Lecture Notes on

EARTH SCIENCES

Tjipto Prastowo, Ph.D

Department of Physics
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
The State University of Surabaya

TO THE STUDENTS WE LOVE

Here it is Lecture Notes on Sains Kebumian, a series of lectures taught for Year 2/3
students in Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, the State
University of Surabaya. The Notes is written to provide specific topics in geoscience relevant
to the Earth as a life-support system. In particular, the Notes emphasize on current issues
associated with global warming and climate change, describing the roles of the oceans and
atmosphere in regulating climate on regional and global scales.
We welcome good comments from interested readers for further improvements because
penyusunan materi ajar ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,
perkuliahan, dan layanan publik. Semoga hal ini bermanfaat bagi segenap sivitas akademik
di selingkung FMIPA Unesa.

All the best,
December 31, 2012
T jipto Prastowo

ii

iii

General Guidance

SAINS KEBUMIAN

Lecturer: Tjipto Prastowo, Ph.D

References: Stormy Weather (Maslin, 2002) and Weather (Buckley et al, 2004)

Time and Place:

Marking Scheme: NA = 20%P + 30%T + 20%UTS + 30%UAS
NA=Final Mark, P=Presence, UTS=Mid-Exam, T=Homework, UAS=Final Exam

Notes:

1. Students are not allowed to join the class for being late (a maximum of 15 minutes
from the starting time is permitted), except for reasonable arguments.

2. Each lecturer contributes an equal proportion of mark to the final mark.

3. P is possibly reduced to a minimum.

4. UTS = 50%Q1 + 50%Q2 Q = Quiz

5. T = 50%T1 + 50%T2 T = Homework

6. UAS normally contains 4, but possibly has 5 problems.

7. Homework will be distributed to class members and all students are required to hand
the completed assignments in within a given time. Various penalties will be given for
any delay, i.e, 25% discounted mark for a one-day delay and 50% for a two-day delay.
There will be no mark given for those who submit the assignments more than two-day
delays.

8. No additional assignments or examinations after formal exam (both Mid and Final),
except for specified reasons with very limited permission given or medical examination
required.

9. Students are allowed to work with their notes and books in both Mid and Final Exams.

10. Other important issues, if any, will be discussed in the class. Students are strongly
encouraged to be active and well-prepared. If possible, tutorial is available for a further,
detailed description of each topics.

ocean general circulation. the evidence for climate change. the solar system. the role of the atmosphere to climate change iv . Course Contents 1. the role of the oceans to climate change 4. Chapter Two: Global Warming and Climate Change • what causes the world’s climate system. the role of greenhouse gases. impacts of global warming and climate change 3. the atmospheric pressure. Chapter Three: The Oceans • facts about the oceans. the dynamics of the Earth 2. the Indonesian Through Flow. Chapter One: What’s New on Earth’s System ? • the universe. Chapter Four: The Atmosphere • facts about the atmosphere. the energy cycle on Earth.

. . . . . . . . . . . . . . . . . .1 Facts about the oceans . . . . . . . . . . . 22 Bibliography 25 v . . 3 2 Global Warming and Climate Change 5 2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2 The role of greenhouse gases . . .3 The dynamics of the Earth . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 2. . . . 5 2. . . . .Contents 1 What’s New on Earth’s System ? 1 1. . . . . . . . . . . 6 2. . . . . . . . . . . . . . . . . 11 3. . . . . 17 4. . . . .2 The Indonesian Through Flow . . . . . . . . . . . . .4 The role of the oceans to climate change . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4 Impacts of global warming and climate change . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 1.1 The universe . . . . 20 4. . . . . . 14 3. . . . . . .3 Atmospheric pressure . . . . 8 3 The Oceans 11 3. . . . . . . . .2 The energy cycle on Earth . . . . . . . 21 4.3 The evidence for climate change . . . . . . . . . . . . . .4 The role of the atmosphere to climate change . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 Facts about the atmosphere . . . . . . .1 What causes the world’s climate system ? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12 3. . . .3 The general ocean circulation . . . . . . . . . . . .2 The solar system . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 15 4 The Atmosphere 17 4. . . . . . . . . . . . .

vi CONTENTS .

yaitu atmosphere. pergeseran warna yang diasosiasikan dengan penurunan frekuensi gelombang radiasi. transpirasi. 1. cryosphere. absorbsi. melainkan hanya memberikan gambaran secara menyeluruh tentang bumi sebagai life-support system. dimana air sebagai fluida mengalami perubahan wujud dari satu bentuk komponen bumi ke bentuk komponen bumi lainnya melalui berbagai proses fisis (evaporasi. 2004). dan transmisi) sebelum akhirnya diradiasikan kembali ke ruang angkasa. Kelima komponen tersebut saling berhubungan melalui mekanisme perpindahan materi dan energi. maka kesimpulan logis dari pengamatan astronomi tersebut adalah galaksi-galaksi sedang bergerak menjauh satu sama lain. Berdasarkan prinsip Doppler. dan biosphere (Buckley et al. lithosphere. refleksi. perbedaan antara frekuensi sumber dan frekuensi yang teramati itu muncul sebagai akibat gerak relatif antara sumber gelombang dan pengamat.1 The universe Berdasarkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi penginderaan. Garis-garis spektral cahaya tampak yang dipancarkan oleh bintang-bintang dari galaksi bergeser ke arah warna merah. Hal ini sesuai dengan pengamatan astronomi yang membuktikan bahwa galaksi-galaksi sedang bergerak menjauh satu sama lain.Chapter 1 What’s New on Earth’s System ? Bumi sebagai sistem fisis yang kompleks dapat dibagi menjadi lima komponen yang berbeda. Modul ini tidak membahas seluruh komponen bumi secara detil. kondensasi. kini kita mengerti bahwa alam semesta itu mengembang. Energi matahari memicu siklus air. Sumber energi yang berasal dari cahaya matahari merambat ke permukaan bumi dan mengalami berbagai proses fisis (radiasi. hydrosphere. 1 .. Karena merah memiliki frekuensi paling kecil diantara warna-warna lain dalam spektrum cahaya tampak. dan presipitasi). Perbedaan minimum terjadi bila sumber dan pengamat bergerak saling menjauhi. Mengingat bumi kita merupakan bagian dari alam semesta dan sistem tata surya. maka kedua topik tersebut akan dibahas terlebih dahulu di bawah ini.

