You are on page 1of 28

Masuk (/login

/)
Pencarian... Mencari
Pendaftaran (/register/)
(/)

ANALISIS PERBANDINGAN CLUSTERING-BASED, DISTANCE-BASED DAN
DENSITY-BASED DALAM MENDETEKSI OUTLIER

Perlengkapan musim hujan
Payung, Jas Hujan, Jaket, Sweater dan lainnya Buka elevenia.co.id

dokumen-dokumen yang mirip

III. METODE PENELITIAN.
Penelitian ini dilakukan di
MTs Negeri 2 Bandar
III. METODE PENELITIAN
A. Populas dan Sampel
Peneltan n dlakukan d
MTs Neger Bandar
Lampung dengan
populas sswa kelas VII yang terdr dar
0 kelas yatu kelas unggulan,
unggulan, dan kelas A sampa dengan

Lebih terperinci (/30905404-
Iii-metode-penelitian-
penelitian-ini-dilakukan-di-mts-
negeri-2-bandar-lampung-
dengan-populasi-siswa.html)

PEMBUATAN GRAFIK
PENGENDALI
BERDASARKAN ANALISIS
PEMBUATAN GRAFIK
PENGENDALI
SHARE HTML DOWNLOAD BERDASARKAN
ANALISIS KOMPONEN
UTAMA (PRINCIPAL
COMPONENT ANALYSIS) Wrayant ),
0Share Ad Setawan ), Bambang Susanto ) )
Mahasswa Program Stud Matematka
FSM UKSW Jl. Dponegoro 5-6 Salatga,

Lebih terperinci (/30728911-
Pembuatan-grafik-pengendali-
berdasarkan-analisis-
komponen-utama-principal-
component-analysis.html)

Glenna Indradjaja (/user/40400484/) 16 hari lalu Tontonan: 1

Transkripsi III. METODE PENELITIAN.
Penelitian ini merupakan
1 ANALISIS PERBANDINGAN CLUSTERING-BASED, DISTANCE-BASED DAN DENSITY-BASED
DALAM MENDETEKSI OUTLIER Dedy Handryad 1, M.Arf Bjaksana, Ir.MTech 1, Erwn Bud Setawan, studi eksperimen
MT 2 1 Jurusan Teknk Informatka, Fakultas Teknk Informatka, IT Telkom Bandung 2 Jurusan Ilmu
4 III. METODE
Komunkas, Fakultas Sans, IT Telkom Bandung E-mal: ABSTRAK Data Mnng adalah proses
PENELITIAN A. Populas
pencaran pola-pola dan kecenderungan yang menark dar dalam bass data berukuran besar.
Peneltan Peneltan n
Sebuah outler ddefnskan sebaga sebuah ttk data pada suatu data set dmana sangat berbeda
merupakan stud
dbandngkan dengan ttk data pada data set pada umumnya dengan suatu ukuran tertentu.
ekspermen dengan
Outler n walaupun mempunya kelakuan yang abnormal, serngkal mengandung nformas yang
populas peneltan yatu seluruh sswa
sangat berguna. Permasalahan deteks outler n mempunya peran yang sangat pentng pada
kelas VIII C SMP Neger Bukt
aplkas deteks kecurangan, analss kekuatan jarngan dan deteks ntrus. Pencaran outler basanya
Kemunng pada semester genap
dengan konsep keterdekatan berdasarkan hubungannya dengan ssa data yang ada. Pada data
tahun pelajaran 01/013
berdmens tngg, kepadatan data akan semakn berkurang, akbatnya dugaan akan keterdekatan
antar data menjad gagal.pada makalah n akan dlakukan perbandngan metode dalam pencaran
suatu outler dalam data berdmens tngg. Metode yang akan dbandngkan yatu: Clusterng-based, Dstancebased, dan Densty-based. Lebih terperinci (/32386565-
Dmana masng-masng metode telah mendukung data berdmens tngg. Kata Kunc : data mnng, outler, deteks outler, metode deteks Iii-metode-penelitian-
outler. 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa n ledakan data hampr terjad d setap penjuru duna bak ndustr, nstans dan penelitian-ini-merupakan-studi-
nternet. Dengan konds sepert n terdapat banyak tuntutan untuk menemukan nformas berguna yang tenggelam dalam tumpukan eksperimen-dengan-populasi-
data dar berbaga sumber. Data dengan jumlah yang begtu besar n akan sangat menyultkan apabla kta ngn menganalsa apakah penelitian-yaitu.html)
terdapat suatu kesalahan dalam data tersebut. Data yang mempunya sfat dan karakterstk yang berbeda dar data data pada
umumnya dan mempunya kemunculan kejadan relatf sedkt dkatakan sebaga outler. Sebuah outler dapat ddefnskan sebaga sebuah
ttk data pada suatu database dmana sangat berbeda dbandngkan dengan ttk data pada database pada umumnya dengan suatu
ukuran tertentu. Ttk n serngkal mempunya nformas yang sangat berguna yang ddefnskan data pada kelakuan sstem yang
IMAGE CLUSTER
abnormal. Teknk deteks outler dgunakan pada aplkas kecurangan kartu kredt, network ntruson detecton, aplkas keuangan dan lan BERDASARKAN WARNA
lan. Banyak metode data mnng dalam pencaran outler sepert clusterng yang mendefnskan sebuah outler tdak terdapat dalam
cluster tersebut, dengan kata lan, clusterng secara mplst mendefnskan outler sebaga nose dar suatu cluster tertentu. Teknk lannya
UNTUK IDENTIFIKASI
mendefnskan outler sebaga ttk dmana bukan dar bagan cluster maupun nose cluster tersebut, akan tetap ttk tertentu yang IMAGE CLUSTER
berkelakuan sangat berbeda dengan keadaan yang normal. Metode statstk dengan medefnskan sebuah outler berada dluar BERDASARKAN WARNA
sekumpulan data yang ada. Metode dstance-based mendefnskan sebuah outler berada jauh dar pusat data. Metode densty-based UNTUK IDENTIFIKASI
mendefnskan sebuah outler merupakan sekumpulan ttk data dengan kepadatan yang sangat rendah. Permasalahan yang sekarang KEMATANGAN BUAH
n adalah data yang memlk dmens yang tngg. Dengan bertambahnya dmens, data akan menjad jarang dan mengndkaskan bahwa TOMAT DENGAN
tap ttk akan mendekat sebuah outler. Dengan kata lan, untuk data yang memlk dmens yang tngg, perkraan untuk menemukan METODE VALLEY TRACING M. Helmy
outler akan menjad rumt. Banyak metode yang dgunakan untuk mencar outler akan tetap jka dgabungkan dengan data yang memlk Noor 1, Moh. Harad 2 Program
dmens yang tngg, maka hanya ada beberapa metode yang dapat dgunakan yatu Clusterng-based, Dstance-based, dan Densty- Pasasarjana, Jurusan Teknk Elektro,
based. 1.2 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah datas, maka tujuan yang ngn dcapa dalam peneltan n adalah: 1. Mempelajar Program Stud Jarngan Cerdas
metode Clusterng-based, Dstancebased dan Densty-based dalam mendeteks outler. 2. Membangun perangkat lunak deteks outler
dengan menerapkan metode Clusterng-based, Dstance-based dan Densty-based. 3. Melakukan pengujan presentase ketepatan
metode pencaran outler pada beberapa dataset yang telah dketahu nla kebenaran akan data anomalnya maupun yang tdak
Lebih terperinci (/350825-
dketahu secara benar data yang termasuk data anomal. Dataset yang akan dujkan mempunya dmens bak rendah maupun tngg. 2. Image-cluster-berdasarkan-
DASAR TEORI 2.1 Deteks Outler Sebuah sumber data atau dataset pada umumnya mempunya nla-nla pada setap obyek yang tdak warna-untuk-identifikasi-
terlalu berbeda jauh dengan obyek lan. Akan tetap terkadang pada data tersebut juga dtemukan obyek- F-101 kematangan-buah-tomat-
dengan-metode-valley-
2 obyek yang mempunya nla atau sfat atau karakterstk yang berbeda dbandngkan dengan obyek pada umumnya. Deteks ouler tracing.html)
adalah suatu teknk untuk mencar obyek dmana obyek tersebut mempunya perlaku yang berbeda dbandngkan obyek-obyek pada
umumnya. Teknk data mnng dapat dgunakan untuk mendeteks adanya suatu outler pada sebuah dataset. Teknk data mnng yang
dganakan adalah Clusterng-based, Dstance-based dan Densty-based Metode Clusterng-based Clusterng merupakan salah satu
teknk analss dalam Data Mnng dmana clusterng melakukan pengelompokan data berdasarkan kesamaan karakterstk data. Dengan
kesamaan karakterstk pada sebuah kelompok n dapat dambl suatu nformas yang mempunya art dan berguna Fungs Jarak
Perhtungan jarak antara dua obyek data dlakukan dengan menggunakan fungs Eucldan dmana fungs n dapat dgunakan pada
dmens yang tngg. 1 ( Z, Z ) = [ Z ] dstance 1 2 = = 1 Z Z (1) Analss cluster Penentuan bahwa suatu cluster merupakan cluster outler,
CLAD menggunakan 2 attrbut pada cluster yang telah terbentuk yatu dstance dan densty dar cluster lan. Dkarenakan setap cluster
memlk lebar cluster yang tetap maka kepadatan (densty) dar setap cluster dhtung berdasarkan jumlah obyek yang termasuk dalam
cluster tersebut. Jarak (dstance) antar cluster dhtung dengan menggunakan average ntercluster dstance (ICD). j ICD = = C dstance( c,
c j ) ( C 1) (2) j= 1, j Gambar 1 Ilustras clusterng Algortma CLAD Pada CLAD terdapat dua fase utama yatu pembuatan cluster dan
meng-assgn obyek obyek data pada data set. Secara sederhana dapat ddeskrpskan sebaga berkut: 1) nsalsas cluster_outer = 0 2)
//fase_1 3) untuk setap cluster_outler htung jarak centrod cluster dengan setap obyek data 4) jka jarak obyek data dengan centrod
cluster kurang dar lebar_cluster masukkan obyek ke dalam cluster 5) jka jarak obyek data lebh dengan centrod lebh dar
lebar_cluster dan obyek data belum menjad anggota cluster_outler lan maka buat cluster_outler baru dengan obyek data sebaga
centrod 6) //fase_2 7) untuk setap cluster_outler htung jarak centrod cluster dengan setap obyek data 8) jka jarak centrod

