You are on page 1of 3

1.2.2.2.

Sifat Mekanik Batuan
Selain daripada sifat-sifat fisik dari batuan terdapat sifat-sifat mekanik
batuan yang berpengaruh pula dalam penembusan batuan. Sifat-sifat
mekanik tersebut meliputi :
->strength batuan,
->drillabilitas batuan,
->hardness batuan,
->abrasivitas batuan,
->tekanan batuan dan
->elastisitas batuan.
1. Strength Batuan
Arthur menyatakan bahwa strength pada batuan merupakan faktor
yang sangat penting untuk penentuan laju pemboran. Strength pada
batuan adalah kemampuan batuan untuk mengikat komponen-
komponennya bersama-sama. Jadi dengan kata lain apabila suatu
batuan diberikan tekanan yang lebih besar dari kekuatan batuan
tersebut, maka komponen-komponennya akan terpisah-pisah atau
dapat dikatakan hancur. Lebih lanjut lagi, criteria kehancuran batuan
diakibatkan oleh adanya : Stress (tegangan) dan Strain (regangan).
Tegangan dan regangan ini terjadi apabila ada suatu gaya yang
dikenakan pada batuan tersebut. Goodman, menyatakan variasi beban
yang diberikan pada suatu batuan mengakibatkan kehancuran batuan.
Terdapat empat jenis kerusakan batuan yang umum, yaitu :
1.1. Flexure Failure
Flexure failure terjadi karena adanya beban pada potongan batuan
akibat gaya berat yang ditanggungnya, karena adanya ruang pori
formasi dibawahnya.
1.2. Shear Failure
Shear failure, kerusakan yang terjadi akibat geseran pada suatu bidang
perlapisan karena adanya suatu ruang pori pada formasi dibawahnya.
1.3. Crushing dan Tensile Failure
Crushing dan tensile failure merupakan kerusakan batuan yang terjadi
akibat gerusan suatu benda atau tekanan sehingga membentuk suatu
bidang retakan.
1.4. Direct Tension Failure

Skala kekerasan yang sering digunakan untuk mendriskripsikan batuan diberikan oleh Mohs.Direct tension failure. lbf r = jari-jari pahat. rpm V = volume batuan yang dihasilkan. Hardness Hardness atau kekerasan dari batuan. E = energi mekanik yang dibutuhkan. merupakan ketahanan mineral batuan terhadap goresan. Drillabilitas batuan dapat ditentukan melalui data pemboran (drilling record). SKALA KEKERASAN MOHS Talk Gypsum Calcite Fluorite Apatite Orthoclase Feldspar Quartz Topaz Corondum Diamond . Drillabilitas Drillabilitas batuan (rock drillability) merupakan ukuran kemudahan batuan untuk dibor. yang dinyatakan dalam satuan besarnya volume batuan yang bisa dibor pada setiap unit energi yang diberikan pada batuan tersebut. in3 Selanjutnya dengan pengembangan model pemboran. lb-in W = weigth on bit. 2. kerusakan terjadi searah dengan bidang geser dari suatu perlapisan. drillabilitas batuan dapat ditentukan dengan menggunakan roller cone bit. in R = laju pemboran. ft/hr N = kecepatan putar. 3.

Gatlin. pasir yang terkonsolidasi dan gypsum. yaitu : Soft rock (lunak) : clay yang lunak. pasir yang tersemen padat/keras dan chert. Tekanan Pada Batuan Merupakan tekanan-tekanan yang bekerja pada batuan formasi. Ukuran dan bentuk dari partikel batuan menyebabkan berbagai tipe keausan. limestone dan dolomite yang porous. Medium rock (sedang) : beberapa shale. 6. batu pasir lebih abrasif daripada shale. menyatakan batuan diklasifikasikan dalam tiga kelompok. seperti juga torsi dan daya tekan pada pahat. Secara umum. Hard rock (keras) : limestone dan dolomite yang padat. Karena berpengaruh dalam cepat-lambatnya laju penembusan batuan formasi. serta limestone lebih abrasif dari batu pasir atau shale. . Abrasivitas Merupakan sifat menggores dan mengikis dari batuan. elastisitas Adalah sifat elastis atau kelenturan dari suatu batuan. Tekanan-tekanan tersebut harus diperhatikan dalam kegiatan pemboran. pada umumnya batuan beku mempunyai tingkat abrasivitas sedang sampai tinggi. 4. 5. shale yang lunak dan batuan pasir yang unconsolidated atau kurang tersemen. Setiap batuan mempunyai sifat abrasivitas yang berbeda-beda. Eksternal Stress yang berasal dari pembebanan batuan yang ada di atasnya (tekanan overburden). batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami tekanan : Internal Stress yang berasal dari desakan fluida yang terkandung di dalam pori-pori batuan (tekanan hidrostatik fluida formasi). sehingga sering menyebabkan keausan pada gigi pahat dan diameter pahat.