You are on page 1of 11

1

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DOKUMENTASI
KEPERAWATAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN
PROSES KEPERAWATAN DI PUSKESMAS KARTASURA
DAN PUSKESMAS BAKI

Aprilina Dian Kusumaningrum, Meri Oktariani* Rufaida Nur Fitriana*

ABSTRAK
Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan harus menunjukkan sikap
profesional kepada seluruh pasien yang dirawatnya. Perawat dalam memberikan pelayanan
keperawatan memandang pasien sebagai pusat perhatian. Sikap dan tingkah laku dalam
memberikan pelayanan keperawatan meliputi rasa empati, kepedulian, menghargai orang
lain dan tenggang rasa. Pengetahuan tinggi yang dimiliki perawat sebagai sarana mencapai
profesionalisme keperawatan, melalui pengetahuannya maka keperawatan tersebut
diharapkan mempercepat proses perubahan atau transisi menuju yang lebih baik
Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui hubungan antara tingkat
pengetahuan tentang dokumentasi keperawatan dengan sikap perawat dalam
pendokumentasian proses keperawatan di Puskesmas Kartasura Dan Puskesmas Baki
Penelitian dilakukan pada perawat di Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Baki.
Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi square dengan signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan perawat yang bekerja di
Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Baki mayoritas termasuk kedalam kategori baik yaitu
34 orang atau 70,8 %. Sikap perawat tentang proses pendokumentasi keperawatam mayoritas
masuk dalam kategori baik yaitu 36 orang atau 75 %.Terdapat hubungan antara tingkat
pengetahuan tentang dokumentasi keperawatan dengan sikap perawat dalam
pendokumentasian proses keperawatan di Puskesmas Kartasura Dan Puskesmas Baki
dengan nilai chi square (c2) sebesar 13,445 lebih besar chi square tabel 5,99 dengan
signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan pihak manajemen
puskesmas dalam upaya meningkatkan kualitas perawat dalam pendokumentasian proses
keperawatan

Kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap Perawat
Daftar Pustaka : 39 (2001 – 2014)
ABSTRACT

When extending nursing care, a nurse should show his or her professional attitudes
to all of the clients he or she takes care. He or she views the clients as the center of attention.
The attitudes and behaviors when extending the nursing care include feeling of empathy,
concern, respect for others, and tolerance. High knowledge level is a medium for him or her
to achieve the nursing professionalism, and through the knowledge the nursing care extended
is expected to accelerate the healing process or the transition to a better state. The objective
of this research is to investigate the correlation between the nurses’ knowledge level of
nursing documentation and their attitude on the nursing process documentation at
Community Health Center of Kartasura and Community Health Center of Baki.
This research was conducted at the two aforementioned Community Health Centers.
The data of research were analyzed by using the Chi square Test at the significance level of
0.05.

1

001 which was less than 0. attitude References: 39 (2001 – 2014) * Dosen Stikes Kusuma Husada Surakarta . 2 The result of research shows that 34 nurses (70. Keywords: Nurses. knowledge level. there was a correlation between the nurses’ knowledge level of nursing documentation and their attitude on the nursing process documentation at Community Health Center of Kartasura and Community Health Center of Baki as indicated by the value of Chi-square (c2) = 13. 34 nurses (75%) had a good attitude on the nursing process documentation. Thus.445 which was greater than the value of the Chi-square table = 5.99 with the significance level of 0. the result of this research was expected to give inputs to the management of the two Community Health Centers in an effort of improving the quality of their nurses in the nursing process documentation. Thus.8%) employed at the two Community Health Centers had a good knowledge level.05.

