You are on page 1of 10

Nama : Meishara Purnama Sari

NIM : 22115059

Tugas Aspek Kependudukan dalam Perencanaan, Critical Review artikel
tentang Kependudukan

Tulisan ini adalah critical review dari artikel di Harian Kompas
“Akses bagi 22 Juta Penduduk Terancam” oleh Harian Kompas yang
diterbitkan di Harian Kompas 19 Agustus 2016 dihalaman 1 dengan judul
“Akses bagi 22 Juta Penduduk Terancam”.Di dalam berita ini membahas
tentang efek jika sampai 30 September masyarakat Indonesia belum
melakukan perekaman data kependudukan untuk pembuatan KTP
elektronik .Namun ironisnya ,sejumlah daerah sulit memperoleh blangko
KTP elekronik.Dalam Berita ini disampaikan bahwa akses bagi 22 juta
penduduk terancam jika samapai 30 september masih belum melakukan
perekamna data kependudukan untuk pembuatan KTP elektronik karena
untuk mengakses sejumlah keperluan mengenai kependudukan seperti
pembuatan BPJS,Surat Izin Mengemudi,Pendaftaran Pernikahan dan lain-
lain memerlukan KTP sebagai syarat wajibnya.

Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalahidentitas resmi Penduduk
sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kartu ini wajibdi
miliki oleh seluruh Warga Negara Indonesia yang berumur 17 tahun ke
atas.Di Indonesia sendiri sistem pembuatan KTP sekarang sudah
menggunakan system pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-
KTP).Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) adalah Kartu Tanda
Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik,dalam artian baik dari segi
fisik maupun penggunaannya berfungsisecara komputerisasi.Program e-
KTP inidiluncurkan oleh Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia
pada bulan Februari 2011 dimana pelaksanaannyaterbagi dalam dua

banyak masyarakat yang belum begitu paham mengenai e-KTP diakibatkan kurangnya sosialisasi mengenai e-KTP itu sendiri kepada masyarakat luas serta juga kendala teknis dan masalah geografi Indonesia sendiri yang terdiri dari beribu-ribu pulau.Karena keterlambatan perekaman tidak sepenuhnya kesalahan masyarakat tetapi bias juga kesalahan teknis dan kendala geografis. Hal ini ditegaskan dalam Undang .pada akhir 2012 ditargetkan setidaknya 172 juta penduduk sudah memiliki e-KTP.Dalam berita ini disampaikan pengambilan keputusan batas akhir perekaman hingga akhir September oleh Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di nilai terlalu gegabah oleh Pengajar Kebijakan Publik Universitas Airlangga .Tahap pertama dimulai pada 30 April 2012 yang mencakup 67 juta penduduk di 2348 kecamatan dan 197 kabupaten/kota .BPJS dan lain-lain.Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dijelaskan bahwa “…NIK merupakan indentitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup”.Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).Dalam hal ini jika pemberhentian perekaman data e-KTP diberhentikan akhir September akan ada 22 juta penduduk yang kesulitan dalam mengakses berbagai akses publi yang memerlukan NIK yang ada di e-KTP seperti dalam pembuatan Paspor. Dalam hal ini saya sependapat dengan Gitadi Tegas Supramudyo karena keterlambatan bukan sepenuhnya salah masyarakat . Dalam artikel ini disebutkan 22 juta penduduk terancam kesulitan mengakses berbagai layananan publik jika smapai 30 September 2016 belum melakukan perekaman data kependudukan untuk pembuatan e- KTP.Secara keseluruhan . Gitadi Tegas Supramudyo . .Surat Izin Mengemudi(SIM).Surabaya.ia memaparkan bahwa pemberian hukuman bagi warga yang belum melakukan perekaman hingga akhir September terlalu gegabah dan terlalu dini.Sedangkan tahap kedua mencakup 105 juta penduduk yang tersebar di 300 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.tahap.

