You are on page 1of 58

BISIKAN GAIB

BLOK SARAF DAN PERILAKU

KELOMPOK A-4

Ketua : Alfianca Yudha Rachmanda 1102011020

Sekretaris : Alifah Diendhia Putri 1102011021

Anggota : Akmal Nugraha 1102009018

Cita Dharma Kusuma 1102009064

Danu Ajimantra 1102009069

Amalia Fatmasari 1102011022

Amanda Ricki 1102011023

Ana Amalina 1102011024

Arib Faras Wahdan 1102011043

Arief Rachman 1102011044

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

JAKARTA

2013/2014

1

SKENARIO 4

BISIKAN GAIB

Laki-laki 25 tahun, dibawa ke IGD RSJ karena memukul ibunya dan memecahkan kaca jendela.
Alasannya ada bisikan gaib didekat telinganya yang memerintahkan melakukan tindakan
tersebut. Sudah dua pekan ini pasien mengalami insomnia dan menarik diri, kadang bicara
sendiri yang bila ditegur marah (irritable). Pasien pernah mengalami gejala seperti ini satu tahun
yang lalu, setelah dirawat di RSJ seminggu pasien dibolehkan pulang, tapi tak mau berobat jalan
dan jadi pemalas. Pada pemeriksaan psikiatrik; kesadaran sompos mentis, kontak psikis tidak
wajar, sikap kurang kooperatif; afek tumpul tidak serasi; fungsi kognitif seperti atensi,
konsentrasi, orientasi dan memori tidak terganggu; terdapat waham kejar dan halusinasi
auditorik. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan peninggian metabolit dopamine pada urine.
Dokter menduga pasien menderita gangguan Skizofrenia sebagai bentuk gangguan psikotik yang
disertai proses kemunduran (deteriorasi). Akhirnya dokter memberikan injeksi psikotik yang
akan dilanjutkan dengan program psikoterapi, sosioterapi dan rehabilitasi. Dokter menanyakan
apakah sebagai muslim pasien masih bias melaksanakan ibadah mahdhoh.

2

Kata Sulit :

1. Afek Tumpul : penurunan irama emosi;
- Afek : ekspresi emosi yang terlihat)
2. Kontak Psikis : kesanggupan seseorang untuk mengadakan hubungan emosional
3. Deteriorasi : bentuk gangguan psikotik yang disertai proses pemunduran
4. Atensi : kesadaran selektif terhadap suatu bagian aspek lingkungan
5. Skizofrenia : gangguan jiwa yang diderita seseorang yang diakibatkan karena cacat otak,
sehingga tidak bias membedakan realita dan khayalan
6. Ibadah mahdhoh : ibadah yang syarat dan kewajibannya sudah ditentukan
7. Waham Kejar : keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau
berencana membahayakan dirinya

Pertanyaan :

1. Kenapa ditemukan peninggian metabolik dopamine di urin?
2. Mengapa pasien bias mendengar bisikan gaib?
3. Apa efek samping obat psikotropika?
4. Mengapa bisa terjadi waham kejar?
5. Untuk skizofrenia, apa bentuk proses kemunduran?
6. Apa yang menyebabkan kemunduran pada skizofrenia?
7. Apa sajakan macam waham?
8. Apakah pasien masih bisa melakukan ibadah mahdhoh?
9. Apa saja jenis ibadah mahdhoh?
10. Pemeriksaan apa saja untuk pasien skizofrenia?
11. Apa saja macam afek?
12. Mengapa skizofrenia mengalami ketidakseimbangan emosi?

Jawaban :

1. Karena peningkatan produksi dopamine di otak, maka dikeluarkan lewat urin
2. Karena skizofrenia, sehingga tidak tahu mana yang realita dan khayalan
3. Efek samping : sakit kepala, somnolen, mual dan muntah
4. Karena skizofrenia atau karena bisikan gaib
5. Bentuk kemundurannya ada kemunduran mental dan interaksi social
6. Karena tidak ada kecocokan ekspresi
7. Halusinasi, somatic, kebesaran, dan penyiaran
8. Tidak, karena tidak memenuhi syarat
9. Solat fardhu, puasa ramadhan, haji dan zakat
10. Anamnesis psikiatri, MRI
11. Datar, tumpul, sempit, dan luas
12. Karena ada gangguan di system limbic

Hipotesa

3

Psikosis tidak minum obat relaps

gejala : halusinasi, irritable, ketidakseimbangan, bisikan gaib, insomnia

pemeriksaan psikiatri : afek tumpul, kontak psikik tidak wajar, kurang kooperatif, waham kejar

pemeriksaan penunjang : dopamine meningkat pada urin, MRI

SKIZOFRENIA tidak wajib ibadah mahdhoh

Injeksi psikotropika, rehabilitas, sosioterapi, psikoterapi

Sasaran Belajar

4

LO 1. Memahami dan Mempelajari Neuroanatomi dan Neurofisiologi system limbic

LO 2. Memahami dan Mempelajari Biosintesis dan Metabolisme Dopamin

LO 3. Memahami dan Mempelajari Psikopatologik pada gangguan psikotik

LO 4. Memahami dan Mempelajari Skizofrenia

LI 4.1. Definisi

LI 4.2. Etiologi

LI 4.3. Epidemiologi

LI 4.4. Klasifikasi

LI.4.5. Patofisiologi

LI 4.6. Manifestasi Klinis

LI 4.7. Diagnosis

LI 4.8. Diagnosis Banding

LI 4.9. Tatalaksana

LI 4.10. Komplikasi

LI 4.11. Prognosis

LI 4.12. Pencegahan

LO 5. Memahami dan Mempelajari Ibadah Mahdhoh

LI I. Memahami dan Menjelaskan Neuroanatomi dan Neurofisiologi Sistem Limbik

5

Di-encephalon LOBUS LIMBIK (BROCA) Pengertian: Lobus limbik merupakan bangunan berbentuk huruf C pada dataran medial haemispherum yang melingkari corpus callosum dan mempunyai kesatuan fungsi yang meliputi: 1. Tractus mammilothalamicus 5. Nucleus medio dorsalis thalami 7.SISTEM LIMBIK (LIMBIC SYSTEM) Pengertian : Yang termasuk ke dalam system limbic ialah semua bangunan berikut: 1. Lobus limbic (Broca) 2. Subiculum: Terltak di depan lamina terminalis dan rostrum corpus collosum. Gyrus parahippocampi: Terletak antara fissura hippocampi dan sulcus collateralis Ke depan dia lanjut menjadi uncus. 2. Formatio hippocampi 3. Stria terminalis 6. Fimbra 3. Tal-encephalon 2. jalan melingkari corppus callosum sampai splenium corporis calloni. Nucleus amygdaloideus 4. Alveus 2. 3. Gyrus cinguli: Terletak tepat di atas corpus callosum. FORMATIO HIPPOCAMPI Pengertian: Merupakan bangunan yang mempunyai satu kesatuan fungsi yang meliputi: 1 HIPOCAMPUS (cornu ammonis) 6 . Area septi Beserta penghubungnya: 1. Hypothalamus 5. Fornix 4. Stria medullaris Dari bangunan-bangunan tersebut terlihat bahwa sistem limbik melibatkan: 1. Nucleus anterior thalami 6. Gyrus subcallosum s.

pre frontalis . NUCLEUS AMYGDALOIDEUS ( amigdala ) Bentuk :seperti buah almond Merupakan massa nuclei yang terletak pada lobus temporalis di daerah transisi dengan dataran postero inferor lobus frontalis. Fungsi hippocampus: berperan dalam proses belajar dan ingatan sekarang 2 GYRUS DENTATUS Pengertian : Merupakan seberkas substantia grissea yang terletak antara Fimbria Hippocampidan Gyrus Hippocampi. Struktur : Kebelakang Gyrus dentatus berjalan mendampingi fimbria sampai kedekat Splenium Corporis callosi dimana dia lanjut menjadi: Induseum griseum. Crus fornix dari setiap sisi membelok ke belakang dan atas di bawah splenium corpus callosi dan mengelilingi dataran belakang thalamus.Tegmentum 7 . Ujumg depannya melebar membentuk : PES HIPPOCAMPI. Menrima aferen dari: .Hypothalamus . temporalis. Keseluruhan formatio hippocampi mempunyai panjang 5 cm mulai dari depan ( pada amygdala ) kebelakang mencapai spelenium corporis callosi. Pada waktu kedua crura saling mendekat. Pada penampang frontal. Pada dataran atas Induseum griseum terdapat dua berkas serabut saraf: Stria longitudinalis mediale dan stria longitudinalis laterale. Permukaan dalam ventrikulus yang melengkung dilapisi oleh EPENDYM. Fimbria sendiri meninggalkan ujung belakang hippocampus sebagai crus fornix.GYRUS SUBCALLOSUM Meruapakan bangunan yang terletak antara hypocampus dengan gyrus parahippocampus.Lobus olfactorius anterior . Merupakan substansia grisea yang melengkung ke atas sepanjang dasar cornu inferior ventriculus lateralis.sama berbentuk huruf C dan kedua huruf Tersebut saling mengunci satu dengan lainnya.Nucleus medio dorsalis thalami .Cortex piriformis.Kedua crus fornix tersebut kemudian menyatu membentuk Corpus Fornix yang terletak sangat dekat dengan dataran bawah corpus callosum. 3 SUBICULUM s. Di bawahnya terdapat selapis tipis substantia alba disebut sebagai : ALVEUS yang terdiri dari serabut saraf yang berasal dari hippocampus yang kemudian melengkung ke medial membentuk FIMBRIA. Kedua stria ini Merupakan sisa ( substantia alba ): Induseum grisea vestigii Gyrus dentatus dan hippocampus sama . Induseum griseum sendiri merupakan seberkas tipis substantia grissea yang Menutupi dataran atas corpus callosum. dia dihubungkan dengan serabut saraf yang jalan melintang: Commissura fornuces yang akan saling bersilangan kiri dengan yang kanan dan akhirnya bergambung dengan hippocampus pada sisi yang sama. hippocampus berbentuk seperti HURUF C.

dibentuk oleh : . Lateralpembatas: fornix dan tractus mammilothalamicus Berhubungan erat dgn HYPOPHYSIS AXIS HYPOTHALAMUS-HYPOPHYSIS 8 . Medial dan kel.gyrus para terminalis . dia mempercepat aktifitas endokrin. Fungsi amigdala: 1 kalau dipacu.gyrus ( area ) subcallosum .Hubungan timbale balik dengan hypothalamus .berhubungan dengan habenula melalui stria medallarais thalami HYPOTHALAMUS Pengertian: merupakan bagian paling depan dari di-encephalon  satu-satunya bagian di- encephalon yang tidak ditutupi oleh hemisphaerum cerebri  dapat dilihat lansung pada dataran bawah otak Letak: mulai dari chiasma optici kebelakang mencapai lamina terminale dan commissura anterior daerah yang ditempati hypothalamus sering juga disebut sebagai: area pre-opticum Bangunan pembentuk hypothalamus: a chiasma opticum b tuber cinereum c infundibulum d corpus mammilare Struktur: nucleinya dibedakan: kel. sex dan reproduksi AREA SEPTI : . Dia berhubungan dengan ujung ekor nucleus caudatus yang berjalan kedepan pada atap inferior ventriculus lateralis. terjadi perubahan suasana hati ( mood ) 2 kalau dirusak.Nucleus amygdaloideus sisi lain .Tegmentum Letak : Sebagian didepan dan sebagian lagi daatas puncak cornu inferior ventriculuslateralis.Hypothalamus . Stria terminalis muncul dari daratan belakangnya.Cortex prefrontalis .Area preopticum mediale .Mengirim eferen ke: .Nucleus medio doralis thalami .Hubungan timbale balik dengan formatio hippocampi via formix .Letak : antara septum pellucidum dengan comminssura anterior . terjadi sikap agresif 3 melalui hypothalamus. meruapakan bagian dari nuclei tel – encephalon .cortex area septi .Nucleus area septi .

Tractus mammillothalamicus ( sudah diterangkan ) 5.grissea T. Melarikan diri . Makan . Mencari pasangan LI II. Nuclei intermedia thalami (nuclei of midline) 3 Kel.THALAMUS Pembentuk utama di-encephalon  subs. Fornix ( sudah diterangkan ) 4.d beberapa kelompok nuclei: 1 Kel. Commissura anterior ( sudah diterangkan ) FUNGSI SISTEM LIMBIK 1 berkaitan erat dengan keadaan emosi dan perilaku. Perasaan . saraf otonom dan kelenjar endokrin 6 Berkaitan erat dengan: . Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Dopamin 9 . Stria terminalis ( sudah diterangkan ) 6. kecuali : N. Stria medullaris ( sudah diterangkan ) 7. Berkelahi . Fimbria ( sudah diterangkan ) 3. maka diduga dia juga berfungsi sebagai pusat perasaan subjektif dan kepribadian seseorang SERABUT PENGHUBUNG LOBUS LIMBIK : 1. Nuclei lateralis thalami 5 Kel. Nuclei anterior thalami 2 Kel. walau tak cukup bukti 4 Berkaitan erat dengan respons homeostatik terhadap perubahan lingkungan 5 Berkaitan erat dengan perubahan emosi sehingga melibatkan aktivitas lokomotorik. Nuclei posterior thalami Masing-masing kelompok biasanya dibagi lagi atas bebera pa sub-kelompok nuclei Hubungan: menerima sensasi sensorik dari seluruh tubuh. Nuclei medialis thalami 4 Kel. terutama: reaksi takut. marah dan libido 2 khusus hippocampus mempunyai fungsi:  Pembelajaran  Ingatan sekarang ( hal – hal baru ) 3 Berkaitan erat dengan fungsi penciuman. OLFACTORIUS (penciuman) Secara mandiri thalamus berfungsi: • Menerima segala sensasi sensorik kecuali penciuman • Karena hubungannya yang luas dgn cortex lobus frontalis dan hypothalamus. Alveus ( sudah diterangkan ) 2.

Pada otak manusia terdapat 3 nukleus dopaminergik yang utama yaitu: 1 Substansia nigra pars compacta yang berproyeksi ke striatum 2 Area tegmental ventral yang berproyeksi ke nukleus accumbens dan korteks serebri 3 Nukleus arcuatus hipotalamus yang berproyeksi ke area tuberoinfundibular dan hipofisis. sehingga reseptor D2 akan berperan sebagai mekanisme umpan balik (feedback) negatif yang dapat memodulasi atau menghentikan pelepasan dopamin pada sinaps tertentu. mesokortikal. Reseptor dopaminergikD2 terletak di pre sinaps maupun post sinaps. Nukleus dopaminergik yang utama dijumpai pada substansia nigra pars compacta. dan nukleus arcuatus. Dopamin yang dilepaskan dari terminal saraf dapat mengaktivasi reseptor D2 pada terminal presinaptik yang sama. Dopamin yang dilepaskan ke celah sinaps dapat mengalami satu atau lebih keadaan berikut: 1 mengalami pemecahan oleh enzim COMT/ Catechol-O-Methyl-Transferase atau enzim MAO/ Monoamine Oxidase.Fisiologi Neurotransmiter Dopamin Dopamin merupakan kelompok neurotransmiter katekholamin. Reseptor Agonis Antagonis Lokasi 10 . dan akan dilepaskan apabila ada rangsangan. dan D4) . D3. 6 Reseptor dopamin memiliki 2 sub tipe utama yaitu reseptor seperti D1 (D1dan D5) dan reseptor seperti D2 (D2.000. Dari substansia nigra dan daerah tegmental sentral neuron tersebut akan berproyeksi ke daerah mesolimbik. Perangsangan reseptor D2 post sinaps akan merangsang proses interseluler. Dopamin disimpan dalam granula-granula di ujung presinaptik saraf. Langkah pertama sintesis dopamin adalah proses uptake asam amino L-tyrosine dari aliran darah. dan kemudian L-DOPA dikonversi menjadi dopamin oleh enzim dopa decarboxylase. Reseptor D2 memiliki 2 bentuk isoform yaitu D2 short dan D2long.000 sampai dengan 400. dan 5 mengalami ambilan kembali (reuptake) ke terminal pre sinaptik. tidak termasuk di retina dan bulbus olfaktorius diperkirakan berjumlah antara 300. daerah tegmental sentral. 3 mengaktivasi reseptor pre sinaptik 4 mengaktivasi reseptor post sinaptik. dan akan mengurangi sintesis atau pelepasan dopamin yang terlalu berlebihan. Dopamin disintesis dari tyrosine dibagian terminal presinaps untuk kemudian dilepaskan ke celah sinaps. dan daerah striatum. Reseptor dopaminergik D2 dapat berperan sebagai autoreseptor. Jumlah total neuron dopaminergik di otak manusia. Tyrosine akan dikonversi menjadi 3-4-dihidroxyphenylalanine (L-DOPA) oleh enzim tyrosine hydroxylase. 2 mengalami difusi dari celah sinaps. Variasi tipe reseptor ditentukan oleh urutan asam amino DNA.