dan Mars. baik planet dalam maupun planet luar memiliki orbit masing-masing berbentuk elips yang tidak saling berpotongan. namun demikian sampai sekarang keputusan tersebut tetap berlaku. the Earth. Uranus. melainkan termasuk kelompok dwarf planets. komite sidang memutuskan bahwa Pluto bukanlah planet dalam pengertian umum. Keputusan IAU tersebut memantik pro dan kontra diantara para ahli astronomi. Proses evolusi dinamik tata surya tersebut di atas kemudian melahirkan apa yang disebut sebagai Terrestrial Planets.6 milyar tahun. dan obyek langit lainnya.2 1. Akankah alam semesta terus mengembang tanpa batas? Ataukah proses pengembangan alam semesta tersebut suatu saat akan berhenti karena telah mencapai titik optimum? Salah satu teori kosmologi mengatakan bahwa proses pengembangan alam semesta itu mirip dengan gerak osilasi.2 The solar system Tata surya sebagai suatu sistem fisis dimana bumi kita berada diyakini telah berumur kurang lebih 4. Proses pembentukannya dimulai dari ‘dentuman besar’ yang disertai dengan terjadinya awan padat yang merupakan campuran dari gas dan partikel-partikel padat berbentuk debu dan kristal es berputar pelahan di ruang angkasa. dan Neptune. Republik Ceko. dan memiliki orbit yang berpotongan dengan orbit planet lain. Saturn. What’s New on Earth’s System ? Dua pertanyaan kemudian muncul berkaitan dengan mengembangnya alam semesta ini. maka dinamika gerak alam semesta berikutnya adalah proses kontraksi menuju kemampatan tak hingga. comets. Alasan utama mengeluarkan Pluto dari daftar 9 planet yang mengelilingi matahari adalah karena ukuran Pluto terlalu kecil. Bila batas tersebut telah dicapai. Venus. geometrinya tidak menyerupai bola. dimana gravitasi berfungsi memperlambat proses pengembangan alam semesta. Proses itu kemudian melahirkan matahari dengan planet-planet dan benda langit lainnya berputar mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. sistem tata surya kita disepakati hanya terdiri dari 8 planet. Bila planet-planet tersebut di atas disebut sebagai anggota utama dari tata surya. Planet-planet yang termasuk ke dalam jenis ini adalah Mercury. dengan karakteristik a molten-metal core dan rocky mantle and crust. Pada saat mengelilingi matahari. Dalam sidang umum ke 26 bulan Agustus 2006 yang diselenggarakan di Praha. maka anggota minor tata surya adalah meteoroids. yang dipisahkan oleh Asteroid Belt dari ‘planet luar’ dengan komposisi utama berupa selimut gas. Sejak saat itu. sedemikian sehingga terdapat batas pengembangan alam semesta. yaitu Jupiter. Keempat planet tersebut dikenal juga sebagai ‘planet dalam’. asteroids yang dikenal juga sebagai planetoids atau planet minor. 1. Kelompok ilmuwan yang khusus meneliti dan mendiskusikan masalah astronomi adalah International Astronomical Union (IAU ). .

dan separuh waktu sisanya sinar matahari banyak memanaskan wilayah selatan bumi. Pada saat bumi berevolusi. Sumbu rotasi bumi adalah garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan selatan bumi. pada pertengahan musim dingin di wilayah bumi bagian utara sinar matahari tidak dapat .3 The dynamics of the Earth Ada dua macam gerak simultan yang dilakukan bumi (dan planet lainnya). Implikasi dari hal ini adalah bahwa untuk separuh waktu dalam 1 tahun paparan sinar matahari banyak dinikmati oleh orang-orang di belahan bumi bagian utara. karena sumbu rotasi bumi condong membentuk sudut 23. Revolusi bumi memakan waktu kurang lebih 365 hari.1).3. yaitu musim kemarau dan musim hujan. Rotasi adalah gerak berputar terhadap sumbu tertentu yang dipilih. Karena menerima paparan sinar matahari dalam jumlah yang relatif sama setiap tahunnya.5 derajat terhadap bidang edar ekliptika bumi (Figure 1. Indonesia yang berada di wilayah tropis mengalami dua musim saja. gugur (fall atau autumn). Situasi sebaliknya terjadi pada bulan Juni-Juli. Sebagai contoh. dan semi (spring). Sumbu rotasi tersebut tidak tegak lurus terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari. yaitu rotasi dan revolusi. Bentuk orbit bumi adalah elips. dengan titik terdekat pada orbit bumi (diukur dari matahari) disebut dengan perihelion dan titik terjauh disebut dengan aphelion (lihat Figure 1. dingin (winter ). Siklus seperti ini menghasilkan 4 jenis musim yang terjadi pada daerah-daerah sub-tropis (lihat Figure 1. maka belahan bumi bagian utara akan lebih sedikit menerima radiasi panas matahari dan mengalami musim dingin. Bumi berotasi terhadap sumbunya dengan arah putaran berlawanan terhadap arah putaran jarum jam. diantaranya adalah posisi garis lintang suatu daerah dan musim. belahan selatan bumi menerima lebih banyak paparan sinar matahari. biasa disebut dengan 1 tahun kalender Masehi.1). bumi berevolusi mengitari matahari yang berjarak 150 juta km (biasa disebut dengan 1 satuan astronomi) dari bumi. yaitu musim panas (summer ).1. Sambil berotasi. dengan proporsi lamanya bergantung pada beberapa faktor. sedangkan revolusi adalah gerak mengelilingi matahari. sinar matahari jatuh pada permukaan bumi dengan sudut yang bervariasi untuk daerah yang berbeda di permukaan bumi. Pada saat yang sama. Oleh karena itu. Rotasi dan revolusi bumi menghasilkan perubahan temporal (harian dan musiman) paparan sinar matahari yang jatuh di permukaan bumi. Situasi ekstrim bisa terjadi di wilayah kutub bumi. Akibat lebih lanjut adalah perubahan secara periodik temperatur pada daerah-daerah di permukaan bumi yang dipisahkan oleh garis-garis lintang dan bujur. beberapa bagian bumi lebih dekat ke arah matahari dan beberapa bagian lainnya lebih jauh (lihat Figure 1. Bila sumbu rotasi bumi menjauhi matahari pada bulan Desember-Januari. Gejala ini kemudian dikenal sebagai perubahan musim tahunan.1). The dynamics of the Earth 3 1. Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam yang lamanya kurang lebih adalah 24 jam dan disebut sebagai 1 hari.1). sehingga mengalami musim panas.

