You are on page 1of 24

DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN

Ragil Setiyabudi, SKM

A. Konsep dan Batasan Kesehatan Lingkungan

1. Pengertian kesehatan

a) Menurut WHO

“Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu
keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”

b) Menurut UU No 23 / 1992 ttg kesehatan

“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”

2. Pengertian lingkungan

Menurut Encyclopaedia of science & technology (1960)

“ Sejumlah kondisi di luar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme.”

Menurut Encyclopaedia Americana (1974)

“ Pengaruh yang ada di atas/sekeliling organisme.”

Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976)

“ Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta
segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt diduga ikut
mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari organisme itu.”

3. Pengertian kesehatan lingkungan

Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia)

“ Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis
antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia
yang sehat dan bahagia.”

Menurut WHO (World Health Organization)

“Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat
menjamin keadaan sehat dari manusia.”

Menurut kalimat yang merupakan gabungan (sintesa dari Azrul Azwar, Slamet Riyadi,
WHO dan Sumengen)

“ Upaya perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju
keseimbangan ekologi pd tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat.”

B. Ruang lingkup kesehatan lingkungan

Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan :

1) Penyediaan Air Minum

2) Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran

3) Pembuangan Sampah Padat

4) Pengendalian Vektor

5) Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia

6) Higiene makanan, termasuk higiene susu

7) Pengendalian pencemaran udara

8) Pengendalian radiasi

17) Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan. bencana alam dan perpindahan penduduk. . Menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8 : 1) Penyehatan Air dan Udara 2) Pengamanan Limbah padat/sampah 3) Pengamanan Limbah cair 4) Pengamanan limbah gas 5) Pengamanan radiasi 6) Pengamanan kebisingan 7) Pengamanan vektor penyakit 8) Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana.9) Kesehatan kerja 10) Pengendalian kebisingan 11) Perumahan dan pemukiman 12) Aspek kesling dan transportasi udara 13) Perencanaan daerah dan perkotaan 14) Pencegahan kecelakaan 15) Rekreasi umum dan pariwisata 16) Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah.

pertokoan.C. terminal. Muchtar mempelopori tindakan kesehatan lingkungan di Pasar Minggu. Th 1924 Atas Prakarsa Rochefeller foundation didirikan Rival Hygiene Work di Banyuwangi dan Kebumen. Th 1959 : Dicanangkan program pemberantasan Malaria sebagai program kesehatan lingkungan di tanah air (12 Nopember = Hari Kesehatan Nasional) 2) Setelah Orba Th 1968 : Program kesehatan lingkungan masuk dalam upaya pelayanan Puskesmas . Th 1956 : Integrasi usaha pengobatan dan usaha kesehatan lingkungan di Bekasi hingga didirikan Bekasi Training Centre Prof. D. laut dan udara yang digunakan untuk umum. reaktor/tempat yang bersifat khusus. kawasan industri/yang sejenis. pasar. bencana perpindahan penduduk secara besar2an. 5) Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat. asrama/yang sejenis 3) Lingkungan kerja : perkantoran. Sasaran kesehatan lingkungan (Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992 1) Tempat umum : hotel. dan usaha-usaha yang sejenis 2) Lingkungan pemukiman : rumah tinggal. Sejarah perkembangan kesehatan lingkungan 1) Sebelum Orba Th 1882 : UU ttg hygiene dlm Bahasa Belanda. 4) Angkutan umum : kendaraan darat.

Gambar sebagai berikut : Pejamu Agent Lingkungan Peningkatan kemampuan agent untuk menginfeksi manusia serta mengakibatkan penyakit pada manusia. Gambar sebagai berikut : . Kimia. Konsep hubungan interaksi antara Host – Agent Environmental 1. Interaksi antara agent. Proyek Husni Thamrin. Kampanye Keselamatan dan kesehatan kerja. Th 1974 : Inpres Samijaga (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) Adanya Program Perumnas. host dan lingkungan serta model ekologinya adalah sebagai berikut : Antara agent Host dan lingkungan dalam keadaan seimbang sehingga tidak terjadi penyakit. E. Biologi. Agent (Agen/penyebab) : adalah penyebab penyakit pada manusia Host (tuan Rumah/Induk semang/penjamu/pejamu) adalah manusia yang ditumpangi penyakit. Tiga komponen/faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit Model Ecology (JHON GORDON). Lingkungan/environmental : Segala sesuatu yang berada di luar kehidupan organisme Cth : Lingkungan Fisik. dll.

Perumahan. tumbuh-tumbuhan. Geografis. Iklim. agama. Sosial : Status sosial. Pangan. binatang. 2) Karakteristik Agent/penyebab penyakit . Panas. Biologis : Mikroorganisme. Udara. Gambar sebagai berikut : Pejamu Agent Lingkungan 2. Karakteristik 3 komponen/ faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit 1) Karakteristik Lingkungan Fisik : Air. adat istiadat. serangga. Tanah. organisasi sosial politik. Pejamu Agent Lingkungan Perubahan lingkungan menyebabkan meningkatnya perkembangan agent. dll. radiasi.

