You are on page 1of 40

Gabriel L.

Plaa, PhD

Manusia hidup dalam lingkungan kimiawi dan menghi- khususnva udara, tanah, dan air. Meskipun manusia di-
rup, menelan, serta menyerap dari kulit, banyak zat ki- anggap sebagai spesies sasaran khusus, spesies lain juga
miawi ini. Toksikologi mernbahas seputar efek merugikan penting berpotensi menjadi sasaran biologis.
berbagai agen kirniawi ini terhadap semua sistem makhluk Polusi udara merupakan suatu produk industrialisasi,
hidup. Namury pada bidang biomedis, ahli toksikoiogi pengernbangan teknologi, dan meningkatnya urbanisasi.
terutama menangani efek simpang yang timbul pada rna- Manusia juga dapat terpajan oleh zat kimia yang digunakan
nusia akibat pajanan obat dan zat kimiawi lainnya, serta dalam lingkungan pertanian seperti pestisida atau dalam
pembuktian keamanan atau bahaya potensial yang terkait pemrosesan rnakanan yarrg dapat tertahan sebagai residu
penggurraannya. atau kandungan dalam produk makanan. Komisi Gabung-
alnpara Ahli dalam Zat Adittf Makanan dari The Food and
Toksikologi Okupasi Agriculfure Organization dan the World Health Organiza'
Toksikologi okupasi membahas seputar zat kimiawi tion (FAO/WHO) menggunakan istilah acceptable daily
yang dijumpai di tenlpat kerja. Penekanan utama dalam intake (ADll untuk menandakan asupan harian zat kimia-
toksikologi okupasi adalah untuk mengetahui agen yang wi yang tampaknya tidak memunculkan risiko yang terlalu
bersangkutan, menjabarkan kondisi yang berujung pada bermakna selama seumur hidup. Panduan ini dievaluasi
penggunaannya yang aman, dan mencegah penyerapan- ulang seiring diketahuinya informasi baru.
nya dalam jurn-lah yang berbahaya. Berbagai panduan
telah disusun untuk menciptakan kadar dalam udara Ekotoksikologi
ruangan yang aman untuk berbagai zat kimiawi yang Ekotoksikologi membahas seputar efek toksik agen kimia
dijumpai di tempat kerja. The American Conference of dar-r fisik terhadap populasi dan komunitas organisme hidup
Governmental Industrial Hygienists secara periodik me- di dalam ekosistem tertentu; hal ini rneliputi jalur trans-
nyusun daftar rekornendasi nilai ambang batas/threslrcld fer dan interaksi agen-agen tersebut dengan lingkungan.
Iimiting aalue (TLV) bagi sekitar 600 zat kimiawi. Panduan Toksikologi tradisional membahas seputar efek toksik
ini dievaluasi ulang seiring diketahuinya informasi baru. terhadap organisme individu; ekotoksikologi membal-ras
seputar dampaknya terhadap populasi organisme hidup
Toksikologi Lingkungan atau ekosistem. Sembari memunculkan efek yang besar
Toksikologi lingkungan membahas seputar dampak zat terhadap organisme indiuidual, suatu peristiwa lingkung-
kin.ria berupa potrutan lingkungan yang berpotensi meru- an mungkin saja tidak berclampak penting terhadap po-
gikan bagi organisme hidup. lsnlah lingku;ngan mencakup pulasi atau ekosistem. Olel-r sebab itu, istilah "toksikologi
segala sesuatu yang beracla di sekitar organisme individu, lingkungan" dan "ekotoksikologi" tidaklah sama.

967

968 / BAB s7

jinak dan manusia mungkin akan memakan ikan dari Great
'Jika asupan suatu kontaminan yang bertahan lama
oleh organisme melebihi kemampuan organisme untuk iakes sehingga residu PCB juga ditemukan dalam spesies
memetabolisme atau mengekskresi zat tersebut, zat kimia ini.
akan terakumulasi dalam jaringan organisme' Hal ini di-
sebut bioakumulasi.
Meskipun kadar kontaminan ini dapat hampir tidak
terdeteksi dalam air, kadarnya dapat bertambah ratusan
hingga ribuan kali begitu kontaminan masuk ke dalam
rantai makanan. Hal ini disebut biomagnifikasi' Fitoplankton 0,0025 1

Biomagnifikasi bifenil terpoliklorinasi (PCB) dalam Zooplankton 0,123 49,2
Great Lakes di Amerika Utara digambarkan melalui nilai- 1,04
Rainbow smelt 416
nilai residu berikut yang tersedia dari Environment Canada,
suatu laporan yang diterbitkan oleh pemerintah Kanada, Lake trout 4,83 1'932
dan sumber lain. Camar herring 124 49.500
Oleh sebab itu. biomagnifikasi zat ini dalam rantai ma-
lSumber: Environment Canada, The State of Canada's Environment'
kanan, yang dimulai dari fitoplankton dan berakhir pada
1991, Government of Canada, Ottawa; dan publikasi lainnya'
camar herring, hampir mencapai 50.000 kali lipat' Binatang

ISTILAH & DEFINISI DALAM TOKSIKOLOGI Durasi Paianan
Bahaya Potensial & Risiko Reaksi toksik dapat berbeda secara kualitatif menurut du-
rasi pajanan. Suatu pajanan tunggal-atau pajanan multi-
Bahaya (hazard) adalah kemampuan ngen kimiawi untuk me-
kondisi pel yang terjadi selama 1 atart 2 hari-mewakili paianan
nyebabkan kerusakan dalam suatu keadaan atau situasi;
ik.rt. Puluttut multipel yang berlanjut untuk waktu yang
penggunaan dan pajhnan menjadi pertimbangan utama'
lama menandakan suatu paianan kronik' Pada lingkungan
Untuk menilai bahayaini, kita perlu mengetahui toksisitas
okupasi, dapat terjadi pajanan akut (misalnya, kebocoran
bawaan suatu zat dan jumlah pajanan yang kemungkinan
yang tidak disengaja) dan kronik (misalnya, Penanganan
dialami individu. Manusia dapat menggunakan zat yang
suatu zat kimia secara berulang), sementara pada zat
berpotensi toksik dengan aman ketika berbagai tindakan
kimia yang dijumpai di lingkungan (misalnya, poluian
untuk memperkecil absorpsi ditetapkan dan dipatuhi'
dalam air tanah), pajanan kronik lebih sering timbul'
Risiko dijabarkan sebagai perkiraan frekuensi terjadinya
efekyang tidnk diinginkanyang ditimbulkan oleh pajanan agen
PERTIMBANGAN LI NGKUNGAN
kimiawi atau fisik. Perkiraan suatu risiko menggunakan
data dosis-respons dan melakukan ekstrapolasi dari hu- Beberapa si{at kimiawi dan fisik sangat penting diketahui
bungan yang diamati ke perkiraan respons pada dosis untuk memperkirakan bahaya potensial yang dimiliki
yang terjadi pada keadaan pajanan yang sesungguhnya' oleh zat toksik lingkungan. Selain keterangan mengenai
iutrrto autt kesesuaian data biologis yang digunakan pada etek zat toksik terhad ap betbagai organisme, pengetahu-
perkiraan tersebut menjadi faktor pembatas utama' an tentang sifat-sifat berikut penting untuk memperkira-
kan dampak pada lingkungan: Degradabilitas suatv zat;
Jalur Paianan mobilitasnya melalui udara, air, dan tanah; ada tidaknya
me- bioakumulasi; dan transpor serta biomagnifikasinya me-
Jalur masuk zat kimia ke dalam tubuh berbeda-beda
nurut keadaan pajanamya. Pada lingkungan industri' lalui rantai makanan. pihat Kotak: Bioakumulasi & Bio-
inhalasi merupakan jalur masuk utama. jalur transdermal magnifikasi.) Zat kimia yang didegradasi dengan buruk
juga cukup penting, tetapi jalur ingesti oral relatif kecil' 1ot"-t jat.,r abiotik maupun
biotik) memunculkan persis-
Akibakrya, tindakan pencegahan sebagian besar dirancang iensi dalam lingkungan sehingga dapat terakumulasi' Zat
untuk menghilangkan penyerapan melalui inhalasi atau lipofilik canderung terbioakumulasi dalam lemak tubuh'
kontak topikai. Polutan atmosferik masuk melalui inha- yurrg *uny"babkan timbulnya residu jaringan' Ketika
lasi, sementara pada polutan air dan tanah, ingesti oral ,,rut -t toksik tergabung dalam rantai makanan' terjadi
merupakan jalur pajanan utama pada manusia' biomagnifikasi karena satu spesies memakan spesies lain-

PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 969

Tabel5T-1. Nilai ambang batas (TLV) beberapa yang tidak sempuma. Kadar rerata CO di atmosfer adalah
polutan udara dan pelarutnya. (NA= 1;63L sekitar 0,1 ppm; pada keadaan lalu-lintas yang padat,
"6u.;
kadarnya dapat melebihi 100 ppm. Anjuran nilai ambang
batas tahun 2005 (TLV-TWA dan TLV-STEL) disajikan
pada Tabel 57-1.
Benzena
.------.-----:---..-.9"r!.-..------- - "..?'"v ._.".".
Karbon monoksida 25 NA Mekanisme Kerja
Karbon tetraklorida 10 CO bergabung secara reversibel dengan tenpat pengikat-
Kloroform 10 NA an oksigen di hemoglobin dan memiliki afinitas terhadap
hemoglobin sekitar 220 kali afinitas oksigen. Produk
. |ilr g.s.:"1.9i.:I:i 9 r yang terbentuk, yakni karboksihemoglobin, tidak dapat
Ozon 0,05 NA
mengangkut oksigen. Lebil-r lanjut, karboksihemoglobin
Sulfur dioksida merlgganggu disosiasi oksigen dari oksihernoglobin yang
TetrAkloroetil en 25 100 tersisa sehingga mengurangi transfer oksigen ke jaringan.
Toluena 50 Otak dan jarltung merupakan organ-organ yang paling
350 450
terkena dampaknya. Orang dewasa normal yang tidak
1,1,1-Trikloroetan
merokok memiliki kadar karboksihemoglobin kurang dari
Trikloroetilen 100
1% saturasi (1% hemoglobin total berada dalam bentuk
rTLV-TWA adalah batas kadar zat pemajan yang dapat dialami pekerja
karboksihernogtobin); tingkat ini dikaitkan dengan pem-
secaia berulang selama hari kerja normal (8 jam) atau minggu kerja
normal (40 jam) tanpa mengalami efek samping. bentukan CO endogen dari katabolisme heme' Perokok
2TLV-STEL adalah kadar maksimum yang tidak boleh dilampaui sama
dapat memiliki saturasi sebesar 5-10%, bergantung pada
sekali selama periode pajanan selama 15 menit.
kebiasaan merokoknya. Individu yar-rg menghirup udara
yang mengandung 0,1% CO (1000 ppm) akan memiliki
kadar karboksil-remoglobin sebesar 50%.
nya dan menumpuk zat kin-ria di dalam tubuhnya. Polu-
tan yang memiliki dampak terluas terhadap lingkungan
Efek Klinis
didegradasi dengan buruk; relatif mobil di udara, air, dan
tanah; mengalami bioakumulasi; dan juga mengalami bio- Tanda-tanda utama intoksikasi CO merupakan tanda-
magnifikasi. tanda hipoksia, dan berkembang'menurut urutan beri-
kut: (1) gangguan psikomotor; (2) nyeri kepala dan rasa
tegang di daerah temporal; (3) bingung dan berkurangnya
ketajaman penglihatan; (4) takikardia, takipnea, sinkop,
W ZAT KIMIA TERTENTU
dan koma; dan (5) koma dalam, kejang, syok, dan gagal
napas. Terdapat keberagarnan respons individu yang luas
POLUTAN UDARA terhadap kadar karboksihemoglobin tertentu. Kadar kar-
Terdapat lima zat utama yang menyusun sekitar 98% polu- boksihemoglobin di bawah 15% jarang menimbulkan ge-
tan udara: karbon monoksida (sekitar 52%), sulfur oksida jala; kolaps dan sinkop dapat terjadi pada kadar sekitar
(sekitar 14%), hidrokarbon (sekitar 74%), nitrogen oksida 40%; di atas 50%, dapat timbul kematian. Hipoksia ber-
(sekitar 1,4%), dan n'rateri partikel (sekitar 4%). Sumber zat kepanjangan dan penurunan kesadaran pascahipoksik
kimia ini meliputi transportasi, industri, pembangkit te- dapat rnenyebabkan kerusakan nirpulih pada otak dan
naga listrik, pemanasan ruangan, dan sampah buangan. rniokardium. Efek klinis ini dapat diperburuk oleh kerja
Sulfur dioksida dan asap yang berasal dari pembakaran berat, ketinggian, dan suhu ruangan tinggi' Penyakit kar-
batu bara yang tidak sempurna menimbulkan efek sim- diovaskular diperkirakan meningkatkan risiko yang ter-
pang akut, khususnya di antara orang berusia lanjut dan kait dengan pajanan CO. Gangguan neuropsikiatrik yang
individu yang sebelumnya telah menderita penyakit jan- lambat dapat muncul pascaintoksikasi, dan perbaikan
tung atau paru. Polusi udara dalam ruangan dianggap perilakunya terjadi secara lambat. Meskipun intoksikasi
berkontribusi menyebabkan bronkitis, penyakit obstruksi CO biasanya dianggap sebagai suatu bentuk toksisitas
ventilasi, emfisema paru, asma bronkiaf dan kanker paru. akuf terdapat beberapa temuan yang menyatakan bahwa
pajanan kronik terhadap CO berkadar rendah dapat me-
t. Karhon Monoksida nimbulkan efek yang tidak diinginkan, termasuk timbulrrya
Karbon monoksida (CO) adalah suatu gas yar-rg tidak penyakit koroner aterosklerotik pada perokok. Namun,
berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak iritatii belum ada bukti eksperimental yang meyakinkan. |anin
yang merupakan produk sampingan akibat pembakaran cukup peka terhadap efek pajanan CO.

970 I BABsT

Terapi di tempat tertutup) segar; pajanan NO, pada petani dalam
gudang pakan temak dapat menyebabkan silo-filler"s
Pada kasus intoksikasi aku! pemindahan pasien dari
disease. Nilai ambang batas 2005 disajikan dalam Tabel 57-1.
sumber pajanan dan rumatan pemapasan sangat penting
dilakukan, yang diikuti dengan pemberian oksigen-
Mekanisme Keria
antagonis spesifik CO-dalam batasan toksisitas oksigen.
Dengan tekanan oksigen dalam udara ruangan 1 atm, NO, adalah iritan paru bagian dalam yang mampu me-
waktu-paruh eliminasi CO adalah sekitar 320 menif de- nimbulkan edema paru. Sel alveoli tipe I tampaknya
ngan oksigen 100%, waktu-paruhnya adalah sekitar 80 merupakan sel yang terutama terkena dampak pajanan
menit; dan dengan oksigen hiperbarik (2-3 atm), waktu- akut. Pajanan 25 ppm bersifat iritatif terhadap beberapa
paruhnya dapat diturunkan hingga sekitar 20 menit. individu; 50 ppm cukup iritatif bagi mata dan hidung.
Masih terdapat pertanyaan seputar efikasi oksigen hi- Pajanan 50 ppm selama 1 jam dapat menyebabkan edema
perbarik pada terapi intoksikasi CO, dan indikasi.absolut paru dan mungkin lesi paru subakut atau kronik; 100 ppm
penggunaannya masih belum ditetapkan. dapat menyebabkan edema paru dan kematian.

2. Sulfur Dioksida Efek Klinis & Terapi
Sulfur dioksida (SOr) adalah gas iritan tak berwarna yang Tanda dan gejala pajanan akut NO, meliputi iritasi mata
terutama dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan hidung batuk, produksi sputum mukoid atau berbusa,
yang mengandung sulfur. Nilai ambang batas tahun 2005 dispnea, dan nyeri dada. Fdema paru dapat timbul dalam
disajikan pada Tabel 57-1.
waktu 1-2 jam. Pada beberapa individu, tanda klinis meng-
hilang dalam waktu sekitar 2 minggu; pasien tersebut
Mekanisme Keria kemudian masuk ke dalam tahap kedua dengan derajat
keparahan yang mendadak meningkaf meliputi edema
Saat berkontak dengan membran yang lembap, SO, mem-
paru berulang atau destruksi fibrotik bronkiolus terminalis
bentuk asam sulfurosa, dan menimbulkan efek iritasi yang
brerat pada mata, membran mukosa, dan kulit. Diperkirakan @ronkiolitis obliterans). Pajanan kronik NO, sebanyak 1G
25 pp- pada hewan percobaan laboratorium menyebabkan
bahwa sekitar 90% SO, yang diinhalasi diserap pada saluran
perubahan edematosa; jadi, efek kronik pada manusia perlu
napas bagian atas, tempatnya menimbulkan efek utama.
dipikirkan. Tidak terdapat terapi spesifik untuk intoksikasi
Inhalasi SO, menyebabkan konstriksi bronkus; refleks para-
akut NQ; tindakan terapeutik untuk penatalaksanaan iritasi
simpatis dan perubahan tonus otot polos tampaknya ter-
libat dalam reaksi ini. Pajanan 5 pp- selama 10 menit me-
paru dalam dan edema paru nonkardiogenik dilakukan.
Tindakan ini meliputi rumatan pertukaran gas melalui oksi-
nyebabkan peningkatan resistensi terhadap aliran udara
genasi dan ventilasi alveolar yang adekuat. Terapi obat dapat
pada kebanyakan manusia. Pajanan terhadap 5-10 ppm di-
meliputi bronkodilator, sedatif, dan antibiotik.
laporkan menyebabkan bronkospasme beraf 1U20% orang
dalam populasi dewasa muda yang sehat diperkirakan reak-
tif terhadap kadar yang lebih rendah. Fenomena adaptasi 4. Ozon
terhadap kadar iritatif diketahui terjadi pada para pekerja. Ozon (Or) adalah gas iritan berwarna kebiruan yang nor-
Penderita asma terutama sensitif terhadap SOr. mahlya terdapat di atmosfer bumi, tempatnya menjadi
penyerap sinar ultraviolet yang penting. Di tempat kerja,
Efek Klinis & Terapi ozon dapat dijumpai di sekitar peralatan listrik bertekanan-
Tanda dan gejala intoksikasi meliputi iritasi mata, hidung, tinggi dan di sekitar alat penghasil ozon untuk pemurnian
dan tenggorok serta refleks bronkokonstriksi. Jika pajanan udara dan air. Ozon juga merupakan oksidator penting
berat terjadi, edema paru dengan awitan lambat dapat pada udara kota yang berpolusi. Efek ozon berkadar-
timbul. Efek kumulatif akibat pajanan kronik SO, ber- rendah dalam ruangan berdasarkan kunjungan pasien ke
kadar-rendah tidak mencolok, khususnya pada manusia' berbagai rumah sakit di Ontario, Kanada untuk masalah
Namun, pajanan kronik ini menyebabkan perburukan pe- paru menunjukkan gradien yang hampir linear antara
nyakit kardiopulmonal kronik. Terapinya tidak spesifik pajanan (kadar 1 jam, 20-100 ppb) dan respons. Lihat Tabel
untuk SO, tetapi bergantung pada manuver terapeutik 57-1 untuk melihat nilai ambang batas tahun 2005.
yang digunakan dalam terapi iritasi saluran napas.
Efek Klinis & Terapi
3. Nitrogen Oksida O" adalah iritan membran mukosa. Pajanan ringan O, me-
Nitrogen dioksida (NOr) adalah suatu gas iritan berwama nimbulkan iritasi saluran napas bagian atas, sementara
kecoklatan yang kadang (timbul) pada pembakaran. NO, pajanan berat dapat menimbulkan iritasi paru dalam,
juga terbentuk dari silase (makanan ternak yang disimpan yang disertai edema paru jika diinhalasi pada kadar yang

cedera langsung dan respons sekunder terhadap cedera pankreas. Pajanan jangka-panjang pada binatang menghasil. pada tahap perkembangan dini tampaknya paling sensitif tesi. pada volume alun (tidal ztolume). Beberapa efek O. akibatnya. sisitas dapat terjadi pada manusia yang terpajan karbon teregangan paru. mual. trikloroetilen. Peningkatan sensitivitas paru terhadap tetraklorida. dan koma. Tatalaksananya bergantung Terapi pada tindakan terapeutik yang diterapkan pada iritasi Tidak terdapat terapi spesifik untuk intoksikasi akut paru dalam dan edema paru nonkardiogenik (lihat Nitro. Karbon tetraklorida merupakan zat pembentukan radikal bebas reaktif. Zat yang termasuk golongan ini meliputi karbon Pajanan sebanyak 7500 ppm selama 30 menit dapat ber- tetraklorida. dan derajat keparahan lesinya bergantung pada jumlah ga menandakan bahwa toksisitas O. akan terjadi perubahan penelitian terhadap pajanan seumur hidup yang dilaku- ketajaman penglihatan. dan mual dapat terjadi pada kadar yang berkisar antara 250 dan 500 Mekanisme Keria & Efek Klinis ppm. leukopenia. Dugaan ini perlu di. mengantuk. dan perubahan emfisematosa janan rumah tangga terhadap kloroform atau kadar tri- telah dilaporkan pada berbagai macam spesies yang ter. akibat pajanan hidrokarbon terhalogenasi' Penatalaksana- gen Oksida. dan pat temuan yang mengisyaratkan bahwa 1. Pajanan kadar yang lebih besar dari 3000 ppm kloroetilen). suatu kajian literatur epidemiologis telah diamati pada manusia.1 ppm naan kloroform. dan agen pem. bronkiolitis. kloroetilen yang relevan di lingkungan. di atas). Nefrotok- kan pernapasan dangkal dan cepat serta penurunan ke. fibrosis. atau trombositopenia dapat terjadi. dapat terjadi akibat zat yang diserap. Tidak terdapat terapi spesifik untuk efek toksik akut Pada hewan percobaan laboratorium. Gejala dini intoksikasi benzena kronik gangguan ingatan dan neuropati perifer. dan trikloroetilen. Pajanan kronik tetrakloroetilen dapat menyebabkan terhadap benzena. nyeri substernal.1. tetda' mungkin agak tidak jelas (nyeri kepala. meskipun potensi relatifnya sa. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 971 mencukupi. Bronkitis kro. dan dispnea. merupakan respons yang dinamik. sifat fatal. peningkatan insidens leukemia pada para pekerja. pada pajanan okupasional tetrakloroetilen terhadap para Penelitian pada hewan mengindikasikan bahwa res. kulit. Efek akut industri. . dan selama 10-30 menit menyebabkan iritasi dan kekeringan tetrakloroetilen. Anjuran nilai Agen ini banyak digunakan sebagai pelarut dalam bidang ambang batas 2005 disajikan pada Tabel 57-1. Hiper-responsivitas dan inflamasi saluran udara ditentukan. an bergantungpada sistem organ yang terlibat. Potensi efek pajanan jangka- Fungsi paru terganggu pada kadar yang melarnpaui 0. pat diperkirakan. bersih. Tabel 57-1 untuk nilai ambang batas yang dianjurkan. Namun. tetrakloroetilen (per. pajan pada kadar di atas 1 ppm. keru. se- Perubahan morfologis dan biokimiawi merupakan hasil mentara kaitannya dengan kanker rongga mulut. Gas ini menyebab. PadaL994. Lihat dapat menyebabkan euforia. trikloroetilen. Zat ini merupakan depresan sistem kerusakan sumsum tulang yang tersembunyi dan tidak da- saraf pusat pada manusia. prostat. logenasi menyebabkan depresi sistem saraf pusat. kan pada tikus dan mencit. menyerupai efek radiasi sehing.1. pansitope- ngat bervariasi. distal. Data epidemiologis menunjuk- yang digunakan pada beberapa upaya pembersihan lemak kan adanya hubungan antara pajanan benzena kronik dan menyebabkan neuropati perifer. Hidrokarbon Aromatik ifatik Terhalogenasi Benzena banyak digunakan karena sifat pelarutnya dan 1 . yang paling poten menimbulkan gangguan ini. benzena yang toksik adalah depresi sistem saraf pusat. Tidak ada terapi spesifik untuk intoksikasi akut Or. sangatlah besar dalam hal potensi efek karsinogenik pa- nik. dan kardiotoksisitas dalam sik yang sangat bera| efek yang paling signifikan adalah berbagai tingkatan. hidrokarbon terha. dan 1. olahraga dapat Hepatotoksisitas juga merupakan efek toksik yang sering meningkatkan jumlah ozon yang mencapai paru bagian timbul pada manusia setelah pajanan akut atau kronik. kloroform. Akibat penggu- bronkokonstriktor juga diamati.1 ppm. di atas 0. PELARUT 2. Hidrokarbon Al sebagai zat antara sintesis zat kimia lainnya. pons paru terhadap O.1-trikloroetan hilangnya nafsu makan). kelelahan. Penetrasi ozon ke dalam paru bergantung konfirmasi karena agen ini semakin banyak digunakan.8 panjang zat-zat ini pada kadar yang rendah masih harus ppm. kloroform.1-trikloroetan (metil kloroform). Data awal. vertigo. kerusakan ginjal. Pajanan sekitar 0. nyeri kepala. kloroform merupakan agen yang paling nia. masalah lokomotor. benzena. anemia aplastik. Pajanan kronik benzena dapat menyebabkan efek tok- sakan hati. atau paru tampaknya juga tidak mungkin. pekerja tidak menemukan kaitan antara kanker payudata. karsinogenisitas telah diamati melalui di tenggorok. hati. atau otak dan pajanan agen tersebut. Sel sumsum tulang poten dan dahulu banyak digunakan sebagai agen anes. agen pembersih lemak/gemuk. menunjukkan bahwa batas keamanan untuk manusia kan perubahan morfologi dan fungsi paru. karbon tetraklorida.