serta memelihara dan pelayanan keperawatan memandang pasien meningkatkan kesehatan kesehatan individu. penanggungjawab penyelenggaraan upaya Menurut Peraturan Menteri kesehatan untuk jenjang pertama diwilayah Kesehatan RI NOMOR HK. berjenang dan terpadu di data permasalahan keperawatan. memelihara dan meningkatkan seseorang terhadap stimulus atau objek pelayanan kesehatan yang bermutu. yaitu penting dalam psikologi sosial yang menggerakkan pembangunan berwawasan membahas unsur sikap baik sebagai perawat kesehatan. dan sikap terwujudnya Kecamatan Kartasura sehat profesional termasuk keterampilan teknikal tahun 2015 maksudnya masyarakat Kartasura dan interpersonal. dkk. merata (Sunaryo. mengidentifikasi perubahan- kesehatan diselenggarakan secara perubahan yang diperlukan. Kartasura berperan penting dalam menjelaskan perawat dituntut untuk mampu pembangunan kesehatan. 2014). mengevaluasi menyeluruh. Perawat perlu memiliki visi dari Puskesmas Kartasura adalah pengetahuan. keterampilan. menilai tingkat pencapaian kesehatan tersebut berbagai upaya bidang tujuan. Demikian juga peran Puskesmas Penyelenggaraan Praktik Perawat. Sikap dan tingkah keluarga dan masyarakat beserta laku dalam memberikan pelayanan keperawatan meliputi rasa empati. Perawat dalam memberikan dan terjangkau. mendorong kemandirian (Wawan dan Dewi. . ada 4 misi. Peran puskesmas adalah sebagai 2010). Setiap mendokumentasikan dalam proses puskesmas memiliki visi dam misi. Untuk dirawatnya. memiliki terjadi (Sumarni. kemampuan untuk menjangkau pelayanan Perawat dalam memberikan asuhan kesehatan yang bermutu secara adil. Sikap merupakan konsep paling mencapai visi. sebagai pusat perhatian. guna mencapai menentukan kriteria dalam menilai rencana keberhasilannya dalam pembangunan keperawatan. 2010). merata keperawatan harus menunjukkan sikap dan terjangkau serta memiliki derajat profesional kepada seluruh pasien yang kesehatan setinggi-tingginya. serta wilayah Kecamatan Kartasura. 3 PENDAHULUAN lingkungannya (Profil Puskesmas Kartasura. hal ini guna memenuhi hidup dalam lingkungan yang sehat dan tuntutan dan mengikuti perkembangan yang berperilaku bersih dan sehat. adapun keperawatan. 2013).02. Sikap merupakan masyarakat untuk dapat berperilaku hidup reaksi atau respon yang masih tertutup dari sehat. MENKES/ 148/I/2010 tentang Izin dan 2014).02/- kerjanya masing-masing (Satrianegara.