Agent penyakit dapat berupa agent hidup atau agent tidak hidup. karbohidrat. yakni : . panas.gas. Agent fisik : suhu. pukulan. dan air. kebisingan. Agent nutrien : protein. radiasi. endogen contoh . mineral. kelembaban. yaitu : a. yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Agent mekanis : gesekan. c. debu. vitamin. Agent biologis Beberapa penyakit beserta penyebab spesifiknya Jenis agent Spesies agent Nama penyakit Metazoa Ascaris lumbricoides Ascariasis Protozoa Plasmodium vivax Malaria Quartana Fungi Candida albicans Candidiasis Bakteri Salmonella typhi Typhus abdominalis Rickettsia Rickettsia tsutsugamushi Scrub typhus Virus Virus influenza Influenza b. alergen. tekanan. lemak. tumbukan. 3) Karakteristik Host/pejamu Faktor manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya penyakit dan tergantung dari karakteristik yang dimiliki oleh masing – masing individu. Agent chemis/kimia : eksogen contoh . hormon. Agent penyakit dapat dikualifikasikan menjadi 5 kelompok. metabolit. d. e.

Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia 1. Psikis : stress menyebabkan hypertensi. diabetes. Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut : a. Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air) 2. Nutrisi : gizi kurang menyebabkan TBC. hemofilia. Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. i. tidak berasa. h. Adat istiadat : kebiasaan makan ikan mentah menyebabkan cacing hati. Ras : sickle cell anemia pada ras negro d. penyakit kanker pada usia pertengahan b. Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0. Pembuangan Kotoran/Tinja Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut : . ulkus peptikum. Pekerjaan : asbestosis. Kesadahan (maks 500 mg/l) c. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. F. minum alkohol j. Syarat Fisik : Tidak berbau. kanker prostat pada laki-laki c. bysinosis. dan tidak berwarna b. obesitas. thalassemia e. a. Gaya hidup : merokok. diabetes g. Seks : resiko kehamilan pada wanita. insomnia. Status kekebalan : kekebalan terhadap penyakit virus yang tahan lama dan seumur hidup. Umur : penyakit arterosklerosis pada usia lanjut. Genetik : buta warna.3 mg/l. f.

Kesehatan Pemukiman Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a. 4. konstruksi yang tidak mudah roboh. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang. cukup sinar matahari pagi. Memenuhi kebutuhan psikologis. 3. b. pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga. Tidak boleh terkontaminasi air permukaan d. Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi b. tidak mudah terbakar. Pembuangan Sampah Teknik pengelolaan sampah yang baik harus memperhatikan faktor-faktor/unsur : . Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar . Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih. atau. d. Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain e. bila memang benar-benar diperlukan. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal. a. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. harus dibatasi seminimal mungkin. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah c. g. yaitu : pencahayaan. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. Memenuhi kebutuhan fisiologis. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. yaitu : privacy yang cukup. bebas vektor penyakit dan tikus. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. f. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur c.

tingkat aktivitas. Pengumpulan. Persyaratan lokasi dan bangunan. Serangga dan Binatang Pengganggu Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar. musim. a. kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah- masalah ini secara efisien. Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD. Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria. b. c. Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus). rumah makan/restoran. jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya. d. pola kehidupan/tk sosial ekonomi. Makanan dan Minuman Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran. pengolahan dan pemanfaatan kembali. rumah makan. Pembuangan Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah. . Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. dan kemajuan teknologi. 6. Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penimbulan sampah. Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi. letak geografis. Pengangkutan e. iklim. dan hotel). Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp. Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi : a. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab. Penyimpanan sampah. 5.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. 3. pencemaran udara. Belum memadainya pelaksanaan fungsi manajemen. Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi. Pertambahan dan kepadatan penduduk. c. iritasi pada mata. 2. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius. Penyebab masalah kesehatan lingkungan di Indonesia 1. 7. terganggunya jadual penerbangan. tentu akan lebih buruk di masa mendatang. mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Keadaan ini. Persyaratan peralatan yang digunakan. Persyaratan dapur. Keanekaragaman sosial budaya dan adat istiadat dari sebagian besar penduduk. ruang makan dan gudang makanan. bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. b. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution.5 kali lebih besar. bis kereta api. G. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air. Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi. f. terganggunya ekologi hutan. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum. dll. e. d. Persyaratan pengolahan makanan. Persyaratan fasilitas sanitasi. Diduga akibat pembakaran kayu bakar. bagi jenis pencemar yang akumulatif. Hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman . H. misalnya infeksi saluran pernafasan akut. g. Besar resiko relatif tersebut adalah 12. pencemaran tanah. Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya.