24 jam penuh adalah siang hari. menjangkau daerah Artik mengakibatkan sekurang-kurangnya 1 hari penuh adalah malam. Rincian pembahasan tentang hal ini dapat dilihat pada bab-bab berikutnya. Faktor ini seharusnya dapat dikontrol. Faktor dinamik tersebut merupakan faktor yang bersifat melekat dan tidak bisa dihindari. Dinamika gerak bumi seperti telah dibahas di atas ikut menentukan sistem iklim global yang terjadi di berbagai belahan bumi. . Sebaliknya pada saat yang sama di daerah Antartika di belahan selatan bumi.1: Pergantian musim di belahan bumi bagian utara (Maslin.4 1. 2002). dan oleh karena itu fokus perhatian komunitas dunia yang peduli dengan masalah iklim adalah mencari hubungan antara pengaruh aktivitas manusia terhadap iklim global. What’s New on Earth’s System ? Figure 1. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi iklim global adalah aktivitas manusia.

Selain menerima panas matahari dengan intensitas yang relatif lebih kecil. Kondisi rata-rata cuaca dalam jangka waktu yang cukup lama untuk satu wilayah geografis tertentu biasa dikenal dengan sebutan iklim. Jelas sekali proses perpindahan massa air dan udara tersebut melibatkan dinamika gerak lautan dan atmosfer yang akan dibahas secara terpisah pada Bab 3 dan Bab 4. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa daerah kutub banyak didominasi oleh permukaan salju dan selimut es dengan reflektansi tinggi. sedemikian sehingga intensitas sinar matahari yang menyebabkan efek pemanasan menjadi relatif lebih kecil dibandingkan dengan intensitas yang diterima wilayah ekuator. melalui perpindahan massa air dan udara (lihat Figure 2. yaitu wilayah ekuator menerima paparan sinar matahari yang lebih kuat daripada wilayah lain di permukaan bumi. Hal ini dikarenakan geometri bumi. khususnya faktor eksternal yang berhubungan dengan kegiatan manusia. baik kutub utara maupun selatan. Perpindahan massa air dan udara itu sendiri menyebabkan lahirnya cuaca.Chapter 2 Global Warming and Climate Change Bab ini akan membahas pengertian cuaca dan iklim. dimana sinar matahari menyapu wilayah yang lebih luas pada daerah kutub. 5 . Kombinasi kedua proses fisis tersebut menghasilkan situasi yang paradoks. daerah kutub juga melepaskan energi balik ke ruang angkasa relatif lebih besar daripada daerah ekuator. daerah tropis yang panas dan daerah kutub yang dingin. Efek ‘gas rumah kaca’ yang dapat memicu pemanasan global dan dampak pemanasan global terhadap iklim dunia serta kaitannya dengan kehidupan manusia juga akan dibahas. daerah ekuator yang banyak didominasi hutan tropis relatif lebih banyak menyerap energi matahari. Situasi seperti itu memicu transfer energi dalam bentuk panas dari daerah ekuator ke wilayah kutub.1). Sebagai perbandingan. khususnya daerah kutub. 2. faktor-faktor yang ikut mempengaruhi perubahan iklim.1 What causes the world’s climate system ? Apa yang menyebabkan terjadinya iklim ? Sistem iklim dunia sebenarnya dipicu oleh hal yang sederhana.

3) atau berkurangnya lapisan ozone (O3 ) di atmosfer bumi akan memicu perubahan iklim global. 2002). Energi matahari tiba di permukaan bumi dalam bentuk short-wave Figure 2. misalnya uap air. dan sebagian besar lainnya diserap oleh permukaan daratan dan lautan melalui berbagai proses. Proses penyerapan dan pemantulan energi radiasi ini melibatkan gas rumah kaca (Figure 2.2: Efek pemanasan di permukaan bumi sebagai akibat keberadaan gas rumah kaca (Maslin. O3 . dan NO. 2002). Global Warming and Climate Change Figure 2.1: Kontribusi perpindahan panas dari lautan dan atmosfer (Maslin. Sekitar sepertiga dari energi datang dipantulkan balik ke angkasa.2) dalam berbagai bentuk. 2. . CO2 .2 The role of greenhouse gases Temperatur permukaan bumi dikontrol oleh keseimbangan antara energy input yang berasal dari radiasi sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan proporsi energi datang yang diradiasikan balik ke ruang angkasa. Hal ini bisa dimengerti melalui mekanisma berikut ini. CH4 . Peningkatan konsentrasi CO2 (lihat Figure 2.6 2.

