You are on page 1of 41

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pompa adalah peralatan yang berfungsi untuk memindahkan cairan dari satu

tempat ke tempat lain, melalui media pipa (saluran) dengan cara menambah energi

pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung terus-menerus. Pada PT Pertamina

RU V Balikpapan, salah satu kegunaan pompa adalah sebagai distribusi cairan

Boiler Feedwater (BFW). BFW digunakan sebagai steam untuk proses pada

hydrogen unit.
BFW yang berfase cairan dihilangkan kandungan oksigennya melalui

deaerator. BFW yang sudah minim kandungan oksigennya kemudian dipompakan

menuju ke steam drum denan bantuan pompa G-8-12. Sebeluum dikirim menuju

ke steam drum, cairan BFW akan dilewatkan kedalam economizer untuk

meningkatkan suhunya.
Dari praktek kerja lapangan yang dilakukan, maka yang menjadi

pembahasan pada penulisan kertas kerja wajib ini adalah pompa G-8-12 dengan

judul

”EVALUASI UNJUK KERJA POMPA BOILER FEEDWATER G-8-12A DI
HCC UNIT PT PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN”

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan kertas kerja wajib ini adalah :

1. Sebagai persyarat kelulusan pada program Diploma II (Dua)

STEM-Akamigas.

2. Memperdalam ilmu pengetahuan, khususnya pompa sentrifugal

1

karena pompa tersebut banyak diaplikasikan dan mempunyai peran

penting dalam industri migas.

3. Memahami cara kerja pompa sentrifugal dalam industri migas

4. Membandingkan perhitungan teoritis pompa dengan keadaan actual di

lapangan.

1.3 Batasan Masalah

Karena keterbatasan waktu dan parameter yang dapat diamati selama

praktek kerja lapangan, maka pembahasan materi dalam Kertas Kerja Wajib ini

dititik beratkan pada masalah yang berkaitan dengan perhitungan :

 Kapasitas pompa.

 Head pompa.

 Daya pompa.

 Efisiensi pompa.

 NPSH

1.4 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan kertas kerja wajib ini akan dibagi menjadi

beberapa bab, dan setiap bab terbagi menjadi subbab-subbab. Penulisan ini

dimaksudkan agar data yang diperoleh tersusun secara rapi dan sistematis.

Adapun susunan sistematika penulisan adalah sebagai berikut :

 Bab I pendahuluan yang terdiri dari 4 subbab yaitu latar belakang, tujuan

penulisan, batasan masalah dan sistematika penulisan.

 Bab II orientasi umum, menguraikan tentang sejarah singkat PT Pertamina

2

(Persero) RU V Balikpapan, tugas dan fungsi perusahaan, dan struktur organisasi

perusahaan tersebut.

 Bab III Tinjauan Pustaka, dalam bab ini dijelaskan tentang teori pompa,

fungsi, klasifikasi, serta perhitungan pompa secara teoritis.

 Bab IV berisi tentang evaluasi pompa Boiler Feedwater G-8-12 di HCC

Unit PT Pertamina RU V Balikpapan. Pembahasan meliputi fungsi dan spesifikasi

teknis pompa G-8-12, diagram alir dan data operasi, perhitungan unjuk kerja

pompa G-8-12, dan evaluasi terhadap hasil perhitungan.

 Bab V penutup, bab ini berisi kesimpulan dari tujuan penulisan dan hasil

perhitungan dan saran penulis selama proses pengerjaan di lapangan.

II. ORIENTASI UMUM
2.1 Sejarah Singkat PT. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan

Kilang minyak merupakan suatu unit usaha yang memproses minyak

mentah atau crude oil menjadi produk-produk bahan bakar yang mempunyai nilai

3

ekonomis tinggi seperti premium, kerosine, solar, avtur, dan produk-produk non

bahan bakar minyak seperti Liqiufied Petroleum Gas (LPG) dan Wax.

Pemilihan lokasi kilang Balikpapan meliputi beberapa pertimbangan

penting, antara lain karena lokasi dekat dengan sumber bahan baku (minyak

mentah), sehingga biaya transportasi lebih murah dan letak geografis yang sangat

menguntungkan, terletak di teluk Balikpapan dan sangat strategis untuk

pendistribusian produk bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Indonesia bagian

timur.

PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit V Balikpapan terdiri atas 2 (dua)

kilang, yaitu Kilang Balikpapan I dan Kilang Balikpapan II. Kilang Balikpapan I

terdiri atas Crude Distillation Unit V (CDU V), High Vacuum Unit III (HVU III),

Dehydration Plant (DHP), Wax Plant, dan Effluent Water Treatment Plant

(EWTP). Sedangkan Kilang Balikpapan II terdiri atas dua area, yaitu area

Hydroskimming Complex (HSC) yang terdiri dari Crude Distillation Unit IV

(CDU IV), Naptha Hydro Treating Unit (NHT), Platforming Unit, LPG Recovery

Unit, Sour Water Stripping Unit (SWS), dan area Hydrocracking Complex (HCC)

terdiri dari High Vacuum Unit II (HVU II), Hydrocracker Unibon Process Unit,

dan Hydrogen Plant. Pertamina RU V Balikpapan juga memiliki unit Utilities,

Laboratorium, dan Terminal Balikpapan Lawe-Lawe (TBL).

Kilang minyak Pertamina RU V Balikpapan yang mengolah minyak mentah

menjadi produk-produk bahan bakar minyak (BBM) dan non bahan bakar minyak

(NBM) terdiri dari Kilang Balikpapan I dengan kapasitas desain 60.000 barel/hari

dan Kilang Balikpapan II dengan kapasitas desain 200.000 barel/hari.