Misalnya Kota/Kabupaten yang area pertaniannya luas dicantumkan indikator pemakaian pestisida. Menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan . Healthy City (Kabupaten/kota sehat) Dalam tatanan desentralisasi/otonomi daerah di bidang kesehatan. penetapan indikator hendaknya mengacu kepada indikator yang tercantum dalam Standard Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. 3. SPM ini dimasukkan sebagai bagian dari Indikator Kabupaten/Kota Sehat. yaitu : 1. I. Khusus untuk Kabupaten/Kota. Menggunakan Air Bersih untuk kebutuhan sehari-hari 2. Kegiatan di kota (lalu lintas alat transportasi)>>>emisi gas buang (asap) >>>mencemari udara kota>>>udara tidak layak dihirup>>>penyakit ISPA. dimana disebutkan bahwa Rumah Tangga sehat adalah Proporsi Rumah Tangga yang memenuhi minimal 11 (sebelas) dari 16 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga. Contoh hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman diantaranya sebagai berikut : 1. pencapaian Visi Indonesia Sehat 2010 ditentukan oleh pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan setiap provinsi (yaitu Provinsi sehat). cuci. Di dalam SPM Kab/kota di Propinsi Jawa Tengah (Keputusan Gubernur Jawa Tengah ) pada point (huruf) “U” tentang Penyuluhan Perilaku Sehat disebutkan terdapat item Rumah Tangga Sehat (item 1). Urbanisasi >>>kepadatan kota >>> keterbatasan lahan >>>daerah slum/kumuh>>>sanitasi kesehatan lingkungan buruk 2. Lima diantara 16 indikator merupakan Perilaku yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan. Kemudian ditambah ha-hal spesifik yang hanya dijumpai/dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Kegiatan di kota (industrialisasi) >>> menghasilkan limbah cair >>>dibuang tanpa pengolahan (ke sungai) >>>sungai dimanfaatkan untuk mandi. kakus>>>penyakit menular.

Puskesmas.3. Industri Rumah Tangga dan Industri Kecil serta tempat penampungan pengungsi. Secara garis besar dapat diterangkan dengan diagram berikut : Indonesia Sehat 2010 Indikator Indonesia Sehat (Kep.Gub. Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. Institusi yang dibina tersebut adalah unit kerja yang dalam memberikan pelayanan/jasa potensial menimbulkan resiko/dampak kesehatan. Terdapat juga Penilaian Rumah Sehat (rumah secara fisik : pencahayaan. Membuang sampah pada tempat yang disediakan 4. MenKes No 1202/MENKES/SK/VIII/2003) Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kab/Kota (KepMen 1457/Menkes/SK/X/2003) Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah (Kep. ventilasi. Instalasi Pengolahan Air Minum. Perkantoran. Sekolah. dll) Selain Rumah Tangga sehat terdapat pula point “R” yakni Pelayanan Kesehatan Lingkungan dimana item pertama (Institusi yang dibina) meliputi RS. kelembaban. Membuang air limbah pada saluran yang memenuhi syarat 5. Jateng No 71 tahun 2004) Point “U” dan “R” yaitu : .

1983.2003. 1982. Municifal and Rural Sanitation. Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 71 tahun 2004 tentang Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah Keputusan Menteri Kesehatan No 1202/MENKES/SK/VIII/2003 tentang Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat Keputusan Menteri Kesehatan No 1457/Menkes/SK/X/2003 Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kab/Kota Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran Leavel and Clark. Jakarta : Depkes RI.2002. Institusi yang dibina Rumah Tangga Sehat Rumah Sehat Kumpulan Rumah Sehat. Transformasi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja di Indonesia. Soekidjo. Jakarta : UI Press. Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta : Rineka Cipta. . 1965. Umar Fahmi. Victor M. New York. 1965. Mutiara.. Preventive Medicine for the Doctor in His Community. McGraw-Hill Inc. Jakarta Depkes RI. Depkes RI. New Delhi. Azwar. 1991. Ilmu Kesehatan Masyarakat . Rumah Tangga Sehat dan Institusi-institusi yang dibina akan mewujudkan Kabupaten/Kota sehat (Healthy City) Kepustakaan : Achmadi. Graw Hill. et al. Notoatmodjo. Harsanto. Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Sistem Kesehatan Nasional. Mc. Publishing Company Ltd. 3th Edition.Jakarta Ehler.