tremor dan ataksia. pada penelitian okupasional yang bersifat simtomatik. Benzena heksaklorida Benzena heksaklorida (BHC. Tidak terdapat terapi spesifik untuk kenaan dengan pajanan terhadap beberapa pelaru! bukan keadaan intoksikasi akut sehingga penatalaksanaannya hanya toluena. Setelah diadsorpsi. toluena merupakan suafu depresan sistem saraf pusat. kemungkinan kesadaran yang cepat. Efek utamanya adalah perang- banyak 800 ppm dapat menyebabkan kelelahan berat sangan sistem saraf pusat. pada kebar-ryakan neuron. kan eksitabilitas neuron.0001 Heptaklor 4 0.0001 Toksafen Toksafen (campeklor) 'Angka toksisitas: Kemungkinan dosis oral yang letal bagi manusia untuk golongan 3 = 500-5000 mgikg.) .005 Metoksiklor 3 Tetraklord ifen iletan (TDE) 3 1'. Namun. sementara adsorpsinya buruk manusia secara kualitatif serupa. dapat tereksitasi dan rnenyebabkan cetusan berulang cepat toksik benzena ataupun menyebabkan leukemia. Pajanan se. 10. (Lihat Gosselin et al. Tabel 57-2. Toksikologi Manusia keberadaan materi organik memudahkan adsorpsi zat Efek toksik akut berbagai insektisida organoklorin pada kimia ini ke partikel tanah. atau heterosiklik yang suatu penelitian kasus-kontrol yang dilakukan untuk me- mengandung substituen klorin. Pada penggunaan DDT. hasil rupakan senyawa aril. Transpor ion kalsium dihambat. Keempatnya me. diamati dengan baik. dan golongan 5 = 5-50 mg/kg. Efek kronik akibat pajanan toluena berlanjut dengan konvulsi. toksisitas dan penyimpanannya tidak se. dan ekstrapolasi pengamatan ini pada manusia masih diperdebatkan. di tanah berpasir. interaksi metabolik dan modifikasi efek toluena Pemberian jangka-panjang beberapa agan ini untuk belum diamati pada pekerja yang juga terpajan oleh pe. Kejadian ini memengaruhi repolarisasi dan rneningkat- Lihat Tabel 57-1 untuk nilai ambang batas.ADl acceptab Ie daily intake (mg/kg/hari). Serupa dengan l-ral ini. sementara pada penggunaan jangka-panjang tidaklah jelas karena penelitian pada ma. ter. lnsektisida Organoklorin da manusia masih belum ditetapkan. Agen-agen ini meng. senyawa lain. tidak menyokong adanya hubungan positif. Tiap senyawa berbeda nyelidiki hubungan antara kadar DDE dan DDT dalam dalam hal biotransformasi dan kapasitas penyimpanan jaringan adiposa payudara dan risiko kanker payudara dalam jaringan. rium menyebabkan meningkatnya tumorigenisitas.0001 Klordan 4 0. jangka waktu lama pada hewan percobaan di laborato- laru t Iain. Pada suatu pene- Agen ini biasanya digolongkan rnenjadi empat kelornpok: litian epidemiologis yang besar. heksaklorosikloheksan) 4 0. = . Namun. khususnya di ekosistem air. dan bioakumulasi. kejang sering kali muncul sebagai tanda nusia mengenai efek zat terhadap perilaku biasanya ber. hidak dijumpai adanya DDT (klorofenotan) dan analognya. benzena l-reksaklorida. hubungan antara risiko kanker payudara dan kadar serum siklodien. pertama intoksikasi. 1984. Senyawa tersebut dapat diserap lewat kulit atau melalui inhalasi atau ingesti oral. metabolit utama DDT. lnsektisida organoklorin. DDT dalam larutan diserap dengan miawi yang persisten. dan toksafen (Tabel 57-2). karboksiklik. kulit sangat efisien. lalu berkorelasi.008 Siklodien Aldrin 5 0. DDT dan analognya D i klorod ifen i ltrikloroetan (DDT) 4 0. DDE. sementara penyerapan dieldrin lewat dibandingkan dengan insektisida lain.972 I BAB57 Toluena (metilbenzena) tidak memiliki sifat mielo. Toksikologi Lingkungan dapat perbedaan kuanbitatif yang penting antara berbagai Insektisida organoklorin dianggap merupakan zat ki- macam turunan. Namun. Degradasinya cukup lambat jika buruk lewat kulit. Mo- bilitasnya di tanah bergantung pada kornposisi tanah. golongan 4 = 50-500 mg/kg.000 ppm dapat menyebabkan penurunan mungkin merupakan manifestasi utama. materi tersebut tidak ganggu inaktivasi kanal natrium pada membran yang akan mudah terlepas.0005 Dieldrin 5 0. belum terdapat kesepakatan mengenai potensi sifat karsinogenik INSEKTISIDA zat-zat ini.008 Lindan 4 0. terbatas. Bukti adanya efek karsinogenik pa- 1.

Jarak Fenitrothion 0.005 bamat. penggunaan in. Tabel 57-3. kelemahan motorik beberapa hari kemudian. tik. Perubahan fungsi neurologis dan kognitif. disertai timbulnya 2000. beberapa disajikan pada Tabel 57-3. telah diamati dan diper- dengan angka biotransformasi insektisida hidrokarbon kirakan terjadi pada penggunaan insektisida diklorvos. ayam betina sangat sensitif terhadap sifat ini dan yang memakan tanaman. Pada manusia. Beberapa agen digunakan dalam terbukti sangat berguna untuk mempelajari patogenesis pengobatan manusia dan hewan sebagai antiparasitik . agen ini dimasukkan ke dalam nal (organophosphorus ester-induced delayed polyneuropathy. serta gejala lingkungan.005 antar dosis yang menyebabkan intoksikasi minor dan Leptophos yang menyebabkan kematian lebih besar pada karbamat Malathion 0. Efek dan terapi zat ini dijabarkan pada Bab 7 dan8. beberapa Toksikologi Lingkungan agen juga memiliki aktivitas kolinergik langsung. lnsektisida Organofosforus Selain inhibisi kolinesterase-dan tidak bergantung pa- da inhibisi asetilkolinesterasi-beberapa agen ini mampu Agen-agen ini.002 seperti yang dijelaskan pada insektisida organofosforus. lnsektisida organofosforus.005 melalui karbamoilasi situs esteratik. dan trikloro- yang dianjurkan saat ini untuk 30 pestisida organofosfat nat. golongan 5 = 5-50 mgrkg. mipafox. 3.01 nofosfat. . telah dikaitkan sektisida organoklorin telah sangat dikurangi di Amerika dengan pajanan insektisida ini dalam kadar tinggi. khususnya jika dibandingkan organofosforus noninsektisidal. Durasi Dichlorvos 0. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 973 Karena dampaknya pada lingkungan. beberapa insektisida masih di. yakni esterase target neuropati. Agen saraf. antara aktivitas arilesterase yang rendah dan kompleks gejala neurologis pada veteran Perang Teluk. Insektisida Karhamat Senyawa ini (Tabel 57-4) menghambat asetilkolinesterase 0. Senyawa ini di- potensi neurotoksik. lanjut. Reaktivasi spontan kolinesterase tampak lebih cepat terjadi pascainhibisi kar- Parathion 0. 1984. Efek ini Insektisida organofosforus tidak dianggap sebagai pes- dan terapinya dijabarkan pada Bab 7 dan 8 dalam buku tisida persisten karena relatif tidak stabil dan terpecah di ini. di- memfosforilasi enzim lain yang terdapat dalam jaringan gunakan untuk memerangi berbagai macam hama. Toksikologi Manusia Gaya berjalan (galf) turut terkena dampaknya. Sebagai suatu golongan.lesi dan mengidentifikasi turunan organofosforus yang ber- lokal atau sistemis (lihat Bab 7 dan 54). (Lihat Gosselin et al.004 efek klinis akibat karbamat lebih singkat ketimbang du- Dimethoate 0.01 rasi efek yang diamati pada senyawa organofosforus. terkait dengan paralisis dan degenerasi akso- obat sistemis tumbuhan. efek utama agen ini adalah timbul ataksia. Oleh sebab itu. dan dapat Pada mamalia serta serangga. metamidofos. Lebih Utara dan Eropa. terdapat beberapa indikasi mengenai hubungan gunakan di negara tropis. Namun. ttirklorinasi. 2. lingkungan. kar- Chlorfenvinphos 0. suatu senyawa transformasinya cepat. agen ini dianggap berdampak kecil pada lingkungan meskipun memiliki efek akut terhadap organisme.02 karbamat serupa dengan pendekatan klinis untuk orga- Trichlorfon 0.02 ketimbang pada agen organofosforus. tumbuhan dan memunculkan efeknya pada serangga OPIDP). Batas pajanan okupasional inhalasi manusia triklorforu leptofos. Hal ini menyebab- ini merupakan pestisida yang bermanfaat ketika berkontak kan terjadinya neurotoksisitas lambat yang ditandai dengan langsung dengan serangga atau ketika digunakan sebagai polineuropati. tAngka toksisitas: Kemungkinan dosis oral yang letal pada manusia Insektisida karbamat dianggap merupakan pestisida untuk golongan 4 = 50-500 mE/kg. Tidak ada terapi spesifik untuk bentuk inhibisi asetilkolinesterase melalui fosforisasi situs estera.002 bamat memiliki silat toksik terkait inhibisi enzim ini Diazinon 0. Polineuropati biasanya dimulai dengan rasa terbakar dikaji ulang oleh Storm dan para kolaborator pada tahun dan kesemutary khususnya di kaki. penggunaan pralidoksim tidak dianjurkan. Meskipun pendekatan klinis terhadap keracunan Parathion-methyl 0. saluran napas dan gastrointestinal. neurotoksisitas pada serap lewat kulit. Tanda dan gejala khas intoksikasi akut ditimbulkan oleh inhibisi enzim ini dan akumulasi asetilkolin. dan nonpersisten dan hanya sedikit berdampak terhadap golongan 6 = < S mgfkg. Bio- penggunaan triortokresil fosfat (TOCP). Gangguan sensorik dan motorik dapat meluas ke tungkai dan tangan. psikologis dalam durasi yang bervariasi.) 2ADl = acceptable daily intake (mg/kg/hari). neurotoksisilas lambat ini.

Profil toksikologik agen-agen ini. taut neuromuskular). timbul di sistem saraf pusat. Nikotin cepat dapat timbul koma. Pajanan okupasi berat terhadap Dimetilan piretroid sintetis di Cina menimbulkan efek yang nyata lsolan terhadap sistem saraf pusat. perlahan di paru melalui proses aktif dan menyebabkan Ketika diserap dalam jumlah cukup. tanda disfungsi hati dan ginjal juga telah dilaporkan. adalah50-500 atau 500-5000 mg/kg. piretrin II. dan L urucu. lnsektisida karbamat. (dioksin) yang dihasilkan selama proses pembuatan (lihat Rotenon (Gambar 57-1) diperoleh dari Derris elliptica. Angka toksisitas = < 5 mg/kg. Pada penggunaan2. lah kontaminan yang paling penting. tanda dan gejala pertama yang timbul tetanik dapat timbul. Mekanisme kerjanya dianggap serupa dengan telah dikenal: piretrin I (Gambar 57-1). yakni ivermektin. eksitasi. okupasi terhadap herbisida fenoksi menyebabkan pening- yang menghasilkan depolarisasi membran. cinerin tanaman dan binatang dan melibatkan reduksi elektron- I.8-T etr akloro dibenzo-p-dioksin (TCDD) ada- mallaccensis. alkaloid bebasnya. Dosis toksik katan risiko limfoma non-Hodgkin. Nikotin diperoleh dari han selama beberapa minggu. faringitis.01 yang paling sering dilaporkan terjadi pada manusia diaki- batkan oleh sifat alergenik zat ini. Ter- reaksi dengan reseptor asetilkolin membran pascasinaps dapat bukti terbatas yang menyatakan bahwa pajanan (ganglia simpatis dan parasimpatis. dan klorida pascapajanan oral terjadi akibat iritasi saluran cerna (he- .7.4. jasmolin I. Terapi biasanya bersifat simtomatik. Herhisida Bipiridil Terapinya bersifat simtomatik. bunuh diri) telah dilaporkan.*D). serta pe- Aminokarb ntobarbital dan mefenesin dapat berrnanfaat. Efek ini dijabarkan pada Bab 7. Agonis kanal klorida.3.5-T). golongan 5 = 5-50 mg/kg. Sekitar 30% dari tunggal herbisida menjadi spesies radikal bebas. dan garam serta estemya meru- lAngka toksisitas: Kemungkinah dosis oral yang letal bagi manusia pakan senyawa utama herbisida yang digunakan untuk untuk golongan 4 = 50-500 mg/kg. Pada hewan percobaan di laboratorium. oleh blokade transmisi. Pada manusia. 2.5-T. dan jasmolin II. Pada keadaan yang Insektisida yang berasal dari sumber alamiah meliputi )arang. kejang. Ingesti rote. khususnya dermatitis Karbofuran 0. tanda- bukan garamnya. Insek. termasuk kejang. bergerbang-tegangan serta. Angka insektisida yang digunakan di seluruh dunia merupakan toksisitasnya 4 sehingga kemungkinan dosis letalnya bagi piretroid sintetis.4. Parakuat terakumulasi secara tisida piretrum tidak terlalu bersifat toksik bagi mamalia. D bawah). 2. dan fibrosis progresif. 1984. khususnya 2. Terapinya bertujuan untuk menjaga tanda vital dan me.4. dan rinitis dapat pula timbul. Beberapa intoksikasi yang atau ingesti. membingungkan karena terdapat kontaminan kimiawi nekan kejang. Nikotin be.2.Ftriklo- Zektran rofenoksiasetat (2. kelernahan otot dan hipotonia nyata dapat berta- nikotin. alveolitis.4-D dosis besar dapat menimbulkan 4. Kerusakan Karbaril 0. Ietal bagi manusia (baik secara tidak sengaja maupun ester ini mengalami biotransformasi yang ekstensif. Parakuat adalah agen terpenting dalam golongan ini (Gam- Piretrum terdiri atas enam ester insektisida yang bar 57-"1).5-T. bukti adanya menimbulkan perangsangan yang dengan cepat diikuti sarkoma jaringan lunak masih belum terlalu jelas. asam 2. Herbisida Klorofenoksi Pirolan Asam ttl-diklorof enoksiasetat Q. dan paralisis Pada manusia. kalsium. Parestesi kutaneus telah diamati pada pekerja pe- Dimetan nyemprot piretroid sintetis. dan nyata. namun. (Lihat Gosselin et al. Konjungti- vitis. dermatitis. Ester. cepat diserap dari kulit. reseptor benzodiazepin tipe perifer diperkirakan menjadi target ester-ester ini.02 HERBISIDA Piramat 1. dan golongan 6 menghancurkan guhna (Gambar 57-1). tetapi disfungsi ototnya kurang diserap dari permukaan mukosa. Piretrum dapat diserap pascainhalasi manusia adalah 50-500 mg/kg. Antikonvulsan tidak selalu Aldikarb efektif. Methomil Propoksu r 0. Insektisida Botani koma dar-r hipotonia otot umum. cinerin II. = mungkinan dosis letal bagi manusia untuk senyawa terse- but masing-masing. efek toksik terutama edema paru.ADl acceptab/e daily intake (mg/kg/hari). daun kering Nicotiana tabacum danN rustica. rotenon. dan piretrum.01 kontak.974 I BABsT Tabel 57-4. Lonchocarpus utilis.4. non per oral menimbulkan iritasi saluran cerna.) masing-masing senyawa ini adalah 4 atatt 3 sehingga ke- . Kanal natriurn. absorpsi dari kulit tidak bermakna.

Bifenil Karena toksisitas paru yang lambat ini./ T o-cH3 GI 2. penggunaan katartik. A ll I4*. cl I I cHs cl RotEnone 2. Lavase Bifenil terpoliklorinasi (PCB. plasticizer. dalam bebe. bifenil koplanar) telah lambung.3.. senyawa ini tetap bertahan .. Penggunaan dan 50% kasus.5'T) H3C.\- 1=\ i 11 !il_/" cl\Z\ 0-cH2-cooH I Dichlorodiphenyltrlchloroethane (DDT) lil \-.-Z\ I lll \-.4.. pada tahun 1977. Struktur kimiawi beberapa herbisida dan pestisida terpilih' ?natemesis dan tinja berdarah).. dan penggunaan adsorben digunakan untuk berbagai tujuan sebagai cairan peng- untuk mencegah absorpsi lebih lanjut telah dianjurkan. ngestif serta proliferasi selular yang luas.r-.'-6s-6H:cH2 t"\.8-Tetrachlorodibenzodioxin (TGDD) . perburuk lesi paru.4. pascaingesti. pengembang pascaabsorpsi. ginjal. disertai distres panjang karena fase proliferatif ini muntul 1-2 minggu pernapasan dan timbulnya edema paru hemoragik ko.. C:C HH HaG /\ H Pyrcthrin I Gambar 57-1. Oksigen harus digunakan secara hati-hati pembuatannya dalam bidang industri di AS dihentikan untuk melawan dispnea atau sianosis karena dapat mem. hantar panas dan dielektrik. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 975 Paraquat dichlorido 2.4-Dlchtorophenoryacetic acid (2. terapi hanya berhasil pada kurang dari poles (wax extender). Sayangnya. Terlihat juga keterlibatan hati.7.CH3 9 n /'\ X cool1-. Interval antara POLUTAN LINGKUNGAN ingestinya dan kematian dapat mencapai beberapa minggu' 1 Terpol iklori naii . dan miokardium. Pasien memerlukan observasi jangka- rapa hari te4adi toksisitas yang tertunda.5-Trichlorophenoxyacetic acid (2. Akan tetapi. . dan pemadam api. pembersihan se- gera parakuat dari saluran cerna harus dilakukan.4'D) 0 cH2 CoOH t'-.

pada manusia. eritema. Namury bukti hubungan antara ruam. Efek yang dijumpai pada pekerja' kembangan anak dari perempuan yang keracunan PCB yang terlibat dalam pembuatan2. pada ngan sebagai kontaminan akibat proses pembakaran yang manusia. beberapa kelainan peningkatan sarkoma jaringan lunak dan herbisida di- hati. khususnya berkadar tinggi. Pengganggu Endakrin dalam kadar yang sangat tinggi. hiperpigmentasi). masih belum dipastikan sarkoma jaringan lunak. limfoma non-Hodgkin. dan peningkatan kadar trigliserida plasma. Namun. serta efek karsinogeniknya. Konbarninasi PCDD dan PCDF terhadap spesifik dan efek simpang terhadap kesehatan akibat mo' lingkungan global dianggap mewakili masalah rnodern dulasi endokrin belum dipastikan. dan pengujian zat yang lahir dari ibu yang banyak memakan ikan yang kimia untuk memeriksa sifat tersebut telah berkembang di terkontaminasi. TCDD dalarn 2. . Pada pasien yarlg mengalami intoksikasi PCB tetapi juga dibenzofurans terpoliklorinasi (PCDF) TCDD berat. Akibatnya. stabil dan lipofilik. menyerupai estrogen atau antiandrogenik. Analisis in vitro sendiri tidak liputi beberapa dibenzofurans terpoliklorinasi (PCDF) dapat diandalkan untuk tujuan pengaturannya sehingga dan bifenil koplanar. hiperkeratosis. 975 I BABsT di lingkungan. dan kuaterfenil terpoliklorinasi (PCQ). kebanyakan efek ini tidak Terjadinya kemungkinan efek terhadap janin dan per. atrofi timus. Saat ini diketahui bahwa minyak untuk terpaian TCDD) terutama terdiri atas dermatitis kontak memasak yang terkontaminasi tidak hanya mengandung dan klorakne.5-T dipercaya berperan besar me- efek merugikan yang awalnya diperkirakan timbul akibat nimbulkan toksisitas lain yang terkait dengan herbisida ini PCB saat ini diduga terutama disebabkan oleh kontami. (penurunan berat badan yang hebat clisertai penurunan Pajanan serius terhadap PCB-yang bertahan selama massa otot dan jaringan adiposa). skrining. kungan cukup mendapat sorotan karena sifatnya yang kan terjadi. Pekerja yang terpajan oleh PCB di tempat kerja. dan sangat resisten terhadap degradasi lingkungan.3. reptil dan invertebrata laut telah dijumpai. Ter- kongener yang anggota terpentingnya adalah 2. Sejak fungsi intelektual anak digambarkan terjadi pada anak tahun 1998. karsinogenisitas. folikulitis. yang dijurnpai di lingku. kecuali pada si.V dapat kekhawatiran karena meningkatnya kontaminasi tetraklorodibenzo-p-dioksin (TCDD). Untungnya. meningkatkary litian pada manusia menyatakan bahwa PCB hanya se.7. Produk PCB yang dahulu diperdagang. Metabolismenya buruk homolognya yang mengandung klonn 12-68%. hanya timbul klorakne. kelompok senyawa seperti-dioksin yang lebih besar. agen organoklorin persisten. yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Zat ki. atau menghambat efek hormon. Senyawa yang Hubungan antara pajanan PCB pranatal dan penurunan memengaruhi fungsi tiroid juga menjadi persoalan. Seperti PCB. dan penghantar yang mengandung PCB (penyakit yusho). epidermal. Bebe- Dibervo-p-dioksin terpoliklorinasi (PCDD) atau rapa pemadam api terbrominasi saat ini sedang diselidiki. terdapat zat-zat tersebut di lingkungan. hepatotoksisitas. perubahan beberapa bulan-terjadi di ]epang pada tahun 1968 aki. secara komersial. yang diberikan pada dosis yang sesuai menghasilkan mereka terbioakumulasi dalam rantai makanan. PCDD dan PCDF merupakan produk Terjadinya modifikasi respons endokrin pada beberapa samping yang tidak diinginkan. seperti DDT dan PCB. dimetabolisasi secara Pada binatang percobaan di laboratorium. dan sangat resisten terhadap degradasi lingkungan. Selain itu. dijumpai pada manusia. Banyaknya bukti yang didapat dari pene. Zat kimia ini menyerupai. proses prioritisasi. hubungan kausal antara pajanan agen lingkungan tidak sempurna. me. TCDD dalam herbisida ini dapat berperan menimbulkan bangan. Makanan berbagai macam efek toksik. beberapa konsLituen tanaman (fitoestrogen) dan beberapa tuasi ketika makanan terkontaminasi oleh kongener PCB mikoestrogen serta zat kimia dalam industri. adanya bioakumulasi. Sementara PCB dahulu digunakan penelitian terhadap binatang sangat penting dilakukan. TCDD buruk. efek terha- bat kontaminasi minyak untuk memasak dengan media dap reproduksi dan perkembangary teratogenisitas. tetapi efeknya tidak serupa satu sama lain. kontaminan Efek PCB sendiri terhadap reproduksi dan perkem. kekeiingan. zat kan sebenarnya merupakan campuran isomer PCB dan kimia ini sangat stabil dan lipofilik. Beberapa efek simpang Efek bahaya potensial beberapa zat kimia di iing- terhadap perilaku anak berusia G1 tahun telah dilapor. dioksin telah disebutkan sebelurnnya sebagai kelompok kemungkinannya sebagai pengganggu endokrin. pada manusia-baik pada pekerja maupun pada populasi umum-meskipun beberapa orang telah terpajan PCB 2. Terdapat beberapa temuan epidemiologis nan lain. seluruh dunia. termasuk sindrom pelisutan merupakan sumtrer utama residu PCB pada manusia. anggap masih belum jelas. efek. Zat kimia ini meliputi dikit berbahaya bagi kesehatan manusia. Di lain pihak.4.4.5-T (sehingga dianggap telah dilaporkan. dan potensi toksisitasnya. imunotoksisitas. miawi ini sangal. yang menandakan adanya hubungan antara pajanan oku- nya telah menunjukkan beberapa tanda klinis: masalah pasi terhadap herbisida fenoksi dan tingginya insidens dermatologis (klorakne.

