You are on page 1of 24

BAB III

PENGKAJIAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK LANSIA DI WISMA LILY
PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) BUDI SEJAHTERA
MARTAPURA

Kelompok : Ners B
Nama Mahasiswa/NIM : Syaiful Rakhman, S. Kep/I4B110211
Suardianto, S. Kep/ I4B111006
Rinawati, S. Kep/ I4B111008
Aprilia Ayu W, S. Kep/ I4B111020
Raihanatussaziah, S. Kep/ I4B111024
Filia Sofiani I S, S. Kep/ I4B111028
Alpi Rahmah, S. Kep/ I4B111203
Rizka Hayyu N , S. Kep/ I4B111206

Sejarah Singkat PSTW Budi Sejahtera Martapura
Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera adalah Unit pelaksana
Teknis dibidang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia yang memberikan
Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi para lanjut usia di Panti, berupa pemberian
pelayanan dan pembinaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam hal
ini para lanjut usia dapat menikmati masa tuanya dengan penuh rasa tentram lahir
dan bathin.
Panti ini berdiri tahun 1977 dengan nama Sasana Tresna Werdha “Rawa
Sejahtera” berlokasi di Jl. A. Yani Km. 18.700 Kel. Landasan Ulin Barat dengan
daya tampung 50 orang, mengingat kondisi bangunan kurang memenuhi syarat,
maka sejak Tahun 1981 dipindahkan ke lokasi yang baru yaitu Jl. A. Yani Km.
21.700 Landasan Ulin Tengah Banjarbaru dengan nama Panti Sosial Tresna
Werdha “Budi Sejahtera” sesuai dengan SK Mensos Nomor: 6.HUK/1994
Tanggal 05 Februari 1994 dengan kapasitas daya tampung 100 orang. Berdasarkan

29
SK Gubernur Kalimantan Selatan Nomor: 026/DIKDAKEU/ 2002 tanggal 16
Januari 2002, PSTW “Pembimbing Budi” disatukan pengelolaannya dengan
PSTW “Budi Sejahtera”. Mulai Tahun 2007 kapasitas tampung menjadi 170 orang
sampai sekarang.

A. PENGKAJIAN
1. Data Inti
a. Data Penghuni Wisma
Tabel 3.1 Data Penghuni di Wisma Lily
Jenis Pendidikan
No Nama Usia Pekerjaan Agama Suku
Kelamin Terakhir
1. Ny. Bs Perempuan - SMP Wiraswasta Islam Banjar
2. Ny. Rh Perempuan 70 th SD Ibu Rumah Islam Jawa
Tangga
3. Ny. Md Perempuan 65 th SD Petani Islam Banjar
4. Ny. As Perempuan 68th SD Ibu Rumah Islam Banjar
Tangga
5. Ny. Ks Perempuan - - - Islam Jawa
6. Ny. Kc Perempuan - - - - -
7. Ny. Mr Perempuan 70th Tidak Tamat Ibu Rumah Islam Jawa
SD Tangga
8. Ny. Rk Perempuan 72 th Buta huruf Tidak Islam Jawa
Bekerja
9. Ny. Ms Perempuan 78 th Tidak Sekolah Petani Islam Banjar

b. Jumlah Lansia Berdasarkan Umur
Tabel 3.2 Distribusi frekuensi berdasarkan Umur pada lansia di Wisma
Lily
No Kategori Umur Frekuensi Persentase
1. Elderly (60-74) 6 66,7%
2. Old (75-90) 1 11,1%
3. Very Old (>90) 0 -
4. Tidak terkaji 2 22,2
Jumlah 9 100 %
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Februari terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar Umur
lansia di Wisma Lily 6 orang (66,7%) Golongan Old.

c. Jumlah Lansia Berdasarkan Jenis Kelamin

30
Tabel 3.3 Distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan pada lansia di
Wisma Lily
No Pendidikan Frekuensi Persentase
1. Tidak Sekolah 2 22,2%
2. SD 4 44,4%
3. SMP 1 11,1%
4. SMA - -
5. PT - -
6. Buta Huruf 1 11,1%
7. Tidak terkaji 1 11,1%
Jumlah 9 100 %
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Februari terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar lansia di
Wisma Lily sebanyak 4 orang (44,4%) hanya lulusan SD, dan 1 orang 1
orang (11,1%) mengalami buta huruf.

