You are on page 1of 14

PESONA

KRATON YOGYAKARTA

PAPER
Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Nasional

MTs Sunan Gunung Jati
Gurah – Kediri
Tahun Pelajaran 2013 – 2014

Pd. Kepala MTs Sunan Gunung Jati Nurul Isnani. M. Aufifilah Disahkan pada : Hari : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pembimbing I Pembimbing II Eni Faridatunnisa. Mujahidin 4. Hakimatul Lutfi Nadiya 2. S. 2 . Mengetahui.I.Pd.Pd. S. Listiyani 3. Arif Masduki. PESONA KRATON YOGYAKARTA Disusun Oleh: 1. S.

Kepada Pembaca 3 . HALAMAN PERSEMBAHAN Paper Dengan Judul: PESONA KRATON YOGYAKARTA Penulis Persembahkan: 1. Kepada Teman-teman 4. Kepada Kepala Madrasah dan Para Dewan Guru MTs Sunan Gunung Jati 2. Kepada Kedua Orang Tua 3. Kepada Adik-adik Kelas 5.

barang siapa menginginkan kehidupan akhirat maka harus dengan ilmu dan barang siapa menginginkan keduanya bersama maka harus dengan ilmu. 4 . MOTTO ۞ Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan diantara kamu. (Albert Einstein) ۞ In the middle of difficulty lies opportunity Di tengah kesulitan ada kesempatan ۞ Otak layaknya sebilah pisau. semakin diasah semakin tajam. (QS Al Mujadalah : 11) ۞ Barang siapa menginginkan kehidupan dunia maka harus dengan ilmu.(Al Hadits) ۞ Pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh dan ilmu tanpa pengetahuan adalah buta.

S. Ibu Eni Faridatunnisa.Pd. Teman-teman kelompok 5 (lima). Ibu Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Gunung Jati. Wb. Penulis paper ini. Demikian paper ini atas kekurangannya. S. Pembimbing II. Kediri. kami menerima saran dan kritik yang membangun. Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta Hidayah-Nya kepada kita. KATA PENGANTAR Assalamu`alaikum wr.. 4. sehingga kita dapat mempelajari dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Segenap dewan guru dan karyawan MTs Sunan Gunung Jati Gurah. Bapak Arif Masduki. 5. haturkan terima kasih kepada : 1. Paper Dengan Judul: “PESONA KRATON YOGYAKARTA” yang disusun untuk memenuhi persyaratan Ujian Nasional (UN) MTs Sunan Gunung Jati. S..Pd. Pembimbing I. 2. Wassalamu`alaikum Wr.Pd. Penulis 5 .I. 3. Ibu Nurul Isnani. Wb.

i HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................................................................................... 6 DAFTAR PUSTAKA.............. vi BAB I...................... PENDAHULUAN ...................... 5 B............ Latar Belakang Masalah.............................................................. Metode Penelitian ........................ v DAFTAR ISI............................... 1 A.......................................... iv KATA PENGANTAR........................ 5 C.................................. Tujuan Penulisan .......... 7 LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A.................... Rumusan Masalah ...... 1 C............................................................................................ 1 B.............................. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ..................................... iii HALAMAN MOTTO.... PENUTUP ..................... Latar Belakang Masalah Saat ini Kebudayaan Daerah yang kita miliki sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia hampir punah dan lenyap.............. Kesimpulan......................... 2 BAB II................................................................... 3 BAB III................................................................................................... Saran..... Hampir semua masyarakat dalam seluruh lapisan 6 .................. LAPORAN HASIL KUNJUNGAN ............ ii HALAMAN PERSEMBAHAN............................. 5 A............... 1 D......... Pesan dan Kesan .............................

Tujuan Laporan Penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Metode dan Penelitian 2 . Dalam keadaan seperti itulah Kraton Yogyakarta mampu menunjukkan keeksistensiannya dalam menjaga budaya-budaya leluhur dengan keaslian bangunannya yang kental dengan nuansa jawa. Berapa luas dari Kraton Yogyakarta? 3. Budaya barat yang dianggap modern oleh kalangan pemuda Indonesia telah melumpuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme bangsa Indonesia. Kapan berdirinya Kraton Yogyakarta? 2. yaitu: 1. B. 2. Untuk memperkaya ilmu pengetahuan khususnya bagi penulis dan umumnya bagi 1 pembaca. D. 3. Hal itu disebabkan oleh pengaruh budaya asing yang jauh dari budaya-budaya Negara timur seperti kita Indonesia. Dengan adanya Kraton Yogyakarta budaya bangsa yang bersemboyan Bhineka Tunggal Ika ini dapat lestari dan akhinya tetap dapat dinikmati oleh anak cucu kita. Untuk mengetahui sejauh mana sejarah tentang Kraton Yogyakarta. semakin lupa akan keberadaan kebudayaan Daerah. Siapa yang membangun Kraton Yogyakarta? C. remaja Indonesia saat ini lebih suka memakai pakaian modern yang menirukan gaya pakaian orang Barat. Rumusan Masalah 1. Metode Penelitian 1. Untuk memenuhi persyaratan Ujian Nasional (UN) MTs Sunan Gunung Jati Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Sebagai contoh yang sederhana.

agenda dan sebagainya. Observasi Observasi adalah pengamatan yang meliputi kegiatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh panca indra. transkrip. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek) (Jakarta: Rineka Cipta. 5. notulen rapat. 1 Lexy J Moleong. surat kabar. 132. dokumentasi pribadi. 2002).1 2. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosada Karya. yaitu dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data maka metode yang digunakan dalam penelitian ini: a. 2002 ). buku. catatan memo dan dokumentasi resmi lainnya. 2 Suharsimi Arikunto. melainkan data tersebut berasal dari wawancara. catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. 3 . c. Dokumentasi Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal- hal berupa catatan. majalah.2 b. Wawancara Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.

