BAB 8

MANAJEMEN PERENCANAAN KURIKULUM

8.1 Pendahuluan

Ide Pokok : Maksud manajemen dalam perencanaan kurikulum dalam hal ini adalah keahlian
“managing”dalam arti kemampuan merencanakan dan mengorganisasi kurikulum.

Pendapat : manajemen perencanaan kurikulum sudah pasti melibatkan berbagai pihak dalam
penyusunannya. Menurut saya sebuah perencanaan kurikulum yang baik di buat bukan hanya
melibatkan administratif approach (kurikulum yang hanya direncanakan oleh pihak atasan
kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan kemudian sampai kepada guru), tetapi
kurikulum yang baik itu direncanakan yang melibatkan langsung guru-guru (pendidik) karena
pada dasarnya sebuah perencanaan kurikulum tersebut realnya yang akan menjalankan di
lapangan langsung adalah seorang guru, agar guru sudah benar-benar siap ketika menjalankan
sebuah kurikulum yang ada.

8.2 Karakteristik Perencanaan Kurikulum

Ide Pokok : Pengembangan kurikulum adalah perencanaan kesempatan belajar yang
dimaksudkan untuk membina siswa/peserta didik kearah perubahan tingkah laku yang yang
diinginkan dan menilai hingga dimana perubahan-perubahan terjadi pada diri peserta didik.
perencanaan kurikulum memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : sebagai pedoman/alat
manajemen, berfungsi sebagai penggerak roda organisasi dan sebagai motivasi. Ada beberapa
sifat perencanaan kurikulum diantaranya : bersifat strategis, komprehensif, integratif,
realistik, humanistik, futuralistik, suportif, kualitas, interdisipliner dan bersifat desentralistik.

Pendapat : Pada dasarnya sebuah kurikulum direncanakan bertujuan untuk membina dan
mengarahkan peserta didik untuk mencapai perubahan dan tujuan yang diinginkan dengan
cara menjalankan setiap langkah-langkah yang sistematis yang telah dibuat dalam
perencanaan kurikulum. Menurut pendapat saya sebuah perncanaan kurikulum harus disusun
secara cermat rinci dan menyeluruh dan memiliki multifungsi, seperti yang terdapat dalam
ide pokok bahwa sebuah kurikulum memiliki fungsi sebagai pedoman/alat manajemen,
didalamnya berisi petunjuk dan rambu-rambu dalam membuat dan mengelola dan
memanajemen pendidikan. Kurikulum berfungsi sebagai penggerak roda organisasi, artinya
sebuah kurikulum berfungsi sebagai pengatur para pelaksana kurikulum, petunjuk teknis

pelaksanaan kurikulum, hingga evaluasi dan pengembangannya. Sedangkan kurikulum
berfugsi sebagai motivasi menurut pendapat saya memiliki arti bahwa kurikulum menjadi
pacuan dan motivasi dalam pelaksanaan pendidikan dan memuat tujuan-tujuan yang dicita-
citakan.

8.3 Asas-Asas Perencanaan Kurikulum

Ide Pokok : Perncanaan kurikulum disusun berdasarkan asas-asas sebagai berikut :

1. Objektivitas (memiliki tujuan yang jelas dan spesifik)
2. Keterpaduan (memadukan segala aspek kehidupan baik ilmu pengetahuan maupun
sosial budaya)
3. Manfaat (bermanfaat sebagai acuan strategi dalam penyelenggaraan pendidikan)
4. Efesiensi dan efektivitas (efisiensi dalam hal dana, tenaga dan waktu serta efektif
dalam mencapai tujuan dan hasil pendidikan)
5. Kesesuaian (disesuaikan dengan sasaran peserta didik, kemampuan tenaga
kependidikan, kemajuan IPTEK, dan perubahan/perkembangan masyarakat)
6. Keseimbangan (keseimbangan antara jenis bidang studi, sumber yang tersedia, serta
kemampuan dan program yang akan dilaksanakan)
7. Kemudahan (memberikan kemudahan bagi para pemakainya)
8. Berkesinambungan (sejalan dengan tahap-tahap dan jenis dan jenjang satuan
pendidikan)
9. Pembakuan (dibakukan sesuai dengan jenjang dan jenis satuan pendidikan, sejak dari
pusat, propinsi, kabupaten/kota)
10. Mutu (memuat perangkat pembelajaran yg bermutu)

Pendapat : menurut saya sebuah kurikulum memang harus disusun berdasarkan asas-asas
yang memadukan antara tujuan yang jelas dan objektif sesuai dengan tujuan pendidikan
Nasional. Sebuah kurikulum juga harus mempertimbangkan asas efesiensi dan efektifitas
dalam segala hal baik dana, waktu tenaga dan lain sebagainya. kurikulum disusun sesuai
dengan perkembangan jaman dan sesuai dengan kebutuhan siswa untuk masa depannya agar
mampu bersaing di lingkup global.