Asam amino dan turunanya : Glycine Transmitter penghambat dalam SSP 2. tuberkel olfaktorius. Hipokampus dan Hipotalamus No Nama Efek utama 1. Quinpirole Accumbens Raclopride Nucleus D4 Clozapine Amygdala D5 . Acetylcholine Transmitter eksitasi pada hubungan neromuskuler. korteks serebri. transmitter eksitasi dan penghambat dalam SSP dan susunan saraf perifir 5. accumbens D2 Bromocriptine Haloperidol. . Haloperidol Neostriatum. n. Gamma . Enkephalin Transmitter yang mempunyai efek seperti morfin yaitu menghambat lintasan nyeri dalam SSP 11 .aminobutyric acid (GABA) Transmitter penghambat dari SSP 4. tuberkel olfaktorius. accumbens Raclopride.D1 . Sulpride D3 . n. Norepinephrin Tranmitter dalam SSP dan SS peririfir yang bersifat penghambat dan eksitasi 3. Neostriatum.

Jaras ini bertanggung jawab terhadap simptom positif dan negatif psikotik Efek Dopamin pada Sistem Limbik dan Sistem Kortikal Fungsi Dopamin sebagai neururotransmiter kerja cepat disekresikan oleh neuron-neuron yang berasal dari substansia nigra. waham dan halusinasi pada penderita psikosis (gejala positif) dan skizofrenia C Jaras Tuberinfudibuler Dari nukleus arcuata hypothalamus ke vasa infundibulum. Jaras ini mengatur pergerakan pada manusia.(Guyton.Pembentukan Dopamine Dopamin memiliki 4 jaras pathway : A Jalan Nigrostriata Dari substansia nigra ke corpus striatum ganglia basalis.1997: 714). neuron-neuron ini terutama berakhir pada regio striata ganglia basalis. D Jaras mesokorteks Bermula dari area tegmental mdbrain ventral. rasa euforiapada drug abuse. trias parkinsonism. namun aksonnya menuju krteks limbik. Pengaruh dopamin biasanya sebagai inhibisi. sensasi menyenangkan. Obat antispsikotik khususnya generasi I atau atipikal yang bekerja dengan memblok total jalan reseptor dapmin (khususnya D2) di pasca sinaps neuron. Akibat blocking berlebihan ini akan mengakibatkan EPS (Extrappiramidal syndrome) diantaranya distonia(kedutan) akut. Jaras ini bertanggungjawab dengan pengontrolan sekresi prolaktin. akathiasia(tidak bisa diam atau tetep bergerak akibat kekurangan dopamin) sampai bentuk paling berat dan kronis adalah diskinesia tardif (gangguan meggerakan tubuh berulang-ulang dengan onset lambat) B Jalan Mesolimbik Dari tegmentum ventral midbrain ke corteks dan subcorteks sistem limbik (nukleus accumbens) terkait dengn perilaku. 12 .

(Guyton. Pengaruh DOPAMINE Neurotransmitter systems Nucleus basalis of Meynert → Neocortex Acetylcholin Septal nuclei (Medial septal nucleus) → Fornix → Hippocampus e Striatum Mesocortical pathway: Ventral tegmental area → Frontal cortex Dopaminergic Mesolimbic pathway: Ventral tegmental area → Nucleus accumbe pathways Nigrostriatal pathway: Pars compacta → Striatum Tuberoinfundibular pathway: Hypothalamus → Pituitary gland BA/M Norepinephrine Locus coeruleus Serotonin Raphe nuclei · Anterior raphespinal tract · Lateral raphespinal trac pathways 13 . sementara serotonin dan dopamin terutama ke regio ganglia basalis dan sistem serotonin ke struktur garis tengah (midline). Sistem norepinefrin yang bersifat eksitasi menyebar ke setiap area otak. dimana keduanya memberikan gejala abnormalitas pada perilaku pasien. Ketidakseimbangan kadar dopamin dalam otak juga diduga mempunyai korelasi dengan penyakit skizofrenia. Sebagai pusat reward reinforcement dan motivasi perilaku. Dopamin bersifat inhibisi pada beberapa area tapi juga eksitasi pada beberapa area. keresahan dan perilaku goal-oriented. Sel saraf dopamin otak tengah sebagai pengkode dalam menentukan pengambilan keputusan.1997: 932) Hubungan antara dopamin dan perilaku Dopamin bekerja menghambat pelepasan prolaktin dari lobus interior pituitary.Tingginya kadar dopamin diasosiasikan dengan meningkatnya perhatian. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD) dan autisme. Parkinson. hiperaktivitas.

Dopamin merupakan neurotransmitter aktif dalam sistem dopaminergik dan berhubungan dengan penyakit neuromotor (Parkinson) dan schizophrenia. pada pengobatan secara internal masih lebih mudah untuk menemukan tanda yang dapat menunjukkan adanya indikasi suatu penyakit atau gangguan tertentu. penyimpanan. Psikopatologi pada Gangguan Psikotik I. Gejala : pengalaman pribadi yang dirasakan dan diuraikan oleh pasien. B. 14 . menunda atau sulit mempertahankan hubungan. LI III. target terapetik dalam sistem dopaminergik meliputi : biosintesis. reuptake dan reseptor (presinaps dan prasinaps) dopaminergik. sering dinyatakan dalam bentuk keluhan. A. dapat bergaul dan percaya diri. motivasi. dan kemampuan untuk merasakan kesenangan. Kekurangan zat kimia ini dikaitkan dengan simptom psikologis seperti keresahan sosial. Pengenalan Sebagian besar tanda dan gejala yang terdaftar di bawah ini dapat dipahami sebagai nilai yang bervariasi dari berbagai gambaran spektrum perilaku yang berkisar antara normal sampai abnormal. Aspartate Climbing fibers GABA Globus pallidus AA Glycine Renshaw cells Glutamat Thalamus · Subthalamic nucleus · Globus pallidus e Dopamine mengatur aktivitas di dalam frontal lobe. metabolisme.Obat-obat yang meningkatkan efek dopamin dalam sistem ini menunjukkan aktivitas farmakologis terhadap kedua penyakit tersebut. Tanda : Pengamatan dan penemuan penyakit / gangguan oleh seorang dokter. seperti adanya suatu penyumbatan atau retardasi psikomotorik. sebagai contoh. Seperti neurotransmiter lain. Sebagai pembanding. mengkritik diri sendiri. area otak yang mengatur komunikasi. seperti suasana hati tertekan atau kehilangan energi. begitu menurut riset di Leiden University Medical Center di Netherlands. Tapi begitu kekurangan ini dikoreksi. Sangat sulit untuk menemukan suatu gejala atau tanda patognomonik ( khas ) dalam psikiatri. tanda “cincin Kayser-Fleischer” pada penyakit Wilson's atau refleks Babinski pada penyakit gangguan jalur piramidal. perempuan yang mengalaminya sering merasa lebih berenergi.

Tanda dan Gejala Gangguan Psikiatri A. Folie a deux ( folie a trois) : gangguan komunikasi emosional antara dua ( atau tiga) orang. 15 . Status kesadaran senjakala : gangguan kesadaran dengan halusinasi h. Kebingungan : Gangguan kesadaran di mana reaksi ke stimuli lingkungan tidak sesuai. terjadi sekunder pada delusi atau paranoid. dan pengalaman religius yang sangat menggembirakan. C. g. Emosi: status perasaan yang kompleks termasuuk didalamnya faktor psikis. B. Stupor : ketiadaan reaksi dan tidak mengenal lingkungan. umumnya dilihat pada keadaan hipnosa. berhubungan dengan hyperpragia: aktivitas mental dan pemikiran berlebihan. Disorientasi : Gangguan orientasi dalam hal waktu. b. atau orang. i. kemampuan untuk fokus pada satu aktivitas. Koma : Derajat tingkat keadaan pingsan yang dalam. atau orang. Gangguan kesadaran a. namun lebih samar-samar dibanding suatu gangguan / penyakit yang spesifik. II. yang mengakibatkan orang hilang kendali ketika dalam keadaan mabuk oleh alkohol. l. b. tempat. d. 1. kehilangan keseimbangan dan jatuh karena dalam pengobatan sedatif. Status seperti mimpi : sering digunakan sebagai sinonim untuk bangkitan parsial kompleks atau epilepsi psikomotorik. Trans : perhatian yang terpusat dan kesadaran berubah. somatis. b. Kesadaran : Status kesadaran ( istilah sensorium kadang-kadang digunakan sebagai suatu sinonim untuk kesadaran). maupun prilaku yang berhubungan atau dapat mempengaruhi suasana hati. dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Disinhibisi : Perpindahan efek inhibisi. Keadaan mengantuk : suatu status kesadaran lemah berhubungan dengan suatu keinginan atau kecenderungan untuk tidur. e. Kesadaran berkabut : kesadaran yang tidak sempurna dengan gangguan persepsi dan sikap. tempat. c. Koma vigil / terjaga : keadaan koma di mana pasien nampak seperti tertidur tetapi siap untuk dibangunkan (dikenal sebagai mutisme akinetik). a. gelisah yang berhubungan dengan ketakutan dan halusinasi. Delirium : reaksi kebingungan. yang disebut sindrom sundowner's. Gangguan Sugestibilitas : respon tanpa kritik dan mengalah terhadap suatu ide / pendapat yang mempengaruhi. Hypervigilans : perhatian berlebihan yang terpusat pada semua stimuli internal dan eksternal. 2. k. gangguan disasosiasi. Gangguan perhatian : perhatian adalah sejumlah usaha yang digunakan dalam memperhatikan dan fokus terhadap suatu hal tertentu dari suatu pengalaman. kebingungan. Inatensi selektif : Perhatian yang terbatas hanya pada berbagai hal yang menghasilkan ketertarikan. yang dinyatakan dengan disorientasi dalam hal waktu. Terbenamnya matahari : sindrom pada orang lanjut usia yang umumnya terjadi pada malam hari dan ditandai oleh keadaan mengantuk. disorientasi. d. a. f. Somnolen : keadaan mengantuk yang abnormal. e. 3. keadaan di mana perhatian ditarik menuju stimuli eksternal yang tidak relevan atau tidak penting. c. Sindrom : suatu kelompok tanda dan gejala yang bersama-sama menyusun suatu kondisi tertentu yang dapat dikenal. Distraktibilitas : Ketidakmampuan untuk konsentrasi dalam memberi perhatian. j. Hipnosa : modifikasi kesadaran yang ditandai oleh suatu peningkatan sugestibilitas.

Keinginan bunuh diri : Pemikiran tentang ingin mengakhiri hidupnya sendiri. senang. Tekanan : Perasaan sedih yang bersifat Psikopatologik. bahagia. tetapi intensitasnya lebih sedikit. Afek tidak sesuai : ketidaksesuaian antara ungkapan emosi yang dirasakan dengan pikiran. Mania : Status suasana hati yang ditandai oleh kegembiraan. dan kemarahan. Afek labil : perubahan yang kasar dan cepat dalam ungkapan emosional. d. Mood berayun ( labil ) : perpaduan suasana hati antara bahagia dan tertekan atau cemas berlebihan. Mood ekspansif ( leluasa ) : ungkapan seseorang yang merasakan kebebasan. ide maupun perkataan . m. k. f. dan yang dipercepat oleh pemikiran dan perkataannya sendiri. c. Duka cita Atau Perkabungan : Kesedihan yang sesuai dengan kondisi karena meninggalnya seseorang yang dikasihi. Euforia : Suasana hati yang terangkat dan penuh kegembiraan. a. Hypomania : Kelainan suasana hati ( mood ) dengan karakteristik mania yang kwalitatif. Afek terbatas : pengurangan dalam intensitas ungkapan emosi / perasaan. yang mungkin dapat berbeda dengan apa yang dikeluhkan oleh pasien. sering berhubungan dengan adanya tekanan. suatu suasana hati yang lebih gembira dari biasanya. 16 . f. j. h. Afek datar : Ekspresi afeksi yang bisa ada ataupun tidak ada: ditandai dengan suara yang monoton. kemenangan. kegembiraan. q. Mood Eutimik : cakupan suasana hati normal. juga disebut kehilangan. o. a. Melankolia : keadaan perasaan yang sangat tertekan. i. e. Mood Disforik : suatu suasana hati tak enak. menyiratkan tidak adanya perasaan tertekan atau persaan senang berlebihan. Mood sensitif ( mudah marah ): suatu keadaan pada seseorang yang mudah merasa terganggu dan cepat marah. p. Afek tumpul : gangguan afek yang ditandai oleh adanya pengurangan sejumlah besar intensitas ungkapan emosi / perasaan secara eksternal . Alexithymia : ketidakmampuan seseorang untuk menguraikan atau kesulitan di dalam menggambarkan secara sadar emosi / perasaan dan suasana hatinya. dapat diuraikan lebih lanjut sebagai afek yang yang diekspresikan secara wajar. misalnya adanya tekanan. l. digunakan dalam istilah melankolia involusional. Ekstasi : Suasana hati yang terlalu gembira diluar kewajaran. Afek : ungkapan emosi yang dapat diamati. kepuasan dan optimisme. Afek yang sesuai : kondisi di mana ungkapan emosi selaras dengan pikiran. b. tidak berhubungan dengan stimuli eksternal. yang juga berhubungan dengan intensitas tekanan. ide maupun perkataan. hiperseks. Mood terangkat ( naik ) : suasana hati yang terisi oleh kenikmatan dan kepercayaan diri. hiperaktif. wajah tak bergerak ( tanpa ekspresi ). e. n. d. Anhedonia : hilangnya minat dan ketertarikan terhadap segala kegiatan / aktifitas yangbiasanya menyenangkan. Suasana hati ( Mood ) : suatu pengalaman subyektif yang menggambarkan dan mendukung emosi / perasaan yang dapat disampaikan oleh pasien dan yang dapa diamati oleh orang lain. 2. b. c. gelisah. Kegembiraan : perasaan sukacita. biasanya dengan suatu pengakuan akan arti penting dari diri sendiri. g. lebih sedikit dibanding Afek tumpul namun tetap jelas adanya pengurangan.1.

e. yang dapat berhubungan dengan gangguan sistem saraf otonom. k. Hiperfagia : Peningkatan nafsu makanan. paling sering berhubungan dengan depresi / tertekan ( disebut juga tanda vegetatif ). f. bisa berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Ansietas ( kecemasan ) : perasaan takut yang disebabkan oleh adanya bahaya yang dapat terjadi. serupa dengan iritabilitas ( sifat lekas marah ) yang mudah dicetuskan oleh kemarahan atau gangguan. c. Kecemasan mengambang : ketakutan yang tidak terpusat pada satu hal tertentu. Takut : Kecemasan yang disebabkan oleh kesadaran akan suatu bahaya yang nyata dan dikenal. d. 17 . (2) Pertengahan : Kesukaran untuk tidur sepanjang malam tanpa terbangun dan kesukaran untuk dapat tidur kembali. Panik : serangan kecemasan yang berlebihan. a. bersifat episodik. Apati : ketumpulan emosi yang berhubungan dengan sikap acuh tak acuh. Hipersomnia : tidur yang berlebihan. Abreksi : pelepasan emosional atau membebaskan ingatan – ingatan terhadap pengalaman yang menyakitkan. juga oleh karena perasaan ngeri yang hebat. pada kateksis dapat dihubungkan dengan perasaan. dan mulai membaik pada jam-jam berikutnya. Pengendalian diri : Kemampuan untuk menahan diri terhadap godaan. l. Dekatesis : melepaskan emosid dari pemikiran. Rasa bersalah : Emosi sekunder yang timbul setelah melakukan sesuatu yang dianggap kesalahan. Agitasi ( gelisah ) : kecemasan yang dalam berhubungan dengan kegelisahan motorik. gagasan. n. Insomnia : ketidakmampuan atau kesulitan untuk tidur. Ambivalen : adanya dua hal yang saling bertentangan ( berbeda ) dalam diri seseorang yang dialami dalam waktu bersamaan. j. Anorexia : hilangnya atau penurunan selera makan. Variasi Diurnal ( siang hari ) : secara teratur suasana hati terburuk pada pagi hari. dorongan hati atau hasutan yang diikuti suatu tindakan. b. Sikap acuh tak acuh : sikap yang tidak menunjukkan kepedulian / perhatian terhadap kelemahan atau kekurangan seseorang. (3) Terminal : terbangun pagi-pagi benar. sesaat setelah bangun. Inefabilitas : keadaan sangat gembira pada seseorang yang tak terlukiskan. f. dan mustahil untuk disampaikan kepada orang lain. (1) Awal : kesukaran dalam upaya untuk tidur. b. h. Malu : Perasaan gagal untuk mengerjakan sesuatu yang diharapkan. 4. tindakan dan pencapaiannya . d. Penurunan Libido : penurunan minat / ketertarikan seksual. Gangguan fisiologis berhubungan dengan suasana hati ( Mood ) : Tanda-tanda gangguan somatis ( biasanya otonomik ). m. e. Ketegangan : Peningkatan aktifitas motorik yang tidak menyenangkan berhubungan dengan faktor psikologis. Akateksis : ketiadaan perasaan terhadap sesuatu yang menjadi beban secara emosi. c. atau para orang. g. i. o. Emosi lainnya: a. 3. (peningkatan libido sering dihubungkan dengan negara status manik). r. sulit digambarkan.