The role of greenhouse gases 7 Figure 2.4). menghasilkan pemanasan yang menjamin kehidupan di permukaan bumi.3: Data konsentrasi CO2 yang diukur di Mauna Loa. Mengingat temperatur merupakan salah satu parameter dinamik yang ikut berperan dalam menentukan iklim suatu kawasan. radiation. Hal ini menyebabkan efek pemanasan yang lebih tinggi pada permukaan bumi. kandungan CO2 . 2002). 2002). dan O3 menyerap radiasi balik ini dan meradiasikan kembali ke permukaan bumi. dan NO di atmosfer semakin meningkat yang menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (lihat Figure 2. Hawaii (Maslin. CO2 . maka peningkatan temperatur permukaan bumi tersebut akan direspon sebagai perubahan iklim. Gas-gas rumah kaca alamiah dalam bentuk uap air. . CH4 .4: Aktivitas industri sebagai salah satu faktor utama yang ikut mendorong terjadinya pemanasan global (Maslin.2. Figure 2. dan pada gilirannya peningkatan temperatur permukaan bumi. dimana sebagian dari energi datang diradiasikan balik ke angkasa dalam bentuk long-wave infrared radiation. Sebagai akibat pesatnya industrialisasi di berbagai belahan bumi.2.

yaitu pengaruh pada sosio-ekonomi dunia dan lingkungan alam. misalnya gas CFC. sumber daya alam. Global Warming and Climate Change Figure 2. pola curah hujan.5: Temperatur rata-rata permukaan bumi yang merupakan gabungan dari temperatur udara di atas daratan dan temperatur permukaan laut (Maslin. sebuah organisasi nirlaba yang dikelola oleh beberapa negara menunjukkan steady warming pada permukaan bumi yang terjadi sejak tahun 1980-an (lihat Figure 2. kesehatan. misalnya penyakit kanker kulit. Pada dasarnya. pertanian. Rusaknya lapisan ozone ini dapat meningkatkan resiko radiasi ultraviolet sinar matahari.3 The evidence for climate change Tiga indikator utama pemanasan global yang dapat memicu perubahan iklim adalah naiknya temperatur permukaan bumi.3). peningkatan penggunaan bahan bakar berbasis fosil atau minyak bumi dalam bidang transportasi (lihat Figure 2. 2. peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mengakibatkan pemanasan global yang dideteksi melalui ketiga indikator utama (lihat pasal 2. 2002). dan naiknya permukaan laut. untuk keperluan sehari-hari dapat meningkatkan kadar CO2 dan merusak lapisan ozone di atmosfer. Selain industrialisasi.2). 2. Pengamatan menyeluruh terhadap berbagai faktor yang mungkin ikut berperan dalam pemanasan global memberikan kesimpulan bahwa aktivitas manusia merupakan faktor kunci.4 Impacts of global warming and climate change Seperti telah dituliskan sebelumnya (lihat pasal 2.8 2. Pengaruh yang signifikan teramati dalam bidang sains atmosfer dan oseanografi. dampak pemanasan global dan perubahan iklim ada dua. dan kehidupan flora dan fauna di berbagai ekosistem baik di darat.5).6) dan pemakaian berlebihan bahan-bahan kimia buatan manusia. Data yang dikumpulkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). laut maupun .

ataukah hanya merupakan sifat alam? Apapun jawab dari pertanyaan tersebut. langkah-langkah strategis apa yang perlu untuk dilakukan? Bukti empiris menunjukkan bahwa emisi global gas karbon dioksida di atmosfer memiliki tren kenaikan sejak permulaan revolusi industri dan peningkatan yang tajam sejak empat dekade terakhir (lihat Figure 2. Salah satu cara untuk memprediksi iklim baik regional maupun global adalah dengan membuat pemodelan iklim berdasarkan data variabel dinamik cuaca dan iklim. misalnya temperatur. 2002). Impacts of global warming and climate change 9 Figure 2.6: Emisi gas buang kendaraan bermotor dengan bahan bakar berbasis fosil dan minyak bumi ikut mendorong terjadinya pemanasan global (Maslin. pemanasan global dan perubahan iklim yang sedang kita alami sekarang ini mungkin untuk beberapa dekade atau bahkan abad ke depan tetap akan berlangsung.2. Meskipun telah banyak kemajuan dalam upaya untuk memahami sistem iklim global dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. udara. kecepatan dan arah angin.7). Pertanyaan berikutnya adalah apakah kita perlu merasa khawatir terhadap gejala pemanasan global dan perubahan iklim? Jika ya. Satu pertanyaan kritis adalah apakah perubahan iklim jangka panjang itu merupakan akibat ulah manusia. tekanan dan kelembaban udara.4. kecepatan dan arah . masih banyak hal yang berkaitan dengan perubahan iklim yang belum terungkap.

secanggih apapun teknik dan metode pengukuran serta komputer beresolusi tinggi digunakan untuk mensimulasikan pemodelan iklim.10 2. Global Warming and Climate Change Figure 2. sulit diprediksi dengan tingkat keakurasian yang tinggi. tetap saja belum diperoleh hasil yang memuaskan. Namun demikian. arus laut.8: Siklus karbon yang sedemikian kompleks. 2002). melibatkan proses penyimpanan dan pertukaran karbon antara bumi dan atmosfer (Maslin. transport massa air laut dari satu wilayah bumi ke wilayah bumi lainnya. . Masalah yang menyangkut iklim beserta seluruh aspek yang terkait nampaknya kompleks.7: Data konsentrasi global CO2 dari sampel ice cores (Maslin. 2002). temperatur permukaan laut.8). Figure 2. siklus air dan siklus karbon (lihat Figure 2.