4

Arjuna. Bacho. Kedua kilang tersebut mengolah minyak mentah berasal dari dalam maupun luar negeri. Pada tanggal 1 April 1997. Tanjung. Tapian Timur.2 Tugas dan Fungsi PT Pertamina (Persero) RU V Balikpapan Tugas PT. dan Widuri. Xinjiang. 22/2001 menuju Pertamina Baru yang mempunyai Visi dan Misi serta tata nilai : ”Visi Pertamina RU V Balikpapan” ”Menjadi kilang yang terpercaya dan unggul diasia pasifik pada tahun 2017 (profit pada tahun 2013)” Terpercaya artinya : Pilihan utama konsumen karena produk yang kompetitif dan pilihan utama untuk pengembangan karier. Warukin. Nanhai Quaiboe. Pertamina RU V Balikpapan sebagai ”Pilot Project” kilang agar dapat menjalankan fungsinya. Bekapai. Jenis minyak mentah yang berasal dari luar negeri antara lain : Tapis. jenis minyak mentah yang berasal dari dalam negeri antara lain : Sepinggan. Bobby M. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan saat ini adalah mengolah ”Cocktail Crude” (campuran beberapa macam crude) menjadi produk – produk yang diinginkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. 5 . Sahara. dan Azery. 2. Duri. Handil. Attaka. Jabiru. Untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya operasi yang serendah-rendahnya menuju ”Strategy Business Unit” untuk menyongsong pasar bebas (era globalisasi) serta pada akhir 2003 Pertamina telah mengimplementasikan UU Migas No.

Platforming 1 unit 20 MBSD 6. Dengan tujuan :  Memenuhi dan memuaskan kebutuhan stake holder. Naptha Hydrotreater 1 unit 20 MBSD 5. Unit Proses Jumlah Kapasitas Satuan 1. ”Misi Pertamina RU V Balikpapan” Mengolah minyak dan gas bumi menjadi produk BBM dan NBBM untuk memasok kebutuhan Indonesia bagian timur dan Asia Pasifik secara selektif. Wax Plant 1 unit 150 Ton/hari 6 . dan penerapan teknologi secara efektif dan efisien. Dalam operasinya. High Vacuum Unit 2 unit 106 MBSD 3. dan sustainable. Tabel 2.  Menjadi unit usaha yang unggul bersaing dan berkembang. Dalam melaksanakan usahanya selalu berdasarkan kepada tata nilai yaitu berwawasan lingkungan. efisien.1. Crude Distillation Unit 2 unit 260 MBSD 2. Kapasitas unit proses dari PT Pertamina (Persero) RU V Balikpapan dapat dilihat pada tabel 2. Hydro Cracker Unit 2 unit 55 MBSD 4.1 : Kapasitas Unit Proses PT Pertamina (Persero) RU V Balikpapan No. kebanggaan pegawai. secara selektif. memanfaatkan keahlian dan kemampuan inti (Core Competence) yang dimiliki sebagai sumber pendapatan tambahan.Unggul artinya : Operasi kilang yang aman. profesionalisme.  Menghasilkan keuntungan optimal.

000 Nm3/jam Keterangan : Kapasitas dalam Satuan MBSD (Million Barrel per Stream Day). Hydrogen Plant 2 unit 68 MMSCFD 9.1. LPG Plant 1 unit 534 Ton/hari 8. Hidrogen Recovery 1 unit 10. Untuk melihat lebih detail aliran proses masing-masing seksi dapat dilihat pada gambar 2. Untuk Hydrogen Plant dalam Satuan – MMSCFD (Million Standard Cubic Feed Days). Nitrogen Plant 3 train 68 Nm3/jam 10. 7. 7 .

H CC berada dibaw ah M anaj er Produksi dan dikepalai oleh seorang Section Head. HVU II. Comfac & FGHRS.2. Head of H2. Gambar 2.1 Diagram Alir Proses Kilang Pertamina RU V Balikpapan 2. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan dipimpin oleh seorang General Manager yang membawahi bidang-bidang. Struktur Organisasi pada bagian HCC dapat dilihat pada gambar 2. salah satunya adalah bidang uni t produks i. Section Head HCC yang dibantu oleh Head of Process HC Unibon.3 Struktur Organisasi HCC Unit RU V Balikpapan PT. 8 . dan Supervisor Facility & Quality.

Gambar 2.2 Struktur Organisasi HCC Keterangan : HCC : Hydrocracking Complex HCU : Hydrocracking Unit HVU : High Vacuum Unit Comfac : Common Facilities FGHRS : Flare Gas & Hydrogen Recovery System HPU : Hydrogen Production Unit 9 .

1 Pompa Pemindah Positif Pompa pemindah positif adalah pompa dengan ruangan kerja yang secara periodik berubah dari besar ke kecil atau sebaliknya. III. Pompa pemindah positif (Positive displacement pump) 2. Berikut klasifikasi pompa pemindah positif : 10 . selama pompa bekerja. pompa dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok yaitu : 1. Energi yang diberikan kepada cairan adalah energi potensial. TINJAUAN PUSTAKA 3. Dengan kata lain pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga cairan.2 Klasifikasi Pompa Berdasarkan cara pemindahan dan pemberian energi pada cairan.1 Pengertian Umum Pompa Pompa adalah suatu mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain. Pompa beroperasi dengan mengadakan perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dan bagian keluar (discharge). Pompa pemindah non positif (Non positive displacement pump) 3. sehingga cairan berpindah volume per volume. melalui media pipa (saluran) dengan cara menambah energi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung terus-menerus. dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada sepanjang pengaliran.2. 3.

