Forum Bisnis Dan Kewirausahaan

Jurnal Ilmiah STIE MDP

Analisis Kredit Yang Diberikan Dan Tingkat Likuiditas
Serta Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas
Perusahaan Perbankan
Ririh Dian Pratiwi

Universitas Dian Nuswantoro
dinus_ririh@yahoo.com

Abstract: The purpose of this study was to analyze the influence of the number of loans and the level of liquidity of
the company’s profitability. Total loans and liquidity levels are used to measure profitability. The sample of this
study is the banking companies listed on the Indonesian Stock Exchange in 2010,2011 and 2012. Sampling was
done by purposive sampling method. This study uses regression as an analytical tool. The results showed that the
loans affect the company’s profitability as measured by ROA. While the liquidity variables are measured with LDR
proved to have no effect on the profitability of the company.

Keywords: loan; liquidity; profitability.

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis  pengaruh jumlah kredit yang diberikan dan tingkat
likuiditas  terhadap profitabilitas  perusahaan.  Jumlah kredit yang diberikan dan tingkat  likuiditas digunakan untuk
mengukur profitabilitas. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun
2010, 2011 dan 2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan
regresi  berganda  sebagai  alat  analisis.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  kredit  yang  diberikan  mempengaruhi
profitabilitas perusahaan yang diukur dengan ROA. Sedangkan variabel likuiditas yang diukur dengan LDR terbukti
tidak berpengaruh terhadap profitabilitas   perusahaan.

Kata kunci: jumlah  kredit, likuiditas, profitabilitas.

1. PENDAHULUAN

Perusahaan  merupakan  suatu  entitas  yang satu  atau  setiap  priode,  dimana  perusahaan  yang
selalu  berusaha  untuk  memaksimalkan  laba/ dimaksud  dalam  penelitian  ini  adalah  perusahaan
keuntungannya. Biasanya, laba tersebut dapat berasal perbankan.
dari kegiatan operasional maupun non operasional.
Tidak terkecuali bagi setiap perusahaan perbankan, Keuntungan  yang  diperoleh  setiap
laba merupakan hal yang penting untuk diperoleh agar perusahaan sangat berpengaruh terhadap keberlajutan
dapat  mempertahankan  keberlanjutan  (going perusahaan tersebut dimasa sekarang maupun dimasa
concern) operasional  perusahaan tersebut. Dewasa yang akan datang. Laba akan diperoleh perusahaan
ini perusahaan perbankan di Indonesia mengalami apabila jumlah penghasilan/pendapatan yang diterima
perkembangan  bisnis  yang  sangat  pesat. bernilai  lebih  besar  dibandingkan  dengan
Perkembangan tersebut dapat dilihat dari berbagai pengeluaran/biayanya.  Penghasilan  suatu  bank
hal  yaitu  segi  volume  usaha,  arus  dana  dari  dan berasal dari hasil penerimaan bunga atas kredit yang
kepada  masyarakat  serta  tingkat  profitabilitasnya. diberikan  kepada  masyarakat,  agio  saham,  jasa
Profitabilitas  menunjukkan  suatu  kemampuan keuangan lainnya dan lain-lain. Biasanya, keuntungan
perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dalam terbesar yang diperoleh suatu bank berasal dari bunga

Hal - 98         Vol. 4 No. 2 Maret 2015
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