BAB 1 PENDAHULUAN.
cluster_outler dengan obyek data kurang dar lebar cluster dan obyek data belum menjad anggota cluster_outler maka masukkan
obyek data ke dalam cluster_outler Lebar cluster Lebar cluster ddeskrpskan sebaga jangkauan antara centrod cluster_outler dengan
obyek data. Perhtungan parameter lebar cluster_dlakukan dengan mengambl sampel data dar data set kemudan dhtung jarak rata- 1.1 Latar Belakang
(/34502758-Bab-1-
rata. Standar devas yang dgunakan adalah medan absolute devaton (MAD) dkarenakan persebaran jumlah anggota cluster yang
tdak merata. ({ p medan( P) p P} ) MAD( P) = medan : (3) Dengan menggunakan fungs ICD dan MAD dapat dketahu apakah suatu
cluster dkatakan sebaga cluster outler. Cluster dengan label sparse dkatakan sebaga local outler, sedangkan cluster dengan label BAB PEDAHULUA. Latar
dstant dkatakan sebaga global outler. Sebuah cluster dkatakan sebaga cluster outler apabla cluster tersebut dstant dan sparse yang Belakang Rsko
merupakan gabungan dar local outler dan global outler. { c C ICD > AVG( ICD) SD( ICD) } C dstant = + (4) C sparse = { c C Count > AVG( ddentfkaskan dengan
Count) MAD( Count) } (5) C demse = { c C Count > AVG( Count) + MAD( Count) } (6) Sebuah cluster dakatakan sebaga cluster_outler ketdakpastan. Dalam
jka memlk status dstant dan sparse Metode Dstance-based Sebuah metode pencaran outler yang populer dengan menghtung jarak mengambl keputusan
pada obyek tetangga terdekat (nearest neghbor). Dalam pendekatan n, satu obyek melhat obyek-obyek local neghborhood yang nvestas para nvestor mengharapkan
dedefnskan dengan k-nearest neghbor. Jka ketertetanggaan antar obyek relatf dekat maka dkatakan obyek tersebut normal, akan hasl yang maksmal dengan rsko
tetap jka ketertetanggaan antar obyek relatf sangat jauh maka dkatakan obyek tersebut tdak normal. F-102 tertentu atau hasl tertentu dengan
rsko yang
3 Algortma Bay s Algortma Bay s mencar outler dengan menghtung jarak antar obyek data pada dataset. Pencaran n dlakukan
dengan membandngkan jarak yang telah dhtung dengan jarak pada k tetangga terdekat (k-nearest neghbor), kemudan dplh untuk
Lebih terperinci (/34502758-
menjad tetangga terdekat menggantkan tetangga terdekat yang terjauh Analss obyek data Obyek data dkatakan sebaga outler
Bab-1-pendahuluan-1-1-latar-
apabla obyek tersebut memlk obyek tetangga yang sangat sedkt pada jarak tertentu dan memlk jarak yang jauh dbandngkan
dengan jarak rata-rata obyek-obyek data tetangga terdekat. Gambar 3 Analsa obyek data pada metode Denstybased Pengaruh nla belakang.html)
parameter MnPts Algortma densty-based hanya membutuhkan satu parameter yatu MnPts, jumlah tetanga terdekat untuk
menghtung ketertetanggaan lokal Gambar 2 Analsa obyek data pada metode Dstance-based Metode Dstance-based Metode densty-
based tdak secara eksplst mengklasfkaskan sebuah obyek adalah outler atau bukan, akan tetap lebh kepada pemberan nla kepada
obyek sebaga derajat kekuatan obyek tersebut dapat dkategorkan sebaga outler. Ukuran derajat kekuatan n adalah local outler
factor (LOF). Pendekatan untuk pencaran outler n hanya membutuhkan satu parameter yatu MnPts, dmana MnPts adalah jumlah