1 Klasifikasi Pompa Pemindah Positif 3.2 Pompa Pemindah Non Positif Pompa pemindah non positif adalah suatu pompa dengan volume ruang yang tidak berubah pada saat pompa bekerja. Energi yang diberikan pada cairan adalah energi kecepatan. sehingga cairan berpindah karena adanya perubahan energi kecepatan (kinetic) menjadi energi tekanan (potensial) di dalam rumah pompa. 11 .2. Gambar 3.

2 Klasifikasi Pompa Pemindah Non Positif 3. Cairan diisikan ke daam pusat kipas yang berputar. Pompa jenis centrifugal lebih banyak digunakan karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. sudu-sudu kipas akan menaikkan tekanan dan melemparkan zat cair tersebut ke dalam suatu ruangan pompa yang disebut rumah pompa (casing).1 Prinsip Kerja Pompa Centrifugal Pompa centrifugal adalah salah satu jenis non positif displacement pump yang prinsip kerjanya merubah energi kecepatan (kinetic) cairan menjadi energy potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam suatu casing.3. 12 .3 Pompa Centrifugal 3. Dengan menggunakan gaya centrifugal. pompa dapat mendorong aliran cairan. Gambar 3.

Kelebihan pompa centrifugal : . High Capacity : > 60 M3/hr 2. Lubang pemasukan pada Impeller a. terutama untuk multi stage) 6. Multi Impeller (Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun parallel dalam satu casing) d. Multi Impeller–Multi Stage (Kombinasi multiimpeller dan multistage) 4. Sectional/Modular Casing (Beberapa casing yang tersusun secara vertical split. Dapat dihubungkan dengan motor listrik atau turbin uap . Harga pompa dan biaya pemeliharaan relative murah Kekurangan pompa centrifugal : . Menghasilkan aliran yang stabil . Low Capacity : 20 M3/hr b. High Pressure : >50 Kg/cm2 3.2 Klasifikasi Pompa Centrifugal 1. Medium Capacity: 20-60 M3/hr c. Single Stage (Terdiri dari satu impeller dalam satu casing) b. Tidak memerlukan tempat yang luas . Rancang bangun casing a.Diperlukan priming pada saat start awal . Posisi poros Impeller 13 . Medium Pressure : 5-50 Kg/cm2 c.3. Double admission / suction (cairan masuk pompa melalui dua sisi impeller) 5. dapat vertical atau horizontal split) b. Tidak menimbulkan kebisingan . Single admission / suction (Cairan masuk pompa melalui satu sisi impeller) b. Low Pressure : 5 Kg/cm2 b.Pada kapasitas rendah menyebabkan efisiensi pompa rendah 3. Tersedia dalam berbagai kapasitas . Single Casing (satu casing.Kurang cocok digunakan untuk zat cair yang kental . Multi Stage (Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu casing) c. Bentuknya sederhana . Tekanan Discharge a. Kapasitas a. Jumlah susunan Impeller dan Tingkat (Stage) a.

a. Bantalan Poros (Bearing) Berfungsi sebagai tempat letaknya poros (Shaft) dan menahan beban yang ada serta untuk memperkecil gesekan. Kipas (Impeller) Berfungsi untuk memberikan energi kecepatan pada cairan. Cara pemasukan awal a. Wearing Ring 14 . hal ini bisa ditimbulkan akibat adanya perbedaan jari-jari lingkaran bagian dalam/sisi inlet dan bagian luar lingkaran/sisi outlet. digunakan untuk cairan yang banyak mengandung kotoran dan biasanya untuk pompa kecil. Water pump b. Horizontal shaft (poros pompa mendatar) 7. Petroleum pump 3. inlet dan outlet nozzle.4 Bagian-bagian Utama Pompa Centrifugal dan Fungsinya 1. Meneruskan daya dari penggerak ke impeller dengan cara berputar. Poros (Shaft) Berfungsi sebagai : . 4. untuk cairan yang bersih. Jenis fluida (cairan) yang dipompa a. . Self priming pump : pompa dilengkapi dengan vakum device b. impeller terbagi menjadi beberapa jenis : . 2. Rumah Pompa (Casing) Casing mempunyai fungsi sebagai : . 5. Berdasarkan desain mekanik. . Tempat dudukan impeller. 3. Poros (shaft) harus kuat terhadap daya putar dan terhadap sifat zat cair yang dipompa.Semi open impeller. Vertikal shaft (poros pompa tegak lurus) b. .Open impeller. . Ruang yang memberi arah aliran impeller dan konversi energy kecepatan cairan menjadi energy potensial (untuk single stage). Pelindung seluruh elemen yang berputar terhadap impact dari luar. untuk pompa yang mengandung sedikit kotoran. . Tempat dudukan guid vane atau diffuser. Non priming pump : perlu dipancing saat start up 8.Closed impeller.

Melindungi impeller bila terjadi gesekan dengan casing akibat adanya gerakan ke arah radial yang melebihi batas. 6. yang digunakan untuk menahan cairan agar tidak keluar dari casing. Stuffing Box Berfungsi sebagai tempat dudukan mechanical seal atau mechanical packing.5. Head (H). .Mencegah kembalinya cairan dari sisi keluaran ke sisi isap impeller. Wearing ring berfungsi untuk : . sehingga kerugian volumetric dapat diperkecil. Parameter tersebut dapat dijelaskan dengan penggambaran suatu instalasi perpompaan yang terdiri dari beberapa bagian seperti pada gambar 3. 3. diantaranya : Kapasitas (Q). Effisiensi () dan Daya (N). 15 .5 Unjuk Kerja Pompa Centrifugal Unjuk kerja suatu pompa centrifugal dapat dilihat dari beberapa parameter.