8.4 Pengembangan Kurikulum dengan Pendekatan Sistem

Ide Pokok : Salah satu model penggunaan pendekatan sistem dalam rangka
mengembangakan suatu course design adalah sebagai berikut : identifikasi tugas, analisis
tugas-tugas, spesifikasi pengetahuan keterampilan sikap, penetapan kemampuan, identifikasi
kebutuhan pendidikan dan latihan,perumusan tujuan pendidikan, kriteria pengukuran tugas,

Langkah ketiga spesifikasi pengetahuan keterampilan sikap.organisasi sumber-sumber belajar. yaitu menguji coba sebuah program yang telah dirancang kemudian mengevaluasi program tersebut. pemilihan strategi pembelajaran. Langkah kedua adalah analisis tugas-tugas. artinya untuk mengembangkan kemampuan tertentu dibutuhkan jenis pendidikan dan latihan tertentu pula. setiap kemampuan hendaknya didasarkan pada kemampuan kognitif. dalam arti untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program. Langkah terakhir adalah monitoring sistem yang dilakukan secara berkala dan terus-menerus. Langkah kesembilan tes lapangan dan evaluasi sistem. Pemilihan strategi pengajaran. Langkah keempat penetapan kemampuan. yaitu perbaikan dan uji cobab program untuk menjamin konsistensi. artinya kriteria pengukuran ini dalam bentuk indikator keberhasilan suatu program. perumusan tujuan ini dibuat berpacu pada berbagai kemampuan yang hendak dikembangkan. menurut pendapat saya identifikasi tugas-tugas yaitu membuat daftar deskripsi sebuah pekerjaan kemuadian menentukan peran-peran apa saja yang harus dilaksanakan. Langkah keenam Perumusan Tujuan Pendidikan. contohnya adalah seorang guru fisika hendaknya berasal dari jurusan pendidikan fisika dan untuk meningkatkan kualitas guru pemerintah memberika pelatihan PPGD dan lain sebagainya. Langkah ketujuh adalah kriteria penguasaan tugas. suatu program dikatakan berhasil apabila tujuan yang dirumuskan telah tercapai.5 Perumusan tujuan Kemampuan . pengukuran reliabilitas program dan monitoring sistem. Langkah kesepuluh pengukuran rebilitas program. afektif dan psikomotorik. Langkah kedelapan adalah organisasi sumber-sumber belajar artinya materi pelajaran yang disampaikan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai oleh karena itu seorang guru atau pihak sekolah harus mengetahui bagaimana kondisi masyarakat. Langkah kelima identifikasi kebutuhan pendidikan dan latihan. menurut saya pada langkah ini berkaitan dengan metode daan media apa yang akan digunakan dalam kebiatan pembelajaran. tes lapangan dan evaluasi sistem. setiap tugas akan terperinci sedemikian rupa sehingga akan tercermin segala sesuatu yang harus dikerjakan. 8. Pendapat : Pengembangan kurikulum dengan pendekatan sistem banyak modelnya salah satu pendekatan sistem dalam rangka mengembangkan kurikulum ini adalah melalui tahap- tahap yang ada dalam ide pokok diatas. Berdasarkan tugas- tugas yang sudah ditetapkan lalu dijabarkan menjadi tugas yang lebih spesifik.

SBM individual. administrasi. Program studi merupakan keseluruhan pengalaman belajar yang meliputi komponen-komponen dasar. Strategi pembelajaran banyak ragamnya. satuan bahasan dan pokok bahasan.Ide Pokok : Kualitas kemampuan tenaga kerja perlu ditingkatkan agar dapat melaksanakan peran dan tugasnya secara efesien dan efektif. Selain itu guru juga harus mampu mengetahui bagaimana strategi yang cocok digunakan pada peserta didik yang mempunnyai beragam karakter. 8. pengetahuan dan keterampilan tentang sistem penyampaian. bidang studi. ekonomi. sikap dan nilai yang menjiwai kepribadian. Kemampuan tersebut meliputi pengetahuan dan keterampilan tentang masalah-masalah pekerjaan tertentu. Pendapat : isi kurikulum harus disusun dalam berbagai bidang keilmuannya seperti ilmu- ilmu sosial. dan penunjang (tergantung pada jenis program studinya). Pendapat : peningkatan kualitas kemampuan memang sangat diperlukan karena mmenyadari tugas tenaga kerja dalam mengembangkan dan melaksanakan program kerja semakin banyak.8 Merancang Startegi Bimbingan . dapat diklasifikasikan Strategi Belajar Mengajar (SBM) dalam kelas. SBM kelompok besar dan SBM laboratori. Pendapat : merancang strategi pembelajaran merupakan bagian dari proses pelaksanaan kurikulum.7 Merancang Strategi Pembelajaran Ide Pokok : konsep pembelajaran (pembelajaran merupakan suatu proses terjadinya interaksi antara pelajar dan pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. IPA dll. 8. 8.6 Perumsan Isi Kurikulum Ide Pokok : Isi kurikulum disusun dalam bentuk bidang-bidang keilmuan. Sedangkan strategi pembelajaran merupakan pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar. yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula. komunikasi teknologi. media atau metode yang digunakan dalam proses belajar agar tujuan pembelajaran yang di inginkan tercapai dengan baik begitupun dengan materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran dapat dipahami siswa. seorang guru dituntut untuk pandai dalam merancang model. jenis-jenis mata pelajaran. SBM kelompok kecil.