atau iritabilitas yang menyertai suatu aktifitas tubuh maupun mental. Otomatisme : suatu tindakan atau penampilan otomatis yang biasanya mewakili aktivitas yang tidak disadari. b. yang dinyatakan oleh aktivitas motorik atau perilaku seseorang. f. payudara membesar. Negativisme : Pertahanan diri untuk dipindahkan atau penolakan terhadap semua instruksi yang diberikan. j. Rangsangan katatonik : agitasi / gelisah. berupaya untuk melawan semua usaha untuk dipindahkan. Postur katatonik : pengambilan suatu posisi atau sikap tubuh yang tidak biasa / ganjil dalam waktu yang lama. C. a. ketika si pemeriksa memindahkan atau menggerakkan salah satu anggota tubuh pasien. e. Pika : keinginan untuk mengkonsumsi benda yang bukan makanan. lemah dan mengantuk. Stereotipik: Pengulangan secara seksama suatu pola atau bentuk aksi fisik maupun perkataan tertentu. Bulimia : rasa lapar yang tak terpenuhi dan keinginan berlebihan untuk makan. h. i. 10. berbagai keinginan. 7. 5. k. Kekakuan / Rigiditas katatonik: asumsi volunter pada postur / posisi tubuh yang kaku. rangsangan. Ekopraksia : Gangguan / penyakit pada orang yang suka meniru orang lain. amenore ( tidak turun haid ) dan mual pagi hari. 6. g. Perilaku Motorik : Aspek psikis yang meliputi dorongan hati. motivasi. seperti cat dan tanah liat. Manerisme ( Lagak ) : pergerakan involunter ( tidak disengaja ) yang sudah menjadi kebiasaan. seperti pada Schizofren Katatonik . Katapleksi : hilangnya kekuatan otot secara temporer dan kelemahan yang dipicu oleh berbagai beban emosi. Pseudosiesis : kondisi yang jarang terjadi di mana seseorang yang tidak hamil namun mempunyai tanda dan gejala kehamilan. dapat dilihat pada bulimia nervosa dan depresi atipik. seperti distensi abdominal. 1. seperti encephalitis. 9. 4. aktifitas motorik yang tak bertujuan dan tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal. sering sampai pada batas imobilitas dan tampak acuh pada lingkungan sekitar. dan hasrat. 8. d. Mutisme : seseorang yang tidak dapat bicara atau mengeluarkan suara tanpa adanya kelainan struktural. naluri. Stupor katatonik : aktivitas motorik yang lamban. Perintah Otomatis : kepatuhan untuk melakukan suatu perintah secara otomatis. c. Akinesia : ketiadaan pergerakan fisik. bisa juga terjadi sebagai efek samping ekstrapiramidal dari pengobatan antipsikosis. 3. Katalepsi : istilah umum untuk suatu posisi diam / tak bergerak yang dilakukan secara konstan. 2. pigmentasi. Katatonia dan Kelainan Postural : terlihat pada Schizofrenia katatonik dan beberapa kasus gangguan otak. Cereafleksibilitas ( fleksibilitas sepertii lilin): kondisi dimana seseorang yang diatur dalam suatu posisi tertentu untuk dirawat / diperiksa. Aktifitas berlebihan : 18 . maka bagian tersebut terasa seperti terbuat dari lilin. Adinamia : Kelemahan dan kelelahan ( Fatig ). Fatig ( kelelahan ) : suatu perasaan keletihan. g.

Hiperaktif ( hiperkinesis) : tidak bisa diam. Gaya berjalan atau melangkah terlihat ganjil namun bukan disebabkan oleh karena suatu lesi organik yang spesifik. merupakan kendali motorik yang terhadap amukan. Abulia: penurunan rangsangan dalam bertindak dan berpikir. Agresi: kekuatan penuh dalam berbagai tindakan yang bertujuan baik secara fisik maupun dalam berbicara. merupakan salah satu akibat dari defisit neurologis. Akathisia : perasaan subyektif berupa ketegangan otot sekunder karena obat antipsikotik maupun obat yang lain. Tik : pergerakan motorik spasmodik / tak teratur dan tanpa disengaja. 17. serta mengulangi posisi duduk dan berdiri. j. ketidakteraturan tindakan otot. Polifagi : kelainan berupa makan secara berlebihan. i. keterlambatan dalam berpikir. Diskinesia : Kesukaran dalam melakukan pergerakan volunter. 19 . kompulsi secara alamiah. terlihat pada kelainan konversi. g. 14. Somnabulisme ( berjalan saat tidur): aktivitas motorik selama tidur e. d. 11. 13. Astasia Abasia : ketidakmampuan untuk berdiri atau berjalan secara normal. Suka meniru: aktivitas motori pada masa kanak-kanak suka meniru gerakan sederhana. f. dapat keliru dianggap sebagai gangguan jiwa agitasi. akan berkurang selama periode relaksasi dan tidur dan akan meningkat dalam keadaan marah atau tegang. Kekakuan Otot : keadaan dimana otot sulit digerakkan. b. sprei maupun sarung bantal . ( 4) Satiriasis : kebutuhan yang memaksa dan berlebihan untuk berhubungan seks pada seorang laki-laki. 16. a. 18. bersifat khas atau tipikal. prilaku yang timbul oleh karena fantasi bawah sadar. dapat terlihat pada Delirium. k. pada umumnya gemetaran lebih cepat dari satu detik. yang dapat menyebabkan kegelisahan. seperti pada kelainan ekstrapiramidal 20. h. 15. Koprofagia : suka makan kotoran atau tinja. 12. ( 1) Dipsomania : kompulsi untuk minum alkohol. agresif dan destruktif yang sering dihubungkan dengan adanya kelainan pada otak. berhubungan dengan sikap acuh tak acuh. berbicara dan bergerak. Anergia: ketiadaan energi. Hipoaktifitas ( hipokinesis) : penurunan aktifitas motorik dan kognitif seperti pada retardasi psikomotor . Tremor : perubahan irama pergerakan. kemarahan. Agitasi Psikomotorik : aktifitas motorik dan kognitif yang berlebihan. biasanya pada pakaian. ansietas terhadap suatu perubahan. Polidipsi : kelainan berupa minum secara berlebihan. meskipun pergerakan kaki normal dapat dilakukan pada saat duduk atau posisi berbaring. Ataksia : Kegagalan koordinasi otot. ( 3) Nimfomania : kebutuhan yang memaksa dan berlebihan untuk berhubungan seks di pada seorang perempuan. 19. Flosilasi : gerakan memilin tanpa tujuan. Kompulsi : dorongan hati yang tak dapat dikendalikan untuk melakukan suatu tindakan secara berulang. atau permusuhan. c. ( 5) Trikotillomania : kompulsi untuk mencabut rambut. ( 2) Kleptomania : kompulsi untuk mencuri. ( 6) Ritual : aktivitas otomatis. terlihat pada Skozofrenia. Berakting ( pemeranan ): ekspresi keinginan bawah sadar atau rangsangan terhadap suatu tindakan. biasanya nonproduktif dan merupakan respon terhadap ketegangan dari dalam diri sendiri.

perilaku yang tidak melanggar berbagai norma sosial. Korea : pergerakan cepat. Konvulsi tonik : Konvulsi dimana otot akan terus. d. disebut juga Freudian Slip) yang dianggap sebagai bagian dari pemikiran yang normal. a. dan orang tersebut dikategorikan sebagai psikosis. c. b. Distonia : kelambatan. a. suatu kontraksi hebat atau spasme otot. dan gangguan psikis maupun sensoris. Bradikinesia : kelambatan aktifitas motorik ditandai dengan suatu penurunan pergerakan spontan yang normal. Pemikiran: merupakan arus gagasan. pemikiran yang ditandai oleh hlangnya asosiasi. Gangguan Pikiran formal : lebih mengarah kepada gangguan dalam bentuk pikiran dan bukan isi pikiran. untuk memisahkannya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. maka secara normal kita akan berpikir. kontraksi dari batang tubuh dan anggota gerak. tersentak-sentak yang tak bertujuan dan dilakukan tanpa sadar. dan untuk membedakannya dari pandangan umum. Bangkitan tonik-klonik umum: serangan berupa gerakan tonik-lonik anggota tubuh. Bangkitan parsial kompleks : bangkitan yang terlokalisir pada bagian iktal yang disertai perubahan kesadaran. seperti konvulsi. Konvulsi : involunter. Aminia : Ketidakmampuan untuk membuat bahasa tubuh / gestur sendiri atau untuk memahami gestur yang dibuat orang lain. disebut juga bangkitan Grand Mal dan bangkitan psikomotorik. bukan hanya respon yang tidak diharapkan untuk menjawab peristiwa tertentu atau membatasi hubungan antara seseorang dan masyarakat sekitar. Berputar-putar : suatu tanda pada anak-anak autistik yang secara terus menerus memutarkan badan searah putaran kepala mereka. terlihat pada epilepsi dan bisa juga karena rangsangan lain. parapraksis ( kehilangan motivasi logika tanpa disadari. c. 22. ketika suatu peristiwa logis terjadi. 27. Gangguan Mental : secara klinis perilaku yang timbul atau sindrom psikologis yang terjadi berhubungan dengan penderitaan dan kecacatan. hilangnya kesadaran. Psikosis : Ketidakmampuan untuk membedakan kenyataan dan khayalan. D. Bangkitan : suatu serangan mendadak dari gejala tertentu. lambang / simbol. Konvulsi klonik : konvulsi dimana otot akan berkontraksi dan relaksasi secara bergantian. b. 23. dan inkontinensia yang berangsur-angsur akan sadar dan pulih. Pemikiran abstrak adalah kemampuan untuk menggapai hal- hal yang penting secara utuh. 26. dengan menciptakan suatu kenyataan baru ( berbeda dengan neurosis: gangguan mental di mana kenyataan yang sebenarnya tetap utuh. dan hal-hal konstruktif tapi tidak masuk akal. 20 . Bangkitan parsial sederhana : bangkitan yang terlokalisir pada bagian iktal tanpa perubahan dalam kesadaran.menerus berkontraksi. pembentukan kata baru / neologisme. lidah yang tergigit. 24. gangguan proses berpikir. tetapi akan cenderung kumat dan berlangsung kronis bila tanpa perawatan. dan asosiasi bertujuan yang diaktifkan oleh suatu masalah atau tugas yang menghasilkan kesimpulan berdasarkan kenyataan. Gangguan umum dalam proses berpikir a. 25. b. Uji realitas : merupakan evaluasi dan penilaian yang obyektif terhadap dunia diluar diri sendiri .21. 1. terlihat pada distona karena pengobatan tertentu.

Kehilangan asosiasi : arus berpikir di mana berbagai gagasan bergeser dari satu topik ke topik yang lain dan tidak saling berkaitan. Pemikiran yang tidak masuk akal: pemikiran yang berisi kesimpulan yang salah atau pertentangan secara internal. i. Pengertian emosional yang dalam: tingkat kesadaran atau pemahaman yang tinggi pada seseorang yang dapat mendorong untuk melakukan hal-hal positif dalam prilaku dan kepribadiannya. pengulangan yang dipertahankan. yang ditandai oleh suatu detail yang tumpang- tindih dan keterangan sambil lalu. 2. pada keadaan yang lebih ringan masih dapat diikuti oleh orang yang mendengarkan. tidak masuk akal. e. Pemikiran Autistik : Keasyikan dengan diri sendiri. Verbigerasi : pengulangan kata-kata atau ungkapan tertentu yang tidak mengandung arti. di mana pemikiran. l. h. j. sering berhubungan dengan gangguan kognitif. Ekolalia : psikopatologis berupa pengulangan kata-kata atau kalimat dari seseorang kepada yang lain. untuk pertimbangan psikologis idiosinkratik b. terjadi ketidaksesuaian dalam perkataan. Penyimpangan : terjadi deviasi mendadak dalam pikiran tanpa dapat dihentikan. g. 21 . Flight of idea ( ide yang berterbangan ): perkataan yang cepat dan beruntun. e. Pemikiran gaib : suatu bentuk pikiran dereistik. g. Ketidaksesuaian : pada umumnya apa yang dipikirkan tak dapat dimengerti / dipahami. j. Perseverasi : mempertahankan respon terhadap stimulus yang sebelumnya setelah suatu stimulus baru diberikan. kata-kata yang tidak mempunya koneksi logis. h. Tangential : Ketidakmampuan untuk membentuk asosiasi pikiran yang bertujuan. Sirkumstantial : Kalimat yang tak langsung mencapai tujuan / maksud yang sebenarnya tetapi berputar-putar pada kalimat yang lain. atau tindakan yang menunjukkan kekuasaan ( sebagai contoh. pada keadaan yang lebih berat. dunia pribadi. Jawaban tidak relevan : Jawaban yang tidak selaras dengan pertanyaan yang diajukan ( seseorang yang mengabaikan atau tidak mempedulikan pertanyaan yang dimaksud ). pemikiran dan perkataan yang berjalan bersama namun tidak saling berhubungan. dapat disampaikan dalam bentuk ejekan maupun dengan intonasi yang keras. termasuk sajak dan permainan kata-kata. Gangguan spesifik dalam bentuk pikiran a. secara tidak normal pada psikosis. Neologisme : kata-kata baru yang diciptakan oleh pasien. Asosiasi klang : asosiasi kata-kata dengan bunyi yang sama tetapi tanpa arti. Salad kata-kata : campuran kata-kata yang tidak logis dan tidak bertautan dengan kalimat. i. terkadang digunakan sebagai sinonim dari kehilangan asosiasi. kata-kata. k. sering dengan kombinasi suku kata dari kata-kata yang lain. f. d. dapat dianggap sebagai gangguan psikis bila tanda-tandanya jelas dan bukan disebabkan oleh defisit intelektual atau nilai-nilai budaya. ide / gagasan yang berpindah-pindah. dan gaib. c. n. istilah yang terkadang disama artikan dengan dereisme. pemikiran yang serupa dengan pemikiran pada tahap anak-anak (Jean Piaget). dengan tujuan untuk dapat dihubungkan. ditemukan secara normal dalam mimpi. kondensasi : Peleburan berbagai konsep menjadi satu. menjadi penyebab atau pencegah suatu peristiwa hebat). f. m. menghasilkan tatabahasa yang tidak beraturan. pembicara tidak mendapat tujuan yang diingankan. Proses berpikir primer : istilah umum untuk pemikiran dereistik. Dereisme : Aktivitas mental yang tidak sesuai kenyataan dan pengalaman.