Studi pendahuluan ini hubungannya dengan pendidikan. 2010). membantu dalam proses pelayanan kesehatan pelatihan. pengalaman. dan profesional akan sangat lain. 4 kepedulian. Pemahaman perawat tentang mempengaruhi pengetahuan tersebut antara nilai. 2007). 2009). Faktor-faktor yang tenggang rasa. pendokumentasian keperawatan yaitu Berdasarkan hasil studi pendahuluan pengetahuan yang dimiliki perawat itu dilihat dalam upaya pengembangan sendiri. dan lingkungan (Notoatmodjo. dimana dilakukan lima orang perawat Puskesmas diharapkan bahwa dengan pendidikan yang Kartasura dan 5 perawat rawat inap di tinggi maka orang tersebut akan semakin luas Puskesmas Baki. lain yang berhubungan dengan proses 2012). pengetahuannya maka keperawatan tersebut Hal ini dikarenakan terdapat beberapa diharapkan mempercepat proses perubahan perawat di Puskesmas Kartasura dan atau transisi menuju yang lebih baik Puskesmas Baki dengan tingkat pendidikan (Nursalam. atau yang lainnya (Wawan dan Dewi. Pengetahuan sangat erat yang berbeda-beda. yaitu pendidikan. ditekankan. keseluruhan berpendidikan pula pengetahuannya. tingkat pengetahuannya terhadap sistem Sedangkan perawat Puskesmas Baki pendokumentasian keperawatan. pengalaman perawat. pengetahuan dan perawat sebagai sarana mencapai keterampilan perawat dalam pelaksanaan profesionalisme keperawatan. perawat yang belum memahami tentang Kinerja perawat dalam melakukan dokumentasi keperawatan seperti mengenai dokumentasian tentu tidak terlepas dari dasar-dasar dokumentasi keperawatan. Hal ini diketahui ada 3 perawat yang kurangnya sesuai dengan pernyataan bahwa kinerja kesadaran perawat akan pentingnya seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat dokumentasi keperawatan menyebabkan . Begitu pula pengetahuan perawat Perawat bertanggung jawab atas pelayanan terhadap dokumentasi keperawatan yang kesehatan pasien selama duapuluh empat dapat dipengaruhi oleh latar belakang jam. bukan berarti seseorang yang Kemampuan perawat Puskesmas Kartasura berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan dalam proses pendokumentasian diketahui 2 rendah pula (Wawan dan Dewi. dan juga lingkungan tempat Selain sikap perawat terhadap faktor perawat tinggal atau bekerja (Dermawan. Pengetahuan tinggi yang dimiliki kesehatan masyarakat. 2013). pernah diikuti. Akan tetapi perlu tingkat Sekolah Perawat Kesehatan. maka sikap dan perilakunya pendidikan perawat. melalui pendokumentasian dirasakan belum optimal. berpengaruh terhadap persepsi pasien pelatihan terkait pendokumentasian yang terhadap dirinya (Gaffar. klien. 2010). menghargai orang lain dan pengetahuannya.

Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Dalam Pendokumentasian Proses Dokumentasi Keperawatan Keperawatan di Puskesmas Kartasura Tabel 1.2 % masuk dalam dikaitkan dengan sikap perawat dalam proses kategori pengetahuan yang cukup baik. chi-square. Sikap Perawat tentang Dokumentasi Keperawatan METODOLOGI PENELITIAN Tabel 2. pelaksanaannya.0 % sectional. Alat pengumpulan data yang orang atau 75 %.0 % Baik 36 75. Sikap Perawat dalam Pendokumentasian Proses Keperawatan Jenis penelitian adalah deskriptif Sikap Frekuensi Prosentase kuantitatif dengan pendekatan cross Buruk 12 25. terdapat 14 orang pendokumentasian keperawatan serta perawat atau 29. Berdasarkan bekerja di Puskesmas Kartasura dan temuan hasil studi pendahuluan ini peneliti Puskesmas Baki masuk dalam kategori tertarik untuk mengetahui tingkat tingkat pengetahuan yang baik yaitu 34 pengetahuan perawat tentang orang atau 70. di atas dapat diketahui lengkap akan membuat informasi tentang bahwa sebagian besar perawat yang riwayat pasien menjadi kabur.0 % Kartasura dan Puskesmas Baki pada tanggal Pada tabel 2. 2. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Dokumentasi HASIL PENELITIAN Keperawatan Dengan Sikap Perawat 1. Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Dokumentasi Keperawatan dan Puskesmas Baki Tingkat Frekuensi Prosentase Pengetahuan Cukup Baik 14 29. Lokasi penelitian di Puskesmas Total 48 100. dan terdapat 12 orang digunakan adalah kuesioner.8 %.0 % Dermawan (2012) kesalahan dalam membuat atau pengisian dokumentasi yang tidak Pada tabel 1. Populasi yang digunakan peneliti bekerja di Puskesmas Kartasura dan adalah perawat di Puskesmas Kartasura yaitu Puskesmas Baki masuk dalam kategori 24 orang dan perawat Puskesmas Baki yang memiliki sikap yang baik dalam proses berjumlah 24 orang diambil dengan teknik pendokumentasian keperawatan yaitu 36 total sampling. 3. 5 pencatatan terkadang tidak lengkap. di atas dapat diketahui tanggal 8 Juni 2015 sampai dengan 13 Juni bahwa sebagian besar perawat yang 2015. Teknik analisis perawat atau 25 % masuk dalam kategori data meliputi analisis univariat dan analisis memiliki sikap yang buruk dalam proses bivariat dengan menggunakan uji statistik pendolumentasian keperawatan.2 % .8 % Total 48 100. Menurut Baik 34 70.