Storm JE. Smith RP.171:3. Int Arch Occup Environ Health 2000. Arch Environ Health their producfion.17L:774. accumulation. 6. Hill. Occup Environ Health 1994. J Toxicol Environ Health A 2002. Emerg Med Safe SH: Endocrine disruptors and human heaith-is there a Chn North Am 2004. organophosphate pesticides based on inhibition of red blood and non-ortho PCBs based upon consensus toxic equivalency ccll acetylcholinesterase. risks of pesticides: A historical overview.108:487.21. Lavin AL. Toxicology 2000 . Cook JC. Jacobson JL.76:472. Environ Res 1994.20:440.S: A mixh-rre of dioxin.:211. CRC. Toxicology 2000. Perspect 1993. Moretto A: Organophosphate-induced delayed poly- Ukai H et a-1: Occupational exposure to solvent mixtures: Effects on neuropathy. Soderlurrd DM et al: Mechanisms of pyretJrrold neurotoxicity: Degen GH. Chen CY. .9-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD) Sieenland K et al: Chronic neurological sequelae to organophos- intoxication: Clinical and laboratory effects. bio- 1994.dants: Cause for Morrison HI et aI: Herbicides and carrcer. Bolt HM: Endocrine disruptors: Update on xeno. J Toxicol Clin Toxicol 2002.1-trichlorethane.6:575.25:1.22:985.109(Suppl 1):113. 1984.1 09:8b5. Am j Public ts1ea1th1994.65:172. heaith and metabolism.112:9. Haley RW et al: Association of low PON1 type Q (type A) arylesterase aclivity with neurologic symptom complexes in Toksikologi Okupasi Gulf War ve terals. Toxicol Rev 2005. Kao iW. Robertson LW: Carcinogenicity of polyhalogenated biphenyls: PCBs and PPBs. Environ Health Persp 1998. Toxicol Sci ZhengT et al: DDE and DDT in breast adipose tissue and risk of 2003. McGraw-Hill.150:453. black and Asian women. Environ Health Perspect 2001.84:1.51:523.5'h ed. Jacobson SW: Associationof prenatal exposure to an environmental contaminant with intellectual function in Toksikologi Klinis childhood. problem? An update.L45:L.:196. Toxicol Sci 2003. 1994. Environ Health phate pesticide poisoning. J logical literature on occupational exposure to perchloroethy.24:75.74:245. Rozman KI(.97:93. 1. Fry JR: A reassessment of the neurotoxicity of pyrethroid insechicides. Neurotoxicology Folinsbee LJ: Human health effects of air pollution. Am J Epidemiol 1999.:29. Staska DF: Brominated flame retar. Geusau A et al: Severe 2. Gosselin RE. Wills MC: Peripheral sensory neuropathy Jorgenson JL: Aldrin and dieldrin: A review of research on associated with 1. Bumett RT et al: Effects of low ambient levels of ozone and Pestisida & Herbisida sulfate's on the fi'equency of repiratory admissions to Ontario Ecobichon DJ: Our changing perspectives on benefits and hospitals. Nanagas KA: Carbon monoxide poisoning. prospective study among white. lmplications for cumulative risk assessment.91.7 .1994. 2'd ed. evidence.866.74:182. environmental deposition and fate.51.h ed. Buckley A et al: Hyperbaric oxygen for carbon monoxide poi- Kimbrough RD: Polychiorinated biphenyls (PCBs) and human soning: A systematic review and critical arralysis of the health: An upclate. Human Williams & Wilkins. Burch MT: Critical review of the epidemio. Williams & Wilkins. perspective. int Arch Occup Environ }J:ealil:.1. DeSesso JM: An assessment of the car.73:433.. Pickel M: Carbamate insecticides. and epidemiology in the United Klaassen CD (editor): Casarett nnd DotLll's Toxicology. Ecol Risk Assess 2000.86:589. Glauert HP. 1997.33.150:1. furans. Persp 2001. Bimbaum l. Kavlock RJ: Uncertainties for endocrine 1994. 2001. Jacobson OF. Hodge HC: Clinical Toxicology of Cotftlnercial L€vesque B et al: Cancer risk associated with household exposure Products.84:731. Lotti M. CRC Crit Rev Polusi Udara Toxicol 1990. female breast cancer. toxicology. Liss GM. House RA. factors produces dioxin-like reproductive ef{ects. Plenum. Raub JA et al: Carbon monoxide poisoning-a putrlic health 2"red. Natl Cancer Inst 1994. Birk T. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 977 REFERENSI Silberhorn EM. Birnbaum LS. Joy RM (editor): Pesticidts and New. Poisortirtg €t Dng Orerdose. Sabapathy NN: Quaternary ammonium compoulds. Crisp TM et a-1: Environmental endocrine disruption: An effects assessment and analysis. Toxicology estrogens. CRC Crii Rev Toxicol 7995. States.1. to chloroform.2003.65:489. lene and cancer.2006.ologicnl Diseases. Olson KR et al (editor). Ellenhorn MJ: Ellenhorn's Medicnl Toxicology.86:572. Pharmacol Ther 2006. McGraw- Schecter A: Dioxitts and Health. Environ Health Persp 2000.992.40:467. drsrupters: Our view on progress.24:37. Doull J: Occupational exposure limits for 30 Hamm JI. Machemer LD.100:45.Ray DE. 1):11. Lippincott cinogenic potential of trichioroethylene in humans. Toxicol Appl Pharmac al 7999. 2002. Environ Health 2000.5'h ed. Toxicol Rev 2005.3. J Natl Cancer Inst concem? Environ Health Perspect 2O04. Ecobichon DJ. Toxicology Daston GP. Toxicology 1994. Toksikologi dan Ekotoksikologi Lingkungan MacMahon B: Pesticide residues and breast cancer? J Natl Cancer Inst1994.106(Suppl . Krieger N et al: Breast cancer and serum organochlorines: A Mundt KA.57 :227 .

Rendahnya kal- )rttii::iil::ir. dieliminasi terdapat dalam urine. pan dalam tulang rangka. dan air susu dari payudara.$Jz:. diserap dengan baik siderr intoksikasinya tetaplah bermakna dan kebutuhan melalui jalur ini. bersama dengan perbaikan kondisi tempat kecil diekskresi rnelalui empedu.r:r'. Meskipun parameter kesehatan ma. tetap terdapat kekhawatiran yang cukup segera diekskresi. dan jaringan lunak. sementara anak usia muda menyerap hingga 50%.. kulit.il.:ti. Setelah diserap dari saluran napas atau cema. kemudian ke permukaan subperios- Meskipun Lrahayanya telah cliketahui. 90% banyak bukti yang menunjukkar-r bahr. dengan waktu-paruir sekitar 1-2 bulan. MD.:.i::t:i. rnultikompartemen. ke- kerja. Tirnbal tidak tulang rangka secara larnbat dapat meningkatkan kadar 978 . dapat digunakan molekul kelator industri.. Pada organ target yang kehidupan. defisiensi besi. telah menurunkan insiden keracunan lirnbal berat ringat. aioi logam. belum ditetapkan batas aman pajanan timbal.ir. Paparan netik pembersihan timbai dari hrbuh mengkuLi model tirnbal pada lingkungan. Terdapat diserap. kaca. tapi pada umumnya. timbal pada pajanan di luar industri (Tabel 58-1). rambut.:. kuku. Sekitar 70% timbal yang penggunaan lainnya. timbal TIRNtsAL terikat pada eritrosit dan awalnya terdistribusi secara Keracunan timbal n'rerupakan salah satu perrvakit akibat luas di jaringan lunak seperti sulnsum tulang.*S*!ltr:. dar-r penggu.:. Saluran cerna merupakan jaiur utama masuknya (d.ftning). penting seperti sistem saraf pusat yang sedang berkem- dapat pada semua organisme tapi tidak memiliki manfaat bang. Fraksi timbal yang tidak secara llyata. Penyerapan debu timbal melalui saluran akan tindak Frencegahan dan terapi efektif tetaplah tinggi. in. terinasuk clalam produksi plasenta sehingga berpotensi membahayakan janin. Ki- aki. dengan diketahuinya berbagai macam dengan buruk melalui kulit. Bahkan. Besarnya nya unfurk mengikat logam dan rnemfasilitasi ekskresinya penyerapan melalui saluran cerna bervariasi menurut dari tubuh.::tl::i].i*t. MpH Beberapa logarn seperti besi rnen-riliki arti penting dalam bermanfaat bagi tubuh manusia. melalui saluran napas dan cerna.. otot. ginjal. Timbal anorganik diserap naaru1ya..r dunia. dan sisanya yang lebih syarakat ini. menyerap sekitar 10-15% timbal yang diingesti.Kosnett. dan ingesti timbal pada ili: TOKSIKOLOGI I-OGAM BERAr keadaan lambung kosong dapat meningkatkan penyerap- an timbal. plastik dan keramik. otak.1i.1.trt:i. yang terjadi di mar-ra-mana ka. yaihr sekitar separuh dari tirnbal yang nyata mengenai pajanan timbal kadar-rendah. sebagian besar terdiri atas darah dan rena distribusi antropogenik timbal dalam udara. solder. kerja dan lingkungan yang paling tua di seiurul. misalnya bensin antiknock bertimbal. Pada pasien dengan kandung- kognitif dan tekanan darah prada kadar limbal darah yang an timbal dalarn tubuh yang tinggi.t:rl. dan gonad.ari cheln. orang dewasa ini. lalu ke matriks tulang. beberapa dari penyakit tertura yang diderita oleh manusia ternyata Farmakokinetik disebabkan oleh keracunan logam berat yang terjadi di Timbal anorganik diserap secara perlahan tetapi konsisten pertambangan logam. dapat tergabung ke dalam tulang rangka. Obat kelator dibahas dalam bagian dua bab sifat senyawa timbal. hati. sementara logam lainnya seperti timbai ter. Timbal juga melintasi digunakan dalam perdagangan. air. telah sangat menurun clalam 3 dekade terakhir tulang rangka. Michael J.'j1lii*Ikti'liiillii* siurn dalam diet. bahaya yang ditimbulkan oieh logam berat saat ini. tapi senyawa timbal organik.i. dengan waktu-paruh mencapai beberapa akibat menurunnya penggunaan timbal dalarn bensin dan tahun hingga beberapa dekade. pemurnian (re.]]'lii:. timbal tetap banyak teum tulang. biologik yang bermakna. "cakar") atau prnduk biotransformasi in vivo. dan makanan.i.va tjmbal tnemiliki tin'rbal dalam tubuh sebagian besar orang dewasa tersim- eiek simpang subklinis sainar terhadap fungsi neuro. pelepasan timbal dari dahulu dianggap "norrnal" atau "aman". napas merupakan penyebab tersering keracunan dalam Bila terjadi intoksikasi. Jika dirunut-runut.

pneumonitis (dosis- ueql . enzim. hepatik (cepat) + (utama). ginjal). Jaringan lunak. menyebabkan terjadinya intok. gangguan terhadap efek kation esen- henti. membran efek 55P (arang) ll:. kulit Sangat terikat Gastroenteritis: mengubah pada kulit. struktur neuronal pascadeasilasi. Penelitian epidemiologik me- Farmakodinamik nunjukkan bahwa kadar timbal darah yang kurang dari 5 Timbal memiliki efek toksik multisistemik yang diper.Llg. enzim. anorganik cerna. mengganggu keringat dan permukaan hati. Ensefa lopati Dea lkilasi Urine dan feses (timbal saluran cerna. Feses ari I kulit. termasuk inhibisi fungsi neurokognitif pada anak usia muda yang terpajan . urine (H92. Ginjal (utama). (sedikit) kandungan toksisitas mengubah struktur dalam tubuh reproduktif membran orang dewasa) Organik saluran Kulit. dan pengubahan struktur membran dan imobilisasi berkepanjangan. kuku kanker (di banyak sel.. feses(sedikit) mukosa). saluran sewaktu lahir enzim. saluran jaringan lunak syok. reseptor sel. Arsenik Garam arsenik Saluran Sebagian besar Kardiovaskular: Menghambat Metilasi. dan seng. mengubah toksik). Hg'?t g a stroe nte r i ti s. sikasi timbal yang nyata. perilaku (eretisme). Kandungan timbal dalam tulang A. besi. neuropatiperifer. gangguan status tinggi dan patologik. timbal. pansitopenia. khususnya kalsium. fosforilasioksidatif. secara keadaan peremajaan (h'rmoaer) tulang yang sial. SSP: tremor. utama).. aritmia. terutama hati.!:ill Organik: alkil. napas (sedikit) mikrotubulus. Nekrosis Menghambat Urine Hg._. nefropati. Anorganik: Saluran cerna. mcg/dL dapat menyebabkan timbulnya defisit subklinis antarai oleh berbagai macam cara kerja. Jaringan lunak Efek S5B defek Menghambat Deasilasi. berkembang menjadi organ target yang paling sensibif terhadap efek toksik timbal.9'. dan merkuri terpilih. ekspresi gen tempat) Timbal 6aram dan Saluran cerna. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 979 Tabel 58-1. akrodinia. mengubah menjadi Hg". membran Urine (utama). enzim. fungsi enzimatik. Jaringan lunak. Jaringan lunak Defisit 55P. mengganggu dari PaYudara rangka (>9070 hipertensi. feses dan air susu anorganik ke tulang anemia._. mengubah (alkil. satu teknik yang memberikan pengukuran terbaik untuk Sistem saraf pusat janin dan anak usia muda yang masih penyerapan timbal kumulatif jangka-panjang. oksida timbal napas d ired istri busi neuropati perifer. Srsreru Snnnp telah dihitung menggunakan fluoresensi sinar-x noninvasif. Menghambat Ginjai (utama). keringat tetraetil) napas 55P trialkilmetabolit (sed ikit) (lambat) + terdisosiasi menjadi timbal Merkuri Unsur merkuri Saluran napas Jaringan lunak. Menghambat Unsur Hg diubah terutama ginjal. seperti pada hipertiroidisme atau redoks selular. penyampaian sinYal rambut. sed ik it) timbal darah selama beberapa tahun setelah pajanan ber. Toksikologi senyawa arsenik. enzim. Saluran cerna. napas (semua (tertinggi pada SSP: ensefalopati._. ssP gingivosto. matitis.(kurang kulit (minor) terutama ginjal tubular akut. kation esensial. neuropati feses (sedikit) perifer.

dapat mun- E. Orang dewasa kurang laten selama beberapa tahun. anoreksia. 980 / BAB s8 timbal. bebas atau kelat sengnya. abdomen berat ("kolik tirnbal") yang berulang. Timbal dapat mengganggu sensitif terhadap efek timbal pada SSp. yang rnendapat pajanan timbal berat dan memiliki higiene ganggu sintesis heme dengan menyekat penggabungan gigi yang buruk. sering disertai dengan peningkatan tekanan pajanan timbal kadar. gingianl lead (umumnya hingga 30-50 m cg/ dL atau lebih besar). menyebabkan berulang- darah 'yang melebihi 30 mcg/ dL dapat secara perlahan nya serangan artritis gout " saturnine gout" . dapat pembuluh darah berperantara-kalsium. Iines saat ini relatif sudah jarang menjadi tanda adanl'a katan prekursor heme. Dalam 2-8 gelap pada batas gusi (" gingianl lead lines"). Drnex me kolik timbal tidak jelas tapi dipercaya rnelibatkan kon- Timbal dapat menginduksi anemia yang dapat bersifat traksi spasmodik otot polos dinding usus. Efek ini mungkin kan dengan kadar timbal . penelitian kasus-kontrol nested kognitif terkait usia pada orang dewasa tua. timbul gejala dan tanda seperti iritabilitas. Timbal juga dapat rneningkatkan Pajanan timbal kronik dosis-tinggi. Terdapat va. Grnrlrl terjadinya hipertensi. dan kematian. terutama motorik. eksperimental. Neuropati. Namun. produksi seperti berat badan lahir rendah. Penelitian pada kaum laki-laki memberi petunjuk diagnostik-meskipun tidak sensitif serta perempuan dalam usia pertengahan dan lanjut usia dan nonspesifik menunjukkan bahwa pajanan timbal dalam kadar-rendah . tapi kadar timbal ekskresi asam urat oleh ginjal. ibu sebesar 5 mcg/dl dalam kisran 5-20 mcg/dL. tanpa ada batasan yang jelas rnengenai berapa menyebabkan timbulnya fibrosis interstisial dan nefroskle- kadar yang tidak akan menimbulkan efek.adanya intoksikasi timbal. reaksi timbal dalam sirkulasi dengan besi ke dalam protoporfirin IX dan dengan menghambat ion sulfur yang dilepaskan oleh kerja mikroba dapat me- fungsi enzim pada jalur sintesis heme. dan. pening. Nefropati timbal mungkin memiiiki periode pendengaranjuga dapat berkurang. . sehingga menimbulk an utrist- nya nafsu makan. Adanya bintik basofilik (basophilic stippling) pada lasi yang terpajan timbal dari lingkungan atau pekerjaan. biasanya terjadi pada kadar timbal rnenyebabkan penurunan atau abnormalitas produksi darah di atas 100 mcg/ dL selama berbulan-bulan hingga sperma.rendah terhadap hasil akl-rir re- intrakranial dan dapat menimbulkan ataksia. khususnya protoporfirin eritrosit pajanan timbal. terjadinya iahir mati atau aborsi spontan yang telah bal.1) untuk tiap peningkatan kadar timbal dalam darah gejala terkait pajanan timbal. koma. kemungkinan akibat vasokonstriksi intraginjal. Pajanan timbal dosis-tinggi merupakan faktor risiko Tremor dapat timbul tapi lebih jarang.dalam darah lebih dari 80 mcg/ disebabkan oleh interaksinya dengan kontraksi otot polos dL selama beberhpa bulan hingga beberapa tahun. dapat terjadi serangan nyeri kolik timbal dapat dideteksi melalui uji elektrodiagnostik. diare. Timbal juga menyebabkan anemia dengan meningkatkan kerapuhan Data mekanistik epidemiologik. praterm. Ketajaman rosis ginjal. Hemolisis murni dapat terjadi pada pajanan tekanan darah pada penderita yang rentan. Stsreu Knnorovnsrulnh terdeteksi pada pemeriksaan darah utuh. stupor. Snlunnru Cenrun cul secara klinis disertai kelemahan ekstensor tanpa nyeri. yang lebih jarang. gangguan tidur. dan in membran eritrosit dan mempersingkat usia hidup sel vitro menunjukkan bahwa pajanan timbal menir-rgkatkan darah merah. Tanda praklinis disfungsi saraf perifer akibat Pada dosis yang tinggi.1- timbal yang diperlukan untuk menimbulkan tanda clan 3. kadang darah sistolik dan diastolik. D. Timbal meng.8 (gS"/" CI 1. Mekanis- B. Penelitian terbaru memperlihat. Oncnn RepRoouxsr Nyeri kepala. artralgla. tekanan darah pada binatang percobaan. Keracunan timbal moderat dapat menyebabkan hilang- khususnya eksfremitas atas. ' Neuropati perifer dapat timbul pascapajanan timbal Pada laki-laki. Pada individu normositik atau mikrositik dan hipokromik. apus darah tepi. Pada popu- tinggi. pajanan timbal menimbulkan efek perilaku dan neurokognitif sehingga akut dosis-tinggi kadang menyebabkan azotemta selintas. yang dipikirkan terjadi akibat inhibisi kadar timbal darahnya terkait dengan peningkatan tekanan enzim 3lS'-pirimidin nukleotidase oleh timbal. kelelahan. bertahun-tahun. dan menurunnya waktu reaksi. pada populasi umum merupakan faktor risiko independer-r C. yang dirancang dengan baik akhir-akhir ini mendeteksi riasi antarindividu yang luas mengenai besarnya pajanan odds ratio untuk aborsi spontan sekitar 1. kadar timbal darah di atas 40 mcg/ dL kronik dosis-tinggi. Penelitian epidemiologik mengenai clampak 100 mcg/dl. atau aborsi spontan menunjukkan berbagai kan bahwa timbal dapat mempercepat penurunan fungsi macam hasil. yang biasanya dikait. yakni protoporfirin seng. dan mialgia juga sering dikeluhkan. dapat F. Meskipun dulu minggu setelah peningkatan kadar timbal dalam darah sering disebut sebagai petunjuk diagnostik. pelahiran konvulsi. penurunan libido. termasuk asam nyebabkan timbulnya tirnbunan timbal sulfida berwarna aminolevulinat dehidratase dan ferokelatase. Ensefalopati tim. gangguan koordinasi visual-motorik. biasanya ditimbulkan oleh kadar timbal daral-r di atas diketahui. konstipasi. drop klasik.

Kelasi darah di atas normal. Rerata kadar timbal darah dasar di parenteral dibatasi hingga 5 hari atau kurang. Bila baru saja terjadi ingesti potongan tung-dosis yang meliputi defi. Intoksikasi timbal kronik harus dipertimbangkan abdomen memberi petunjuk adanya benda bertimbal. Aliran dasi pertumbuhan. Beberapa klinisi menganjur- terpercaya untuk menunjukkan pajanan timbal terkini kan terapi kelasi untuk ensefalopati timbal dimulai dengan atau kumulatif. dan hubungannya dengan ber- A. Meskipun uji ini menggambar. terlihat radiopasitas pada radiografi abdomen. Edema otak dapat membaik dengan korti- pala. senyawa orga- nyeri kepala. Pada pasien yang mendapat pajanan timbal kronik. napas atau kulit. portif intensif. pajanan yang su- an atau minuman yang terkontaminasi. dan diperlukan antikonvulsan motorik. Edetat kalsium dinatrium timbal dalam darah utuh. pajanan berulang selama beberapa hari atau minggu dan bermanifestasi sebagai tanda serta gejala ensefalopati atau B. 2.45 mcg/ dL. Kecuriga. (Kelasi dibahas lebih lanjut artralgia atau mialgia. Terapi keracunan timbal anorganik melibatkan penghen- laisei keluhan neurologik. terapi kelasi dengan hatihati. tapi hidrasi Diagnosis paling baik ditegakkan melalui pengukuran berlebihan haruslah dihindari. Meskipun terutama Hasil akhir kelasi biasanya berupa hilangnya gejala atau merupakan alat penelitian. adanya pajanan timbal jangka-panjang. kejang. glasir. pada waktu Amerika Utara dan Eropa telah menurun cukup drastis ini. pada tiap anak dengan gejala defisit neurokognitif. A. penyakit ini dapat keliru seperti timbal stearat atau timbal naftenat masih diguna- didiagnosis sebagai apendisitis. dan artralgia. kebanyakan pasien dengan penyakit penyuntikan dimerkaprol intramuskular. Karena atau meningitis infeksius. iritabilitas atau mood depresif. jarang timbul keracunan timbal anor. terutama menggambarkan kandungan timbal dalam ja- pada anak kecil. gout. notimbal cenderung diserap dengan baik melalui saluran gia. atau pemberat yang mengandung timbal. dan penggunaan berkonsenlrasi. Pengukuran eks- 1. tremor. memunculkan efek bergan- pertolongan medis. pankreatitis.r TrMenr Aruoncmrrx (Taerl 58-1) bagai gangguan terkait-timbal menjadi subjek berbagai penelitian yang masih terus dilakukan. asuhan suportif. Senyawa organotimbal memiliki target nyakit virus mirip-flu sehingga penderitanya fidak mencari utama sistem saraf pusat. dapat diberikan terapi oral dengan kelator lain yakni beberapa dekade terakhir ini. dan rerata geometrik kadar suksimer. (CaNaTEDTA) intravena diberikan pada dosis sebesar kan timbal yang sedang bersirkulasi dalam darah dan 1000-1500 mg/m2/hari (sekitar 30-50 mg/kglhari) dengan jaringan lunak serta bukan merupakan penanda yang infus kontinu hingga 5 hari. adanya gejala neuropati kosteroid dan manitol. sebagian besar karena tidak lagi dipakainya aminotransferase hati dapat terjadi. dan gejala saluran cerna. Manifestasi subakuhrya. untuk mengatasi kejang.) Ensefalopati timbal . kram abdomen intermiten.. Radiopasitas pada radiograf curigai. sinar-x K noninvasif telah dikaitkan dengan pajanan timbal penghentian kelasi mungkin diikuti oleh peningkatan . insomnia. Akut-Saat ini. kan dalam beberapa proses komersial tertenfu. kelelahan. akibat ingesti oral timbal dosis besar yang ringan lunak dan mungkin bukan'merupakan penanda terkandung dalam cat berbahan dasar timbai atau makan. retar yang memerlukan dekontaminasi gastrointestinal.sit neurokognitif. dan kematjan. Pada intoksikasi timbal simtomatik tanpa diser- timbal darah di Amerika Serikat pada tahun 2W1'-2W2 tai ensefalopati. lerma. terapi kadang dimulai dengan suksimer' diperkirakan sebesar 1. nyeri abdomery dan anemia. Diagnosis keracunan timbal tetraetil dan tetrametil sebagai zat aditif antiknock timbal anorganik akut mungkin sulit ditegakkary dan ber. termasuk nyeri kepala. sering kali keliru dianggap sebagai pe. Kronik-Penderita intoksikasi timbal kronik biasanya Terapi memperlihatkan berbagai manifestasi multisistem. Keracunah ini biasanya disebabkan oleh in. kadar timbal dalam tulang kembalinya kadar timbal darah ke rentang Pramor- yang dinilai meialui pengukuran dengan fluoresensi bid. KrnncurunN TTMBAL AuoRcnulx suk keluhan konstitusional anoreksia. kesulitan tian pajanan segera. meliputi volatilitas atau kelarutannya dalam lemak. urine yang adekuat harus dipertahankan. dan ma. KrnncuuN ORGANoTTMBAL kolik. INTOK5IKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 981 Bentuk Utama lntoksikasi Timbal kumulatif jangka-panjang. atau keterlambatan perkembangan. mial. kelemahan. Tanda-tanda anemia hemolitik (atau anemia dengan Keracunan senyawa organotimbal sekarang sangat jarang bintik basofilik jika pajanannya subakut) serta peningkatan ditemui. dalam bab ini. Namury senyawa organotimbal gantung pada gejala yang muncul. bensin di seluruh dunia. dah sangat lama. dan insufisiensi ginjal juga harus turut di. ulkus peptik. dapat delirium. cat. merupakan suatu an kuat akan adanya keracunan timbal harus dipikirkan kegawatdaruratan medis yang memerlukan asuhan su- pada Liap penderita yang menunjukkan gejala nyeri ke. kelelahan. atau kandungan timbal dalam tulang Mula timbulnya gejala berat biasanya terjadi setelah rangka yang dapat dipercaya. kresi timbal dalam urine setelah pemberian agen penge- ganik akut. lasi dosis tunggal (kadang disebut "uji tantangan kelasi") halasi sejumlah besar asap timbal oksida industri atau. Krnncuunr. diikuti dengan yang disebabkan oleh timbal akan memiiiki kadar timbal pemberian dimerkaprol danEDTA 4 jam kemudian. halusinasi.