berkuasa dan terkenal. ia percaya bahwa otaknya melebur atau meleleh ). pengendalian. orang lain. ia percaya bahwa orang yang bekerja di stasiun televisi maupun radio sedang membicarakan dirinya ). peristiwa tertentu. sangat mustahil. yang kecurigaannya lebih sedikit daripada delusional ). o. Bloking ( Ganjalan ) : interupsi / hadangan keras terhadap pikiran sebelum pikiran atau ide tersebut dapat diselesaikan. (10) Delusi kendali : perasaan bahwa kehendak. tidak berhubungan dengan suatu gangguan pikiran jika hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan spiritual ( Gereja Pantekosta ). sering ditemukan pada pasien yang mempunyai kecenderungan patologis untuk mengambil tindakan sah secara hukum oleh karena penganiayaan dibayangkan. Delusi kekuasaan / kehebatan: konsep berpikir yang berlebihan dari seseorang yang menganggap dirinya penting. ( 7) Delusi somatis : kepercayaan yang salah pada seseorang yang berhubungan dengan fungsi tubuh ( sebagai contoh. bahkan perasaan seseorang dikendalikan oleh kekuatan diluar dirinya. penyerbu dari ruang angkasa telah menanamkan elektroda dalam otak seseorang). Delusi penyiksaan: kepercayaan palsu dari seseorang bahwa dia telah diganggu. ( 5) Delusi nihilistik : perasaan yang salah tentang menyatakan diri sendiri. ( 8) Delusi paranoid : meliputi khayalan tentang penganiayaan. FBI. Glossolalia : Ungkapan suatu pesan atau pewahyuan melalui kata-kata yang tak dapat dipahami ( dikenal sebagai bahasa lidah). b. suatu bahasa yang khusus. tidak ada pengulangan kata-kata. ditipu. tidak sesuai dengan tingkat kecerdasan pasien dan latar belakang budaya. a). dan kekuasaan (dibedakan dari pikiran paranoid . ( 9) Delusi tuduhan : perasaan bersalah dan menyesali kesalahan diri sendiri. berdasarkan pada kesimpulan salah tentang kenyataan diluar. orang tersebut tidak dapat mengingat lagi apa yang sudah dikatakan atau yang baru akan dikatakan ( disebut juga deprivasi pikiran ). Delusi ( khayalan ) : kepercayaan palsu. obyek. ( 4) Delusi tidak sesuai mood : Khayalan yang tidak memiliki hubungan dengan isi suasana hati atau kondisi mood yang stabil ( sebagai contoh. namun tidak bisa dikoreksi dengan alasan lain. atau orang lain hanya memiliki kemampuan yang biasa atau kemampuan yang berdampak negatif. lebih kuat dibandingkan suatu khayalan / delusi. seseorang telah dianiaya oleh CIA. b). kepercayaan yang aneh dan salah ( contohnya. atau dunia ini adalah hampa atau akan segera berakhir. pemikiran. ( 1) Delusi Ganjil : tidak masuk akal. 3. setelah jeda itu. ( 6) Delusi kemiskinan : kepercayaan yang salah dari seseorang bahwa dia telah atau akan kehilangan semua harta miliknya. ( 3) Delusi sesuai mood : khayalan yang dihubungkan dengan isi suasana hati seseorang (contohnya. dikenal juga sebagai criptolalia. seorang pasien depresi percaya bahwa dia yang bertanggung jawab atas kehancuran dunia). ( 2) Delusi yang diatur : kepercayaan palsu yang berhubungan dengan tema atau peristiwa tertentu ( sebagai contoh. Gangguan spesifik dalam isi pikiran a. Delusi acuan: kepercayaan palsu dari seseorang bahwa perilaku orang lain lain mengacu pada dirinya. c). atau Mafia). pasien menganggap bahwa orang lain sedang membicarakannya ( sebagai contoh. atau ungkapan yang tidak jelas. berdasarkan ide acuan ini. c. atau dianiaya. Ide berlebihan : tidak masuk akal. Kemiskinan isi : pikiran yang hanya memberi sedikit informasi oleh karena ketidakjelasan. p. 22 . mempertahankan kepercayan terhadap sesuatu yang salah. seorang pasien depresi berkhayal sebagai pemegang kendali pikiran atau pikiran tentang penyiaran).

(3) Akrofobia : Perasaan ngeri berada di tempat tinggi. Kecenderungan atau Keasyikan pikiran: memusatkan isi pikiran pada suatu hal tertentu. (4) Agorafobia : Perasaan ngeri berada di tempat terbuka. tindakan yang dilakukan berulang-ulang oleh karena obsesi yang tidak akan pernah berakhir bila tidak segera dihentikan. Obsesi : ketekunan pikiran yang patologis terhadap sesuatu yang dianggap menarik yang tidak dapat dibatasi oleh akal sehat. berhubungan dengan afek yang kuat. c). namun membuat interpretasi tentang tanda dan gejala penyakit yang dibuat-buat. (1) Fobia spesifik : perasaan ngeri yang terbatas pada suatu situasi atau obyek tertentu (contoh. Penarikan Pikiran: Khayalan bahwa pikiran seseorang telah dipindahkan oleh orang lain atau kekuatan tertentu. (11) Delusi ketidaksetiaan ( delusi kecemburuan): kepercayaan palsu yang diperoleh dari kecemburuan yang patologis tentang ketidaksetiaan seseorang terhadap kekasihnya.a). berhubungan dengan ansietas. ( 8) Panfobia : Perasaan ngeri terhadap segala sesuatu. ( 9) Klaustrofobia : Perasaan ngeri berada di tempat tertutup. Penyisipan Pikiran: Khayalan bahwa pikiran tertentu telah ditanamkan dalam otak seseorang oleh orang lain atau kekuatan tertentu. ( 6) Ailurofobia : Perasaan ngeri pada kucing. Penyiaran Pikiran: Khayalan bahwa pikiran seseorang dapat didengar oleh orang lain melalui penyiaran di udara. . i. Hipokondria : perhatian yang berlebihan terhadap kesehatannya berdasarkan kelainan / patologi yang tidak nyata. Pengendalian Pikiran: Khayalan bahwa pikiran seseorang sedang dikendalikan oleh orang lain atau kekuatan tertentu. j. f. seperti paranoid atau kecenderungan untuk menyiksa atau membunuh diri sendiri. h. Kompulsi : kebutuhan untuk melakukan sesuatu karena dorongan hati yang patologis dan bila tidak terpenuhi akan mengalami ansietas / kecemasan. 23 . berhubungan dengan sindrom Munchausen. perasaan takut pada laba-laba atau ular). sehingga berusaha untuk menghindari sumber ketakutan tersebut. selalu berpura-pura sakit. (12) Erotomania : Delusi Kepercayaan. ( 7) Erythrofobia : Perasaan ngeri terhadap warna merah ( seperti ketakutan menjadi merah karena malu ). d. b). (2) Fobia sosial : Perasaan ngeri dipermalukan didepan umum. (13) Pseudologia Fantasika : suatu tipe kebohongan dimana seseorang percaya bahwa kfantasi / khayalannya adalah sesuatu yang nyata dan benar-benar mereka alami. d). g. e. Egomania : kecenderungan memikirkan kepentingan sendiri yang patologis. berupa ketakutan yang berlebihan terhadap suatu hal atau situasi tertentu. Monomania : kecenderungan untuk asyik pada suatu obyek tertentu. (5) Algofobia : Perasaan ngeri terhadap rasa sakit. yang menganggap bahwa seseorang sangat mencintainya ( dikenal sebagai Clerembault Kadinsky kompleks ). seperti takut berbicara dan tampil bahkan makan di tempat umum. terjadi lebih banyak pada perempuan dibanding laki-laki. Koprolalia : Ucapan-ucapan kompulsif yang berisi kata-kata yang fulgar. k. Fobia : perasaan yang tidak masuk akal tapi tetap dipertahankan.

yang mengakibatkan gangguan kelancaran bicara. komunikasi yang menggunakan kata-kata dan bahasa. f. kekurangan kata-kata. sering berhenti. mengalir dengan spontan namun tidak saling berhubungan dan tidak ada arti yang jelas ( disebut juga Wernick’s Fluent dan afasia reseptif ). (12) Fobia jarum : ketakutan patologik terhadap suntikan. Disarthria : Kesukaran dalam artikulasi.(10) Xenofobia : Perasaan ngeri terhadap orang asing. dapat mnenggambarkan adanya gangguan psikosis menjadi depresi kemudian menjadi tuli. Disfonia : kesulitan atau nyeri saat berbicara. 1. berentetan secara cepat dan tidak teratur. Afasia global : kombinasi antara afasia nonfluent dan afasia fluent yang berat. Suara yang terlalu lembut atau nyaring: hilangnya modulasi volume suara normal. b. Bicara menggagap : perpanjangan atau pengulangan suatu bunyi atau suku kata. f. 2. d. pemikiran. Gangguan dalam berkata-kata / berbicara a. dan suara yang tidak akurat ( disebut juga Broca. k. Noesis : perasaan tentang dibukanya suatu rahasia ( pewahyuan ) bahwa seseorang telah dipilih menjadi pemimpin untuk memerintah. Mistis : perasaan tentang adanya kekuatan mistik yang bersatu dengan suatu kekuatan tak terbatas yang berhubungan dengan agama atau kebudayaan tertentu. i. nonfluen. Perkataan / Pembicaraan: Gagasan. memberikan jawaban dengan suku kata yang sama. Tekanan dalam perkataan : perkataan yang cepat dan semakin banyak yang sulit untuk disela. disebut juga fobia suntikan darah. Bradilalia : perkataan lambat yang abnormal. E. a. bukan dalam mencari kata-kata atau tata bahasanya. Perkataan yang tidak spontan: tanggapan lisan yang diberi hanya ketika diminta untuk berbicara secara langsung. Volubilitas ( Logorrhea) : perkataan yang logis. d. Afasia Jargon : semua kata yang dihasilkan merupakan neologistik. e. dan afasia ekspresi ) b. Disprosodi : hilangnya melodi / irama kata-kata yang normal ( disebut prosodi). e. Kemiskinan perkataan : pembatasan dalam jumlah perkataan yang digunakan. c. dan perasaan yang dinyatakan melalui bahasa. c. h. Afasia nominal : kesulitan dalam mengenal nama suatu objek ( istilah lain anomia dan afasia amnestik ). perlu banyak tenaga. Gangguan Afasik : Gangguan dalam berbahasa. m. Perkataan kacau balau : Perkataan yang tak seirama dan tidak menentu. Afasia snsorik : hilangnya kemampuan organik untuk memahami arti dari kata-kata. l. Afasia Motorik : gangguan bicara yang disebabkan oleh adanya gangguan kognitif di mana pasien dapat memahami namun sulit untuk menyampaikan dalam bentuk kata-kata. saling berhubungan dan dapat dipahami. Afasia sintaksis : ketidakmampuan untuk menyusun kata-kata dalam urutan yang sesuai. j. Akulalia : perkataan yang tidak masuk akal yang berhubungan dengangangguan kesesuaian. atau meniru- niru ungkapan. Kemiskinan isi perkataan : perkataan dalam jumlah yang hanya cukup untuk menyampaikan sedikit informasi karena ketidakjelasan. tidak ada inisiatif untuk mulai berbicara terlebih dahulu. (11) Zoofobia : Perasaan ngeri terhadap binatang. m. kata-kata omong kosong yang diulangi dengan intonasi dan nada suara yang berbeda. 24 . l. g.

berbeda dengan delirium tremens. tearsa seperti ada sesuatu yang merayap di bawah kulit. seorang pasien manik mendengar suara-suara yang mengatakan bahwa dirinya penuh dengan pengetahuan dan kekuasaan serta harga diri yang tinggi. F. (14) Fenomena jejak : kelainan persepsi yang berhubungan dengan obat-obatan halusinogenyang menyebabkan objek terlihat sebagai suatu gambaran yang terangkai. sensasi pendengaran yang disertai oleh tercetusnya sensasi visual. (10) Halusinasi berdasarkan Mood: Halusinasi berkaitan dengan suatu perasaan tertekan atau manik. seperti rasa yang tidak sedap. (4) Halusinasi visual : persepsi palsu tentang penglihatan: dalam bentuk yang berwujud (contohnya orang-orang) dan yang tak berwujud ( misalnya kilatan cahaya). hukuman yang setimpal. (9) Halusinasi Lilliput : persepsi palsu di mana objek terlihat dalam ukuran yang lebih kecil (disebut juga mikropsia). (1) Halusinasi Hipnagogik : persepsi sensorik palsu yang terjadi saat tidur. yang dihubungkan dengan penyalahgunaan alkohol tanpa gangguan sensorik. (5) Halusinasi Olfaktorius : persepsi palsu tentang bau. dapat merupakan atau bukan merupakan suatu interpretasi khayalan dari pengalaman dalam halusinasi . suatu proses mental dimana rangsangan sensorik dibawa ke alam sadar. (6) Halusinasi Gustatorius : persepsi palsu dalam pengecapan. h. (13) Sinesthesia : sensasi halusinasi disebabkan oleh sensasi lain ( sebagai contoh. Alogia : Ketidakmampuan untuk berbicara oleh karena gangguan mental atau fase demensia. paling sering pada pendengaran. pada mania. pada keadaan depresi halusinasi tidak berhubungan dengan beberapa hal seperti rasa bersalah. biasanya dianggap nonpatologik. 25 . (7) Halusinasi taktil : persepsi palsu tentang perabaan. paling sering pada gangguan determinasi kesehatan. Persepsi: Proses pemindahan rangsangan fisik ke dalam informasi psikologis. Halusinasi : persepsi sensorik palsu yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata dari luar. Koproprasia : penggunaan bahasa yang fulgar. (3) Halusinasi Auditorius : persepsi palsu tentang bunyi. suatu bunyi. sebagai contoh. (2) Halusinasi Hipnopompik : persepsi palsu yang terjadi saat bangun tidur. halusinasi tidak berhubungan dengan adanya kekuatan atau harga diri ). (12) Halusinosis : berhalusinasi. (8) Halusinasi Somatik : sensasi palsu yang dirasakan dalam tubuh. biasanya dianggap nonpatologik. paling sering pada gangguan kesehatan. Gangguan persepsi a. biasanya suara tertentu atau keributan lainnya. halusinasi terjadi disertai gangguan sensorik. seperti pada kasus amputasi anggota tubuh. terlihat pada sindrom Tourett dan beberapa kasus skizofrenia. 1. seperti musik: halusinasi tersering dalam gangguan psikiatri. seorang pasien depresi mendengar suara-suara yang mengatakan bahwa dirinya adalah orang jahat. sensasi pendengaran yang dapat dilihat atau sebaliknya sensasi penglihatan yang dapat didengar ). disebabkan oleh suatu bangkitan uncinate: paling sering pada gangguan kesehatan. atau ketidakmampuan. paling sering pada organ visceral ( dikenal sebagai halusinasi Senestetik ). (11) Halusinasi tidak berdasar Mood: Halusinasi yang tidak berdasarkan suasana hati yang tertekan maupun manik ( contohnya. g.

tidak nyata dan perasaan asing. i. suatu sensasi awal yang mendahului suatu nyeri akibat migrain. Anesthesia histerikal : hilangnya unsur-unsur sensorik sebagai hasil dari konflik emosi. Depersonalisasi : sensasi subyektif pada seseorang yang merasakan adanya keanehan. Simultagnosia : Ketidakmampuan untuk memahami lebih dari satu unsur visual pada waktu yang sama atau untuk mengintegrasikan beberapa bagian menjadi satu. 2. Adiadokokinesia : Ketidakmampuan untuk melaksanakan pergerakan cepat secara berurutan. 3. Memori 26 . sering melakukan perjalanan dan pengembaraan ke tempat-tempat yang baru. perut yang kenyang. Anosognosia ( Ketidaktahuan tentang penyakit ) : ketidakmampuan seseorang untuk mengenali suatu gangguan neurologik yang terjadi pada dirinya. Makropsia : anggapan bahwa suatu objek terlihat dalam ukuran yang lebih besar dari biasanya. yang tidak dikendalikan oleh volunter dan yang tak dapat dihubungkan dengan gangguan fisik manapun. j. G. Kepribadian ganda : seseorang yang muncul dalam waktu yang berbeda dengan dua atau lebih karakter dan kepribadian yang berbeda ( disebut disosiatif identitas yang terdapat dalam edisi revisi dari Diagnostic and statistical Manual of Mental Disorders [DSM-IV-TR] ). h. Ilusi : persepsi atau interpretasi yang salah terhadap rangsangan sensorik yang nyata dari luar. (15) Halusinasi Perintah : persepsi palsu yang mennyebabkan seseorang berkewajiban untuk mematuhi perintah dan tidak boleh membantah. wajah merona. e. a. d. Astereognosis : ketidakmampuan untuk mengenali objek melalui sentuhan / perabaan. Disosiasi : mekanisme pertahanan dibawah sadar yang disertai oleh sekelompok proses mental dan prilaku yang merupakan bagian akhir dari aktifitas fisik seseorang. Derealisasi : suatu sensasi subyektif yang menganggap ada keanehan pada lingkungan sekitar dan terasa tidak nyata . Apraksia : Ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas spesifik. Gangguan berhubungan dengan kelainan kognitif dan kondisi kesehatan a. g. Agnosia : ketidakmampuan untuk mengenali dan menginterpretasikan arti / kesan dari suatu rangsangan sensorik. e. Agnosia visual : Ketidakmampuan untuk mengenali objek atau orang. b. b. Fugue ( Fuga ) : menggunakan identitas yang baru karena mengalami amnesia terhadap identitas yang lama. g. Aura : Sensasi peringatan seperti otomatisme. sensasi kognitif. perubahan dalam pernafasan. b. h. Gangguan yang berhubungan dengan fenomena disosiatif dan konversi: somatisasi dari materi yang ditekan atau pengembangan gejala fisik dan penyimpangan otot-otot volunter atau organ pengindraan khusus. Prosopagnosia : Ketidakmampuan untuk mengenali wajah. seperti yang terlihat pada gangguan disosiasi dan konversi. c. d. yang membutuhkan pemisahan antara suatu gagasan / ide dengan ungkapan emosinya. c. f. dan status afeksi yang biasanya dialami sebelum terjadi serangan. Somatopagnosia ( Ketidaktahuan tentang tubuh ): ketidakmampuan seseorang untuk mengenali salah satu bagian tubuhnya sendiri (disebut juga Autotopagnosia). f. Mikropsia : anggapan bahwa suatu objek terlihat dalam ukuran yang lebih kecil dari biasanya (makropsia dan mikropsia dapat dihubungkan dengan kondisi organik yang jelas seperti bangkitan parsial kompleks).

