oleh suatu zat system dapat di golongkan ke dalam energi kinetic dan energi potensial. Jenis . Energi kinetic dan energi yang berkaitan dengan gerak molekul-molekul system.HR < 0 bertanda negative (-) Dengan ∆H = Perubahan entalpi H1 /HR = Entalpi hasil reaksi . Perubahan entalpi ini diperoleh dari selisih entalpi produk dengan entalpi reaktan.Jenis Reaksi Termokimia Reaksi termokimia dapat di bedakan menjadi dua yaitu reaksi eksoterm dan endoterm ReaksiEndotrem : Kelor dari system ke lingkungan ReaksiEndoterm : Kalor dari lingkungan ke system a. ∆H = Hp – Hr 4. Energi dan Perubahan Entalpi Jumlah energi yang dimiiki suatu zat dalam segala bentuk disebut entalpi dan lambing “H” (berasal dari kata heart = panas). sedangkan bentuk energi lain yang tidak berhubungan dengan gerak disebut energi potensil. tetapi perubahan entalpinya (∆) dapat diukur. Reaksi Eksoterm Ciri-ciri :  Kalor berpindah dari system ke lingkungan  Engergi / entalpi awal (H1) > dari energi / entalpi akhir (H2)  ∆H = H2 – H1 atau ∆H = Hp . 3.

yang diukur pada keadaan standar (25 oc.C = (Combustion) Perbahan entalpi pembakaran standar (adalah besarnya perubahan entalpi pada pembakaran 1 mol senyawa dengan O2 dari udara yang diukur pada keadan standar (25O. Perubahan entalpi pembakaran standar (∆H CO.5 Kj b.4 kj. Macam-Macam Perubahan Energi Standar a.f = Formation) Perubahan entalpi pebentukan standar adalah besarnya perubahan entalpi pada pembentukan 1mol senyawa dari unsure-unsur pembentukannya. H2 / HP = Entalpi Pereaksi Contoh : C (s) + O2(g) ∆H = . . Perubahan Entalpi Penguraian Standar (∆do. 1atm) Contoh : NH3(g) → ½ N2 + 3/2 H2(g) ∆H = + 46 kj c. Reaksi Endoterm Ciri-ciri :  Kalor berpindah dari lingkungan kesistem  Energi atau entalpi awal (H1) < dari energi / entalpi akhir (H2)  ∆H = H2-H1/∆H=HP-HR > O bertanda Positif (+) Contoh : N2 (g) + 2O2 (g) 2CO2(g) ∆H = + 66. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (∆Hf0.393. 5.d = Dissociation) Perubahan entalpi pengurangan standar besarnya perubahan entalpi pada pembentukan 1 mol senyawa menjadi unsure-unsur pembentukannya yang diukur pada keadaan standar (25O. Contoh : ½ N2(g) + 3/2 H2(g) → NH3(g) ∆H = -46 kj b. 1 atm). 1 mol).

Perubahan Entalpi Penguapan Standar (∆HuapO) Adalah besarnya perubahan entalpi pada penguapan 1 mol zat cair 1 mol gas yang diukur.948. Contoh : H2O(l) →H2O(g) ∆H = + 44. Perubahan Entalpi Pentralan Standar (∆HnO) Perubahan entalpi penetralan standar merupakan besarnya perubahan entalpi pad penguapan 1 mol asam dengan basa yang di ukur pada keadan standar.86 kj e. (25O. pada keadaan standar (25O.948. 1 atm). Contoh : C2H5OH(g) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 2H2O(l) ∆H = .86 kj d. Contoh : HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l) ∆H = .05 kj . 1 atm).

Besarnya kalor dapat di ukur dengan mengukur perubahan suhu air menggunakan thermometer.184 j/goc ∆t = Perubahan suhu = t2 – t1 Atau dengan rumus : Q = C . Besarnya kalor dihitung dengan rumus berikut : q = m . Alat yang digunakan adalah calorimeter di dalam calorimeter berlangsung di dalam ruang (kamar) tertutup yang di kelilingi oleh air yang sudah di ketahui massanya. PENGUKURAN ∆H REAKSI MELALUI PERCOBAAN 1.B. ∆t Keterangan : q = Kalor yang diserap / dilepas m = Massa air c = Kalor jenis air = 4. c . ∆t Keterangan : C = Kapsitas kalor calorimeter Besarnya perubahan antalpi reaksi dpat dihitung dengan rumus : Contoh : . Dengan Percobaan (Kalorimeter) Prinsip-Prinsip dasar kalori meter dalah kalor / perubahan entalpi (∆H) suatu reaksi kimia diukur dengan menggunakan alat yang disebut calorimeter.