3.1: Permukaan bumi dilihat dari satelit yang berposisi di atas Lautan Pasifik (Balleydier. Luas wilayah lautan mencapai hampir 360 juta km2 . mekanisme perpindahan massa air dari satu wilayah bumi ke wilayah bumi lainnya dalam bentuk sirkulasi lautan dunia.1). 11 . 2004). Wajah bumi kurang lebih dapat digambarkan sebagai berikut: belahan bumi bagian utara terdiri atas 60% lautan dan 40% daratan. dan peran lautan dalam mengatur iklim global. dimana sebagian besar proporsi terletak pada belahan Figure 3. sedangkan belahan selatan terdiri atas 80% lautan dan 20% sisanya merupakan wilayah daratan.1 Facts about the oceans Bumi kita dikenal sebagai ‘planet biru’ karena hampir 70% permukaan bumi didominasi oleh warna biru yang berasal dari ‘warna semu’ permukaan lautan (lihat Figure 3.Chapter 3 The Oceans Bab ini membahas fakta dan karakteristik lautan dunia. Ada tiga samudera besar di permukaan bumi yang luas cakupan totalnya adalah 97% (350 juta km2 ) dari luas total lautan.

Salah satu argumen adalah adanya pertukaran massa air laut melalui mekanisma sirkulasi lautan dunia. Karakteristik fisik air laut pada umumnya ditentukan menurut tinggi rendahnya kadar garam (salinitas). Perbedaan salinitas antara lapisan air laut yang ada di permukaan dan lapisan-lapisan lain di bawahnya adalah sangat kecil. The Oceans selatan bumi. maka lapisan air laut akan terstratifikasi menurut densitas (density-stratified ocean). Perbedaan salinitas bisa juga terjadi secara ‘horizontal’ dalam pengertian bahwa salinitas air laut di wilayah geografis tertentu berbeda dengan salinitas air laut di wilayah geografis lain. Karena terdapat perbedaan tingkat evaporasi dan presipitasi antara kedua wilayah samudera tersebut. Ketiga samudera ini dikenal sebagai interconnected oceans melalui pertukaran jutaan meter kubik air di sekitar Antartika di wilayah kutub selatan. misalnya level permukaan laut dan distribusi temperatur ikut dipetimbangkan. 2008). 3. Aliran massa air hangat . Ketiga samudera tersebut adalah samudera Pasifik (180 juta km2 ). tidak bergantung pada kondisi cuaca dan iklim dimana laut itu berada. Bila densitas hanya ditentukan oleh salinitas (dengan mengasumsikan distribusi temperatur yang serba sama di semua kedalaman untuk satu wilayah laut tertentu). salinitas air laut bervariasi dari satu wilayah geografis ke wilayah geografis lainnya (Balleydier. sedangkan di daerah sub-tropis (samudera India) salinitasnya bisa mencapai 36-37 ppt. Bagaimanapun seperti telah disinggung di atas. Yang menarik adalah komposisi zat pembentuk air laut adalah relatif tetap di seluruh dunia. perbedaan salinitas tersebut sudah cukup mengakibatkan perbedaan kerapatan massa (densitas). Bila faktor-faktor dinamik lain. Perbedaan salinitas semacam ini biasa disebut sebagai differences in vertical salinity (Prastowo. daerah di dekat ekuator dengan tingkat evaporasi dan presipitasi tinggi (samudera Pasifik) salinitasnya sekitar 34 ppt. Meskipun kecil. samudera Atlantik (95 juta km2 ).12 3. maka proses perpindahan massa air laut tersebut mendorong terjadinya sirkulasi lautan dunia (lihat pasal 3. Pada umumnya. Tingkat salinitas yang lebih tinggi bisa dijumpai di laut Mediterrania (38-39 ppt) dan laut Merah (40-41 ppt). maka transport massa ‘air hangat’ dalam jumlah yang sangat besar dari arah barat samudera Pasifik menuju samudera India dapat terjadi melalui celah-celah sempit berupa selat dan bukit laut di wilayah perairan timur kepulauan Indonesia. dan samudera India (75 juta km2 ).3). Perbedaan seperti itu dapat terjadi karena perbedaan iklim kedua wilayah geografis tersebut yang kemudian memicu perpindahan massa air laut secara horizontal dari satu tempat ke tempat lainnya di permukaan bumi. Tingkat salinitas air laut rata-rata berkisar antara 34-35 ppt. dan di ‘laut terbuka’ tingkat salinitas bervariasi dari 33 ppt sampai 37 ppt.2 The Indonesian Through Flow Indonesia menjadi jembatan penghubung antara samudera Pasifik dan samudera India. 2004).

tersebut biasa dikenal sebagai Arlindo atau Arus Lintas Indonesia (Figure 3. 2008). selat Lombok. Arlindo juga memberikan kontribusi penting pada heat transfer dan air-sea interaction di wilayah samudera Pasifik dan samudera India. dan perencanaan penanganan bencana alam yang berhubungan dengan iklim. selat Ombai. bukit laut. Sejak tahun 2003. Peran penting Arlindo terhadap iklim mendorong kita untuk memahami karakteristik water passages (selat. laut Banda. misalnya kekeringan dan kebakaran hutan. dan celah Timor sebagai pintu keluar. perikanan. . Perancis. khususnya untuk meningkatkan pemahaman tentang Arlindo. melainkan juga iklim global karena bisa juga mempengaruhi daerah-daerah yang sangat jauh dari wilayah perairan Indonesia. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Australia. celah) di perairan timur Indonesia yang dilalui oleh Arlindo. September 2004). Arlindo tidak saja bisa mempengaruhi karakteristik iklim lokal dan regional. Hal ini bisa terjadi dengan bantuan sirkulasi lautan dunia dan dinamika atmosfer yang terhubung satu sama lain. Belanda. No 39. Hasil-hasil penelitian tentang Arlindo sangat diharapkan dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk merancang dan mengembangkan kebijakan nasional dalam bidang maritim dan kelautan. Vol 85.2: Arus Lintas Indonesia.3. pintu masuk dan keluarnya di wilayah timur perairan Indonesia (EOS AGU. Sayangnya kompleksitas topografi dasar laut di perairan timur Indonesia membatasi penelitian berbasis pengamatan langsung di lapangan (Prastowo. Perairan di bagian timur Indonesia yang dilewati Arlindo adalah selat Makasar sebagai pintu masuk utama. The Indonesian Through Flow 13 Figure 3. dan Amerika Serikat menjalankan program INSTANT (International Nusantara Stratification and Transport). Oleh karena itu. sumber daya alam. Program kerja sama penelitian ini bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi dinamika perairan Indonesia bagian timur.2). pertanian.2.