b. ( 4) Déjà vu : Ilusi tentang pengenalan visual di mana adanya memori terhadap suatu situasi baru yang dianggap merupakan pengulangan dari peristiwa yang terjadi sebelumnya . H. tempat dan orang. dalam bentuk peristiwa maupun perasaan yang nyata. dan mengintegrasikan secara konstruktif pelajaran sebelumnya saat berada dalam situasi yang baru.40 sampai 50 - 55). c. Tingkat memori a. Amnesia : ketidakmampuan total maupun parsial untuk mengingat kembali pengalaman yang terjadi sebelumnya. 1. Yang Terbaru : daya ingat terhadap peristiwa-peristiwa yang telah lewat beberapa hari. ( 5) Deja Entendu : Ilusi tentang pengenalan yang berhubungan dengan pendengaran. kognitif. ( 2) Pemalsuan retrospektif : Memori yang terjadi tanpa disengaja ( tidak disadari ) yang didistorsikan melalui suatu penyaringan terhadap kondisi emosi. Blackout : Hilang ingatan tentang perilaku selama dalam keadaan mabuk pada seorang peminum alkohol.Berperan melaui informasi dan data yang tersimpan dalam otak yang selanjtnya akan dimunculkan kembali dalam bentuk ingatan dalam keadaan sadar. Segera : reproduksi atau daya ingat terhadap beberapa hal tertentu dalam hitungan detik sampai menit. Masa lampau terbaru : daya ingat terhadap peristiwa yang telah lewat beberapa bulan. d. ( 8) Memori palsu : kepercayaan dan ingatan seseorang terhadap suatu peristiwa yang tidak nyata terjadi. sedang ( IQ 35 . Hipermnesia : derajat daya dan tingkat ingatan yang berlebihan. Orientasi adalah kondisi / status normal dalam diri seseorang maupun lingkungan sekitar seperti waktu. IQ yang rendah 20 . b. d. Represi : suatu mekanisme pertahanan yang ditandai oleh ketidaksadaran untuk melupakan rangsangan atau gagasan yang tidak dapat diterima.40. g. Kecerdasan/Inteligensia: Kemampuan untuk memahami. atau IQ yang sangat rendah dibawah 20 . 2. ( 1) Anterograde : hilang ingatan sesaat setelah suatu peristiwa tertentu terjadi. ( 6) Deja Pense : Ilusi tentang suatu pikiran baru yang dikenali sebagai pikiran yang sudah dirasakan sebelumnya dan sudah dinyatakan. h. istilah 27 . e. Gambaran Eidetik : memori visual yang hampir menjadi halusunasi yang hidup. f. Retardasi Mental: ketiadaan inteligensia sampai batas tertentu yang melibatkan lembaga khusus dalam masyarakat: ringan (IQ 50 .25.55 sampai sekitar 70). Remote : daya ingat terhadap peristiwa-peristiwa yang telah lama berlalu.25 sampai 35 . Memori Tabir : suatu memori yang disadari dapat menjadi tabir pelindung terhadap memori lain yang menyakitkan. Lethologika : ketidakmampuan temporer untuk mengingat suatu benda atau nama. ( 1) Fausse reconnaissance : pengenalan palsu. dan pengalaman dari seseorang. ( 2) Retrograde : hilang ingatan untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum satu waktu tertentu. Gangguan Memori a. 1. Paramnesia : Pemalsuan memori oleh adanya distorsi dalam ingatan. mengingat. ( 3) Konfabulasi : perasaan adanya celah dalam memori yang tanpa disadari dan disebabkan oleh bayangan akan suatu pengalaman yang tidak benar-benar terjadi namun dipercayai oleh orang tersebut tanpa ada dasar bukti yang nyata: paling sering berhubungan dengan penyakit organik. umumnya menunjukkan telah terjadi kerusakan pada otak. ( 7) Jamais vu : perasaan asing dengan suatu situasi nyata yang sudah dialami oleh seseorang. c. mengarahkan.

Pertimbangan kritis: Kemampuan untuk menilai.1. Pengertian benar yang mendalam : Pemahaman tentang hal-hal nyata dalam situasi tertentu. antara lain: 28 . Pseudodimensia: corak klinis mirip dimensia yang tidak disebabkan oleh suatu gangguan organik. kemudian digabungkan dengan motivasi dan dorongan emosi untuk dapat menguasai situasi yang ada. dan pandir (sesuai usia kira-kira 8 tahun). Pemikiran Konkrit: pemikiran harafiah. 3. Memahami dan Menjelaskan Skizofrenia 1. b. Ada banyak faktor yang berperan serta bagi munculnya gejala-gejala Skizofrenia. pikiran satu dimensi . Pemikiran Abstrak: kemampuan untuk menangkap arti yang tersirat. Intelektual yang dalam: Pemahaman tentang hal-hal nyata dalam satu situasi tertentu tanpa kemampuan untuk menerapkan pemahaman tersebut menjadi sesuatu yang berguna dalam upaya untuk mengasai situasi yang ada. 4. 1. Aleksia: hilangnya kemampuan membaca yang sebelumnya telah dikuasai. Pertimbangan lemah: kurangnya kemampuan untuk memahami dengan benar dan mengambil tindakan yang tepat dalam satu situasi tertentu. Pengertian yang mendalam: Kemampuan seseorang untuk memahami maksud / arti dan penyebab yang sesungguhnya dari suatu peristiwa ( seperti satu set gejala ).2. 5. Etiologi ORGANOBIOLOGIK Gangguan jiwa Skizofrenia tidak terjadi dengan sendirinya. paling sering disebabkan oleh depresi ( sindrom dimensia karena depresi). I. Disgrafia ( Agrafia): hilangnya kemampuan untuk menulis kata-kata. tidak dapat dihubungkan dengan gangguan penglihatan. Pengertian mendalam yang lemah: kurangnya kemapuan untuk memahami hal-hal nyata dari satu situasi tertentu. LI IV. Pertimbangan: Kemampuan untuk menilai suatu situasi dengan tepat dan mengambil tindakan yang sewajarnya dalam situasi tersebut. Demensia: kemunduran fungsi intelektual secara menyeluruh tanpa kesadaran berkabut. 2. Definisi Skizofren adalah gangguan mental heterogen yang terdiri dari sebagian besar gangguan psikotik mayor dan ditandai dengan terganggunya bentuk dan isi pikiran. Hingga sekarang banyak teori yang dikembangkan untuk mengetahui penyebab (etiologi) Skizofrenia. jaman dulu disebut idiot ( kapasitas otak sesuai usia kurang dari 3 tahun). membatasi penggunaan kiasan tanpa memahami arti yang tersirat. 3. imbesil ( sesuai usia 3 - 7 tahun). 1. dan memilih di antara beberapa opsi dalam satu situasi tertentu. Pertimbangan otomatis: Capaian refleks dari suatu tindakan yang disesuaikan dengan situasi saat itu. bukan disebabkan oleh ansietas atau gangguan konsentrasi. melihat dengan tajam. J. pikiran multidimensi dengan kemampuan untuk menggunakan kiasan dan hipotesis yang sewajarnya. 2. 1. 2. a. hilangnya struktur kata. c. 3. Diskalkulia ( Akalkulia): hilangnya kemampuan untuk berhitung.

1982). Kesimpulannya adalah bahwa gejala Skozofrenia baru muncul bila terjadi interaksi antara gen yang abnormal dengan: Virus atau infeksi lain selama kehamilan yang dapat mengganggu perkembangan otak janin. Andaikan penyakit ini diturunkan. trauma.  Faktor genetik (turunan/pembawa sifat)  Auto-antibody  Virus  Malnutrisi (kekurangan gizi) Sejauh manakah peran genetik pada Skizofrenia? Dari penelitian diperoleh gambaran sebagai berikut: Studi terhadap keluarga menyebutkan bahwa pada orang tua 5. Namun dalam kenyataannya angka ini hanya 36.9% (Gottesman. Menurunnya auto-immune yang disebabkan infeksi selama kehamilan 2. Berbagai macam komplikasi kandungan. 3. Kekurangan gizi yang cukup berat terutama pada trisemester pertama kehamilan. Skizofrenia tidak akan muncul kecuali disertai faktor-faktor lainnya yang disebut faktor epigenetik. saudara kandung 10. maka 50% dari anak-anaknya akan menderita Skizofrenia. bagaimana mekanisme transmisi penyakit ini dalam keluarga. maka diharapkan 100% dari anak-anaknya akan menderita Skizofrenia. penelitian mutakhir menyebutkan bahwa meskipun ada gen yang abnormal.6%. Beberapa pertanyaan berikut ini masih belum dapat dijawab tuntas. 1. Sebaliknya jika Skizofrenia itu diturunkan sepenuhnya melalui recessive gene. Sejauh mana peran serta gen dan lingkungan sebagai faktor penyebab (etiology) Skizofrenia. Studi terhadap orang kembar menyebutkan pada kembar identik (monozygote) fraternal (dizygote) adalah 15. Sebagai contoh misalnya kalau benar bahwa Skizofrenia itu diturunkan (ditransmisikan) sepenuhnya melalui dominant gene. 29 . Apakah Skizofrenia ini merupakan penyakit keluarga.8%. infeksi. manakala orang tuanya menderita Skizofrenia. toksin dan kelainan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Dimana lokasi gen yang dimaksud. Ganguan perkembangan otak ini muncul misalnya karena virus. Penelitian lain menyebutkan bahwa gangguan pada perkembangan otak janin juga mempunyai peran dalam timbulnya Skizofrenia di kelak di kemudian hari. dan penduduk secara keseluruhan 0.Bagaimana mekanisme genetik dan lingkungan pada Skizofrenia. Shields. 1983) Meskipun diakui bahwa ada peran gen pada transmisi (pemindahan) Skizofrenia namun ternyata tidak sepenuhnya memenuhi hukum Mendel.1%. Hingga sekarang masih terjadi pertanyaan dan masih dalam penelitian perihal faktor genetik (turunan) pada Skizofrenia. malnutrisi. Namun dalam kenyataannya angka ini jauh lebih rendah. Perihal adakah hubungan antara faktor gen dengan gangguan perkembangan otak janin. Dengan demikian jelaslah bahwa transmisi gen pada Skizofrenia sangan kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya.6%. anak-anak 12.2% (Kendler.

para ahli melakukan berbagai penelitian untuk mendapatkan jawabannya antara lain:  Studi tentang riwayat keluarga (Family history Studies). Studi yang dilakukan oleh Kety Etal.  Studi adopsi (adoption studies). Analisa matematika (hukum Mendel misalnya) tidak sepenuhnya mendukung sebagai model tunggal bagi transmisi gen Skizofrenia. sedangkan pada orangtua angkat. 1966). anak-cucu 12. Perkawinan antar keluarga Skizofrenia meningkatkan resiko untuk penyakit: Skozofrenia.4.  Studi kembar (twin studies). beresiko lebih besar menderita Skizofrenia daripada anak adopsi yang tidak ada hubungan darah dengan orang tua angkatnya baik yang menderita Skizofrenia ataupun yang normal. Pada analisa studi keterkaitan (Linkage Alalysis) disebutkan bahwa pada waktu terjadi pembelahan kromosom(meiosis) merupakan kesempatan bagi proses silang gen (crossing).6% (Heston. saudara kandung 10. Dua gen yang saling terkait erat ditransmisikan bersama diantara anggota keluarga. Sesudah terjadi silang gen tersebut kemungkinan terjadinya rekombinasi adalah 50%.  Studi terkait (linkage studies). resiko anak adopsi 1. dan pada keluarga generasi kedua 2. menyebutkan pada orang tua kandung penderita Skizofrenia resiko anak adopsi 21. di dalam nucleus terdapat kromosom dan di dalam kromosom 30 .8%.2%. Psikosis non afektif lainnya. Keterkaitan terjadi manakala gen-gen dimaksud berdekatan satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga silang gen tidak terjadi. di dalam sel tersebut terdapat molekul. resiko menderita Skzofrenia tidak besar.  Studi tentang biologi molekuler (molecular biology). sedangkan pada ibu-ibu yang normal resikonya 0%. Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan di atas. Disimpulkan bahwa anak dari keluarga yang orang tuanya penderita Skizofrenia.6%. Studi pada anak adopsi (Adoption Studies) bahwa anak-anak adopsi yang dirawat oleh ibu- ibu penderita Skizofrenia mempunyai resiko 16. antara lain: Studi keluarga (1982) perihal resiko sakit. Sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. merupakan gen dari kromosom yang berbeda.4% . yaitu pada orang tua 5.1%.6%. Anak kandung dari orangtua normal bila diadopsi oleh orangtua angkat penderita Skizofrenia.  Studi keluarga (family history). Tubuh manusia terdiri dari sel. Gen yang letaknya berjauhan dalam kromosom transmisinya mandiri. Dewasa ini studi genetika terhadap berbagai penyakit yang diduga diturunkan sedang berkembang dan ilmu yang mendalaminya adalah biologi molekuler (molecular biology) atau genome project. Diperkirakan kecenderungan faktor gen 70% bagi terjadinya Skizofrenia. Faktor lingkungan mempunyai implikasi 50% pada pasangan monozygote. gangguan Skizoafektif dan gangguan Skizotipal. (1968). di dalam molekul ada inti (nucleus). Di sini peran dominant gene dan recessive gene tidak sepenuhnya berlaku. Studi kembar manyatakan bahwa faktor gen sebagai penyebab Skizofrenia lebih besar pada anak monozygote dibandingkan dengan dizygote.1%.

sampah dan lain sejenisnya tetapi terutama kondisi lingkungan sosial dimana seseorang itu hidup. misalnya pertengkaran. dan sebagainya. pindah tempat tinggal. Hubungan interpersonal (antar pribadi) Gangguan ini dapat berupa hubungan dengan kawan dekat yang mengalami konflik. sehingga orang itu terpaksa mengadakan penyesuaian diri (adaptasi) untuk menanggulangi stresor (tekanan mental) yang timbul. Lingkungan Hidup Faktor ini tidak hanya diselihat dari lingkungan itu bebas polusi. kesetiaan dan lain-lain. perceraian (divorce). Dengan mengetahui modus mekanisme transmisi gen tersebut di atas diharapkan dapat dilakukan upaya pencegahan sehingga penyakit yang dimaksud tidak berkembang atau dengan kata lain transmisi gen pembawa Skizofrenia dapat dicegah. atau konflik dengan kekasih. penggusuran. Keuangan 31 . Pekerjaan Gangguan ini misalnya karena kehilangan pekerjaan (PHK). ipar. Rasa tidak aman dan tidak terlindung membuat jiwa seseorang tercekam sehingga mengganggu ketenangan dan ketentraman hidup yang lama-kelamaan daya tahan seseorang turun sehingga jatuh sakit. perpisahan (separation). Problem orang tua Permasalahan yang dihadapi orangtua. Contohnya: masalah perumahan. misalnya tidak punya anak.terdapat gen (pembawa sifat). pekerjaan tidak cocok. PSIKOSOSIAL Stresor psikososial adalah setiap keadaan yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang. kenakalan anak. Stresor perkawinan ini dapat menyebabkan orang jatuh sakit. konflik dengan rekan sekerja. antara atasan dan bawahan dan sebagainya. kematian salah satu pasangan. Pada umunya jenis stresor psikososial dapat digolongkan sebagai berikut: Perkawinan. kebanyakan anak. hidup dalam lingkungan yang rawan dan lain sebagainya. Permasalahan tersebut jika tidak bisa diatasi oleh yang bersangkutan dapat merupakan sumber stres yang pada gilirannya seseorang dapat jatuh sakit. besan. Konflik antar pribadi ini merupakan sumber stres bagi seseorang yang bila tidak dapat diatasi pada gilirannya akan menyebabkan jatuh sakit. pekerjaan terlalu banyak. mutasi jabatan dan sebagainya. Dalam studi ini dipelajari mekanisme transmisi gen terhadap keluarga yang salah satu atau lebih mengidap Skizofrenia. yang bila tidak dapat diatasi akan mengakibatkan sakitnya seseorang. pensiun (post power syndrome). anak sakit dan hubungan yang tidak baik dengan mertua. Berbagai permasalahan perkawinan merupakan sumber stres yang dialami oleh seseorang.