Gambar 6 Model Dstrbus Data Nla Mahasswa UTS dan UAS Data set sntets terdr atas 2 dmens yatu koordnat sumbu X dan Y serta memlk 55 bars data. Karena nla MnPts dapat berubah secara fluktuatf. PENGUJIAN Pengujan dlakukan untuk melhat apakah sstem yang dbuat sudah BAB III METODOLOGI memenuh tujuan yang dharapkan atau belum. Department of Computer Scence and Engneerng The Oho State Unversty Papadmtrou.1. Mark Schwabacher. Metode Dstance-based memlk kekurangan dalam waktu proses deteks dan hasl deteks yang kurang akurat dbandngkan dengan metode Densty-based. Department of Computer Scences Florda Insttute of Technology Melbourne. Identfyng dalam suatu organsas dapat Outlers va Clusterng for Anomaly Detecton. 2.tetangga terdekat yang dgunakan untuk mendefnskan local neghborhood suatu obyek. Raymod T. Banyak organsas S.html) Jorg Sander. Padhrac. 3. 2003. 2006. Metode Clusterng-based menunjukkan waktu deteks yang sangat cepat akan tetap memlk akuras yang kurang tngg. Park. Data yang memlk aplkas dan pelathan data_sntets_persebaran_1 5. 2001. Kumar. Untuk banyaknya jumlah data yang harus dproses untuk menemukan nformas. 3.. Very Large Data Bases. Data data_nlamahasswa_datamnng_full 4. Parthasarathy. Data data_bay 7. Dstance-based JUDUL: (/30197008- Proposal-skripsi- dan Densty-based 1. Gambar 4 Pengaruh MnPts Gambar datas Analsa Numerk Bahan menunjukkan obyek obyek data ddstrbuskan dengan menggunakan dstrbus Gaussan. A. Tabel 1 Perbandngan pengujan jumlah data terhadap waktu eksekus Record Clusterng Densty Dstance Dar data tabel pengujan datas dapat dbuat grafk sepert berkut: waktu_eksekus (detk) Jumlah_data VS Waktu Jumlah_data Clusterng-based Densty-based Dstance-based Gambar 8 Grafk perbandngan penngkatan jumlah data terhadap waktu eksekus C. Metode Densty-based memlk akuras yang lebh tngg dbandngkan dengan kedua PROPOSAL SKRIPSI metode lannya. Untuk pengujan pengaruh dmens data set. Acuña. Pengujan n bertujuan untuk mengetahu Lebih terperinci (/34378207- skalabltas perangkat lunak terhadap bertambahnya ukuran data set. Markus M. c. Srnvasan. Data data_nlamahasswa_datamnng_uts_uas 3. Mchael. Smyth. metode Densty-based memlk akuras yang lebh tngg contoh.2 Dstance-based DAD level DAD level 1 Gambar 5 Pengaruh penambahan jumlah dmens Tpe data Bab-2-akar-akar- Terdapat beberapa tpe data pada dmens sebuah data. Cluster Analyss clusterfnal 2. Berbeda dengan metode Clusterng-based. Hard. Pearson Educaton Inc. I. Reduks dmens merupakan satu hal yang sangat menark untuk dtelt lebh lanjut.2 Skenaro Pengujan Ddalam melakukan pembuatan tugas akhr pengujan n mempunya tujuan yatu berapa bak tngkat ketepatan sstem dalam mempredks suatu data outler dan bukan outler. Amol. England: MIT Press. Prncples of Data Mnng. Raymond T. Nla MnPtsLB dan MnPtsUB dsarankan bernla 10 dan 20. 1994. 3. 2001. Data data_nlamahasswa_datamnng_full 4. 300. T. An Emprcal Comparson of Outler Detecton Algorthms.html) dbandngkan dengan metode Clusterng-based dan Dstance-based. Chrstos. 6. Masng masng metode mempunya kelebhan kn makn berperan dan kekurangan dkarenakan dar perbedaan sudut pandang dalam mendeteks obyek outler. Elo. Akhrnya semua obyek dalam dataset dhtung nla Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN LOFnya Algortma LOF (Local Outler Factor) Secara sederhana algortma LOF dapat ddeskrpskan sebaga berkut: 1) menghtung jumlah tetangga terdekat 2) menghtung kepadatan lokal dar setap obyek 3) menghtung LOF untuk setap obyek data 4) me-mantan obyek- obyek data dengan nla LOF yang tngg Analss obyek data Obyek data akan danggap memlk nla outler yang tngg jka pada jarak k (/31506989-Bab-2-akar- tetangga terdekat memlk kepadatan yang sangat kecl. Pengujan n dlakukan dengan menggunakan data sntets. 5.. Semakn banyak obyek obyek tetangga dalam jarak k-tetangga terdekat. akan dgunakan Bab-iii-metodologi- data set berukuran sama dengan penngkatan dmens dar 1. Ghotng. Tan. mnmum. suatu organsas. Untuk setap nla MnPts berksar antara 2 Matrkulas Bab AKAR- sampa 50. LOCI: Fast Outler Detecton Usng the Local Correlaton Integral. London. Faloutsos. Data data_telpon Sebagan data datas terlebh PENELITIAN Dalam dahulu dolah sehngga selurunya bertpe numerk dan dapat dgunakan dalam sstem. dan data rl penggunaan telepon pada PT.. MnPts dasumskan sebaga jangkauan dar nla MnPtsLB dan MnPtsUB. Pada metode Clusterng-based n salah satu hal yang sult PROPOSAL SKRIPSI dtentukan adalah obyek outler yang dhaslkan dalam suatu klaster. In ACM SIGMOD Internatona Conference on Management of Data. 4. persamaannya dapat suatu dataset dkatakan berdmens tngg jka data set tersebut memlk attrbut F-103 Lebih terperinci (/31506989- 4 yang banyak (mnmal 4).. Parallel Algorthms for dstance-based Lebih terperinci (/30197008- and densty-based outlers. Mannla. Academc Press. Metode Clusterng-based akan mengembalkan klaster klaster yang danggap sebaga outler dengan memlk dua status pada klasternya yatu dstant dan sparse. 2001. Langkah-langkah yang akan data dalam data set.3 Densty-based DAD level 0 3. Ktagawa. Yu. Knorr. Cambrdge Massachusetts. CURE: An effcent clusterng algorthm for large databases. rendah yang dharapkan memlk kemrpan akuras pada data set berdmens tngg. Unversty of Puerto Rco Mathematcs Department. Outler detecton for hgh dmensonal data. Pengaruh Jumlah Data Terhadap Waktu Eksekus Pada pengujan yang bertujuan untuk mengetahu pengaruh jumlah data terhadap proses eksekus dalam mencar outler dgunakan dataset dengan jumlah dmens tetap yatu 12 dmens dan jumlah data 100.1 Arstektur berbeda dantara masng-masng data set. Adapun skenaro dar pengujan terhadap dataset dapat djelaskan sebaga berkut : a. LOADED: Lnk-based Outler and Anomaly Detecton n Evolvng Data CONTOH (/30218708- Sets. Lozano. 400 dan 500. Ghotng. Phllp Bab-vb-perseptron- B. Edwn M. Data preprosesng dalam deteks outler merupakan hal yang JUDUL: 1. Davd. Parthasarathy. Hans-Peter Kregel. In ACM SIGMOD Internaton Conference on perseptron dtemukan Management of Data. Matthew Erc. Pang-Nng. Phlp. C. H. b. Stencbach. sampa dengan Hasl Pengujan (Terlampr) 5. 2. obyek n memlk nla LOF mendekat 1 dan tdak seharusnya dber label sebaga outler.1 Data Set Yang Dgunakan Dalam pengujan n dgunakan 2 data set yang bertpe numerk yatu: 1. Introducton to Data Mnng. 3. MaxWdth 3. Algorthms for mnng dstance- menyadar bahwa unsur manusa based outlers n large datasets. Matthew Erc. Edgar. Latar pentng untuk dperhatkan karena data yang akan dhaslkan dalam deteks outler n khususnya pada kasus data berdmens sangat Belakang Masalah SDM tngg. Department of Computer Scence and Engneerng The Oho State Unversty F-105 BAB VB PERSEPTRON & 6 Otey. nameoftable nameoftable Change Table DataPont datapontvalue outlerclusterdata datapontvalue 1.html) operas data. In ACM SIGMOD 2003 Sudpto Guha. Gambar 7 Lebih terperinci (/30218708- Model Dstrbus Data sntets Hasl pengujan yang dperoleh setelah melakukan pengujan pada semua data set yang terseda adalah Bab-vb-perseptron- bahwa secara umum pada pemodelan berbaga dstrbus data secara umum. B. ANALISIS DAN PERANCANGAN 3. F-106 oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert 7 LAMPIRAN Hasl Pengujan A. Data set pengujan memlk model dstrbus yang 5B. In Proc. Sebuah dataset terdr dar beberapa dmens data. Bay. akan dgunakan data set dengan jumlah dmens yang sama dengan penngkatan jumlah data. Muhammad. Masng-masng dmens data mempunya tpe data mencar akar-akar dar suatu yang berbeda antara satu dmens dengan yang lan Jumlah data Dalam data mnng permasalahan yang serng muncul adalah persamaan yang kontnu. Hroyuk. VLDB. 2. Data data_nlamahasswa_datamnng_uts_uas 3. KESIMPULAN DAN penelitian. M. 2. n. Pengujan n bertujuan untuk mengetau performans perangkat lunak terhadap model persebaran obyek-obyek ajukan. Pada pengujan untuk serta lteratur lan yang berhubungan mengetahu keakuratan perangkat lunak dalam mendeteks outler. Penngkatan jumlah data akan berpengaruh terhadap persamaan polnomal derajat. Hekke. P. Srnvasan. Data set n terdr atas 2 dmens yatu nla UTS dan UAS serta memlk 44 bars data. Australa: Prentce Hall. SIGMOD. Han.html) SARAN 5. memberkan keunggulan Kamber. Ng.1 Kesmpulan Sehubungan dengan hasl peneltan 1. metode Dstance-based dan Densty- based member nla derajat ke-outler-an pada setap obyek data. sumber daya dan waktu untuk melakukan pemrosesan Dmens data Suatu dataset dapat memlk satu atau lebh attrbut atau dmens.5 standar devas dar LOF hanya stabl saat MnPts mula dar nla 10 sampa nla kurang dar Data Sebuah dataset merupakan beberapa metode untuk sekumpulan dar obyekobyek data. Dengan menggabungkan beberapa besar bag kesuksesan metode dharapakan salng menutup kekurangan metode dengan kelebhan metode yang lan. Data Mnng: Concepts and Technques. Spros.. Ng. Pada pengujan berbaga dstrbus obyek data dapat dsmpulkan bahwa metode Densty- based secara umum dapat bekerja dengan bak dalam mencar outler Sehubungan dengan metode Clusterngbased. J. 3. data-data rl nla mahasswa STT TELKOM. Amol. Model n merupakan model data_nlamahasswa_uts_uas 2.2 Saran 1.1 Clusterng-based DAD level DAD level DAD level 1 User 4. maksmum dan rata rata nla LOF. Vpn. DAFTAR PUSTAKA Aggarwal. Conf. Kyuseok Shm. C. Gbbons. USA: Morgan Kaufmann. Mnng BAB VB PERSEPTRON & Dstance. Breung. 200.Based Outlers n Near Lnear Tme wth Randomzaton and a Smple Prunng Rule. Stephen D. Data data_sntets_persebaran_2 6. maka dgunakan jangkauan AKAR PERSAMAAN Pada dar MnPts yatu MnPtsLB dan MnPtsUB untuk mendefnskan jangkauan terendah dan jangkauan tertngg dar MnPts. Pengaruh Jumlah Dmens Terhadap Waktu Eksekus Pada . Data (1969). Pada pengujan untuk mengetahu pengaruh bertambahnya jumlah data terhadap waktu proses deteks. Tpe data n menentukan bagamana harus memperlakukan data pada suatu persamaan. 4. 2000 Otey. Introducton to Systems Analyss and Desgn. Hawryszkewycz. Data data_nlamahasswa_uts_uas 2. Data data_bay Pada pengujan n menggunakan data set berdmens yang lebh bak pada era tersebut. TELKOM DIVRE II Datel Bogor. LOF : Identfyng Densty-Based Local outlers. Rajeev CONTOH Model JST Rastog. F-104 PENELITIAN (/34378207- Bab-iii-metodologi- 5 4. 24th Int. K. Akuras Pengujan dlakukan sebanyak 6 kal pengujan dengan menggunakan data set: 1. akan dgunakan data set sntets dan non sntets yang telah dketahu dengan pokok masalah yang penuls obyek outler-nya. Dengan melhat kulah n akan dpelajar gambar 2. Data data_sntets_persebaran_2 6. penulsan mendapat Pengujan n dlakukan dengan mengubah dstrbus data sehngga dharapkan ddapatkan presentase ketepatan sstem dalam referens dar pustaka mendeteks outler. data bay. Proposal-skripsi-judul. Data BAB III METODOLOGI data_sntets_persebaran_1 5. Clusterng maxwdthvalue 4. Berkut adalah contoh data set: Data set nla mahasswa data set n mendeskrpskan nla UTS dan UAS mahasswa.