Dalam berita ini disebutkan akibat yang ditimbulkan dari ketidak tersedianya blangko e-KTP menyebabkan sejumlah warga kesulitan mengurus pelayanan di berbagai akses public yang menjadikan KTP sebagi syarat utama dalam pengurusannya.Dalam hal ini penulis sudah cukup baik dalam menjelaskan pentingnya e-KTP untuk akses public seperti pengurusan perkreditan dan lain-lain.Menyangkut terbatasnya blangko e-KTP yang diperoleh disdukcapil disetiap daerah hal ini menghambat percetakan data warga menjadi e-KTP. Dalam artikel ini pemerintah sudah mulai menanggapi dengan pelelangan pengadaan blangko tambahan.000-4.Keputusan yang dikeluarkan Kemendagri tidak dibarengi dengan penyedian blangko e-KTP yang memadai untuk setiap daerah.Dengan terjalinnya kerjasama antara Kemendagri dan beberapa Bank Perkreditan Rakyat e-KTP menjadi syarat utama dalam pengurusan Perkreditan.karena dalam beritanya penulis telah memaparkan berita menjadi sub-sub yang lebih kecil dan juga data yang diperoleh dari pemerintah beberapa daerah sehingga pembaca lebih mengerti dengan adanya data yang dipaparkan.Namun. blangko yang diperoleh hanya 3. . penulis telah memaparkan berita dengan cukup baik.hal ini sangatlah benar dimana jika kita ingin mengurus akses buplik seperti BPJS misalnya yang menjadi syarat utama dalam pengurusannya adlah KTP karena dari KTP kita bias mendapat data orang tersebut tanpa harus mendata ulang. Dalam artikel ini.Seperti yang terjadi di beberapa wilayah di DKI Jakarta dimana setiap hari di seluruh wilayah DKI Jakarta ada sekitar 4.000 lembar perbulannya. Dalam pembatasan waktu perekaman data e-KTP yang dilakukan oleh Kemendagri dalam berita ini di sampaikan bahwa sejumlah daerah kesulitan mencetak e-KTP karena terbatasnya blangko e-KTP yang di terima dari Kemendagri.000 prmohonan e- KTP.

penulis sudah cukup netral dengan tidak memihak ke satu fokus saja.namun dalam penulisan berita ini tidak diberikan informasi yang jelas mengenai sasaran penulis dalam menulis berita ini .tujuan penulis baik terhadap masyarakat maupun kemendagri sudah cukup mewakili. berita ini sangat bagus dan berguna untuk menginformasikan pentingnya e-KTP guna mengakses berbagai layanan publik. Secara keseluruhan. Kemudian mengenai identitas penulis penulis tidak mencantumkan namanya dibagian judul artikel sehingga pembaca tidak dapat langsung mengetahui siapa penulisnya.Semua yang dijelaskan sudah mewakili pendapat pemerintah dan juga masyarakat . Pada artikel ini.Pertama. Pada artikel ini tidak diberikan informasi yang jelas mengenai sasaran penulis dalam menulis berita ini. . dapat diambil kesimpulan daripostingan berita ini.terlepas dari hal trsebut dalam penyajian dari artikel ini sudah cukup bagus dan menarik untuk dibaca.

KOMPAS — Sekitar 22 juta penduduk Indonesia akan kesulitan mengakses layanan publik jika sampai 30 September 2016 belum melakukan perekaman data kependudukan untuk pembuatan KTP elektronik.Akses bagi 22 Juta Penduduk Terancam Blangko KTP Elektronik Kurang 19 Agustus 2016 0 komentar JAKARTA. pendaftaran kartu perdana telepon seluler. pembuatan surat izin . Ironisnya. Selasa (25/11/14). Jakarta. Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan menghentikan sementara waktu pelayanan pembuatan e-KTP karena ditemukan potensi ketidakakuratan dalam pendataan. Layanan publik yang sulit diakses itu antara lain layanan kesehatan BPJS. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPekerja menunjukkan proses pembuatan Elektronik KTP (e-KTP) kepada rombongan anggota DPR bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kantor Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri di Kawasan Kalibata. kini sejumlah daerah sulit memperoleh blangko KTP elektronik.