d. Jumlah Lansia Berdasarkan Agama
Tabel 3.4 Distribusi frekuensi berdasarkan Agama pada lansia di Wisma
Lily
No Agama Frekuensi Persentase
1. Islam 8 88,8%%
2. Kristen - -
3. Katolik - -
4. Hindu - -
5. Budha - -
6. Lain-lain - -
7. Tidak terkaji 1 11,1%
Jumlah 9 100 %
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Februari terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa seluruh lansia di Wisma
Lily 8 orang (100%) beragama Islam.

e. Jumlah Lansia Berdasarkan Suku

31
Tabel 3.5 Distribusi frekuensi berdasarkan Suku pada lansia di Wisma
Lily
Suku Frekuensi Persentase
No
1. Banjar 4 44,5%
2. Jawa 4 44,4%
3. Lain-lain - -
4. Tidak terkaji 1 11,1
Jumlah 9 100 %
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 01-02 Februari terhadap 10 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar lansia di
Wisma Lilly 5 orang (55,5%) bersuku Banjar, dan 3 orang (33,3%)
bersuku jawa.

f. Jumlah Lansia berdasarkan Pekerjaan
Tabel 3.6 Distribusi frekuensi berdasarkan Pekerjaan pada lansia di Wisma
Lily
No Pekerjaan Frekuensi Persentase
1. Asisten rumah tangga - 0%
2. Pedagang - 0%
3. Ibu Rumah Tangga 3 33,3%
4. Petani 2 22,2%
5. Wiraswasta 1 11,1%
6. Tidak bekerja 1 11,1%
7. Tidak terkaji 2 22,2%
Jumlah 9 100 %
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Februari terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar lansia di
Wisma lily sebanyak 3 orang (30%) dahulunya sebagai ibu rumah
tangga, 1 orang (11,1%) dulunya bekerja sebagai wiraswasta dan tidak
bekerja.

g. Riwayat Kesehatan

32
1) Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital dan Keluhan Saat ini (08
Februari 2016)
Tabel 3.7 Tanda-tanda Vital dan Keluhan Lansia di Wisma Lily
No Nama Tekanan Nadi Pernafasan Suhu Keluhan
Lansia darah
1. Ny. Bs 140/20 82 22 36,0 Sakit kepala, pusing,
sakit bahu
2. Ny. Rh 140/70 86 19 36,2 Nyeri lutut dan bahu,
asam urat
3. Ny. Md 110/60 78 18 36,5 Nyeri ulu hati, maag
4. Ny. As 170/80 88 19 36,2 Nyeri lutut dan paha
5. Ny. Ks 130/70 84 20 36,5 -
6. Ny. Kc 120/60 82 18 36,3 -
7. Ny. Mr 140/80 95 25 37 Badan pegal, batuk,
sesak napas.
8. Ny. Rk 150/90 98 21 36,8 Sakit pinggang, sakit
kepala, sakit pinggang,
sakit bahu dan bisul.
9. Ny. Ms 130/100 85 17 36,7 Nyeri kepala, pusing
dan gatal-gatal

2) Riwayat Penyakit Dahulu
Tabel 3.8 Distribusi frekuensi riwayat penyakit dahulu pada lansia di Wisma
Lily
No Riwayat Penyakit Dahulu Frekuensi Persentase
1. Gastritis 0 0%
2. Arthritis gout 0 0%
3.
Hipertensi 3 33,3 %
4.
5. Rheumatoid arthritis 5 55,5 %
6. Penyakit jantung 0 0%
7. Katarak 1 11,1 %
8. Hiperkolesterol 0 0%
9. Lain-lain 1 11,1%

Jumlah 9 100 %
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Februari terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar
riwayat penyakit dahulu lansia adalah rheumatoid arthritis
sebanyak 5 orang (55,5%), mengalami hipertensi sebanyak 3 orang
(11,1%)dan riwayat penyakit katarak sebanyak 1 orang (11,1%).

h. Pengkajian Kognitif Hasil Tes MMSE

33
Tabel 3.9 Distribusi frekuensi pengkajian kognitif tes MMSE pada lansia di
Wisma Lily
No Kategori Jumlah Presentasi

1 Tidak ada gangguan kognitif 3 30%
2 Gangguan kognitif ringan 2 20%
3 Gangguan kognitif berat 2 40%
4 Tidak dilakukan pemeriksaan 2 10%

