LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 3

BLOK REPRODUKSI

DISUSUN OLEH :

MUHAMMAD AFANDI (20140320004)

RETHA RIZKY FITRANSYAH (20140320028)

CHARISTYA DWI N (20140320034)

YOLANDA MAY BELLA P (20140320036)

MEIDRIANA SAVITRI M (20140320055)

YOGA ANDOGARA (20140320107)

SIRLI AGUSTIANI (20140320108)

TRI YULIANTI (20140320109)

MAZID RAMDHANI FIRDAUS (20140320110)

SITI AISYAH (20140320122)

ANDITYA RAKA NUR MAULID (20140320124)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2016/2017

TUTORIAL SKENARIO 3

Step 1

 Persalinan pervagina: persalinan memalui vagina di tandai dengan
pembukaan 10.

Step 2

1. kenapa ibunya badannya masih capek ?

2. mengapa ibunya kehilangan napsu makan ?

3. mengapa ibunya tidak dapat menyusui bayinya ?

4. apakah usia muda menjadi faktor dari ibu yang tidak mau mendekati
bayinya ?

5. apakah faktor belum menikah ?

6. berapa lama postpartum baby blues ?

7. termasuk pada fase apakah ?

8. apasaja yang perawat berikan pada ibu pada saat memberikan konseling ?

9. peran keluarga ketika menemui kasus seperti yang di scenario ?

10. mengapa ibu tidak peduli terhadap bayinya ?

Step 3
1. kenapa ibunya badannya masih capek ?
Karena setelah persalinan, perubahan hormonal, karena kekurangan tiroid,
karena ibunya tidak bisa tidur karna kehilangan napsu makan, karena ibunya
merasa cemas

2. mengapa ibunya kehilangan napsu makan ?

Karena menahan rasa nyeri akibat jahitan, karena ibunya stress memikirkan
bayi

3. mengapa ibunya tidak dapat menyusui bayinya ?

Karena ibunya masih berada pada fase taking in, asinya belum keluar,
karena ibunya merasa ketakutan, ibunya ibunya belum bisa menerima
kenyataan, P1

4. apakah usia muda menjadi faktor dari ibu yang tidak mau mendekati
bayinya ?

Iya, karena kurangnya kedewasaan pada ibu. Usia muda masih labil, karena
fisik dan psikis, ada perasaan tidak percaya diri, tingkat kepedulian pada
anaknya masih rendak

5. apakah faktor belum menikah mempengaruhi baby blues ?

Mempengaruhi, peran suami tidak ada, tidak ada dukungan dari suami dan
tidak ada yg membantu mengurus bayi

6. berapa lama postpartum baby blues ?

2 minggu, kejadian parah pada hari 3-4 hari. Fase ke 5-6 hari setelah
persalinan

7. termasuk pada fase apakah ?

Taking in: ibunya fokus pada dirinya sendiri

8. apasaja yang perawat berikan pada ibu pada saat memberikan konseling ?

Cara menyusui bayi, cara memandikan bayi, cara membedong bayi, cara
memijat bayi, pendekatan antara ibu dan anak, mengajarkan pada ibu untuk
bersikap iklas, mengajarkan teknik KMC, mengajarkan bagaimana agar ibu
menjadi dewasa, memberikan pengertian ketika ada masalah agar ibu
menyampaikan kepada perawat (komunitas terbuka)

9. peran keluarga ketika menemui kasus seperti yang di scenario ?
Support moral, membantu mengurus bayinya, selalu mendampingi,
mengajarkan mengurusi bayi, memberika waktu istirahat untuk ibu dan
menjadi pengganti sementara, mengajarkan ikhlas

10. mengapa ibu tidak peduli terhadap bayinya ?

Karena baby blues, penurunan hormone esterogen progesterone, karena ibu
masih dalam fase taking in, karena ibunya belum bisa menerima keadaan,
ibu masih fokus pada diri sendiri

Step 4

1. kenapa ibunya badannya masih capek

Karena setelah persalinan, perubahan hormonal, karena kekurangan tiroid,
karena ibunya tidak bisa tidur karna kehilangan napsu makan, karena ibunya
merasa cemas

Hormonal: setelah persalinan harusnya bisa mengontrol kesehatan, tetapi
dia malah terkena baby blues. Penurunan kadar esterogen dan progesterone
yg di produksi oleh kelenjar tiroid. Kadar hormone tiroidnya tinggi. Prolaktin,
oksitosin, endokrin itu juga mempengaruhi. Kelenjar tiroid fungsinya dalam
pengendalian tubuh, peran hormone ini berkurang berefek pada perubahan
mental. Kekurangan Endofrin (hormone stress), kekurangan hormone
adrenalin (hormone kegembiraan). Hormone berpengaruh pada perubahan
biologis

2. mengapa ibunya kehilangan napsu makan?

