You are on page 1of 2

Prinsip dari percobaan ini adalah pemanasan akan mengembangkan lapisan luar spora

sehingga zat warna utama dapat masuk masuk ke dalam spora sehingga berwarna hijau. Melalui
pendinginan warna utama akan terperangkap di dalam spora,dengan pencucian zat warna utama
yang ada pada sel vegetatif akan terlepas sehingga pada saat pewarnaan kedua (safranin), sel
vegetatif akan berwarna merah (Dwidjoseputro, 2005).

Ada 2 jenis bakteri yang dapat membentuk spora:
1. Clostridium adalah bakteri yang bersifat anaerob.
2. Bacillus adalah Bakteri yang bersifat aerob.

Stuktur endospora berbeda-beda untuk setiap spesies, Clostridium botullinum : sporanya
subterminal, Clostridium tetani : sporanya terminal, Bacillus anthracis : sporanya central.
Endospora bakteri merupakan struktur yang paling tahan terhadap lingkungan yang ekstrim
misalnya kering, kepanasan, dan keadaannya asam. Pewarnaan Spora tidak dapat diwarnai
dengan pewarnaan biasa, diperlukan teknik pewarnaan khusus. Pewarnaan Klein adalah
pewarnaan spora yang paling banyak digunakan. Untuk pewarnaan spora, perlu dilakukan
pemanasan supaya cat malachite hijau bisa masuk ke dalam spora (Razali, 1987).
Spora bakteri adalah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri
terhadap pengaruh buruk dari luar. Segera setelah keadaan luar baik bagi mereka, maka pecahlah
bungkus spora dan tumbuhlah bakteri. Spora juga disebut endospora yang masih terletak didalam
sel bakteri. Endospora jauh lebih tahan terhadap pengaruh luar yang buruk daripada bakteri biasa
yaitu bakteri dalam bentuk vegetatif, Sporulasi (proses pembentukan spora) dapat dicegah
apabila selalu diadakan pemindahan biakan ke medium yang baru (Margareth, 1998).
Pengecatan endospora dengan larutan hijau malasit, bakteri penghasil endospora akan
menunjukkan reaksi positif yaitu larutan hijau malasit akan berikatan dengan spora sehingga saat
pencucian akan tetap berwarna hijau dan cat penutup atau safranin tidak bisa diikat oleh
endospora. Sedangkan pada bakteri yang tidak menghasilkan endospora maka larutan hijau
malakit tidak dapat diikat (Pearce 2009).
Komponen endospora mempunyai resistan terhadap agen kimia yang kuat pada spore
coat, yang terdiri dari cross-linked keratin. Beberapa endospora mempunyai diameter lebih besar
daripada sel, dimana sel tersebut akan nampak menggembang pada letak endosporanya. Letak
endospora yang berbeda diantara spesies bakteri dapat digunakan untuk identifikasi. Tipe utama
diantara terminal, subterminal dan sentral. Tipe sentral atau tengah merupakan lokasi dari sel
vegetatif yang letaknya tepat di tengah. Tipe terminal memiliki pengertian letak el vegetatif
diantara ujung dan pinggir dari sel vegetatif. Tipe subterminal berarti lokasi endosporanya
diantara tengah dan pinggir dari sel vegetatif. Endospora dapat berukuran lebih besar ataupun
kecil dari sel vegetatif yang terdiri dari lapisan protein yang terbuat dari keratin (Pelezar 2008).

Pelezsar. padahal pada pengamatan sebelumnya telah diidentifikasi bahwa koloni bakteri 1 adalah bakteri Bacillus yang seharusnya memiliki spora. Razali. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. . Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Pearce Evelyn. pewarnaan yang kurang tebal. Yuliani Sri. M dan Chan. 2005. U. dan juga kurang telitinya praktikan. 1987. Bakteri penghasil endospora akan menunjukkan reaksi positif yaitu larutan hijau malasit akan berikatan dengan spora sehingga saat pencucian akan tetap berwarna hijau dan cat penutup atau safranin tidak bisa diikat oleh endospora. Dwidjoseputro. Jatinangor : FMIPA UNPAD. Jakarta : Erlangga. Dari data dan hasil pengamatan yang kami lakukan di atas menunjukkan bahwa pada koloni bakteri 1 tidak terlihat adanya spora. Mikrobiologi Dasar. 2009. ECS. tetapi pada hasil pengamatan larutan hijau malakit tidak dapat diikat. Jakarta : Djambatan. Jakarta : Universitas Indonesia Press. Terjemahan dari : Anatomy and Physiology for Nurses (halaman : 200). Ketidaksesuaian ini kemungkinan terjadi karena pemanasan kurang lama. Mikrobiologi Dasar Jilid 1. penerjemah. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2008. 1998. Margareth F W. Dasar-Dasar Mikrobiologi. pencucian terlalu bersih.