Ide Pokok : kepembimbingan adalah seluruh proses bimbingan untuk membantu siswa memecahkan masalah dan kesulitan yang dihadapinya. bimbingan pribadi dan bimbingan jabatan. 8. tujuan administrasi tersebut adalah agar kurikulum dapat dilaksanakan dengan baik. kurikuler. Pendapat : menurut saya strategi bimbingan merupakan waktu luang yang disediakan oleh guru untuk siswa dalam rangka mendalami materi yang telah disampaikan dikelas dan juga sebagai bentuk konsultasi siswa dalam memecahkan masalah di rasa masih sulit untuk dihadapi atau dipahami siswa. Jenis bimbingan diantanya adalah : bimbingan belajar. penilaian penempatan. administratif dan diagnostik (bimbingan). Dalam administrasi pelaksanaan kurikulum ini. teknik klinis dsb. BAGIAN KETIGA PELAKSANAAN KURIKULUM BAB 9 ADMINISTRASI PELAKSANAAN KURIKULUM 9. penilaian diagnostik. Jika digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa penilaian merupakan barometer untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi yang telah disampaikan. latihan teman sejawat. bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai setelah pelaksanaan kurikulum. Metode yang dapat digunakan dalam bimbingan adalah metode kelompok. . dan penilaian sumatif. Jenis penilaian terdiri dari penilaian formatif.1 Pendahuluan Ide Pokok : admnistrasi pelaksanaan kurikulum berkenaan dengan semua perilaku yang bertalian dengan semua tugas yang memungkinkan terlaksananya kurikulum.9 Merancang Strategi Penilaian Ide Pokok: Penilaian adalah bagian dari kurikulum. Penilaian memiliki fungsi-fungsi intrksional. Pendapat : menurut saya penilaian merupakan salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana sebuah program berhasil.

9. yang berkewajiban untuk menjalankan tugasnya salah satunya yaitu menyusun perencanaan kurikulum.  Kegiatan dalam bimbingan dan penyuluhan  Kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan mutu profesional guru.2 Kegiatan-kegiatan dalam administrasi kurikulum Ide pokok : Pokok-pokok kegiatan administrasi kurikulum dapat dikelompokkan menjadi 9 pokok kegiatan yakni :  Kegiatan yang berhubungan dengan tugas kepala sekolah  Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru  Kegiatan yang berhubungan dengan murid  Kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar-mengajar  Kegiatan ekstra kurikuler  Kegiatan evaluasi belajar  Kegiatan pelaksanaan pengaturan alat perlengkapan sekolah. termasuk memimpin pelaksanaan kurikulum  Kepala sekolah adalah seorang administrator dalam pelaksanaan kurrikulum yang berperan dalam perencanaan program. pengorganisasian staf pergerakan semua pihak yang perlu dilibatkan dalam pelaksanaan supervisi. mengarahkan dll. dan penilaian terhadap personal sekolah. pembiayaan .Pendapat : menurut saya dalam administrasi pelaksanaan kurikulum tidak hanya dapat di lakukan hanya seorang saja karena pada hakikatnya administrasi dilakukan dalam bentuk kerjasama yang melibatkan semua orang dan juga memerlukan dukugan peralatan dan perlengkapan untuk memungkinkan terlaksananya tujuan kurikulum dengan baik. Pendapat : kegiatan administrasi kurikulum yang berhubungan dengan tugas kepala sekolah adalah sebagai pemimpin. Tugas guru adalah seperti menyusun silabus. personal/tenaga kependidikan. RPP dan juga melaksanakan kurikulum yaitu kegiatan belajar mengajar. kepala sekolah yang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kurikulum dilingkungan sekolah yang dipimpinnya. 9. membina. melakukan koordinasi dengan guru-guru. Dikarenakan :  Kepala sekolah sebagai pemimpin.3 Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Sekolah Ide Pokok : Pada pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah. sarana pendidikan ketatausahaan sekolah.  Kepala sekolah sebagai penyususun rencana tahunan dibidang kemuridan.

4 Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Kelas Ide Pokok : Pada pelaksanaan kurikulum tingkat kelas. BAB 10 SUPERVISI PELAKSANAAN KURIKULUM 10. 9. pembagian tugas ekstra kulikuler dan tugas bimbingan belajar.  Sebagai pembina organisasi sekolah  Sebagai koordinator pelaksanaan kurikulum  Sebagai pemipin kegiatan rapat kurikuler  Sebagai pengelola sistem komunikasi dalam pembinaan kurikulum. pengisian daftar penilaian kemajuan belajar dan perkembangan siswa dan pengisian buku laporan pribadi siswa.1 Pendahuluan . pembinaan organisasi sekolah dan hubungan masyarakat/komunikasi pendidikan.  Pembinaan kegiatan ekstra kurikuler  Pembimbing dalam kegiatan bimbingan belajar Pendapat: Pelaksanakan kurikulum tingkat kelas yang paling berperan adalah guru. atau anggaran pendidikan. yang berperan besar adalah guru yang meliputi tiga jenis kegiatan administrasi yaitu :sebagai yang bertugas dalam melaksanakan:  Kegiatan dalam bidang proses belajar mengajar  Dalam proses belajar belajar mengajar. menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan dan jadwal pelajaran. tugas guru terdiri dari: menyususun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pendapat : seorang pemimpin yang baik (kepala sekolah) adalah pemimpin yang dapat memanajemen anggotanya denga baik dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. tetapi tidak lepas juga dari pihak lain karena demi kesuksesan pelaksanaan kurikulum tingkat kelas ada bagian yang mengatur tugas guru secara adminstratif demi kelancaran pelaksanaan kurikulum di kelas. dapat membina komunikasi dengan baik secara internal dan eksternal serta mampu membina hubungan yang harmonis dengan anggotanya. Guru bertanggungjawab menciptakan proses belajar- mengajar secara efektif dan efesien. Dalam buku dituliskan bahwa pembagian tugas-tugas tersebut meliputi tiga jenis kegiatan administratif yaitu: pembagian tugas mengajar.