5. Gambar 3.3 Sistem Instalasi Pompa 3.1 Kapasitas Pompa 16 .

Meter kubik perdetik (m³/det) Besarnya kapasitas dapat dihitung menggunakan rumus : Q = V x A …………………………………………………………………(3-1) Keterangan : Q = Kapasitas pompa (m³/det) V = Kecepatan alir fluida (m/det²) A = Luas penampang dalam pipa (m²) 3. Satuan head adalah satuan tinggi kolom air atau tinggi kolom cairan yang dihitung mulai dari bidang datum.Kapasitas pada umumnya dinyatakan dalam satuan volume per satuan waktu.2 Head Head adalah energi mekanik total per satuan berat zat cair. Head statis ( Z ). Gallon per menit (GPM) .5. Bidang datum adalah bidang datar yang melalui pusat pompa.Head tekanan γ ( ) . Barrel per hari (barrel per day) . dan dinyatakan dengan satuan tinggi kolom zat cair dalam meter. Satuan – satuan kapasitas yang umumnya sering digunakan antara lain : . Kapasitas pompa adalah banyaknya volume cairan yang dapat dipindahkan oleh pompa setiap satuan waktu.m V2 .Headpompa terdiri dari : P .m .5:1) Istilah head pada pompa adalah head total yang merupakan selisih antara head pada sisi discharge dengan head pada sisi suction. m 17 . Head kecepatan ( ) 2g .

2 Bagian Tekan (Head Discharge) Berdasarkan gambar 3. γ γ 2g Keterangan : 18 .2. . Head loss adalah kerugian head akibat gesekan fluida dengan media pengaliran.2. m………………………………… γ γ 2g Keterangan : (+) = untuk level cairan di atas pompa (-) = untuk level cairan di bawah pompa Ps = Tekanan pada suction (Kg/m²) Pa = Tekanan bejana atmosferik (Kg/m²abs) hls = Kerugianheadpada sisi suction(mkc) Vs = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa suction(m/det) g = Percepatan gravitasi (m/det²) γ = Berat jenis cairan (Kg/m³) Zsd = Tinggi suction statik cairan dengan datum pompa (m) 3.5. m ……………………. 3.5. head pada sisi discharge (Hd) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : [ ] 2 Pd Po Vd Hd= = ± Zd−hld − .5.5. head pada sisi suction (Hs) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : [ ] 2 Ps Pa Vs Hs= = ± Zsd−hls− ..1 Bagian Hisap (Head Suction) Berdasarkan gambar 3.

2.4 Kerugian Head (Head Loss) 19 . yang harus dilawan pompa untuk mengalirkan fluida dengan persamaan berikut : H=( Hd−Hs ) +Y + [ Vd2−Vs2 2g ] .5.2.3 Head Total Head total pompa dapat dihitung berdasarkan sistem perpipaan yang terpasang pada pompa tersebut. m …………………………… Keterangan : Hd = Head sepanjang sisi discharge (m) Hs = Head sepanjang sisi suction (m) Vd = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa discharge (m/det) Vs = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa suction (m/det) g = Percepatan gravitasi (m/det²) γ = Berat jeniscairan (Kg/m³) Y = selisih tinggi posisi manometer (Pd-Ps) (m) 3.5.Pd = Tekanan pada discharge pompa (Kg/m²) Po = Tekanan bejana atmosferik (Kg/m²abs) hld = Kerugian head pada sisi discharge (m) Vd = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa discharge (m/det) g = Percepatan gravitasi (m/det²) γ = Berat jenis cairan (Kg/m³) Zd = Tinggi discharge statik cairan dengan datum pompa (m) 3.

Kerugian Head pada Pipa Merupakan kerugian energi sepanjang saluran pipa lurus yang dinyatakan dengan rumus : L V2 Hlp=f × × …………………………………………………. sehingga head loss dapat dinyatakan dengan rumus : Hl = hlp + hlf ………………………………………… (3-5) Keterangan : Hl = Kerugian head pada sistem perpipaan (m) hlp = Kerugianheadpada pipa (m) hlf = Kerugian head pada fitting dan katup (m) a. untuk mencari bilangan reynold (Rn) dengan persamaan : 20 . Kerugian energi per satuan berat fluida pada pengaliran cairan dalam sistem perpipaan disebut kerugian head (head loss) yang besarnya merupakan jumlah dari kerugian head pada pipa dan kerugian head pada fitting dan katup. D 2g Keterangan : Hlp = Kerugianheadpada pipa (m) f = Faktor gesekan L = Panjang pipa (m) V = Kecepatan alir fluida dalam pipa (m/det²) D = Diameter dalam pipa (m) Besarnya faktor gesekan (f) didapat dari grafik pada lampiran 6 sebagai fungsi dari bilangan Reynold (Rn) dan kekasaran relatif (ε/d) yang nilainya dapat dilihat pada grafik lampiran 5 sebagai fungsi dari nominal diameter pipa dan kekasaran permukaan dalam pipa yang tergantung dari jenis material pipa.

Berat Spesifik (Kg/m³) b. Dapat dicari menggunakan rumus : ¿ V2 Hlf =f × × D 2 g ………………………………………. Kerugian Head pada Fitting dan Katup Merupakan kerugian energi saat melewati fitting dan katup yang terdapat sepanjang sistem perpipaan. gr/cm.det) ρ = Density cairan. VD Rn=ρ × μ Keterangan : V = Kecepatan alir fluida dalam pipa (m/det) D = Diameter dalam pipa (m)  = Viskositas absolut (poise.. Keterangan : Hlf = Kerugian head pada fitting dan katup (m) n = Jumlah fitting/katup untuk diameter yang sama k = Koefisien gesekan V = Kecepatan rata-rata aliran (m/det) g = Percepatan gravitasi (m/det²) Dengan demikian head sistem sebagai fungsi kapasitas dapat ditunjukkan seperti gambar berikut : 21 .