Jumlah 9 100%
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 08 Maret 2016 terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel diatas dari hasil pengkajian kognitif MMSE pada
9 lansia penghuni Wisma Lily di PSTW Budi Sejahtera Martapura
didapatkan sebanyak 2 orang (40%) mengalami gangguan kognitif berat,
sebanyak 2 orang (20%) mengalami gangguan kognitif ringan dan 3 orang
(30%) tidak mengalami gangguan kognitif, dan 2 orang (10%) tidak
dilakukan pemeriksaan karena tidak bisa melihat dan mendengar dengan
jelas.
i. Pengkajian Kognitif hasil Tes SPMSQ
Tabel 3.10 Distribusi frekuensi pengkajian kognitif tes SPMSQ pada lansia di
Wisma Lily
No Kategori Jumlah Presentasi

1 Fungsi intelektual utuh 2 22,2%
2 Kerusakan intelektual ringan 2 22,2%
3 Kerusakan intelektual sedang 3 33,3%
4 Kerusakan intelektual berat 0 0%
5 Tidak dilakukan pemeriksaan 2 22,2%
Jumlah 9 100%
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Maret terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel diatas dari hasil pengkajian kognitif SPMSQ
pada 9 lansia penghuni Wisma Lily di PSTW Budi Sejahtera Martapura
didapatkan sebanyak 3 orang (33,3%) mengalami kerusakan intelektual
sedang, mengalami kerusakan intelektual ringan dan fungsi intelektual
utuh masing-masing sebanyak 2 orang (22,2%), sebanyak 2 orang (22,2%)
tidak dilakukan pemeriksaan karena tidak bisa mendengar dengan jelas
dan tidak bisa menjawab pertanyaan.

34
j. Pengkajian KATZ Index
Tabel 3.11 Distribusi frekuensi pengkajian kemandirian dengan menggunakan
KATZ Index pada lansia di Wisma Lily
No Kategori Jumlah Presentasi

1 Mandiri 6 75%
2 Ketergantungan 2 25%
Jumlah 8 100%
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Maret terhadap 8 orang
lansia di Wisma Lilly PSTW Martapura

Berdasarkan tabel diatas dari hasil pengkajian kemandirian
menggunakan KATZ Index pada 8 lansia penghuni Wisma Lilly di
PSTW Budi Sejahtera Martapura didapatkan hasil sebanyak 6 orang
(75%) dengan indeks kemandirian kategori mandiri tanpa bantuan
orang lain (kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke
kamar kecil, berpakaian dan mandi), terdapat 2 orang (25%) dengan
indeks kemandirian ketergantungan dalam hal memenuhi kebutuhan
sehari-hari (kemandirian dalam hal semua aktivitas hidup sehari-hari),
kemandirian tersebut terhambat karena orang lansia yang mengalami
penurunan penglihatan dan usia yang sudah tua sehingg kemampuannya
sudah berkurang.

k. Pengkajian Depresi dengan Menggunakan Depresi Beck
Tabel 3.12 Distribusi frekuensi pengkajian depresi dengan menggunakan Depresi
Beck pada lansia di Wisma Lily
No. Skala Depresi Frekuensi Persentase
1 Tidak Ada Depresi 4 Orang 57,1 %
2 Depresi Ringan 2 Orang 28,5 %
3. Depresi Sedang 1 Orang 14,4%
4. Depresi Berat - -
Total 7 Orang 100%
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 01-02 Februari terhadap 10 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel diatas dari hasil pengkajian Depresi Beck pada
10 lansia penghuni Wisma Lily di PSTW Budi Sejahtera Martapura
didapatkan sebanyak 7 orang (70%) tidak ada mengalami depresi,
sebanyak 2 orang (20%) mengalami depresi ringan, dan 1 orang (10%)

35
tidak dilakukan pemeriksaan karena tidak bisa melihat dan mendengar
dengan jelas.

l. Pengkajian Morse Fall Scale (MFS)
Tabel 3.13 Distribusi frekuensi pengkajian skala jatuh dengan menggunakan
Morse Fall Scale (MFS) pada lansia di Wisma Lily

No Kategori Jumlah Prosentasi

1 Tidak berisiko 2 22,2%
2 Risiko rendah 3 33,3%
3 Risiko tinggi 2 22,2%
4 Tidak dilakukan pemeriksaan 2 22,2%
Jumlah 9 100%
Sumber: Hasil pengkajian pada tanggal 07-08 Maret terhadap 9 orang
lansia di Wisma Lily PSTW Martapura