bimbingan. Perbedaan PROGRAM SUPERVISI Pembinaan.2 Sistem Supervisi Kurikulum KURIKULUM SEKOLAH FUNGSI SUPERVISI Edukatif. Pendapat: Munculnya permasalahan pada guru dalam melaksanakan kurikulum perlu adanya bimbingan. Material K. dorongan dan petunjuk agar dapat mencari solusi dan meningkatkan kinerja guru seprofesional mungkin.Ide Pokok: Supervisi kurikulum adalah usaha yang dilakukan oleh supervisor dalam bentuk pemberian bantuan. arahan. nasihat dan pengarahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam proses belajar mengajar. Operasional Peningkatan Kemampuan Profesional guru. 10. yang pada gilirannya meningkatkan hasil belajar siswa. kepemimpinan KS. pergerakan motivasi. kemampuan PMB.3 Bidang Kegiatan Supervisi Kurikulum Ide Pokok : Kegiatan supervisi Kurikulum ditunjukkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam rangka pelaksanaan kurikulum. Bentuk kegiatan supervisi kurikulum adalah . Kepembimbingan. oleh karena itu dalam pendidikan diperlukan supervisi kurikulum. Kurikuler. Pengawasan EVALUASI PROGRAM SUPERVISI 10. Administrasi TUJUAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN GURU Melaksanakan K.

Ada bermacam- macam teknik yang dapat digunakan dalam supervisi. lingkungan daerah.membantu guru mengembangkan kemampuan melaksanakan kurikulum. melayani perbedaan individual siswa. masalah yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru. menyusun rencana kerja. pembinaan di bidang administrasi. Menguasai metodik khusus semua bidang studi sesuai dengan jenjang persekolahan . umumnya guru-guru muda yang belum berpengalaman tentang bagaimana cara mengatasi gangguan disiplindan bagaimana cara membangun dan memelihara disiplin yang efektif. setiap individuikut serta merumuskan masalah. supervisor juga turut membantu guru mengembangkan kemampuan memecahkan masalah-masalah khusus contohnya adalah supervisor berkewajiban membantu para guru. Menguasai semua kurikulum untuk semuajenjang pendidikan 2. melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler. Pemilihan dan penggunaan suatu supervisis ditentukan oleh yang hendak dicapai. Beberapa teknik yang diajukan: prosedur kelompok menekankan kerjasama kelompok dalam memecahkan masalah yang dirasakan penting. mensponsori. membantu guru mengembangkan kemampuan memilih dan menggunakan material kurikulum. membuan satuan ajaran. kondisi lingkungan yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan supervisi. 10. Pendapat: dari ide pokok tersebut dapat saya memberikan pendapat bahwa seorang supervisor membantu seluruh kegiatan guru contohnya dalam mengembangkan kemampuan melaksanakan kurikulum meliputi penyusunan unit pengajaran. evaluator dan sebagai pengawas. adalah: pembinaan di lingkungan sendiri.4 Metode Supervisi dan Supervisor Kurikulum Ide Pokok: metode pembinaan yang dapat dilaksankan oleh supervisor dalam rangka supervisi pendidikan. Membantu guru mengembangkan kemampuan memilih dan menggunakan material kurikulum contohnya adalah para supervisor hendaknya memberikan kesempatan yang luas kepada guru-guru untuk memperluas penggunaan sumber bacaan di samping buku-buku paket yang telah disediakan. memecahnkan masalah- masalah khusus. pelaksanaan belajar mengajar dan melaksanakan penilaian. maka harus memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut: 1. supervisi dan kurikulum sekolah 3. Setiap supervisor berkewajiban melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut : mengendalikan (tugas pengendalian). Untuk melaksanakan perannya sebagai supervisor. lingkungan guru bidang studi sejenis. Menguasai bidang administrasi.

1 Pendahuluan Ide Pokok: kegiatan pemantauan dan kegiatan penilaian kurikulum pada hakikatnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. yang telah ditempa dengan pengalaman yang luas dan lama 5. Menguasai aspek administrasi pendidikan. 4. Menguasai semua bidang studi pada jenjang pendidikan dasar dan satu atau dua bidang spesialisasi pada tingkat pendidikan menengah atas 11. Pendapat: Menurut saya pemantauan dan penilaian memang sangat berkaitan karena pemantauan adalah kegiatan nyata yang dilakukan oleh seorang pengawas kurikulum . Menguasai administrasi ringan dan metode kepengawasan. Pendapat: menurut pendapat saya seorang supervisor merupakan seorang yang harus mempunyai pengalaman yang lebih dan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas oleh karena itu untuk menjadi seorang supervisor harus memiliki keahliah atau kemampuan yang ada dalam ide pokok tersebut. 10. Terlatih dalam teknik supervisi dengan semua implementasi di lapangan. Menguasai kemampuan-kemampuan dalam bidang teknologi 6. 7. supervisi pelaksanaan dan pengembangan serta perbaikan kurikulum selanjutnya. sedangkan pada hasil penilaian merupakan masukan yang sangat penting dalam rangka pelaksanaan pemantauan kurikulum dan hasil- hasil yang dicapai melalui kedua jenis kegiatan ini menjadi bahan yang sangat berarti dalam rangka administrasi pelaksanaan. Menguasai dengan mantap semua kemampuan profesional kependidikan. Menguasai psikoloi pendidikan. Pemantauan kurikulum memberikan masukan yang sangat berharga dalam penilaian kurikulum. kepribadian dan perkembangan psikologi 12. Mengasai semua aspek yang berkenaan dengan supervisi pendidikan 8. Menguasai bidang penelitian dan statistika ringan 13. Menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang evaluasi dan pengukuran 9. BAGIAN KEEMPAT PEMANTAUAN DAN PENILAIAN KURIKULUM BAB 11 PEMANTAUAN KURIULUM 11.