5.5. HP 75 Keterangan : HHP = Daya Hidrolis Pompa (HP) Q = Kapasitas (m³/s) H = Total head pompa (m) 22 .1 Daya Cairan (Hydraulic Horse Power) Daya hidrolis (daya pompa teoritis) adalah daya yang dibutuhkan untuk mengalirkan sejumlah zat cair.4 Kurva Sistem Total Head Pada rancang bangun pompa. Gambar 3. 3.3 Daya Daya pompa adalah besarnya energi per satuan waktu selama melakukan kerja. head sistem yang diperoleh berdasarkan perhitungan instalasi dapat diekivalensikan dengan head pompa atau head yang diperlukan atau dibangkitkan pompa.3. Daya ini dapat dihitung dengan rumus : Q×H×γ HHP= . ada tiga pengertian daya yaitu : 3.

98) 3.5.85-0.3. yang sesungguhnya adalah lebih besar dari pada daya hidrolis.5. dapat dihitung dengan rumus : SHP Nd= trans .3 Daya Penggerak Daya penggerak (driver) adalah daya poros dibagi dengan efisiensi mekanis (efisiensi transmisi).5.2 Daya Poros Daya poros (shaft horse power) adalah daya untuk mengatasi kerugian daya yang dibutuhkan oleh poros.γ = Berat jenis cairan (Kg/m³) 3. HP Keterangan : NP = Daya penggerak (HP) SHP = Shaft Horse Power (HP) ηtrans = Efisiensi transmisi (0.4 Efisiensi Pompa 23 . Besarnya daya poros sesungguhnya adalah daya hidrolis pompa dibagi dengan efisiensi transmisi atau dapat dirumuskan sebagai berikut : HHP SHP= . HP p Keterangan : SHP = Shaft Horse Power (HP) HHP = Hydroulic Horse Power (HP) ηp = Efisiensi pompa dari kurva performance desain pompa 3.3.

Kegunaan NPSHa untuk memberikan tekanan ke suction pompa.2 NPSHa Net Positive Suction Head available adalahhead tersedia atau head terpasang pada instalasi pipa suction dari pompa.1 NPSHr NPSH required adalah tekanan absolute minimum yang dinyatakan dalam head yang diperlukan pada lubang isap pompa agar cairan dapat sampai ke impeller sehingga pompa dapat bekerja. head statis terhadap pompa serta dikurangi rugi-rugi tekanan instalasi pompa. Besar kecilnya NPSH sangat ditentukan oleh tekanan uap cairan yang dipompakan. Efisiensi pada dasarnya didefinisikan sebagai perbandingan antara output dan input atau perbandingan antara HHP pompa dengan BHP pompa. Efisiensi pompa dapat dirumuskan sebagai berikut : HHP Pompa= × 100 SHP Sedangkan efisiensi overall pompa merupakan perbandingan antara daya penggerak secara teoritis dengan daya penggerak sesungguhnya : Daya Penggerak Teoritis overall= ×100 Daya Penggerak Sesungguhnya 3. Harga NPSHa pada instalasi pompa dapat dihitung dengan persamaan : 24 .6.6. 3. Terdapat dua macam NPSH.6 Net Positive Suction Head Net Positive Suction Head disingkat NPSH adalah tekanan bersih yang tersedia pada lubang isap pompa untuk mengalirkan cairan yang dinyatakan dalam head. Nilai NPSHr sudah ditentukan oleh pabrik berdasarkan desain dan hasil tes. yaitu :  NPSH required (yang diperlukan)  NPSH available (yang tersedia) 3.

25 .m Keterangan : NPSHa = Net Positive Suction Head available (m) Pa = Tekanan permukaan cairan (Kg/m²) Pv = Tekanan penguapan (Kg/m²) Z = Tinggi cairan disisisuction (m) hls = Head loss pada pipa suction (m) Vs = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa suction (m/det) g = Percepatan gravitasi (m/det²) γ = Berat jenis cairan (Kg/m³) ( + ) bila cairan diatas pompa. Vs2 NPSHa= [ Pa−Pv γ ] ± Z−hls− 2g . (-) bila cairan dibawah pompa. Syarat agar pompa dapat mengisap cairan dengan baik adalah NPSHa harus lebih besar dari padaNPSHr.

Gambar 3. Boiler Feedwater berasal dari proses penguarangan kandungan oksigen oleh deaerator. Pengurangan kadar oksigen ini bertujuan untuk mencegah terjadinya korosi pada perpipaan sepanjang jalur penyaluran BFW. pompa G-8-12 akan mendorong BFW menuju ke steam drum C-8-05. Sebelum menuju ke steam drum. BFW akan dilewatkan kedalam konveksion untuk meningkatkan suhu cairan. 26 .1 Pompa Centrifugal G-8-12 RU V Balikpapan Pada kilang RU V Balikpapan. Konveksion merupakan sejenis alat yang mempunyai fungsi sebagai heat exchanger. Setelah dari deaerator. pompa G-8-12 berfungsi sebagai peralatan yang menyalurkan cairan Boiler Feedwater.4 KurvaIV.PEMBAHASAN Hubungan Antara NPSHr dan NPSHa 4.