bahan bakar. pengujan jumlah dmens terhadap waktu eksekus deteks outler Dmens clusterng densty Dstance F-107 8 Tabel 2 Perbandngan pengujan jumlah dmens terhadap waktu eksekus deteks outler (lanjutan) Dar data tabel pengujan datas ekonomis. optimasi. Mahasswa mampu memaham berbaga pengukuran untuk mencar nla ukuran penyebaran .V: UKURAN PENYEBARAN (/29555423-Minggu-ke-v- MINGGU KE. Lebih terperinci (/35558597- Bab-iv-hasil-penelitian-dan- pembahasan. Trp Attracton j Generator Attractor - Setap tempat mempunya fktor untuk membangktkan dan menark pergerakan . Mahasswa mampu memaham apa yang dmaksud dengan ukuran penyebaran.html) MINGGU KE.V: UKURAN PENYEBARAN Tujuan Instruksonal Umum :.pengujan yang bertujuan untuk mengetahu pengaruh jumlah data terhadap proses eksekus dalam mencar outler dgunakan data set dengan jumlah data tetap yatu 200 bars data dan jumlah dmens yang bertambah dar 1 sampa dengan 12.html) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (/35558597-Bab-iv-hasil- BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.1 PENDAHULUAN Trp Generaton td : 1. pembangkitan dapat dbuat grafk sepert berkut: Jumlah_dmens VS Waktu_eksekus 35 waktu_eksekus (detk) jumlah_dmens Clusterng-based Densty- Makalah Semnar Tugas based Dstance-based Gambar 9 Grafk perbandngan penngkatan jumlah dmens terhadap waktu eksekus deteks outler F-108 Akhr MENGOPTIMALKAN PEMBAGIAN BEBAN PADA UNIT PEMBANGKIT PLTGU TAMBAK LOROK DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER Oleh : Marno Sswanto.html) BAB IV TRIP GENERATION (/32526090-Bab-iv-trip- BAB IV TRIP GENERATION 4. LF 303 514 Abstrak Pertumbuhan ndustr pada suatu Lebih terperinci (/32162778- Kata-kunci-daya-bahan-bakar- optimasi-ekonomis- pembangkitan-yang-maksimal- dengan-biaya-pengoperasian- unit-pembangkit-yang- minimal. Tarkan Lebih terperinci (/32526090- Bab-iv-trip-generation. Trp Producton 2. Tabel 2 Perbandngan Kata kunci : daya.Bangktan. penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan.

Teori Galton berkembang menjadi BAB LANDASAN TEORI. 1. Pendahuluan (/31982754-Rangkaian- . Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak.html) BAB 2 LANDASAN TEORI.html) PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode PRAKTIKUM 6 Penyelesaan Persamaan Non Lner Metode Newton Raphson Dengan Modfkas Tabel Tujuan : Mempelajar metode Newton Raphson dengan modfkas tabel untuk penyelesaan persamaan non lner Dasar Teor : Permasalahan Lebih terperinci (/34193843- Praktikum-6-penyelesaian- persamaan-non-linier-metode- newton-raphson-dengan- modifikasi-tabel. Pada Gambar resstor Lebih terperinci (/31982754- Rangkaian-seri-1- pendahuluan. Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. pembangunan dalam sektor energi wajib BAB I PENDAHULUAN 1. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama.html) BAB I PENDAHULUAN. Teor Galton Lebih terperinci (/32209540- Bab-2-landasan-teori-teori- galton-berkembang-menjadi- analisis-regresi-yang-dapat- digunakan-sebagai-alat. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton.1.Latar Belakang Energ sangat berperan pentng bag masyarakat dalam menjalan kehdupan seharhar dan sangat . Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan.html) RANGKAIAN SERI. Lebih terperinci (/29555423- Minggu-ke-v-ukuran- penyebaran. b.

3) Komputersas Akuntans AMIK Raharja Informatka Lebih terperinci (/35024128- Analisis-kemiripan-pola-citra- digital-menggunakan-metode- euclidean. Desember 2010 PROSEDUR MENGGUNAKAN STRATIFIED RANDOM SAMPLING METHOD DALAM MENGESTIMASI PARAMETER POPULASI Des Rahmatna. SPd.berperan dalam proses pembangunan. Helm Iskandar5) 1). No 1.html) ANALISIS KEMIRIPAN POLA CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN AALISIS KEMIRIPA POLA CITRA DIGITAL MEGGUAKA METODE EUCLIDEA Eus St ur Asyah1).html) BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL Analss sumbangan sektor-sektor ekonom d Bal terhadap pembangunan ekonom nasonal bertujuan untuk mengetahu bagamana pertumbuhan dan Lebih terperinci (/35273854- Boks-a-sumbangan-sektor- sektor-ekonomi-bali-terhadap- ekonomi-nasional. 2 ). Abdul Hayat2). Shnta Yulnda Prasetya4). Oleh sebab tu penngkatan serta pembangunan Lebih terperinci (/31810428- Bab-i-pendahuluan- pembangunan-dalam-sektor- energi-wajib-dilaksanakan- secara-sebaik-baiknya- jika. MSc (Unverstas Martm Raja Al Haj) ABSTRAKSI Peneltan n dmaksudkan Lebih terperinci (/29922254- Prosedur-menggunakan- stratified-random-sampling- method-dalam-mengestimasi- parameter-populasi.html) PROSEDUR MENGGUNAKAN STRATIFIED RANDOM JEMI. Vol 1. Puspa Wdant3).html) .

Snar Terang Abad ) Bagus Suryo Ad Utomo 1203 109 001 Dosen Pembmbng: Drs. Adapun yang menjadi objek BAB III METODE PENELITIAN 3.S Jurusan Matematka Lebih terperinci (/33282313- Aplikasi-fuzzy-linear- programming-untuk- mengoptimalkan-produksi- lampu-studi-kasus-di-pt-sinar- terang-abadi. DESIL DAN PERSENTIL 1.1. KWARTIL Kwartl merupakan nla yang membag frekuens dstrbus data menjad empat kelompok yang sama besar.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3. Metode B (mengajak dskus langsung dengan sswa).APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI LAMPU (Stud Kasus d PT.html) KWARTIL.1 Tempat Peneltan Adapun yang menjad objek peneltan adalah sswa MAN Model Gorontalo. Lebih terperinci (/35364622- Bab-iii-metode-penelitian- adapun-yang-menjadi-objek- penelitian-adalah-siswa-man- model-gorontalo. M. Dengan kata lan kwartl merupakan nla yang membag tap-tap 25% frekuens Lebih terperinci (/34247124- Kwartil-desil-dan- persentil. Metode C (ceramah . I Gst Ngr Ra Usadha. yatu Metode A (ceramah d kelas).html) SOLUSI TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA II (/34543632-Solusi-tugas- SOLUSI TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA II SOAL : Suatu Peneltan dlakukan untuk menelaah empat metode pengajaran.html) BAB III METODE PENELITIAN. DESIL DAN PERSENTIL (/34247124- Kwartil-desil-dan- KWARTIL. Penetapan lokas n ddasarkan pada beberapa pertmbangan yakn.