pinjaman yang dihasilkan dari kredit yang disalurkan dalam  hal  ini perbankan,  dikatakan  likuid  apabila
kepada para nasabahnya atau para debitur. Dengan dapat membayar semua kewajibannya yang berupa
demikian, kredit merupakan hal yang sangat penting simpanan giro, tabungan dan deposito nasabahnya
dalam kegiatan operasional setiap bank. pada saat ditagih serta harus dapat pula memenuhi
semua permohonan kredit dari nasabah atau calon
Kredit merupakan aset yang menghasilkan debitur  yang  layak  untuk  didanai.  Idealnya,  rasio
pendapatan bunga, sehingga besaran kredit dalam aset likuiditas setiap perusahaan  adalah sebesar 200%
perbankan jumlahnya sangat dominan. Pengelolaan (Munawir, 2004).
kredit  dalam  perbankan  menjadi  sangatlah  vital,
mengingat  perannya  yang  sangat  penting  dan Apabila  nilai  rasio  likuiditas  kurang  dari
strategis.  Kondisi  seperti  ini  menuntut  pihak 200%  maka  dianggap  kurang  baik  dari  sisi
manajemen untuk membangun suatu strategi bisnis kemampuannya  dalam  memenuhi  kewajibannya
yang handal, khususnya dalam hal yang berhubungan dengan  menggunakan  alat-alat  likuid  yang
dengan pemberian kredit kepada para nasabahnya. dimilikinya.  Dengan  asumsi  bahwa apabila  aktiva
Strategi  tersebut  biasanya  dengan  cara  pemilihan lancar suatu perusahaan nilainya turun,  maka jumlah
nasabah  atau  calon  debitur  dengan aktiva  lancar  tersebut  tidak  cukup  untuk  dapat
mempertimbangkan  ukuran  dan  kestabilan  usaha menutupi kewajiban jangka pendeknya. Sedangkan
calon  debitur,  serta  rekam  jejaknya  dalam apabila jumlah aktiva lancar bernilai terlalu besar,
pembayaran  kredit  sebelumnya  (Anissa  dan maka  akan  menyebabkan  adanya  dana  yang
Darandono, 2012). menganggur. Untuk menjamin likuiditas suatu bank,
Bank Indonesia ikut berperan dengan menetapkan
Jenis  kredit  yang  disalurkan  oleh  bank peraturan pada tahun 2004.
diantaranya  adalah  kredit  modal  kerja,  kredit
konsumsi, dan kredit investasi. Penghasilan bunga Peraturan yang ditetapkan adalah mengenai
dari  aktivitas  penyaluran  kredit  merupakan besarnya persentase Giro Wajib Minimum (GWM)
pendapatan  utama  suatu  bank.  Dengan  demikian yang disesuaikan dengan besarnya DPK (Dana Pihak
dapat disinyalir bahwa jumlah kredit yang diberikan Ketiga)  yang  dihimpun  setiap  bank.  GWM
semakin besar, maka pendapatan bunga yang akan merupakan sejumlah dana yang harus dipelihara oleh
diperoleh juga semakin besar. Besarnya pendapatan bank  dalam  bentuk  saldo  rekening  giro  pada  BI,
yang meningkat juga akan berpengaruh pada jumlah dimana besaran GWM yang ditetapkan adalah 5%
laba  yang  akan  diperoleh  perusahaan.  Laba  yang dari DPK.
diperoleh  perusahaan  biasanya  akan  dialokasikan
untuk  beberapa  hal,  misalkan  dibagikan  kepada Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik
pemegang saham dalam  bentuk  dividen atau akan untuk  melakukan  penelitian  dengan  judul
dimasukkan ke dalam laba ditahan. Apabila sebagian “ANALISIS KREDIT YANG DIBERIKAN DAN
laba  dialokasikan  ke  dalam  laba  ditahan  artinya TINGKAT LIKUIDITAS SERTA
bahwa alokasi tersebut akan menjadi tambahan modal PENGARUHNYA TERHADAP
bagi perusahaan untuk periode selanjutnya. Dengan PROFITABILITAS PERUSAHAAN
demikian,  tentu  saja  secara  keseluruhan  laba PERBANKAN” dengan objek penelitian perusahaan
perusahaan juga akan berpengaruh terhadap besarnya perbakan  yang  terdaftar  di  Bursa  Efek  Indonesia
modal perusahaan (Siamat, 2004). (BEI) pada periode 2010, 2011 dan 2012.

Suatu perusahaan mempunyai kemampuan Masalah yang akan diteliti dalam penelitian
dalam  memenuhi  seluruh  kewajibannya  dengan ini dapat dirumuskan pada rumusan masalah berikut
menggunakan  alat  likuit  yang  dimilikinya. ini:
Kemampuan  tersebut  bianya  disebut  dengan 1. Apakah  kredit  yang  diberikan  berpengaruh
likuiditas.  Dengan  istilah  lain,  suatu  perusahaan, terhadap  profitabilitas  perusahaan  perbankan?

Vol. 4 No. 2 Maret 2015           Hal - 99
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

2. Apakah tingkat likuiditas berpengaruh terhadap 2. Kredit  Modal  Kerja,  merupakan  kredit  yang
profitabilitas perusahaan perbankan? disalurkan  kepada  debitur  untuk  keperluan
meningkatkan produksi dalam operasional usaha
Tujuan Penelitian ini adalah: yang dimiliki.

