BAND GAP ( PITA ENERGI) SEMIKONDUKTOR

Bunga Farida (140310140008), Sheila Azhari (140310140004)
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
18 Oktober 2016
Assisten : Zeri Raihanati

ABSTRAK
Percobaan pada kali ini mengenai Bandgap (Pita energi) Semikonduktor dimana tujuannya yaitu melakukan
eksperimen untuk memperoleh pita energi semikonduktor, menghubungkan konsep bandgap (pita energi)
semikonduktor dengan intrinstik dan ekstrinstik, menghitung nilai bandgap dari semikonduktor (Germanium)
berdasarkan hasil eksperimen, mengetahui pengaruh suhu terhadap bandgap. Pada percobaan ini dilakukan pengesetan
alat pada Arus modul sebesar 5mA dengan variasi Arus yaitu 6 mA dan 7 mA dengan mengamati perubahan tegangan
berdasarkan kenaikan suhu setiap 3oC sampai dengan kenaikan suhu 103oC pada I = 5mA pada kenaikan suhu diperoleh
tegangan yang semakin berkurang untuk n V= 6,7 V;6V;5,1V;4,5V;4V pada I = 6mA diperoleh V = 7,2
V;6,5V;5,9V;4,9V;4,2V begitupun dengan I = 7 mA diperoleh V = 8,9V;7,9V;6,7V;5,8V;4,8V dari hasil tersebut
menunjukan bahwa semakin besar arus yang diberikan maka semakin besar pula tegangan yang diperoleh pada masing-
masing suhu tersebut namun tetap setiap kenaikan suhu pada masing-masing menunjukan penurunan tegangan.dan
untuk konduktivitas dari arus yang divariasikan dengan kenaikan suhu diperoleh konduktivitas yang semakin
besar.namun pada Energi Gap yang diperoleh semakin berkurang seiring dengan kenaikan suhu.

Kata kunci : Bandgap, Semikonduktor, Intrinstik, Ekstrinstik, Germanium, Konduktivitas, Energi Gap

I. PENDAHULUAN ke dalam keadaan energi yang paling rendah. Pada
penggabungan atom-atom dapat dilakukan dengan
. Konduktivitas merupakan ukuran dari berbagai jenis ikatan, diantaranya adalah ikatan ion,
kemampuan sutu bahan untuk menghantarkan arus ikatan kovalen dan ikatan logam
listrik. Dari definisi ini, dapat dikategorikan material- Secara umum pita energi dibagi menjadi dua
material yang ada di bumi menjadi konduktor, yaitu pita valensi dan pita konduksi. Elektron akan
semikonduktor dan isolator; menurut sifat bergerak dari pita valensi ke pita konduksi. Jenis
konduktivitasnya. Material konduktor merupakan bahan terbagi menjadi 3 yaitu konduktor,
material zat padat yang memiliki sifat penghantar arus semikonduktor, dan isolator. Namun dalam
listrik yang baik, sedangkan isolator tidak mampu praktikum kali ini bahan semikonduktorlah yang
menghantarkan arus listrik. Bahan semikonduktor lebih diteliti.
sendiri bersifat sebagai isolator pada temperatur yang Karakteristik daya hantar konduktivitas dari
sangat rendah dan bersifat sebagai konduktor pada berbagai semikonduktor merupakan fungsi suhu.
suhu ruang. Berdasarkan fungsi suhu, terdapat tiga daerah
konduktivitas, yaitu daerah intrinsik, daerah deplesi,
dan daerah ekstrinsik. Ketergantungan suhu dalam hal
II. TEORI DASAR ini sangat utama digambarkan oleh salah satu fungsi
eksponensial dimana
Atom terdiri dari inti dan elektron yang
terikat pada inti tersebut. elektron-elektron tersebut
bergerak di atas lintasan tertentu dan memiliki nilai- σ =σ 0 e−Eg /2 KT
nilai energi tertentu. Hal inilah disebut sebagai energi
yang terkuantisasi. Elektron yang terikat dengan dimana Eg adalah energi gap, K adalah
atom memiliki energi negatif dibandingkan dengan konstanta Boltzmann, T adalah temperatur absolut,
energi pada elektron bebas. Energi ikat inti yang dan σ adalah konduktivitas, dimana :
membuat energi elektron lebih rendah dari pada
elektron bebas, maka hal ini menyebabkan elektron lxI
σ ¿
tetap pada inti masing-masing dan tidak melepaskan AxV
diri dari inti, karena setiap sistem fisik selalu masuk

4 2 σtot (1/Ωm) Konduktivitas(σ Linear (σtot (1/Ωm)) 0 f(x) = 0.1.hubungan Konduktivitas terhadap suhu tabel 2. Data Hasil Percobaan tabel 1.23 III.09x Linear + 33.56 (Vnaik (V)) R² = 0. DATA DAN ANALISIS 4.73100 150 Pada percobaan mengenai band gap germanium suhu (T) ini dilakukan pengukuran dan pencatatan temperatur (ketika terjadi kenaikan dan penurunan temperatur) dan tegangan pada setiap arus konstan. Hubungan tegangan (V) terhadap suhu (K) Grafik 1. Hubungan tegangan (V) terhadap suhu (K) .03x . dan 7 mA.Konduktivitas itu sendiri dipengaruhi panjang dan luas Grafik Hubungan Konduktivitas(σ) dengan Suhu (T) untuk I = 5mA bahan. Dengan suhu 37oC-103oC IV. Percobaan ini dilakukan untuk setiap arus konstan 5mA. 6mA.89 10 300 320 340 360 380 Suhu (K) 5 Tegangan Vnaik(V) (V) f(x) = . menentukan Konduktivitas dan Energi Gap pada I = 5mA Grafik 2. menentukan Konduktivitas dan Energi Gap pada I = 6mA Grafik Tegangan (naik) Terhadap Suhu Untuk I = 5mA Grafik Tegangan (naik) Terhadap Suhu Untuk I = 6mA Tegangan (V) f(x) = .88 0 300 320 340 360 380 Suhu (K) Grafik 3.1. PERCOBAAN 0 R²50 = 0.09x Vnaik (V) Linear (Vnaik+(V)) 32 R² = 0.0. kemudian arus dan tegangannya.0.

