You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Nutrisi seperti halnya oksigen dan cairan senantiasa dibutuhkan oleh
tubuh, dan merupakan salah satu pokok sumber kehidupan. Dalam keadaan sakit
kebutuhan nutrisi merupakan hal yang sangat penting namun sering dilupakan
karena seringnya kita berorientasi pada pemakaian obat, sehingga penderita sering
mengalami kekurangan nutrisi. Hal ini menyebabkan penyembuhan menjadi
terhambat, diikuti dengan meningkatnya resiko infeksi pasca bedah, lama rawat
inap dan mortalitas.
Dewasa ini perhatian terhadap terjadinya malnutrisi pada penderita yang
sedang dirawat di rumah sakit telah meningkat. Perlunya pemberian nutrisi pada
pasien dengan penyakit kritis atau yang mengalami trauma berat sudah sangat
jelas. Diketahuinya bahwa traktus gastrointestinal memegang peranan penting
dalam systemic inflammatory response syndrome (SIRS) dan sepsis meningkatkan
pengembangan protokol dimana pasien dengan penyakit kritis, korban trauma,
serta pasien yang baru menjalani operasi besar diberikan makanan secepat
mungkin sehubungan dengan penyakitnya atau segera setelah menjalani operasi.
Kemudian, belakangan ini juga dilakukan usaha-usaha dilakukan untuk
membuktikan bahwa jenis suplemen makanan tertentu mempengaruhi proses
imunologis endogen pada pasien-pasien tersebut, yang selanjutnya mempengaruhi
morbiditas dan mortalitas pasien.
Resiko terjadinya malnutrisi pada pasien rawat inap berkisar antara 6-55%,
Pemberian nutrisi pada pasien yang sedang dirawat di rumah sakit harus
merupakan suatu pendekatan yang berjalan sejajar dengan penanganan masalah
primernya. Masalah primer dari keadaan sakit pasien akan memburuk bila
pemberian nutrisi kurang adekuat. Nutrisi yang tidak adekuat akibat dokter salah
memperkirakan kebutuhan nutrisi dari pasien dan juga akibat keterlambatan
memulai pemberian nutrisi. Pemberian nutrisi hanya efektif untuk pengobatan

1

maka terapi nutrisi parenteral mutlak diberikan sebagai pilihan utama. menurunkan kejadian infeksi. Jika pemberian nutrisi lewat oral dan enteral tidak memungkinkan dilakukan. Status nutrisi basal dan berat ringannya penyakit menunjang peranan penting dalam dimulainya pemberian nutrisi. mempercepat penyembuhan luka. mengurangi masa rawat dan biaya perawatan di rumah sakit. memperbaiki fungsi organ. Sehingga disini nutrisi sangat penting dalam menjaga pasien agar tidak mengalami malnutrisi selama mengalami perawatan. 2 . Terapi nutrisi yang sesuai bisa menurunkan pemakaian cadangan nutrien endogen dan mempertahankan masa jaringan.bukan untuk penyebab penyakitnya. mempertahankan barier usus.