Kabupaten Sleman. Gedong Bongso : tempat untuk menyimpan gamelan 4. Di depan pintu masuk kraton. halaman-halaman dan lapangan- lapangan. luas Kraton Yogyakarta adalah 14. Dan untuk itulah. yaitu: 1. Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta ini memiliki tujuh kompleks inti. Di dalamnya terdapat banyak bangunan-bangunan. Selailn itu. Bongso Kotak : merupakan ruang tunggu penari 5. tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi dan mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya. pada 4 . Gedong Patehan : merupakan tempat untuk dapur minum the 7. baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta. oleh Sultan Hamengku Buwono I. HB merupakan singkatan dari nama Hamengku Buwono. BAB II LAPORAN HASIL KUNJUNGAN Keraton Yogyakarta dibangun beberapa bulan pasca perjanjian Giyanti pada tahun 1756. Gedong Darnatopuro : merupakan gedung tempat keuangan Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Gedong Kuning : merupakan tempat tinggal Sultan 2. Di sisi lain. Gedong Prabayeksa : tempat untuk menyimpan pusaka 3. Bongso Malnis : merupakan tempat untuk orang makan 6. Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. terdapat lambang/simbol HB yang ditulis dengan tulisan aksara Jawa. Oleh karenanya.000 m2. Di antara bangunan-bangunan tersebut.

dan kadang ditanami pohon tertentu. Selain ornamen. Di beberapa bagian tertentu terlihat sentuhan dari budaya asing seperti Portugis. 5 . bertepatan dengan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW (Grebeg Maulud). Tiap-tiap bangunan memiliki kelas bergantung pada fungsinya termasuk kedekatannya dengan jabatan penggunanya. Kompleks satu dengan yang lain dipisahkan oleh tembok yang cukup tinggi dan dihubungkan dengan Regol yang biasanya bergaya Semar Tinandu. kelas bangunan juga dapat dilihat dari bahan serta bentuk bagian atau keseluruhan dari bangunan itu sendiri.tahun 1995 Komplek Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs warisan Dunia UNESCO. Di kraton terdapat upacara keagamaan yang disebut dengan Grebeg. Hari Raya Idul Fitri (Grebeg Syawal) dan Hari Raya Idul Adha (Grebeg Besar). Secara umum tiap kompleks utama terdiri dari halaman yang ditutupi dengan pasir dari pantai selatan. bangunan yang dipergunakan oleh Sultan dalam kapasitas jabatannya. Belanda. Semakin rendah kelas bangunan maka ornamen semakin sederhana bahkan tidak memiliki ornamen sama sekali. bangunan utama serta pendamping. bahkan Cina. memiliki detail ornamen yang lebih rumit dan indah dibandingkan dengan kelas di bawahnya. Upacara ini diadakan tiga kali setahun. Bangunan-bangunan Keraton Yogyakarta lebih terlihat bergaya arsitektur Jawa tradisional. Kelas utama misalnya.

di antaranya : Waktu. B. Bangunan-bangunan Keraton Yogyakarta lebih terlihat bergaya arsitektur Jawa tradisional. 6 . Saran Setelah mempelajari seluk beluk Keraton Yogyakarta. 2. 3. Diharapkan pembaca dapat terus mengupas serta mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam Keraton Yogyakarta. dan didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I. bahkan Cina. karena laporan ini hanyalah setetes dari pengetahuan yang dapat dikaji. Karena dalam penyelenggaraan PPL kemarin terdapat berbagai kendala. penulis menyatakan : 1. Panitia Praktek Pengenalan Lapangan agar meningkatkan pelayanan serta fasilitasnya dalam pelaksanaan Study Tour yang akan datang. BAB III PENUTUP A. Keraton Yogyakartamemiliki banyak warisan budaya dan banyak menyimpan benda-benda kuno dan bersejarah. Kraton merupakan tempat tinggal para Sultan. Belanda. Di beberapa bagian tertentu terlihat sentuhan dari budaya asing seperti Portugis. Kesimpulan Keraton Yogyakarta merupakan tempat yang bersejarah dan merupakan tempat peninggalan agama Islam. Diharapkan Keraton Yogyakarta tetap dapat eksis bahkan meningkat dalam hal kebudayaan Jawa serta potensi wisata yang dimilikinya. Kraton ini dibangun pada tahun 1756. Sehingga membuat bangunan terlihat bagus. Lokasi dll.

C. Pesan dan Kesan Sebagai pemuda-pemudi Indonesia. kita sudah menyelamatkan kebudayaan Indonesia. Agar kebudayaan kita tidak diambil atau diakui oleh Negara lain. khususnya Jawa Timur dari kepunahan. kita harus menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia dan jangan mudah terpengaruh oleh kebudayaan asing. 7 . Dengan begitu.

1978. Narasumber dari Keraton Yogyakarta. Karaton Yogyakarta. Yogyakarta: Museum Keraton Yogyakarta. Arti Kraton Yogyakarta.H Brongtodiningrat. K. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 8 .P.

FOTO Kraton Yogyakarta tampak depan Kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono XI 9 .