Slamet Riyadi. World Health Organization. Excreta Disposal for Rural Areas and Small Comunities.or. Sebutkan pengertian kesehatan lingkungan menurut sintesa dari Azrul Azwar.walhi. Jelasakan konsep hubungan interaksi antara tiga komponen yang berperan dalam menimbulkan penyakit model ecology (Jhon Gordon) 4. WHO dan Sumengen ! 2.Pembuangan Tinja dan Limbah Cair : Suatu Pengantar. Sebutkan karakteristik host. Environmental Health. Jelaskan dengan diagram. 1980. Jelaskan dengan contoh (2 saja).1958.Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Purdom. kaitan antara Indonesia sehat 2010. Academic Press. Geneva.second edition. Sebutkan masalah-masalah kesehatan lingkungan di Indonesia dan apa penyebabnya ? 6. hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman ! 7. agent dan environmental dan beri contoh masing-masing 2 (diua) buah ! 5.id/kampanye/cemar/udara/penc_udara_info_020604/ . Soal Latihan : 1. Jakarta : EGC. kesehatan lingkungan dan Healty city ! -oOo- Advokasi Pencemaran Udara http://www. Sebutkan ruang lingkup kesehatan lingkungan menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ! 3. Soeparman dan Suparmin. 2001. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Wagner & Lanoix.

yaitu Karbon monoksida (CO).930 ton. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida.05 ppm). dan lain-lain. kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Sementara itu. dan oksida fotokimia. Di dunia. konsumsi premium untuk transportasi mencapai 11. Menurut penelitian Jakarta Urban Development Project. terkandung timbal (Pb) sebesar 0. emisi pabrik. 34-73% NOx. di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. 71-89% hidrokarbon. suspended particulate matter (SPM). Seiring dengan laju pertambahan kendaraan bermotor.24 ppm). dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). . Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal.181. baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan.5 mikrogram/meter kubik (ìg/m3) pada tahun 2000. seperti letusan gunung berapi.diakses tanggal 12 Nopember 2007 Secara umum. laju pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 15% per tahun sehingga pada tahun 2005 diperkirakan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 2. Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga.401 kilo liter [Statistik Perminyakan Indonesia.45 gram sehingga jumlah Pb yang terlepas ke udara total sebesar 5. maka konsumsi bahan bakar juga akan mengalami peningkatan dan berujung pada bertambahnya jumlah pencemar yang dilepaskan ke udara. Jakarta sendiri adalah kota dengan kualitas terburuk ketiga di dunia. hidrokarbon (HC). Dengan pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor sebesar 300% dan 50% diperkirakan tahun 2001 polusi akibat timbal (Pb) meningkat. Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas. partikulat.8 juta kendaraan. Laporan Tahunan 1999 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi]. dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta. Menurut Bapedalda Bandung. oksida nitrogen (NOx). dan debu mencapai 172 mg/m3 (baku mutu: 150 mg/m3). konsentrasi hidrokarbon mencapai 4. seperti yang berasal dari transportasi. NOx mencapai 0. hidrokarbon (HC). karbon monoksida (CO). Dalam setiap liter premium yang diproduksi. 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia. terdapat 2 sumber pencemaran udara. seperti timbal/timah hitam (Pb).076 ppm (baku mutu: 0. termask ozon. Dampak Pencemaran Udara Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 1994. Tahun 1999. 13-44% suspended particulate matter (SPM).515.57 ppm (baku mutu PP 41/1999: 0. dikenal 6 jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources). dan oksida fotokimia (Ox). Di Indonesia. konsentrasi timbal di Jakarta akan mencapai 1.7-3. oksida sulfur (SOx). oksida nitrogen (NOx). pencemaran udara merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta.

merusak fungsi organ tubuh. terutama karena mereka memakai bahan bakar solar. penegakan hukum harus dilaksanakan bagi industri pencemar. Mempertimbangan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara. utamanya bagi anak-anak.id. seperti ginjal. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. maka sektor ini harus mendapat perhatian utama. Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan tidak berbasis kendaraan pribadi. meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak.20050118-10. Apa yang Harus Dilakukan? Penanggulangan pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya. Jakarta: Tingginya tingkat pencemaran udara di Jakarta tidak lain disebabkan TEMPO Interaktif oleh meningkatnya jumlah angkutan umum yang menggunakan bahan bakar solar. kelompok balita mempunyai kerentanan enam kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. sistem syaraf. dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh publik.Dampak terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. -oOo- Metromini Penyebab Pencemaran Udara Terbesar Di Jakarta Selasa. Populasi yang paling rentan adalah kelompok individu berusia lanjut dan balita. Menurut penelitian di Amerika Serikat. kemampuan belajar. dan kanker paru-paru. seperti bronchitis. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran udara berbeda-beda antarindividu. mempengaruhi perilaku dan intelejensia. " kata Senior Program Officer Clean .com/hg/jakarta/2005/01/18/brk. emphysema. sehingga mereka lebih banyak menghirup zat-zat pencemar. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif.tempointeraktif. Kelompok balita lebih rentan karena mereka lebih aktif dan dengan demikian menghirup udara lebih banyak.  WALHI menyerukan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada saat ini.html .  Di sektor industri. 18 Januari 2005 | 07:16 WIB http://www.  WALHI juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan berakibat pada berbagai gangguan kesehatan. Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia. penurunan fungsi pendengaran. Diperkirakan nilai sosial setiap tahun yang harus ditanggung akibat pencemaran timbal ini sebesar 106 juta Dollar USA atau sekitar 850 miliar rupiah. "60 persen pencemaran udara di Jakarta disebabkan karena benda yang bergerak atau transportasi umum. memendekkan tinggi badan. dan reproduksi.