Berdasarkan tabel diatas dari hasil pengkajian skala jatuh dengan
menggunakan Morse Fall Scale (MFS) pada 9 lansia penghuni Wisma
Lily di PSTW Budi Sejahtera Martapura didapatkan hasil sebanyak 3
orang (33,3%) dengan resiko jatuh rendah, risiko tinggi untuk terjatuh
dengan tindakan pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh risiko tinggi
dan tidak berisiko dengan perawatan dasar didapatkan masing-masing 2
orang (22,2%), dan 2 orang (22,2%) tidak dilakukan pemeriksaan
karena tidak bisa mendengar dengan jelas dan tidak bisa menjawab
pertanyaan. Ada 6 lansia yang mengalami penurunan penglihatan
karena pandangan mata kabur dan 1 lansia yang sebelah matanya sudah
tidak bisa melihat lagi. Hasil wawancara dengan beberapa lansia pada
tanggal 08 Februari 2016 mengatakan pernah terjatuh/terpeleset ke
lantai karena lantai licin

m. Pengkajian Indeks Barthel
Tabel 3.14 Distribusi frekuensi tingkat kemandirian lansia di Wisma Lily
diukur dengan menggunakan Barthel Indeks.

Kategori Jumlah Persentase

36
Mandiri 7 77,8%
Ketergantungan ringan 2 22,2 %
Ketergantungan sedang 0 0
Ketergantungan berat 0 0
Ketergantungan total 0 0

Sumber: Hasil pengkajian tingkat kemandirian lansia di Wisma Lily diukur
dengan menggunakan Barthel Indeks.

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa 77,8% (7 orang)
lansia dapat dikategorikan mandiri menurut pengukurang ADL
(Activities Daily Living) dengan menggunakan skala Bartehel Indeks,
sedangkan 22,2% (2 orang) lansia dikategorikan ketergantungan ringan
dalam ADL (Activities Daily Living) dengan menggunakan skala
Barthel Indeks. Selain itu, terdapat 0% untuk kategori ketergantungan
berat dan ketergantungan total dalam ADL (Activities Daily Living)
dengan menggunakan skala Barthel Indeks. Berdasarkan hasil observasi
yang telah dilakukan di Wisma Lily dapt terlihat bahwa rata-rata lansia
di Wisma Lily mandiri dalam ADL (Activities Daily Living) hanya
terdapat 2 orang lansia yang ketergantungan ringan misalnya dalam hal
mandi yang masih dibantu oleh perawat yang mengasuh wisma Lily.

2. Data Sub Sistem
a. Perumahan
1) Perumahan
Berdasarkan pengkajian dengan observasi pada tanggal 07
Maret 2016, bangunan Wisma Lily terbuat dari bahan permanen
dengan ukuran m2, lebar m dan panjang m. Kondisi di dalam
Wisma Lily tampak bersih, terdapat ventilasi dan jendela yang
dibuka setiap pagi. Berdasarkan hasil windshield survey pada
tanggal 07 Maret 2016 di Wisma Lily juga memiliki fasilitas

37
seperti 5 kamar tidur dan 2 kamar mandi, 1 dapur, 1 tempat untuk
berkumpul, dan 1 ruang tamu.

Gambar 3.1 Kamar Lansia Jendela dan Ventilasi
Berdasarkan hasil observasi pada 07 Maret 2016, Wisma Lily
mempunyai 1 ruang untuk berkumpul atau ruang menonton TV
yang cukup luas, 1 ruang tamu yang terdiri dari dua buah sofa,
dapur yang terdiri dari 1 meja makan yang tertata rapi, dan 1 buah
kulkas, terdapat 5 buah kamar tidur meliputi 1 kamar untuk
pengasuh, dan 4 buah kamar untuk pada lansia penghuni Wisma
yaitu 3 kamar dihuni oleh dua orang lansia dan 1 kamar dihuni oleh
mpat orang lansia, dan terdapat 2 buah kamar mandi + WC (2 buah
untuk penghuni wisma)

38
Gambar 3.2 Ruang tamu di Wisma Lily

Gambar 3.3 Kamar mandi dan Tempat WC

2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)
Lingkungan/ Daerah
Dari hasil windshield survey pada tanggal 07 Maret 2016,
Kondisi lingkungan di wilayah Wisma Lily sangat bersih, baik di
bagian halaman depan, samping, dan belakang. Di bagian halaman
depan terdapat halaman luas yang ditanami kaktus, bunga asoka
dan ada bebatuan yang ditumbuhi rumput-rumput kecil. Di bagian
halaman samping cukup bersih, halaman belakang Wisma cukup
luas digunakan untuk menjemur pakaian dan untuk tempat
mencuci, serta terdapat tumpukan sampah bekas dibakar, terdapat
tempat sampah yang kurang terurus.