1. Untuk mengetahui pengaruh kredit yang diberikan b) Dilihat dari tujuan kredit.
terhadap profitabilitas perusahaan perbankan?
1. Kredit  produktif,  merupakan  kredit  yang
2. Untuk  mengetahui  pengaruh  tingkat  likuiditas disalurkan  kepada  debitur  untuk  peningkatan
terhadap profitabilitas perusahaan perbankan? usaha, produksi  atau  investasi.  Kredit  jenis  ini
diberikan  dengan  tujuan  untuk  menghasilkan
barang atau jasa.
2. LANDASAN TEORI
2. Kredit  Konsumtif,  merupakan  kredit  yang
2.1 Definisi dan Fungsi Kredit disalurkan  kepada  debitur  untuk  dikonsumsi
secara pribadi.
Definisi kredit berdasarkan Undang-Undang
Nomor  10  tahun  1998  pasal  1  angka  11  adalah 3. Kredit  Perdagangan,  merupakan  kredit  yang
sebagai berikut: “Penyediaan uang atau tagihan yang disalurkan  kepada  debitur  untuk  kepentingan
dapat  dipersamakan  dengan  itu,  berdasarkan perdagangan. Jenis kredit ini biasanya diberikan
persetujuan  atau  kesepakatan  pinjam  meminjam untuk  membeli  barang  dagangan  yang
antara  bank  dengan  pihak  lain  yang  mewajibkan pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan
pihak  peminjam  melunasi  hutangnya  setelah barang dagangan tersebut.
jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.
c)   Dilihat dari segi jangka waktu.
Menurut Kasmir (2011) keberadaan kredit
di  dalam  kehidupan  perekonomian  memiliki 1. Kredit  Jangka  Pendek,  merupakan  kredit  yang
beberapa  fungsi  antara  lain  meningkatkan  daya memiliki  jangka  waktu  kurang  dari  satu  tahun
guna  uang,  meningkatkan  peredaran  dan  lalu atau  paling  lama  satu  tahun.  Kredit  jenis  ini
lintas  uang,  meningkatkan  daya  guna  barang, biasanya  digunakan  untuk  keperluan  modal
meningkatkan  peredaran  barang,  salah  satu kerja.
alat  stabilitas  ekonomi,  meningkatkan
kegairahan  berusaha,  meningkatkan  pemerataan 2. Kredit Jangka Menengah, merupakan kredit  yang
pendapatan,  serta  meningkatkan  hubungan jangka waktu kreditnya berkisar antara satu tahun
internasional. sampai dengan tiga tahun.

Sedangkan jenis-jenis kredit juga bermacam- 3. Kredit Jangka Panjang, merupakan kredit yang
macam apabila dilihat dari berbagai segi. Menurut jangka waktunya paling panjang. Kredit jangka
Kasmir (2011) jenis-jenis kredit antara lain sebagai panjang memiliki jangka waktu antara tiga sampai
berikut : lima tahun.

a) Dilihat dari segi kegunaan. d)   Dilihat Dari Segi Jaminan.

1. Kredit  investasi,  merupakan  kredit  yang 1. Kredit  dengan  jaminan,  yaitu  kredit  yang
disalurkan  kepada  debitur  untuk  kepentingan diberikan  dengan  suatu  jaminan  yang
perluasan  usaha,  seperti  membangun  proyek/ berupa  barang  berwujud  ataupun  tidak
pabrik baru atau untuk keperluan perbaikan. berwujud.

Hal - 100         Vol. 4 No. 2 Maret 2015
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