Paul Butar-Butar saat pertemuan dengan Komisi D DPRD DKI di ruang rapat komisi D. pemasyarakatan BBG ini akan diberlakukan pada berbagai kendaraan dinas operasional instansi pemerintah maupun BUMD. Paul berharap agar pemerintah segera menetapkan kebijakan khusus yang mengatur hal tersebut. 32 tahun 2004 yang menetapkan denda sebanyak-banyaknya Rp 50 juta dan pidana kurungan paling lama 6 bulan. Sedangkan 30 persen penyakit pernafasan. Anggota komisi D dari Fraksi Partai Demokrat. menyatakan setuju besaran denda yang disampaikan oleh beberapa fraksi beberapa waktu lalu. Paul menyatakan. Seperti yang disebabkan oleh asap dari angkutan umum. Karena masih banyaknya kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar dan tidak layak jalan. " kata Fauzy. uji emisi yang telah diluncurkan sejak 2002. "Sebagai langkah awal. pihaknya juga kan menggalang aksi pemasyarakatan pemakaian Bahan Bakar Gas (BBG). yang telah dirintis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan berbagai LSM tidak menghasilkan dampak yang signifikan. Senin (17/1). Denny Taloga sependapat dengan Paul. 32 tahun 2004 yang menetapkan denda sebanyak-banyaknya Rp 50 juta. Jakarta. Mengingat kondisi udara Jakarta yang semakin mengkhawatirkan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzy Bowo. disebabkan oleh pencemaran dalam ruang seperti adanya asap rokok di ruang yang menggunakan AC. Untuk mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh angkutan umum. misalnya metromini yang menggunakan bahan bakar solar." kata Denny. 50 persen kendaraan yang ada itu tidak lolos uji emisi. suryani ika sari Sampah Swakelola Sha-Link WALHI Yogyakarta . "Dari hasil survei karbonmonoksida (CO2). Denda maksimal Rp 5 juta dan hukuman pidana kurungan paling lama 6 bulan dinilai terlalu ringan bagi pelanggar pencemaran udara. Paul menilai. dalam rapat paripurna DPRD. seharusnya Rp 50 juta bukan Rp 5 juta. 94 persen penyakit pernafasan yang diderita oleh masyarakat Jakarta disebabkan oleh pencemaran udara luar ruang. " jelas Paul. "Denda itu terlalu kecil. kata Paul. pemerintah saat ini harus bisa melakukan tindakan yang tegas terhadap pada pelanggar pencemaran udara. Seharusnya. dasar acuan penetapan sanksi berdasar pada UU No. Yaitu dengan mengacu pada UU No. Menurut Denny. Kadar CO2 mereka berada di atas ambang batas (500). khususnya sanksi yang tegas dan lebih berat.Air Project (Swisscontact).

hal ini berdampak pada semakin langkanya tempat untuk membuang sampah dan produksi sampah yang semakin banyak mencapai ribuan m3/hari. atau di rumah. Bisa dibayangkan. mengurangi (“reduce’). Pengelolaaan sampah swakelola Sukunan. telah menimbulkan akibat bertambahnya pola konsumsi masyarakat yang akhirnya menyebabkan bertambahnya volume sampah. pengelolaan sampah hanya dilakukan sebagai sesuatu yang bersifat rutin. Pada akhirnya. dan Leuwigajah. Kondisi ini diperparah dengan pola hidup masyarakat yang instan dan paradigma masyarakat yang masih menganggap sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang dan disingkirkan. terdapat 10 TPA/TPS ilegal lahan kosong dan di sungai mencapai 21 TPA/TPS ilegal. yaitu hanya dengan cara memindahkan.id/kampanye/cemar/sampah/060120_sm phswkl_/ tanggal 12 Nopember 2007 Pertumbuhan penduduk diakui atau tidak. Gamping. Di sisi lain. Banyuraden. .724 m3 sampah yang terangkut 1. membuang. Sampah organik yang selama ini dibuang karena bau dapat dimanfaatkan lagi menjadi kompos. Penerapan prinsip 4R: mengganti (“replace”). Bojong Gede. tetapi juga pada jenis sampah yang semakin beragam. Itu terlihat di Kota Yogyakarta dari 1. merupakan paradigma yang terbukti mampu menangani permasalahan sampah secara mandiri.268 m3/hari sampah yang terangkut 285 m3/hari. Dengan pendekatan sumber sampah ditangani dari sumber pembuangannya. Kabupaten Sleman adalah salah satu contohnya. terbukti mampu mengelola potensi sampah yang selama ini luput dari perhatian masyarakat. Pendekatan persoalan sampah biasanya menggunakan paradigma end–pipe of solution (pendekatan ujung-pipa) sudah saatnya digeser ke pendekatan sumber. Ribuan m3/hari sampah yang ada tidak terangkut semuanya. tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. sampah yang tidak terangkut berada di sungai. mendaur ulang (“recycle”). Di Kota Yogyakarta sendiri. mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.145 m3/hari sampah yang terangkut 178 m3/hari dan kabupaten Sleman dari 1. Penanganan sampah mulai dari sumbernya. Di Kabupaten Sleman. lahan kosong. menyebabkan merebaknya TPA/TPS ilegal di berbagai tempat baik lahan kosong maupun di sungai – sungai yang terdapat di wilayah DI Yogyakarta.http://www.or.walhi. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan. terdapat 24 TPS/TPA ilegal di sungai. Berbagai kasus. yaitu dari rumah tangga. Di Kabupaten Bantul saja. Bertambahnya volume bukan hanya pada jumlah. jika persoalan ini tidak segera diselesaikan.321 m3/hari. dan memusnahkan sampah. Hal ini lebih efektif daripada pengolahan di TPA (tempat pembuangan akhir). seperti di Bantargerbang. Bagaimana potret kehidupan masyarakat ke depan. Kabupaten Bantul dari 1. memakai kembali (“re-use”). terdapat paling tidak 12 TPA/TPS ilegal lahan kosong dan di sungai mencapai 7 TPA/TPS ilegal.