Halaman Depan Wisma Lily Halaman Belakang Wisma Lily

39
Halaman Samping Wisma Lily

Tempat Cuci Piring halaman samping Wisma Lily

Gambar 3.5 Halaman samping dan belakang Wisma Lily
3) Lingkungan terbuka
Dari hasil windshield survey pada tanggal 07 Maret 2016,
halaman depan Wisma sangat luas yang terlihat bersih, sedikit
ditumbuhi rerumputan kecil. Di halaman depat juga terdapat
tanaman kaktus, dan ada beberapa pohon kelapa dan juga mangga.

40
Gambar 3.6 Halaman depan Wisma Lily

4) Batas Wisma
Batas Wisma Lily:
Utara : langgar dan poliklinik
Selatan : lahan kosong untuk menjemur pakaian
Timur : Wisma Asoka
Barat : Wisma Lily

Gambar. a) Wisma Asoka, b) Selokan depan Wisma Lily, c) Lahan kosong dan
sumur, dan d) Jalan Beraspal

41
5) Kebiasaan
Beberapa penghuni Wisma Lilly terlihat pergi keluar untuk
berjalan – jalan ke sekitar panti pada pagi hari untuk mencari
hiburan seperti belanja keluar wilayah panti dan duduk disekitar
halaman depan panti. beberapa penghuni berdiam dalam wisma
karena mengalami kemunduran seperti mata kabur dan susah
berjalan dengan berbaring ditempat tidur dan duduk didepan
wisma. Pada penghuni wisma lain juga biasa pergi keluar wisma
dan duduk didepan wisma, selain itu ada juga pergi ke mushalla
untuk kegiatan keagamaan seperti maulidan ataupun kegiatan
ceramah keagamaan maupun senam.

6) Transportasi
Para lansia yang ada di Wisma biasanya keLilyng daerah
sekitar PSTW hanya dengan berjalan kaki, tidak ada yang
menggunakan alat transportasi khusus.
7) Pusat Pelayanan
Terdapat pusat pelayanan kesehatan dan agama yang terletak
pada wilayah PSTW, yaitu klinik kesehatan dan langgar yang
berada di seberang Wisma Lily
Tidak ada warung/toko yang terletak di dalam wilayah PSTW,
yang ada hanya di luar PSTW. Terdapat pedagang yang memasuki
wilayah PSTW untuk berjualan, seperti pedagang jamu, tahu, sate,
dan pentol. Terdapat beberapa foto mahasiswa yang pernah
berpraktik di Wisma Lily beserta penghuni lansia Wisma.
Orang yang biasa dijumpai para penghuni lansia Wisma Lily
yaitu sesama lansia yang tinggal di Wisma lainnya dan para petugas
PSTW. Mayoritas lansia yang tinggal di Wisma Lily adalah suku
banjar, ada juga yang bersuku jawa dan sunda. Aktivitas yang
dijumpai biasanya lansia kadang-kadang mendengarkan radio dan
bersosialisasi, petugas yang memberikan obat dan mengecek
keadaan lansia ke masing-masing Wisma.

b. Pendidikan

42
Sarana pendidikan yang terdapat di Panti Sosial Werdha Budi
Sejahtera Martapura adalah kegiatan habsyi yang dilakukan oleh
anggota panti dan kegiatan ini dibimbing oleh salah satu dari anggota
panti yang dilaksanakan setiap hari Selasa. terdapat pengajian yang
diadakan rutin dengan menghadirkan penceramah dari luar panti
(masyarakat) yang diadakan setiap hari Selasa. Selain itu juga terdapat
kegiatan senam yang diadakan setiap hari Kamis yang mengundang
instruktur dari luar panti. Serta yasinan yang diadakan setiap hari
Jum’at bertempat di langgar panti werdha budi sejahtera martapura.

