You are on page 1of 17

A.

ANALISIS MASALAH
1. Ny. ATW, 30 tahun, ibu rumah tangga, masuk ke UGD RSJ Ernaldi Bahar
Palembang karena mencoba bunuh diri. Ny. ATW selalu sedih dan menangis
tanpa sebab.
a. Apa hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan pada kasus? 1 4
Jawab :
Walaupun dalam buku-buku teks tradisional disebutkan bahwa gangguan bipolar
memiliki awitan pada usia yang relatif tua, namun bukti-bukti pada saat sekarang
menunjukkan puncak terjadinya gangguan bipolar adalah pada usia 20 hingga 25
tahun. Beberapa survei menunjukkan gejala-gejala premorbid bahkan bisa
dimulai lebih awal, pada masa remaja. Jarang awitan di atas usia 60 tahun.
Gangguan bipolar terjadi pada laki-laki dan perempuan dengan prevalensi yang
seimbang, kira-kira 1:1(tidak seperti depresi, di mana kejadian pada perempuan
diperkirakan dua kali lebih sering dibandingkan laki-laki).

2. Dua tahun yang lalu terdapat perubahan perilaku yaitu adanya kegembiraan
berlebihan, banyak bicara dan beraktivitas, sering keluyuran serta kurang
tidur. Satu tahun yang lalu ia mengeluh sering mendengar suara seperti ada
orang yang mengobrol dan kadang menyalahkan dirinya, serta ada keyakinan
yang kuat bahwa dirinya banyak kesalahan dan dosa. Ia mulai mengisolasi diri
dan kurang berinteraksi. Kemudian kemunduran makin hebat, kurang bisa
mengurus diri, tak dapat mengerjakan pekerjaan sehari-hari, bicara terbatas,
ucapan kalimat sepatah-dua kata tetapi masih dapat dimengerti. Selama
setahun terakhir ini pasien masih cenderung normal selama beberapa bulan.
a. Apa makna dari perubahan perilaku berupa kegembiraan berlebihan, banyak
bicara dan beraktivitas, sering keluyuran serta kurang tidur? 4 7
Jawab :
Makna dari perubahan perilaku berupa kegembiraan berlebihan, banyak bicara
dan beraktivitas, serta sering keluyuran serta kurang tidur menunjukkan bahwa
pasien berada dalam episode manik. Pada skenario, episode tersebut terjadi dua
tahun yang lalu. Hal ini dapat terjadi jika terdapat kelebihan senyawa amin
(Noreponefrin (NE) dan dopamin).

1

kadang menolak untuk bicara sama sekali. Tanda-tanda autism jelas ada. sering merasa bersalah. ATW. b. 5. Sulit untuk menjawab pertanyaan karena berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau konsentrasi yang merupakan salah satu gejala dari depresi. kadang menangis dan sulit untuk menjawab pertanyaan. Informasi tambahan. jawaban hanya sepatah-dua kata saja. jelas terdapat gangguan asosiasi berupa hemmung. GAF scale sekitar 40-31 saat pemeriksaan (saat ada upaya bunuh diri. Jawaban hanya sepatah-dua kata saja. Kesimpulan Pemeriksaan Psikiatrik: Ditemukan adanya banyak psikopatologi antara lain adanya discriminative insight yang sangat tergganggu. Bagaimana kriteria pemeriksaan RTA? 1 4 2 . TRW. ada stresor dalam satu tahun terakhir terkait masalah keluarga yaitu bentrok dengan keluarga suami. sperrung. ada riwayat gangguan afektif dalam keluarga dan premorbid mengarah ke suatu gangguan kepribadian dengan ciri pasif. dengan demikian konklusinya adalah RTA sangat terganggu. sangat tergantung dengan orang lain. 1. GAF scale menurun sampai 10- 0). merasa tak berdaya bila sendirian dan kondisi ini sering berdampak negatif. kadang menolak untuk bicara sama sekali? 1 4 Jawab : Makna pasien sulit untuk menjawab pertanyaan dan kadang menolak untuk bicara sama sekali yaitu adanya episode depresi yang sedang dialami Ny. 3. Pada autoanamnesis pasien terlihat diam tak banyak bergerak. dan ada autism serta depresi taraf berat. c. Apa makna dari adanya riwayat gangguan afektif dalam keluarga? 4 7 Jawab : Adanya riwayat gangguan afektif dalam keluarga menandakan kemungkinan adanya faktor genetik yang berperan dalam gangguan yang dialami Ny. Apa makna dari pasien sulit untuk menjawab pertanyaan. 4. Terdapat riwayat perkawinan yang baik. Pemeriksaan fisik tidak ada kelainan. c.