akurat dan lengkap tentang pelaksanaan kurikulum yang dilaksanakan secara sangkil dan mangkus melalui langkah-langkah yang tepat dalam jangka waktu tertentu oleh pemantau yang ahli dan berpengalaman untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam kurikulum.terhadap jalannya kurikulum sedangkan penilaian merupakan hasil yang didapat dari hail pemantauan.3 Pelaksanaan Pemantauan Kurikulum Ide Pokok: pelaksanaan pemantauan kurikulum dapat dilaksanakan dengan cara:  Rutin. yakni dengan cara mengirimkan petugas ke lembaga yang sedang melaksanakan kurikulum  Pertemuan melalui wahana komunikasi sosial yang ada Program Proyek Kurikulum Kegiatan awal  Rumusan masalah Perencanaan  Desain pemantauan pemantauan  Instrumen- instrumen  Surat-menyurat  Biaya . pelaksanaan secara sangkil dan mangkus. dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus dilapangan. Pendapat: pada dasarnya sebuah pemantauan kurikulum dilaksanakan untuk perbaikan kedepannya seperti persiapan sarana dan prasana. 11. yaitu dengan mempelajari dan menelaan laporan-laporan tertulis yang telah diterima sebelumnya  Langsung. pemantauan adalah tenaga dan berpengalaman dalam bidangnya. biaya selain hal tersebut sebagai pelaksanaan kurikulum. hasil pelaksanaan kurikulum dan tindak lanjut pelaksanaan kurikulum. 11. Ciri-ciri pemantauan kurikulum adalah: pemantauan berdasarkan multi indikator.2 Konsep Sistem Pemantauan Kurikulum Ide Pokok: sistem pemantauan kurikulum adalah suatu sistem pengumpulan dan penerimaan informasi berdasarkan data yang tepat.

Setelah selesai . menganggarkan biaya pemantauan dan tenaga kerja yang akan melaksanakan pemantauan. wawancara. Pelaksana Pengumpulan an data/informasi pemanta uan di  Observasi lapangan  Wawancara  Daftar centang  dokumentasi P D Analisis  A. membuat instrumen-instrumen. Setiap kurikulum yang telah disusun maka harus ada perencanaan pemantauan kurikulum yang didalamnya terdapat kegitan awal yaitu merumuskan masalah. daftar centing dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi. Kemudian proses selanjutnya realisasi pemantauan yang telah direncanakan.Kuantitatif P E A data  A. untuk mendapat informasi maka didalamnya diadakan observasi. mendesain pemantauan.1 Prosedur pemantauan Kurikulum Pendapat: Diagram diatas merupakan prosedur pemantauan kurikulum. dalam diagram alir tersebut dijelaskan ada sebuah program proyek kurikulum yang sudah disusun. Kualitatif E informasi R N N B Y  Pembuatan Evaluasi  Keputusan A E hasil  laporan I pemantaua L n K E A GAMBAR 11.

Sejauh mana siswa telah berhasil mencapai tujuan yang dirumuskan. Sejauh mana para pelaku dilapangan sudah memahami dan menguasai kurikulum lengkap dengan semua komponennya. deskripsi objek penilaian dan kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan.3 Fungsi dan Tujuan Penilaian Kurikulum . keterampilan dan sikap yang diharapkan 5. alat pelajaran/alat peraga dan fassilitas lainnya serta biaya dalam menunjang kurikulum tersebut. baik yang sifatnya positif maupun negatif yang merupakan akibat yang ditimbulkan oleh kurikulum yang belum diperkirakan sebelumnya? Pendapat: menurut saya untuk mengetahui sejauh mana sebuah kurikulum berhasil maka dibutuhkan sebuah penilaian dan untuk menjawab semua permasalahan yang ada dalam pelaksanaan kurikulum. 2.mendapat data maka data tersebut dianalisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif dan terakhir evaluasi hasil pemantauan. Apakah ada dampak pelaksanaan kurikulum.2 Konsep Sistem Penilaian Kurikulum Ide Pokok: sistem penilaian kurikulum pendidikan dan latihan tenaga program selanjutnya disingkat sistem penilaian kurikulum. 4. atau sejauh mana siswa telah menguasai pengetahuan. 12. Ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan: pertimbangan. Sejauh mana efektifitas penggunaannya sarana penunjang seperti buku. adalah proses pembuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan untuk membuat keputusan mengenai suatu kurikulum. Sejauh mana efektifitas pelaksanaannya disekolah 3. Pendapat: perlu adanya sebuah pertimbangan dalam sistem penialaian kurikulum karena pertimbangan adalah dasar-dasar pembuatan sebuah keputusan. BAB 12 PENILAIAN KURIKULUM 12. 12.1 Pendahuluan Ide Pokok: dilakukan untuk mencari jawaban atas permasalahan sebagai berikut: 1.