antara tingkat pengetahuan tentang Tabel 3.4 % perawat derajat bebas = 2 dengan nilai memiliki sikap baik. Hasil Uji Bivariat dengan Chi Square Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Value df p value Chi Square 13.6 % 70.4 % 29. antara tingkat pengetahuan perawat Berdasarkan ketentuan tersebut tentang dokumentasi keperawatan diketahui bahwa c2 sebesar 13.000) < α (0.8 % dokumentasi keperawatan dengan sikap Jumlah 12 36 48 perawat dalam pendokumentasian proses 25 % 75 % 100. 6 Adapun hasil analisa tabulasi Berdasarkan hasil analisis diketahui silang hubungan antara tingkat bahwa nilai chi square (c2) sebesar pengetahuan tentang dokumentasi 13.445 dikatakan cukup baik dengan sikapnya dibanding dengan nilai c2 tabel dengan buruk terdapat 9 orang atau 18.6 % lainnya keperawatan dengan sikap perawat dalam memiliki sikap baik. Sebaliknya jika p value Tingkat Sikap Perawat Jumlah kurang dari α maka Ho ditolak dan Ha Pengetahuan Buruk Baik Cukup baik 9 5 14 diterima berarti berarti ada hubungan 18. di atas maka di Puskesmas Baki.0 % keperawatan di Puskesmas Kartasura dan Berdasarkan tabel 3. pendokumentasian proses keperawatan di Tabel 4.05) pengetahuan perawat tentang maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti dokumentasi keperawatan dikatakan baik berarti ada hubungan antara tingkat dengan sikap buruk terdapat 3 orang atau pengetahuan tentang dokumentasi 6.99. Selanjutnya tingkat signifikansi p value (0.3 % dab 31 orang atau 64.8 % 5.2 % antara tingkat pengetahuan tentang Baik 3 31 32 6.445 dengan p value 0. Hubungan Antara Tingkat dokumentasi keperawatan dengan sikap Pengetahuan Tentang Dokumentasi Keperawatan Dengan Sikap Perawat perawat dalam pendokumentasian proses Dalam Pendokumentasian Proses keperawatan di Puskesmas Kartasura dan Keperawatan di Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Baki Puskesmas Baki.000 Baki. keperawatan dengan sikap perawat dalam Berdasarkan ketentuan di bab pendokumentasian proses keperawatan di sebelumnya bahwa jika pvalue lebih dari Puskesmas Kartasura dan Puskesmas α maka Ho diterima dan Ha ditolak yang Baki akan disajikan pada tabel 3 berikut berarti 0 berarti tidak ada hubungan ini.8 % 10.445 1 0.000. . Pembandingan ini menggunakan sedangkan 5 orang atau 10.3 % 64.