Diagram Alir Pompa G-8-12 4.3.1 Data Operasi Lapangan 27 . NPSH required (NPSHr) : 3.2.1 Data Spesifikasi Pompa Data berikut ini merupakan data spesifikasi pompa G-8-12 yang diambil dari data sheet pompa.8 m 4.3 m . .Operating Speed : 2980 rpm .2.Outlet Pressure : 3 kg/cm2 4.Manufacture : Worthington Turbodyne .Model : 353T .Temperature : 315o C .Power Drive : 157 KW . Kapasitas : 101 m3/hour .2 Data Spesifikasi Penggerak Data berikut merupakan data spesifikasi steam turbine GT-8-12 yang merupakan penggerak pompa G-8-12 yang diambil dari data sheet steam turbine.Inlet Pressure : 17 kg/cm2 . Efficiency : 70 % . Manufacture : Ebara Corporation Japan .3 Data Operasi 4. Pump Speed : 2980 rpm .2 Data Spesifikasi Pompa dan Penggerak 4. Head : 430. Manufacture Model : MFR 100x80ocs7T . .

2 Data Instalasi Perpipaan.66 kg/m2gauge 4.138 4.700 C-D 4” 40 4.88 meter Total n x Panjang Ekuivalen (meter) 1 feet 28 .020 0.360 E-F 4” 40 4.026 0.065 0.962 B-C 6” 40 6.2 Data Instalasi Katup dan Fitting Suction Line Segmen A-B Material Jumla Panjang N x panjang h (n) ekuivalen (feet) ekuivalen (feet) o Elbow 90 3 20 60 Tee (aliran belok) 1 50 50 Contraction 10”x6” 1 Tidak memakai panjang equivalent Total n x Panjang Ekuivalen (feet) 110 0.5 0.528 meter Total n x Panjang Ekuivalen (meter) = 1 feet Suction Line Segmen B-C Material Jumla Panjang N x panjang h (n) ekuivalen (feet) ekuivalen (feet) Elbow 90o 5 13 65 Gate Valve (fully open) 1 3. Kapasitas aliran : 100 m3/hour .5 3. . Pressure Deaerator : 2.026 0.921 G-H 4” 40 4. Data berikut ini merupakan data yang diambil dari lapangan.255 25.5 Contraction 6”x4” 1 Tidak memakai panjang equivalent Total n x Panjang Ekuivalen (feet) 68.026 0.065 0.360 Discharge D-E 3” 40 3.102 100.3.1 Data Instalasi Pipa Sisi Pipa Segmen Diameter Sc Diammeter Panjang Instalasi Nominal h Dalam (m) Inch m Suction A-B 10” 40 10. NPSH required (NPSHr) : 3.8 m .154 127.5 feet × =20.2.2. Pump Speed : 2980 rpm .077 0.068 0. katup dan Fitting 4.5 % .102 0.3048 m ¿ 68.3048 m 110 feet × =33.126 F-G 6” 40 6.154 7.3. Efficiency : 72.102 11.3.

3048 m ¿ 38.5 feet × =16.1 Konversi Parameter yang Digunakan Parameter yang akan digunakan berdasarkan data diatas dikonversikan satuannya sesuai dengan rumus perhitungan.4 Perhitungan 4.3048 m ¿ 238.5 Contraction 6”x4” 1 Tidak memakai panjang equivalent Total n x Panjang Ekuivalen (feet) 55.3 6.0278 m3 /detik jam 3600 detik .8167 meter Total n x Panjang Ekuivalen (meter) 1 feet 4.67 meter Total n x Panjang Ekuivalen (meter) 1 feet Suction Line Segmen F-G Material Jumla Panjang N x panjang h (n) ekuivalen (feet) ekuivalen (feet) o Elbow 90 4 13 52 Gate Valve (fully open) 1 3.3048 m ¿ 55.3 feet × =11.5 3.66 kg/cm2 gauge 29 . Suction Line Segmen E-F Material Jumla Panjang N x panjang h (n) ekuivalen (feet) ekuivalen (feet) Elbow 90o 4 9 36 Gate Valve (fully open) 1 2.3 Enlargement 4”x6” 1 Tidak memakai panjang equivalent Total n x Panjang Ekuivalen (feet) 38.4.92 meter Total n x Panjang Ekuivalen (meter) 1 feet Suction Line Segmen G-H Material Jumla Panjang N x panjang h (n) ekuivalen (feet) ekuivalen (feet) Elbow 90o 17 9 153 o Elbow 45 2 5 10 Tee (aliran lurus) 2 22 44 Gate Valve (fully open) 3 2.3 0.3 2.Kapasitas ( Q ) = 100 m3/jam 100 m3 1 jam Q= × =0. Pressure Deaerator ( Pa ) = 2.5 0.9 Check Valve 1 25 25 Total n x Panjang Ekuivalen (feet) 238.9 0. .9 feet × =72.

79 3 x 9. Berat Spesifik Cairan.091 3 m 3 1N m . Density (  ) = 925.66 2 × 2 =36600 kg /m2¿ cm m .41 2 × 2 =24100 kg/ m2¿ cm m .492 Segmen B-C Suction 4” 40std 0.0278 m 3/detik.2 Kecepatan Aliran pada Perpipaan Kapasitas yang dilewati semua ukuran pipa sama 0.000196 kg / m s 4.Viskositas cairan (  ) = 0.544 Segmen A-B Suction 6” 40std 0.255 0.4. |¿| kg 10000 cm2 Pa=3.99 x =926.10197 kgf kgf ¿ 9081.41 kg/cm2 gauge |¿| kg 10000 cm2 Pv=2.042 30 . Pressure Vapour ( Pv ) = 1.79 kg / m3 . Berat Jenis Cairan (  ) kg m N γ =x g=925.99 3 m dtk m N 0.154 1.0278 10” 40std 0.102 3. maka untuk mengetahui kecepatan masing-masing ukuran pipa dari sisi suction dan 4 Q V= × 2 discharge dihitung dengan persamaan (3-1) : π D Tabel Kecepatan Aliran pada perpipaan Sisi Pipa Diameter Schedule Diameter Kapasitas Kecepatan Instalasi Nominal Dalam (D) (Q) (V) (m) (m3/jam) (m/detik) Suction 0.81 2 =9081.