Karena menahan rasa nyeri akibat jahitan, karena ibunya stress memikirkan
bayi

3. mengapa ibunya tidak dapat menyusui bayinya ?

Karena ibunya masih berada pada fase taking in, asinya belum keluar,
karena ibunya merasa ketakutan, ibunya ibunya belum bisa menerima
kenyataan, P1
Fase taking in: merupakan fase ketergantungan berlangsung dari hari
pertama sampai hari ke 2 setelah melahirkan. Ibu terfokus pada diri sendiri
sehingga pasif pada lingkungan dan bayinya.

Produksi asi berbeda beda, ada yang asinya sudah keluar ada yang belum.

Ibunya merasa ketakutan: karena di scenario merasa cemas jadinya ibu
merasa ketakutan. Karena takut ketika dia menyusui, karena ibu takut
payudaranya turun (budaya).

Ibunya belum bisa menerima kenyataan: karena hamil diluar nikah, dan
belum percaya dia menjadi seorang ibu

P1: belum punya pengalaman

4. apakah usia muda menjadi faktor dari ibu yang tidak mau mendekati
bayinya ?

Iya, karena kurangnya kedewasaan pada ibu. Usia muda masih labil, karena
fisik dan psikis, ada perasaan tidak percaya diri, tingkat kepedulian pada
anaknya masih rendak

Usia muda: merupakan faktor internal pada baby blues

Persiapan kurang dan kurangnya pengetahuan: sehingga dia tidak tahu
kedepannya harus bagaimana

Adanya perasaan tidak percaya diri: karena hamil ketika SMA jadi berefek
pada rasa malu

5. apakah faktor belum menikah mempengaruhi baby blues ?

Mempengaruhi, peran suami tidak ada, tidak ada dukungan dari suami dan
tidak ada yg membantu mengurus bayi

Bapak menyusui : membantu dan menggantikan peran sementara ibu.
Mendukung istri

Kurangnya dukukan dari keluarga menyebabkan baby blues.

Faktor psikososial: dia akan merasa malu terhadap lingkungan sosialnya.
Psikososial budaya juga berpengaruh.
6. berapa lama postpartum baby blues ?

2 minggu, kejadian parah pada hari 3-4 hari. Fase ke 5-6 hari setelah
persalinan

Awal kehamilan masih capek dan memutuskan untuk istirahat dan tidak
mengurus bayinya

7. termasuk pada fase apakah ?

Taking in: ibunya fokus pada dirinya sendiri

Ada gangguasn psikologis

8. apasaja yang perawat berikan pada ibu pada saat memberikan konseling ?

Cara menyusui bayi, cara memandikan bayi, cara membedong bayi, cara
memijat bayi, pendekatan antara ibu dan anak, mengajarkan pada ibu untuk
bersikap iklas, mengajarkan teknik KMC, mengajarkan bagaimana agar ibu
menjadi dewasa, memberikan pengertian ketika ada masalah agar ibu
menyampaikan kepada perawat (komunitas terbuka)

Bersikap iklas agar ibunya bisa menerima statusnya menjadi ibu baru.

Teknik KMC: agar mendekatkan anak dan ibu.

9. peran keluarga ketika menemui kasus seperti yang di scenario ?

dukungan moral, membantu mengurus bayinya, selalu mendampingi,
mengajarkan mengurusi bayi, memberika waktu istirahat untuk ibu dan
menjadi pengganti sementara, mengajarkan ikhlas

dukungan moral: konseling kepada orang tua terlebih dahulu, agar lama-
kelamaan orang tuanya bisa iklas melihat nasib anaknya

10. mengapa ibu tidak peduli terhadap bayinya ?

Karena baby blues, penurunan hormone esterogen progesterone, karena ibu
masih dalam fase taking in, karena ibunya belum bisa menerima keadaan,
ibu masih fokus pada diri sendiri

11. masalah keperawatan yang muncul pada scenario ?