6. – Ditemukan adanya tingkah laku yang aneh (bizar) yang tidak diterima oleh lingkungan sosialnya. Kemampuan menilai realita dikatakan terganggu apabila : – ditemukan adanya waham / halusinasi (gejala psikopatologis yang berat) – ditemukan adanya disorganisasi dalam proses berpikirnya sedemikian rupa sehingga dapat dipastikan bahwa pasien tidak mampu lagi menilai realita dengan baik. ATW. c. Pasien mengingkari bahwa dirinya sakit jiwa. diduga mengalami bipolar disorder. Kalsium 3 . Kemampuan ini akan menentukan persepsi. respons emosi dan perilaku dalam berelasi dengan realitas kehidupan. Darah lengkap Darah lengkap dengan diferensiasi digunakan untuk mengetahui anemia sebagai penyebab depresi. Hipotesis: Ny. 30 tahun. . terutama dengan natrium. – Tilikan (insight into illness) tidak ada. Elektrolit Konsentrasi elektrolit serum diukur untuk membantu masalah diagnostic. Apa saja pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit pada kasus? 4 7 Jawab : . Jawab : REALITY TESTING ABILITY (RTA) Kemampuan seseorang untuk menilai realitas. Hiponatremi dapat bermanifestasi sebagai depresi. yang berkaitan dengan depresi. .

. EEG EEG menyediakan garis dasar dan membantu mengesampingkan masalah neurologi. mencetuskan depresi. . Hiperparatiroid. l. Hormone tiroid Tes tiroid dilakukan untuk menentukan hipertiroid (mania) dan hipotiroid (depresi). mempengaruhi jantung. 4 . penyalahgunaan amfetamin dan kokain dapat timbul sebagai mania. . .g hiperparatiroid). Kadar protein rendah. Kehilangan kemampuan untuk menjalankan aktivitas seperti biasa serta merawat diri (disabilitas). Contohnya. Kreatinin dan blood urea nitrogen (BUN) Gagal ginjal dapat timbul sebagai depresi. karena obat-obat ini hanya memiliki sedikit protein untuk diikat. Bagaimana komplikasi dari penyakit pada kasus? 1 4 Jawab : . Resiko bunuh diri meningkat. Kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Beberapa antidepresan. . . dan penyalahgunaan barbiturate dapat timbul sebagai depresi. oleh karena itu. mengecek kadar kalsium sangat penting. . yang dibuktikan dengan peningkatan kalsium darah. Menggunakan tes ini untuk mengesampingkan kejang dan tumor otak. seperti nortriptyline. Skrining zat dan alkohol Penyalahgunaan alkohol dan berbagai macam obat dapat memperlihatkan sebagai mania atau depresi. Kalsium serum untuk mendiagnosis hiperkalsemi dan hipokalsemi yang berkaitan dengan perubahan status mental (e. Protein Kadar protein yang rendah ditemukan pada pasien depresi sebagai hasil dari tidak makan. menyebabkan meningkatkan bioavailabilitas beberapa medikasi.