plastik. Saat ini. dan pemanfaatan sampah menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi. . seperti dimuat Pikiran Rakyat (Senin. yang merupakan anggota WALHI Yogyakarta. kebocoran septic tank. 19/2). mulai dari pemilahan. Contoh lain adalah di Gondolayu Lor. dan kaca. Jetis. merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan di atas. padatnya perumahan bisa mempercepat terjadinya kondisi ini. dan juga menindaklanjuti hasil kunjungan Sahabat Lingkungan bersama Sheep dan Yasanti. Kegiatan ini juga melibatkan anggota WALHI Yogyakarta yang lain. berarti kita lebih jauh membicarakan kesehatan lingkungan. serta sampah non organik lainnya akan dibuang di tempat khusus. hanya Rp 200. Mereka juga memilah sampah non organik. Perilaku kurang baik dari manusia. Banyak hal yang mengakibatkan kebocoran atau bahkan rembesan limbah septic tank. Cokrodiningratan. beserta masyarakat dampingannya ke Sukunan pada tanggal 21 Desember 2005. pengolahan. bahkan dapat teratasi. baik dari segi lingkungan maupun sosial. 2007 merupakan tahun emas industri perumahan. merupakan sesuatu yang perlu kita dorong dan kembang-tularkan ke tempat-tempat yang lain. Bila lingkungan tidak sehat maka sakitlah elemennya. Pertama. Satu kondisi yang perlu diantisipasi dampaknya sejak dini. padahal kesehatan lingkungan bisa berakibat positif terhadap kondisi elemen-elemen hayati dan non hayati dalam ekosistem itu sendiri.000. Kota Yogyakarta.00.pikiran-rakyat. Sungguh satu nilai yang jauh berbeda. dimanfaatkan dan dikelola. padahal separuh penduduk perkotaan masih menggunakan air tanah.htm diakses 8 Maret 2007 Berbicara sanitasi. mampu dimanfaatkan sebagai kerajinan seni atau dijual ke industri pengolahan selanjutnya. logam. dimana salah satu fungsinya adalah sebagai pusat pelatihan pendidikan lingkungan.Sedangkan sampah kertas. Ironisnya. padahal kebutuhan ideal per orang setiap tahunnya adalah Rp 47. tapi sebaliknya jika lingkungan sehat maka sehat pulalah ekosistem tersebut. yaitu Mitra Tani (sebagai narasumber) dan kegiatan ini dilaksanakan di Gubuk Rembug Lingkungan yang merupakan Crisis Center WALHI Yogyakarta. bisa berkurang. tengah memproduksi secara massal alat pembuatan kompos. mulai plastik dan kertas yang masih mempunyai nilai ekonomis.com/cetak/2007/032007/08/cakrawala/lainnya05.00/orang/tahun yang disediakan pemerintah dalam 30 tahun terakhir untuk mengatasi masalah ini. telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan timbulnya sejumlah permasalahan sanitasi. Kegiatan simulasi pengolahan sampah swakelola dan pembuatan bakteri yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2006 ini. sehingga permasalahan sampah. Kegiatan ini merupakan upaya menciptakan budaya baru dalam masyarakat. Saat ini sekitar 70 persen air tanah di daerah perkotaan sudah tercemar berat bakteri tinja. 1001 Permasalahan Sanitasi http://www. Terobosan masyarakat ini. banyak sekali permasalahan lingkungan yang harus dihadapi dan sangat mengganggu terhadap tercapainya kesehatan lingkungan.