misalnya masa remaja. 1. Kondisi sosial-ekonomi yang tidak sehat. dan lain sebagainya. kebakaran. kecelakaan. peperangan. kehamilan di luar nikah. huru-hara.3. Penyakit fisik atau cidera Sumber stres yang dapat mempengaruhi kondisi jiwa seseorang antara lain penyakit (terutama penyakit kronis). antara lain: Hubungan kedua orangtua yang dingin atau penuh ketegangan atau acuh tak acuh. Onset untuk laki laki 15 sampai 25 tahun sedangkan wanita 25-35 tahun. misalnya tuntutan hukum. masa dewasa. Faktor keluarga Yang dimaksud adalah faktor stres yang dialami oleh anak remaja karena kondisi keluarga (sikap orang tua) yang tidak baik. perbedaannya terlihat dalam onset dan perjalanan penyakit.000 orang per tahun. misalnya pendapatan jauh dari pengeluaran. pemarah. Kondisi seperti itu tidak selalu dilewati dengan baik. operasi. 32 . kanker. usia lanjut dan lain sebagainya. pengadialan.  Kedua orangtua jarang di rumah dan tidak ada waktu dengan anak-anak. aborsi dan lain sebagainya. jantung. Epidemiologi Prevalensi skizofrenia di Amerika Serikat dilaporkan bervariasi terentang dari 1 sampai 1.  Komunikasi antara orangtua dan anak tidak baik. perkosaan. terlilit hutang. Perkembangan Yang dimaksud perkembangan di sini adalah masalah perkembangan baik fisik maupun mental seseorang. ada sementara orang yang tidak mampu sehingga jatuh sakit karenanya. aborsi dan sebagainya.  Salah satu orangtua menderita gangguan jiwa/kepribadian.Prognosisnya adalah lebih buruk pada laki laki dibandingkan wanita. bangkrut. keras dan otoriter. Berdasarkan jenis kelamin prevalensi skizofrenia adalah sama.  Kedua orangtua berpisah atau bercerai. kesemuanya itu dapat menyebabkan sumber stres pada seseorang yang bila tidak dapat ditanggulangi yang bersangkutan akan jatuh sakit. Hukum Keterlibatan seseorang dalam masalah hukum.5 persen dengan angka insidens 1 per 10. soal warisan dan sebagainya.  Lain-lain Stresor kehidupan lainnya juga dapat menimbulkan gangguan kejiwaan (stres pasca trauma) adalah antara lain bencana alam. menopouse. penjara dan lain sebagainya dapat menyebabkan seseorang jatuh sakit.  Orangtua dalam mendidik anak kurang sabar.

atau bunyi tawa (laughing). Faktor risiko bunuh diri adalah adanya gejala depresif. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). Sebagai tambahan: Sebagai tambahan :  Halusinasi dan/ waham arus menonjol. kanabis 15% sampal 25% dan kokain 5%-10%. Skizofrenia Hebefrenik (disorganized type) Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Memenuhi gejala lain sebagai berikut 33 . atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling). 50% penderita skizofrenia pernah mencoba bunuh diri 1 kali seumur hidupnya dan 10% berhasil melakukannya. dorongan kehendak dan pembicaraan. Klasifikasi 1. dipengaruhi (delusion of influence) atau passivity (delussion of passivity). Diagnosa Banding :  Epilepsi dan psikosis yang diinduksi oleh obat-obatan  Keadaan paranoid involusional  Paranoid 2. Skizofrenia Paranoid Pedoman diagnostik 1. b) Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. Beberapa laporan mengatakan skizofrenia lebih banyak dijumpai pada orang orang yang tidak menikah tetapi penelitian tidak dapat membuktikan bahwa menikah memberikan proteksi terhadap Skizofrenia.Penderita skizofrenia yang merokok membutuhkan anti psikotik dosis tinggi karena rokok meningkatkan kecepatan metabolisme obat tetapi juga menurunkan parkinsonisme. usia muda dan tingkat fungsi premorbid yang tinggi. mendengung (humming). dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam.  Gangguan afektif. serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / tidak menonjol. atau bersifat seksual . halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol.4. Komorbiditas Skizofrenia dengan penyalahgunaan alkohol kira-kira 30% sampai 50%. dikatakan 3 kali populasi umum (75%-90% vs 25%-30%). Sebagian besar penelitian menghubungkan hal ini sebagai suatu indikator prognosis yang buruk karena penyalahgunaan zat menurunkan efektivitas dan kepatuhan pengobatan. Bunuh diri adalah penyebab umum kematian diantara penderita skizofrenia. c) Waham dapat berupa hampir setiap jenis. adalah yang paling khas. atau lain-lain perasaan tubuh. Hal yang biasa kita temukan pada penderita skizofrenia adalah adiksi nikotin. 1. a) Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. Beberapa penelitian menemukan bahwa 80% semua pasien skizofrenia menderita penyakit fisik dan 50% nya tidak terdiagnosis. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia 2.

Halusinasi terpecah-pecah dan tidak terorganisir 6.berkelakar.senyum menunjukkan rasa puas diri atau senyum hanya dihayati sendiri 4. Pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. Skizofrenia tak terinci (Undifferentiated). kelelahan. Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). Seringkali. Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi. 6. atau pergerakkan kearah yang berlawanan). hiperpireksia. atau alkohol dan obat-obatan. gangguan metabolik. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia 34 . Skizofrenia Katatonik Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : 1. Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan. serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. Alam perasaan (mood affect) yang datar tanpa ekspresi serta tidak serasi (incongrous) atau ketololan (silly) 3. Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak.sosial 3. 4. Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal) 3. 5. Fleksibilitas cerea / ”waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar). Waham (delusi) tidak jelas dan tidak sistematik (terpecah-belah) tidak terorganisir sebagai kesatuan 5. Selama stupor atau kegembiraan katatonik. 1. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri. PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci. Perilaku aneh contohnya menyeringai sendiri. dan 7. Inkoherensi : jalan pikiran kacau dan tidak dapat dimengerti maksudnya 2. 4.pengucapan yang diulang-ulang dan kecendrungan menarik diri dari hub. Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu: 1.gerakan-gerakan aneh. Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara): 2. Tertawa kekanakan (giggling). pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan.

Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia. Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali. 5. pelacur. Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. 6. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. 2. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. 7. atau penjahat. sikap pasif dan ketidak adaan inisiatif. Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizzofrenia) selama 12 bulan terakhir ini 2. b) Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosa skizofrenia c) Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom negatif dari skizofrenia d) Tidak terdapat dementia. diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai. depresi kronis atau institusionla yang dapat menjelaskan disabilitas negatif tersebut. afek yang menumpul. Skizofrenia Residual Tipe ini merupakan sisa-sisa (residu) dari gejala Skizofrenia yang tidak begitu menonjol Pedoman diagnostik: Untuk suatu diagnostik yang menyakinkan . Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya) 3. Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. persyaratan berikut harus di penuhi semua: a) Gejala “Negatif” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. hebefrenik. Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Skizofrenia Simpleks Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. dan kinerja sosial yang buruk. kontak mata. komunikasi non verbal yang buruk. modulasi suara. Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. 3. perawatan diri. Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. Depresi Pasca-Skizofrenia Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : 1. memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. seperti ekspresi muka. 35 . aktifitas menurun. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu. atau katatonik. dan posisi tubuh. atau penyakit/gangguan otak organik lainnya.

mania atau campuran bersamaan dengan gejala-gejala yang memenuhi kriteria A pada skizofrenia. Kriteria A. tidak ada afek tumpul atau datar. Dengan gambaran prognosis yang baik yang dibuktikandengan samaatau lebihdari 2 hal berikut: 1. 36 . onset gejala-gejala psikotik yang menonjol dalam 4 minggu sejak diperhatikan kali pertama adanya perubahan dari perilaku atau fungsi biasanya. Suatu episode gangguan (semua fase)berlangsung minimal 1 bulan tapi kurang dr 6 bulan Tentukan jika: . 4.Pedoman diagnostik  Skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan berlahan dan progresif dari: 1) gejala negatif yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi waham. dan penarikan diri secara sosial. . kebingungan atau kekacauan dalam episode psikotik. Kriteria diagnosis: 1. Tanpa gambaran prognosis yang baik. atau manifestasi lain dari episode psikotik. Selama periode yang sama dari penyakit tanpa adanya gejala2 mood yang menonjol terdapat waham-waham atau halusinasi2 sedikitnya selama 2 minggu. antara lain : Skizofreniform Gambaran skizofreniform ini sama dengan skizofrenia. terdapat penggolongan skizofrenia lainnya (yang tidak berdasarkan DSM IV TR). perbedaannya adalah bahwa fase- fase perjalanan penyakitnya kurang dari 6 bulan tetapi sekurangnya 1 bulan sudah berlangsung. Suatu periode gangguan tak terputus dimana suatu saat didalamnya terdapat episode depresif mayor. 3.D dan E skizofrenia terpenuhi 2.Catatan: harus ada mood depresif pada Episode depresi mayor. Dan 2) disertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. tidak berbuat sesuatu tanpa tujuan hidup.  Gangguan ini kurang jelas gejala psokotiknya dibanding dengan sub type skisofrenia lainnya. fungsi sosial dan pekerjaan premorbid berlangsung bagus. B. 2. 8. Skizoafektif Ditandai dengan adanya sindroma lengkap dari gejala skizofrenia maupun gangguan mood (afektif) A. Skizofrenia lainnya Selain beberapa subtipe di atas.

D. Gangguan ini bukan disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (seperti obat- obatan medikasi atau yang disalah gunakan) atau oleh suatu kondisi medis umum. Tentukan tipenya: . Waham2 tidak janggal yang sedikitnya berlangsung selama 1 bulan (mis.Cat. Sebagai contohnya.berpengetahuan v Tipe cemburu: waham bahwa pasangan seksual pasien tidak jujur v Tipe kejar :waham bahwa pasien (atau seseorang yang dekat dengan pasien) adalah diperlakukan secara dengki v Tipe somatik : waham bahwa pasien memiliki suatu cacat fisik atau kondisi medis umum v Tipe campuran : karakteristik waham salah satu atau lebih tipe diatas tetapi tidak ada satu tema yang menonjol v Tipe tidak ditentukan Skizofrenia laten. Konsep skizofrenia laten dikembangkan selama suatu waktu saat terdapat konseptualisasi diagnostic skizofrenia yang luas.kekusasaan. tentang situasi2 yg terjadi dalam kehidupan nyata spt (merasa) sedang dikuntit. Gangguan delusional (Gangguan Paranoid) Gangguan psikiatrik dimana gejala yang utama adalah waham Kriteria DIagnostik A. Tipe depresif: juka hanya terdapat episode depresif mayor. Adanya gejala-gejala yang memenuhi kriteria episode gangguan mood dalam porsi yang bermakan dari total durasi fase aktif dan residual penyakit. Fungsi2 tidak nyata terganggu dan perilaku tidak ganjil atau janggal meskipun terpengaruh oleh waham(-waham) atau hal-hal terkait. C. Tipe bipolar: jika gangguan ini termasuk episode mania dan depresi mayor atau campuran. Gangguan ini bukan disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (seperti obat-obatan medikasi atau yang disalah gunakan) atau oleh suatu kondisi medis umum.dicintai dari jauh. .ditipu oleh pasangan atau kekasih atau menderita suatu penyakit). tetapi pada konseptualisasi diagnostik skizofrenia yang luas. B. v Tipe kebesaran: waham tentang harga diri yg meningkat.ditulari penyakit. halusinasi taktil dan penghiduan mungkin ada sesuai dengan tema waham2. E. pasien harus sangat sakit mental untuk mendapatkan diagnosis skizofrenia. Jika ada gangguan episode mood bersamaan dgn waham maka terjadi relatif singkat dibanding durasi episode waham. Kriteria A Skizofrenia tidak terpenuhi. Sekarang. D. skizofrenia laten sering merupakan diagnosis yang digunakan gangguan kepribadian 37 .diracun. pasien yang sekarang ini tidak terlihat sakit berat dapat mendapatkan diagnosis skizofrenia. C. Tentukan tipe (berdasarkan tema yng menonjol dari wahamnya): v Tipe Erotomania: waham tentang dirinya dicintai oleh seseorang dgn status sosial lebih tinggi.

gangguan pikiran dan persepsi. Fase Residual Kien mengalami minimal 2 gejala. Cat. Manifestasi Gejala Positif Skizofrenia Gejala-gejala positif yang diperlihatkan pada penderita Skizofrenia adalah sebagai berikut: 38 .skizoafektif. gangguan dalam akademik. 1. disorganisasi proses berfikir.: jangan masukaan gejala apabila diakui sbg respons pola budaya. 3. disertai kelainan neurokimiawi 3. B.Berlangsung antara 6 bulan sampai 1 tahun . C. Adanya 1 (atau lebih) gejala-gejala berikut: 1. waham. Tentukan jika: Dengan stresor(-stresor) nyata – brief reactive psychosis: jika gejala2 terjadi tampaknya segera setelah atau respons thd kejadian tunggal atau berganda yang akan menyebabkan stres berat pd hampir kebanyakan orang disitu dan kebiasaan yang sama.penyalahgunaan obat) atau kondisi medis umum. 2. Pasien tersebut mungkin kadang-kadang menunjukkan perilaku aneh atau gangguan pikiran tetapi tidak terus menerus memanifestasikan gejala psikotik. Onset postpartum: jika onsetnya dalam 4 minggu pospartum. Patofisiologi Gejala mulai timbul biasanya pada masa remaja atau dewasa awal sampai dengan umur pertengahan dengan melalui beberapa fase antara lain : 1.5. sering derailment atau incohorensia). halusinasi.Gangguan dapat berupa gejala psikotik.Gangguan dapat berupa Self care. Sindroma juga dinamakan skizofrenia ambang (borderline schizophrenia) di masa lalu. Gangguan ini tidak memenuhi kriteria gangguan mood dgn gambaran psikotik. gangguan perilaku. Fase Aktif . Fase Prodomal . gangguan dalam pekerjaan. Tanpa stresor(-stresor) nyata: jika gejala2 psikotik tidat terjadi segera atau sbg respons thd kejadian tunggal atau berganda yang akan menyebabkan stres berat pd hampir kebanyakan orang disitu dan kebiasaan yang sama. gangguan afek dan gangguan peran.6.atau skizofrenia dan tidak disebabkan ole efek fisiologis darizat (medikasi. serangan biasanya berulang.gangguan bicara.Berlangsung kurang lebih 1 bulan . Durasi episode gangguan sedikitnya 1 hari sampai kurangdari 1 bulan dan dapat kembali penuh berfungsi seperti keadaan premorbid.gangguan fungsi sosial. schizoid dan skizotipal. Gangguan Psikotik Singkat A. 2. delusi. pembicaraan yang janggal (mis. Halusinasi. 1.