. fleksibel dan positif. Tidak ditujukan pada fenomena intrapsikik seperti mekanisme defensi dan konflik internal. . Terapi berorientasi-psikoanalitik Mencapai kepercayaan dalam hubungan interpersonal. Dengan demikian pasien belajar untuk berfungsi di dunia dengan cara tertentu dimana mereka mendapatkan dorongan positif. serta penyimpangan pola berpikir hanya ditujukan bila memang mempunyai efek pada hubungan interpersonal tersebut. tetapi juga mengkaji peran seluruh keluarga dalam pemeliharaan gejala 5 . pertama. Terapi keluarga Diindikasikan untuk gangguan yang membahayakan perkawinan pasien atau fungsi keluarga atau jika gangguan mood dapat ditangani oleh situasi keluarga. LEARNING ISSUE Tatalaksana Bipolar Disorder Terapi psikososial . Menghilangkan episode depresi dan mencegah rekurennya dengan membantu pasien mengidentifikasi dan uji kognitif negatif. Terapi interpersonal (Gerrad Kleman) Memusatkan pada masalah interpersonal yang sekarang dialami oleh pasien dengan anggapan bahwa masalah interpersonal sekarang mungkin terlibat dalam mencetuskan atau memperberat gejala depresi sekarang. Problem interper- sonal saat ini berperan dalam terjadinya gejala depresi. kapasitas dalam merasakan kesedihan serta kemampuan dalam merasakan perubahan emosional secara luas. Terapi ini difokuskan pada problem interpersonal yang ada. Terapi perilaku Terapi didasarkan pada hipotesis bahwa pola perilaku maladaptif menyebabkan seseorang mendapatkan sedikit umpan balik positif dari masyarakat dan kemungkinan penolakan yang palsu. Diasumsikan bahwa. Terapi kognitif (Aaron Beck) Tujuannya : a. mekanisme penyesuaian. problem interpersonal yang ada saat ini merupakan akar terjadinya disfungsi hubungan interpersonal.B. Terapi keluarga meneliti peran suasana hati teratur dalam keseluruhan kesejahteraan psikologis dari seluruh keluarga. . Mengembangkan cara berpikir alternatif. Keterbatasan asertif. gangguan kemampuan sosial. b. serta melatih kembali respon kognitif dan perilaku yang baru. . Biasanya sesi berlangsung antara 12 sampai 16 minggu dan ditandai dengan pendekatan terapeutik yang aktif. keintiman.

Suatu onset yang berkembang cepat gejala juga dapat menjadi indikasi untuk rawat inap. Pasien dengan gangguan mood sering tidak mau masuk rumah sakit secara sukarela. pasien. pasien yang sangat berkurang kemampuannya untuk makan dan kebutuhan untuk prosedur diagnostik. Pasien yang manik sering memiliki seperti kurangnya wawasan gangguan mereka yang rawat inap tampaknya benar-benar tidak masuk akal bagi mereka. Jelas indikasi untuk rawat inap adalah risiko bunuh diri atau pembunuhan. Mood stabilizer + antipsikotik atipikal. Tanda-tanda klinis dari gangguan penilaian. atau insomnia harus minimal. Mood Stabilizer 2. 6 . Antipsikotik atipikal 3. Weltanschauung negatif (pandangan dunia). Episode mania atau hipomania 1. dan keputusasaan. Pasien dengan gangguan mood memiliki tingkat tinggi perceraian. tidak ada menarik diri dari pasien. . Pasien-pasien ini sering tidak dapat membuat keputusan karena pemikiran mereka melambat. Setiap perubahan negatif dalam gejala-gejala pasien atau perilaku mungkin cukup untuk menjadi indikasi rawat inap rawat inap. dan sekitar 50 persen dari semua pasangan melaporkan bahwa mereka tidak akan menikah atau memiliki anak jika mereka tahu bahwa pasien akan mengembangkan gangguan mood. Farmakoterapi Pendekatan farmakoterapeutik terhadap gangguan bipolar telah menimbulkan perubahan besar dalam pengobatannya dan secara dramatis telah mempengaruhi perjalanan gangguan bipolar dan menurunkan biaya bagi penderita. Seorang dokter dapat dengan aman mengobati depresi ringan atau hypomania dengan rawat jalan jika evaluasi pasien terus rutin dilakukan. penurunan berat badan. Sering digunakan pada kasus depresif berat atau mempunyai risiko bunuh diri yang besar dan respon terapi dengan obat antidepresan kurang baik (dengan dosis yang sudah adekuat). Sistem pendukung pasien harus kuat. Terapi Fisik : Electro Convulsive Therapy (ECT) Terapi dengan melewatkan arus listrik ke otak melalui 2 elektrode yang ditempatkan pada bagian temporal kepala. Rawat Inap Yang pertama dan paling penting keputusan dokter harus dibuat adalah apakah untuk memutuskan pasien rawat inap atau pasien rawat jalan. dan mungkin harus sengaja dimasukan.