2 – 25 = 5.4.0 = 16 dan H-1). Jawab : Diket : Massa methanol (CH3OH) = 3.184.270 Joule = 65. 2704 kj Mol CH3OH = .000 gram ∆t = 30. ∆t = 3. Jika suhu 3.Ke dalam sebuah calorimeter bom di bakar 3.184 j/goc Penyelesaian : q = m.2 gram Massa air = 3. Maka hitunglah entalpi pembakaran gas methanol tersebut.c.000.2 gr methanol (ArC = 12.2 = 65.5.184 j/goc.000 gram air naik dari 25oC menjadi 30OC dan kalor jenis air = 4.2 C = 4.

Karena tidak semua reaksi kimia dapat di langsungkan. Harga ∆H Begantung pada Jumlah Zat Seperti di kemukakan sebelumnya bahwa harga ∆H berbanding lurus dengan mol. 1. Persamaan reaksi dapat di tulis : CH4 + O2 → CO2 + 2H2O ∆H = . dengan demikian harga ∆H pun terhitung pada jumlah zat. ∆H reaksi juga dapat dihitung tanpa pecobaan. Yaitu ∆H Jumlah zat a.C. perubahan energi berbanding lurus dengan molekul pada zat kimia yang bereaksi di hasilkan. PERHITUNGAN ∆H REAKSI MENGGUNAKAN DATA Selain dengan cara percobaan.803 kj. Hubungan mol dengan ∆H Secara kentitaif. Persamaan Reaksi Kmia dan Bagaimana Cara Penulisannya Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi kimia yang menyatkan kalor reaksi atau perubahan entalpi (∆H) reaksi. Penulisan persamaan reaksi termokimia di pengaruhi olehhubungan mol. b. Perhitungan perubahan harga ∆H reaksi berikut : . Sebagai contoh: 1 mol (16 gram) metana yang dibakar akan menghasilkan 1 mol karbondioksida dan 2 mol air serta melepasan engeri sebesar 803 kj.

110. C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H = + 110. Menentukan ∆H Reaksi Berdasarkan ∆Hfo . maka tanda ∆H ikut dibalik (--+. Bunyi hukum Hess “ kalor reaksi suatu reaksi secara keseluruhan selalu sama. Menentukan ∆H dengan Hukum Hess Hukum Hess adalah suatu hukum yang berkaitan dengan termokimia.221 kj Berdasarkan persamaan reaksi tersebut dapat di jelaskan hal-hal berikut :  Jika reaksi di balik. tidak dipengaruhi apakah reaksi itu di laksanakan secara langsung atau tidak langsung dan lewat tahap-tahap yang berlainan. maka ∆H pun di kalikan sejumlah x  Jika reaksi di jumlahkan maka ∆H ikut di jumlahkan 2.5 kj 2CO2 (g) → 2C(s) + 2O2(g) ∆H = . Hukum Hess di kemukakan oleh Germain Hendry Hess pada tahun 1840.” ∆H1 Pada pembakaran C dapat berlangsung secara langsung atau 2 tahap Cara Langsung C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H1 Cara2 Tahap C(s) + ½ O2(g) → CO2(g) ∆H2 C(g) + ½ O2(g) → CO2(g) ∆H3 Menurut hukum hess ∆H1 = ∆H2 + ∆H3 3.5 kj Co2 (g) → C(s) + O2(g) ∆H = . +--_  Jika reaksi di kalikan sejumlah x.

yaitu :  Pemutusan ikatan pada pereaksi  Pembentukan ikatan pada ptoduk ∆H reaksi dapat di dengan rumus: ∆H = ∑ energi yang di putus .4 kj = ∆Hof kj NH4Cl – (1/2 ∆HOf N2 + 2∆HOf H2 + ½ ∆HfCl2 .4 kj Untuk membuktikan bahwa ∆HOf NH4Cl = .∑∆Hfo = ∑∆Hfo kanan .4 KJ Persamaan reaksi dapat diuraikan secara sistematik -314.∑ energi ikatan kanan Tabel energi ikatan rata-rata Ikatan Energi Ikatan (kj/mol) Ikatan Energi Ikatan (kj/mol) C−C 345 N−H 390 C=C 611 H−F 569 .314.4 kj = ∆HOf NH4Cl -0 => ∆HOf NH4Cl : . ∆H Reaksi dapat di tentukan dengan rumus berikut : ∆H Reaksi = ∑∆Hfo hasil reaksi .4 (Ingat ∆H0f unsure bebas = 0) 4.∑∆Hfo pereaksi Contoh : ½ N2 (g) + 2H2(g) + ½ Cl2(g) → NH4Cl(s) ∆HOf = -314. Menentukan ∆H Reaksi Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan pada fase yang diperlukan atom-atomnya Reaksi kmia antar molekul dapat dianggap berlangsung dalam dua tahap.314.314.∑ energi ikatan yang di bentuk = ∑ energi ikatan kiri .