Kerugian yang dialami akibat bencana ini mencapai Rp 8 triliun dan berdampak luas pada perekonomian bangsa. Kedelapan. Lebih dari 12 persen penduduk perkotaan Indonesia sama sekali tidak memiliki akses ke sarana jamban (Susenas 2004). salah konstruksi. Keempat. Seharusnya fungsi saluran tersebut adalah mengalirkan air hujan. Pada kenyataannya. seperti belum adanya aturan yang membatasi jumlah septic tank per satuan luas kawasan. Keenam. Tahun 2007. Meluasnya penyakit seperti flu burung juga disebabkan oleh buruknya sanitasi.19 persen. tetapi dalam implementasinya kurang ditunjang oleh aturan-aturan lainnya. tidak ada atap atau tidak tersambung ke septic tank. tidak terawat. buang air besar sembarangan. IPLT tidak berfungsi atau petugasnya malas. MCK yang tidak berfungsi secara optimal baik karena usang. berarti juga mengurangi penyakit-penyakit akibat buruknya sanitasi di masyarakat yang disebabkan oleh bakteri patogen. pembuangan liar lumpur tinja. ”Jakarta kebanjiran.. Pembangunan masyarakat kota Membaiknya sanitasi suatu kota. Padahal jelas.. saluran air yang tersumbat.Bappenas menyatakan. saat ini banyak truk tinja membuang langsung muatannya ke sungai. masih ada anggapan dari masyarakat bahwa bagus dan tidaknya septic tank hanya dirasakan oleh pemiliknya saja.5 persen. (alm) semasa hidupnya. pembuatan jamban yang asal-asalan.” itulah sepenggal syair yang pernah dinyanyikan oleh Benyamin S. bahkan mengurangi biaya pengobatan sekitar 2 . dua kota besar yang ada di Indonesia sekaligus ibu kota provinsi dan negara. influein industri di kawasan pemukiman sebagian besar dialirkan ke sungai tanpa proses pengelolaan terlebih dahulu. Setidaknya syair tersebut menunjukkan betapa banjir senantiasa menjadi kejadian tahunan di ibu kota. . Artinya. Kasus banjir ini sudah menyita banyak waktu dan perhatian masyarakat. Kedua. jamur. sanitasi yang baik mampu mengurangi biaya kesehatan 6 . Ketujuh. ataupun sungai. Kelima. alasannya tidak ada IPLT. melakukan aktivitas harian di sungai yang tercemar terjadi akibat terbatasnya akses masyarakat terhadap sarana MCK dan air bersih. hasil riset Bappenas menyatakan. Tentunya tanpa harus mengurus lumpur banjir yang mampir ke rumah mereka. belum ada. Contoh konkret bisa kita lihat di Bandung dan Jakarta. belasan juta penduduk perkotaan Indonesia masih membuang tinja langsung di kebun. sedikitnya 70 persen wilayah Jakarta terendam banjir sebagai akibat kesalahan dalam rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Selain itu. selokan. Demikian pula dengan aturan yang mewajibkan penyedotan tinja secara rutin dan pihak yang merasa berkepentingan memeriksa isi septic tank. tidak ada air. Ketiga. siapa yang pantas disalahkan atau bahkan apa yang salah dalam hal ini? Satu pertanyaan yang harus dicari jawabannya karena dari hasil penelitian menyatakan bahwa sanitasi yang baik ternyata meningkatkan waktu produktif masyarakat sekitar 34-79 persen.. 35 persen jamban di kawasan perkotaan tidak ada air. maupun cacing parasit. tetapi dalam pelaksanaannya dipakai menampung air kakus dan sampah sehingga jadi sarang penyakit. maupun masyarakat yang belum siap menerima keberadaannya sesuai fungsinya. saat ini standar nasional tentang konstruksi septic tank sudah ada.