c. Keamanan dan Transportasi
Di lingkungan Wisma tidak terdapat adanya alat pemadam
kebakaran ringan seperti apar. Kantor polisi berada kurang lebih 1 km
di luar dari panti
werdha. Di
dalam Wisma Lily
sendiri
terdapat side
trail di sepanjang
dinding
Wisma yang
berfungsi
untuk memudahkan lansia dalam berjalan. Lantai dalam Wisma tidak
licin karena setiap hari dibersihkan dan dipel oleh pengasuh Wisma
Lily, begitu pun di luar keadaan sanitasi cukup bersih. Selain side trail
juga terdapat 1 buah kursi roda yang masih berfungsi dan bisa
digunakan lansia. Terdapat pos penjagaan satpam yang terdapat di
depan panti werdha, di setiap Wisma masing-masing terdapat pengasuh
yang selalu memperhatikan kondisi para lansia.

43
Pegangan side rel dekat pintu kamar
Gambar 3.7 Tempat pegangan side rel di Wisma Lily
Sarana transportasi yang banyak terdapat di Wisma Lily adalah
sepeda motor, baik itu yang dimiliki oleh staf di panti werdha, perawat,
maupun pengasuh. angkutan umum juga terkadang ada jika dari lansia
ada yang mau bepergian ke luar seperti mengunjungi keluarga.
Transportasi aktivitas keseharian dengan berjalan kaki sedangkan
apabila ada agenda di luar panti maka menggunakan transportasi seperti
mobil dan angkutan kota. Kegiatan hanya dilakukan di dalam komplek
panti, penghuni panti untuk menuju tempat kegiatan dangan berjalan
kaki, untuk yang tidak bisa berjalan di bantu dengan alat seperti walker
atau hanya berada didalam Wisma saja. Jalan di sepanjang Wisma
dalam keadaan cukup baik dan masih tedapat jalan yang berlubang
Dari hasil windshield survey di dapatkan data bahwa Penghuni
Wisma Lily hanya berjalan kaki tanpa menggunakan transportasi. Jalan
di wilayah cakupan Wisma Lily dalam kondisi baik, terdapat jalan yang
berbatu dan terbuat dari aspal, dan mudah untuk akses ke lingkungan
Panti. Wisma Lily masuk wilayah Panti Sosial Tresna Werdha
Martapura milik dinas sosial provinsi Kalimantan Selatan yang hanya
bisa diakses lewat jalan depan menuju Wisma-Wisma selain Wisma
Lily.

44
Kondisi Jalan PSTW Budi Sejahtera

d. Politik dan Kebijakan Pemerintah
1) Kebijakan Tentang Pengelolaan Lansia Terlantar di
Daerah
Dari hasil windshield survey dan wawancara pada tanggal 07
Februari 2016 dikatakan bahwa pengelolaan lanjut usia yang
terlantar di daerah dilakukan oleh pihak Panti Werdha Budi
Sejahtera bekerja sama dengan Dinas Sosial di masing-masing
Kabupaten di Kalimantan Selatan. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh panti meliputi kegiatan sosialisasi, koordinasi,
kemudian seleksi. Adapun alur pengelolaan lanjut usia dijelaskan
sebagai berikut:

Dinas Sosial menjaring lanjut usia di daerah masing-masing

Dinas Sosial menghubungi Panti Werdha untuk memastikan adanya
wisma yang kosong

Lanjut Usia yang didaftarkan akan masuk daftar tunggu panti

Jika ada wisma yang kosong, maka petugas panti akan melakukan
survey ke daerah untuk menentukan lansia yang sesuai syarat untuk
45
diasuh dan dibina di Panti Werdha Budi sejahtera
Gambar Alur Pengelolaan Lanjut Usia Terlantar di Daerah