2. Kredit Tanpa Jaminan, yaitu kredit yang diberikan Definisi  Loan to Deposit Ratio  menurut
tanpa  jaminan  barang  atau orang  tertentu serta Dendawijaya  (2005)  adalah  ukuran  seberapa  jauh
diberikan dengan melihat prospek usaha dan nama kemampuan sauatu bank dalam membiayai kembali
baik  si  calon  debitur  pada  periode-periode penarikan  dana  yang  dilakukan  oleh  deposannya
sebelumnya. dengan mengandalkan guliran kredit yang diberikan
kepada  debitur  sebagai  sumber  likuiditasnya.
Menurut Kasmir (2011) dalam suatu kredit Berdasarkan definisi tersebut, Loan to Deposit Ratio
terdapat unsur-unsur. Adapun unsur-unsur tersebut merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui
adalah sebagai berikut: tingkat likuiditas bank. Loan to Deposit Ratio juga
merupakan perbandingan antara jumlah kredit yang
1. Pemberian kredit atau kreditur yaitu bank. diberikan kepada debitur terhadap jumlah dana pihak
ketiga yang dapat dihimpun.
2. Penerima Kredit yaitu debitur. Penerima kredit ini
bisa  merupakan  perorangan  atau  perusahaan Loan to Deposit Ratio yang semakin tinggi
(badan usaha). memberikan indikasi bahwa kemampuan likuiditas
bank tersebut semakin rendah. Hal ini dikarenakan
3. Penyediaan uang atau yang dapat dipersamakan jumlah  dana  yang  diperlukan  untuk  melakukan
dengan itu oleh bank. pembiayaan  kredit  menjadi  semakin  besar.
Sebaliknya,  apabila  nilai  Loan to Deposit Ratio
4. Perjanjian kredit yang merupakan aturan main dari semakin  rendah  menunjukkan  tingkat  penyaluran
hubungan ini. kredit yang rendah dibandingkan dengan dana yang
telah  diterimanya  atau  dengan  arti  lain
5. Jangka waktu yaitu masa pengembalian kredit. mengindikasikan bahwa bank masih jauh dari tujuan
memaksimalkan  kredit  dalam  menjalankan  fungsi
6. Bunga atas kredit yang dinikmati pihak kreditur. intermediasi. Batas aman Loan to Deposit Ratio suatu
bank  secara  umum  adalah  sekitar  90%-100%,
2.2 Likuiditas sedangkan  menurut  ketentuan  bank  sentral  batas
aman Loan to Deposit Ratio adalah 110% ‘(Hanafi,
Hanafi (2003) mengatakan bahwa pengertian 2003). Rasio ini juga merupakan indikator kerawanan
likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam dan kemampuan suatu bank, dimana sebagian praktisi
melunasi  hutang  lancarnya  dengan  menggunakan perbankan menyepakati bahwa batas aman Loan to
aktiva lancar yang dimilikinya. Sedangkan menurut Deposit Ratio dari suatu bank adalah 80 %.
Hamonangan  &  Siregar  (2009),  suatu  bank  yang
dikatakan  likuid  apabila  bank  tersebut  dapat Apabila  dihubungkan  dengan  proses
membayar semua kewajibannya terutama simpanan manajemen,  strategi  manajemen  satu  perusahaan,
tabungan nasabah, giro dan deposito nasabah pada khususnya  perbankan  juga  dapat  dinilai  dengan
saat  ditagih  dan  dapat  pula  memenuhi  semua menggunakan Loan to Deposit Ratio (LDR). Strategi
permohonan  kredit  yang  memang  layak  untuk manajemen  suatu  bank  yang  sifatnya  konservatif
dibiayai.  Rasio  likuiditas  merupakan  rasio  yang cenderung memiliki LDR yang  rendah, sedangkan
menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya strategi  manjemen  bank  yang  sifatnya  agresif
dengan  kewajiban  lancar.  Rasio  likuiditas  dapat biasanya memiliki LDR yang tinggi, bahkan dapat
dibagi  menjadi  dua  bagian,  yaitu  rasio  yang juga melampaui batas toleransi yang telah ditetapkan.
membandingkan  sumber-sumber  kas  dengan  total Beberapa  uraian  penjelasan  diatas  dapat  ditarik
hutang lancar dan rasio yang membandingkan arus kesimpulan  bahwa  Loan To Deposit Ratio (LDR)
kas  terhadap  besarnya  hutang  lancar.  Dalam mencerminkan  kemampuan  suatu  bank  dalam
perbankan,  likuiditas  juga  dapat  diukur  dengan membayar kembali penarikan dana yang dilakukan
menggunakan Loan to Deposit Ratio (LDR). oleh nasabah yang telah melakukan setoran (deposan)

Vol. 4 No. 2 Maret 2015         Hal - 101
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

dengan mengandalkan nilai kredit yang disalurkan. 3. METODE PENELITIAN
Sehingga  hal  tersebut  dapat  digunakan  untuk
mengetahui  atau  mengukur  tingkat  likuidasinya 3.1 Variabel dan Definisi Operasional
perusahaan atau bank tersebut. Variabel

2.3 Profitabilitas Penelitian ini menganalisis suatu hubungan
antara variabel dependen dengan variabel independen.
Profitabilitas merupakan suatu kemampuan Variabel independen yang digunakan adalah Kredit
dari  setiap  perusahaan  untuk  menghasilkan  laba. yang diberikan dan Likuiditas. Kredit yang diberikan
Riyanto  (2001)  juga  mendefinisikan  profitabilitas yaitu  dana/uang  yang diberikan  bank kepada para
sebagai berikut: “Profitabilitas adalah kemampuan debitur  dalam  bentuk  pinjaman,  yang  didalamnya
suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama mengandung  bunga  dan  waktu  jatuh  temponya.
suatu periode tertentu”. Sedangkan likuiditas adalah merupakan kemampuan
suatu perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya
Tingkat profitabilitas perusahaan yang tinggi dengan  menggunakan  aktiva  lancar  yang  dimiliki
atau  maksimal  dapat  menjadi  indikator  kinerja perusahaan tersebut (Hanafi, 2004). Likuiditas dalam
manajerial  yang  mengelola  perusahaan  tersebut. penelitian ini diukur dengan menggunakan Loan to
Rasio  profitabilitas  juga  merupakan  rasio  yang Deposit Ratio (LDR). Adapun  LDR  dapat
menunjukkan pengaruh gabungan dari manajemen dirumuskan sebagai berikut :
asset, likuiditas dan kewajiban terhadap hasil operasi
perusahaan.                      Total Loan
LDR =
Rasio profitabilitas suatu perusahaan dapat Total Deposit + Equity
dihitung  dengan  beberapa  cara  yaitu  dengan
mempergunakan ROA, ROE, atau NPM. Sementara Variabel dependen dalam penelitian ini adalah
itu menurut Syamsuddin (2007) pengertian Return profitabilitas.  Profitabilitas  suatu  perusahaan
on Investment (ROA)  adalah  sebagai  berikut  : merupakan salah satu cara untuk menilai secara tepat
“Return on Investment  merupakan  pengukuran sejauh  mana  tingkat  pengembalian  yang  akan
kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam didapatkan dari aktivitas atau operasi bisnis yang ada.
menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan Profitabilitas  dalam  penelitian  ini  diukur  dengan
aktiva yang tersedia di dalam perusahaan”. mempergunakan Return On Total asset (ROA).