3%) memiliki manfaat dan kepentingan. diagnose.8%) yang memiliki diagnosa pengkajian. 7 PEMBAHASAN sehingga tindakan perawat yang 1. dkk. memberikan pelayanan kepada pasien. .13 memiliki Hasil penelitian ini sesuai jawaban yang benar. Serta peran perawat dalam 2.1%) dalam pemahaman dokumentasi menyatakan perawat memiliki keperawatan diantaranya mengenai pengetahuan yang baik dalam diagnosa pengertian dokumentasi keperawatan. Seorang perawat sikap yang baik dalam proses mempunyai peran dalam melaksanakan pendokumentasian keperawatan yaitu 36 pendokumentasian asuhan keperawatan orang atau 75 %. Sikap Perawat tentang Dokumentasi pendokumentasian proses keperawatan. keperawatan pasien hipertensi kurang pelaksanaan dan evaluasi dari baik. Pemahaman pengetahuan cukup serta 8 responden yang baik dalam hal strategi dokumentasi (14. Menurut Nuryani perawat atau 25 % masuk dalam kategori dan Susanti (2014) pengetahuan perawat memiliki sikap yang buruk dalam proses menentukan tindakan perawat dalam pendolumentasian keperawatan. Pengetahuan dengan hasil penelitian yang dilakukan perawat di Puskesmas Kartasura dan oleh Adryani. Tingkat Pengetahuan Perawat tentang dilandasi oleh pengetahuan akan Dokumentasi Keperawatan memberikan pelayanan yang lebih baik Hasil analisis univariat dibandingkan dengan perawat yang menunjukkan bahwa perawat yang melakukan tindakannya tanpa didasari bekerja di Puskesmas Kartasura dan oleh pengetahuan. Keperawatan Menurut Damayanti (2013) Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pelaksanaan sebagian besar perawat yang bekerja di pendokumentasian harus dimiliki oleh Puskesmas Kartasura dan Puskesmas berbagai profesi tenaga kesehatan salah Baki masuk dalam kategori memiliki satunya adalah perawat. keperawatan. perencanaan. responden antara 7 . responden (46. Hal kelengkapan pengisian dokumentasi ini menunjukkan bahwa skor jawaban asuhan keperawatan. dan terdapat 12 orang dalam rekam medis. keperawatan pasien hipertensi dan 25 tujuan dari dokumentasi keperawatan. Pengetahuan perawat Puskesmas Baki sudah memahami juga sangat berperngaruh terhadap tentang dokumentasi keperawatan. (2012) menunjukkan Puskesmas Baki masuk kategori baik bahwa 33 responden (61.

Menurut Azwar Pengetahuan tentang Dokumentasi (2012). Hubungan antara Tingkat yang bersangkutan. pengetahuan tentang dokumentasi Menurut Efendi dan Makhfudli (2009). Perilaku pendokumentasian asuhan keperawatan.3%) mempunyai diagnosa dengan teori sikap yang mengatakan keperawatan pasien hipertensi baik dan bahwa melalui tindakan dan belajar. individu mengenai pekerjaannya Hasil penelitian ini sesuai dihasilkan dari persepsi mereka terhadap dengan hasil penelitian yang dilakukan pekerjaannya. Hal ini menunjukkan predisposisi sebuah tindakan. akan tetapi menjadi kebenarannya. Dengan demikian hipotesis menunjukan suatu tindakan atau alternatif (ha) yang diajukan terbukti aktivitas. 8 Menurut Zakiyah (2011) sebagai suatu penghayatan terhadap menjelaskan suatu sikap yang dipunyai objek.7%) yang kepercayaan dan sikap terhadap sesuatu memiliki diagnosa keperawatan pasien yang pada giliranya akan mempengarui hipertensi kurang baik. Temuan Zakiyah perilaku. dilatar belakangi oleh kebutuhan individu 3. (2012) menunjukkan lingkungan kerja. Sikap belum tentu Baki. dkk. bahwa menunjukkan bahwa 32 kebijakan dan prosedur Hal ini sesuai responden (59. maka . Teori perubahan perilaku (2011) hasil penelitian menunjukkan mengatakan berdasarkan anggapan bahwa sikap dan pendidikan perawat bahwa perubahan perilaku individu berpengaruh terhadap praktik tergantung kepada kebutuhan. didasarkan pada faktor oleh Adryani. sikap seseorang adalah Keperawatan dengan Sikap Perawat predisposisi untuk memberikan dalam Pendokumentasian Proses tanggapan terhadap rangsangan Keperawatan di Puskesmas Kartasura lingkungan yang dapat membimbing Dan Puskesmas Baki tingkah laku orang tersebut. gaya supervisi. keperawatan dengan sikap perawat dalam sikap adalah reaksi atau respon tertutup pendokumentasian proses keperawatan di dari seseorang terhadap suatu stimulus Puskesmas Kartasura dan Puskesmas atau objek. 23 responden (42. Sikap kecenderungan semakin baik merupakan kesiapan untuk bereaksi pengetahuan perawat di Puskesmas terhadap objek di lingkungan tertentu Kartasura dan Puskesmas Baki. Sikap Hasil penelitian menunjukkan merupakan salah satu komponen dalam bahwa ada hubungan antara tingkat faktor predisposisi terbentuknya perilaku.6%) memiliki sikap seseorang akan mendapatkan baik serta 9 responden (16.