Syarat-syarat lanjut usia yang diasuh di Panti Werdha Budi
Sejahtera meliputi:
a) Usia minimal 60 tahun
b) Lanjut usia sehat secara jasmani maupun rohani
c) Lanjut usia terlantar baik secara ekonomi maupun social
dan tidak berdaya dalam upaya memenuhi nafkah dari
sendiri.
Koordinasi lain yang dilakukan dengan Dinas Sosial juga
meliputi pemberitahuan oleh pihak Panti Werdha Budi Sejahtera
terkait adanya lanjut usia yang sakit atau meninggal dunia. Selain
itu, kerjasama dan koordinasi juga dilakukan jika dilakukan home
visite ke daerah asal lanjut usia oleh Panti Werdha Budi Sejahtera.
2) Kebijakan Kesehatan Terkait Kesehatan Lansia di Panti
Dari hasil wawancara kepada pihak PSTW Budi Sejahtera
pada tanggal 07 Maret 2016, Kesehatan lansia di Panti Werdha
Budi Sejahtera dikelola oleh tim kesehatan yang terdiri atas dokter
dan perawat. Kebijakan kesehatan yang dibiayai oleh pemerintah
hanya sebatas pada pengadaan fasilitas dan stok obat yang rutin
dikonsumsi lansia setiap harinya. Sedangkan kebutuhan akan
pelayanan kesehatan lanjutan di instansi kesehatan seperti
puskesmas dan rumah sakit menggunakan bantuan dari Jamkesprov
dan Jamkesda.
3) Kebijakan Pembinaan Lansia di Panti
Dari hasil observasi dan windshield survey pada tanggal 07
Maret 2016, pembinaan lansia di Panti Werdha Budi Sejahtera
dilakukan secara rutin oleh Kasi Pembinaan dan Rehabilitasi
Sosial, serta Kasi Pelayanan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan
oleh Kasi Pembinaan dan Rehabilitasi Sosial meliputi:
a) Kegiatan keagamaan rutin berupa pengajian
b) Bimbingan fisik berupa senam lansia
c) Bimbingan keterampilan berupa berkebun dan beternak

46
d) Pembinaan pada lansia yang berselisih paham
e) Pengelolaan lansia yang meninggal dunia di panti
Sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh Kasi Pelayanan
meliputi upaya pemenuhan kebutuhan pangan, papan, sandang, dan
kesehatan lansia di panti.

e. Pelayanan Sosial dan Kesehatan yang Tersedia
Dari hasil observasi pada tanggal 07 Maret 2016, panti milik
pemerintah dibawah departemen sosial, seluruh pelayanan dikelola oleh
pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Terdapat aula dibagian depan
wilayah panti yang bergabung dengan kantor dan tampak digunakan
untuk kegiatan yang sudah dijadualkan oleh petugas panti, setiap hari
mulai jam 08.00 wita ada kegiatan pengajian dan ceramah agama,
selain itu tampak para lansia berkumpul di Wisma masing-masing
setelah mengikuti kegiatan di aula maupun di langgar. Untuk
mempertahankan kesehatan biasanya para lansia dijadualkan melakukan
senam pada hari kamis. Kunjungan sosial dari masyarakat atau instansi
lain rata-rata 1-2 kali dalam sebulan, ibadah shalat 5 waktu dilakukan di
mushola, atau di kamar masing-masing.
Dari hasil windshield survey pada tanggal 07 Maret 2016,
didapatkan panti memiliki klinik kesehatan. Klinik kesehatan panti
yang menjadi pusat pengobatan lansia yang berada disini, klinik
tersebut jaga 24 jam oleh perawat. Jadual pengobatan 1 kali dalam
seminggu yaitu setiap hari senin yang dilakukan dengan mendatangi
penghuni masing-masing Wisma dan melakukan pengukuran tanda-
tanda vital kemudian menanyakan keluhan yang dirasakan saat itu, jika
ada penghuni yang sakit maka dilakukan observasi dan perawatan lebih
lanjut. Pengobatan yang dilakukan dengan berkolaborasi bersama
dokter umum yang bertugas di Panti Werdha Martapura dan Panti
Werdha Banjarbaru, jika klien membutuhkan fasilitas kesehatan lebih
lanjut maka pihak Panti Sosial bekerja sama dengan puskesmas dan
Rumah Sakit Daerah dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah
provinsi sebanyak 60% dan pemerintah daerah sebanyak 40%. Obat
yang disediakan pada klien lansia diambil dari dana APBD Provinsi

47
Kalimantan Selatan dan obat jiwa dari RSUD Sambang Lihum diambil
dari dana berdasarkan kesepakatan bantuan Provinsi Kalimantan
Selatan dan Pemerintah Daerah dari asal lansia tersebut tinggal. bila
klien memerlukan fasilitas kesehatan yang lebih komplek komunitas
bekerja sama dengan Puskesmas Martapura Kota dan Rumah Sakit Ratu
Zalecha dan biaya pengobatan ditanggung oleh panti. Obat yang
disediakan pada klien lansia diambil dari dana APBD. Semua klien
lansia yang berada di panti werdha diusulkan Jamkesmas/BPJS agar
memudahkan pihak panti ketika ada lansia yang sakit namun sampai
saat ini belum ada kepastian, di dalam Wisma, terdapat kotak P3K yang
menyediakan beberapa obat-obatan, handscoend, dan lain-lain.