Dari  definisi  tersebut,  dapat  disimpulkan Adapun ROA dapat dirumuskan sebagai berikut :
bahwa semakin tinggi rasio ROA suatu perusahaan,
maka akan menunjukkan semakin baiknya kondisi              Net Profit After Tax
perusahaan  tersebut.  ROA  adalah  rasio  yang ROA =
membandingkan antara laba setelah dikurangi pajak        Total Asset
dengan  total  asset/aktiva.  Sehingga  rasio  ini  juga
mencerminkan tingkat keuntungan suatu perusahaan 3.2 Populasi dan Sampel
yang  dihasilkan  dari  investasi  yang  dikeluarkan.
Dari beberapa pengertian profitabilitas tersebut di Populasi dalam penelitian ini adalah laporan
atas,  dapat  disimpulkan  bahwa  profitabilitas keuangan  akhir  tahun  dari  perusahaan  perbankan
dalam  hal  ini  Return On Asset (ROA) adalah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia  pada tahun
kemampuan sebuah perusahaan dalam memperoleh 2010, 2011 dan 2012 yang berjumlah 79 perusahaan
atau  menghasilkan  laba  dalam  hubungannya perbankan.  Teknik  pengambilan  sampel  yang
dengan penjualan dan investasi dalam satu periode digunakan  adalah  Purposive Sampling,  yang
tertentu. merupakan teknik penentuan sampel anggota populasi

Hal - 102         Vol. 4 No. 2 Maret 2015
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

dengan pertimbangan atau kriteria tertentu (Sugiyono, 3. Menerbitkan  dan  mempublikasikan  laporan
2007). keuangan  tahun  2010,  2011  dan  2012  melalui
website BEI.
Adapun  kriteria  penentuan  sampel  dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut : 4. Perusahaan  perbankan  tersebut  memiliki  laba
positif selama masa periode pengamatan.
1. Perusahaan perbankan yang telah go public dan
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun Berdasarkan  teknik  pengambilan  sampel
2010, 2011 dan 2012. tersebut, maka sampel yang diambil dalam penelitian
ini adalah 75 perusahaan perbankan yang terdaftar
2. Perusahaan perbankan tersebut tidak mengalami di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010, 2011
delisting selama priode pengamatan. dan 2012, dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel 1: Perhitungan Sampel

     Sumber : Data olahan
3.3 Jenis data dan Sumber data digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas
terhadap  variabel  terikat  secara  simultan  atau
Jenis  data  yang  digunakan  adalah  data bersama-sama (Ghozali, 2009). Berikut Uji asumsi
sekunder  berupa  laporan  keuangan  perusahaan klasik yang dilakukan dalam penelitian ini :
perbankan yang terdaftar di  Bursa Efek Indonesia
pada  tahun  2010-2012  dan  terpublikasi  melalui a. Uji Normalitas.
website Bursa Efek Indonesia. Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui
apakah dalam model regresi, variabel penganggu
3.4 Analisis Data atau residual memiliki distribusi normal. Untuk
menguji  apakah  data  berdistribusi  normal
Analisis  data  dilakukan  dengan  analisis digunakan grafik Normal-Probability Plot dan uji
regresi berganda. Pengujian model dilakukan dengan Kolmogorov-Smirnov. Dari Normal-Probability
uji  statistik  F.  Sedangkan  pengujian  hipotesis Plot dapat disimpulkan bahwa apabila titik-titik
dilakukan  dengan  uji  statistik  t,  dimana  terlebih berhimpit dengan garis diagonal, maka data pada
dahulu  melakukan  uji  asumsi  klasik  sebelum penelitian terdistribusi secara normal. Sedangkan
melakukan uji statistik, yaitu berupa uji normalitas, dengan uji  Kolmogorov-Smirnov,  dapat  dilihat
multikolinearitas, heterokedastisitas dan autokorelasi. melalui nilai Asymp.Sig.(2 tailed). Apabila nilai
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui pengaruh Asymp.Sig.(2 tailed) lebih besar dari 0,05 maka
variabel independen terhadap variabel terikat secara data dalam penelitian dapat dikatakan terdistribusi
parsial  atau  individu.  Sedangkan  uji  statistik  F secara normal.  