7. yang dapat dilihat dari isi pembicaraannya. Gambaran perasaan ini terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi. 2. Merasa dirinya “Orang Besar”. 4. Kekacauan alam pikir. Menyimpan rasa permusuhan.Tetapi tidak jarang baik gejala positif atau negatif muncul berbauran. mondar-mandir. serba mampu dan sejenisnya. Gejala Negatif Skizofrenia Gejala-gejala negatif yang diperlihatkan adalah sebagai berikut: 1. 2. walaupun isinya sama. pendiam. karena dianggap “tidak mengganggu” sebagaimana halnya pada penderita Skizofrenia yang menunjukkan gejala-gejala positif. 1. Halusinasi. 5. 3. yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional (tidak masuk akal). 4. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya. Dalam pengalaman praktek. 3. yaitu pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan (stimulus). 7. namun penderita tetap meyakini kebenarannya. Meskipun telah dibuktikan secara obyektif bahwa keyakinan itu tidak rasional.Oleh karenanya pihak keluarga seringkali terlambat membawa penderita untuk berobat. atau 39 . Pasif dan apatis. suka melamun (day dreaming). Tidak ada/kehilangan dorongan kehendak (avolition) dan tidak ada inisatif. Sulit dalam berpikir abstrak. gejala positif Skizofrenia baru muncul pada tahap akut.Sedangkan pada stadium kronis (menahun) gejala negatif Skizofrenia lebih menonjol. gelisah. sukar diajak bicara. merasa serba bisa. setra tidak ingin apa-apa dan serba malas (kehilangan nafsu) Gejala-gejala negatif Skizofrenia sebagaimana diuraikan di atas seringkali tidak disadari atau kurang diperhatikan oleh pihak keluarga. tergantung pada stadium penyakitnya. namun kualitasnya berbeda. Alam perasaan (affect) “tumpul” dan “mendatar”. Menarik diri atau mengungsikan diri (with-drawn) tidak mau bergaul atau kontak dengan orang lain. menarik diri dari pergaulan sosial. bicara dengan semangat dan gembira berlebihan. Misalnya bicaranya kacau. 1. tidak dapat diam. Gaduh. Delusi atau waham. . tidak ada upaya dan usaha. 6. 5. sehingga tidak dapat diikuti alur pikirannya. agresif. 7. Diagnosis Pedoman Diagnostik berdasarkan PPDGJ III: Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): a. 6. Kontak emosional amat “miskin”. Misalnya penderita mendengar suara-suara/bisikan di telinganya padahal sebenarnya tidak ada sumbernya.Thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran ulangan. Pola pikir stereotip.

Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara atau . misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca atau berkomunikasi dengan mahluk asing atau dunia lain) Atau paling sedikitnya dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: e. Thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (Withdrawal) dan . posisi tubuh tertentu (posturing) atay fleksibilitas cerea. biasanya bersifat mistik dan mukjizat. f. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. h. (tentang dirinya= secara jelas . g. Waham-waham menetap jenis lainnya. Gejala negatif seperti sikap apatis. b. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation) yang berakibat inkoherensia atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme. yang bermakna sangat khas bagi dirinya .Delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar atau . Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah (excitement). * Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior). bermanifestasi sebagai 40 . Thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umumnya mengetahuinya. dan stupor. tindakan atau penginderaan khusus). negativisme. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunya kinerja sosial. . . . Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja .Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh.Delusion perception = pengalaman inderawi yang tidak wajar. bicara yang jarang dan respons emosional yang menumpul tidak wajar.Delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. Halusional Auditorik. d. * adapun gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal). . atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus.Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap prilaku pasien .merujuk ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau kepikiran.Delusion of influence = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar atau . tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neureptika. mutisme. c.

masing-masing  Electroencephalography (EEG) Tes neuropsikologis dapat dianggap. abses otak. dan penarikan diri secara sosial. dan tingkat kalsium Tes lain yang perlu dipertimbangkan. vitamin B12. dan tumor  X-ray thorax untuk penyakit paru atau okultisme keganasan  Dexamethasone Supression tes dan hormon adrenokortikotropik (ACTH) stimulasi tes untuk hypercortisolism dan hypocortisolism. adalah sebagai berikut:  HIV  Rapid Plasma Reagin (RPR). folat. pengorganisasian. jika kecurigaan kuat neurosifilis ada. hidup tak bertujuan. jika memberikan riwayat untuk kecurigaan . Pemeriksaan Penunjang Dilakukan untuk menyingkirkan Diagnosis Banding. tembaga. tes treponemal tertentu dapat membantu  Seruloplasmin. baik pada awal penyakit dan berkala sesudahnya:  Tes darah lengkap (CBC)  Hati. sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitute). jika kecurigaan yang kuat dari penyakit Wilson . hilangnya minat. tidak berbuat sesuatu. atau inisiasi kegiatan)  gangguan memori  Kesulitan dalam abstraksi dan mengenali isyarat-isyarat sosial  mudah kebingungan 41 . penentuan kelemahan dan kekuatan kognitif pasien dapat membantu dalam perencanaan pengobatan.Skizofrenia tidak terkait dengan hasil laboratorium karakteristik. glukosa. vaskulitis. Tes darah berikut ini harus dilakukan pada semua pasien. pertimbangkan biopsi hati (atau biopsi lain)  Antinuclear antibodi (ANA) untuk lupus eritematosus sistemik  Urine untuk kultur dan sensitivitas atau penyalahgunaan obat  AM kortisol untuk gangguan adrenal  24 jam urin koleksi porfirin. jika pasien adalah wanita usia subur  Penyakit Lyme  Pencitraan otak untuk menyingkirkan hematoma subdural. tiroid. Temuan umum pada pasien dengan skizofrenia adalah sebagai berikut:  Eksekutif fungsi yang buruk (yaitu. asam methylmalonic serum. dan tes fungsi ginjal  Elektrolit. perencanaan yang buruk. atau logam berat  Tes Kehamilan.

42 .

43 .

1. 2. gen yang telah ditemukan pada kromosom 13.Karena tumor otak yang berpotensi mematikan. gangguan metabolik atau endokrin) adalah kondisi yang penting untuk dipertimbangkan. Gangguan endokrin 1. tumor otak mungkin sulit dibedakan dengan penyakit psikotik. Walaupun pasien dengan delirium mungkin memiliki berbagai kelainan neuropsikiatri. Seseorang hipertiroid biasanya depresi. neuropati perifer. namun dapat diobati. untuk alasan apa pun. dan nyeri perut yang parah episodik. yang jika parah dapat disertai dengan gejala psikotik. barangkali. Gejala-gejala kejiwaan mungkin berhubungan dengan perubahan elektrolit. Diagnosis dapat ditunjukkan oleh temuan laboratorium kadar urin peningkatan tembaga dan tingkat serum rendah tembaga dan seruloplasmin atau dengan deteksi Kayser-Fleischer rings (tembaga deposit sekitar kornea) dengan atau tanpa pemeriksaan celah-lampu. Delirium karena sebab apapun (misalnya. Pasien dengan gangguan hipoksemia atau elektrolit dapat hadir dengan kebingungan dan gejala psikotik. Pencitraan otak mungkin tepat dalam kasus ini. Porfiria adalah gangguan biosintesis heme yang dapat hadir sebagai gejala kejiwaan. terutama pada pasien lanjut usia atau dirawat di rumah sakit. Diagnosis Banding Lesi Anatomi Dalam kasus yang jarang terjadi. 4. keunggulan klinis penurunan rentang perhatian dan jenis waxing-dan kebingungan. perubahan yang nyata pada gejala. yang diikuti dengan munculnya gerakan-gerakan aneh.8. Kedua insufisiensi adrenokortikal (Addison penyakit) dan hypercortisolism (sindrom Cushing) dapat mengakibatkan perubahan status mental. cemas. dan mudah tersinggung. Hypothyroidism biasanya dikaitkan dengan depresi. di kemudian hari biasanya hadir dengan demensia dan gangguan sistem motorik. kedua gangguan juga 44 . Abnormal tingkat tinggi porfirin dalam koleksi urin 24 jam mengkonfirmasikan diagnosis. tidak dapat memberikan riwayat yang jelas. Hipotiroidisme parah atau hipertiroidisme dapat dikaitkan dengan gejala psikotik. Kalsifikasi idiopatik dari ganglia basal adalah gangguan langka yang cenderung hadir sebagai psikosis pada pasien yang menunjukkan gejala awal masa dewasa. Namun. 3. Gejala pertama sering perubahan jelas dalam perilaku selama masa remaja. 2. Gejala Schizophrenialike mungkin mendahului timbulnya kerusakan intelektual dan gangguan motorik ekstrapiramidal Penyakit Metabolik 1. Diagnosis biasanya dikonfirmasi dengan menemukan tembaga meningkat pada biopsi hati. penting untuk mempertimbangkan studi pencitraan otak untuk setiap orang dengan onset baru penyakit psikotik atau. Hipoglikemia dapat menghasilkan kebingungan dan mudah marah dan mungkin keliru untuk psikosis. Pasien mungkin memiliki riwayat keluarga psikosis. juga dikenal sebagai degenerasi hepatolenticular. Ini adalah penyakit resesif autosomal. Perdarahan intrakranial harus dipertimbangkan pada pasien yang melaporkan trauma kepala. Subdural hematoma dapat bermanifestasi sebagai perubahan status mental. Penyakit Wilson. adalah gangguan metabolisme tembaga.

Penyakit kelamin Laboratorium Penelitian VDRLRPR. yang semuanya dapat menyebabkan perubahan status mental. hepatitis C. Orang tua dengan pneumonia atau infeksi saluran kemih dapat menjadi bingung atau terus terang psikotik. pasien dengan HIV berada pada risiko untuk infeksi oportunistik. penyakit Lyme.tes nontreponemal yang menggunakan antigen untuk mendeteksi antibodi terhadap Treponema pallidum. mudah tersinggung. meningitis kriptokokal. memproduksi tanda-tanda fisik dan gejala yang dapat menyarankan diagnosis. Kekurangan Vitamin 45 . Cerebral Abses Pasien dengan abses otak jarang memiliki gejala psikotik. Creutzfeldt-Jakob Prion menyebabkan CJD yang langka.Akhirnya. Antibodi menurun selama penyakit. orang-orang yang terinfeksi HIV beresiko untuk kekurangan gizi yang juga berkontribusi terhadap perubahan status mental. salah satu encephalopathies spongiform menular. Jika neurosifilis diduga kuat. sehingga tes ini memiliki tingkat negatif palsu yang tinggi. kecemasan. Orang terinfeksi HIV juga berisiko untuk limfoma sistem saraf pusat primer dan memiliki gejala-gejala yang samar-samar. tetapi pencitraan otak harus dipertimbangkan untuk menyingkirkan kemungkinan ini dapat diobati. seperti neurosifilis.Ini terkait dengan kelainan pada konsentrasi kalsium serum. dan meningitis TB. Selain itu. tes treponemal lebih spesifik. Selain itu. dapat berguna. ensefalopati cytomegalovirus. dan tersentak myoclonic. 2. PML. Penyakit menular. seperti tes neon-treponemal antibodi penyerapan (FTA- ABS). sebagian besar pasien dengan sindrom Cushing akan memiliki sejarah jangka panjang terapi steroid untuk penyakit medis. toksoplasmosis. dapat menyebabkan perubahan status mental seperti depresi. 3. dan salah satu encephalitides (terutama yang disebabkan oleh virus herpes). atau psikosis. seperti influenza. kompleks elektroensefalografik normal. Hipoparatiroidisme atau hiperparatiroidisme dapat pada kesempatan dikaitkan dengan jelas perubahan status mental. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang lebih tua dari 50 tahun dan ditandai dengan penurunan yang cepat. demensia. Penyakit Infeksi 1. HIV menembus penghalang darah-otak di awal perjalanan infeksi dan dengan demikian dapat menyebabkan sejumlah perubahan status mental. seperti kebingungan dan kehilangan memori. Orang imunosupresi dan orang-orang yang tinggal di atau melakukan perjalanan di negara-negara terbelakang sangat beresiko. terutama demensia atau gangguan neuropsikologi lainnya.Banyak obat yang digunakan untuk mengobati HIV dapat menyebabkan perubahan status mental.

dan konfabulasi. Antipsikotik Generasi Pertama (Tipikal) Antipsikotik Generasi Kedua (Atipikal) a High Potency . 2. Paliperidon b Low Potency . 4 Jarang diindikasikan penggunaan lebih dari antipsikotik sekaligus. 2 Antipsikotik yang memberikan efek yang baik pada pasien di masa lalu harus digunakan lagi. Quatiapine -Tioridazin 1 Antipsikotik Tipikal . Berdasarkan afinitas terhadap reseptor dopamin tipe 2 (D2) dan efek samping yang ditimbulkannya. Sangat jarang. Jika kondisi ini tidak diobati. kekurangan-kekurangan ini dapat menghasilkan pemikiran delusi. Jika tidak berhasil. ditandai dengan gangguan oculomotor. atau keduanya dapat menghasilkan depresi atau demensia. Clozapine -Flupenazin . Olanzapin -Pimozid . Kekurangan vitamin B-12. dapat diganti dengan antipsikotik jenis lain. Ziprasidon -Proclorperazin . Terapi Somatik (Medikamentosa) Pemakaian antipsikotik pada skizofrenia harus mengikuti lima prinsip utama (8). . folat. psikosis Korsakoff dapat berkembang. 3 Lama minimal percobaan antipsikotik empat sampai enam minggu dengan dosis yang adekuat. Deplesi tiamin akut dan berat dapat menyebabkan ensefalopati Wernicke. 1. Kekurangan tiamin bisa terjadi pada orang yang bergantung pada alkohol untuk kalori atau pasien dengan keganasan lanjut atau sindrom malabsorpsi. 46 . ataksia.Berikatan kuat dengan reseptor dopamine tipe 2. 5 Pasien harus dipertahankan dalam dosis efektif minimal. Encephalopathy Wernicke adalah penyebab umum dan terdiagnosis gangguan kognitif kronis pada orang dengan alkoholisme [56]. Penatalaksanaan 1.Diberikan saat pasien mengalami gejala positif. Risperidon -Klorpromazin (CBZ/ Largactil) . 1. 1 Klinisi harus cermat menentukan gejala yang akan diobati. obat ini dibagi ke dalam dua kelompok yakni antipsikotik generasi pertama (tipikal) dan antipsikotik generasi kedua ( atipikal) (11).9. Aripiprazol -Haloperidol .

Flufenazin Tablet 2.Bekerja pada reseptor dopamine dan serotonin. . 150 . Efek antipsikotik terlihat beberapa hari atau minggu setelah mengkonsumsi obat. Perbaikan gejala didapat setelah obat menduduki reseptor dopamine di mesolimbik.15 mg/hari 5 mg Injeksi 5 mg/ml 3. 4.15 mg/hari 47 .600 mg/hari injeksi 25 mg/ml 2. 8 mg 12 . Nama Generik Sediaan Dosis 1. 5 . .5 mg. (Sumber: Lippincott’s Illustrated Reviews: Pharnacology. Efek Terapetik lainnya 1 Antiemetik 2 Sedasi 3 Menghilangkan cegukan 4 Pengobatan bipolar disorder (acute mania) Sediaan Obat Anti Psikosis dan Dosis Anjuran No. 5 mg 10 .5 mg. Haloperidol Tablet 0. Perfenazin Tablet 2.24 mg/hari 4. . 2 Antipsikotik Atipikal .5 mg.Diberikan saat pasien mengalami gejala negatif. 1. Klorpromazin Tablet 25 dan 100 mg.Efek samping tersering gejala ekstrapiramidal yang lebih ringan dan penambahan berat badan. Lebih sering menyebabkan gejala ekstrapiramidal. 4th Edition. .

3 mg 2 .50 mg/hari Injeksi 25 mg/ml 7. Pimozid Tablet 1 dan 4 mg 1 . Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. 2.4 mg/hari 11. 5. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) 48 . Risperidon Tablet 1. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. Sulpirid Tablet 200 mg 300 . o Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya.600 mg/hari Injeksi 50 mg/ml 10. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama).15 mg/hari 8. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien  Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama Newer atypical antipsycoic merupakn terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. Levomeprazin Tablet 25 mg 25 . dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama.6 mg/hari Cara penggunaan o Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klnis) yang samapada dosis ekivalen. perbedaan terutama pada efek samping sekunder. Trifluperazin Tablet 1 mg dan 5 mg 10 .600 mg/hari 9. o Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. Flufenazin dekanoat Inj 25 mg/ml 25 mg/2-4 minggu 6. Tioridazin Tablet 50 dan 100 mg 150 . dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang o Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan:  Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu  Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam  Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari)  Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. o Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja.