hal ini dilakukan untuk BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. 2) Mengetahu apa yang dmaksud dengan Medan.html) III. sstem. Pola Kecenderungan Penempatan Kunci LAPORAN PENELITIAN Pola Kecenderungan Penempatan Kunc Jawaban Pada Soal Tpe-D Melengkap Berganda Oleh: Drs. METODE PENELITIAN.html) LAPORAN PENELITIAN. proses. hal n . Penggunaan metode ekspermen n bertujuan untuk mengetahu apakah suatu metode. Pramono Sd Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam Me 1990 RINGKASAN Populas yang dambl Lebih terperinci (/32642958- Laporan-penelitian-pola- kecenderungan-penempatan- kunci-jawaban-pada-soal-tipe- d-melengkapi-berganda-oleh- drs-pramono-sidi. 3) Mengetahu cara mencar Nla rata-rata (Mean). alat.html) PERTEMUAN I PENGENALAN STATISTIKA TUJUAN PERTEMUAN I PENGENALAN STATISTIKA TUJUAN PRAKTIKUM 1) Membuat dstrbus frekuens. prosedur. TEORI PENUNJANG Lebih terperinci (/31006973- Pertemuan-i-pengenalan- statistika-tujuan- praktikum. Metode Peneltan Metode dalam peneltan n adalah metode ekspermen. Metode dalam penelitian ini adalah metode III. penelitian.html) BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Lebih terperinci (/34543632- Solusi-tugas-mata-kuliah- statistika-ii. bahan Lebih terperinci (/32743286- Iii-metode-penelitian-metode- dalam-penelitian-ini-adalah- metode-eksperimen- penggunaan-metode- eksperimen-ini. Metode Peneltan Metode peneltan harus dsesuakan dengan masalah dan tujuan peneltan. METODE PENELITIAN A. Modus dan Mean.

Ed.Pd. S. M.html) SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 0 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD BAB V STATISTIKA Dra. Dra.html) Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analisis Rangkaian Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analss Rangkaan RLC Rka Favora Gusa JurusanTeknk Elektro. Pattabundu. M. Drs. Lebih terperinci (/32677737- Bab-iii-prosedur-penelitian- penelitian-hal-ini-dilakukan- untuk-kepentingan-perolehan- dan-analisis-data.Pd.html) III PEMBAHASAN. Mengena pengertan metode peneltan. merupakan cash flow pada periode i. Wdya Lebih terperinci (/29555916- Sumber-belajar-penunjang- plpg-2016-mata-pelajaran- paket-keahlian-guru-kelas- sd.Unverstas Bangka Beltung rka_favora@yahoo. dapat dgunakan beberapa metode d antaranya dscounted cash flow (DF). Pada bab n akan dbahas mengena penyelesaan masalah ops real menggunakan pohon keputusan bnomal. Latr S..Rosdah Salam.Dr. Prof. M.Pd.Hum.H.Fakultas Teknk. Nurfazah.html) .dlakukan untuk kepentngan perolehan dan analss data. Dalam menentukan penlaan proyek.com ABSTRACT The exstence of nductor and capactor Lebih terperinci (/33214903- Penerapan-metode-runge- kutta-orde-4-dalam-analisis- rangkaian-rlc.Hj. M. dan C. DF Lebih terperinci (/30246135- Iii-pembahasan-merupakan- cash-flow-pada-periode-i-dan-c- berturut-turut-menyatakan- nilai-rata-rata-dari-v-dan.

dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada Lebih terperinci (/31343451- Bab-iii-analisis-rantai- markov. v ) dengan blangan Lebih terperinci (/230111- Bab-x-ruang-hasil-kali- dalam. INTEGRAL LINTASAN Msal suatu lntasan yang dnyatakan dengan : (t) = x(t) + y(t) dengan t rl dan a t b. Lntasan tutup dsebut lntasan Lebih terperinci (/30270438- Bab-v-integral-kompleks.html) ..html) Bab III Analisis Rantai Markov (/31343451-Bab- iii-analisis-rantai- Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan. Lntasan dsebut lntasan tutup bla (a) = (b).html) BAB X RUANG HASIL KALI DALAM (/230111-Bab-x- ruang-hasil-kali- BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. dnotaskan dengan u.BAB V INTEGRAL KOMPLEKS (/30270438- Bab-v-integral- 6 BAB V INTEGRAL KOMPLEKS 5. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v.html) Corresponding Author: (/31779720- Corresponding- Perbandngan Fungs Ketahanan Hdup Dengan Metode Non Parametrk Menggunakan Uj Gehan Dan Uj Cox-Mantel (Lvng wth Securty Functon Comparson Method Usng Non Paremetrk Gehan test and Cox- Mantel Tes Ans Sept Lebih terperinci (/31779720- Corresponding-author.

Pre test dlakukan d awal peneltan dan post tes dlakukan Lebih terperinci (/34235507- Bab-iii-metodologi-penelitian- metode-penelitian-yang- digunakan-dalam-penelitian- ini-adalah-metode. Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah.html) BAB 2 LANDASAN TEORI. yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu.html) SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7 (/24102212-Searah-dc- ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Banyaknya pengamatan atau BAB LANDASAN TEORI. Metode penelitian yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut ukuran populas.1 Populas dan Sampel Populas adalah keseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngkup yang ngn dtelt. Metode Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode ekspermen dengan bentuk kuas ekspermen. diteliti.html) BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan Lebih terperinci (/24102212- Searah-dc-rangkaian-arus- searah-dc-7.ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN Hendra Bunyamn Jurusan Teknk Informatka Fakultas Teknolog Informas Unverstas Krsten Maranatha Lebih terperinci (/166241- Algoritma-umum-pencarian- informasi-dalam-sistem-temu- kembali-informasi-berbasis- metode-vektorisasi-kata-dan- dokumen. sedangkan suatu .

html) PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY Meda Informatka.html) VLE dar orelas nla Penggunaan utama hubungan kesetmbangan fasa.html) PEMILIHAN VARIABEL YANG RELEVAN PADA ATURAN FUZZY PEMILIHAN VARIABEL YANG RELEVAN PADA ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN JARINGAN YARAF r Kusumadew Jurusan Teknk Informatka. Muntohar Metode Newton Newton--Raphson f( f( f( + [. 2. f(] + = α + + f( f ( Gambar Lebih terperinci (/32062244- Pertemuan-ke-4-analisa- terapan-metode-numerik-4- oktober-2012. No. yatu dalam perancangan proses pemsahan yang bergantung pada kecenderungan zat-zat kma yang dberkan untuk mendstrbuskan dr. 57-64 ISSN: 0854- 4743 PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Sr Kusumadew Jurusan Teknk Informatka.html) VLE dari Korelasi nilai K (/29563552-Vle-dari- korelasi-nilai-k. Desember 2004. Fakultas Lebih terperinci (/32041208- Penentuan-lokasi-pemancar- televisi-menggunakan-fuzzy- multi-criteria-decision- making. Fakultas Teknolog . 4 Oktober Pertemuan ke-4 Analsa Terapan: Metode Numerk 4 Oktober Persamaan Non Non-- Lner: Metode NewtonNewton-Raphson Dr. terutama dalam Lebih terperinci (/29563552- Vle-dari-korelasi-nilai-k. Vol. 2. Agus S. Lebih terperinci (/29756779- Bab-2-landasan-teori-diteliti- banyaknya-pengamatan-atau- anggota-suatu-populasi- disebut-ukuran-populasi.html) Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik.Eng.

wordpress.com dapat dgunakan dan dsebarkan Lebih terperinci (/31296912- Statistical-student-of-ist- akprind.html) BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA (/29813561- Bab-2-tinjauan- BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. maka Lebih terperinci (/34786057- Pendugaan-rasio-beda-dan- regresi. .html) PENDUGAAN RASIO.ac. BEDA DAN REGRESI PENDAHULUAN Pendugaan parameter dar peubah Y seharusnya dlakukan dengan menggunakan nformas dar nla-nla peubah Y Bla nla-nla peubah Y sult ddapat.d Abstrak Lebih terperinci (/34641623- Pemilihan-variabel-yang- relevan-pada-aturan-fuzzy- menggunakan-jaringan- syaraf. BEDA DAN REGRESI (/34786057-Pendugaan- TEKNIK SAMPLING PENDUGAAN RASIO.com Seluruh dokumen d sssta.u.Industr Unverstas Islam Indonesa Yogyakarya emal: cce@ft.html) STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND (/31296912-Statistical- E-mal : statstkasta@yahoo. basanya dsusun menurut abjad berkut keterangan tentang makna. Kamus Buku acuan yang memuat kata dan ungkapan.1.html) UKURAN-UKURAN DESKRIPTIF DATA (/31635999-Ukuran- UKURAN-UKURAN DESKRIPTIF DATA Hazmra Yozza Izzat Rahm HG Jurusan Matenatka FMIPA Unand LOGO Kompetens Khusus Menghtung ukuran pemusatan data Menghtung ukuran keragaman data 3 4 Menghtung ukuran poss data Lebih terperinci (/31635999- Ukuran-ukuran-deskriptif- data.com Blog : Analss Regres SederhanaMenggunakan MS Excel 2007 Lsens Dokumen: Copyrght 2010 sssta.wordpress.

html) STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG Andryan Suhendra Cvl Engneerng Department. menghasilkan Lembar BAB III METODE PENELITIAN A.pemakaan. Faculty of Engneerng. Da berasums bahwa parameter krts dalam keausan sldng adalah Lebih terperinci (/32596260- Bab-iii-model-model- keausan. Lebih terperinci (/31836552- Studi-perbandingan-hasil- pengukuran-alat-teodolit- digital-dan-manual-studi-kasus- pemetaan-situasi-kampus- kijang.html) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO 013 ISBN: 978-60-14387-0-1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI .MODEL KEAUSAN 3.H. kamus juga dsebut buku yang memuat Lebih terperinci (/29813561- Bab-2-tinjauan-pustaka. K.1 Model keausan Archard [15] Archard 1953 mengusulkan suatu model pendekatan untuk mendeskrpskan keausan sldng.html) BAB III METODE PENELITIAN. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan yang bertujuan untuk menghaslkan Lembar Kegatan Sswa (LKS) pada mater Geometr dengan pendekatan pembelajaran berbass Lebih terperinci (/32596069- Bab-iii-metode-penelitian- menghasilkan-lembar-kegiatan- siswa-lks-pada-materi- geometri-dengan.MODEL KEAUSAN (/32596260- Bab-iii-model-model- BAB III MODEL . atau terjemahannya.html) BAB III MODEL . Bnus Unversty Jl.

html) JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol.. Lebih terperinci (/31738617- Komparasi-hasil-belajar-siswa- dengan-media-macromedia- flash-dan-microsoft- powerpoint-yang-disampaikan- melalui-pendekatan-chemo- edutaintment.1 Teknk Pengukuran Teknolog yang dapat dgunakan untuk mengukur konsentras sedmen tersuspens yatu mekank (trap sampler. No. 2012) ISSN: X D-324 JURNAL SAINS DAN SENI IS Vol. optk (optcal beam transmssometer. 1. 1.INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER Saftr Daruyan Lebih terperinci (/29910163- Faktor-faktor-yang- mempengaruhi-indeks- prestasi-mahasiswa-fsm- universitas-diponegoro- semaster-pertama-dengan- motode-regresi-logistik- biner. (Sept. (Sept. 1. ) ISSN: 3-98X D-3 Analss Statstk entang Faktor- Faktor yang Mempengaruh Waktu unggu Kerja Fresh Graduate d Jurusan Statstka Insttut eknolog Sepuluh Nopemper Lebih terperinci (/31785274- Jurnal-sains-dan-seni-its-vol-1- no-1-sept-2012-issn-x-d- 324. dkk.. Lebih terperinci (/32062639- Bab-ii-dasar-teori-dan- metode.html) KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA MACROMEDIA Sgt Pratmoko.html) BAB II DASAR TEORI DAN METODE (/32062639- Bab-ii-dasar-teori-dan- BAB II DASAR TEORI DAN METODE 2. No. bottle sampler). 99 KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MICROSOFT POWERPOINT YANG DISAMPAIKAN MELALUI PENDEKATAN CHEMO- EDUTAINTMENT Sgt Pratmoko. 1. Komparas Hasl Belajar Sswa.html) .

html) . Peneltan n tdak menggunakan kelas pembandng namun sudah menggunakan Lebih terperinci (/32753911- Bab-iii-metodologi- penelitian.III PEMODELAN MATEMATIS SISTEM FISIK (/313944-Iii-pemodelan- 34 III PEMODELN MTEMTIS SISTEM FISIK Deskrps : Bab n memberkan gambaran tentang pemodelan matemats.html) BAB III METODOLOGI PENELITIAN (/32753911- Bab-iii-metodologi- BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objektf : Memaham Lebih terperinci (/313944-Iii- pemodelan-matematis-sistem- fisik. Dr. 022 2013163-2523 Hal-hal yang akan Lebih terperinci (/104551- Powerpoint-slides-by-yana- rohmana-education-university- of-indonesian. fungs alh. Jens Peneltan Jens peneltan n adalah peneltan quas expermental dengan one group pretest posttest desgn. grafk alran snyal yang berguna dalam pemodelan sstem kendal. dagram blok. Telp. SCREENING: MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL Mater: Cara-cara menentukan ukuran partkel.html) PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of SIFAT-SIFAT ANALISIS REGRESI PowerPont Sldes by Yana Rohmana Educaton Unversty of Indonesan 2007 Laboratorum Ekonom & Koperas Publshng Jl.html) PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Sperisa PENANGANAN BAHAN PAAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Spersa stantna. Evaluas Lebih terperinci (/30832823- Penanganan-bahan-padat-s1- teknik-kimia-ft-uns-sperisa- distantina. Setabud 229 Bandung. Analss data ukuran partkel menggunakan screen shaker.

Manado emal: charlesmong@ymal.REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. yang dtemukan oleh Karl Pearson pada awal 1900 Apabla dua Lebih terperinci (/31173759- Apabila-dua-variabel-x-dan-y- mempunyai-hubungan-maka- nilai-variabel-x-yang-sudah- diketahui-dapat-dipergunakan- untuk-mempekirakan- menaksir-y. Regresi Linear REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana Lebih terperinci (/31211114- Regresi-dan-korelasi-linear- sederhana-regresi-linear. utamannya untuk kasus saat sambungan kolektor-bass berpanjar mundur dan sambungan emtor-bass . Mong 1) 1) Jurusan Matematka FMIPA Unverstas Samratulang. sehingga secara 10 KARAKTRISTIK TRANSISTOR 10.html) berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal.com Lebih terperinci (/35521419- Pemetaan-kabupaten-kota-di- provinsi-jawa-barat- berdasarkan-nilai-ujian- nasional-sma-dan-akreditasi- sekolah-charles-e- mongi-1.html) PEMETAAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT PEMETAAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT BERDASARKAN NILAI UJIAN NASIONAL SMA DAN AKREDITASI SEKOLAH Charles E.1 Dasar Pengoperasan JT Pada bab sebelumnya telah dbahas dasar pengoperasan JT.html) Apabila dua variabel X dan Y mempunyai hubungan. maka nilai ANALISIS KORELASI (ANALISIS HUBUNGAN) Korelas Hubungan antar kejadan (varabel) yang satu dengan kejadan (varabel) lannya (dua varabel atau lebh).

yang melput: Madrasah Tsanawyah Neger Yogyakarta II. No.d Lebih terperinci (/30922734- Bootstrap-pada-regresi-linear- dan-spline-truncated. 1. Lebih terperinci (/31516037- Bab-iii-metode-penelitian- karangkajen-madrasah- tsanawiyah-mu-allimaat- muhammadiyah- yogyakarta. JUNI ERHITUNGAN ENILAIAN MAHAIWA TERHADA MENGAJAR DOEN BERBAI KAU MENGGUNAKAN ALGORITMA BAYEIAN Ern enwat TMIK AMIKOM Yogyakarta ern. Lebih terperinci (/32898475- Berasal-dari-pembawa-muatan- hasil-generasi-termal-sehingga- secara-kuat. Vol.s@amkom.html) BAB III METODE PENELITIAN.ac. 8 No. Tempat dan Waktu Peneltan Peneltan n dlakukan pada 6 (enam) MTs d Kota Yogyakarta.co.d ABTRAKI roses belaar mengaar Lebih terperinci (/31969742- Perhitungan-penilaian- mahasiswa-terhadap- mengajar-dosen-berbasis- kasus-menggunakan-algoritma- bayesian. Karangkajen.Vol.html) Bootstrap Pada Regresi Linear dan Spline Truncated (/30922734- Statstka.html) PERHITUNGAN PENILAIAN MAHASISWA TERHADAP MENGAJAR JURNAL DAI IN: . Madrasah BAB III METODE PENELITIAN A. Madrasah Tsanawyah Muhammadyah Gedongtengen. 47 54 Me 2008 Bootstrap Pada Regres Lnear dan Splne runcated Harson Darmaw 1) dan Bambang Wdjanarko Otok 2) 1) enaga Pengajar d Jurusan Matematka UNRI. Pekanbaru e-mal: son_ms@yahoo.html) PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUWARSA DAN FAKTOR UNIT DISKON Har .

