You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Berlakang
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak
menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebabnya
antara lain meningkatnya usia harapan hidup dan semakin tingginya pajanan faktor
risiko, seperti faktor pejamu yang diduga berhubungan dengan kejadian PPOK;
semakin banyaknya jumlah perokok khususnya pada kelompok usia muda; serta
pencemaran udara di dalam ruangan maupun di luar ruangan dan di tempat kerja.
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan tahun 1990 PPOK menempati
urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian di dunia, dan tahun 2002 menempati
urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker.
Emfisema suatu diagnosis patologis berupa pembesaran abnormal permanen
saluran udara sebelah distal bronkiolus terminalis, disebabkan oleh destruksi dinding
alveoli dan tanpa fibrosis. Keadaan ini menyebabkan penurunan drastis permukaan
alveoli yang merupakan tempat pertukaran gas antara alveoli dengan pembuluh darah.

Kanker paru adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran napas
atau epitel bronkus. Terjadinya kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak
normal, tidak terbatas, dan merusak sel-sel jaringan yang normal. Kanker paru masih
menjadi salah satu keganasan yang paling sering, berkisar 20% dari seluruh kasus
kanker pada laki-laki dengan risiko terkena 1 dari 13 orang dan 12% dari semua
kasus kanker pada perempuan dengan risiko terkena 1 dari 23 orang.

Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu
rongga yang berada di antara paru kanan dan kiri. Mediastinum berisi jantung,
pembuluh darah arteri, pembuluh darah vena, trakea, kelenjar timus, syaraf, jaringan
ikat, kelenjar getah bening dan salurannya. Data frekuensi tumor mediasinum di
Indonesia antara lain didapat dari SMF Nedah Toraks RS Persahabatan Jakarta dan

Tumor Mediastinum. Tumor Mediastinum 1.1 Tujuan Mahasiswa kepaniteraan klinik senior dapat mampu mengetahui.2% teratoma. PPOK 2. 8% tumor syaraf.2 Manfaat 1 Bagi penulis Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mempelajari. Pada tahun1970 . jenis tumor yang ditemukan adalah 32. Tumor Paru 4. 4. Tumor Paru. . Emfisema. 2 Bagi institute pendidikan Dapat dijadikan sumber referensi atau bahan perbandingan bagi kegiatan yang ada kaitannya dengan pelayanan kesehatan. memahami. Tumor Paru. 24% timoma. mediastinum medial 29% dan mediastinum posterior 25.RSUD Dr. Tumor Mediastinum. khususnya yang berkaitan dengan PPOK. Soetomo menjelaskan lokasi tumor pada mediastinum anterior 67% kasus.1990 di RS Persahabatan dilakukan operasi terhadap 137 kasus. Emfisema.5%. Emfisema 3. Data RSUD Dr. mengidentifikasi. dan mengembangkan teori yang telah disampaikan mengenai PPOK. Sutomo Surabaya. dan menjelaskan tentang : 1. 1.3% limfoma.