Vol. 4 No. 2 Maret 2015         Hal - 103
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

b. Uji Multikolinearitas. sumbu Y serta tidak membentuk pola maka tidak
Uji  multikolinearitas  dilakukan  untuk  menguji terjadi heteroskesdastisitas.
apakah  pada  model  regresi  ditemukan  adanya
korelasi antar variabel bebas. Uji multikolinearitas d. Uji Autokorelasi.
dapat disimpulkan dengan melihat nilai VIF dan Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah
Toleransi. Apabila  dilihat  pada  tabel  semua dalam  model  regresi linear  ada korelasi  antara
variabel independen memiliki nilai VIF<10 serta kesalahan  pengganggu  pada  periode  t  dengan
nilai toleransi untuk setiap variabel independen kesalahan  pengganggu  pada  periode  t-1
lebih besar dari 0,1 (tolerance > 0,1), maka dapat (sebelumnya).  Jika  terjadi  korelasi,  maka
disimpulkan  tidak  ada  gejala  multikolinearitas dinamakan ada problem autokorelasi. Jika dalam
dalam model regresi. kondisi du < D-W < 4-du, maka dapat disimpulkan
bahwa  tidak  terdapat  autokorelasi  dan  model
c. Uji Heteroskedastisitas. regresi memenuhi syarat asumsi klasik tentang
Uji heteroskesdastisitas bertujuan untuk menguji autokorelasi.
terjadinya  perbedaan  variance residual suatu
periode pengamatan ke periode yang lain. Uji ini
dilakukan dengan mengamati pola tertentu pada 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
grafik  scatterplot,  dimana  bila  ada  titik-titik
menyebar  di  atas  dan  di  bawah  angka  0  pada 4.1 Statistik deskriptif

Tabel 2. Hasil Deskriptif Statistik

   Sumber: Data Olah SPSS
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa dari didukung dengan uji statistik non parametrik One-
pengolahan  sampel  sejumlah  75,  masing-masing Sample Kolmogorov-Smirnov. Berikut  gambar
variabel mempunyai nilai rata-rata lebih besar dari hasil pengujian dengan Normal Probability Plot:
standar deviasinya. Dengan nilai mean lebih besar
dari standar deviasi dapat diartikan bahwa sebaran
data  merata  dan  baik  digunakan  untuk  penelitian.
Meratanya nilai pada tiap variabel juga dapat dilihat
dari  tidak  terlalu  jauhnya  rentang  antara  nilai
minimum dan maksimum setiap variabel.

4.2 Uji Asumsi Klasik

1. Normalitas.
Pengujian  Normalitas  data  dilakukan  dengan Gamba1 1: Hasil Pengujian Normalitas
menggunakan Normal Probability Plot (P-Polt)         Sumber : Hasil olah SPSS

Hal - 104         Vol. 4 No. 2 Maret 2015
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik smirnov yang  disajikan  pada  tabel  3.  Dari  tabel
mengikuti dan berhimpit pada gari diagonal, sehingga tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar
dapat  disimpulkan bahwa  data pada penelitian ini 0,759. Nilai sinifikansi tersebut lebih besar dari 0,05
terdistribusi secara normal. Guna mendukung hasi (5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam
ini,  maka  dapat  juga  dilihat  dari  Uji  Kolmogorov model pertama terdistribusi secara normal.
Tabel 3: Hasil Uji Normalitas