Hasil penelitian ini didukung bahwa pengetahuan memiliki hubungan oleh penelitian Utami dan Supratman dengan sikap seseorang. perawat berpengaruh terhadap praktik harus memiliki wawasan yang luas dan pendokumentasian asuhan keperawatan.8 %. Didukung sangat mempengaruhi diagnosa pula oleh Zakiyah (2011) menunjukkan keperawatan pasien hiertensi sehingga bahwa sikap dan pendidikan perawat dalam memberikan pelayanan. Tingkat pengetahuan perawat yang pendokumentasian keperawatan. Pendidikan perawat yang tinggi memegang peran penting dalam SIMPULAN mempengaruhi sikap perawat tentang 1. pendidikan S1 keperawatan cenderung Menilik beberapa penelitian melakukan pendoku-mentasian asuhan terdahulu yang di sajikan di atas. peneliti keperawatan dengan baik. proses pendokumentasian keperawatan Pendidikan dapat meningkatkan pada pasien. perawat tentang dokumentasi sehingga semakin tinggi tingkat keperawatan maka semakin baik pula pendidikan seseorang maka semakin sikap perawat dalam pelaksanaan proses tinggi pula keinginan untuk pendokumentasian keperawatan pada mengaplikasikan pengetahuannya dalam pasien bekerja. (2012). berasumsi bahwa sikap perawat dalam pemenuhan antara pengetahuan dan sikap perawat kebutuhan spiritual pasien. . 9 semakin baik pula sikap perawat dalam serta dalam pembangunan. dkk. bekerja di Puskesmas Kartasura dan Pendidikan dapat mempengaruhi Puskesmas Baki mayoritas termasuk seseorang akan pola hidup terutama kedalam kategori baik yaitu 34 orang dalam memotivasi untuk sikap berperan atau 70. hasil penelitian yang peneliti lakukan. perawat harus bersikap profesional agar Perawat yang mempunyai sikap baik dan tercipta harapan-harapan yang diinginkan perawat dengan latar belakang baik perawat itu sendiri maupun klien. Semakin tinggi pengetahuan kemampuan dan kualitas seseorang. Perawat yang telah membuktikan dalam penelitian ini mempunyai sikap yang baik akan berfikir bahwa pengetahuan ada hubungannya dan dan mempunyai keyakinan bahwa dengan sikap perawat dalam pelaksanaan dirinya harus bekerja dengan baik. Ketiga hasil proses pendokumentasian hasil penelitian di atas semakin menguatkan keperawatannya. (2009) yang telah membuktikan bahwa Berdasarkan pengamatan ada hubungan antara pengetahuan dan Adryani.