Antipsikotik atipikal + antidepresan 7 . Mood stabilizer + antidepresan 5. Antidepresan 2. Mood stabilizer 3. Antipsikotik atipikal 4. Episode depresi 1.

• Injeksi IM Diazepam yaitu 10 mg/kali injeksi. Dosis maksimum Lorazepam 4 mg/hari. klorpromazin. risperidon + karbamazepin. litium atau divalproat + olanzapin. ECT. litium atau divalproat + quetiapin. Berespons dalam 15-30 menit. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik karena mengganggu stabilitas antipsikotika Lini II • Injeksi IM Haloperidol yaitu 5 mg/kali injeksi. litium atau divalproat + aripiprazol Lini II Karbamazepin. lamotrigin. Rekomendasi terapi pada mania akut Tabel 2 Terapi mania. Lini I Litium. klozapin Tidak direkomendasikan Gabapentin. • Injeksi IM Olanzapin efektif untuk agitasi pada pasien dengan episode mania atau campuran akut. aripiprazol. litium + karbamazepin. topiramat. Interval pengulangan injeksi adalah dua jam. olanzapin + karbamazepin Gambar 1. 8 . divalproat. quetiapin. litium atau divalproat + risperidon. risperidon. quetiapin XR. litium atau divalproat haloperidol. Injeksi lorazepam 2 mg/injeksi. Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi IM Aripiprazol atau Olanzapin. Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi haloperidol IM.75mg/injeksi. Dosis adalah 9. Dapat diulang setelah 30 menit. olanzapin. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik. Algoritma terapi mania akut. Table 1 Penatalaksanaan kedaruratan agitasi akut. Berespons dalam 45-60 menit. paliperidon Lini III Haloperidol. Dosis maksimum adalah 15 mg/hari.25mg/hari (tiga kali injeksi per hari dengan interval dua jam). Dosis maksimum adalah 30mg/hari. Sebanyak 90% pasien menerima hanya satu kali injeksi dalam 24 jam pertama. Lini I • Injeksi IM Aripiprazol efektif untuk pengobatan agitasi pada pasien dengan episode mania atau campuran akut. Dosis 10mg/ injeksi. litium + divalproat. Dosis maksimum adalah 29.

litium atau divalproat + lamotrigin Lini III Karbamazepin. Lini I Litium. litium atau divalproat + venlafaksin. GB I Tabel 3 Penatalaksanaan episode depresi akut. aripiprazol monoterapi Gambar 2 Alogaritma terapi GB I. olanzapin + SSRI. litium + karbamazepin. ECT. olanzapin. litium + MAOI. penambahan topiramat Tidak direkomendasikan Gabapentin monoterapi.Penatalaksanaan pada Episode Depresi Akut. litium atau divalproat atau karbamazepin + SSRI + lamotrigin. litium atau divalproat + SSRI. lamotrigin. quetiapin. quetiapin XR. divalproat. 9 . episode depresi. litium atau divalproat atau AA + TCA. litium + divalproat Lini II Quetiapin + SSRI.

aripirazol Lini II Karbamazepin. divalproat. penambahan olanzapin. litium + risperidon.Rekomendasi terapi rumatan pada GB I Tabel 4 Terapi rumatan GB I. lamotrigin monoterapi. litium atau divalproat + quetiapin. olanzapin. penambahan RIJP. penambahan asam lemak omega-3. quetiapin. topiramat atau antidepresan monoterapi 10 . risperidon injeksi jangka panjang (RIJP). Lini I Litium. penambahan ECT. penambahan topiramat. litium atau divalproat + olanzapin. litium + lamotrigin. olanzapin + fluoksetin Lini III Penambahan fenitoin. penambahan okskarbazepin Tidak direkomendasikan Gabapentin. litium + karbamazepin. litium + divalproat.

