Nama : Adhyaksa Indrajid Putra

NIM : 1401100059
TINGKAT : II A

PELANGGARAN ETIKA BISNIS-PEMASARAN
Studi Kasus Pada Produk Indomie di Taiwan Menjelang dibukanya persaingan pasar bebas.
Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis atau etika dalam berbisnis. Hal ini
sangat penting diperhatikan dalam melakukan kegiatan bisnis dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula
pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Dalam kegiatan bisnis ini persaingan antar
perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan
melanggar peraturan yang berlaku.
Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang
lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya. Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di
Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung
dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh
digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis
produk Indomie dari peredaran.
Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan Kasus Indomie kini mendapat
perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk
menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning,
di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa
terjadi, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk

Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision. Jika dari harga. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu. lanjut Kustantinah. seorang praktisi kosmetik menjelaskan. produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0. gizi dan kemanan produk pangan.Indomie.Menurut Kustantinah. akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.Kesimpulan. serta zat pengawet atau bahan pengawet yang digunakan indomie dikatakan berbahaya karena telah melebihi standar pemakaian di Taiwan. Dessy Ratnaningtyas.15%. bahan dasar atau zat pengawet yang digunakan dan aturan standarisasi. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision. yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. Dari pembahasan diatas terdapat beberapa faktor yang menjadikan produk Indomie dilarang dipasarkan dinegara Taiwan.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin. Indomie harus lebih professional dalam menjalankan . Sedangkan aturan Negara masing-masing yang memiliki pandangan berbeda. namun menurut Ketua BPOM Kustantinah kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi. Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1. Beberapa faktor diantaranya adalah harga yang di tawarkan.Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini.Saran. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin.A. gizi dan kemanan produk pangan. ikan dan unggas. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. harga yang ditawarkan indomie lebih murah dibanding dengan makanan sejenis dengan kualitas yang sama.

norma-norma serta nilai moral yang berlaku dalam bisnis yang baik maka kepercayaan konsumen terhadap perusahaan tetap terjaga. bisnis.com/2010/11/ (Diakses tanggal 6 September 2016) NO DIAGNOSA TUJUAN SASARAN ISI METODE MEDIA RENCANA . Dengan mengindahkan etos dan etis bisnis. serta harus mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat sesuai dengan peraturan Negara yang menjadi tempat penjualan.wordpress. aturan-aturan. Sumber : Https://novrygunawan. bukan hanya untuk mencari keuntungan dari segi ekonomi. tetapi harus juga menjaga etika dan moralnya di masyarakat Internasional yang menjadi konsumen perusahaan tersebut.

Evaluasi Proses pengetahuan Peningkatan dan mengenai komunikasi: slides pengetahuan Pemberdayaan Evaluasi digunakan untuk masyarakat atau sikap Kelompok pentingnya (melalui mengetahui program promosi dapat dilakukan tentang bahan masyarakat kesehatan overhead kesehatan tersebut berhasil atau dengan pilihan pangan yang masyarakat metode: projector. b.1. projector) akhir. . n media Evaluasi ini bisa dikatakan penyakit dan yang telah suatu evaluasi untuk yang disiapkan pertunjukan menentukan hasil akhir dengan disebabkan filem target yang telah ditetapkan. Metode pertunjukan a. mie instan yang penyuluhan dialog. komputer berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau tidak. status kesehatan kecamatan &LCD b. hasil yang didapatkan saat proses berlangsung. kurangnya  Untuk Individu 1. apakah evaluasi tersebut dikonsumsi dan  Peningkatan di kantor demonstrasi.Evaluasi Hasil beberapa menggunaka atau lainnya). Sarana masyarakat tentang komunikasi: projector. kandungannya .Pendidikan a. tidak. perencanaan sampai evaluasi. oleh minyak (melalui film Evaluasi hasil ini meliputi hasil babi. sementara. Evaluasi proses ini  Peningkatan ceramah & dilakukan dari mulai awal siap saji seperti perilaku dengan slide masyarakat tanya jawab. projector.