Air laut bertemperatur hangat mengalir ke arah utara di wilayah samudera Atlantik Utara sampai mencapai wilayah dekat kutub. dan India) dan beberapa laut dunia yang lain terletak pada wilayah geografis yang berbeda.3: Sirkulasi lautan global yang menghubungkan hampir seluruh wilayah lautan dunia dan memiliki peran vital dalam menentukan iklim dunia (Maslin. kemudian mengalami proses pendinginan yang mengakibatkan kenaikan salinitas dan densitas dan akhirnya tenggelam menjadi bagian dari the deep ocean. Selepas dari kepulauan Indonesia. dan mengalir kembali sebagai surface waters yang bertemperatur hangat. namun semua saling terhubung melalui mekanisma the world’s ocean conveyor belt (lihat Figure 3. . Sesudah itu.3). 2002). sesudah itu meneruskan perjalanan ke samudera India melewati celah-celah sempit berupa selat dan bukit laut di wilayah perairan Indonesia bagian timur sebagai Arlindo. air dingin dari kedalaman tersebut muncul ke permukaan laut melalui mekanisma upwelling. Air hangat ini kemudian mengalir ke samudera Pasifik bagian barat. Mekanisma sirkulasi lautan dunia ini adalah sebagai berikut. Air dingin tersebut meneruskan perjalanan sebagai deep current menyeberangi samudera Pasifik ke wilayah pantai barat Amerika bagian utara. Atlantik. The Oceans 3.3 The general ocean circulation Meski ketiga samudera utama dunia (Pasifik. air permukaan yang hangat itu kembali ke jalur semula di Atlantik Utara membentuk siklus yang tak pernah berhenti.14 3. Air laut yang dingin dalam jumlah jutaan meter kubik ini kemudian mengalir sebagai deep waters ke arah samudera Antartika di wilayah kutub selatan bumi. Figure 3.

Salah satu agenda yang didiskusikan adalah pembicaraan tentang segitiga terumbu karang atau Coral Triangle Initiative (CTI). akibat dari pemanasan global adalah naiknya temperatur permukaan bumi. dan Jerman serta organisasi lingkungan hidup dunia seperti World Wide Fund (WWF) memprakarsai upaya penyelamatan dan konservasi terumbu karang sebagai bagian vital dari ekosistem bawah laut di kawasan Asia Tenggara. zooplankton. situasi dan kondisi yang sama persis dengan hutan tropis Amazon di Amerika Selatan. perubahan pola curah hujan global dengan lebih sering hujan deras terjadi pada satu wilayah geografis tertentu dan kekeringan melanda wilayah geografis lain. Pada gilirannya.4 The role of the oceans to climate change Berbagai hasil penelitian dalam bidang oseanografi dan iklim menunjukkan bahwa dinamika kelautan memainkan peran penting dalam menentukan sistem iklim dunia. keseimbangan alam dan lingkungan baik biotik maupun abiotik menjadi terganggu. tidak saja kehidupan sosial ekonomi masyarakat dalam skala lokal dan regional. Kawasan segitiga terumbu karang sebenarnya adalah suatu kawasan yang membentang di wilayah barat samudera Pasifik dan meliputi enam negara (Indonesia. Bila pemanasan global dan perubahan iklim dunia tidak segera diatasi. termasuk Amerika. Kehidupan sosial ekonomi masyarakat baik dalam skala lokal. Perancis. dan Solomon).4. Pada gilirannya nanti.3. dan global juga ikut terpengaruh. Keenam negara tersebut bersama dengan beberapa negara lain. Australia. maka kehidupan biota laut di daerah segitiga terumbu karang akan terganggu. Baru-baru ini (11-15 Mei 2009) telah diselenggarakan the World Ocean Conference (WOC) di Manado untuk membahas isu-isu aktual yang berhubungan dengan masalah maritim dan kelautan. Secara keseluruhan. Sebagai contoh. Pilipina. The role of the oceans to climate change 15 3. perubahan iklim global yang dipicu oleh sirkulasi lautan dunia mempengaruhi kelestarian biota laut dan seluruh ekosistem yang terlibat di dalamnya. naiknya permukaan air laut. Ekosistem pada skala mikro yang terganggu pada akhirnya akan berpengaruh pada skala makro. regional. melainkan juga masyarakat dunia dalam skala global pun akan ikut terpengaruh. Phytoplankton. dan air laut yang semakin asam berasal dari acid rain akibat emisi gas buang yang banyak mengandung asam dari peningkatan aktivitas industri dan transportasi. termasuk diantaranya adalah diskusi tentang perlindungan dan konservasi laut dari ancaman pemanasan global dan perubahan iklim dunia. . Kawasan segitiga terumbu karang tersebut menyimpan kekayaan laut yang melimpah dalam bentuk keanekaragaman hayati. rumput laut dan organisma laut lainnya yang saling terhubung satu sama lain menurut food web sangat sensitif terhadap perubahan temperatur lingkungan dan komposisi kimiawi air laut. Papua Niugini. Malaysia. termasuk kehidupan masyarakat pantai dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari laut.