Praktis artinya mengacu kepada faktor-faktor dasar yang menunjang pelaksanaan kurikulum 7. dan mencapai tujuan bersama dalam dunia pendidikan.mengajar dalam proses kediklatan. untuk mengetahui kedayagunaan dan keberhasilan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan latihan. b. artinya mengandung tujuan-tujuan yang jelas dan khusus 3. Manfaat.  Asas-Asas Penilaian 1. Intruksional. Secara umum memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kurikulum di sekolah. artinya bermanfaat sesuai dengan hakikat peserta yang mempelajari kurikulum tersebut 4. dimana informasi ini akan bermanfaat sebagai dasar pertimbangan bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum disekolah 2. Pendapat: pada dasarnya sebuah penilaian kurikulum dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang telah dilaksanakan.  Tujuan Penilaian Kurikulum Penilaian kurikulum memiliki tujuan sebagai berikut: 1. artinya mengacu kepada ciri-ciri dan kondisi yang perlu untuk menentukan dampak kurikulum 5. artinya berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi yang efektif . tingkat pencapaian hasil belajar ditinjau dari kesesuaian dengan tujuan dan dampak pelaksanaan kurikulum baik positif atau negatif. Edukatif. Desiminasi.Ide Pokok:  Fungsi penilaian kurikulum Penialaian kurikulum diklat berfungsi: a. Spesifikasi. efektivitas pelaksanaan kurikulum. untuk memperoleh informasi masukan dalam rangka perbaikan kurikulum diklat. artinya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang mendasar dan objektif 2. Rasional. d. Secara khusus memperoleh jawaban atas kelengkapan komponen kurikulum di sekolah. artinya persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan kurikulum 6. efektifitas penggunaan saran penunjang. Kondisi. untuk mengetahui pendayagunaan dan keterlaksanaan kurikulum dalam rangka pelaksanaan proses belajar. Diagnosis. Efektifitas. c. Administratif untuk memperoleh informasi masukan dalam rangka pengelolaan program diklat.

Hubungan masyarakat (public relation) . Kriteria penilaian metode dan media 9. kategori proses dan kategori produk/kelulusan. harus bermanfaat artinya baik dari pihak penilai maupun yang dinilai sesuai dengan keperluan untuk yaitu untuk memperbaiki kurikulum. evaluator perlu memiliki/ menguasai kemampuan-kemampuan tertentu yang memadai dalam bidang evaluasi/penilaian antara lain: a. Pengumpulan informasi 3. rasional artinya masuk akal dan objektif tidak boleh subjektif atau tidak mengada-ada. Kriteria seleksi peserta didik 3. Kriteria pemilihan isi dalam pengajaran pokok (kelompok inti) 6. Analisa informasi 5.4 Desain Penilaian Kurikulum Ide Pokok: perencanaan penilaian meliputi komponen-komponen: 1. Kriterian isi kurikulum 4. Adapun Kriteria Penilaian Kuriklum: 1. Laporan informasi Pendapat: menurut saya penetapan garis besar penilaian adalah kriteria-kriteria penilaian dan batas-batas penilaian atau paduan dalam penilaian. Kriteria pemilihan isi kelompok penunjang 8. Kriteria pembinaan profesioanal kependidikan 11. tujuannya penilaian harus jelas bukan berarti untuk menjelek-jelekkan.5 Evaluator Kurikulum Ide Pokok: untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Kriteria pemilihan isi pendidikan umum (kelompok dasar) 5. Penetapan garis besar penilaian 2. Informasi sangat diperlukan sebagai bahan penilaian. Organisasi informasi 4. setelah informasi didapatkan maka informasi tersebut di kelola atau di organisasi tahap selanjutnya analisa dan laporan hasil penilaian. Kriteria penilaian tujuan 2. Kriterian organisasi kurikulum 12. Selain itu dalam buku dijelaskan kurikulum juga memiliki aspek. Pendapat: penilaian harus memuat asa-asas berikut. 12. Pengetahan tentang inovasi b. Kriteria bimbingan dan penyluhan 10. Kriteria isi metodologi pendidikan 7.aspek kurikulum yang perlu dinilai terdiri dari: kategori masukan.

Administrasi penilaian f. Kemampuan memproses data d. BAGIAN KELIMA PERBAIKAN KURIKULUM BAB 13 LANDASAN PERBAIKAN KURIKULUM 13. Analisis desain penilaian. untuk semua jenjang . 13. c. Pendapat: menurut saya perbaikan kurikulum dilakukan banyak faktor yang mempengaruhi terutama perkembangan jaman di era globalisasi saat ini harus sesuai dengan kebutuhan manuasia saat ini. perundang-undangan. peraturan dan pelaksanaan pendidikan serta menghilangkan praktik-praktik pendidikan di masa lalu yang tidak sesuai atau kurang baik sehingga segala aspek pendidikan di masa mendatang menjadi lebih baik. g. Kemampuan menghubungkan penilaian dengan disiplin lainnya.1 Pendahuluan Ide Pokok: Perubahan kurikulum merupakan upaya perbaikan dalam tataran konsep pendidikan.2 Pelaksanaan Krikulum Dewasa Ini Ide Pokok: betapapun kita menghendaki agar kurikulum berada dalam keadaan menetap sebagaimana yang telah digariskan dalam pedoman kurikulum. Komunikasi h. Kemampuan dalam bidang pengukuran e. Pendapat: menurut pendapat saya seorang evaluator sama halnya dengan supervisor harus memiliki keahlian yang disyaratkan.