Untuk terapi rumatan. atau antipsikotika atipik Lini III Karbamazepin. lamotrigin Lini II Divalproat. divalproat. litium atau divalproat atau antipsikotika atipik + antidepresan.Rekomendasi terapi akut depresi. Dosis untuk mengatasi keadaan akut lebih tinggi bila dibandingkan dengan terapi rumatan. ECT Tidak direkomendasikan Gabapentin Berikut adalah obat-obatan yang dapat digunakan pada gangguan bipolar: 1. Lini I Quetiapin Lini II Litium. Perbaikan terjadi dalam 7-14 hari.4 mEq/L. antipsikotika atipik. Dosis awal yaitu 20 mg/kg/hari. depresi. antipsikotika atipik + antidepresan Lini III Antidepresan monoterapi (terutama untuk pasien yang jarang mengalami hipomania) Rekomendasi terapi rumatan GB II Tabel 6 Terapi Rumatan GB II. Litium diekskresikan dalam bentuk utuh hanya melalui ginjal. Lini I Litium. mencegah bunuh diri.0-1. litium atau divalproat + antidepresan. dosis berkisar antara 11 . Memiliki efek akut dan kronis dalam pelepasan serotonin dan norepineprin di neuron terminal sistem saraf pusat. Indikasi Episode mania akut. lamotrigin. dan bermanfaat sebagai terapi rumatan GB. divalproat. GB II Tabel 5 Terapi akut depresi. Dosis Respons litium terhadap mania akut dapat dimaksimalkan dengan menitrasi dosis hingga mencapai dosis terapeutik yang berkisar antara 1. kombinasi dua dari: litium. lamotrigin. litium + divalproat. GB II. Farmakologi Sejumlah kecil litium terikat dengan protein.2 Mood stabilizer Litium Litium sudah digunakan sebagai terapi mania akut sejak 50 tahun yang lalu.

Valproat tersedia dalam bentuk: 1. Sebaliknya. deficit memori. Fungsi ginjal harus diperiksa Setiap Setiap 2-3 bulan dan fungsi tiroid dalam enam bulan pertama. Neurotoksisitas. Pasien yang mengkonsumsi litium dapat mengalami poliuri. Valproat Valproat merupakan obat antiepilepsi yang disetujui oleh FDA sebagai antimania. Wanita dengan GB yang derajatnya berat. Neurotoksisitas bersifat irreversible. Akibat intoksikasi litium. dan ensefalopati dapat pula terjadi akibat litium. Kadar litium darahnya harus dipantau dengan seksama. pasien dianjurkan untuk banyak meminum air. Untuk mengatasi intoksikasi litium. tidak efektif sebagai terapi rumatan. fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) dan fungsi tiroid. deficit neurologi permanen dapat terjadi misalnya. Dosis kecil dari 0. Pemeriksaan laboratorium Sebelum memberikan litium.4 mEq/L. Sebelum kehamilan terjadi. Preparat oral. Litium dapat merusak tubulus ginjal. tremor. Factor resiko kerusakan ginjal adalah intoksikasi litium. delirium. polifarmasi dan adanya penyakit fisik yang lainnya.4-0. harus dilakukan. Untuk pasien yang berumur di atas 40 tahun. dan gangguan pergerakan. pemeriksaan EKG harus dilakukan. 12 . Wanita hamil Penggunaan litium pada wanita hamil dapat menimbulkan malformasi janin. somnolen. harus diperiksa terlebih dahulu. Perbaikan klinis 7-14 hari Efek samping Efek samping yang dilaporkan adalah mual. dapat melanjutkan litium selama kehamilan bila ada indikasi klinis. penambahan berat badan. gejala toksisitas litium dapat terjadi bila dosis 1. dan penumpulan kognitif. muntah. yang mendapat rumatan litium. hemodialisis harus segera dilakukan. risiko litium terhadap janin dan efek putus litium terhadap ibu harus didiskusikan.0.8 mEq/L. Setelah enam bulan. Oleh karena itu. Selama kehamilannya. Kejadiannya meningkat bila janin terpapar pada kehamilan yang lebih dini.5 mEq/L. wanita tersebut harus disupervisioleh ahli kebidanan dan psikiater. ataksia. Pemeriksaan USG untuk memantau janin. fungsi ginjal dan tiroid diperiksa sekali dalam 6-12 bulan atau bila ada indikasi.