menilai. Pengajar Kebijakan Publik Universitas Airlangga. untuk menikah. Sementara e-KTP yang sudah dicetak sampai 22 Juli 2016 ada 156. Kondisi ini terjadi karena. Warga yang data kependudukannya diblokir bisa mengaktifkan kembali data kependudukannya dengan mendatangi dinas kependudukan di kabupaten/kota setempat. dari 182. Sebab.1 juta lembar. menurut Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh. Jika belum merekam data sampai tanggal itu. Semua layanan ini gratis. Namun. Surabaya. serta surat izin usaha ataupun izin perkapalan. Zudan menyebutkan. seseorang harus memiliki KTP. Seusai acara. Kamis (18/8). ada sekitar 22 juta yang belum merekam data untuk membuat e-KTP. batas akhir perekaman data sudah diundur sampai 30 September 2016. konsekuensi dari penonaktifan data kependudukan adalah orang itu akan kesulitan mengakses layanan publik yang berbasis NIK. Kecamatan atau kelurahan tidak memiliki akses untuk hal ini. Sebab." kata Zudan saat penandatanganan kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dan 10 Bank Perkreditan Rakyat di Jakarta. keterlambatan perekaman bisa jadi tidak hanya .mengemudi. Hal ini karena semua layanan publik itu berbasis nomor induk kependudukan (NIK). Gitadi Tegas Supramudyo. diblok.5 juta penduduk Indonesia yang wajib memperoleh KTP elektronik (e-KTP). pemberian hukuman bagi warga yang belum melakukan perekaman hingga akhir September terlalu gegabah dan terlampau dini." kata Zudan. Kami hanya meminta penduduk segera merekam data karena ini untuk kepentingan warga sendiri agar pelayanan (publik) menjadi lancar. data penduduk akan dinonaktifkan. Bahkan. "Seharusnya semua warga sudah menggunakan e-KTP sejak 1 Januari 2015. "Warga itu cukup mengisi formulir untuk mengaktifkan kembali data kependudukannya. mereka yang akan mendaftarkan pernikahannya ke catatan sipil juga bisa terhambat.

7. ada setidaknya 20.000 lembar blangko per bulan. DKI hanya memperoleh 3.2 juta jiwa warga DKI yang sudah berhak atas e-KTP. Namun." ujar Gitadi. Sebanyak 6. tetapi bisa juga akibat kesalahan teknis dan kendala geografis. Sementara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta belum bisa mencetak e-KTP untuk 60. sejumlah daerah kesulitan mencetak e-KTP karena terbatasnya blangko e-KTP yang diterima dari Kemendagri. .karena kesalahan masyarakat.000 penduduk. Masih ada satu bulan untuk mengoptimalkan upaya perekaman data sebelum memutuskan kebijakan lain. Sanksi bisa saja diberlakukan sesuai hasil pemetaan yang dilakukan. setiap hari di seluruh wilayah DKI Jakarta ada sekitar 4.1 juta jiwa sudah memegang e-KTP. Jawa Barat.000 rekaman data e-KTP yang belum dapat dicetak.7 juta jiwa dari 7. menjelaskan. Dari 7. Blangko terbatas Di tengah ancaman ada 22 juta penduduk yang akan sulit mengakses layanan publik karena belum melakukan perekaman data kependudukan untuk e-KTP. "Sebaiknya pemerintah memetakan terlebih dahulu wilayah dengan jumlah warga belum merekam e-KTP yang sangat banyak. misalnya. Di Kota Bekasi.1 juta warga sudah melakukan perekaman data.000-4.000 permohonan e-KTP. Dilihat dahulu apa masalahnya dan diatasi. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Edison Sianturi. kemarin.