13. Pendapat: salah satu sifat kurikulum adalah fleksibel artinya kurikulum dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia. Bagaimana cara memperbaiki kurikulum sekolah? 4. Tantangan-tangtangan itu bersumber dari berbagai pihak dan sumber. maka menyebabkan kurikulum yang ada hars menyesuaiakan dirinya agar mampu memenuhi permintaan dari semua dimensi kehidupan. Mengapa kurikulum perlu diperbaiki? 3. Masalah Perbaikan Kurikulum di Sekolah-Sekolah Pendapat: berbagai tantangan yang dihadapi sistem pendidikan berarti merupakan tantangan juga bagi sistem kurikulum pada semua jenjang pendidikan. Masalah Kebhinekaan dalam Kesatuan 5. Dimana perbiakan kurikulum dilaksanakan? Pendapat: menurut saya pertanyaan-pertanyaan diatas adalah sebagai rumusan masalah yang dapat diajukan ketika akan melakukan sebuah perbaikan kurikulum. Pendekatan Dunia Kerja dan Tenaga Kerja 6.4 Kerangka Pemikiran Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: Perbaikan kurikulum merupakan bagian penting dalam pengembangan kurikulum. Masalah apa yang dihadapi dalam perbaikan kurikulum? 2. Faktor-Faktor Perbaikan Kurikulum 7.pendidikan. Kapan perbaikan kurikulum dilakukan? 6. namun adanya berbagai pengaruh dan tantangan. baik formal maupun informal.5 Perencanaan Perbaikan Kurikulum . 13. Masalah Relevansi Pendidikan 2.3 Tantangan-Tantangan yang Dihadapi Ide Pokok: 1. Masalah Sistem Penyampaian 4. maka perlu diajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1. Siapakah yang bertanggung jawab memperbaiki kurikulum? 5. sehingga mendorong dilakukannya upaya perubahan perbaiakan kurikulum. baik yang timbul di lingkungan sistem pendidikan maupun yang tumbuh dari luar pendidikan seara makro. Masalah Mutu Pendidikan 3. Jika kita meninjau masalah ini secara logis dan sistematis. 13.

Kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya hingga kita sampai pada evaluasi dan melakukan perbaikan kurikulum jika dirasa ada yang perlu diperbaiki. Perencanaan filsafat pendidikan dan menentukan prinsip-prinsip kepemimpinan 3.Ide Pokok: Ada tujuh langkah dalam kerangka kerja perbaikan kurikulum secara komprohensif.7 Kebutuhan Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: Dalam menentukan kebutuhan-kebutuhan perbaikan kurikulum perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: 1. Perbaikan kurikulum dilaksanakan pada skala yang lebih kecil 4. 13. 13. Perbaikan kurikulum adalah proses berkesinambungan 2. Perbaikan kurikulum merupakan suatu proses kerjasama 3. tentunya untuk melakukan sebuah perbaikan kita mulai dengan mempelajari kurikulum yang sudah ada. Menentukan masalah-masalah dalam pendidikan dan penentuan tujuan-tujuan pendidikan 4. Evaluasi program dan perubahan Pendapat: kurikulum yang akan diperbaiki harus dijalankan dengan langkah dalam kerangka kerja secara komprehensif atau secara terpadu. Rencana pelaksanaan perbaikan 7. Perlu dinilai apakah tujuan kurikulum telah dirumuskan secara jelas dan tujuan itu bertalian dengan tujuan sistem sekolah . Penilaian kurikulum yang ada 5. kurikulum juga bisa dimulai dari skala yang lebih kecil contohnya dari guru-guru. adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan program pendidikan 6. Dalam pekerjaan perbaikan kurikulum tidak berarti semua aspek harus dirubah Pendapat: menurut saya perbaikan kurikulum merupakan pekerjaan yang bersifat terus- menerus dan diperlukan kerjasama yang terlibat dalam kelompok yang aktif. Dalam perbaikan kurikulum tidak mesti semua aspek harus dirubah jika dirasa masih sesuai dan masih efektif dan efesien maka dipertahankan dan jika sudah tidak efektif maka perlu adanya perubahan. Memulai dengan kurikulum yang ada 2.6 Prinsip-Prinsip Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: 1.

seperti sekolah dan nonsekolah. Pendekatan sistem pendidikan Pendapat: pendekatan autorian atau direktif merupakan perbaikan kurikulum yang dilakukan sekaligus dan menyeluruh. Rencana Pelaksanaan (rencana ini lebih dirinci kepada pelaksanaan. pendekatan pengembangan staf atau in service merupakan titik tolak pendekatan ini adalah bahwa manusia dan pola kerjanya yang harus diubah untuk mengubah kurikulum. Data tertulis yang dapat diperoleh dari sumber-sumber lokal. yakni: data yang telah ada dan bahan-bahan tertulis. pendekatan studi kelompok atau dewan kurikulum karakteristik utama dari pendekatan ini adalah keterlibatan para staf organisasi profesional. . 13. 2.9 Prosedur Perencanaan Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: rencana perbaikan kurikulum berisika empat langkah: 1. Langkah berikutnya adalah menentukan kebutuhan-kebutuha yang tidak terpenuhi oleh program yang ada. Dalam rangka mengidentifikasikan kebutuhan siswa dan masyarakat. Pendekatan studi kelompok atau dewan kurikulum 3. untuk memperhitungkan komitmen yang diperlukan dan memperolehnya dari pembuatan keputusan serta pengalokasian sumber-sumber. riset dan studi yang dilakukan oleh staf administrasi dll 3. dan pemahaman turut mewarnai rencana ini. dapat digunakan banyak sumber dan berbagai prosedur. 13. Perencanaan awal (tujuan utanma perencanaan awal adalah: untuk memperoleh keputusan tentang pengajuan proyek. 4.8 Pendekatan Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: Beberapa jenis pendekatan untuk perbaikan kurikulum yang masing-masing berdasarkan pada tujuan tertentu dan masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahannya. 2. Pendapat: strategi perubahan kurikulum harus dimulai dari penentuan kebutuhan perbaikan itu sendiri dan kemudian menentukan pendekatan apa yang akan dipergunakan dalam strategi itu. Faktor- faktor: sumber. pendekatan itu adalah: 1. daerah. pengalaman. Pendekatan pengembangan staf atau in service 4. waktu. untuk memperoleh pembiayaan yang diperlukan. Pendekatan autorian atau direktif 2. dan regonal. dan data negara. terakhir pendekatan sistem pendidikan dalam hal ini banyak model-model yang digunakan.