 Kehilangan napsu makan: resiko kekurangan nutrisi
 Defisit self care
 copping tidak efektif
 Kelelahan
 Gangguan pola tidur
 Kecemasan
 Kurangnya pengetahuan

LO:

1. DEFINISI POSTPARTUM BABY BLUES ?

 tekanan atau stress yang dialami oleh seorang wanita pasca melahirkan karena
beranggapan bahwa kehadiran bayi akan mengganggu atau merusak suatu hal dalam
hidupnya seperti karier, kecantikan/penampilan dan aktifitas rutin yang dianggap penting
dalam hidupnya.
 Gejala-gejala ini muncul setelah persalinan dan pada umumnya akan
menghilang dalam waktu antara beberapa jam sampai beberapa hari .
Namun pada beberapa kasus gejala-gejala tersebut terus bertahan dan
baru menghilang setelah beberapa hari. Minggu atau bulan kemudian
bahkan dapat berkembang menjadi keadaan yang lebih berat.
 Post-partum blues (PPB) atau sering juga disebut maternity blues atau baby blues
diartikan sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan yang sering tampak dalam
minggu pertama setelah persalinan atau pada saat fase taking in, cenderung akan
memburuk pada hari ketiga sampai kelima dan berlangsung dalam rentang waktu 14 hari
atau dua minggu pasca persalinan.

2.FASE BABY BLUES SYNDROM ?

 taking in dimana pada fase ini ibu ingin merawat dirinya sendiri,
banyak bertanya dan bercerita tentang pengalamannya selama
persalinan yang berlangsung 1 sampai 2 hari.
 taking hold dimana pada fase ini ibu mulai fokus dengan bayinya yang
berlangsung 4 sampai 5 minggu.
 fase letting-go dimana ibu mempunyai persepsi bahwa bayinya adalah
perluasan dari dirinya, mulai fokus kembali pada pasangannya dan
kembali bekerja mengurus hal-hal lain.
 Fase berat
 Fase ringan

3. PATHWAY (ETIOLOGI, FAKTOR RESIKO, TANDA GEJALA, DIAGNOSA
KEPERAWATAN) ?
4. PENATALAKSANAAN ?

 komunikasi terapetik
 Support mental
 Dengan murotal quran
 Dialkukan komunikasi terbuka
 Makan yang seimbang
 Berolahraga ringan ( hanya 15 menit )
 Tidur ketika bayi tidur
 Edukasi
 Faktor social
 Dengan pengalaman yaitu denga mengshare
 Berikan renformen yang positif
 Ikut grup ibu yang baru melahirkan

5. PEMERIKSAAN PENUNJANG ?
 EPDS > Skrining untuk mendeteksi gangguan mood / depresi sudah
merupakan acuan pelayanan pasca salin yang rutin dilakukan. Untuk
skrining ini dapat dipergunakan beberapa kuesioner dengan sebagai
alat bantu. Endinburgh Posnatal Depression Scale (EPDS) merupakan
kuesioner dengan validitas yang teruji yang dapat mengukur intensitas
perubahan perasaan depresi selama 7 hari pasca salin. Pertanyaan-
pertanyaannya berhubungan dengan labilitas perasaan, kecemasan,
perasaan bersalah serta mencakup hal-hal lain yang terdapat pada
post-partum blues . Kuesioner ini terdiri dari 10 (sepuluh) pertanyaan,
di mana setiap pertanyaan memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang
mempunyai nilai skor dan harus dipilih satu sesuai dengan gradasi
perasaan yang dirasakan ibu pasca salin saat itu. Pertanyaan harus
dijawab sendiri oleh ibu dan rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu
5 menit. Cox et. Al., mendapati bahwa nilai skoring lebih besar dari 12
(dua belas) memiliki sensitifitas 86% dan nilai prediksi positif 73%
untuk mendiagnosis kejadian post-partum blues . EPDS juga telah
teruji validitasnya di beberapa negara seperti Belanda, Swedia,
Australia, Italia, dan Indonesia. EPDS dapat dipergunakan dalam
minggu pertama pasca salin dan bila hasilnya meragukan dapat
diulangi pengisiannya 2 (dua) minggu kemudian.

6. EBN ?

 Efektifitas terapi musik untuk pencegahan post partum blues pada ibu
primipara diruang kebidan RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat
 Hubungan lama persalinan dengan kejadiann postpartum blues
 Hubungan suami dengan kejadian postpartum blues pada ibu
primipara diruang bugen ville RSUD tuge rejo semarang

7. IRK (KEWAJIBAN IBU TERHADAP ANAKNYA) ?

 Al baqaroh ayat233
 An fal ayat 28

N Diagnosa penatalaksanan
o
1 Ketidak efektifan performa peran  komunikasi terapetik
bd tidak kecukupan persiapan  Support mental
peran(transisi peran) dd cemas,  Support moral
tidak mau menyusui, tidak mau  Support social budaya
menemui bayinya  Edukasi
 Faktor social
 Ikut grup ibu yang baru
melahirkan

2 Biologis
Ibu : istirahat yang cukup,
makan2 makan yang bergizi,
berolahraga
Anak: pemberian asi, KMC,
hyigine