The Oceans .16 3.

dan peran atmosfer dalam menentukan iklim regional maupun global.Chapter 4 The Atmosphere Seperti halnya lautan. dan thermosphere (Maslin. 2002). Namun demikian bab ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan interaksi tersebut. melainkan membahas struktur fisik lapisan atmosfer. 2002). Figure 4. siklus energi matahari. yaitu troposphere. sedangkan Figure 4.1 menampilkan profil lapisan atmosfer tersebut dibedakan menurut temperatur. mesosphere. 4.1: Lapisan atmosfer berdasarkan perbedaan temperatur (Maslin. Lapisan atmosfer ini terdiri atas beberapa ‘lapisan tipis’ sebagai struktur atmosfer.2 menurut ketinggian. stratosphere. 17 . atmosfer juga memainkan peran dalam menentukan karakteristik cuaca dan iklim suatu kawasan di permukaan bumi melalui mekanisme air-sea interaction. sistem tekanan udara. Figure 4.1 Facts about the atmosphere Lapisan atmosfer bumi membentang dari permukaan bumi sampai pada ketinggian lebih dari 200 km di atas permukaan bumi.

Oksigen sebagai gas penjamin kehidupan di permukaan bumi diproduksi secara kontinu dalam siklus oksigen antara atmosfer dan proses-proses biologis dan kimiawi yang melibatkan tumbuhan dan hewan. (2004) awan dapat digolongkan berdasarkan bentuk (cumulus. stratus. argon (0.2: Lapisan atmosfer berdasarkan perbedaan ketinggian (Maslin. lapisan tipis yang terbentuk di stratosfer bagian atas yang penting untuk membendung radiasi ultraviolet sinar matahari. hujan asam. dan cirrus) dan ketinggian dimana awan tersebut terbentuk (lihat Figure 4.3).4).1%). 2002). 2002). debu. Komposisi utama gas di atmosfer adalah nitrogen (78%). dan sisanya merupakan gabungan dari beberapa gas lain (0. Dampak aktivitas industri berupa emisi gas buang dapat meningkatkan kadar aerosol dan karbondioksida di udara yang mendorong terjadinya kabut. awan. Proses pembentukan awan seperti ini biasanya akan memicu hujan deras. dan aerosol. Aerosol merupakan suspensi dalam ‘fluida atmosfer’ yang terdiri atas partikel bahan organik. Pada dasarnya. Penggunaan berlebihan gas khlor-fluor-karbon atau lebih dikenal sebagai gas CFC menyebabkan terjadinya lubang pada lapisan ozone di atas wilayah Artik (kutub utara) dan Antartika (kutub selatan). Awan terbentuk ketika ‘uap air hangat’ bergerak naik dan bertemu dengan ‘massa udara dingin’ (Maslin. The Atmosphere Figure 4.18 4.9%). Lapisan atmosfer terbentuk dari campuran bermacam-macam gas. dan pendinginan lokal sekaligus pemanasan global. Menurut Buckley et al. Molekul oksigen (O2 ) dapat berikatan dengan atom radikal bebas O membentuk ozone (O3 ). sehingga terjadi kondensasi (lihat Figure 4. . bahan utama pembentuk awan adalah uap air. oksigen (21%). dan asap.

. Facts about the atmosphere 19 Figure 4. 2004). Figure 4. 2002).3: Berbagai jenis awan pada ketinggian berbeda (Buckley et al. .4: Proses pembentukan awan melalui tiga mekanisme identik (Maslin.1.4.

berbagai proses fisis (penyerapan dan pemantulan) yang melibatkan gas-gas di atmosfer. 2002). dan permukaan bumi dialami oleh sinar matahari (lihat Figure 4. sedangkan sebagian kecil lainnya (6%) dipantulkan oleh permukaan bumi (Maslin. . 4. The Atmosphere Figure 4. Dalam hal ini. Siklus seperti ini terjadi terus menerus dan merupakan mesin utama penggerak cuaca (Maslin..5). awan. Energi potential yang dikandung oleh uap air yang terbentuk akan dilepaskan ke atmosfer pada saat uap air tersebut mengalami kondensasi menjadi liquid water droplet atau disimpan kembali dalam bentuk kristal es sebagai bahan pembentuk awan. Awan itu juga menyerap sejumlah radiasi panas matahari yang berasal dari proses pemantulan sinar matahari yang tiba pada permukaan bumi.20 4. Pada saat menembus lapisan atmosfer bumi. Sebagian besar (sekitar 64%) dari total energi yang datang diradiasikan kembali ke ruang angkasa melalui pemantulan oleh lapisan atmosfer dan awan. 2004). 2002). maka awan tersebut memantulkan dan menyerap radiasi sinar matahari dari ruang angkasa. Sebagian besar energi matahari yang tiba pada permukaan bumi digunakan untuk proses penguapan air.5: Radiasi sinar matahari mengalami berbagai proses fisis sebelum akhirnya tiba di permukaan bumi (Buckley et al. Bila awan telah terbentuk.2 The energy cycle on Earth Sinar matahari adalah sumber energi bagi seluruh kehidupan di alam semesta.