maka staf sekolah terlibat secara langsung dalam perbaikan kurikulum sekolah.1 Pendahuluan Ide Pokok: pengembangan pendekatan sistem dilaksanakan oleh suatu tim sistem pendidikan. 13. kepemimpinan dan penguasaan- penguasaan individual) 4. Administrator perlu memberi bantuan ekstra. Memulai dan operasi (pada tahap permulaan diperlukan masa orientasi. Pendapat: artinya tiap anggota staf harus terus menerus mempelajari programnya dan senantiasa menyesuaikan dengan dan kebutuhan dan tuntunan para siswa 13. Evaluasi dan program perbaikan. Tiap anggota tim masing-masing memegang peranan tertentu. dalam bidang riset . rencana pelaksanaan. Minimal rencan ini berisikan: deskripsi proyek. Pendapat: dalam perencanaan perbaikan kurikulum kita menjalankan sesuai dengan langkah-langkah atau Prosedur secara berurutan dan saya setuju dengan ide pokok yang ada dalam buku karena sudah sesuai mulai dari perencanaan awal.11Siswa dan Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: Keterlibatan siswa dalam perbaikan kurikulum didasarkan pada asumsi bahwa para siswa memiliki kebebasan untuk meminta dan menerima kebebasan memilih dan berbuat. mulai dan operasi dan evaluasi. termasuk hak untuk menerima atau menolak pengajaran yang diberikan oleh sekolah. 3. filsafat dan tujuan proyek dan implementasi operasi. Pendapat: Peranan siswa terlibat dakam perbaikan kurikulum karena para siswa sangat mengharapkan hasil pengajaran yang bermakna bagi mereka dan sesuai dengan keinginan karena itulah siswa perlu memberikan kontribusinya dalam kegiatan perbaikan kurikulum BAB 14 SISTEM PERBAIKAN KURIKULUM 14.10 Staf Sekolah Sebagai Kunci Perbaikan Ide Pokok: perbaikan kurikulum sesungguhnya bersumber dari dalam kelas tersendiri.

4 Unsur Penunjang Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: Dalam perbaikan kurikulum diperlukan unsur penunjang perbaikan kurikulum. 14. Dalam hal ini dewan pendidikan berperan dalam membuat kebijakan sedangkan key administrator berperan selaku pelaksana keputusan yang dibuat Pendapat: dalam pembuatan keputusan seorang yang pelaksana harus memahami bagaiman prosedur atau langkah-langkah dalam mengambil keputusan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak sesuai karena menyangkut perbaikan kurikulum yang menyangkut bagaimana kerikulum kedepannya. Dalam hal ini ada empat model sistem pendekatan. mendesain program evaluasi dll. yaitu: model yang berdasarkan sekolah. Pendapat: menurut saya dalam ide pokok tersebut unsur yang diperlukan dalam hal material untuk perbaikan kurikulum berkaitan dengan perbaikan kurikulum dalam bidang keuangan diusahakan agar dapat diefiensi sebisa mungkin untuk menunjang perbaikan kurikulum yang ada. misalnya peranan riset dan evaluasi. pengembangan program. yakni keputusan tentang model sistem pendekatan yang mana yang akan dipergunakan oleh sebuah sekolah atau daerah mana dalam perbaikan kurikuklum. model yang berdasarkan evaluasi dan model yang berdasarkan kantor pusat Pendapat: Menurut saya dalam pelembagaan sistem pendidikan ini tergantung dengan model pendekatan apa yang akan digunakan dan kita tidak bisa hanya menggunakan satu model saja karena penggunaan model tersebut saling berkaitan. Ide Pokok: pelembagaan pendekatan sistem pendidikan bertitik tolak dari kunci keputusan. 14. .3 Pembuatan Keputusan dan Program Perbaikan Ide Pokok: Dalam perbaikan kurikulum diperlukan juga pembuatan keputusan dan program perbaikan secara sistematik. pemenuhan kebutuhan program. finansial anggaran komunikasi dan diseminasi. Unsur yang diperlukan disini adalah material untuk perbaikan kurikulum.dan evaluasi. Pendapat: dalam tiap-tiap peranan tersebut memegang fungsi. finansial untuk perbaikan kurikulum. 14. teknologi dan media personal dan ketenagaan.2 Pelembagaan Pendekatan Sistem Pendidikan. model yang berdasarkan pada budget.

kelayakan.5 Penialain Perbaikan Kurikulum Ide Pokok: Penilaian dalam perbaikan kurikulum meliputi unsur akuntabilitas dan evaluasi kurikulum itu sendiri meliputi evaluasi kebutuhan. Pendapat: menurut saya unsur akuntabilitas dalam penilaian perbaikan kurikulum harus ada dan dalam evaluasi kurikulum dilakukan secara menyeluruh dari kebutuhan. proses pelaksanaan kurikulum hingga output dari kurikulum tersebut. . layak atau tidak kurikulum untuk dilanjutkan. proses dan produk. hingga mengevaluasi input.14. input.