969 Segmen D-E Discharge 4” 40std 0.492 Segmen F-G Discharge 4” 40std 0. Tabel Bilangan Reynold pada perpipaan Sisi Pipa Diamete Diameter Kecepatan Density viscosita Reynold Instalasi r Dalam (v) () s Number Nominal (D) (Meter/dtk (Kg/m3) absolute (Rn) Pipa (meter) ) (μ) (inch) Suction 925.154 1.79 0.102 3.077 5.154 1.544 B Suction 1085290 Segmen B.042 Segmen E-F Discharge 6” 40std 0.077 5.102 3.000196 655232 Segmen A.3 Bilangan Reynold pada Instalasi Perpipaan Setelah diperoleh kecepatan aliran pada masing-masing perpipaan.255 0. Selanjutnya menghitung bilangan Reynold (Rn).102 3. Segmen C-D Discharge 3” 40std 0. 3” 0.102 3. 4” 0. 6” 0.4.492 C Suction 1465601 Segmen C.969 E Discharge 4” 0.042 D Discharge 2170944 Segmen D. Berikut ini data-data bilangan reynold dari masing-masing ukuran perpipaan dengan menggunakan persamaan (3-8).042 Segmen G-H 4. dan diperoleh density ( ρ ) dari data operasi serta untuk viscositas absolute ( μ ). 10” 0.042 1465601 Segmen E- F 31 .

4 Mencari Faktor Friksi Untuk mencari faktor friksi (f) dihubungkan bilangan Reynold dengan Relative Raughness ( ε / D ).5.00045 0.017 Segmen E-F Discharge 6” 1085290 0. Bahan pipa yang digunakan pada instalasi ini Commercial Steel.0178 Segmen D-E Discharge 4” 1465601 0.0159 Segmen F-G Discharge 4” 1465601 0.0003 0. 6” 0.Discharge 1085290 Segmen F.154 1.00045 0.5 Perhitungan Head Head pada pompa adalah head total yang merupakan selisih antara head pada sisi discharge dengan head pada sisi suction. Harga Relative Raughness sesuai dengan bahan dan ukuran pipa.015 Segmen A-B Suction 6” 1085290 0.017 Segmen G-H 4. Tabel Faktor Friksi pada perpipaan Sisi Pipa Diameter Reynold Relative Faktor Friksi Instalasi Nominal Pipa Number (Rn) Raughness (f) (inch) (/D) Suction 10” 655232 0.0006 0.4.00045 0.1 Perhitungan Head pada Suction 32 .0003 0. 4.0159 Segmen B-C Suction 4” 1465601 0.492 G Discharge Segmen G.017 Segmen C-D Discharge 3” 2170944 0. 4” 0.042 1465601 H 4.00018 0.102 3.

102 3.023035 0.255 0.962 0. Suctio Diamete Diamete Kcpt Faktor Panjan Prcptn Hlp n Seg r r Dalam n (v) Friksi g (L) gravitas (meter) Nominal (D) (m/s) (f) (meter) i (g) Pipa (meter) (m/dtk2) (inch) A-B 10” 0.154 1.700 9.015 9.81 9 8 C-D 4” 0. kerugian head pada katup dan fitting (hlf ) pada suction.528 0.015 0.81 B-C 6” 0. Menghitung head suction ( Hs ) dengan terlebih dahulu menghitung kerugian head pipa ( hlp ).255 0.544 0.0297 0.2743 Kerugian pada Gradual Enlargement dan Gradual Contraction (hlred) hlred = ( hlenl + hlcont) hl ¿ =hl redA−B +hl redB−C 33 .492 20.544 0.141533 Kerugian Head pada Pipa Suction (hlp) 8 Kerugian Head Suction pada Katup dan Fitting ( hlf ) Kerugian head pada katup dan fitting dipipa Suction dapat dihitung dengan persamaan (3-9) Suctio Diameter Diamete Kcpt Faktor Panjang Prcptn Hlf n Seg Nominal r Dalam n (v) Friksi equivalen gravitas (meter Pipa (D) (m/s) (f) t (L) i (g) ) (inch) (meter) (meter) (m/dtk2) A-B 10” 0.360 0.015 33.2446 9 Kerugian Head pada Katup dan Fitting Suction (hlf) 0.017 0.154 1.028299 0.090199 B-C 6” 0. Kerugian Head Suction pada Pipa ( hlp ) Untuk menghitung kerugian Head Suction pada pipa dapat menggunakan persamaan (3-7). secara keseluruhan disebut kerugian head pada suction ( hls ).042 0.88 0.492 7.015 25.

693 m/det ) Hs= = +5 m – 0.492 )2 ( hl ¿ = 0.091 kg / m³ Maka : [ ] 2 Ps Pa Vs Hs= = ± Zsd−hls− γ γ 2g [ ] 2 Ps 36600 kg/m2 ( 1.04 x 2 x 9.00514 m maka secara keseluruhan kerugian head pada suction ( hls ) hls = hlp + hlf + hlred hls = 0.81 m / det² γ = 926. Diketahui : Pa = 36600 kg / m2 abs Zsd = 5m Vs = 1.2743 m + 0.693 m / det ( nilai rata-rata kecepatan suction) g = 9. V A− B2 V B−C 2 hl ¿ =Cl x +C l x 2g 2g ( 0.00514 m hls = 0.81 m/ det 2 34 .544 )2 ( 1.091 kg/m 3 2 x 9.1415338 m + 0.42097 m− γ 926. maka head pada pipa suction dapat dihitung dengan persamaan (3-2).42097 m Setelah nilai hls didapat.81 )(+ 0.04 x 2 x 9.81 ) hl ¿ =0.