        Sumber: Data Olahan SPSS

2. Uji Multikolinearitas. korelasi atau hubungan yang sangat kuat.
Uji  multikolinearitas  dilakukan  untuk  menguji Tabel 4: Hasil Uji Multikolinearitas
apakah  pada  model  regresi  ditemukan  adanya
korelasi  antar  variabel  bebas. Apabila  hasil
pengujian  menunjukkan  adanya  gejala
multikolinearitas,  maka  dapat  diartikan  bahwa
variabel  bebas  dalam  penelitian  ini  memiliki
korelasi  yang  sangat  kuat.  Pengujian
multikolinearitas dapat dilakukan dengan meilhat
nilai Toleransi dan VIF. Pada Tabel 4 dapat dilihat            Sumber: Hasil Olah SPSS
bahwa semua variabel independen memiliki nilai
VIF<10 serta nilai toleransi untuk setiap variabel 3. Uji Heteroskedastisitas
independen lebih besar dari 0,1 (tolerance > 0,1), Uji heteroskesdastisitas bertujuan untuk menguji
maka  dapat  disimpulkan  tidak  ada  gejala terjadinya  perbedaan  variance residual suatu
multikolinearitas dalam model regresi atau dalam periode pengamatan ke periode yang lain. Uji ini
arti  lain  dapat  disimpulkan  bahwa  variabel dilakukan dengan mengamati pola tertentu pada
independen dalam penelitian ini tidak memiliki grafik scatterplot yang ditunjukkan pada Gambar

Vol. 4 No. 2 Maret 2015         Hal - 105
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

 1. Pada scatterplot dapat dilihat bahwa titik-titik 4. Uji Autokorelasi
menyebar  di  atas  dan  di  bawah  angka  0  pada Penelitian  ini  menggunakan  Durbin  Watson
sumbu Y serta tidak membentuk pola, maka dapat untuk menguji autokorelasi. Jika dalam kondisi
disimpulkan tidak terjadi heteroskesdastisitas. du  <  D-W  <  4-du,  maka  dapat  disimpulkan
bahwa  tidak  terdapat  autokorelasi  dan  model
regresi  memenuhi  syarat  asumsi klasik tentang
autokorelasi.

Pada Tabel  5 dapat  dilihat  bahwa  nilai  Durbin
Watson  sebesar  1,756.  Sedangkan  pada  Tabel
Durbin-Watson  dengan  jumlah  sampel  (n)
sebanyak  75  dan  jumlah  variabel  independen
(k) sebanyak  2,  didapat  nilai  du  sebesar
0,1680.  Dengan  demikian  dapat  disimpulkan
bahwa  data  dalam  penelitian  ini  tidak  terjadi
Gambar 2: Hasil Uji Heterokedastisitas autokorelasi,  karena  berada  dalam  kondisi
        Sumber: Hasil Olah SPSS du < DW < 4-du (1,680 < 1,756 < 2,32).

Tabel 5: Uji Autokorelasi

Sumber: Hasil Olah SPSS

4.3 Uji Model (Uji Statistik F) Taraf  nyata    5%  (0,05).  Karena  nilai  signifikansi
0,000  <  dari  0,05,  maka  dapat  disimpulkan
Model  dalam  penelitian  ini  menggunakan bahwa  dalam  model  regresi  pengaruh  Pemberian
uji  Statistik  F.  Dari  tabel ANOVA  (tabel  6)  dapat Kredit  dan  Likuiditas  terhadap  Profitabilitas  fit
dilihat  bahwa  nilai  signifikansi  yang  diperoleh dan  terindikasi  adanya  pengaruh  yang
adalah  0,000.Nilai  ini  dibandingkan  dengan signifikan.

Tabel 6: Hasil Uji Model

        Sumber: Hasil Olah SPSS

Hal - 106         Vol. 4 No. 2 Maret 2015
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