982 / BAB s8 kembali (upward rebound) kadar timbal darah karena timbal digunakan pada paruh pertama abad ke-20 sampai di- mengalami reekuilibrasi dari cadangan timbal dalam gantikan oleh penisilin dan agen lainnya yang lebih efektif tulang. sebagai masif. Bila penyerapan harian kronik arsenik anorganik Arsenik merupakan unsur yang terdapat secara alamiah mudah-larut kurang dari 1000 mcg. ka- gel insektisida untuk umpan semut. digunakan secara luas mengubah ekspresi gen. dan kurang toksik. tiang nik berikatan dengan gugus sulfhidril yang terdapat pada layar atau tiang kabel telepon). sekitar dua pertiga dari dalam kerak bumi dan sudah sejak lama digunakan se- dosis yang diserap diekskresi dalam urine. Pascaingesti bagai konstituen produk komersial dan industri. nalkan kembali dalam the United States Pharmacopeia trol and Prevention telah merekomendasikan kelasi untuk pada tahun 2000 sebagai obat yang tidak dipasarkan secara semua anak dengan kadar timbal darah sebesar 45 mcg/ dL luas (orphan drug) untuk digunakan terbatas pada terapi atau lebih besar. Arse- pengawet kayu dalam bidang industri (misalnya. arsenit) umumnya dua sampai sepuluh merupakan antibiotikn farmaseutika pertama dan banyak kali secara akut lebih toksik daripada arsenik pentavalen anorganik (Ass*. kaca. lanjut (lihat Bab 53). Penelitian . jaringan keratin. Senyawa arsenik mudah-larut. digunakan dalam terapi tripanosomiasis Afrika tahap neurokognitif atau penurunan timbal darah jangka-panjang. dapat mengandung arsenik dalam kadar tinggi yang telah Namun. Farmakokinetik cegahan pajanan berlebihan. kuku. Arsenik organik anorganik (As3*. arsenikal trivalen lain- nunjukkan bahwa obat ini tidak bermanfaat pada fungsi nya. mengandung kalium arsenit 1%. Namury uji klinis teracak terkontrol-plasebo leukemia promielositik akut yang relaps dan semakin tersamar-ganda terhadap suksimer pada anak dengan ka. arsenat). terutama lewisit (dikloro[2- pasien'simtomatik dengan peningkatan kadar timbal darah.in sebagian besar klinisi mendukung kelasi pada Organoarsenikal lainnya. Melarsoprol. perkutaneus terbatas tapi dapat memiliki arti klinis yang . saat ini diketahui sebagai salah satu masalah kesehatan lingkungan yang paling mengkhawatirkan di dunia. Arsenik Menarik untuk disimak bahwa larutan Fowler. klorovinil]arsin).cegahan pajanan lebih lanjut. dan obat dalam dar arsenik rambut. Arsenik trioksida diperke- lebih diperdebatkan. mental (lihat Bab 55). arsenik juga digunakan dalam berbagai bidang hasilkan retensi berkepanjangan dalam paru dan mungkin komersial. Penggunaan agen kelasi sebagai profilaksis di tempat kerja tidak dapat menjadi pengganti upaya penurunan atau pen. Sejak 1991. yang anorganik atau metabolitnya dapat memicu stres oksidatif. terutama di hati. serap mengalami metilasi. Meskipr. the Centers for Disease Con. sehingga setelah pajanan dihentikan. Penyerapan Terapi inisial terdiri atas dekontaminasi kulit dan pen. diserap dengan baik me- B. Kelasi empirik terkonsentrasi. waktu-paruh eliminasinya diperpanjang. aloi nonferosus. Kebanyakan arsenik anorganik yang ter- dapat dicoba jika kadar timbal dalam darah tinggi. terutama diproduksi untuk digunakan dalam industri Senyawa arsenik dianggap memunculkan efek toksiknya semikonduktor tapi juga dapat dihasilkan secara tidak melalui beberapa mekanisme kerja. dan sebagai agen untuk meracun. Farmakodinamik Arsiry suatu gas hidrida dengan efek hemolitik yang po- ten. banyak digunakan pada protokol terapi kanker eksperi- dar timbal darah di antara?5 mcg/ dL dan 44 mcg/dl me. Inhalasi komponen obat. Arsenik dalam air akibat penumpukan ekstemal mungkin tidak dapat di- minum di delta sungai Gangga di India dan Bangladesh bedakan dari penumpukan akibat penyerapan internal. Baru- senyawa arsenik dengan kelarutan yang rendah meng- baru ini. dan mengganggu transduksi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit dari abad sinyal sel. yang dieks- ARSENIK kresi dalam urine bersama dengan arsenik anorganik resi- dual. diketahui terjadi interkonversi in *"Peluru aiaib" Paul Ehrlich pada sifilis (arsfenarnin. menjadi asam monometilarsonat dan asam dimetilarsinat. Meskipun menurut dasar molar arsenik trivalen ke-18 sampai pertengahan abad ke-20. KenncurnN TTMBAL Oncrrurr lalui saluran napas dan cerna (Tabel 58-1). arsenik trivalen atau akibat substitusi oleh fosfat. dan kulit dapat tetap tinggi kedokteran hewan. Salvarsan) merupakan vivo. Terapi kejang memerlukan bermakna pascapajanan berat terhadap reagen arsenik penggunaan antikonvulsan yang tepat. air tanah meskipun nilainya dalam urine telah kembali normal. Di beberapa daerah di dunia. Gangguan fungsi sengaja ketika bijih yang mengandung arsenik berkontak enzim dapat terjadi akibat ikatan gugus sulfhidril oleh dengan larutan asam. arsenik yang terdapat dalam rambut dan kuku luluh dari kandungan mineral alamiah. dan telah timbul toksisitas arsenik spektrum penuh suatu arsenikal. dikembangkan pada awal abad ke-20 keputusan untuk mengelasi penderita yang asimtomatik sebagai agen perang kimiawi. seperti dalam pembuatan semikonduktor. pascapajanan kedua bentuk arsenik tersebut. tidak tercermin pada ekskresi arsenat dalam urine.

individu. en. Suksimer juga telah terbukti efektif pada perrelitian bina- nobetain belum pernah dilaporkan men'riliki efek toksik tang dan memiliki indeks terapeutik yang iebih tinggi bila diingesti oleh mamalia dan diekskresi dalam urine claripada dimerkaprol. Gejala konstitusional kelelahan. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 983 terbaru menunjukkan bahwa bentuk trivalen metabolit kecuali pada pasien anurik. didasarkan pada dekontaminasi usus yang tepa! asuhan wa induk anorganiknya. dapat timbul pada beberapa hari per. Efek sistem saraf pusat. biasanya muncul setelah beberapa tairun pajanan dan dan bintik basofilik pada eritrosit dapat muncul segera melibatkan pola hiperpigmentasi "tetesan air hujan". nya kemungkinan hubungan dengan hipertensi. syok. KenncunnN ARsENTK Auoncnux Arur B. Diagnosis keracunan arsenik kronik melibatkan inte- Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan bukti adanya pe. dapat gram pada 2-3 hari pertama setelah keracunan simtomatik kembali normal dalam hitungan hari hingga minggu se- akut). bagai obat oral di Amerika Serikat. Karena dapat megandung sejurnlah . akut atau kronik lainnya. A. Namun. bersama dengan hilang.rlar perifer dan hipertensi portal nonsirotik dapat tama intoksikasi. termasuk delirium. ditunda untuk beberapa hari hingga rninggu yarrg sering noarsenik trimetilasi yang diserap ciengan baik-yaitu kali diperlukan untuk memperoleh konJirmasi laboratorik. kandung kemih. Waktu munculnya saluran cerna meliputi mual. anemia. Pemberian arsenit dalarn regimen Keracunan arsenik anorganik akut harus dipertim. itu. Arse. Kecurigaan kemudian harus diting. muntah. Arsenik menghilang dengan cepat dari daratu dan telah pajanan berhenti. diabetes. kemoterapi kanker. namun/ gas arsin juga mengganggu pernapasan selular di efektivitas kelasi paling tinggi jika diberikan dalam hi- jaringan lain. dan kematian. menyebabkan terjadinya badan. hiperkeratosis pada teiapak tangan dan kaki. kulit. dapat gambaran disestesia dengan pola s to cking-glooe. Kebocoran kapiler difus. Beberapa bulan setelah satu episode keracunan lain. dan penyakit paru kronik nonmaligna. dan neuropati perifer. Neuropati ini pada akhirnya dapat melibatkan musku. dan neuropati termasuk kardiomiopati kongestif. asam monometilarsonosa tidak boleh digunakan unfuk lujuan diagnostik. bersama dengan hipotensi. karena dan terkait dengan kanker paru. arsenobetaine-dan berbagai macam aula arsenik. sekali menyebabkan aritmia ventrikuiar maligna seperti katkan jika temuan-temuan awal di atas diikuti dengan torsade de pointes. mcg/L atau 50 mcg/24 jam pada populasi umum. Penyakit sefalopati. keluhan saluran cerna nonspesifik. sebagian aula arsenik di. Arsenik dikenal sebagai karsinogen manusia tungar"r menit hingga jam pascapajanan arsenik. yang terutama memperiihatkan nik atau nonkardiogenik. atau dimerkaproi. banyak nonkarsinbgenik yang nyata dapat terlihat pascaabsorpsi sistem yang terpengaruh. Krnncunnn ARserur Aluoncnrurx Knorurx Dplam hitungan beberapa menit sampai beberapa jam Keracunan arsenik anorganik kronik juga menirnbulkan setelah terpajan senyawa arsenik anorganik mudahlarut berbagai gejala dan tanda multisistemik. dan setelahnya. Kanker paru. Pada peneiiLian binatang. terapi tidak boleh Organisme laut dapat mengandung sejumlah besar orga. Toksisitas kardiopulmonal. grasi antara temuan klinis dan konfirmasi adanya pajanan. 3-5 mg/ perubahan aliran ion di sepanjang membran eritrosit. jika kecurigaan diagnostik tinggi. pansitopenia. Gas arsin dioksidasi in vivo dan suportif intensif. latur proksimal dan menimbulkan gagal napas neuro. menyebabkan gastroenteritis mendadak bersama dengan hipotensi dan pemanjangan interval QT pada elektrokardiogram dan se- asidosis metabolik. dan kandung kemih. dan kemungkinan kanker di tempat muskular. penggunaan suksimer metabolisasi menjadi asam dimetilarsinat. dan aritmia ventrikular. juga terladi. dan koma. ningkatan jumlah arsenik anorganik dan metabolitnya Kadar arsenik total dalam urine. Tanda dan gejala awal pada kronik lebih dari 500-1000 mcg/hari. kg intramuskular tiap 4-6 jam. sering kali dalam dosis harian 10-20 bangkan pada individu yang memperlihatkan gejala awal mg selama beberapa minggu hingga bulan. diare. biasanya kurang dari 30 dalam urine (biasanya dalam rentang beberapa ribu mikro. karena gashoenteritis berat dan edema Bentuk Utama lntoksikasi Arsenik splangnik dapat membatasi penyerapan melalui jalur ini. dapat timbul beberapa tahun setelal-r pajanan c{osis akut. kuiit. dan kelasi segera dengan ur"dtiol. Penelitian epidemiologik menunjukkan ada- dens dapat mulai muncul setelah tertunda 2-6 minggu.'Ierapin-ya [MMAIil) mungkin bersifat lebih toksik daripada senya. penurunan berat nya cairan dari saluran cerna. disfungsi jantung. Manifestasi efek dosis-tinggi (puluhan hingga ratusan miligram). kadar arsenik daiam darah yang termetilasi (misalnya. striae putih transversal (garis Aldrich-Mees) dapat arsenik yang tidak cukup tinggi untuk memunculkan efek muncul pada kuku. 3-5 memunctrlkan efek hemolitik kuat yang terkait dengan m9/kg intravena tiap 4-6 jam. dan kelemahan dapat teriihat. perifer sensorimotorik. vaskt. Neuropati perifer sensorimotorik asen. mungkin tidak disarankan pada terapi awal keracunan arsenik akut. Perubahan terjadi segera atau setelah tertunda selama beberapa hari. dan nyeri gejala akan bervariasi menurut dosis dan toleransi antar- perut. kulit-salah satu di antara berbagai efek khas arsenik- Pansitopenia biasanya timbul dalam waktu satu minggu. edema paru kardioge. karena hanya tersedia se- tanpa mengalami perubahan.

984 / BAB s8 besar organoarsenik nontoksik. dan per. Absorpsi merkuri cukup bervariasi bergantung pada dapat terjadi hemolisis intravaskular masif. Gejala awai bentuk kimiawi logam. seperti pada tirnbal dan arsenik. Kandungan ini. dan kontak akut dengan ginjal akut. dan. akibat deposisi hemoglobin Merkuri inhalasi merupakan sumber utarna pajanan di dalam tubulus ginjal. Penggunaan merkuri pada farmaseutika harus dihindari selama setidaknya 3 hari sebelum sampel dan biosida sangat berkurang beberapa tahun terakhir urine dikirimkan untuk tujuan diagnostik. binuria. Agen penyebabnya berikatan dengan gugus sulfhidril dalam jaringan ter- telah ditetapkan yaitu metilmerkuri dalam makanan laut keratinisasi. Pajanan merkuri kadar- rendah yang dilepaskan dari amalgam pengisi gigi dapat C. Sejak la. dengan lebih wabah defek lahir dan pbnyakit neurologik misterius di dari duapertiganya akan diekskresi dalam feses. tapi toksisitas sistemik dari sumber ini belum Keracunan gas arsin menghasilkan pola intoksikasi ber. merkuri dapat tetap terkandung dalam ginjal dan otak ma. Asuhan suportif intensif . muntah. tapi hasilnya harus ditafsirkan secara rnerkuri pada ikan-tetap menimbulkan kekhawatiran hati-hati terhadap adanya potensi kontaminasi eksternal. alatan lain. dispnea. Kadar arsenik dalam urine meningkat tapi jarang dan merkuri anorganik perkutaneus dapat menimbulkan dapat digunakan untuk memastikan diagnosis selama pe- kekhawatiran klinis pascapajanan kronik jangka-panjang riode kritis penyakit. dalam darah dan seluruh tubuh sekitar 50 hari. Senyawa alkilmerkuri tampaknya transfusi pertukaran. limbah industri pabrik terdekat ke dalam teluk. menjalani cam transformasi logam. hemodialisis-merupakan terapi utama. senyawa merkuri aril. pajanan. Penggunaan merkuri yang penting dalam industri dan produk komersial A. diketahui bahwa pertambangan merkuri berbahaya ba.termasuk atau akut yang masif. yang merniliki waktu-paruh toksisitas baru yang diketahui terkait dengan berbagai ma. Gagal ginjal oligurik. Agen beberapa tetes dimetilmerkuri menyebabkan toksisitas kelasi yang ada saat ini belum terbukti memiliki nilai klinis lambat dan berat. merkuri Bentuk Utama Entoksikasi Merkuri penting iainnya meliputi garam merkuri anorganik dan Merkuri berinteraksi dengan gugus sul{hidril in vivo. lampu fluoresens. intoksikasi klinis dari merkuri sangat bergantung pada Sebagian besar merkuri ditambang sebagai HgS yang bentuk kimiawi logam dan jalur serta derajat keparahan terkandung dalam bijih sirrabar dan diubah secara komer. dipastikan. dan sekuelae neuro- . Pola pola toksisitas klinis yang unik. terjadi ekskresi empedu dan sirkulasi enterohepatik. Merkuri anorganik diekskresi me- MERKURI lalui urine dan feses. Pada awal tahun 1950-an. masing-masing dapat menimbulkan menghambat enzim dan mengubah membran sel. selama beberapa tahun. Seiring bertambahnya penggunaan merkuri kadar merkuri urine rnenurun dengan waktu-paruh se- di industri dalam 200 tahun terakhir ini. Unsur merkuri cukup mudah dapat meliputi malaise. Kenncurunru Gns Anslnr terjadi. hidrasi agresif. Axur ditemukan dalam produksi elektrolitik klorin dan soda Inhalasi akut uap unsur merkuri dapat menyebabkan kaustik. Senyawa alkilmerkuri rantai-pendek orga- 1-3 hari. semua makanan laut emas artisanal. pada beberapa daerah di dunia. dengan kadar tertinggi dijumpai dalam ginjal. beda yang didominasi oleh efek hemolitik nyata. merkuri didistribusikan dalam keracunan arsin. kelu- yang terkontaminasi. dikenal bentuk kitar 1-3 bulan. Penyerapan merkuri logam ginjal. gi kesehatan. dan produksi Dapat terjadi gingivostomatitis akut. dan hemoglo- kuri diserap dengan buruk dari saluran cerna yang utuh. pneumonitis kimiawi dan edema paru nonkardiogenik. tapi sekelumit perhatian para peneliti ilmiah sejak dahulu kala. amalgam gigi. Pada pajanan masif. Pajanan merkuri pada lingkungan akibat ppm) 'kadang dapat mengungkapkan adanya peningkatan pembakaran bahan bakar fosil-atau bioakumulasi metil- pajanan di masa lalu. menguap clan clapat diserap dari paru (Iabel 5B-1). efek mematikan terhadap nik bersifat mudah menguap dan berpotensi berbahaya pernapasan selular dapat timbul sebelum terjadi gagal melalui inhalasi serta ingesti. Selain unsur merkuri dan alkilmerkuri (termasuk metilmerkuri). sering kali muncul dalam waktu tempat kerja. Metilmerkuri. yang temyata berasal dari pembuangan mitnya dapat dijumpai di rambut dan kuku. Setelah satu periode laten yang dapat berkisar dari 2 jam hingga Farmakokinetik 24jam pascainhalasi (bergantung pada derajat pajanan). Pascaabsorpsi. tapi sesekali masih digunakan dalam antiseptik dan arsenik dalam rambut dan kuku (biasanya kurang dari 1 obat tradisional. Mer- mual. pembuatan peralatan listrik. Merkuri pedesaan nelayan Jepang di Minamata. nyeri kepala. pada kasus gagal diserap dengan baik melalui kulit. Pascainhalasi uap unsur merkuri. termometer. ke jaringan dalam beberapa jam. dan. sial menjadi berbagai macam bentuk kimiawi. Ekskresi merkuri anorganik meng- Merkuri logam sebagai "quicksilaer" -satu-satunya logam ikuti model multikomponen: kebanyakan diekskresi yang dalam keadaan normal berupa cairan-telah menarik dalam hitungan minggu hingga bulan. kelemahan. nyeri abdomery ikterus.

mung. mungkin kin dilaporkan setelah pajanan dosis-tinggi. Dimerkaprol terbukti meredistribusi merkuri sistem saraf pusat dan menyebabkan parestesia. sering kali terladi. Tanda dan gejala awal da- boleh digunakan pada terapi terhadap pajanan merkuri pat timbul beberapa minggu hingga bulan pascapajanan elemental atau organik. Karena efikasi trodiagnostik. atau untuk mem- firmasi laboratorium atau bukti pajanan lainnya. kan trias klasik tremor. insomnia. suatu enzim atau tdrget selular lainnya. dan ruam miliaria. Gingivostomati. Tremor biasanya dimulai sebagai tremor kuri yang lebih rendah hingga tidak melebihi 12 ounce intensional halus di tangan. tapi wajah juga dapat ikut (340 g. tapi jika terjadi gagal ginjal akut. tapi iritabilitas atau apati. dan ano- A. dan anak usia muda untuk tidak mengonsumsi Keracunan kronik akibat inhalasi uap merkuri menimbul. disartria. Untuk memperkecil risiko neurotoksisitas developmental bular akut dan gagal ginjal oligurik dalam hitungan jam dari metilmerkuri. Akrodinia ditandai B. dan penyempitan la- otak merupakan organ target utama. ikan dengan kadar merkuri tinggi (misalnya. kelasi segera dengan dengan kemarahan yang meledak-ledak atau blushing unitiol oral atau intravena. (pola perilaku yang disebut sebagai eretisme). diaforesis. Bukti adanya diperlukan hemodialisis atau hemodiafiltrasi bersama ke- kerusakan saraf perifer dapat dideteksi melalui uji elek. Prumrrv KnoNrx dengan eritema yang nyeri pada ekstremitas dan dapat Unitiol dan suksimer meningkatkan ekskresi merkuri terkait dengan hipertensi. senyawa induk me- ference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) merlukan biotransformasi in vivo untuk menjadi agen menganjurkan bahwa pajanan di tempat kerja harus kompleks aktif. Agency and Food and Drug Administration teiah meng- anjurkan ibu hamil. nyata. atau dua kali makan sedang) tiap minggu. sanya merupakan molekul fleksibel dengan dua atau nya kurang dari 5 mcg/L. dimerkaprol tidak pang pandang secara progresif. dan N-asetil-L-sistein (NAC) Pajanan pranatal terhadap metilmerkuri dosis-tinggi da- dapat meningkatkan bersihan metilmerkuri dari tubuh. Palmrnru Axur reksia. perempuan yang akan hamil. suksimer. kadar merkuri urine biasa. lasi dalam hitungan hari hingga minggu. dan karena gangguan pendengara4. pat menyebabkan retardasi mental dan sindrom seperti palsi serebral pada anak. Data-data terbatas menunjukkan awal. Knorrr pengasuh. Dimetilmerkuri jarang dijumpai tapi me. Agen pengelasi adalah obat yang digunakan untuk Diagnosis intoksikasi merkuri melibatkan integrasi mencegah atau memulihkan efek toksik logam berat pada anamnesis dan temuan pemeriksaan fisik dengan uji kon. terlibat. the Biological len-koordinat stabil dengan atom logam kationik' Pada Exposure Index (BEI) Committee of the American Con. nik. dan depresi disertai Selain asuhan suportif intensif. menarik diri. Manifestasi neuropsikiatrik. Terapi masuk hilangnya ingatan. Kompleks logam-kelator yang terbentuk . urine setelah inhalasi unsur merkuri akut atau kronik. Ingesti akut garam menghasilkan kadar merkuri dalam urine kurang dari 35 merkuri anorganik. ikan pedang). Pajanan pranatal kadar-rendah menimbulkan risiko defisit subklinis pada perkembangan sistem saraf. tapi jarang timbul neuropati perifer yang kelasi menurun seiring waktu sejak terjadinya pajanan. ke sistem saraf pusat dari lokasi jaringan lain. ter. dan biasanya terjadi pada anak-anak. dapat mcg per gram kreatinin dan kadar merkuri dalam darah menyebabkan gastroenteritis korosif hemoragik yang ber. dimerkaprol intramuskular. Hidrasi agresif dapat membantu mempertahankan tis.erita secara samar berubah menjadi malu. keluaran urine. Penelitian atau suksimer oral mungkin bermanfaat menghilangkan terbaru menunjukkan bahwa pajanan dosis rendah dapat nefrotoksisitas pascapajanan akut garam merkuri anorga- menghasilkan efek neurologis subklinis. Mood pend. ataksia. dampak terapi tersebut terhadap hasil akhir klinis tidak Intoksikasi metilmerkuri terutama mempengaruhi diketahui. ffi FARMAKOLOGI KELATOR rupakan benfuk organomerkuri yang sangat neurotoksik dan dapat mematikan hanya dalam jumlah kecil. gangguan neuropsikiatrik. Agen pengelasi bia- ada pajanan di tempat kerja. Metilmerkuri merupakan toksin reproduktif. insomnia. kelelahan. dan dapat terjadi perburukan menjadi gerakan koreiform ekstremitas. anoreksia. Pada "1990. Akrodinia merupakan reaksi idiosinkratik yang terapi tidak boleh ditunda sampai timbul oliguria atau tidak biasa terhadap pajanan merkuri subakut atau kronik efek sistemik utama lainnya. kadang disertai dengan longgarnya akar gigi. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 985 togik (lihat bawah) juga dapat muncul. seperti merkuri klorida. Jika tidak percepat eliminasi logam dari tubuh. diikuti dengan nekrosis tu. dan merkuri dalam darah utuh lebih gugus elektronegatif yang membentuk ikatan kova- biasanya kurang dari 5 mcg/L. misalnya. unitiol. beberapa kasus. yang. bahwa suksimer. potensi membahayakan jiwa. the US Environmental Protection hingga hari. ibu B. dan dan untuk membatasi konsumsi ikan dengan kadar mer- gingivostomatitis. utuh pada akhir minggu kerja kurang dari 15 ncg/L.