Tekanan udara. Pola distribusi tekanan udara seperti itu dapat dipandang sebagai fingerprint cuaca yang terjadi di kawasan tersebut (Buckley et al. 4. arah dan kecepatan angin merupakan besaran-besaran meteorologi yang penting untuk peramalan cuaca. Seperti diketahui bahwa udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah.6: Pola distribusi tekanan udara di dekat ekuator (Buckley et al. Atmospheric pressure 21 atmosfer bumi berfungsi sebagai lapisan yang menyelimuti. Sistem tekanan udara yang terjadi di atas wilayah tertentu dapat diasosiasikan dengan cuaca yang sedang dialami di daratan di wilayah tersebut.. Figure 4. Pergerakan udara inilah yang dikenal sebagai angin..3 Atmospheric pressure Tekanan udara di setiap titik pada permukaan bumi adalah berat kolom udara di atas bidang datar dimana titik tersebut berada. dan melindungi bumi melalui pengaturan keseimbangan antara proporsi radiasi sinar matahari yang diserap dan proporsi panas matahari yang diradiasikan balik ke ruang angkasa.3. 2004). Sistem tekanan tinggi di suatu kawasan berhubungan dengan cuaca yang bersahabat di kawasan tersebut.6).4. . 2004). Daerah-daerah bertekanan udara rendah dan tinggi akan muncul membentuk pola yang terstruktur dan harmoni di kedua bagian belahan bumi. maka dihasilkan pola yang menarik berkaitan dengan distribusi tekanan udara di atas wilayah geografis tertentu (lihat Figure 4. sedangkan sistem tekanan rendah dikaitkan dengan kondisi cuaca yang berubah dan berhubungan dengan proses terjadinya hujan. Bila tekanan udara di seluruh daerah pada permukaan bumi diukur pada saat yang sama. menghangatkan.

mengitari daerah pusat bertekanan rendah. Sejak jaman revolusi industri pada abad ke 18. tetapi juga iklim regional dan global dalam jangka waktu yang lebih lama.. The Atmosphere Figure 4. pembangkit daya listrik.4 The role of the atmosphere to climate change Seperti halnya lautan. dan sarana transportasi yang mengandung sulfur dan . penggunaan secara intensif batubara sebagai bahan bakar di berbagai belahan dunia. Udara yang telah tercemar dapat mempengaruhi tidak saja cuaca lokal dalam jangka waktu yang pendek. Sistem udara bertekanan tinggi (relatif terhadap udara lain di sekitarnya) yang terbentuk ini kemudian bergerak horizontal ke daerah bertekanan rendah yang diasosiasikan dengan perputaran udara berlawanan dengan arah jarum jam. Proses pendinginan massa udara melalui mekanisme kondensasi yang terjadi pada daerah bertekanan rendah menghasilkan butir-butir awan yang mengawali terjadinya hujan pada daerah bertekanan relatif lebih tinggi di daratan (Buckley et al. Figure 4. 4. Emisi gas buang dari aktivitas industri. udara di permukaan tanah bisa saja berputar berlawanan arah jarum jam. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan terganggunya ‘kesehatan dan kebersihan atmosfer’ adalah polusi udara.7 di atas mendiskripsikan struktur dan interaksi ‘sel udara’ bertekanan tinggi dan rendah di wilayah belahan bumi bagian utara. 2004). Oleh suatu sebab.. Udara yang berputar ini kemudian naik ke atas membentuk sirkulasi udara bertekanan tinggi yang berputar searah jarum jam. khususnya di negara-negara berkembang. 2004). dinamika atmosfer juga memainkan peran penting dalam menentukan perubahan iklim baik regional maupun global. telah menyumbang peningkatan kadar polutan di atmosfer.22 4.7: Sirkulasi udara di belahan bumi bagian utara (Buckley et al.

transportasi) yang seharusnya dapat dikendalikan. Sebenarnya gas SO2 dan NOx secara alamiah bisa dihasilkan dari letusan gunung berapi. Oleh karena itu. Meskipun sulit menentukan secara pasti berapa jumlah SO2 dan NOx yang diproduksi secara alamiah. polusi udara yang tidak ditangani secara baik akan memicu potensi konflik antar negara yang berimbas pada hubungan bilateral dan multilateral. dan proses kimiawi yang melibatkan aktivitas biologis tumbuhan dan hewan. pertambangan. siklus pertukaran gas di permukaan laut. Oleh karena itu. SO2 dan NOx menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Dengan demikian. Masalah lingkungan kemudian berubah menjadi masalah geo-sosio-ekonomi-politik yang kompleks. sedemikian sehingga kualitas hidup kita menjadi terganggu. Proporsi yang dominan adalah SO2 dan NOx yang dihasilkan dari aktivitas manusia (industri. pembahasan masalah peran atmosfer dalam pemanasan global dan perubahan iklim tidak saja melibatkan peneliti dalam bidang terkait. propinsi. namun diyakini kontribusinya cukup kecil terhadap jumlah total SO2 dan NOx di atmosfer. Pada gilirannya pencemaran udara mengakibatkan pencemaran lingkungan melalui berbagai mekanisme. Bersama-sama dengan gas buang lainnya yang mengandung senyawa karbon.4. peristiwa kebakaran hutan. . pulau bahkan batas wilayah internasional antar negara. menembus batas wilayah regional antar kota. The role of the atmosphere to climate change 23 nitrogen menyebabkan terjadinya hujan asam. Polusi udara akan menjadi lebih berbahaya mengingat dapat ditransportasikan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan perantaraan angin.4. upaya-upaya untuk mencermati gejala pemanasan global dan perubahan iklim dunia mulai digalakkan dengan jalan mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil. melainkan juga para pimpinan dari banyak negara yang peduli dengan masalah lingkungan hidup.

The Atmosphere .24 4.

Sydney. Buckley. Prastowo. E. T. Hopkins. ACT. 2008 Mixing in Buoyancy-Driven Exchange Flows. 2002 Stormy Weather . London. L. & Whitaker. Australia: Pan Macmillan Australia. Canberra. PhD thesis. M. UK: Apple Press. B. 25 .. A. 2004 Weather . R. Australian National University. 2004 Seas and Oceans. Maslin. Edinburg. J. UK: Chambers Harrap Publishers.Bibliography Balleydier.