You are on page 1of 2

Fase-fase Siklus Menstruasi dan hormone yang

mempengaruhinya

Fase-fase Siklus Menstruasi dan hormone yang mempengaruhinya
Paling tidak setiap satu bulan sekali hamper sebagian besar wanita mengalami siklus
menstruasi. Menstruasi atau haid merupakan proses peluruhan dinding rahim
[ endometerium ] dan sel telur yang tidak terbuahi oleh sel sperma. Proses menstruasi
berkaitan erat dengan system koordinasi yang melibatkan beberapa macam hormone
reproduksi.
Beberapa fase siklus menstruasi dan jenis hormone yang berperan dalam siklus
menstruasi, antara lain adalah sebagai berikut :
1. Fase Pra ovulasi / Follikuler.
Fase ini terjadi pada hari ke 5 s/d 15. Hormon yang berperan adalah gonadotrophin
releasing hormone ( GnRH ) yang disekresikan oleh hipotalamus. GnRH akan merangsang
hipofisis anterior untuk mensekresikan FSH [ Follikel Stimulating Hormon ] yang akan
merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium. Pada fase ini hanya satu folikel yang
tumbuh menjadi sebuah sel telur [ ovum ]. Follikel akan mensekresi hormone esterogen.

4. Fase menstruasi Terjadi pada hari ke-29. Fase Ovulasi / ovulatoir Fase ini terjadi pada hari ke-15. 3. Dengan menurunnya kadar progesterone maka dinding endometerium meluruh bersma-sama dengan ovum. Meningkatnya kadar esterogen yang disekresi follikel pada fase pra ovulasi mengakibatkan kadar FSH turun sehingga menyebabkan hipotalamus mensekresi GnRH yang akan merangsang hipofisis anterior mensekresi Luteinizing hormone [ LH ] yang akan mendorong pemasakan folikel sehingga sel telur dibebaskan. Fase menstruasi tidak akan terjadi jika ovum terbuahi oleh sperma. di mana korpus luteum meluruh menjadi korpus albikans. Fase pasca ovulasi Fase ini terjadi pada hari ke -15 hingga ke-28. Korpus luteum akan mensekresi hormone progesterone yang berfungsi memelihara endometerium. Korpus albikans akan mensekresi esterogen. Follikel yang telah melepaskan telur akan mengalami perubahan menjadi korpus luteum. Maka terjadilah menstruasi / perdarahan. sebab jika terjadi pembuahan maka korpus luteum akan mensekresikan hormone Human Chorionic Gonadotropin [ HCG ] . Sekresi esterogen menyebabkan progesterone menurun jumlahnya. Fase ini akan terjadi jika ovum yang dibebaskan oleh folikel tidak terbuahi oleh spermatozoid.2.