∑ energi ikatan kanan = (N≡N) + 3 (H-H) – 6 (N-N) = 946 + 3(436) – 6 (390) = . Energi Bahan Bakar . C≡C 837 H−Cl 432 C−H 415 H−Br 370 C−O 350 H−I 299 C=O 741 H−H 436 C≡N 891 H−O 464 C−C1 330 F−F 160 C−Br 275 Cl−Cl 243 O=O 498 Br−Br 190 N≡N 946 I−I 150 Contoh soal : Dengan menggunakan tabel energy rata-rata tentukan ∆H reaksi berikut : N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g) Jawab : N ≡ N +3 H – H → 2H – N – H H ∆H Reaksi = ∑ energi ikatan kiri .86kj/mol 5.

Pada pembakaran tidak sempurna. Pembakaran tidak sempurna juga menghasilkan efek samping jelaga yang mengotori perkakas yang kita pakai. (b). CONTOH SOAL 1. Perubahan reaksi entalpi bertanda positif Jawab : Yang termasuk reaksi eksoterm adalah pernyataan (a). Menaikkan suhu lingkungan e. Entalpi system nertambah c. Setelah berinteraksi dengan oksiegn di udara gas CO akan membentuk CO 2. Berlangsung pada suhu rendah d. (e) perubahan entalpi reaksi bertanda negative dan semua pertanyaan ini merupakan cirri-ciri reaksi eksoterm . Pembakaran bahan berlangsung 2 cara sebagai berikut : a. (d). Kalor mengalir dari system ke lingkungan b. b. Cara Sempurna Reaksi : CH4 + 2O2 → CO2 + H2O + Energi Gas CO2 merupakan gas rumah kaca yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adan akhirnya menyebabkan pemanasan global. (b) entalpi system bertambah (d) menaikan suhu lingkungan. Dibawah ini manakah yang benar untuk reaksi eksoterm ? a. (e). Cara tidak sempurna Reaksi : CH4 + 3/2 O2 → CO + 2H2O + Energi Gas CO merupakan gas tidak bebau dan berwarna namun beracu. karena pernyatan (a) menyatakan bahwa kalor mengalir dari system kelingkungan.

Jika kalor jenis suhu campuran naik sampai 33. q larutan = m x c x ∆t . Menentukan entalpi reaksi. Tentukan apakah proses berikut tergolong eksoterm / endoterm a. Menentukan kalor larutan dengan rumus q larutan = m x c x ∆t 2. akrena bertanda positif b.5oC. yaitu 4. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air. CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g) ∆H = 178. yaitu jika jumlahmol NaOH dan HCl yang berarti masing-masing 1 mol (sesuai dengan koefisien reaksinya).5 kj Jawab: a.18 j g-1 Tentukanlah perubahan entalpi reaksi HCl (aq) + Na OH(aq) → NaCl(aq) + H2O (l) Jawab : Langkah-langkah penyelesaian adalah 1.5O C. Ternyata suhu campuran naik sampai 33. Tergolong ke dalam proses endoterm. Tergolong ke dalam endoterm karena suhunya turun 3. 2. Menentukan kalor reaksi yaitu = -q larutan 3. Diketahui reaksi berikut : 2NH3 (g) → N2 (g) + 3 H2 (g) ∆H = + 92 kj Gambarlah diagram energi untuk reaksi tersebut 4. Contoh : Soal menggunakan data calorimeter Sebanyak 50 ml (=50 gram) larutan HCl 1 m bersuhu 27OC di campur dengan 50 ml (50 gram) larutan NaOH 1 m bersuhu 27oC dalam suatu calorimeter gelas plastic.

05 l x mol L-1 = 0.717 j Kalor diatas menyertai reaksi antara 50 ml HCl 1 m dengan 50 ml larutan Na OH 1 m Jumlah mol HCl.05 l x mol L-1 = 0. = 100 g x 4. k-1 x 6. Kesimpulan Dengan mempelajari termokimia kita dapat mengetahui perbedaan antara reaksi yang menyerap kalor atau disebut juga dengan reaksi endoterm dan reaksi yang membebaskan kalor atau disebut juga dengan reaksi eksoterm.2. 2.05 mol BAB III PENUTUP 1.5 k = 2.717 q reaksi = q larutan = .05 mol Jumlah mol NaOH = v x m = 0. n = v x m = 0. Saran Apabila ada kesalahan dalam penyampaian materi kritik dan saran sangat diharapkan dari semua pihak. .18 jg-1.

Departemen Pendidikan . Setia Aji Depdiknas. Jakarta: Departemen Pendidikan Pista Kimia IIA. Drs. M. DAFTAR PUSTAKA Michel Purba. CV. Kimia. 2006. Jakarta.Pd. 2007. Unggul Sudarmo.