4 minggu. Efek Samping Antipsikotik 1 Gejala ekstrapiramidal Gejala ekstrapiramidal timbul akibat blokade reseptor dopamine 2 di basal ganglia (putamen. lebih lazim pada pria muda. tetapi dapat terjadi kapan saja. terjadi ketidakseimbangan mekanisme dopaminergik dan kolinergik sehingga sistem ekstrapiramidal terganggu. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. Gejala ini dibagi dalam beberapa kategori. dan lebih sering dengan neuroleptik dosis tinggi yang berpotensi tinggi. Perlu diingat. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. Apabila hal ini terjadi. untuk itu.Akibatnya.Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang behenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh. 49 . lidah atau otot ekstraokuler. disastria bicara. substansia nigra. seperti haloperidol dan flufenazine. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting.Kelompok otot yang paling sering terlibat adalah otot wajah. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. yaitu: a Reaksi Distonia Akut (ADR) Terjadi spasme atau kontraksi involunter akut dari satu atau lebih kelompok otot skelet.Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut.Reaksi distonia akut dapat menjadi penyebab utama dari ketidakpatuhan pemakaian obat.Reaksi distonia akut sering sekali terjadi dalam satu atau dua hari setelah pengobatan antipsikosis dimulai. dan globus palidus). bermanifestasi sebagai tortikolis. Pasien yang mendertia Skizofrenia lebih dari satu episode.  Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) Biasanya timbul bila pendrita berhenti minum obat. nukleus kaudatus. diberikan tiap 2. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal.Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran.  Pengobatan Selama fase Penyembuhan Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. krisis okulogirik dan sikap badan yang tidak biasa. nukleus subthalamikus.Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya.Paling sering disebabkan antipsikotik tipikal potensi tinggi. bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya.Keadaan ini terjadi pada kira-kira 10% pasien. leher. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain.

adrenergic dan Histaminergic. 2 Neuroleptic Malignant Neuroleptic malignant adalah suatu sindrom yang terjadi akibat komplikasi serius dari penggunaan obat antipsikotik. atau neuroleptikal atipikal).Biasanya berkembang dalam 4 minggu pertama setelah dimulainya pengobatan. thioxanthene. disfagia. Tremor dan aktivitas motorik berlebihan dapat mencerminkan agitasi psikomotorik. apati dan kesukaran untuk memulai aktifitas normal.Kemungkinan terjadi pada sebagian besar pasien terutama pada populasi pasien lebih muda.Nafsu makan yang meningkat erat kaitannya dengan blokade reseptor alpha1. gejala ini dikelirukan dengan gejala negatif skizofrenia. mutisme.Sebagian kasus sangat ringan dan hanya sekitar 5% pasien memperlihatkan gerakan berat nyata.Sindroma neuroleptik maligna dapat menunjukkan gambaran klinis yang luas dari ringan sampai dengan berat.Konfusi.SNM sebagian besar berkembang dalam 24-72 jam setelah pemberian antipsikotik atau perubahan dosis (biasanya karena peningkatan). Gejala ek. 3 Peningkatan berat badan Paling sering karena pengobatan antipsikotik atipikal. d Tardive Diskinesia Manifestasi gejala ini berupa gerakan dalam bentuk koreoatetoid abnormal. c Sindrom Parkinson Merupakan gejala ekstrapiramidal yang dapat dimulai berjam-jam setelah dosis pertama antipsikosi atau dimulai secara berangsur-angsur setelah pengobatan bertahun-tahun. keinginan untuk tetap bergerak dan sulit tidur. dan pengobatan berdosis tinggi atau jangka panjang.Prevalensi tardive diskinesia diperkirakan terjadi 20-40% pada pasien yang berobat lama. tremor pada waktu tidur.Faktor predisposisi meliputi umur lanjut.Hal ini disebabkan defisiensi kolinergik yang relatif akibat supersensitif reseptor dopamine di puntamen kaudatus.Gejala disregulasi otonom mencakup demam. Sindrom tersebut dapat terjadi pada dosis tunggal antipsikotik (phenotiazine. Terdiri dari perasaan dalam yang gelisah. Manifestasinya meliputi gaya berjalan membungkuk.Ini merupakan efek yang tidak dikehendaki dari obat antipsikotik. involunter. Akinesia menyebabkan penurunan spontanitas. b Akatisia Akatisia merupakan gejala ekstrapiramidal yang paling sering terjadi akibat antipsikotik. tremor dan rigiditas. balistik.Terkadang. koma. gerakan otot abnormal. Akatisia dapat menyebabkan eksaserbasi gejala psikotik akibat perasaan tidak nyaman yang ekstrim. Sindrom ini merupakan reaksi idiosinkratik yang tidak tergantung pada kadar awal obat dalam darah. hilangnya ayunan lengan. distonia dan diskinesia. mioklonus.d strapiramidal meliputi rigiditas. jenis kelamin wanita. diaphoresis. Hal ini menjadi salah satu penyebab ketidakpatuhan pengobatan. takikardi dan tekanan darah meningkat atau labil. gugup. 50 . inkotinensia dan delirium mencerminkan terjadinya perubahan tingkat kesadaran.tachipnea. akinesia. atau seperti tik.

faktor inhibitor prolaktin ke hipofisis berkurang sehingga terjadi peningkatan kadar prolaktin. sedangkan pada pria didapati ginekomasti.Penurunan kontraksi smooth muscle sehingga terjadi konstipasi dan retensi urin.Pandangan kabur .Mulut kering (kecuali klozapin yang meningkatkan salvasi) . Akibatnya.4 Peningkatan prolactin Blokade reseptor dopamine 2 di hipotalamus menyebabkan berkurangnya pembentukan prolactin release factor. Pada perempuan didapati sekresi payudara. 5 Efek blokade reseptor kolinergik . 6 Efek blokade reseptor adrenergik : hipotensi ortostatik 51 .

Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga.Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien sebagai aman. d. Didalam penelitian terkontrol. Terapi kelompok Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. dan komunikasi interpersonal. keluraga dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia.---- Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik.Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. anggota keluarga. masalah.---- Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati.10 % dengan terapi keluarga. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . atau suportif. kemampuan memenuhi diri sendiri. Seringkali. latihan praktis. khususnya lama dan kecepatannya. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien.Dengan demikian. 52 . Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya.Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan.2. Terapi perilaku Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untukmeningkatkan kemampuan sosial. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. c. Terapi Psikososial a. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. dan hubungan dalam kehidupan nyata. Setelah periode pemulangan segera. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. b. bermusuhan. penurunan angka relaps adalah dramatik. bukannya dalam cara interpretatif. cemas. Psikoterapi individual Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi alah membantu dan menambah efek terapi farmakologis. meningkatkan rasa persatuan. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. berbicara sendirian di masyarakat. Terapi berorientasi-keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. atau teregresi jika seseorang mendekati.Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku.

Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. pekerjaan.Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumahsakit harus direncanakan. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.  Diantara kedua rahang di beri bahan lunak dan di suruh agar pasien menggigitnya.turut 1-2 kali sehari  2-3 kali seminggu pada keadaan yang lebih ringan 53 . kualitas hidup. perawatan diri. Frekuensi dilakukannya terapi ini tergantung dari keadaan penderita dapat diberi:  2-4 hari berturut . menstabilkanmedikasi. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia. kesabaran. Pada pelaksanaan Terapi ini dibutuhkan persiapan sebagai berikut:  Pemeriksaan jantung. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh.---- Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka.  Penderita berbaring telentang lurus di atas permukaan yang datar dan agak keras. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalitas yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri.Tegangan yang digunakan 100-150 Volt dan waktu yang digunakan 2-3 detik. manipulasi.Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. dan hubungan sosial. ketulusan hati. dan benda benda metal perlu dilepaskan.Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan. dan tulang punggung. perintah sederhana. atau eksploitasi.  Bagian kepala yang akan dipasang elektroda ( antara os prontal dan os temporalis) dibersihkan.  Penderita harus puasa  Kandung kemih dan rektum perlu dikosongkan  Gigi palsu . Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup. Mekanisme penyembuhan penderita dengan terapi ini belum diketahui secara pasti.Alat yang digunakan adalah alat yang mengeluarkan aliran listrik sinusoid sehingga penderita menerima aliran listrik yang terputus putus.---- Selain anti psikosis. Terapi ini diperkenalkan oleh Ugo cerleti(1887- 1963). Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. 3. Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. terapi psikososial ada juga terapi lainnya yang dilakukan di rumah sakit yaitu Elektro Konvulsif Terapi (ECT). paru.

 Maintenance tiap 2-4 minggu  Dahulu sebelum jaman psikotropik dilakukan 12-20 kali tetapi sekarang tidak dianut lagi. dapat juga terjadi apnue. Prognosis Prognosis Baik Prognosis Buruk 1 Onset lambat 1 Onset muda 2 Faktor pencetus jelas 2 Tidak ada faktor pencetus 3 Onset akut 3 Onset tidak jelas 4 Riwayat seksual. Sebagai komplikasi terapi ini dapat terjadi luksasio pada rahang. dan stabil. 5 Gejala gangguan mood (terutama 5 Perilaku menarik diri dan autistic gangguan depresif 6 Sistem pendukung yang buruk 6 Menikah 7 Gejala negatif 7 Riwayat keluarga gangguan mood 8 Tanda dan gejala neurologis 8 Sistem pendukung yang baik 9 Riwayat trauma perinatal 9 Gejala positif 10 Tidak ada remisi dalam tiga tahun 11 Sering relaps 1. 1.10. Ketiga. Pencegahan Pertama. Indikasi pemberian terapi ini adalah pasien skizofrenia katatonik dan bagi pasien karena alasan tertentu karena tidak dapat menggunakan antipsikotik atau tidak adanya perbaikan setelah pemberian antipsikotik. yaitu mencegah mereka yang baru memperlihatkan tanda-tanda fase prodromal tidak menjadi skizofrenia yang nyata. Caranya adalah mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan. terjadi karena adanya 54 . sehingga kadang-kadang disebut misconnection syndrome. orang tua menciptakan keluarga yang harmonis. dengan cara memberikan obat antipsikotik dan suasana keluarga yang kondusif. Kedua. ditujukan kepada kelompok yang mempunyai risiko tinggi dengan cara. emosi dan perilaku. pikiran.---- Kontra indikasi Elektro konvulsiv terapi adalah Dekompensasio kordis. Robekan otot-otot. menyerang bagian yang sangat inti dari manusia yaitu persepsi. sosial. tidak berkaitan atau salah mengaitkan. fraktur pada vertebra. Skizofrenia sendiri merupakan gangguan jiwa yang paling berat. amnesia dan terjadi degenerasi sel-sel otak. Pada penderita skizofrenia yang terganggu adalah sirkuit saraf otaknya. hangat.11. pencegahan selektif. pencegahan universal. aneurisma aorta.Kontra indikasi mutlak adalah tumor otak. penyakit tulang dengan bahaya fraktur tetapi dengan pemberian obat pelemas otot pada pasien dengan keadaan diatas boleh dilakukan. pramorbid yang buruk. ditujukan kepada populasi umum agar tidak terjadi faktor risiko. sosial dan perkerjaan pramorbid yang baik. sehingga gejalanya sangat kompleks dan bercampur baur. pencegahan terindikasi. dan pekerjaan 4 Riwayat sksual. Kemampuan berpikir dan merasakan yang tidak terorganisasi.

tilawatul Quran. ‫ صلوا كما رايتمونى اصلى‬. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya. ‫من احدث فى امرنا هذا ما ليس منه فهو رد‬ . LI V. baik dari al-Quran maupun al. Ambillah dari padaku tatacara haji kamu Jika melakukan ibadah bentuk ini tanpa dalil perintah atau tidak sesuai dengan praktek Rasul saw. dan ibadah mahdhah lainnya. bukan untuk Allah. ‫ماستطعتم واذا نهيتكم عن شيئ فدعوه‬ 3 Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika. jadi merupakan otoritas wahyu. Shalat dan haji adalah ibadah mahdhah. semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba. dan apa yang dilarang. maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat. akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Atas dasar ini. adzan. melainkan wilayah wahyu. Ibadah Mahdhoh Ditinjau dari jenisnya. atau tidak. ‫ وكل بدعة ضللة‬،‫ فان كل محدثة بدعة‬،‫ واياكم ومحدثات المور‬، ‫ تمسكوا بها وعضوا بها بالنواجذ‬، ‫بعدى‬ . 2 Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak. 7 ‫وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا…الحشر‬ Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah. adalah karena kebanyakan kaumnya bertanya dan menyalahi perintah Rasul- rasul mereka: ‫ فاذا امرتكم بشيئ فأتوا منه‬،‫ فانما هلك من كان قبلكم بكثرة سؤالهم واختلفهم على انبيآئهم‬،‫ذرونى ما تركتكم‬ ‫ اخرجه مسلم‬.‫ وخير الهدي هدي محمد ص‬، ‫ فان خير الحديث كتاب ال‬،‫ اما بعد‬، ‫رواه احمد وابوداود والترمذي وابن ماجه‬ ‫ رواه مسلم‬. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh: 64 ‫وماارسلنا من رسول ال ليطاع باذن ال … النسآء‬ Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah… (QS. 4: 64). ‫رواه البخاري‬.gangguan pada sirkuit saraf pada iregion-regio otak terkait untuk mengirimkan dan menerima pesan secara efisien dan tepat. ‘Ibadah Mahdhah. ‫ متفق عليه‬. ‫وشر المور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضللة‬ Salah satu penyebab hancurnya agama-agama yang dibawa sebelum Muhammad saw. maka tinggalkanlah…( QS. 59: 7). Shalatlah kamu seperti kamu melihat aku shalat. artinya penghambaan yang murni hanya merupakan hubungan antara hamba dengan Allah secara langsung. melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at. tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. ‘Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip: 1 Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah.Sunnah. yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan.: ‫ عليكم بسنتى وسنة الخلفآء الراشدين المهديين من‬. karena bukan wilayah akal. Shalat.. dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya. 4 Azasnya “taat”. ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis. yang populer disebut bid’ah: Sabda Nabi saw. Nabi bersabda: ‫ خذوا عنى مناسككم‬. 55 . maka tatacaranya. maka dikategorikan “Muhdatsatul umur” perkara meng-ada-ada.

tetapi syarat sah shalat menghadap ke sana untuk menyatukan arah pandang. arah putaran dan gerakannya sama. dan ibadah mahdhah itu salah satu sasarannya adalah untuk mengekpresikan ke Esaan Allah itu. harus satu bahasa. 56 . tak peduli bahasa ibunya apa. demikian juga membaca al-Quran. adalah :  Wudhu.  Tawhiedul lughah (Kesatuan ungkapan atau bahasa). sebagai perwujudan Allah yang diibadati hanya satu. membungkuk (ruku’). sujud dan duduk. Shalat semuanya harus menghadap ke arah ka’bah.  Tawhiedul harakah (Kesatuan gerak). Di mana pun orang shalat ke arah sanalah kiblatnya (QS. sebagai perwujudan Allah yang diibadati itu Esa. itu bukan menyembah Ka’bah.Janazah Hikmah Ibadah Mahdhah Pokok dari semua ajaran Islam adalah “Tawhiedul ilaah” (KeEsaan Allah). Karena Allah yang disembah (diibadati) itu satu maka bahasa yang dipakai mengungkapkan ibadah kepadanya hanya satu yakni bacaan shalat.  Tayammum  Mandi hadats  Adzan  Iqamat  Shalat  Membaca al-Quran  I’tikaf  Shiyam ( Puasa )  Haji  Umrah  Tajhiz al. terdiri dari berdiri. Semua orang yang shalat gerakan pokoknya sama. dari sejak turunnya hingga kini al- Quran adalah bahasa al-Quran yang membaca terjemahannya bukan membaca al-Quran. sehingga dalam pelaksanaannya diwujudkan dengan:  Tawhiedul wijhah (menyatukan arah pandang). dia adalah batu tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi madharat. dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi: Jenis ibadah yang termasuk mahdhah. 2: 144). Demikian halnya ketika thawaf dan sa’i. apakah dia mengerti atau tidak.

2006. http://umayonline.wordpress.Daftar pustaka Ganong.scribd. Dadang.Kamus Saku Kedokteran Dorland.com/doc/6224830/OTAK-MANUSIA-Neurotransmiter-Dan-Stress- by-dr-Liza-Pasca-Sarjana-STAIN-CIREBON http://zonapositive. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.edisi 20.EGC Hawari.com/anatomi-fisiologi-sistem-limbik http://www.com/2010/01/gangguan-psikotik-dan- skizofrenia. William F.wordpress.blogspot. EGC Maslim.1998.Jakarta:FKUI Kumala.com/doc/28385012/Gangguan-Psikotik http://www.scribd.edisi 25. Rusdi.com/tag/sistem-limbik 57 .2003.com/2008/09/15/ibadah-mahdhah-ghairu-mhadhah/ http://makalahpsikologi.2003.com/2008/01/26/pendidikan-holistik/ http://arispurnomo. Jakarta. Poppy dan Nuswantari.Pendekatan Holistik Pada Gangguan Jiwa.Jakarta:Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya. Jakarta.wordpress.com/2010/03/12/hubungan-shalat-dan %C2%A0emosi/ http://akhmadsudrajat.scribd.Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas PPDGJ III.html http://www.infofisioterapi.com/doc/27950601/Gangguan-Psikotik-Singkat http://www.

com/2009/04/simtomatologi-psikiatri.html http://www.http://punyalea.blogspot.scribd.com/doc/23118347/sistem-limbik http://gspotcom.blogspot.html 58 .com/2007/10/bagian-dan-fungsi-otak.