misalnya anoreksia. Preparat intravena 3. Efek samping ini sering terjadi pada awal pengobatan dan bekurang dengan penurunan dosis atau dengan berjalannya waktu. peningkatan (derajat ringan) enzim transaminase. terapi rumatan GB. serta GB pada lanjut usia. Awitan absorbsi divalproat lepas lambat lebih cepat bila dibandingkan dengan tablet biasa. 2. Konsentrasi puncak plasma valproat sodium dan asam valproat dicapai dalam dua jam sedangkan sodium divalproat dalam 3-8 jam. campuran akut. Dosis Dosis terapeutik untuk mania dicapai bila konsentrasi valproat dalam serum berkisar antara 45 -125 mg/mL. kapsul yang mengandung partikel-partikel salut yang dapat dimakan secara utuh atau dibuka dan ditaburkan ke dalam makanan. konsentrasi valproat dalam plasma yang dianjurkan adalah antara 75-100 mg/mL. 13 . e. depresi mayor akut. misalnya sedasi. tablet salut. Untuk terapi rumatan. Indikasi Valproat efektif untuk mania akut. dan penurunan leukosit serta trombosit dapat terjadi bila konsentrasi serum > 100 mg/mL. mual. peningkatan nafsu makan. siklus cepat. dosis sekali sehari. Ikatan valproat dengan protein meningkat bila diet mengandung rendah lemak dan menurun bila diet mengandung tinggi lemak. Absorbsi menjadi lambat bila obat diminum bersamaan dengan makanan. dispepsia. dan tremor. Divalproat dalam bentuk lepas lambat. Efek samping yang dapat terjadi. Sodium divalproat. sedasi. Dosis awal untuk mania dimulai dengan 15-20 mg/kg/hari atau 250 – 500 mg/hari dan dinaikkan setiap 3 hari hingga mencapai konsentrasi serum 45- 125 mg/mL. Efek samping gastrointestinal lebih sering terjadi pada penggunaan asam valproat dan valproat sodium bila dibandingkan dengan tablet salut sodium divalproat. Sodium valproat d. a. proporsi antara asam valproat dan sodium valproat adalah sama (1:1) b. GB pada anak dan remaja. mania sekunder. Untuk GB II dan siklotimia diperlukan divalproat dengan konsentrasi plasma < 50 mg/mL. Preparat supositoria Farmakologi Terikat dengan protein. Diserap dengan cepat setelah pemberian oral. GB yang tidak berespons dengan litium. Asam valproat c. Efek samping. muntah. Sodium divalproat. diare. Efek Samping Valproat ditoleransi dengan baik.