ion natrium dan hidrogen sebagai antidotum terapeutik pada kasus keracunan le- tersedia secara kimiawi dan biologis. yang dapat memberikan Efisiensi kelator sebagian ditentukan oleh jurnlah elektron untuk berkoordinasi dengan logam. C: atau BAL. dalam bentuk larutan 10% dalam minyak kacang dan dari Meyers FH.) sering kaii menimbulkan rasa sakit. polidentat. pada titik ini. yang menjadi ll il ciri khas kebanyakan kelasi terapeutik. tidak hanya meningkatkan eks- / NN \//\ cH. Jawetz E. Karena larutan akueous dimerkaprol bersifat Pada kelat timbal-edetate. suatu cairan yang berminyak Gambar 58-1.3- DIMERKAPTOPROPANOL. .. Meskipun beberapa agen pengelat rnemiliki kemampuan untuk memobilisasi kadmium. koenzim. (Dimodifikasi dan direproduksi atas izin. kemampuan agen pengelat ll /. 1 980. tersebut. McGraw-Hill. Ikatan seperti gugus ligan pada molekul yang tersedia untuk berikatan demikian efektif mencegah interaksi logam dengan gugus dengan logam. agen senjata perang yang mengandung arsenik./ yang memobilisasi logam. BAL) Dimerkaprol (Gambar 58-2). EDTA). Goidfien A'. Gugus ligan pengelasi meliputi gugus fung- Gambar 58-1) menjadi contoh yang penting. -O-Cil . efek agen pengelat terapeutik. Awalnya diterbitkan oleh Lange Medical harus diberikan melalui penyuntikan intramuskular. HO-C \ cH" cH" '/c- oH Pada beberapa kasus. 986 / BAB s8 diekskresi oleh tubuh. Agen kelasi yang paling penting dan yang saat ini digunakan di AS dijelaskan di bawah ini. Namun. Edetat (etilendiamintetraasetat. Tth ed. Efek ini telah ditunjukkan pada dimerkaprol. cH^ kresi logam tersebut-yakni efek yang diinginkan-tapi cH" z cH^ juga meredistribusikan beberapa logam ke organ vital Na t' z l' C-O lainnya. Selain mengeluarkan logam target yang memberikan kompleks tersebut dapat disebut sebagai mono-. dan -NH. dan membran. A: Dalam kuat. g'\*r'\. Namun. yang Publications. kalsium terikat oleh ikatan kovalen-koordinat dengan nitrogen serta oleh ikatan ionik merkaprol kemudian dikenal sebagai Bitish anti-Lanisite biasa. Semakin banyak jumlah gugus ligan fungsional serupa pada enzim atau protein lain. -SH. bi-. atau efek toksik bagi tubutr. Peng- gunaan agen pengelasi selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah berhentinya pajanan logam akut-atau penggunaannya pada terapi intoksikasi logam kronik-masih juga dapat meningkatkan ekskresi logam. timbal tergabung ke dalam lima tidak stabil dan cepat beroksidasi.C \/ Ca \ dan meningkatkan nefrotoksisitas telah menghilangkan CH. Di- kalsium dinatrium edetate. \ /N\C-C-O-Na Na-O-C-CH) -H2H2H2 C-C ii unfuk mencegah atau menurunkan efek simpang logam toksik tampaknya paling besar bila agen pengelat tersebut diberikan secepatnya setelah pajanan iogam akut. semakin stabil kompleks logam-kelator yang nukleofil selular. kemampuan peningkatan ekskresi untuk meredakan efek patologik pajanan logam mungkin menurun. Bergantung pada jumlah ikatan ligan-logam. ./' Pada kebanyakan kasus. Pembentukan garam dan kelat dengan dan tak berwarna dengan bau seperti merkaptan yang edetate (ethylenediaminetetraacetate. terbentuk. kecenderung- an agerl pengelat untuk meredistribusi kadmium ke ginjal " \-o o*//o / H. Review of Medical Pharmacology. dimerkaprol dibuat cincin heterosiklik. DIMERKAPROL (2. Na yang meredistribusi merkuri dan arsenik ke dalam otak lt lt U o sembari meningkatkan pula ekskresi merkuri dan arsenik dalam urine. sional seperti -OH. efek samping ini jarang memiliki A o o arti klinis dalam jangka waktu yang terbatas. diciptakan di Inggris Raya selama Perang Dunia II larutan garam dinatrium EDTA. B: Dalam larutan wisit. nilai terapeutik agen tersebut dalam intoksikasi kadmium. lon kalsium secara efektif dikeluarkan dari larutan. beberapa agen pengelat (seperti kalsium EDTA yang digunakan pada intoksikasi timbal) dapat meningkatkan ekskresi kation esensial seperti seng atau tembaga.

DTMERKAPTOSUKSTNAT. terinduksi-logam terhadap enzim yang mengandung sul- suksimer. lakrimasi. dan kemungkinan kompleks inilah yang merupakan gugus timbal dan merkuri. meskipun melalui empedu. dalam memulihkan toksisitas timbal yang telah terjadi . dan telah menggantikan EDTA pada terapi pasien rawat jukkan bahwa dimerkaprol dapat pula menjalani ekskresi jalan yang mampu menyerap obat oral. manfaat kedua obat tersebut tidak jelas.. termasuk (c.3dlmercaptopropanol) (DMSA) suKsrMER (ASAM Gambar 58-2. dimetabolisasi.Hz)s /\ /\ (c. terapi suksimer terkait dengan meningkat- dengan asam amino. Data pada manusia mengindi. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 987 H^N CONH Bila digunakan dalam dosis terapeutik. McGraw-Hill. jika diberikan segera mana-marur. yang merupakan organ target utama dari garam merkuri anorganik.- 000000 dua faktor yang membatasi injeksi intramuskular karena -\\r(/ adanya risiko pembentukan hematoma pada lokasi pe- nyuntikan. dan diekskresi EDTA parenteral dalam menurunkdn kadar timbal darah oleh ginjal dalam waktu 48 jam. muntah. takikardia. Dlmercaprol Succlmer Penlclllamlne (2. Goldfien A: Review of Medical nya ekskresi timbal melalui urine dan penurunan kadar Pharmacology. Analog dimerkaprol yang larut dalam HC-SH H3C-C-CH-C-OH Jr. Namun. salivasi. 7'h ed. fi air-unitiol dan suksimer-memiliki indeks terapeutik ix-sn I i" "' I I yang lebih tinggi dan sudah menggantikan dimerkaprol H2C-OH iootr sH NH2 pada berbagai keadaan. Pemberian suksimer oral sebanding dengan tampaknya cepat diserap. suksi- Pada model binatang.H/s (9H2)s 9H. mual. dan mungkin melibatkan pembentukan disulfida campuran Pada manusia. obat ini kasikan bahwa dimerkaprol dapat meningkatkan angka berikatan dengan asam amino sistein untuk membentuk ekskresi arsenik dan timbal serta memberikan manfaat disulfida campuran 1:1 dan 1:2. Kadar puncaknya dalarn da- anorganik dan organik.' terapeutik dalam terapi intoksikasi akut oleh arsenik. In vivo. dimerkaprol mencegah dan mer diformulasikan secara eksklusif untuk penggunaan memulihkan inhibisi terinduksi-arsenik terhadap enzim oral. Waktu-paruh eliminasi suksimer yang mengalami transformasi adalah sekitar 2-4 jam. tapi peran jalur ekskretorik ini pada kemampuan suksimer dan EDTA untuk meningkatkan eli- manusia dan perincian lain mengenai biotransformasinya minasi timbal telah terbukti. dan unitiol (lihat teks) tidak diketahui fhidril dan melindungi terhadap efek letal akut arsenik. 1980. demam (khususnya pada anak). tapi formulasi intravenanya berhasil digunakan di yang mengandung sulftridril dan. Suksimer oral cepat diserap dengan derajat setelah pajanan.Hy's lcHzls (c. Meskipun penelitian mengenai metabolismenya dewasa. Jawetz E. Penggunaannya juga dapat menimbulkan til lll lll trombositopenia dan peningkatan masa protrombin- . Di AS. dimerkaprol intramuskular tiga kali sehari. melalui penelitian pada tertahan dalam suatu sistem terkuru ng (caged system). dimerkaprol dapat meredistribusi arsenik dan merkuri ke dalam sistem saraf pusat sehingga dimerkaprol tidak dianjurkan pada terapi cooH H2c-sH lr-r. kelasi yang aktif. suksimer. binatang. penisilamin. hipertensi. DMSA) Ferroxamine (ferrioxamine) tanpa besi terkelasi disebut Suksimer adalah analog dimerkaprol larut-air. Dosis biasanya adalah 10 mg/kg diberikan per oral pada manusia masih terbatas. keracunan kronik. atas izin. besi sebenarnya halnya dimerkaprol. (Dimodifikasi dan direproduksi. dan nyeri pada lokasi \/N-C \/ N-C \/ N-C penyuntikan. dimerkaprol '\ CONH terkait dengan tingginya insiden efek simpang. lndikasi & Toksisitas Dimerkaprol disetujui oleh FDA sebagai terapi agen tung- lndikasi & Toksisitas gal pada keracunan akut arsenik dan merkuri anorganik Suksimer saat ini disetujui oleh FDA untuk terapi pada serta pada terapi keracunan timbal berat bila digunakan anak dengan kadar timbal darah yang lebih besar dari 45 bersama dengan edetat kalsium dinatrium (EDTA. Meskipun memiliki efek protektif pada bina- Foroxamlne tang yang mengalami intoksikasi akut. Model binatang menun. terbukti mencegah dan memulihkan inhibisi Struktur kompleks logam-kelator in vivo untuk dimerkaprol. kemungkinan dalam ginjal. Suksimer mungkin juga menurunkan kandungan merkuri dalam ginjal. rah tercapai dalam waktu sekitar 3 jam.) timbal dalam darah. dapat melindungi dari efek letal arsenik penyerapan yang bervariasi. Struktur kimiawi beberapa kelator. tapi suksimer juga banyak digunakan pada orang bawah). dari Meyers FH. Ferroxamine digambarkan di sini untuk menunjukkan gugus-gugus fungsional. dar seperti deferoxamine. lihat mcg/ dL.

Darnpaknya terhaclap caclang. dan diare. dan telah dilaporkan aclanya kasus- DTMERKAPTOPROPANASULFONAT.7 jam. EDTA. diekskresi melalui filtrasi glomerulus. sebut disertai dengan stabilisasi status karcliovaskular clan sien anurik. tapi pada kebanyakan kasus hal ini dapat clicegah mampuannya untuk mernobilisasi merkuri dari ginjal. penetrasi waktu sekitar 3. Analog EDTA. EDTA dosis injeksi terdapat memobilisasi timbal dari jaringan lunak. Waktu-paruh eliminasi unitiol total (olrat incluk Sifat ionik EDTA yang sangat polar menrbatasi pe. EDTA oral mening_ tiol rnemperlihatkan efek protektif terhaclap efek toksik katkan penverapan timbal dari saluran cerna. Lebih lanjut lagi. ekskresi obat-dan efeknya yang memobilisasi lndikasi & Toksisitas logam .nerkapto yang rnerupakan analog dirnerkaprol larut-air. EDTA belum terbukti bermanfaat mg/mL dalam air steril) dapat diberikan dengan dosis 3_5 dalarn terapi penyakit kardiovaskular aterosklerotik.clekorporasi. mangan. dan produk transformasinya) adaiah sekitar 20 jam. clan 10% pasien.rbat selama Karena obat dan logam yang dimobilisasi diekskresi lebih dari 20 menit. mg/kg tiap 4 jarn melalui infus intravena lan. termasuk anoreksia. 988 / BAB s8 atau meningkatkan hasil akhir terapi masih harus ditenhr_ gunaan EDTA dosis rendah dengan hemodialisis atau kan rnelalui uji klinis terkonhol plasebo. dan unitiol EDTA harus diberikan melalui infus intravena. telah digunakan untuk mengeluarkan (. Unitiol dapat diberikan secar. menghin_ suksirner juga telah digunakan pada terapi keracunan ar. Uni- nyerapan oralnya. uranium dan beberapa radioisotop transuranik. garam kalsium clan seng dinatrium kecil. merkuri dan arsenik pada model binatang.. pada meningkatkan ekskresi merkuri. pada penderita insufisien_ si ginjal. dan rnagnesium dalam tubuh sangatlah jelas. yakni pente_ dalam urine. telah dilaporkan pada kurang dari5% pasien. muntah. Bioavailabilitas melalui jalur oral adalah sekitar berpotensi membahayakan jiwa. clan timbal pada pasien dengan fungsi ginjal 1. peningkatan ringau arninotransferase hati yang reversibel telah tercatat uNtTtoL (ASAM pada 6-70% pasien. EDTA dikontraindikasikan relahif pada pa. agen pengelasi dir. Berdasarkan he'rofiltrasi. Akibahrya. EDTA cepat rnanusia. kadang memerlukan pengl-rentian terapi. yang arti klinisnya kecil atau ticlak ada sama tat. Lebih dari B0% dosis intravena EDTA ke rnernbran sel relatif buruk sehingga lebih efektif diekskresi dalam urine. Gangguan pada saluran cema. siklik. rnelebihi dimerkaprol intramuskular atau suksimer oral racunan seng. DMPS) kasus neutropenia ringan sampai sedang. Unitiol tidak memiliki indikasi penggunaan yang clisetujui FDA. ditemukan pada kurang clari dalarn terapi kontaminasi plutoniunr.) sekali.. dianjurkan peng.ang normal. tapi EDTA juga bermanfaat pacla kasus ke. dengan 50% clari SH SH SO.ya nefrotoksisitas akibat efek protektifnya terhadap arsenik pada binatang dan ke. Unitiol.a oral clan in_ vitro. kurium. deplesi seng semer-rta ra yang tidak rnenriliki arti klinis yang an kalsium. dan pacla mual. Ruam. clan penrbatasan lama senik dan merkuri. terutama sebagai sulfida DMpS mengelat ion logam ekstrasel daripada ion intrasel. Suksimer sedikit memicu peningkatau ekskresi seng dari asam dietilentriaminpentaasetat (DTPA). dan beberapa radionuklida berat. Untuk mencegah habisnya cadangan kalsium yang Lravena. dengan kadar puncak dalarn clarah tercapai dalarn diberikan sebagai garam kalsium dinatrium. tapi berbagai penelitian eksperimental terhadapnya lndikasi & Toksisitas dan profil farmakologik serta farmakodinarniknya me_ Edetat kalsiurn dinatriurn terutarna diindikasikan pada nunjukkan bahwa unitiol intravena memberikan manfaat kelasi tirnbal. obat dapat digarrti dengan pern_ . dengan mempertahankan aliran urine aclekuat. Dalam keadaan seperti ini.r in AS sejak 1999. obat ir-ri hanya boleh 50%. EDTA dapat rnenyebabkarr beberapa uji klinis terbatas. menyebabkan ttt- cH2_CH_CH2 peningkatan ekskresi timbal dalam urine yang nyata dan Unithiol penurunan kadar timbal darah. dari pemberian dosis yang berlebihan. adalah kumpulan efek samping tahun 2004 EDTA disetujui oleh FDA untuk cligunakan yang paling sering dijumpai. Suksirner ditoleransi dengan baik pada terapi hingga 5 hari atau kurang. Preparat unitiol akueous (biasanya 50 dokteran alternatif. merkuri anorganik. Jika terapi selama beberapa hari ter_ melalui urine. Telah dilaporkan ada. besi.mungkin tertunda. Unitiol Asam etilendiamintetraasetat (Gambar 5g-1) adalah ke_ secara legal telah tersedia dari gabungan ahli iannasi cli lator berbagai logam divalen dan trivalen yang efisier. telah tersedia dalarn forrnu_ EDETAT KALSIUM D|NATRIUM (ASAM larium resrni di Rusia dan beberapa negara bekas Soviet ETt rEND tAM TNTETRAASETAT [EDTA]) lainnya sejak 1958 clan di Jerman sejak "1976.H di urine dalarn waktu 1 jarn. dalarn terapi awal keracunan akut berat oleh arsenik atau Meskipun terdapat beberapa klairn dalam literatur ke. arsenik. amerisiurn. gastrointestinal pasien.

Obat tenfu. masalah yang dijumpai dalam terapi talasemia dan terlalu lama dapat menyebabkan insufisiensi ginjal. Deferasiroks merupakan kelator tridentata dengan afinitas Sepertiga pasien pengguna penisilamin mengalami tinggi terhadap besi dan afinitas rendah terhadap logam efek simpang obat ini. l INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR / 989 berian oral pada dosis 4-8 mg/kg tiap 6-8 jam. Lebih lanjut lagi. sindrom distres perna- tembaga atau untuk mencegah akumulasi tembaga.sehingga lebih dianjurkan ekskresi daiam urine. Obat ini tampaknya dimetabolisasi. d. sering kali mengubah wama urine dalam terapi. pasan akut) dilaporkan terjadi pada beberapa pasien yang perfi pada penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikular). Deferasiroks baru-baru ini disetujui penggunaannya yat alergi penisilin. dan demam obat. yang terkoordinasi dengan gugus sianida dalam da keracunan merkuri dan memiliki kapasitas memobili- struktur geometrik kubus. unitiol harus diinfuskan secara perlahan dalam ginjal. pruritus.reningkatkan ekskresi timbal dan merkuri dalam urine dengan Yersinia enterocolitica) pascaterapi jangka-panjang pada keadaan berlebihnya beban besi (iron oaerload) dalam membuatnya sesekali digunakan dalam terapi rawdt jalan pada kasus intoksikasi kedua logam tersebut. tapi bentuk ini tidak diper- sebagai zat pigmen biru tua selama hampir 300 tahury dagangkan. lebih baik. Timbul berbagai respons lndikasi & Toksisitas simpang idiosinkratik seperti flushing. Defisiensi piridoksin merupakan efek toksik yang sering BtRU PRUSStA (FER|K HEKSASTANOFERAT) ditimbulkan oleh obat ini dalam bentuk lain tapi jarang Ferik heksasianoferat (biru Prussia taklarut) merupakan disebabkan oleh bentuk o. Komplikasi paru (rnisalnya.an Penisilamin juga sesekali digunakan pada terapi artritis telah dipastikan terjadi neurotoksisitas dan peningkatan reumatoid berat (lihat Bab 36). Unitiol logam kelumit esensial. Reaksi dermatologik mendapatkan iron yang terkelasi sec€ira biologis. khususnya cesium dan talium. deferasiroks harus digunakan dengan sangat hati-hati. Deferoksamin plus hemodialisis juga ber- infus intravena cepat dapat menyebabkan vasodilatasi dan manfaat dalam terapi keracunan aluminium pada gagal hipotensi. Meskipun telah digunakan sasi logam yang lebih besar. meskipun oral dapat juga dianggap sebagai alternatif suksimer oral berkompetisi untuk mengikat besi yang terikat secara dalam terapi intoksikasi timbal. Deferoksamin diserap dengan buruk bila diberikan rentang waktu 15-20 menit. mer/ yang memiliki kemampuan lebih besar untuk memo- bilisasi logam dan profil efek samping yang lebih kecil. dan secara sekunder melalui pemerang- . secara intravena. resisten terhadap degradasi metabolik. mengikat besi. Karena Bab 33 dan 59). pedu. per oral dan dapat meningkatkan penyerapan besi jika diberikan melalui jalur ini. keluhan perut. potensi rnanfaatnya sebagai kelator farmaseutikal baru dikenal 3 dekade yang lalu. Reaksi hipersensitivitas yang timbul lain. Senyawa ini memiliki afi- DEFEROKSAMIN nitas yang tinggi terhadap beberapa kation univalen ter_ Deferoksamin diisolasi dari Streptomyces pilosus. seperti kan kelator parenteral pilihan pada keracunan besi (lihat eritema multiforme dan sindrom Stevens-Johnson. tapi suksi. talasemia major). deferoksamin tidak dapat berkornpetisi untuk rendah secara keseluruhan (<4%). pada pasien dengan riwa. atau tidak da. Dalam sirkulasi. deferoksamin merupa- sesekali dilaporkan pula kasus reaksi alergi mayor. Turunan terasetilasinya. Komplek kelator-besinya di- dibandingkan dengan isomer r. se. dan kompleksnya diekskresi dalam em- pat timbul pada penggunaan. rneskipun mal dan mitokondrial. sindrom mielodisplasia. dan penggunaan obat yang darah. Penisilamin (Gambar 58-2) adalah turunan penisilin be. Akibatnya. longgar dalam protein pembawa besi (hemosiderin dan Unitiol dilaporkan memiliki insiden efek simpang yang feritin). Pan. Obat ini aktif secara oral meliputi ruam. seperti swasima (eksantema atau urtikaria obat) merupakan efek yang terdapat dalam hemoprotein dan sitokrom mikroso- simpang yang paling sering dilaporkan terjadi. yakni senyawa kristal terhidrasi yang mengandung atom Ferl N-asetilpenisilarnin. tubuh (misalnya. seng dan". deferoksamin PENISILAMIN (o-DIMETILSISTEIN) harus diberikan secara intramuskular atau. digunakan secara eksperimental pa- dan Ferrr. secara primer melalui ini sangat erat mengikat besi tapi buruk dalam mengikat perfukaran ion. mendapat infus deferoksamin lebih lama dari 24 jam. sitopenia ditimbulkan oleh asupan obat yang terlalu lama. dan Penisilmain terutama digunakan pada terapi keracunan ruam. tapi rupa kristal putih larut-air.tembaga. n. sehingga obat dan diserap dengan baik. DEFERASIROKS telah banyak menggantikan penisilamin untuk fujuan ini. misalnya. Pernberian deferoksamin intravena secara cepat dapat menimbulkan hipotensi. Oleh sebab itu. Penisilamin cepat diserap dari usus dan menjadi jingga-kemerahan. Nefrotoksisitas disertai proteinuria untuk terapi oral berlebihnya beban besi akibat transfusi juga telah dilaporkan terjadi. Kemampuannya untuk kerentanan terhadap beberapa infeksi tertentu (misalnya. o-Penisilamin kurang toksik jalurnya tidak diketahui.

atau untuk infus (50 Penicillamine (Cuprimine. exposurereport/ 3rd/ pdl / results-01. Asuhan suportif tambahan untuk dalam terapi kontaminasi radioaktif cesium (137Cs).bt. Biru Prussia taklarut. tablet 250 mg REFERENSI Nash D et al: Blood lead. Deferasirox (Exjade) Pentetate Calcium Trinatrium (tcalcium DTPAI dan Oral: tablet 125.348:1517. yang disetujui adalah 3 g per oral tiga kali sehari.25O m9. diserap secara minimal dari dalam theStrategic NationalStockpile yang diurus oleh CDC saluran cema (<1%). blood pressure/ and hypertension in perimenopausal and postmenopausal . Am J Epidemiol hypertension. 1999. Karena kompleks yang dibentuk (http: / / www. FDA menyetujui biru Prussia untuk digunakan terapi yang dianjurkan. Pemantauan radioaktivitas (137Cs) dalam urine dan feses serta kadar talium dalam urine lndikasi & Toksisitas secara serial dapat memberikan panduan mengenai durasi Pada 2003. N Engl J Med 2001. 2005. 500 mg/ Prussian Blue (Radiogardase) vial Oral: kapsul 500 mg Dimercaprol (BAL in Oil) Succimer (Chemet) Parenteral: 100 mg/mL untuk suntikan lM Oral: kapsul 100 mg Edetate calcium [calcium EDTAI (Calcium Unithiol (Dimaval) Disodium Versenate) Bubuk penyusun yang tersedia untuk dibuat Parenteral: 200 mg/mL untuk suntikan sebagai kapsul oral. JAMA Timbal 2003. yang setara pada anak (usia 2-12 tahun) adalah 1 g per retensi in vivo) radioaktif cesium dan talium.1601'184. harus diberikan sesuai kebutuhan. Canfield RL et al: Intellectual impairment in children with blood Third Nahonal Report on Human Exposure to Enviromental lead concentrations below 10 pg per deciliter. lium ferik heksasianoferat.. N Engl J Med Chemicals. dan penyakit radiasi akut (r37Cs) atau toksisitas talium sistemik pada intoksikasi garam talium.990 / BAB s8 kapan atau adsorpsi mekanis. harus diterapi dengan laksatif atau peningkatan materi radioaktif yang dapat terpenc ar (" dirty bomb").289:1523. yang ini merupakan bagian dari materi medis dan farmaseutikal digunakan sebagai obat oral. Obat serat pada diet. gov/ stockpile/ #material) (C atatan: oleh biru Prussia bersama cesium atau talium tidak da. yang dapat terjadi pada beberapa pada manusia akibat penggunaannya oleh teroris sebagai kasus. Biru Prussia belum dikaitkan dengan efek simpang ngenai potensi kontaminasi radioaktif cesium yang luas berat apapun.3M:L421. Pada Pascapajanan 137Cs atau garam talium.cdc.cdc)gov/ 2003. Lead.) sehingga mempercepat eliminasinya melalui feses. dosis kaitkan dengan penurunan waktu-paruh biologik (yakni. seperti ka- pat diserap. Konstipasi. hanya bentuk tak-larutnya saja yang mengganggu sirkulasi enterohepatik dan enteroenteriknya saat ini tersedia sebagai materi farmaseutikal.153:164. Am J Epidemiol neuropsychological development in children exposed to lead. Am J Epidemiol 2001. Borja-Aburto VH et al: Blood lead levels measured prospectively Rogan WJ et al: The effect of chelation therapy with succimer on and risk of spontaneous abortion. mungkin lebih bermanfaat da- sorpsi kation-kation tersebut melalui saluran cerna atau lam keracunan talium.htmll Cheng Y et al: Bone lead and blood lead levels in relation to Weisskopf MG et al: Cumulative lead exposure and prospective baseiine blood pressure and the prospective development of change in cognition among elderiy men. Meskipun bentuk biru Prussia mudah-larut. Keputusan ini didasari oleh adanya kekhawatiran me. CDC. penggunaan biru Prussia telah di. 500 mg Pentetate Zinc Trinatrium [zinc DTPA]) Deferoxamine (Desfera l) Parenteral: 200 mg/mL untuk suntikan Parenteral: Bubuk untuk dilarutkan. women. [http:/ /www. dosis dewasa rangkaian kasus klinis.250. 20C4. Depen) mg/mL) Oral: kapsul 125.150:590. pemberian kelator per oral mengurangi ab. oral tiga kali sehari. .