1 Pemodelan Persamaan Struktural Pemodelan persamaan struktural atau Structural Equaton Modelng (SEM) merupakan analss multvarat yang dapat menganalss hubungan varabel secara Lebih terperinci (/31398414- Bab-ii-tinjauan-pustaka- pemodelan-persamaan- struktural-atau-structural- equation-modeling. Pabelan.html) BAB II TINJAUAN PUSTAKA.html) DISTRIBUSI FREKUENSI (/33148930-Distribusi- frekuensi.html) BAB V TEOREMA RANGKAIAN (/30731801- Bab-v-teorema- 9 angkaan strk TEOEM NGKIN Pada bab n akan dbahas penyelesaan persoalan yang muncul pada angkaan strk dengan menggunakan suatu teorema tertentu. Dengan pengertan bahwa suatu persoalan angkaan strk bukan Lebih terperinci (/30731801- Bab-v-teorema-rangkaian.html) ZULIA HANUM Jurnal Ilmiah Ekonomikawan ISSN: Edisi 11 Des 2012 PENGARUH WITH HOLDING TA SYSTEM PADA PENGUSAHA KENA PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (STUDI KASUS KPP PRATAMA MEDAN PETISAH) ZULIA HANUM Jurnal Ilmah Ekonomkawan ISSN: 1693-7600 Eds 11 Lebih terperinci (/31616503- Zulia-hanum-jurnal-ilmiah- ekonomikawan-issn-edisi-11- des-2012-abstrak.Prasetyo Jurusan Teknk Industr Unverstas Muhammadyah Surakarta Jl. Pemodelan persamaan struktural BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Yan Tromol Pos 1. Lebih terperinci (/29685897- Pengembangan-model- persediaan-bahan-baku- dengan-mempertimbangkan- waktu-kadaluwarsa-dan-faktor- unit-diskon.html) BAB DISTRIBUSI FREKUENSI Kompetens Mampu membuat penyajan data dalam dstrbus . A.

Bal. Lokas Peneltan Peneltan n dlaksanakan d SMA Neger Bonepanta pada kelas X pada semester genap tahun ajaran 0/03.html) BAB III METODELOGIPENELITIAN.html) .frekuens Indkator 1. pavement deflecton can be calculated Lebih terperinci (/32225210- Metoda-konvergensi-dalam- perhitungan-modulus- perkerasan-dari-data- lendutan. Membuat dstrbus frekuens 3. pada semester genap 3 BAB III METODELOGIPENELITIAN 3..html) METODA KONVERGENSI DALAM PERHITUNGAN MODULUS PERKERASAN METODA KONVERGENSI DALAM PERHITUNGAN MODULUS PERKERASAN DARI DATA LENDUTAN oleh: Djunaed Kosash ABSTRACT Pavement structure deflects under a wheel load.html) PENYELESAIAN SHORTEST PATH PROBLEM DENGAN Semnar Nasonal Sstem dan Informatka 2007. 6 November 2007 PENYELESAIAN SHORTEST PATH PROBLEM DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN HOPFIELD Nur Hasanah ) Istkhomah 2) Taufq Hdayat 3) Sr Kusumadew 4) Jurusan Lebih terperinci (/34540103- Penyelesaian-shortest-path- problem-dengan-jaringan- saraf-tiruan-hopfield. Menjelaskan macam- macam dstrbus frekuens 4.. Lokas dan Waktu Peneltan 3. Waktu Peneltan Peneltan Lebih terperinci (/30595279- Bab-iii-metodelogipenelitian- pada-semester-genap-tahun- ajaran-2012-2013-penelitian- ini-dilaksanakan-selama-4- bulan-dari-persiapan- sampai. Membuat Lebih terperinci (/33148930- Distribusi-frekuensi. Menjelaskan dstrbus frekuens. 3. Theoretcally.

Fakultas Teknolog Industr Insttut Sans & Teknolog AKPRIND Yogyakarta Emal : Lebih terperinci (/30589143- Prototype-aplikasi-untuk- mengukur-kematangan-buah- apel-berdasar-kemiripan- warna.html) JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. serta ens peneltan n. 6. Lebih terperinci (/30906052- Bab-iii-metode-penelitian. waktu peneltan dar perencanaan sampa penulsan hasl peneltan. Waktu dan Jens Peneltan Pada bagan n akan dbahas tentang tempat peneltan.1 Tnjauan Pustaka Dar peneltan yang dlakukan Her Sulstyo (2010) telah dbuat suatu sstem perangkat lunak untuk mendukung dalam pengamblan keputusan menggunakan Lebih terperinci (/30532780- Bab-ii-tinjauan-pustaka-dan- dasar-teori.PROTOTYPE APLIKASI UNTUK MENGUKUR KEMATANGAN BUAH PROTOTYPE APLIKASI UNTUK MENGUKUR KEMATANGAN BUAH APEL BERDASAR KEMIRIPAN WARNA Catur Iswahyud Program Stud Teknk Informatka. 2. Agustus 2003. 59-70. Tempat. ISSN : 1410-8518 MASAAH RUTE TERPENDEK PADA JARINGAN JAAN MENGGUNAKAN AMPU AU-INTAS Stud Kasus: Rute Peralanan Ngesrep Smpang ma Eko Bud Lebih terperinci (/33406331- Jurnal-matematika-dan- komputer-vol-6-no-2-59-70- agustus-2003-issn.html) BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI (/30532780-Bab-ii- BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2. 6. Subek.html) . No.html) BAB III METODE PENELITIAN (/30906052- Bab-iii-metode- BAB III METODE PENELITIAN A. No. 59-70. 2. Agustus JURNA MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol.

html) Pertemuan 14 ANALISIS STATIK EKIVALEN (SNI ) (/30534219-Pertemuan- Halaman 1 dar Pertemuan 14 Pertemuan 14 ANALISIS STATIK EKIVALEN (SNI 1726 2002) Analss statk ekvalen merupakan salah satu metode menganalss struktur gedung terhadap pembebanan gempa dengan menggunakan Lebih terperinci (/30534219- Pertemuan-14-analisis-statik- ekivalen-sni. ) (Ramsey Number from the Sde r ( P.html) PENGANTAR TEKNIK SAMPLING (/30160020- Pengantar-teknik- PENGANTAR TEKNIK SAMPLING Dalam banyak hal. Blangan Ramsey Ss BILANGAN RAMSY SISI DARI r ( P. ) (/30570483- Bilangan-ramsey-sisi- Charul Imron dan dy Tr Baskoro.ts.BILANGAN RAMSEY SISI DARI r ( P.html) Penentuan Jumlah dan Lokasi Gudang Yang Optimal Dengan Performa (2004) Vol.html) . Setap elemen yang terplh dharapkan dapat mewakl objek yang sedang Lebih terperinci (/30160020- Pengantar-teknik- sampling. penelt dhadapkan kepada keputusan untuk dapat menentukan banyaknya elemen yang akan mereka amat.d Lebih terperinci (/30570483- Bilangan-ramsey-sisi-dari- r-p. FMIPA ITS Surabaya mron- ts@matematka.ac. No. ) ) Charul Imron dan dy Tr Baskoro Jurusan Matemátca.1:1-8 Penentuan Jumlah dan Lokas Gudang Yang Optmal Dengan Menggunakan Metode Cluster Sulstyanngsh Jat Murt.3. Azzah Asyat dan Bambang Suhard Jurusan Teknk Industr. Unverstas Sebelas Lebih terperinci (/31118810- Penentuan-jumlah-dan-lokasi- gudang-yang-optimal-dengan- menggunakan-metode- cluster.

Darls Herumurt ). 6111. Insttut Teknolog Sepuluh Nopember (ITS).html) SEGMENTASI CITRA BERWARNA MENGGUNAKAN SEGMENTASI CITRA BERWARNA MENGGUNAKAN ALGORITMA JSEG Rully Soelaman 1). 3) Fakultas Teknolog Informas. Perbakan Metode Euler. Penyelesaan Sstem Persamaan Lebih terperinci (/29745117- Contoh-soal-penyelesaian- persamaan-diferensial-biasa- . Metode Euler.html) CONTOH SOAL #: PENYELESAIAN PERSAMAAN PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA KASUS: INITIAL VALUE PROBLEM (IVP) by: st dyar kholsoh Mater Kulah: Pengantar. Surabaya.APLIKASI METODE SINGULAR VALUE DECOMPOSITION(SVD) Vol No Jurnal Sans Teknolog Industr APLIKASI METODE SINGULAR VALUE DECOMPOSITION(SVD) PADA SISTEM PERSAMAAN LINIER KOMPLEKS Ftr Aryan Dew Yulant Jurusan Matematka Fakultas Sans Teknolog UIN SUSKA Rau Emal: Lebih terperinci (/29543511- Aplikasi-metode-singular-value- decomposition-svd-pada- sistem-persamaan-linier- kompleks. Dn Adn Navastara 3 Jurusan Teknk Informatka. Indonesa Lebih terperinci (/35221180- Segmentasi-citra-berwarna- menggunakan-algoritma- jseg. Fakultas Teknolog Informas Insttut Teknolog Sepuluh Nopember Lebih terperinci (/35305746- Klasifikasi-online-citra-daun- berdasarkan-fitur-bentuk-dan- ruas-daun. Metode Runge-Kutta. Dyah Wardhan Kusuma.html) KLASIFIKASI ONLINE CITRA DAUN BERDASARKAN FITUR KLASIFIKASI ONLINE CITRA DAUN BERDASARKAN FITUR BENTUK DAN RUAS DAUN Agus Zanal Arfn 1. Bayu Bagus.