"Kami selalu melaporkan hal ini ke Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri. Keterbatasan blangko membuat DKI Jakarta tidak bisa langsung mencetak data warga menjadi e-KTP. warga bisa beraktivitas. ." ujar Sianturi. misalnya untuk mengurus perbankan. "Dengan surat keterangan itu." ujar Sianturi. pencetakan e-KTP terakhir di wilayahnya dilakukan untuk data yang terekam pada 22 Juli lalu. Kami dijanjikan akan mendapatkan 10.000 lembar blangko pekan ini. Terganggu Keterbatasan blangko e-KTP membuat Disdukcapil DKI Jakarta hanya bisa memberikan surat keterangan sementara pengganti e-KTP kepada warga yang datang untuk membuat e-KTP. "Pengajuan e-KTP setelah tanggal itu belum dapat dicetak karena keterbatasan jumlah blangko." ujarnya. Setiap pemohon dijanjikan dapat mengambil fisik e-KTP dalam 14-20 hari kerja. Kepala Bidang Proyeksi dan Pengembangan Kependudukan Disdukcapil Kota Bekasi Jamus Rasidi menuturkan.

Apabila evaluasi dari kerja sama itu baik. mengaku tak bisa membuat rekening tabungan di bank karena tidak mengantongi e- KTP.600 BPR anggota Perbarindo di seluruh Indonesia. seperti perbankan. Zudan menuturkan. sangat berguna.6 juta blangko e- KTP dan masih melelang pengadaan blangko tambahan. Steve pun tak bisa membuat nomor pokok wajib pajak (NPWP). menurut Andi. Pemerintah pusat tidak mengirimkan blangko tambahan tanpa permintaan. dan NIK yang valid. tagihan lebih mudah . Sebab. Karena masih KTP lama. Guna mendorong kerja sama yang lebih luas. saya ditolak bank untuk membuat rekening tabungan. dia belum memperoleh e-KTP itu." katanya. hingga saat ini. Steve sudah dua tahun lalu melakukan perekaman data untuk e- KTP di Kelurahan Kebon Pala. sejumlah warga kesulitan mengurus pelayanan di bank ataupun perpajakan. Dinas kependudukan kabupaten/kota bisa meminta blangko kepada Ditjen Administrasi Kependudukan sesuai kebutuhan. Data kependudukan yang diakses melalui e-KTP. warga Kelurahan Kebon Pala. bank akan mendapatkan data nama.Akibat belum memperoleh e-KTP. Terkait keluhan terbatasnya blangko e-KTP di beberapa daerah. misalnya. Kecamatan Makasar. kata Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Andi Gunawan. Jakarta Timur. disepakati ada kerja sama dengan 10 Bank Perkreditan Rakyat sebagai percontohan. "Padahal. "Saya hanya memegang KTP lama. Kemendagri telah menjalin 92 kerja sama penggunaan data kependudukan dan e-KTP untuk layanan publik. Padahal. Steve (41). Kerja sama Saat ini. Ketika terjadi masalah dalam kredit. Namun. Kemarin. kerja sama bisa dilanjutkan dengan sekitar 1. pemerintah pusat masih memiliki sekitar 4." katanya. Kemendagri terus menyurati kementerian/lembaga ataupun badan usaha swasta. alamat. saya butuh mengurus NPWP itu untuk mengurus usaha dagang saya.

(INA/HLN/MDN/DEA/ILO) Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 Agustus 2016. misalnya.000 orang. nasabah suatu bank hanya 5. Sumber : Harian Kompas . di halaman 1 dengan judul "Akses bagi 22 Juta Penduduk Terancam". Setiap bank yang mengambil data kependudukan dari NIK semestinya memberikan data nomor rekening sebagai imbal balik. langsung kami putus aksesnya dan dikenai sanksi pidana. "Apabila." ujarnya.dilakukan. Data itu untuk melengkapi data kependudukan secara nasional sekaligus untuk mencegah penyalahgunaan. Zudan mewanti-wanti agar tidak ada penyalahgunaan data kependudukan.000 NIK. Demikian pula data kependudukan akan bermanfaat untuk penilaian sebelum pemberian kredit. tetapi yang diambil data 10.