/ pdf / results-O1.8:338:1672.edu/ Third National Report on Human Exposure to Environmental books/ 0309076293 / hfr. tlu Potential Adoerse Health Effects of Dental the Literahrc on Yokel RA et al: Entry.109:613. [http://www.inkingWater:2001 Update.97:1514. N Engl J Med t99. hal-f-life. ?fl0/' [http://www. . CDC. Environ Health von Ehrenstein OS et al: Decrements in lung function related Perspect 2001. to arsenic in drinking water in West Bengal.38:1509.lsto. Cremin JD et al: Oral succimer decreases the gastrointestinal absorption of lead in juvenile monkeys. 2001.J / | Chemicals.orgf clearance of brain aluminum after a single 26.htmll LD50 in hamsters and in vitro inhibition of pyruvate dehydrogenase. amalgam/ frames-amal gam-report.7:R1. Mercury. Agen Pengelat Urudkrishnan D et al: Torsades de pointes in 3 patients with leukemia treated with arsenic trioxide.162:533. Nierenberg DW et al: Delayed cerebellar disease and death after accidental exposure to dimethylmercury.15:131 8. Dargan PI et al: Case report: Severe mercuric sulphate poisoning treated with 2. EPA web site: [http:/ /www. Chem Res Toxicol 2O07. [http://search. Blood 2001.:23:107.3-dimercaptopropane-1-sulphonate and hae- Me*uri modiafilhation. Risk Anal National Research Council. and desferrioxamine-accelerated Analgam. India' Agl J Epidemiol 2005.htnll radiocesium and thallium poisoning? Ann Pharmacother ISRO [Life Sciences Research Office]. " r* INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 991 Arsenik Rice DC et al: Methods and rationale for derivation of a reference dose for methylmercury by the U. Arxnic in D. Crit Care 2003. National Academy Press.epa. ISRO: Bethesda.64:77 . Chem Res Toxicol 2002. 2005.110(Suppl 1):11.cdc. capto-1-propane sulfonate. Environ Health ed in human urine after adrninistration of sodium ?3-dimer- Perspect 2002.S. Called ED: Soluble or insoluble prussian blue for advice.gov/ PebickJS et al: Monomethylarsonous acid (MMAIT) and arsenite: exposurereport / 3r d. Reuiew and Analysis of 20M.nap. Gong Z et al: Determination of arsenic metabolic complex excret- Clarkson TW: The three modem faces of mercury. 2ffi3. gov/waterscience/fishadvice/ Thompson DF.L4:651. EPA.htnrl] T oxicol Sci 200L.41 exposure.

jika suatu termasuk metode untuk meningkatkan eliminasi obat dan obat dibersihkan 95o/o oleh metabolisme hati dan hanya toksin. dan metabolitnya. etanol. menyebabkan peningkatan fraksi obat namik dan toksikodinamik. dan verapamil. Sebagian besar kematian terjadi akibat bunuh untuk memurnikan darah. antipsikotik. Perhatian yang sama ditujukan pula pada farmakodi- dapat terlampaui. Kent R. Kematian anak akibat tertelannya obat meliputi antideprepan. bagai contoh. Istilah toksikodinamik di- war epitel saluran cema sehingga meningkatkan absorp- gunakan untuk mendeskripsikan efek merugikan suafu sinya. distri. Bahkan pada pajanan berat. bebas dan efek toksik yang lebih besar. Sebagai contoh. Jika kemampuan hati untuk memetabolisasi obat substansi terhadap fungsi vital. disolusi tablet atau waktu pengosongan lambung dapat melambat sehingga penyerapan dan efek busi.g besar menandakan bahwa obat lebih sulit % tiap tahun. peningkatan kadar racun dalam urine yang dramatispun hanya akan berdampak sedikit terhadap eliminasi secara keseluruhan. r TOKSIKOKINETIK & Overdosis obat dapat mengubah proses farmakokine- TOKSIKODINAMIK fik yang normal sehingga hal ini harus dipertimbangkan ketika menghitung kinetik pada pasien keracunan. litium. laju eliminasinya dapat tempat terdistribusinya suatu substansi (lihat Bab 3). hasil dari pengemasan yang aman dan penyuluhan yang fenobarbital. Tabel 3-1). dan terapi khusus pada keracunary tiap organ dalam bersihan total. ekskresi. menjadi tetap (kinetik ordo-nol). Perubahan kinetik ini 992 . kejang. antimalaria. Bersihan adalah ukuran volume plasma yang dibersihkan hipotensi. Contoh diri dengan cara overdosis secara sengaja oleh remaja atau obat dengan volume distribusi yang besar (>5 L/kg) orang dewasa. asam valproat. Dengan peningkatan kadar obat dalam bagian besar substansi. Meskipun terdapat banyak kesamaan antara farmakokinetik dan toksikokjnetik se- terlampaui. akan lebih banyak lagi obat yang masuk ke dalam sirkulasi. harus diketahui kontribusi tatalaksana awal. Obat dapat mencederai sa- terapeutik. dan metabolisme toksin. keracunan jarang bersifat fatal jika korbannya segera mendapat pertolongan medis Bersihan dan asuhan suportif yang baik. dosis toksik agen toksik puncak obat tertunda. Olson. kebanyakan obat dieliminasi dengan laju yang pro- ASPEK KHUSUS TOKSIKOKINETIK porsional dengan kadar plasma (kinetik ordo-pertama). ada pula perbedaan yang bermak- darah yang dramatis. pada dosis nor- mal. Obat dengan volume distri- telah sangat menurun dalam 30 tahun terakhir ini sebagai busi yang relatif kecil (<1 L/kg) meliputi salisilat. bersihan total adalah jumlah bersihan melalui eks- yang mencapai rumah sakit dalam keadaan hidup. Tatalaksana gagal napas. dibersihkan dari darah oleh peralatan yang bertujuan sifat fatal. dan fenitoin (lihat efektif tentang pencegahan keracunan. Se- Istilah toksikokinetik mendeskripsikan absorpsi. dan gangguan termoregulasi secara dari obat tiap unit waktu (lihat Bab 3). Dalam meren- Bab ini mengulas tentang prinsip dasar keracunan. Volume Distribusi ]ika kadarnya dalam plasma sangat tinggi dan metabo- Volume distribusi (Vo) diartikan sebagai volume semu lisme normalnya menjadi jenuh. canakan strategi detoksifikasi. kapasitas ikatan dengan protein na. 5% yang dibersihkan oleh ekskresi ginjal. meskipun hanya sebagian kecil saja yang ber. seperti hemodialisis. kresi oleh ginjal dan metabolisme oleh hati. Bagi kebanyakan cermat dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien obat. atau produk rumah tangga beracun secara tidak sengaja propanolol. narkotik. MD Lebih dari satu juta kasus keracunan akut terjadi di AS yur.

cunarr disebabkan oleh sianida. hipoksia. hol dan obat hipnotik-sedatif lainnya rnerupakan faktor yang tundasi atau koma. Pemaharnan mengenai nekanisme umum kernatian aki. Hipotermia atau yang tidak sama jika kemiringan kurva dosis-responsnya hipertermia akibat pajanan serta efek gangguan regulasi tidak sama. kokain. gagal p atau penr. 22-1).Pada kasus obat dengan kurva dosis-respons linear dan teofilirr. setidaknya sebagian dari efek monoksida. suhu berbagai obat juga dapat menimbulkan hipotensi. Obat dan racun mengubah fungsi jantung tapi juga semua fungsi yang yang sering kali rnenyebabkan kejang meliputi anfi- bergantung pada aliran darah. digitalis. antidepresan trisiklik) akatr me. harus dipikirkan pula indeks terapeutik maupun kurva resi kontraktilitas jantung. atau henti napas. merlyebabkan fibrosis paru. amfetamin. antihistamin. seperti yang diperlihatkan oleh dapat disebabkar-r oleh overdosis berbagai macam obat kurva respons-dosisnya yang bertingkat (lihat Gambar kardioaktif seperti efedrin. Bila mernbicarakan tentang data dosis-respons kuan. barbiturat Prinsip umum dosis-respons yang dijelaskan dalam Bab 2 darr alkohol). efek toksik utama merupakan perluasan langsung Arihnia letal seperti takikardia dan fibrilasi venfrikular kerja terapeutiknya. misalnl'a. Parakuat me- fS PENDEKATAN TERHADAP nyerang jaringan paru. gen seperti fensiklidin (PCP) atau LSD dapat meninggal ninggal dunia sebagai akibat obstruksi jalan napas oleh karena perkelahian'atau jatuh dari ketinggian. dan dan obat lain melalui ginjal dan irati. Pada pasien seperti demikian. n'risalnya hipnotik-se. Hipotensi dapat disebabkan oleh dep- tal. relevan dalam memperkirakan potensi keparahan intoksi. atau sekuestrasi cairan. hidrogen sulfida. produksi panas tubuh rneningkat rasi paru. intoksikasi obat yang merniliki efek se. dan cedera otak. beberapa pasier-r dapat meninggal dunia se- bat keracunan dapat mernbantu mernprel5i6p(arr dokter belurn dirawat inap karena efek perilaku akibat obat yang di- untuk mengobati pasien secara efektif. dipancarkan ke luar. pasien demikian dapat me. napas trakeobronkial. asidosis laktat berat. . kolaps vaskular tindih. atau aritrnia jantung. perti atropin (misalnya. Kerusakan sistem organ lainnya dapat terjadi pasca- keracunan dan kadang terlambat muncul. Sebalik. Toksisitas kardiovaskular juga sering kali dijumpai kasi.. Pada intoksikasi anticlepresan tri. dan beberapa analog opioid. Nekrosis hati masif PASIEN KERACUNAN yang disebabkan oleh keracunan asetaminofen atau jarnur-jarnur tertentu menimbulkan ensefalopati hepatik BAGAIMANA PASIEN KERACUNAN DAPAT dan ker. dengan demikian. amfetamin. Kejang. aspirasi isi lambung ke dalam jalan serum dan meningkatkan toksisitasnya. asidosis laktat. hipoksia selular ditunjukkan dengan adanya takikardia. dan hiperkalemia. Hipertermia dapat sehingga clapat timbul hiperpireksia letal. juga dapat terjadi perringkatan aktivitas otot atau ninrbuikan kematian. obat dengan kurva yang mencapai plateau (obat B) Dapat tirnbul hipoksia selular meskipun ventilasi dapat tidak berefek letal meskipun dosisnya mencapai 100 sudah adekuat dan oksigen sudah diberikan bila kera- kali dosis normal. Ketiganya meru- phkan penyebab kematian tersering akibat overdosis ASPEK SPESIAL TOKSIKODINAMIK narkotik dan obat hipnotik-sedatif (rnisalnya.natian dalam wakts 48-72 jam atau lebih lama MENINGGAL DUNIA? pascaingesti. Oleh sebab . yang dimulai beberapa hari setelah ingesti. Banyak toksin ingesti dapat menyebabkan cedera trauma. muntah. datif. Pasien koma seriug kali kehilangan sering kali berperan menimbulkan kecelakaan kendaraan refleks protektif pada jalan napas serta dorongan untuk bermotor. Akl'rirnya. dan kekakuan dapat me- siklik. dan racun lain yang mengganggu transpor toksik akan cukup berbeda dengan efek terapeutiknya. kokain. hipovolemia disebabkan oleh respons terapeutik dan toksk yang saling bertumpang. Overdosis obat disebabkan oleh hiperaktivitas otot menetap dan dapat yang menekan sisten kardiovaskular. Untuk beberapa obat. diare. hipotensi. efek letalnya dapat tirnbul pada dosis obat se. difenhidramin. penyekat rnerryebabkan luruhnya otot dan mioglobinuria.ekat kanal kalsiurn. nya. pada keracunan. terlnasuk elirninasi toksin depresan. Pasien yang berada di bawah pengaruh halusino- bernapas. besar sepuluh kali lipat dosis terapeutik normal. Sebagai contoh.itu. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 993 dapat sangat memanjangkan waktu-paruh obat dalam lidah yang jatuh. karbon Pada kebanyakan obat. hiperaktivitas otot. dan obat yang dianggap bukan merupakan (obat A). dua obat dapat memiliki indeks perifer akibat blokade tonus vaskular yang diperantarai terapeutik yang sama tapi rentang aman pemberian dosis oleh adrerroseptor-d. isoniazid (INH). dan tanda iskemia pada ngurangi produksi keringat sehingga panas lebih sulit elektrokardiogram. atau penggunaan oksigen. Sebagai contoh. Kejang dapat menyebabkan aspi- kejang. Intoksikasi alko- menekan sistern saraf pusat (SSP) dan menyebabkan ob. ticlak hanya secara nyata ginjal. seperti antidepresan trisiklik. kardioaktif.

dan petugas pemadam keba- yang jatuh menutup jalan napas. muskular atau dalam larutan infus intravena untuk men. vasodilator. produk dengan insufisiensi napas harus diintubasi dan diberi rumah tangga. Penting untuk diingat bahwa obat ini menirnbulkan ke. kita dapat KERACUNAN memulai evaluasi yang lebih terperinci untuk membuat diagnosis spesifik. insektisida organo- tidak boleh digunakan jika terdapat riwayat overdosis anti. meningitis. antikolinergik. pengaturan posisi pasien pada posisi an mungkin tidak dapat diandalkan. ring disebabkan oleh antidepresan trisiklik. (tekanan darah. Nistagmus . LSD. Dilatasi pupil depresan trisiklik atau gangguan kejang karena flurnazenil (midriasis) sering disebabkan oleh amfetamin. tapi obat ini penghambat kolinesterase (misalnya. manfaat dalam kasus keracunan. dengan mengukur gas darah arteri. Pada banyak pasien. Meskipun demikian. A. penting dalam semua kegawatdaruratan toksikologik. menimbulkan kejang atau kekakuan otot. abdomen. pada toksikologi. dekubitus lateral sudah cukup untuk menyingkilkan lidah anggota keluarga. salisilat. Antagonis opioid nalokson dapat diberikan clalarn dosis dan toksin lain yang menghasilkan asidosis metabolik 0. di. vena. termasuk mengumpulkan data riwayat Tatalaksana awal pasien koma. dan obat antimuskarinik (antiko- seperti terintoksikasi. Pernyataan lisan penderita mengenai jumlah dan bahkan jenis obat yang ditelan dalam kegawatdaruratan keracun- pasangkan pipa jalan napas oral atau pipa endotrakea. kejang. mental harus mendapat challenge fesf dengan dekstrosa pekat. Kemudian. dasar ("ABCD") tatalaksana keracunan. Frekuensi napas cegah terjadinya sindrom Wemicke. dan agonis B.5 g/kg (dekstrosa 25% Hipertensi dan takikardia sering dijumpai pada intoksi- sebanyak 2 mL/kg). Pasien hipoglikemik dapat tampak kasi amfetamin. volume instalasi gawat darurat. Antagonis benzodiazepin flu. kokairy dapat mencetuskan kejang pada pasien seperti clenrikian. karbon monoksida. urine yang keluar. kodein. Pasien alkoholik atau yang mengalami dan hipnotik sedatif.994 / BAB s9 Anamnesis & Pemeriksaan Fisik T TATALAKSANA AWAL PASIEN Setelah tindak ABCD awal telah dilakukan. sementara anak mendapat 0. nalokson mungkin tidak terutama jika disertai dengan pajanan ke lingkungan perlu diberikan. denyut nadi. kecuali uji glukosa darah cepat menunjukkan 1. Hipotermia matian akibat depresi napas. dan koma dalam akibat obat sedatif. Hipertermia dapat disebabkan oleh napas dan SSP akibat semua jenis obat opioid (lihat Bab simpatomimetik. dan tidak ada cara yang cepat dan Iinergik). atau obat bebas lainnya yang ditemukan ventilasi mekanik. kulit. quetiapin. tekanan darah. karena'itu. Penyebab lain koma atau kejang seperti an yang sama tanpa melihat racun apa yang terlibat. cepat sering disebabkan oleh salisilat. Tanda vital-Pemeriksaan cermat pada tanda vital bahwa pasien tidak hipoglikemik. Hipotensi disertai takikardia se- malnutrisi juga harus mendapat tiamin 100 mg intra. dan suhu) dapat 25 g (larutan dekstrosa 50% sebanyak 50 mL) intra. pasien dan melakukan pemeriksaan fisik yang mengarah alami perubahan status mental harus mengikuti pendekat. atau gangguan metabolik untuk menegakkan diagirosis toksikologik spesifik hanya harus diperiksa dan ditangani. klonidin. diperlufun bagi penderita overdosis propoksifen. fosfat). Dosis nalokson yang lebih besar mungkin dingin. jika lingkungan tempat terjadinya kegawatdaruratan kera- meragukan. Nalokson akan memulihkan depresi atau asfiksia selular. meliputi tanda vital. frekuensi napas. Pernapasan (breatlittg) karan atau paramedis harus diminta untuk menjelaskan harus dinilai dengan pengamatan dan oksirnetri dan. Arnrtaruesls Pertama. trazodon. dan dicurigai mengalami overdosis benzodiazepin. kokain. PemrnrxsnAN FlstK kontinu. dan obat yang 31). Sirkulasi (circulatiotrl harus dinilai di dekat pasien yang dicurigai mengalami keracunan ke dengan pemantauan denyut nadi. polisi. atau yang meng. dan jika perlu. mata dan mulut. Pasien cunan serta membawa tiap semprit botol kosong. penyekat F.4-2 mg intravena. Orang dewasa rnen. Pemasangan jalur intravena dan pengambilan Harus dilakukan pemeriksaan singkaf menekankan pada darah harus dilakukan unLuk memeriksa glukosa serurn area-area yang kemungkinan besar akan memberikan pe- dan pemeriksaan rutin lairurya. napas dan ventilasi telah diberikan. 2. dan atropin serta obat antikolinergik. dan evaluasi perfusi perifer secara B. fenotiazin. Upaya trauma kepala. setiap pasien dengan perubahan stafus tunjuk mengenai diagnosis toksikologik. Konstriksi pupil (miosis) mazenil (lihat Bab 22) mungkin bermanfaat pada pasien yang sering disebabkan oleh opioid. klonidiru pasien keracunan. Penjelasan beberapa sin- akan menunda pemberian tindakan suportif yang menjadi drom toksik yang umum dimulai pada halaman 998. dan sistem saraf. Hipotensi dan bradikardia merupakan ciri khas cukup terpercaya untuk membedakan mereka dengan overdosis penyekat kanal kalsium. jalan napas (ainaay) harus dibersihkan dari muntahan atau sumbatan lainnya. Mata-Mata adalah sumber informasi yang sangat ber- dan beberapa opioid lairurya. jika bantuan jalan dapat disebabkan oleh tiap obat yang menekan SSP.

Prosedur Laboratorium dan Pencitraan A. Hal ini dijumpai atau keracunar. (hiperkapnia) ibuprofen.(HCOr-+ CIJ adalah akibat hipoksia. Peningkatan kreatin kinase (CK) serum overdosis antidepresan (khususnya antidepresan trisiklik dan bupropion). isoniazid. mengurangi anion dari kation: 4. kokain. Kejang sering kali disebabkan oleh harus dilakukan. dan bikarbonat harus diukur. dan obat sedatif lainnya' Adanya nis.(HCO'. gagal 5. Oksimetri denyut dapat pula kan ciri khas botulisme. nikotin. Gns Dennx ARrent Asidosis laktat Sianida. dan kering pada keracunan atropin dan antimuskarinik lain. karbon monoksida. .'a. teofilin. adalah tanda khas pada keracunan fenitoin. Nistagmus. agonis B. Elerrnour tercium bau khas alkohol. PO" hanya mengukur mEq/l. Keracunan akibat sianida dapat dikenali oleh beberapa jarak anion (anion gap) kemudian dihitung dengan pemeriksa sebagai bau seperti almond pahit. dan difenhidramin. PO. dan diare umum dijurnpai metanol. karbon monoksida berat. pada berbagai kondisi. Ptosis dan oftalmoplegia merupa. Keri. Sistem saraf-Pemeriksaan neurologik yang cermat dapat menyebabkan hiperkalemia walaupun furrgsi ginjal amat penting dilakukan. oksigen terlarut dalan'r plasrna dan bukan kandungan kohol. pula disebabkan oleh pneumonia aspirasi atau edema paru hipoksia. atau amo- Natrium. opioid. teofilin. Kadar nitrogen urea darah (blood urea dol dan agen antipsikotik lainnya. Hipoventilasi akan meningkatkan PCO. Biasanya. etilen glikol. toksik atau metabolik. salisilat.(HCO. dan urinalisis dan oleh striknin. mengarahkan kita pada nekrosis hali akibat asetaminofen dll. asam valproat. jika dihitung dari (Na-) . al. isoniazid. nitrogen. dan ataksia kafein. + K*) .+ Cl-) ngat berlebihan ditimbulkan oleh organofosfat. pelarut hidrokarbon. klorida. karbamazepin. penyekat p. memberikan hasil normal yang semu pada keracunan 3. tiap dan menurunkan PO. Kedutan dan hiperaktivitas C. Ur Furucsr GTNJAL otot sering ditimbulkan oleh atropin dan agen antikoli. hiperaktif. jumlah kation melebihi jurnlalr anion tidak dan obat sin-rpatomimetik. nergik larnn. pada keracunan organofosfat. + K-) . Koma flasid yang disertai ticlak adanya refleks dan bahkan adanya elektroensefalogram isoelektrik Tabel 59-1. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 995 horizontal merupakan ciri khas keracunan fenitoin. oksigen darah total atau saturasi oksil'remoglobin. Beberapa toksin memiliki efek nefrotoksik langsung. jamur Amarita plulloides. arsenik. Bising usus yang nya jarak anion (Tabel 59-1) meliputi aspirin. metformin. atau hipotensi yang dipicu oleh obat. diuretik hernat kalium. A Perubahan kadar kalium serum membahayakan phalloidcs. alkohol. Obat yang rahan intrakranial akibat trauma) ketimbang ensefalopati menimbulkan hipokaleuria n'reliputi barium. dan fluorida. BUN) dan kreatinin harus diukur. (hipoksia). disartria. digitalis. nilainya adalah 8-12 menyebabkan asidosis metabolik. Dapat B. Kulit-Kulitsering tampak merah. dan sedatif lainnl'a. Jarak anion = (Na. Obat yang 6. nrioglobinuria. yang rendah dapat kejang yang dipicu oleh obat. dan obat sedatif. Contoh asidosis yang disertai jarak anion yang dipicu oleh obat. teofilin. barbiturat.-+ Cl ). seperti ketoasidosis diabetik. sindrom serotonin. atau asidosis laktat terinduksi syok. panas. atau jelaga akibat inhalasi asap. Obat yang da- kan adanya ileus. Oksigenasi jaringan yang buruk Catatan: Jarak anion yang dihitung dari (Na. Kejang fokal atau defisit rnotorik normal meliputi kalium sendiri. dapat dijumpai pada koma dalam akibat hipnotik-sedatif atau intoksikasi depresan SSP laimya dan keadaan ini dapat disalahartikan sebagai kematian otak. Jarak anion yang lebih besar dari oleh hipoksemia atau oleh methemoglobinemia. metformin. Sianosis mungkin disebabkan lebih dari 12--16 mEq/L. dan tiazid dan diuretik loop. dan A nuscaria. Kekakuan otot dapat disebabkan oleh haloperi. glikosida lebih menunjukkan adanya lesi struktural (seperti perda. serta kokain dan obat simpatomimetik pada kasus lain. kalium. akibat zat korosif. Ikterus harapan disebabkan oleh aclanya anion takterukur (laktat. yang merupakan ciri khas keracunan pat mernicu asidosis metabolik yang disertai n'reningkat- antimuskarinik. dan tagmus vertikal dan horizontal sangat mengindikasikan PO" dapat tampak normal pada penderita keracunan keracunan fensiklidin. dan besi. kram abdomen. hipotensi. isoniazid. nia.) yang menyertai asidosis metabolik. Mulut-N4ulut dapat menunjukkan tanda luka bakar karbon monoksida. karena dapat menimbulkan aritmia jantung. arnfetamin. gagal ginjal disebabkan oleh syok atau Iainnya. Abdomen-Pemeriksaan abdotnen dapat mengungkap- ginjal. besi. atau keracunan sianida akarr 12-16 mEq/L.

