You are on page 1of 4

Tata Letak Penempatan Alat

Prinsip utama dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi adalah prinsip
ergonomis, yaitu menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan
baik dalam beraktivitas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, baik
fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik. Tata
letak hanyalah salah satu faktor dalam ergonomis, banyak faktor lain yang merupakan unsure
ergonomis seperti desain warna, pencahaaan, suhu, kebisingan, dan kualitas udara ruangan,
serta desain peralatan yang digunakan.
Ruang Periksa adalah ruang utama dalam praktek dokter gigi, tata letak peralatan
dalam ruangan ini berorientasi memberi kemudahan dan kenyamanan bagi Dokter Gigi,
Perawat Gigi, berserta Pasiennya ketika proses perawatan dilakukan. Ukuran minimal Ruang
Perawatan untuk satu Dental Unit adalah 2,5 X 3,5 Meter, dalam ruangan ini dapat
dimasukan satu buah Dental Unit, Mobile Cabinet, serta dua buah Dental Stool8. Unsur
penunjang lain dapat turut dimasukan seperti audio-video atau televisi untuk hiburan pasien
yang sedang dirawat.

Perhatian pertama dalam mendesain penempatan peralatan adalah terhadap Dental
Unit. Alat ini bukan kursi statis tetapi dapat direbahkan dan dinaik-turunkan. Pada saat posisi
rebah panjang Dental Unit adalah sekitar 1,8-2 Meter. Di belakang Dental Unit diperlukan
ruang sebesar 1 Meter untuk Operator’s Zone dan Static Zone, oleh karena itu jarak ideal
antara ujung bawah Dental Unit dengan dinding belakang atau Dental Cabinet yang
diletakkan di belakang adalah 3 Meter; sementara jarak antara ujung bawah Dental Unit
dengan dinding depan minimal 0,5 Meter. Dental Unit umumnya memiliki lebar 0,9 Meter,
bila Tray dalam kondisi terbuka keluar maka lebar keseluruhan umumnya 1,5 Cm. Jarak dari
tiap sisi minimal 0,8 Meter untuk pergerakan di Operator’s Zone dan Asistant’s Zone.

. terpelihara. sedangkan bila berbentuk L. Dinding bersih dan berwarna terang. Atap kuat dan tidak bocor. kisi-kisi atau dinding gelas kaca untuk masuknya cahaya minimal 1/6 kali luas lantai. b.6-0. dan bersih. Bila Mobile Cabinet lebih dari satu. c. permukaan dinding yang selalu terkena percikan air terbuat dari bahan yang kedap air. Bila hanya satu sisi. ditempatkan di Static Zone dan Assistant’s Zone. Setiap orang mendapatkan ruang udara minimal 10 m3 / karyawan. bersih. bersih. Lantai terbuat dari bahan yang kuat. permukaan rata. e. Alat besar terakhir yang berada di Ruang Perawatan adalah Dental Cabinet sebagai tempat penyimpanan utama bahan maupun alat kedokteran gigi.8 Meter. tidak licin. Langit-langit kuat. g. Ruang dan Bangunan. Mobile Cabinet sebagai tempat menyimpan bahan dan alat yang akan digunakan pada saat perawatan diletakan di Static Zone. f. kedap air.50 m dari lantai. a. Umumnya berbentuk buffet setengah badan seperti Kitchen Cabinet dengan ketebalan 0. Luas jendela. Keberadaan Dental Cabinet akan menambah luas ruangan yang diperlukan untuk menempatkannya. d. dan tidak memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan dan kecelakaan. ketinggian minimal 2. Zona ini tidak akan terlihat oleh pasien dan terletak dianatara Operator’s Zone dan Assistant Zone sehingga baik Dokter Gigi maupun Perawat Gigi akan dengan mudah mengambil bahan maupun alat yang diperlukan dalam perawatan. Bangunan kuat. berwarna terang. maka Mobile Cabinet kedua diletakan di Operator’s Zone. lemari ini ditempatkan di Static Zone.

LO 3 Prinsip Ergonomi i) Eliminate yaitu mengurangi alat-alat dan gerakan yang tidak perlu ii) Combine yaitu mengabungkan dua alat atau gerakan yang lebih iii) Rearrange yaitu mempersiapkan alat-alat. Warna dinding di ruang periksa lebih diutamakan berwarna putih karena diperlukan pengecekan visual terhadap gigi secara detail. 2. prosedur dan jadwal yang baik . ekonomis. Pencahayaan  Pada ruangan reseptionis pencahayaan yang lebih decorative dipilih. antropologi dari setiap sistem kerja yang dilakukan sehingga tercipta kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi 3. mengupayakan promosi dan kepuasan kerja. Menciptakan keseimbangan rasional antara berbagai aspek. yaitu aspek teknis. mengelola dan mengkoordinir kerja secara tepat guna dan meningkatkan jaminan sosial baik selama kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif. laboratorium dan ruang sterilisasi sebaiknya menggunakan fluorescent lighting yang memilki radiasi yang sedikit panas  Pencahayaan tambahan dibutuhkan di ruang klinisi untuk prosedur dan di laboratorium 3. sehingga warna dinding yang menonjol akan mengganggu proses ini. LO 2 Tujuan : 1. misalnya meja. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cedera dan penyakit akibat kerja.Temperatur  Temperatur ideal ruang receptionis sebaiknya 72° F  Temperatur ideal untuk ruang klinisi lebih rendah yaitu 68°F sampai 70°F karena ruangb tersebut tertutup dan memiliki penerangan yang hangat  Pergantian udara sebaiknya konstan 2. floor lamps yang cukup untuk membaca  Ruang bisnis. Meningkatkan kesejahteraan sosial melalui peningkatan kualitas kontak sosial.

Operation Management. Gunawan Tanuwidjaja. Sixth Edition. . Render. Program Studi Teknik Arsitektur. dan B. Universitas Kristen Petra-Surabaya Surabaya – Indonesia 2015 Heizer. J. Upper Saddle River : Prentice Hall. DKK.iv) Simplify yaitu menyederhanakan alat-alat dan prosedur Pengaruh Warna dalam Desain Fasilitas Perawatan Gigi Ramah Anak di Amerika.