Indikasi Efektif untuk mengobati episode depresi.Lamotrigin Lamotrigin efektif untuk mengatasi episode bipolar depresi. Sebanyak 10% lamotrigin dieksresikan dalam bentuk utuh. GB I dan GB II. siklus cepat. Risperidon injeksi jangka panjang (RIJP) dapat pula digunakan untuk terapi rumatan GB. dan berbagai bentuk kemerahan di kulit. Efek Samping Sakit kepala. dosis dapat dinaikkan menjadi 37. dan aripiprazol. mengantuk. Ia menghambat kanal Na+. baik monoterapi maupun kombinasi terapi. Farmakokinetik Lamotrigin oral diabsorbsi dengan cepat. Bila tidak berespons dengan 25 mg. 14 . Risperidon Risperidon adalah derivat benzisoksazol. muntah. Dosis Berkisar antara 50-200 mg/hari. Selain itu. Beberapa antipsikotika atipik tersebut adalah olanzapin. efektif sebagai terapi lini pertama untuk GB.50 mg per dua minggu. risperidon. Sebagian besar pasien membutuhkan 4-6 mg/hari. baik akut maupun rumatan. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa atau orang tua adalah 25 mg setiap dua minggu. Ia dengan cepat melewati sawar otak dan mencapai konsentrasi puncak dalam 2-3 jam. tremor. mual.5 mg . risperidon tersedia dalam dua bentuk sediaan yaitu tablet dan cairan. Dosis Untuk preparat oral. Ia merupakan antipsikotika atipik pertama yang mendapat persetujuan FDA setelah klozapin. Dosis awal yang dianjurkan adalah 2 mg/hari dan besoknya dapat dinaikkan hingga mencapai dosis 4 mg/hari. pusing. Absorbsi Risperidon diabsorbsi dengan cepat setelah pemberian oral. Antipsikotika Atipik Antipsikotika atipik. ia juga menghambat pelepasan glutamat. quetiapin. Ia dimetabolisme oleh enzim hepar yaitu CYP 2D6. Lamotrigin juga efektif untuk GB.

juga tersedia quetiapin-XR dengan dosis 300 mg. histamin H1 serta reseptor adrenergik a1 dan a2. Indikasi Olanzapin mendapat persetujuan dari FDA untuk bipolar episode akut mania dan campuran. mulut kering. 100 mg. Peningkatan berat badan dan prolaktin dapat pula terjadi pada pemberian risperidon. dan 300 mg. Meskipun risperidon tidak terikat secara bermakna dengan reseptor kolinergik muskarinik. Quetiapin Quetiapin merupakan suatu derivat dibenzotiazepin yang bekerja sebagai antagonis 5-HT1A dan 5 -HT2A. 15 . Efek antikolinergik dapat pula terjadi tetapi kejadiannya sangat rendah dan tidak menyebabkan penghentian pengobatan. diet dan latihan fisik. Keadaan ini dapat diatasi dengan melakukan psikoedukasi. satu kali per hari. peningkatan berat badan. Dosis Kisaran dosis olanzapin adalah antara 5-30 mg/hari. D3. dan a1. serotonin 2 (5-HT2). palpitasi. berkurangnya gairah seksual. Olanzapin Olanzapin merupakan derivat tienobenzodiazepin yang memiliki afinitas terhadap dopamin (DA). D2. disfungsi ereksi lebih sering terjadi pada risperidon bila dibandingkan dengan pada plasebo. Tersedia dalam bentuk tablet IR (immediate release) dengan dosis 25 mg. Efek Samping Sedasi dapat terjadi pada awal pengobatan tetapi berkurang setelah beberapa lama. Efek Samping Sedasi.adrenergik. pusing ortostatik. Selain itu. Risiko terjadinya diabetes tipe-2 relatif tinggi bila dibandingkan dengan antipsikotika atipik lainnya. misalnya merubah gaya hidup. D2. dapat terlihat pada beberapa pasien dan sifatnya hanya sementara. Selain itu. Dosis Kisaran dosis pada gangguan bipolar dewasa yaitu 200-800 mg/hari. fatig. D4. 200 mg. histamin 1(H1).Indikasi Risperidon bermanfaat pada mania akut dan efektif pula untuk terapi rumatan. olanzapin juga efektif untuk terapi rumatan GB. dopamin D1. dan retensi urin. muskarinik. dan D5. mata kabur. Afinitasnya rendah terhadap reseptor D2 dan relatif lebih tinggi terhadap serotonin 5-HT2A. dengan pemberian dua kali per hari.