dan sering kali tidak dapat di- andalkan.. Kaclar teofilin. termasuk kuirridin. khususnya besi dan kaliurn. clengan asetilsistein.. Berbagai serum bergurra dalam menilai kebutuhan terapi antidotal macam blokade atrioventrikular (AV) serta aritmia ven. Dekontaminasi mencakup pembersihan tok- sin dari kulit atau saluran cerna. dan obat lainnya dalam serum r. Bila dipertimbangkar. mahal. dan evaluasi laboratorium.rtribusi vang p. rumus berikut: Jika clicurigai terjadi traurna kepala.:. pneumonia hidrokarbon.r. karbamazepin. penyekat Tabel 59-2 menyajikan kadar dan kor. litium. Kristal keracunan karbon rnonoksida dapat menyebabkan per- oksalat dalam urine memberi petunjuk adanlrs keracunan ubahan iskemik pada elektrokardiogram.. dan magnesium.99 . 996 / BAB s9 dan mioglobin dalarn urine rnernberi petunjuk adanya goksin dan glikosida jantung laimrya. asam valproat. Namun. dan kan. ?99 35 gah timbulnya penyakit pada penyedia layarran kesehatan lsopropanol 3s0 60 darr untuk arralisis laboratoriurn.torsades. Kuur Pakaian yang terkontaminasi seluruhnya harus clibuang . Kulit yang terkontami- 'Zat lain yang dapat meningkatkan jarak osmolar meliputj aseton. bung dengan agen en-reLik atau lavase lambung. atau edema paru. dan isoniazid tidak termasuk dalam proses skrining. antidepresan trisiklik. Catatan: Kebanyakan laboratorium menggunakan nretode titik beku B. trikular dan atrial sering dijumpai pada keracunan cli. Paclahal.Y:ll:1s1.perhitungan sangat toksik seperti penyekat kanal kalsium... Dekontaminasi Tabel 59-2..nenginclikasikan perlunya hemodialisis (Tabel 59-3). untuk mendiagnosis dan menatalaksana keracunan akut. . penentuan kadar asetarninofen clalam arsenik (lilrat pula http:/ / wwr. etilen glikol.!eL .org/). Hnst Perucrrnnnru D. terutama .. EurrnoxnRDloGRAM ning berguna dalam mengonfirmasi kecurigaan aclanya Pelebaran durasi kompieks QRS yarrg lebih besar clari 100 intoksikasi atau untuk menyingkirkan adanya intoksikasi milisekon merupakan ciri khtrs overdosis anticlepresarr sebagiti penyebab timbulnya tanda-tanda kematian otak se- hisiklik dan kuiniclin (Gambar 59-l). uji laboratorium kuantitatif dapat diindikasi- berapa antidepresan dan antipsikotik terbaru. F.. spesifik lain. OsuouurAs SERUM Foto polos abdonen mungkin bermanfaat karena bebe- Osmolalitas serum hasil perl'ritungan sangat bergantung rapa tablet. memanjar. A. Glukosa(mg/dL). Meskipun uji skri- E. perrilaian diagnostik. Etanol dan alkohol lainnya dapat berperan bahwa "skrining" toksikologi luas adalah cara terbaik nyata terhadap osn'rolalitas serum hasil perrgukuran tapi. Interval eT. bersifat radioopak. BUN(mg/dL) 2xNa* (meq/L)+ 18 Uji Skrining Toksikologi Hasil perhitungan ini nomralnl'a aclalah 280-290 Terdapat kesalahpaharnan yang diyakini banyak orang mOsm/L.. karena zat'zat tersebut tidak termasuk clalam perhifungan. dapat rnu. uji ini tidak boleh sampai menunda pemberian terapi.ely.rg lebih dari 440 rrilisekon pacla ban1. pada natrium dan glukosa serum serta nitrogerr urea Racliograf dacla mungkir. skrining toksikologi yang komprehensif meng- menciptakan jarak osmolar: habiskan waktu. Penreriksaan klinis pada pasien dan uji laboratorium ru- racunan etanol. Snlunnru Cenrun untuk menentukan osmolalitas. Prosedur c{ekontaminasi harus dijalankan secara simultan dengan stabilisasi awal. Hasil perneriksaan mungkin baru akan keluar Jarak Osmolalitas hasil Osmolalitas hasil beberapa hari kemudian. tin terpilih biasanya cukup untuk mernbuat diagnosis tentatif dan rencana terapi yang sesuai.. jika digunakan metode litik penguapan. nasi harus dicuci dengan sabun dan air. diharapkan terhadap osrnolalitas serum pacla kasus ke.llly.3p 1orr.. metanol. salisilat.i:.. etilen glikol. darr isopropanol. ?! dan clirnasukkan dalam kantung dua lapis untuk rnence- .1. litiunt. manitol.r menunjukkan adanya pneumo- darah. Osrnolalitas serum dapat diiritung rnenggunakan nia aspirasi. Sebagai contoh. banyak obat-obat yang osmolar= pengukuran .. Hipoksernia akibat nekrosis otot akibat kejang atau kekakuan otot. Lebih lagi.r pemberian antidot atau terapi keracunan.Beberapa zat yang menyebabkan timbulnya jarak osmolar. alkohol akan menguap sehingga kontribusinya terhadap N4uncul perdebatan seputar efektivitas pengosongan lam- osmolalitas akan hilang. dianjurkan melaku- kan pemirrdaian contputctl tonrography (CT). be.

6as. arang aktif dapat merrgabsorpsi banyak obat dan Tabel 59-i. hur. keparahan keracunan atau kadar aalJm Oarah' litiunl. pada jika racul yarlg dicurigai merupakan agen kebanyakan ingesti.) jika terapi dimulai lebih dari 1 jam pascaingesti.masuk karbama_ Amphetamine zepin. atas izin. clan apomorfin tidak tertentu.ggurlukun untuk mengobati ingesti pada anak di rurnah c1i bawah pipa oro_ gastrik atau nasogastrik. penelitian Methanol terbaru menunjukkan bahwa arang aktif oral yang clibe_ Metformin rikan tersendiri muugkin sama efektifnya dengan pengo_ Phenobarbital songan usus yang diikuti dengan pemberian arang. Aranglidak mengikat fada aeralat besi. clan metode ini kadang cligunakan pipa endotrakea..".g sebesar rnungkin. Katartik-Pemberian agen katartik (laksatif) dapat Penyekat kanal kalsium mempercepat pengeluaran toksin dari saluran cema dan Digoxin menurunkan absorpsinya. pipa yang digunaku.ll"r.) harus sesuai dengan suhu fubuh untuk mencegah hipoterntia. pacla keaclaan stimulasi faring dengan jari. dapat dilakukan induksi emesis atau lavase efektif atau berbahava sehingga tidak boleh cligunakan.likit mengikat alkohol Carbamazepine dan sianida. rn. suling_ an petroleurn. Suhu larutan lavase (biasanya pusat pengendalian racun. o. Metocle pemberian arang aktif unbuk mengikat racun yang induksi terte_ emesis yang dulu bar. penelitian lair-r telah menur. Sa icylate Selain I itu. Arang aktif -Karena luas permukaannya yang luas. Goldschlag"i fV. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN / gg7 Gambar 59-L perubahan elektrokardioqram pada overdosis antidepresan trisiklik.. pengarahan melalui telepon oleh dokter atau petugas yu. dan teofilin) rnelalui mekanisrne yang Antidepresan disebut "dialisis usus". a: aan c. dapson. atau kalium. dan hanya .ryak digunakan seperti lan dalarn usus sebelum terlanjur diserap. Antipsikotik Benzodiazepine 4. obat salut enterik. Arang tarnpaknya tidak bermlnfaat Ethylene glycol clalam Lithium keracurran asam dan alkali rnineral korosif. dari Benowitz NL. ia[Jtiruia supraventrikular disertai pelebaran progresif kompleks exs menyerupai takikardia ventrikular. Colyte) dapat rneningkatkan dekontaminasi Daftar ini tidak lengkap. paket . 2. rneskipun penelitian terkontrol Metoprolol dan propanolol mengenai hal ini belum pernah dilakukan. usus setelah ingesti tablet besi. WB Saunders.r. air garam. keracu nan. (Direproduksi. CurOiai disturbances in the toxicologic patienti. ahli toksikologi klinis menganjurkan korosif. Iambung. HaJolJirvr. Winchester JF leditor].1 Arang aktif paling efektif jika diberikan dalam perban_ dingan setidakr-rya 10:1 antara arang aktif clan perkiraan Hemodialisis dapat diindikasikan bergantung dosis toksin menurut berat. Ctiniial Management of iiisoning and Drug Overdose.18 s. normal. Hemodialisis pada overdosis obat dan racun. Ipecac tidak boleh cligunakan saline 0. ldg3. atau konvulsan kerja_cepat. Irigasi Opioid seluruh Berbagai obat dan racun lainnya y1u1 ctengan larutan polietilen glikol_elekrrolit seimbang (GoLYTELY.09'/. Lavase lambung-Bila pasien dalam keadaan 1. Emesis-Emesis dapat diincluksi clengan sifltp ipecac bangun a_tau bila jalan napas dilindungi oleh (bukan ekstrak ipecac). daprat dilakukan lavase lambung . A: perlamiatan konduksi intraventrikular menghasilkan pemanjangan interval QRs (0. 3.rjukkan bahwa pemberian Theophylline Asam valproat arang aktif oral secara berulang dapat meningkatkan Hemodialisis tidak efektif atau tidak berguna: eliminasi sistemik beberapa obat (te.

format pada keracunan metanol. Hiperaktivitas otot yang berkepanjangan . Metabolihrya yang Metode untuk Meningkatkan Eliminasi sangat toksik dihasilkan di hati (lihat Gambar 4-4). metilendioksime- (" crank" dikoreksi (misalnya. Hemo- dialisis terutama bermanfaat dalam kasus overdosis. kronik atau pasien yang menggunakan obat yang me- ningkatkan produksi metabolit toksik oleh P450 berada 2. intoksikasi salisilat). Pada dosis yang lebih tinggi. antidot selektif hanya tersedia untuk beberapa racunan yang tidak disengaja. Sesung. trombinemia. terjadi kerusakan Tabel 59-3 menyajikan daftar intoksikasi yang mungkin hati fulminan yang menyebabkan ensefalopati hati dan mendapat manfaat dengan dialisis. " crystal"). kelarutan air. atau dalam kombinasi dengan obat lain. Derajat parahnya keracunan diperkirakan dari peng- A. dan distribusi racun spesifik dalam tubuh. (Alkoholik besar obat.-2 L/ jam (500 ml/jam pada anak) #$ SINDROM TOKSIK YANG selama beberapa jam sampai cairan yang keluar dari rektum bersih. paling efektif diberikan dini dan harus dimulai dalam oksalat dan glikolat pada keracunan etilen glikol). muntah). dengan peningkatan kadar aminotransferase dan hipopro- peningkatan eliminasi racun melalui hemodialisis atau alkalinisasi urine dapat meningkatkan hasil akhir klinis. .998 / BAB ss mengandung obat ilegal. dan kokain (" crack") serta zat-zat legal seperti pseudoefedrin (Sudafed) dan efedrin B. mulan menimbulkan euforia dan kewaspadaan serta rasa siklidin dan amfetamin tapi tidak dianjurkan karena dapat kuat dan nyaman. Sebagai contoh. taminofen sebesar 150-200 mg/kg (anak) atau total 7 g (dewasa) dianggap berpotensi toksik.) Antidot asetilsis- dialisis rnembantu koreksi ketidakseimbangan cairan dan tein bekerja sebagai pengganti glutation dan langsung elektrolit serta dapat juga meningkatkan pengeluaran me- mengikat metabolit toksik yang dihasilkan. Transplantasi hati si dialisis peritoneal dan hemodialisis dipengaruhi oleh mungkin diperlukan pada penderita gagal hati fulminan. Drunesrs Persn DAN MANrpurAsr pH URINE (seperti yang terdapat dalam agen herbal Ma-huang) (lihat Diuresis paksa-dahulu populer tapi belum terbukti Bab 32). Pada kasus-kasus berat. Pnosroun Drnlrsrs ukuran kadar asetaminofen dalam semm. alkalinisasi urine pengganti amfetamin. berat molekular. agitasi. Antidot utama dan ciri khasnya di. disertai hipertensi sering kali menyertai intoksikasi. Dialisis peritoneal-Prosedur ini relatif mudah dan lebih besar dari 150-200 mg/L sekitar 4 jam pascaingesti. tersedia. yang bul gelisah. fika kadarnya 1. bermanfaat dalam kasus overdosis salisilat. muncul tanda-tanda kerusakan hati. Larutan ini diberikan sebanyak 1. dan takikardia. baik sebagai obat tunggal golongan racun saja. Asidifikasi Dosis yang biasanya digunakan oleh penyalahguna sti- dapat meningkatkan kadar obat dalam urine seperti fen. SERING DIJUMPAI Antidot Spesifik ASETAMINOFEN Terdapat kesaldhpahaman yang telah dipercaya banyak Asetaminofen merupakan salah satu obat yang paling orang bahwa terdapat antidot untuk tiap racun. pasien tidak menunjukkan gejala atau me- Setelah dilakukan prosedur diagnostik dan dekontaminasi rasakan sedikit keluhan saluran cerna (mual. Gagal ginjal juga dapat timbul. dan benda asing.'ekstasi"). Asetilsistein tabolit toksik (misalnya. Ingesti akut ase- sajikan pada Tabel 59-4. tapi tidak efisien untuk mengeluarkan sebagian pasien berisiko menderita kerusakan hati. Hemo- dosis serendah 100 mg/L selama 4 jam. Toksin Awalnya. yang tepat serta diberikan antidot. ikatan protein. dan psikosis akut. tamfetamin (MDMA. banyak digunakan dalam percobaan bunuh diri dan ke- guhnya. dapat tim- memperburuk komplikasi ginjal akibat rabdomiolisis. bersihan en- dogen. Hemodialisis-Hemodialisis lebih efisien daripada dia- dalam risiko pada dosis rendah. kematian. Kafein sering ditambahkan ke dalam suplemen manfaatnya-dapat menyebabkan kelebihan volume dan makanan yang dijual sebagai "penguat metabolik" atau gangguan elektrolit sehingga tidak dianjurkan. bahkan mungkin pada lisis peritoneal dan telah dipelajari dengan baik. Efisien- waktu 8-10 jam jika memungkinkan. obat AMFETAMIN & STIMULAN LAINNYA yang mempresipitasi serangan dapat dikeluarkan dan Obat stimulan yang sering disalahgunakan di AS me- ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang ada dapat liputi metamfetamin . perlu dipikirkan apakah Setelah 24-36 jam. Eliminasi "pembakar lemak" dan terkadang juga digabung dengan beberapa racun melalui ginjal dapat ditingkatkan dengan pseudoefedrin dalam pil-pil "gelap" yang dijual sebagai mengubah pH urine.

_.19. Obat kardiotoksik pendepresi 1-2 mEqlkg lV bolus biasanya meredakan efek kardiotoksik (eRS natrium membran (antidepresan trisiklik..:9. tidak Efeknya selintas (30-50 menit). Oksigen Karbon monoksida Berikan 1 00% mela ui sun gkup non re bre athi ng aliran-tinggi. Jarigan gunakan pada .___. Mulai dengan 15 mg/kg lV.?. dilatasi pupil. hiperkalemia Esmolol Theophyll ine. Dosis yang lebih besar mungkin diperlukan untuk meredakan efek overdosis propoksifen.t'_i!_I. ketergantungan benzodiazepin.!ti:i!lfr.se:_::.5 mg. yang harus diulang tiap 3-4 jam bila (2-PAM) cholinesterase perlu atau dianjurkan dalam bentuk infus konstan 250-400 mg/ jam.._..p9. Dosis /oading dihitung sedemikian rupa sehingga kadar ethanol dalam darah setidaknya 100 mg/dL (42 gl70 kg pada orang dewasa) Flumazenil Benzodiazepin Dosis dewasa adalah 0.9?. lkuti uji fungsi hati dan kadar acetaminophen dalam darah._.. carbamate sampai gejala atropinisme muncul (takikardia. turunan opioid Suatu antagonis opioid spesifik.91_...?t._.qp.. yang lebar. atau overdosis trisiklik..y"t_9. diulang bila perlu sampai kadar maksimum 3 mg. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 999 Tabel 59-4.t!.:l_ei_Yy:. dll. Ethanol Methanol.:3t9. (Acetabate. Durasi kerja (2-3 jam) mungkin lebih pendek daripada opioid yang diantagonisasi. antikolinergik antimuskarinik. ileus). dan dosis efektif terendahnya untuk antidepresan trisiklik dapat diulang jika gejala kembali muncul..___. peningkatan sekresi bronkus...ly_?19"11r. ethylene glycol Lebih nyaman dan mudah digunakan daripada ethanol. atau turunan fentanil. Jangan berikan pada penderita kejang.9 epl: Atropine Anticholinesterase: Dosis uji 1-2 mg (untuk anak.__ Pralidoxime Penghambat organophosphate Dosis dewasa adalah 1 g lV. indikasinya meliputi aritmia terkait berat.. Tidak terbukti bermanfaat pada keracunan carbamate. ethylene glycol Terapi ethanol dapat dimulai sebelum diagnosis laboratorium terkonfirmasi. Mucomyst) gi!_91!::_!_.q:iI..5 mg.ti_!. Dapat menimbulkan muntah. dengan penurunan sekresi sebagai titik akhir terapeutik.!. Acetylcysteine Acetaminophen Hasil terbaik jika diberikan dalam waktu 8-10 jam pascaoverdosis..2 mg lV.9iry*. Naloxone Obat narkotik. hipotensi). berikan 15 mg/kg/jam lV...-":9. 0.05 mg/kg) diberikan tV dan diulang organophosphate.y:g::i:_.l! pet *sl*9t. Deferoxamine Garam besi Jika terjadi keracunan berat. Dosis dapat digandakan tiap 10-15 menit.5-1 mg lV. Urine dapat berwarna merah muda. awalnya 1-2 mg oleh suntikan lV lainnya lM.___. Contoh antidot spesifik..___..e.__:.. Persiapkan atropine untuk meredakan efek berlebihan. Penyekat p kerja-singkat meredakan takikardia terinduksi B. dan metaproterenol (kemungkinan) vasodilatasi terinduksi Fr._. Fomepizole Methanol. Dosis anak sekitar 250 mg.y.lr_'!lg-"._____.. Bicarbonate.-..) (hindari kelebihan natrium) Calcium Fluoride. penyekat kanal kalsium Dosis besar mungkin diperlukan pada overdosis penyekat kanal kalsium berat. kejang....__. Dapat menyebabkan bradikardia.___._. caffeine. Berikan secara hati-hati pada gagal jantung quinidine. Dosis Glucagon Penyekat p Bolus lV 5-10 mg meredakan hipotensi dan bradikardia yang resisten terhadap obat agonis F. atau subkutan. . lnfuskan 25-50 mcg/kg/ menit lV. Physostigmine Disarankanuntukagen Dosis dewasa adalah 0.. diberikan secara perlahan. Deferoxamine 100 mg mengikat besi 8. I _. kodein. Antibodi digoxin Digoxin dan glikosida jantung Satu vial mengikat digoxin 0.

banyak lainnya. Kejang dan. > 40-41"C). Pasien biasanya mengalami sinus takikardia' bonat: bolus 50-100 rnEq (atau L-2 mEq/kg) dapat me- dan pupilnya biasanya berdilatasi (lihat Bab 8)' Delirium ningkatkan natrium ekstrasel dengan cepat sehingga teragitasi atau koma dapat timbul' Kedutan otot sering nrenrbantu rnengatasi blokade kanal natriurn ' langan gu- nakLtn fisostigLrlin. lihat Bab 30) termasuk dalam sifik. an suportif umum seperti telah clijelaskan sebelumnya' antidepresan trisiklik. disertai dengan Pemantauan yaug certnat ka- Antidepresan terbaru (misalnya. Terapinya sebagian besar bersifat suportif' Pasien yang Penghambat monoamin oksidase (rnisalnya.1000 i BAB s9 clepresan trisiklik karena dapat memperburuk kardio- dapat menimbulkan dehidrasi dan pada akhirnya' hipo- toksisitas. koagulopati' dan gagal ginjal. diterapkan paralisis kering) sering clijurnpai bahkan pada dosis sedang' Be- . lorazepam). Kebanyakan dari obat tersebut juga duksi ventrikular dan takikardia ventrikular' memiliki efek yang berpotensi toksik-misalrrya' antihis. amitriptilin. terutama pada laki-laki berusia lanjut' . dan efek penyekat o. dan gejala serta kan menggunakan kipas angin' Pada suhu badan yang tancla antikolinergik (takikardia.l Meskipun agen ini efektif memulihkan te4adl. dapat meng- koncluksi disertai interval QRS yang lebar dan penekanan hambat efek asetilkolin.t kerusakan otak. fluoksetin. Terapi overclosis antidepresan trisiklik meliputi asuh- tamin seperti difenhidramin dapat menyebabkan kejang. sehingga menirnbulkan blokade jantung atau tensi. dengan melepas baju. tif pacla reseptor kolinergik muskarinik. mulut sangat tinggi (misalnya. Obat (0.aktivitas otot berperan dalam terjadi asistol. setin. "sekering tulang" (membran mukosa kering' tidak hipotensi yang cliinduksi oleh trisiklik' Antidot untuk berkeringat)."u-ro^rlrknlar untuk menghilangkan aktivitas otot de. Yang paling penting adalah trisiklik memi- Berbagai macam obat bebas dan terbatas. clan penghambat monoamin oksidase. cloksepin. yang mempunyai efek yang dramatis dan digunakan bersama makanan atau obat yang berinteraksi .yu (lil-rat Bab 9). Cairan intravena diberikan bulkan toksisitas'kardiovaskular berat' untuk hipotensi. meskipun obat ini . Banyak obat yang digunakan kontraktilitas jantung. hipotensi. menyemprot dengan air suam. tranil- teragitasi memerlukan sedasi dengan benzodiazepin atau sipron'rin. yang memiliki efek antikolinergik' N'lungkin diperlukan intubasi endotrakea dan ventilasi efek seperti-kuinidin. desipramin. Fisostigrnin tidak boleh diberikan kepada pasien yang dicurigai rnengalami overdosis anti. nyebabkan overdosis obat yang mengancam jiwa' Ingesti rif. dapat menim- berbantu (assisted uentilatiott). Antidepresan trisiklik merupakan antagonis kompeti- suam kuku. fisostigmin dapat memperburuk pe- nekanan koncluksi jantung dan menimbulkan kejang' urine sering terjadi.ny"butku. haloperidol)' Antidot khuzu-s yang sesekali digunakan untuk depresi yang resisten' . Kejang dan hipertermia merupakan manifestasi yang salah satu obat yang diresepkan yang paling sering me- paling berbahaya sehingga harus diterapi secara agre. ANTIDEPRESAN Terapi meliputi tindakan suportif umum seperti yang Antidepresan trisiklik (rnisalnya. dan ditambahkan dopamin atau nore- Sindrom antikolinergik klasik diingat sebagai "setne.ri-ttuk . dilatasi pupil. dapat menyebabkan vasodilatasi' Kejang dan agitasi yang cliperantarai melalui sentral dapat disertai dengan depresi AGEN ANTIKOLINERGIK dan hipoter-rsi.l"r-tgor-rr-. Toksisitas jantung ini rnerryebab- untuk tujuan lain (misalnya. tapi kejang jarang muncul kecuali pasien telah menelan antihistamin atau antidepresar"r trisiklik' Retensi gejala antikolinergik. dan obat ini dapat berinteraksi cepat serta terutama bermanfaat pada pasien yang sangat ini diberikan dalam dosis kecil intravena derrgan selcctiue serotonin reuptnke inhibitor (SSRI)' teragitasi. Kateterisasi diperlukan untuk mencegah distensi nya hipertermia dan rabdomiolisis' Pernah tercatat me- kandung kemih yang berlebihan' ningtutnya suhu tubuh hingga 42'C' Hiperterrnia dapat . anjurkan norepinefrin sebagai obat pilihan awal pada termia).. begitu juga de. citalopram. termasuk blokade kon- efek antikolinergik. antihistamin) juga rnemilki kan aritmia berat (Gambar 59-1).irrd. parok- rena dapat rnenimbulkan bradikardia dan kejang jika di. Suhu tubuh diturunkan berpotensi rnetnatikan. "sebuta kelelawar" (per-rglihatan kabur' sik.om antikolirrergik perifer dan sentral adalah Obat ini clapat menvebabkan reaksi hipertensif berat bila fisostigmin.. pinefrin jika diperlukan. "sepanas kelinci" (hiper. dan mendinginkan dengan cara menguap.S-1 mg). liki efek clepresan seperti-kuinidin yang memperlambat ngan berrnacam-macam tanaman dan jarnur. f"ju"g biasanya ditatalaksana dengan benzodiazepin hisiklik lebih clari 1 g (atau sekitar 15-20 ng/kg) dianggap intravena (misalnya. berapa trisiklik juga merupakan penyekat cr kuat yang ngan cepat. telah dijelaskan sebelumnya. Tidak ada antidot yang spe.n. fenelzin) adalah sekelornpok antidepresan tua agen antipsikotik (misalnya. Banyak ahli toksikologi meng- rah bit" (kemerahan pada kulit). dan "segila orang eksentrik" (kebingungan/ sebagai kompleks QRS yang lebar) adalah natrium bikar- aenrium. toksisitas jantung menyerupai kuinidin (bermanifestasi Ioplegia). venlafaksin) kebanvakan berupa SSRI clan umumnva lebih arnan daripada antidepresan trisiklik berikan terlalu cepat.