Kotak P3K di Wisma Lily

Klinik di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Martapura

48
f. Sistem Komunikasi
Dari hasil winshield survey pada tanggal 07 Maret 2016, sarana
komunikasi yang terdapat di Wisma Lily yang ada yaitu televisi dan
dibeberapa kamar terdapat radio. Para lansia di ruang Lily dapat
berkomunikasi sesama lansia di masing-masing kamar saja, karena
berkumpul di ruang tamu jarang dilakukan. Tidak terdapat papan
pengumuman, dan terdapat beberapa lansia yang menggunakan
handphone untuk berkomunikasi dengan keluarga, di Panti Werda Budi
Sejahtera cara penyampaian informasinya untuk satu kegiatan tertentu
biasanya disampaikan secara lisan melalui para pengasuh disetiap
Wisma. Terdapat beberapa poster pada dinding pada Wisma Lily yang
letaknya lumayan rapi namun memberikan beberapa informasi
mengenai kesehatan dan keterampilan. Terdapat beberapa lansia yang
susah diajak berkomunikasi karena mengalami gangguan pendengaran
dan gangguan penglihatan.

g. Sistem Ekonomi, Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
(Penghasilan)
Hasil observasi dan wawancara kepada pihak PSTW Budi
Sejahtera pada tanggal 07 Maret 2016, sistem pemasukan dan
pengeluaran di Wisma Lily secara formal dikelola oleh bendahara panti.
Pemasukan berasal dari dana tahunan pemerintah provinsi kalimantan
selatan dan sumbangan donatur yang langsung dikelola bendahara panti
untuk keperluan sehari-hari seperti biaya makan, minum, pengobatan,
air, listrik, dan lain-lain. Donatur berasal dari masyarakat sekitar panti,
keluarga lansia penghuni panti, serta pengelola dan penghuni panti itu
sendiri. Selain itu, secara informal para lansia di Wisma Lily terkadang
mendapatkan sumbangan yang secara langsung diberikan oleh donatur
kepada para lansia tersebut. Dana tersebut ada yang disimpan oleh
lansia dan ada pula yang dikelola oleh pengasuh Wisma. Dana yang
dikelola oleh pengasuh Wisma bertujuan untuk membantu lansia yang
memiliki keterbatasan untuk mengelola sendiri keuangannya. Pengasuh
Wisma yang mengelola keuangan tersebut juga memiliki catatan tertulis

49
pengelolaan keuangan tersebut. Dana pribadi yang dimiliki oleh para
lansia penghuni panti biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan
tambahan lansia.
Dari hasil windshield survey pada tanggal 07 Maret 2016 di
dapatkan bahwa di sekitar panti tidak tidak terdapat warung maupun
toko jenis apapun di wilayah Panti, tapi terdapat pedagang jamu
keLilyng dan pendagang makanan seperti pentol, soto dan sate yang
lewat setiap siang hari di dalam panti.

h. Rekreasi (Sarana, Waktu)
Dari hasil observasi dan windshield survey pada tanggal 07 Maret
2016, ada terdapat televisi diruang tamu, dan terdapat radio dibeberapa
kamar lansia sebagai sarana rekreasi di Ruang Lily. Ruang depan
Wisma Lily terdapat sofa yang digunakan para lansia sebagai sarana
rekreasi untuk berkumpul. Lansia di Wisma Lily tampak sering
berkumpul bersama dan saling berbicara, atau kadang-kadang lansia
beristirahat dikamar sambil mendengarkan radio. Sebagian lansia di
Wisma Lily lebih sering didalam kamar dan makan dikamar masing-
masing atau melakukan kegiatan sendiri-sendiri seperti berjalan-jalan.
Kadang-kadang berkumpul dengan penghuni Wisma lain walaupun
dengan keadaan seperti itu, lansia mengatakan merasa sudah senang
tinggal di Wisma karena merasa kebutuhan mereka terpenuhi dan
merasa lebih diperhatikan dalam segala hal. Dan ada beberapa keluarga
dari lansia datang untuk menjenguk mereka.

50
Televisi

Sofa yang terdapat diruangan Wisma Lily

51