Baki dengan nilai chi square (c2) sebesar 4.99 Sesuai dengan wewenang yang dimiliki dengan signifikansi 0.05. 10 2. mengenai proses pendokumentasian keperawatan UCAPAN TERIMA KASIH 2. . maka perlu menambahan variabel.001 lebih kecil dari puskesmas dalam menyelenggarakan 0. Terdapat hubungan antara tingkat jumlah responden. diharapkan hasil penelitian Diharapkan Puskesmas Kartasura dan ini dapat memberikan masukan pihak Puskesmas Baki selalu membimbing dan manajemen puskesmas dalam upaya mengarahkan pada seluruh tenaga meningkatkan kualitas pegawai baik kesehatan khususnya perawat tentang medis maupun non medis khususnya pentingnya pendokumentasian proses perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan guna menjaga dan keperawatan dengan mengikutsertakan meningkatkan kualitas pelayanan para perawat secara periodik untuk keperawatan. Bagi Puskesmas berkualitas. 3. Sikap perawat tentang proses 3. lokasi penelitian pengetahuan tentang dokumentasi untuk menekankan tingkat pengetahuan keperawatan dengan sikap perawat dalam perawat tentang dokumentasi pendokumentasian proses keperawatan keperawatan dengan sikap perawat dalam di Puskesmas Kartasura Dan Puskesmas proses pendokumentasian keperawatan. Bagi Institusi Pendidikan Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dokumentasi keperawatan yang Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Baki dilaksanakan secara baik dan benar akan Kabupaten Sukoharjo dan responden membantu para mahasiswa dalam proses penelitian yang telah membantu pelaksanaan belajar mengajar untuk mendapatkan penelitian ini. perencanaan. Bagi Peneliti Lain pendokumentasi keperawatam mayoritas Diharapkan dalam melakukan penelitian masuk dalam kategori baik yaitu 36 dengan pokok permasalahan yang hampir orang atau 75 %. Bagi Manajemen Puskesmas 16. pelaksanaan dan evaluasi tentang pembangunan kesehatan maka SARAN diperlukan sumber daya manusia yang 1. Bimbingan yang mengikuti pendidikan maupun pelatihan maksudkan dapat berbentuk mengenai proses pendokumentasian pendampingan sampai perawat paham keperawatan. pengetahuan dan membandingkannya baik teori maupun praktik.269 lebih besar chi square tabel 5. mirip.

Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan: Teori dan Aplikasi dalam Pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit. Teori dan Keperawatan. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. 2013. J. D. 2012. “Hubungan Sikap dan Dermawan. Pengukuran Pengetahuan. V. Magelang: Gosyen Keperawatan di Rumah Sakit Umum Publishing. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2. G. dan Elita. “Hubungan Antara Pengetahuan Andryani.. A. 2014.M. 11 DAFTAR PUSTAKA Utami. Soekidjo. 2009. S. dan Perilaku Manusia. Vol 2 No 6. Reliabilitas dan Validitas. E. Juni 2009: 69-74 RSUP Dr. 2 No. Gaffar. Keperawatan Profesional. Jurnal Ilmu Wawan.T. 2007. Imayani. Effendy. “Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Perawat tentang Pemberian Obat Terhadap Tindakan Pendokumentasian Keperawatan”.. . 2011. Yogyakarta: Azwar. Sunaryo. A.S. Psikologi untuk Keperawatan.. 2011. H. Jakarta: Salemba Medika. 2012. 2009. F. Jakarta: Rineka Cipta. dan Supratman. A. 2013. Vol 2 No 4. Jakarta: ECG. F. Utami. Berita Keperawatan pada Pasien Hipertensi Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697. Vo 1 No 5. Jakarta: Salemba Medika. Proses Keperawatan : Karakteristik Perawat Dengan Penerapan Konsep dan Kerangka Pendokumentasian Asuhan Kerja. Zakiyah. Dengan Sikap Perawat Dalam “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Perawat dalam Diagnosa Pasien di BRSUD Sukoharjo”. L. Sikap.E. di Instalasi Rawat Inap Lontara I Vol.W. Sidoarjo”. Satrianegara. Pp 1-8 Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Wahidin Sudirohusodo Makassar”. Notoatmodjo.E. I. 2009. Jurnal Ilmu Keperawatan. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Nuha Medika. Dan Makhfudli. Sumarni. Jakarta: EGC. dan Dewi.O. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Pp 1-7. Pp 1-8. dan Kadir. 2014. Nursalam. 2012. Y. Jakarta: Salemba Medika.