salisilat masih menjadi penyebab berba- gai macam keracunan dengan motif bunuh diri maupun tidak sengaja. paling sering dialami pasien berusia lanjut pengguna sali- Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Beberapa antidepresan menimbulkan pemanjangan QT (tt lz Gagal ginjal dan dan aritmia torsade de pointes. Kolaps vasomotor (g toniry yang ditandai dengan agitas. hilang pada dosis . kelainan campuran alkalosis respiratorik dan asidosis penderita asidosis berat. atas izin. Keracun- terlarnbat muncul pascaoverdosis yang sangat besar atau an dapat juga terladi akibat overmedikasi kronik. (! potensi.i. Hipertermia berat dapat ngeluarkan salisilat lebih cepat dan mengembalikan ke- terjadi pada kasus yang paral-r. dan demam. dan kadar salisilat serum metabolik ini. pemberian arang Tanda pertama terjadinya toksisitas salisilat sering aktif berular-rg. hipertermia. yang poten juga berhubungan dengan gangguan pergerakan seperti-parkinsonian (reaksi €50 (It Tlnitus distonik) dan pada kasus yang langka. edema paru. koma. . kejang. Keracunan menyebabkan pelepasan kopel (lebih dari 100 tablet). Suhu tubuh dapat meningkat akibat pele- > 100 mg/dl-). Muntah dan hiperpnea seimbangan asam-basa serta status cairan' serta hipertermia berperan dalam terjadinya kehilangan cairan dan dehidrasi. Pascaingesti aspirin yang masif nyeri kronik. hiperaktivitas otot o) Koma dl Hipoprotrombinemia dan hipertermia (lihat Bab 16). TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 1OO1 dapat menyebabkan kejang. Penyekat dopamin D. sering lagi menjadi penyebab kematian anak akibat ke. Perkiraan hubungan kadar salisilat plasma dibuka oleh anak dan menurunnya penggunaan aspirin dengan farmakodinamik serta berbagai komplikasi. obat ini menyekat adrenosep- salisilat dapat tertunda dan tanda-tanda toksisitas dapat tor B' dan Fr. kejang. dan terjadi peningkatan toksikasi sedang. Pada kasus keracunan yang sangat bera! dapat terjadi asidosis metabolik yang nyata. dan kolaps katdiovaskular. Namun.lff'J"r* Akibat diperkenalkannya kemasan obat yang tidak dapat Gambar 59-2. Bupropion (bukan termasuk Efek Komplikasi SSRI) menyebabkan kejang bahkan pada dosis terapi. dapat dianjurkan dekontaminasi fosforilasi oksidatif dan disrupsi metabolisme sel norrnal. Beberapa obat dapat menyebabkan pernanjangan E(u a Hiperventilasi sentral QT. diberikan nahium bikarbonat intravena jarak anion akibat akumulasi laktat serta ekskresi bikar- untuk mengalkaiinisasi urine dan memudahkan ekskresi bonat oleh ginjal untuk mengompensasi alkalosis respi- salisilat dengan memerangkap salisilat dalam bentuk po- ratorik. Cairan intravena kali berupa hiperventilasi dan alkalosis respiratorik akibat digunakan untuk mengganti kehilangan cairan yang di- stimulasi medula oblongata (Gambar 59-2).) racunan.. jikalau ada. McCary D Jr: Arthritis and Allied Conditions. oerdarahan th9lq":lf ieaksl hioersensitivitas ASPTRTN (SALTSTLAT) canssuanhemostasis illii. Kemudiar-r. sebabkan oleh takipnea. lntoleransi gastrointestinal. dan irigasi seluruh usus. Pada in- akan terjadi asidosis metabolik. dehidrasi (! Asidosis metabolik Obat antipsikotik meliputi fenotiazin yang lebih tua dan E butirofenon. Lea & Febiger. muntah. yang ditandai dengan kekakuan Urikosurik "pipa-timah". Uji gas darah arteri sering kali memperlihatkan larnya yang terionisasi. Absorpsi Dalam keadaan overdosis. J rro lntoksikasi o) ANTIPSIKOTIK g Demam. selektivitas. Semua -8 so o- obat ini dapat menyebabkan depresi SSP. PENYEKAT BETA koma. usus agresit meliputi lavase lambung. asuhan suportif silat yang kebingungan akan dosisnya untuk mengobati umum sangatlah penting. 1912. serta obat atipikal yang lebih baru. dan instabilitas otonorn (lihat Bab 16 dan 29). hal ini ingesti tablet salut-enterik. SSRI dapat berinteraksi (u E gagal napas dengari SSRI lainnya atau terutama dengan penghambat o monoafi-dn oksidase untuk menimbulkan sindrom sero. dengan sindrom Y Anti-inflamasi neuroleptik maligna. dan hi. pada anak. Ingesti salisilat akut lebih dari 200 mg/kg kemungkinan dapat menimbulkan intoksikasi. keracunan salisilat (lihat Bab 36) tidak terlalu (Dimodifikasi dan direproduksi. Pada keracunan berat (misalnya. dilakukan hemodialisis darurat untuk me- pasan kopel fosforilasi oksidatif. dari Hollander J.

obat agonis-B. Kalsium. Obat-obatan yang biasa diguna. Penyekat abclomery diare. pelepasan agen senjata perang kirnia vang menyerang saraf. eksitasi. atropin dan pralidoksim (lihat Bab B). lakrimh- yang telah dijelaskan sebelumr-rya. Kebanyakan kasus keracunan bermanfaat yang-seperti agonis B-bekerya pada sel jan. yakni sarin. ururasi. Kebanyakan kasus dialami oleh korban Bradikardia dan hipotensi merupakan manifestasi kebakaran. merupakan antidot yang kolinesterase sinaptik bermanfaat pada keadaan terdepresinya kontraktilitas jan. ini merupakan hasil pembakaran materi yang merlgan- timbulkan oleh obat seperti-kuinidin. semua efek kardiovaskular yang terdaftar dapat paralisis otot napas. dan atropin. Seperti telah dijelaskan sebelumrrya.babkan kram atau kematian pada overdosis yang relatif kecil. vasopresin. segera mulai irigasi seluruh adanya penurunan aktivitas enzim pada sel darah merah usus dan berikan arang aktif oral. Karena kebanyakan si. Uji darah dapat digunakan untuk memastikan sebelum seluruhnya diserap. serta salivasi) antagonis kalsium yang diingeshi merupakan bentuk lepas. Jembatan keiedai DUMBELS (diare. keracunan di AS. di sistem kereta bar. Dosis sekecil dua hingga tiga kali dosis tera- GAS TOKSIK LAINNYA peutik pun dapat menimbulkan toksisitas berat. dan kejang. Atropin merupakan . Terapi antidotum terdiri dari mia. Perangsangan reseptor nikoil-Lik menvebabkan ini juga menurunkan curah jantung dan tekanan darah. Obat lain yang dilaporkan diterapkan untuk memastikan bal-rwa penyelamat dan pe- bermanfaat menatalaksana hipoter-rsi akibat keracunan nyedia layanan kesehatan tidak mengalarni keracunan aki- penyekat kanal kalsium meliputi glukagon. pindolol) dapat menye. propranolol menyebabkan tidak berbau yang dijumpai di rnana-mana karena gas efek penyekatan kanal natrium senlpa dengan yang di. harus diberikan asuhan suportif umum. memungkinkannya untuk memasuki noksicia rnerupakan penysfrb utama kematian akibat SSP (lihat Bab 10). dan tatalaksana keracunan karbon monoksicla clijelaskan babkan takikardia dan hipertensi. PENGHAMBAT KOLINESTERI\sE kan untuk n'reningkatkan tekanan darah dan denyut jan. Obat Bab 6 dan f. sebelum terjadi ileus (asetilkolinesterase) dan plasrna (butirilkolinesterase). Glukagon dapat meningkatkar-r denyut atau pengemasan pestisida) atau. tapi pajanan secara tidak sengaja dan dengan toksisitas yang paling sering dijumpai. bat terpajan baju atau kulit yang terkontarninasi. dan peningkatan sekresi bronkus (lihat memperlambat konduksi nodus AV (lihat Bab 12). Penghamliat kolinesterase-organofosfat clan karbamat- fung. akibat jantung dan tekanan daral-r bila diberikan dalam dosis kontaminasi nlakanan atau serangan teroris (misalnya.r'ah tanah Tokyo PENYEKAT KANAL KALSIUM pada tahun 1995). Kejang dan blokacte pada Bab 57. Terapinya memerlukan asuhan suportif umum seperti miosis dan kelemahan otof bronkospasme. tujuan untuk bunuh diri juga sering dijumpai. organofosfat atau karbamat berat terjadi akibat penelanan tung untuk meningkatkan cAMP inLrasel tapi melakukan. Penyekat B yang paling toksik aclalah KARBON MONOKSIDA & propranolol. I'ang akibat antagonis kalsium. Asuhan suportif Lrmum harrs diberikan seperti yang tung tapi tidak begitu efektif pada keadaan blokade rrodus telah dijelaskan sebelurnnya. seperti cairan intravena. Antagonis kalsium dapat menl'ebabkan toksisitas berat Perangsangan reseptor rnuskarinik n'renye. Hal ini epinefriry dan insulin dosis tinggi yang diberikan bersama penting terutanra bagi kebanyakan zat yang poten seperti dengan glukosa untuk mempertahankan keadaar-r euglike. dan obat ini juga dung karbon (iihat Tabel 57-1). tinggi (5-20 mg intravena). paration atau agen gas saraf. Agen dengan akti. Diagnosis vitas agonis parsial (misalnya. (Tabel 5o-5). Efek SSP n'reliputi agrtasi. szttenting/berkeringat.ngaf peningkatan kanal kalsium ini menekan otomatisitas nodus sinus dan frekuerxi berkemih. secara sengaja oleh orang yang ingin bunuh diri. dijumpai pada tiap penyekat kanal kalsiurn. yang diberikan secara memberikan perkiraan tidak langsung terhadap aktivitas intravena dalam dosis 2-10 g. kadang-kadang. 1002 / BAB 59 obat yang tinggi. Kewaspadaan ekstra harus atau kolaps vaskular perifer. tapi ke- nya dengan merangsang reseptor glukagon kelimbang racunan dapat pula terjadi di tempat kerja (penggunaan adrenoseptor B. salivasi berlebihan. dan seizure f kejang. (lihat Bab 7) banyak digunakan untuk membunuh se- umumnya tidak efektif. membaltu kita mengingat gejala dan talda yang sering lambat. aktivasi ganglionik generalisata. berkeri. antagonis kalsium ini masih dapat dikeluarkan dijurnpai. yang dapat menimbulkan Hipotensi berat terutama dijumpai pada penggunaan hipertensi dan takikardia atau bradikardia. Giukagon merupakan ar-rtidot rangga dan hama lainnya. Ilal ini kemungkir-ran terjadi karena propranolol rnemiliki sifat Karbon monoksida (CO) adaiah gas tidak berwarna dan tambahan: Pada dosis tinggi. kebingungan. Gas toksik lainnva merupakan produk konduksi jantung (kompleks QRS iebar) dapat rerlihat pernbakaran atau dilepaskan dalam kecelakaar-r industri pada overdosis propranolol. Kedutan dan nifedipin dan dihidropiridin terkai! tapi pada overdosis fasikulasi otot dapat berlanjut menjadi kelemahan dan berat. Keracunan karbon mo- bersifat lipofilik.

dicobakan pada kasus keracunan glikosida jantung lain- nya (misalnya. nya gerak menggigil. klorin. obat ini harus diberikan secara intra. Penderita overdosis GHB sering mengalami koma dijelaskan sebelumnya. lihat Bab 22 dan 23) sering terjadi karena rapi digoksin jangka-panjang sering pula menggunakan zat-zat ini banyak tersedia dan banyak digunakan pula. irama jungsional yang dipercepat. prodol [Soma]. barbiturat. Gasiritan (misalnya. (misalnya. banyak tanaman (lihat Bab 13) dan dalam kulit beberapa kodok. meskipun diperlukan DIGOKSIN dosis yang lebih besar akibat reaktivitas silang yang tidak Digitalis dan glikosida jantung lainnya dijumpai dalam lengkap. meliputi bradikardia sinus. Berbau seperti telur busuk Terapi: Tidak ada antidot spesifik Agen pengoksidasi Dapat menyebabkan Dispnea. goksin (lihat Bab 13) telah memperbaharui'terapi pada Asuhan suportif umum harus diberikan. dalam. hitungan menit. dakan hati-hati untuk melindungi jalan napas (termasuk . benzodrazepin. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN i 1OO3 Tabel 59-5. ginjal atau penderita yang menggunakan obat yang meng. oleander). takikardia ventrikular bidi. pusing. secara rutin sering kali toleran terhadap efek etanol dan reksional. digitoksin. mengi. sulfur dioksida. untuk bernapas. stridor. kejang. Antibodi digoksin dapat juga kolinesterase dan aktif di lokasi muskarinik dan nikotinik. sianosis (akibat warna coklat dari methemoglobin). y-hidroksibutirat [GHB]. nik tapi tidak berefek pada lokasi nikotinik. Penderita yang mendapat te. bagian atas dan bawah Terapi: Oksigen lembap. kariso- ganggu eliminasi digoksin. bronkodilator Karbon monoksida Berikatan dengan hemoglobin. koma oksida) Terapi: Biru metilen (yang mempercepat konversinya kembali menjadi hemoglobin normal) penghambat kompetifif yang efektif pada lokasi muskari. Hiperkalemia dapat disebabkan oleh overdosis Penderita koma sering kali mengalami depresi dorongan digitalis akut atau keracunan beraf sementara hipokale. menjadi euforik dan berisik ("mabuk") atau berada dalam Muntah sering dialami oleh penderita overdosis keadaan stupor atau koma ("mabuk seperti orang mati"). vena sesuai dengan dosis yang tercanfum dalam kemasan. masih dapat beraktivitas meskipun kadamya tinggi dalam Asuhan suportif umum harus diberikan seperti telah darah. kejang. Depresi refleks protektifjalan napas dapat mia dapat dijumpai pada penderita akibat terapi diuretik mengakibatkan aspirasi isi lambung. Toksisitas dapat terjadi akibat overdosis akut ETANOL & OBAT SEDATIF-HIPNOTIK atau dari akumulasi digoksin pada penderita insufisiensi Overdosis etanol dan obat hipnotik-sedatif (misalnya. Penggunaan antibodi di. pneumonia amonia. Hipotermia dapat jangka-panjang (Digitalis tidak menyebabkan hipokale.) Dapat terjadi berbagai macam gangguan irama jan. blokade AV. Ciri khas peracunan oleh beberapa gas. yang dapat menimbulkan terjadinya deplesi Penderita overdosis etanol atau hipnotik-sedatif dapat elektrolit (terutama kalium). mual. kejang. Nyeri kepala. Atropin sering kali efektif untuk dalam selama 3-4 jam dan kemudian sadar penuh dalam bradikardia atau blokade AV. terjadi karena adanya pajanan lingkungan dan menurun- mia. Nyeri kepala. koma menurunkan pengiriman oksigen Terapi: oksigen l00o/o ke jaringan Sianida Berikatan dengan sitokrom. koma menyekat penggunaan oksigen Terapi: Perangkat antidot sianida meliputi nitrit untuk oleh sel memicu methemoglobinemia (yang mengikat sianida) dan tiosulfat (yang mempercepat konversi sianida menjadi tiosianat yang kurang toksik) Hidrogen sulfida Serupa dengan sianida Serupa dengan sianida. dan aritmia ventrikular lainnya. muntah. sinkop. Pralidoksim Gejalanya biasanya membaik dalam waktu 30-60 menit yang diberikan cukup dini rnampu memperbaiki aktivitas pascapemberian antibodi. digitalis. Efek korosif pada saluran napas Batuk. nitrogen methemoglobinemia sinkop. diuretik. Kadar etanol dalam darah yang lebih tung. tapi orang yang sudah biasa menggunakarurya denyut ventrikular prematur. muntah. Melalui tin- toksisitas digoksin. takikardia besar daripada 300 mg/dl biasanya menimbulkan koma atrial disertai blokade. mual.

morfin. arsenik) juga penting. Awal. asidosis metabolik berat akibat jarak definitifnya bergantung pada antivenin intravena dan anion mulai tampak. kemungkinan Besi banyak digunakan dalam preparat vitamin bebas disebabkan oleh aktivasi adrenergik Fr. hipo- BESI DAN LOGAM LAINNYA kalemia. Sedikitnya 10-12 multivitamin pranatal yang hilangkan dengan penggunaarl penyekat B (litrat bawah). Pada ke- kuri. fasikulasi otot. dan.asam format (dari metanol) atau an hitung trombosit. sekitar 60% gigitan menyebabkan rnorbiditas yang signifikan akibat enzim pencerna yang destruktif ETILEN GLIKOL & METANOL dalam bisa. hebat. rasa kesemutan dan muanya mampu menyebabkan depresi SSP dan keadaan tasa logam dalam mulut. Sebagai alternatif. kontraksi ven- pada anak kecil. liputi mual. Etanol lebih dimetabolisasi oleh alkohol atau. teofilin terus digunakan dalam terapi bronkospasme pada duknya yang toksik dapat disekat dengan rnenghambat beberapa penderita asma dan bronkitis (lihat Bab 20). Gigitannya jarang bersifat fatal. enzim alkohol dehidrogenase rnenggunakan obat yang Dosis 20-30 tablet dapat menyebabkan keracunan berat berkompetisi. trikular prematur. dan lainnya. Mula toksisitas . dan overdosis opioid merupakar-r hasil vena. dan tanda gigitan yang nyata. Penyebab aktivasi dan menjadi penyebab utama kematian pada anak akibat ini tidak sepenuhnya dimengerti. tapi efeknya dapat di- kera'cunan. tidak memicu intoksikasi etanol-dapat digunakan. Keracunan logam lairurya (timbal. mepizol-penyekat efektif alkohol dehidrogenase yang lihat Bab 4). Terapi lama beberapa jam. dan takikardia ventrikular. oPtotD an pasien akan kembali pulih setelah efek obat habis. muntah. pemberian cairan intra- Bab 31 dan 32). Sebaliknya. Kese. barbiturat. racunan berat (misalnya. Lihat flumazenil intravena.1004 . perlu men-rbantu membatasi penyebaran racun. Bukti keracunan bisa ular derik meliputi nyeri Alkohol-alkohol ini merupakan racun yang penting ka. pembengkakan. metadone. kasus gawat darurat seperti insisi dan pengisapan. resisten terhadap antikonvulsan biasa. Lihat Bab 33 dan 58 untuk pembahasan lebih lanjut serum >100 mg/L). muntah sering kali dijumpai pascaoverdosis. Nanrun. Meskipun telah banyak digantikan oleh agonis B inhalasi. bermanfaat. takikardia. mengandung besi dapat menyebabkan penyakit berat Aritmia jantung meliputi takikardia atrial. empirik pada overdosis obat karena dapat mencetuskan kejang pada penderita yang kecanduan terhadap benzo- KERACUNAN BISA ULAR DERIK diazepin atau yang menggunakan obat konvulsan (mi- salnya. antidepresan trisiklik). antidot fo. Hipotensi. Efek sistemiknya me- asam organik yang sangat toksik (lihat Bab 23). Selain sinus takikardia dan tremor.) Hipotensi biasanya berespons terhadap penghangatan merupakan obat-obat yang sering disalahgunakan (lihat tubuh (jika tubuh kedinginan). disertai masa pembekuan yang memanjang dan penurun- produk metabolismenya . simetidin. oksalat. dan hiperglikemia dapat terladi. pembentukan bula hemo- rena kedua jenis alkohol tersebut dimetabolisme menjadi ragik. terutama dalam bidang in. 20% kasus gigitan tidak disertai dengan keracunan bisa. siprofloksasin. heroin. jika perlu. tapi setelah tertunda se. dll. Keracunan teofilin kronik atau subakut dehidrogenase. dan koagulopati sistemik mabuk yang serupa dengan overdosis etanol. syok. disertai dengan hiperwenhilasi dan harus dimulai sesegera mungkin. atau sebagian besar hipnotik-sedatif sering dijumpai. perubal-ran status mental. memar. sehingga etanol dapat diberikan per oral dapat pula terjadi akibat overmedikasi yang tidak sengaja atau intravena (5% tingkatan farmaseutikal) hingga ke atau penggunaan obat yang mengganggu metabolisme tingkat sekitar 100 mg/dL. eritromisin. mer. asam hipurat. Penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obat dalam menyebabkan asidosis metabolik berat dan dapat me. menghindari gerakan yang tidak nya. tor- nimbulkan koma dan kebutaan (untuk asam format) atau nike! dan kantung es lebih bersifat merusak daripada gagal ginjal (dari asam oksalat dan asam glikolat). Metabolisme etilen glikol dan metanol rnenjadi pro. penderita tampak mabuk. kebanyak. meperidin. Opioid (opium. Tidak ada antidot untuk Di AS. suafu antagonis benzodiazepin. Bab 31 uiruk pembahasan lebih lanjut mengenai overdosis Namun. teofilin (misalnya. overdosis akut dengan kadar dustri. dopamin. mematikan. Penderita keracunan metanol dapat mengalami gangguan penglihatan yang berkisar TEOFILIN dari kaburnya penglihatan hingga kebutaan.l BAB 59 intubasi endotrakea) dan membantu ventilasi. dar-r glikolat (dari etilen glikol) . Namun. ular derik merupakan reptil berbisa yang paling etanol. Penderita overdosis yang sering dijumpai akibat penggunaan obat-obatan benzodiazepin saja dapat terbangun pascapemberian tanpa standar pembuatan yang dijual di jalanan. obat ini tidak banyak digunakan sebagai terapi opioid dan terapinya.kejangsering kali muncul dan biasanya mengenai keracunan besi dan logam lainnya.

Hemodialisis diindikasikan McGraw-Hil. (Revised Quarterly). kan daripada fenitoin pada kasus kejang. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN / 1OO5 dapat tertunda hingga beberapa jam setelah menelan refrakter pada penderita dengan kadar teofilin yang tablet lepas-lambat. rendah. esmolol) & Wilkins.hipotensi dan Ford M et a1 (editors): Clinical Toxicology. Lippincott Williams Propranolol atau penyekat p lainnya (misalnya. Asuhan suportif umum harus diberikan. 2002. kebanyakan Olson KR et a1 (editors): Poisoning & Drug Overdose. Dekontaminasi usus secara agresif harus dilaksanakafl dengan pemberian REFERENSI dosis arang aktil berulang dan irigasi seluruh usus. . Goldfrank LR et al (editor): Goldfrank's Toxicologic Emergencies. 2006. Fenobarbital lebih dianjur- 7tr' ed. merupakan antidot yang bermanfaat pada . Dart RD (editor): Medical Toxicology.2000. McGraw-Hill. bila kadar serum lebih dari 100 mg/L dan pada kejang POISINDEX. takikardia yang diperantarai B. Saunders. 3"1 ed. 5'h ed. antikorvulsan tidaklah efektif.2004. Thompson/Micromedex.

1006 .