. 8. PENGERTIAN DASAR STATISTIKA 1. PENGENALAN STATISTIKA A.html) Tinjauan Pustaka. Isi modul ini STATISTIKA . Is modul n .html) Ringkasan Statistika Kelas XI SMA Tarakanita 1 Jakarta BAB I BAB I STATISTIKA 1. Lebih terperinci (/33707526- Perbaikan-unjuk-kerja-sistem- orde-satu-perbaikan-unjuk- kerja-sistem-orde-satu-dengan- alat-kendali-integral- menggunakan-jaringan- simulator-matlab.html) Perbaikan Unjuk Kerja Sistem Orde Satu PERBAIKAN UNJUK KERJA Perbakan Unjuk Kerja Sstem Orde Satu PERBAIKAN UNJUK KERJA SISTEM ORDE SATU DENGAN ALAT KENDALI INTEGRAL MENGGUNAKAN JARINGAN SIMULATOR MATLAB Endryansyah Penddkan Teknk Elektro. Statstka dan Statstk Statstka adalah lmu tentang pengolahan dan analss suatu data hngga penarkan kesmpulan dar data tu.html) Modul ini adalah modul ke-8 dalam mata kuliah Matematika. II. PENDAHULUAN Modul n adalah modul ke-8 dalam mata kulah Matematka. Jurusan Teknk Elektro. MODUL . II. Statstk Lebih terperinci (/29949536- Ringkasan-statistika-kelas-xi- sma-tarakanita-1-jakarta-bab-i- statistika. dx-dengan-nilai-awal-y-1-pada- x-0-penyelesaian-kasus-initial- value-problem-ivp. Pengolahan Data Lebih terperinci (/31119256- Tinjauan-pustaka-ii-1- pengolahan-data-dan- knowledge-discovery-in- database-kdd. .1 Pengolahan Data dan Knowledge Discovery in Bab II Tnjauan Pustaka Bab n menjelaskan tnjauan pustakan yang dpergunakan dalam pelaksanaan analss dan perancangan perangkat lunak pendukung keputusan estmas baya pada IKM manufaktur. .

Modul n terdr dar kegatan belajar.1 Penelitian Terdahulu (/32562022-Bab-2- Bab 2 Tnjauan Pustaka 2. R.html) Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.html) PEMBAGIAN KELAS KULIAH MAHASISWA MENGGUNAKAN Makalah Semnar Tugas Akhr 1 PEMBAGIA KELAS KULIAH MAHASISWA MEGGUAKA ALGORITMA PEGKLASTERA FUZZY Helmy Yulanto Had (1). Bud Setyono () Abstrak - Proses perkulahan d suatu unerstas menad Lebih terperinci (/30383851- Pembagian-kelas-kuliah- mahasiswa-menggunakan- algoritma-pengklasteran-fuzzy- helmy-yulianto-hadi-1-r-rizal- isnanto-2-budi-setiyono-2.html) .Undksha. Pada kegatan belajar akan dbahas Lebih terperinci (/29556070- Modul-ini-adalah-modul-ke-8- dalam-mata-kuliah- matematika-isi-modul-ini. 00 PERCOBAAN PESAWAT ATWOOD. Landasan Lebih terperinci (/32499593- Komang-suardika-undiksha- 2010.membahas tentang statstka.html) Komang Suardika. 2010 (/32499593-Komang- Komang Suardka..1 Peneltan Terdahulu Pemlhan stud pustaka tentang sstem nformas penlaan knerja karyawan n juga ddasar pada peneltan sebelumnya yang berjudul Penerapan Metode TOPSIS untuk Pemberan Lebih terperinci (/32562022- Bab-2-tinjauan-pustaka-2-1- penelitian-terdahulu.Undiksha. Rzal Isnanto (). . Tujuan Percobaan Tujuan dar dlakukannya percobaan n adalah untuk memperlhatkan berlakunya hukum Newton dan menghtung momen nersa katrol.09004.

Menmbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal Lebih terperinci (/29730315- Keputusan-menteri-negara- lingkungan-hidup-nomor-115- tahun-2003-tentang-pedoman- penentuan-status-mutu-air- menteri-negara-lingkungan- hidup.ac. . FMIPA Unverstas Neger Yogyakarta Emal : ksm@uny. No.html) KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 S A L I N A N KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP.html) PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG Prosdng Semnar Nasonal Sans dan Penddkan Sans IX. Pokok Bahasan : Diagnosa Model Melalui Analss Regres Pokok Bahasan : Dagnosa Model Melalu Pemerksaan Ssaan dan Identfkas Pengamatan Berpengaruh Ssaan Ssaan adalah menympangnya nla amatan y terhadap dugaan nla harapannya ) E [Y x ] E [Y x] = Lebih terperinci (/32085160- Analisis-regresi-1-pokok- bahasan-diagnosa-model- melalui-pemeriksaan-sisaan- dan-identifikasi-pengamatan- berpengaruh.d Abstrak Peubah respons Lebih terperinci (/32843825- Analisis-peubah-respons- kontinu-non-negatif-dengan- regresi-gamma-dan-regresi- inverse-gaussian-1. Vol 5.Analisis Regresi 1. 21 Jun 2014. UKSW Salatga. Fakultas Sans dan Matematka.1.html) ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN Ksmantn Jurusan Penddkan Matematka.

html) APLIKASI JARINGAN PETRI PADA PEMBUATAN HIDRANT PILAR DUA APLIKASI JARINGAN PETRI PADA PEMBUATAN HIDRANT PILAR DUA (TWO WAY HIDRANT) MODEL H-14 AP DI PT.html) PENERAPAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN PENERAPAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG ANAI Yuwta Srmela 1 Fazr Zuzano 1 Nnwat 1 1 Jurusan Penddkan Matematka dan IPA...html) Fisika Dasar I (FI-321) Usaha dan Energi (/34598035-Fisika-dasar- Fska Dasar I (FI-31) Topk har n (mnggu 5) Usaha dan Energ Usaha Menyatakan hubungan antara gaya dan energ Energ menyatakan kemampuan melakukan usaha Usaha. KARYA PADUYASA LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL Saufk Luthfanto Suwandono Sswyant Program Stud Teknk Industr Unverstas Lebih terperinci (/34402381- Aplikasi-jaringan-petri-pada- pembuatan-hidrant-pilar-dua- two-way-hidrant-model-h-14- ap-di-pt-karya-paduyasa- lebaksiu-kabupaten-tegal.html) .ISSN :2087-0922 PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG DARI SEBARAN NORMAL Lebih terperinci (/32412763- Perbandingan-model-data- respon-berganda-berulang- dari-sebaran-normal-baku- lognormal-dan-gamma. Lebih terperinci (/33231082- Penerapan-metode-buzz- group-dalam-pembelajaran- matematika-dengan- menggunakan-lks-pada-siswa- kelas-viii-smp-negeri-1-batang- anai. yang dlakukan oleh gaya konstan pada sebuah Lebih terperinci (/34598035- Fisika-dasar-i-fi-321-usaha-dan- energi.

Rka Perdana Sar 3) 1) Program Stud Lebih terperinci (/31715496- Analisa-dan-penerapan- metode-particle-swarm- optimization-pada-optimasi- penjadwalan-kuliah. Dadang Syarf 2).html) 2017 © DocPlayer.info Pengaturan dan alat privasi (/support/privacy-policy/) | Ketentuan (/support/terms-of-service/) | Tanggapan (/support/feedback/) . Vol 1 September 2012 Analsa dan Penerapan Metode Partcle Swarm Optmzaton Pada Optmas Penjadwalan Kulah Rasha Ashla Rachman 1). Analisa dan Penerapan Metode Particle Swarm Optimization Pada Jurnal Teknk Informatka.