11x + 41.DiperolehV=6. menentukan Konduktivitas dan Energi Gap dengan rentang 3oC berdasarkan tabel data pada T = pada I = 7mA 37oC .52oC.89 0 50 100 150 0 suhu (T) 0 50 100 150 SUHU (t) Grafik 6.0.2.95 Vnaik (V) tegangan (V) Linear (Vnaik (V)) besar R² = 0. Tetapi ketika suhu yang diberikan besar.0.1. Hal ini sesuai dengan teorinya. maka tegangan dari germanium masih besar sehingga energi gapnya besar.2.17. maka elektron dari pita Grafik Tegangan (naik) Terhadap Suhu Untuk I = 7mA valensi akan lebih mudah berpindah ke pita konduksi.hubungan Konduktivitas terhadap suhu 4. 10 ketika elektron yang dihasilkan di pita konduksi 5 semakin banyak maka arus yang dihasilkan semakin f(x) = .58oC.64oC.0.0. maka tegangan akan mengecil sehingga menyebabkan energi gapnya mengecil pula.0.097.67oC.61 0 R² = 0.158.1V.10. 40 oC.5V.0.01x(1/Ωm)) .125. Begitupun dengan Grafik Konduktivitas terhadap suhu terlihat bahwa semakin besar Temperaturnya maka Grafik 5.46oC.0.16. dapat dilihat dari grafik tegangan terhadap suhu (K) suhu.0.43 oC.2V.5.9V dari data tersebut berdasarkan perhitungan diperoleh konduktivitas sebesar σ (1/Ωm)=(0.2. Hubungan tegangan (V) terhadap suhu (K) . 0.01x(1/Ωm)) .146.0.5V.127.0.0.91 R² = 0.5 1 1 Konduktivitas(σ σtot (1/Ωm) Linear f(x) =(σtot 0.140.0.55oC.5Linear Konduktivitas(σ 0.0.24. 7V.0.0.133.0. Analisa Data Pada Percobaan pertama adalah memasang modul sesuai dengan prosedur percobaan dan melakukan percobaan dengan variasi I = 5mA dengan pengesetan suhu dari 37oC sampai dengan 103oC Grafik 4. Ketika suhu semakin kecil maka tegangan yang dihasilkan akan semakin besar.4.118) dari data tersebut menunjukan bahwa konduktivitas yang dihasilkan semakin meningkat seiring dengan peningkatan temperaturnya sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa konduktivitas sebanding dengan temperaturnya.1V.0.7V.16.Grafik Hubungan Konduktivitas(σ) dengan Suhu (T) untuk I = 6mA Grafik Hubungan Konduktivitas(σ) dengan Suhu (T) untuk I = 7mA 2 1.hubungan Konduktivitas terhadap suhu tabel 3.0.074.135.52 f(x) =(σtot σtot (1/Ωm) 0.083. Untuk energi gap yang dihasilkan terlihat semakin berkurang disetiap kenaikan suhunya Hal ini sesuai dengan teori dimana energi gap kecil. dimana ketika suhu yang diberikan kecil.180. 0.155.61 o C.21.3.175.0. Dari grafik terlihat bahwa terdapat hubungan berbanding terbalik antara tegangan dengan suhu.285) dengan Eg (Ev) = (0.49oC.88 0 Untuk mengamati pengaruh suhu terhadap 300 320 340 360 380 tegangan.2.6V.1 85.0.0.

pada T =37oC.0.5mVpada I = 6mA 2. nilai energi gap dari semikonduktor (Germanium) berdasarkan hasil eksperimen. dimana kenaikan suhu akan menurunkan nilai energi gap.40 oC konduktivitas. kenaikan suhu sebagai sampel dengan Eg Namun untuk energi gap kebalikan dari pada (Ev) = 0.scribd.com/doc/9 dihasilkan.slideshare. Praktikan dapat melakukan eksperimen untuk memperoleh band gap semikonduktor DAFTAR PUSTAKA Germanium. menunjukan semakin berkurang seiring . SIMPULAN semakin berkurang seiring kenaikan suhu sebagai sampel dengan Eg (Ev) = 0.180 pada I = 5mA dan suhu sebesar 37oC.180.40 oC 1. Suhu berpengaruh terhadap energi gap Germanium.TeoriPitaEnergi. pada T =37oC.180.1v.dimana diperoleh Eg sebesar Ev) = 0. Pada percobaan tegangan semakin 7344230/teori-pita-energi diakses 3 oktober 2016 menurun seiring dengan peningkatan suhu yang menunjukan bahwa terjadinya Anonim.Bandgap.diperoleh konduktivitas yang semakin besar pula.2014.175.4.5. Konsep energi gap semikonduktor berhubungan dengan konduksi intrinsik dan konduksi ekstrinsik.www. 3. menunjukan V.7V. 4.www.dengan cara melakukan pengesetan pada alat dengan pengaturan arus sehingga dapat dillihat tegangan yang Anonim.6v.0.175.2014.net/gam79/lap perpindahan electron yang semakin oran-awal-band-gap diakses 3 oktober 2016 meningkat pada pita valensi ke pita konduksi sebagai sampelV=6.