belum lagi pencemaran air akibat lindi sampah yang tidak tertangani. pengangkutan sampah masyarakat oleh petugas dari PD Kebersihan terhenti. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. seorang peneliti lingkungan pengairan. Para pejabat negara turun tangan. pastinya investor pun akan datang dengan sendiriya dan tentunya disambut dengan tangan- tangan handal dari SDM-SDM yang terlahir dari bangsa yang berhasil menata lingkungannya dengan baik. Wajar kalau kemudian Ir. Longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. pengguna kendaraan banyak yang mengeluh karena baunya. TPA itu pun ditutup. Kota Bandung kembali harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk mengatasi masalah ini. Akibatnya. sampah berserakan. karena mendapat predikat “kota terkotor”. ekspor hasil perikanan Indonesia pun pernah ditolak karena diindikasikan tercemar salmonella.*** Dine Andriani S. konsumen-konsumen di pasar-pasar tradisional pun merasa tidak nyaman saat berbelanja. Bahkan. Data Bappenas menyebutkan. karena minimnya biaya operasional dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi kota. Tanggal : 20 Februari 2007 12:08 WIB Judul : Seminal Nasional Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Di Indonesia Sumber : Sesmen .Pt. Koordinator Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A). sehingga perlu proses yang agak panjang dalam memanfaatkannya (Pikiran Rakyat. Biaya produksi PDAM meningkat sekitar 25 persen dari rata-rata tarif air nasional.000/100 ml. bau tak sedap tercium setiap kali melewati daerah timbunan sampah. akibat buruknya sanitasi mengakibatkan 70 persen air tanah tercemar dan 75 persen air sungai tercemar. 4/12/2006). 50 persen penduduk perkotaan saat ini masih menggunakan air tanah untuk kehidupan sehari-hari. bahkan para pejalan kaki. Kembali pemerintah dan masyarakat Bandung harus menanggung malu. sempat membuat pusing tujuh keliling pemerintah Kota Bandung. mulai dari gubernur hingga Menteri Lingkungan Hidup. Padahal. menyatakan bahwa kondisi air Citarum sangat kritis dengan kandungan bakteri E. Bangsa yang maju bisa terlihat dari kemampuan SDM-nya dalam menata lingkungan atau tempat tinggalnya. Ratna Hidayat. Tidak pelak lagi terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. dua negara yang mampu membiayai operasional wilayahnya hanya dengan mengelola sampah dengan baik. Banyak yang mengeluh karena sakit diare atau pernapasan.coli-nya mencapai 50. Kanada dan Brasil.Kejadian serupa pernah mampir di Kota Bandung tahun 2006 lalu. lalat beterbangan menebar penyakit.

sehingga mendorong masyarakat berpeng-hasilan menengah-bawah tinggal di kawasan pinggiran kota yang jauh dari tempat kerja.4% per tahun membuat kebutuhan perumahan di perkotaan semakin meningkat. sementara itu ketersediaan lahan menjadi semakin langka. Dampak lingkungan hunian yang lazim adalah bertambahnya jumlah masyarakat kawasan permukiman yang tidak layak huni.kemenpera. Sedangkan sebagian masyarakat tinggal di kawasan yang tidak jauh dari pusat aktivitas ekononomi. kemanusiaan dan berkeadilan bagi para penghuni dan warga sekitar kawasan tersebut.id/detail_warta. dan areal tidak resmi lainnya. sehingga menyebabkan ketidak- teraturan tata ruang kota dan dapat menumbuhkan kawasan kumuh baru.asp?id=34 tanggal 12 nopember 2007 Pada tanggal 15 Februari 2007 diadakan Seminal Nasional Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Di Indonesia.go. Hal ini banyak disebabkan oleh tingkat persaingan untuk mencari penghidupan di perkotaan semakin ketat seiring dengan bertambhanya jumlah penduduk. dan pada akhirnya akan menurunkan mobilitas dan produktivitas masyarakat. Seminar yang dibuka oleh Staf Ahli Menteri Negara Perumahan Rakyat Bidang Tehnologi (mewakili Menteri) diharapkan akan membuka wacana para akademisi dan para pemangku pemerintahan kota dalam memberikan perencanaan kawasan permukiman yang berwawasan lingkungan. dimana perkotaan dengan kompleksitas permasalahan yang ada di tambah laju urbanisasi yang mencapai 4. Kelangkaan ini menyebabkan semakin mahalnya harga lahan di pusat kota.http://www. Kondisi ini menyebabkan meningkatkan biaya transportasi. berkesinambungan dan menjawab semua tantangan dan permasalahan yang ada pada permukiman penduduk di perkotaan. kurang sarana – prasarana. Kecenderungan Global menuju Abad Perkotaan dimana petumbuhan penduduk lebih cepat bila dibandingkan dengan pertambahan penduduk di perdesaan (urbanisasi). waktu tempuh. Melalui seminar nasional dengan tema “Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Planologi ITB dapat memberikan masukan bagi perencaan permukiman yang memiliki kualitas. Selain juga mengupayakan penyediaan kawasan permukiman berserta fasilitas yang memadai. Bertempat di Aula Barat Institut Teknologi Bandung. Bila dihubungkan dengan fenomena tersebut membawa kondisi kemasyarakatan di kawasan perkotaan menjadi lebih kompleks berikut permasalahan yang timbul. Mendorong inovasi teknologi yang dapat diadaptasikan kepada lingkungan serta melakukan penyebarannya. Keterbatasan kemampuan pemerintah daerah merupakan hambatan utama bagi penyediaan kawasan pemukiman penduduk yang layak. . Pemerintah kota didorong untuk menjadi motor dalam mengkondisikan penduduk agar dapat memahami pentingnya menjada lingkungan permukiman merek secara swadaya. penyakit menular dan keamanan lingkungan menambah tugas rumah bagi pemerintah kota dan pusat. Lokasi permukiman tersebut cenderung berada pada kawasan yang tidak diperentukan sebagai kawasan hunian seperti pinggir kali. dan tidak teratur (kumuh). pinggir rel kreta api. Akibatnya berbagai dampak lingkungan lanjutan seperti banjir.