Indikasi Aripiprazol efektif pada GB. mengantuk. a1-adrenergik.10. dan 30 mg. dan tidak terikat dengan reseptor muskarinik kolinergik. Sedasi merupakan efek samping yan sering dilaporkan. Kisaran dosis efektifnya per hari yaitu antara 10-30 mg. agitasi.HT2A. Ia juga mempunyai afinitas yang tinggi pada reseptor D3. D3. dan mual merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang dilaporkan secara spontan oleh kelompok yang mendapat aripiprazol.15. baik dalam keadaan akut maupun rumatan. insomnia. Peningkatan berat badan lebih kecil bila dibandingkan dengan antipsikotika tipikal. depresi. Beberapa klinikus mengatakan bahwa dosis awal 5 mg dapat meningkatkan tolerabilitas. Insomnia dapat pula ditemui. 1. Aripiprazol juga efektif sebagai terapi tambahan pada GB I. 5-HT7. Dosis Aripiprazol tersedia dalam bentuk tablet 5. episode depresi. histaminergik (H1). Efek Samping Quetiapin secara umum ditoleransi dengan baik.15 mg dan diberikan sekali sehari. Efek samping ini berkurang dengan berjalannya waktu. Efek samping ekstrapiramidalnya tidak berbeda secara bermakna dengan plasebo. campuran. Efek Samping Sakit kepala. 5-HT2c. Farmakologi Aripiprazol merupakan agonis parsial kuat pada D2. Akatisia dapat terjadi dan kadang-kadang dapat sangat mengganggu pasien sehingga sering mengakibatkan penghentian pengobatan.20. siklus cepat. Dosis awal yang direkomendasikan yaitu antara 10 . afinitas sedang pada D4. dan akatisia. dispepsia. anksietas. dianjurkan untuk menurunkan dosis.Indikasi Quetiapin efektif untuk GB I dan II. Ia juga efektif untuk terapi rumatan GB. 16 . episdoe manik.2 Aripiprazol Aripiprazol adalah stabilisator sistem dopamin-serotonin. Perubahan dalam berat badan dengan quetiapin adalah sedang dan tidak menyebabkan penghentian pengobatan. episode mania dan episode campuran akut. Tidak ada peningkatan berat badan dan diabetes melitus pada penggunaan aripiprazol. Apabila ada rasa mual. dan serotonin reuptake site (SERT). dan 5-HT1A serta antagonis 5.

peningkatan kadar prolaktin juga tidak dijumpai. Aripiprazol tidak menyebabkan perubahan interval QT. maksimum 80 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi) • Fluvoxamine (dosis lazim : 50mg dapat diberikan 1x/hari sebaiknya pada malam hari. dosis maksimum 90 mg/ hari). 2) Derivat tetrasiklik • Maproptilin. Mianserin ( dosis lazim : 30-40 mg malam hari. 4) Derivat SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) • Sertralin (dosis lazim : 50 mg/hari bila perlu dinaikkan maksimum 200 mg/hr) • Fluoxetine ( dosis lazim : 20 mg sehari pada pagi hari. Duloxetine. Antidepresan 1) Derivat trisiklik • Imipramin (dosis lazim : 25-50 mg 3x sehari bila perlu dinaikkan sampai maksimum 250-300 mg sehari) • Amitriptilin ( dosis lazim : 25 mg dapat dinaikan secara bertahap sampai dosis maksimum 150-300 mg sehari). maksimum 60 mg /hari).Selain itu. maksimum dosis 300 mg) • Paroxetine. 5) Derivat SNRI (Serotonin Norepineprin Reuptake Inhibitor) • Venlafaxine (dosis lazim : 75 mg/hari bila perlu dapat ditingkatkan menjadi 150- 250 mg 1x/hari). 3) Derivat MAOI (MonoAmine Oksidase-Inhibitor) • Moclobemide (dosis lazim : 300 mg/ hari terbagi dalam 2-3 dosis dapat dinaikkan sampai dengan 600 mg/ hari). 17 . Citalopram (dosis lazim : 20 mg/hari.