4.4 Uji Hipotesis (Uji Statistik t) Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis
2 ditolak, yaitu likuiditas tidak berpengaruh signifikan
Dalam uji statistik t (uji hipotesis pengaruh terhadap profitabilitas. Dengan arti lain bahwa besar
Pemberian  Kredit  terhadap  Profitabilitas  dan kecilnya  tingkat likuiditas yang dimiliki oleh suatu
Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas) dapat bank tidak berpengaruh terhadap besar atau kecilnya
digunakan Tabel Coefficients (tabel 7). Dari tabel profitabilitas  yang  dicapai  bank  tersebut.  Kondisi
Coefficients dapat  dilihat  nilai  signifikansi  untuk tersebut dapat dilihat dari data sampel.
variabel Pemberian Kredit sebesar 0,000. Nilai ini
lebih kecil dari 5%. Likuiditas  yang  diukur  dengan  LDR  pada
sampel nilainya sangat merata yang dapat dilihat dari
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa range antara nilai minimum dan maksimum yang tidak
hipotesis 1 tidak dapat ditolak, yaitu pemberian kredit besar. Dengan nilai LDR yang merata dan nilai ROA
berpengaruh signifkan terhadap profitabilitas. Besar yang  fluktuatif  dapat  disimpulkan  bahwa  nilai
atau  kecilnya  jumlah  pemberian  kredit  dapat Likuiditas  yang  diukur  dengan  LDR  tidak
berpengaruh terhadap profitabilitas. Dengan arti lain berpengaruh terhadap besar kecilnya profitabilitas
bahwa besar atau kecilnya kredit yang diberikan oleh yang diukur menggunakan ROA.Profitabilitas bank
bank  kepada  debitur  dapat  meningkatkan  atau yang  tinggi  tidak  mencerminkan  kemampuannya
menurunkan profitabilitas bank tersebut yang diukur dalam  membayar  kembali  penarikan  dana  yang
dengan ROA. dilakukan oleh nasabah yang telah melakukan setoran
(deposan) dengan mengandalkan nilai  kredit yang
Bank  yang  memberikan  nilai  kredit  yang disalurkan.  Atau  dalam  arti  lain,  bank  yang
besar tentunya akan meningkatkan laba bank tersebut. mempunyai kemampuan dalam membayar kembali
Laba  yang  besar  akan  mempengaruhi  nilai penarikan  dananya  oleh  nasabah  dengan
pengembalian atas penggunaan asset atau investasi. mengandalkan kredit yang disalurkan tidak berarti
Sedangkan apabila kredit yang diberikan suatu bank mempunyai  nilai  ROA  yang  tinggi,  begitu  juga
nilainya relatif kecil, maka dimungkinkan pendapatan sebaliknya.
yang diperoleh juga relatif kecil. Hal tersebut juga
akan  mempengaruhi  tingkat  profitabilitas  bank Adapun  persamaan  regresi  yang  diperoleh
tersebut. dalam  menjelaskan  model  penelitian  ini  adalah
sebagai berikut :
Sedangkan nilai signifikansi untuk variabel Profitabilitas = -5,612 + 0,237(Pemberian Kredit) +
likuiditas sebesar 0,470. Nilai ini lebih besar dari 5%. 0,465 (Likuiditas)

Tabel 7: Hasil Uji Hipotesis

   Sumber : Hasil Olah SPSS

Vol. 4 No. 2 Maret 2015         Hal - 107
Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP

5. SIMPULAN [6] Hanafi,  Mamduh  M.  2004,  Analisis Laporan
Keuangan,  Penerbit  UPP  AMK  YKPN,
Sejumlah 75 sampel yang telah diteliti, data Yogyakarta.
yang digunakan adalah data yang baik dengan sebaran
data yag merata. Sebelum dilakukan pengujian model [7] Kasmir.  2011,  Dasar-dasar Perbankan,  Edisi
dan hipotesis, data yang diteliti juga telah memenuhi Revisi, Rajawali Pers
seluruh  asumsi  klasik,  yaitu  normalitas,
multikolinearitas, heterokedastisitas dan autokorelasi. [8] Munawir.  2004,  Analisa Laporan Keuangan,
Berdasarkan uji  model yang dilakukan dengan uji Edisi Keempat, Cetakan Ketigabelas, Liberty,
statistik F, dapat disimpulkan bahwa secara bersama- Yogyakarta.
sama,  variabel  Pemberian  Kredit  dan  Likuiditas
berpengaruh terhadap Profitabilitas. Sedangkan pada [9] Siamat,  Dahlan.  2004,  Manajemen Lembaga
pengujian  parsial,  disimpulkan  bahwa  variabel Keuangan, Edisi Keempat, Fakultas  Ekonomi
Penyaluran  Kredit  berpengaruh  terhadap Universitas Indonesia, Jakarta.
Profitabilitas  (Hipotesis  pertama  diterima)  dan
Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas. [10] Sugiyono. 2007, “Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D”, Alfabeta, Bandung.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Anissa,  Kristiana  dan  Darandono.  2012,
Perbankan yang Menyuburkan Bisnis di
Daerah, SWA 17: 9-26 Agustus, 102.

[2] Dendawijaya,  Lukman.  2005,  Manajemen
Perbankan, Edisi Kedua, Cetakan Kedua,
Ghalia Indonesia, Bogor, Jakarta.

[3] Ghozali,  Imam.  2009,  Aplikasi Analisis
Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi
Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro.

[4] Hamonangan,  Reynaldo  dan  Hasan  Sakti
Siregar.  2009,  Pengaruh Capital Adequancy
Ratio, Debt to Equity Ratio, Non Performing
Loan, Operating Ratio dan Loan to Deposit
Ratio terhadap Return On Equity (ROE)
Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia, Jurnal Akuntansi 13,
Universitas Sumatera Utara, Medan.

[5] Hanafi,  Mamduh  M.  2003,  Manajemen
Keuangan, BPFE  Universitas  Gajah  Mada,
Yogyakarta.

Hal - 108         Vol. 4 No. 2 Maret 2015