017 11.5.102 3.492 0.102 3. dengan terlebih dahulu menghitung kerugian head pipa ( hlp ).360 0.969 0. Kerugian Head Discharge pada Pipa ( hlp ) Kerugian head pada pipa discharge dihitung pada setiap diameter nominal pipa discharge dengan persamaan (3-7).87167 10.0159 16.81 F-G 6” 0.67 9.92 0.3958 Kerugian Head pada Pipa Discharge (hlp) 9 Kerugian Head Discharge pada Katup dan Fitting ( hlf ) Kerugian head pada katup dan fitting dipipa discharge dapat dihitung dengan persamaan (3-9).1982 35 .874595 9. Discharg Diameter Diameter Kcptn Faktor Panjang Prcptn Hlp e Nominal Dalam (v) Friksi (L) gravitasi (meter) Seg Pipa (D) (m/s) (f) (meter) (g) (inch) (meter) (m/dtk2) D-E 3” 0.492 0.0178 0.042 0.9174 F-G 6” 0.102 3.042 0.017 100.2 Perhitungan Head pada Discharge Menghitung head discharge ( Hd ) sama dengan menghitung pada suction.4985 G-H 4” 0.0159 127. Discharg Diameter Diameter Kcptn Faktor Panjang Prcptn Hlf e Nominal Dalam (v) Friksi equivalent gravitasi (meter) Seg Pipa (D) (m/s) (f) (L) (g) (inch) (meter) (meter) (m/dtk2) E-F 4” 0.151125 E-F 4” 0. Hs=43.954 m 4.154 1. kerugian head pada katup dan fitting ( hlf ) pada discharge. Secara keseluruhan disebut kerugian head pada discharge ( hld ).077 5.017 11.042 0.154 1.81 0.921 1.138 7.126 0.

81 ) hl ¿ =0.8396 m + 0. Diketahui : Po = 360000 Kg/m²abs Zd = 8.724 Kerugian Head pada Katup dan Fitting Discharge (hlf) 6.04 x 2 x 9.091 kg / m³ 36 .81 g )( + 0. maka head pada pipa suction dapat dihitung dengan persamaan (3-3).06114 m maka secara keseluruhan kerugian head pada discharge ( hld ) hld = hlp + hlf + hlred hld = 10.5 m Vd = 3. G-H 4” 0.12 x 2 x 9.042 0.29663 m Setelah nilai hld didapat.81 m/det² γ = 926.386 m/det ( nilai rata-rata kecepatan discharge) g = 9.042 )2 ( 1.102 3.492 )2 ( hl ¿ = 0.39589 m + 6.06114 m hld = 17.8167 5.017 72.8396 Kerugian pada Gradual Enlargement dan Gradual Contraction (hlred) hlred = ( hlenl + hlcont) hl ¿ =hl redE−F + hl redF−G V E −F 2 V F −G2 hl ¿ =Cl x +C l x 2g 2g ( 3.

3 Total Head Pompa Setelah diperoleh head suction dan head discharge.1117m−43.maka : [ ] 2 Pd P 0 Vd Hd= = ± Zd+ hld+ γ γ 2g [ ] 2 Pd 360000 kg / m 2 ( 3.693 m/det )2 2 x 9.386 m/ det ) Hd= = +8.5 m+17.81 m/det² Karena nilai Y sangat kecil maka Ydiabaikan. maka dapat dihitung selisih antara keduanya yang disebut sebagai total head (H) instalasi perpipaan yang terpasang pada pompa.091kg / m 3 2 x 9.Total head pompa dihitung dengan persamaan (3-4).693 m/det g = 9.81 kg / det 2 Hd=415.954 m ) + [ ( 3.81 m/det 2 ] H=371.29663 m+ γ 926.1117 m 4.1117 m Hs = 43. sehingga total head : [ ] 2 2 Vd −Vs H=( Hd −Hs ) +Y + 2g H=( 415.596 m 37 .386 m/det )2− (1.5. Diketahui: Hd = 415.954 m Vd = 3.386 m/det Vs = 1.

maka dapat dihitung dengan persamaan (3-16). disebut juga Hydraulic Horse Power (HHP).81m/s 2 NPSHa=6.091 kg /m3 +5 ] m−0.693 m/det g = 9. Dari 38 .42097 m Vs = 1.81 m/det² γ = 926.091 kg / m³ maka: Vs2 NPSHa= [ Pa−Pv γ ] ± Z−hls− 2g NPSHa=¿ (1.6 Perhitungan NPSHavailable NPSHavailable merupakan tekanan mutlak yang diterima suction pompa.42097 m− 2 x 9.7 Perhitungan Daya 4.7. Diketahui : Pa = 36600 Kg/m²abs Pv = 34500 Kg/m²abs Z = 5m Hls = 0.7 m 4.1 Daya Hidrolis Daya hidrolis (daya pompa teoritis) adalah daya yang dibutuhkan untuk mengalirkan sejumlah zat cair.693 m/s )2 [ 36600 kg /m2−34500 kg/m2 926. 4.

2 Daya Poros Daya poros (shaft horse power) adalah daya untuk mengatasi kerugian daya yang dibutuhkan oleh poros. Diketahui : HHP=127.0278 m³/det H = 371. yang sesungguhnya adalah lebih besar dari pada daya hidrolis.5 ( data kurva performance desain pompa ) 39 .746 =95.perhitungan total head instalasi perpipaan diatas maka daya hidrolis dapat dihitung dengan persamaan (3-10). Diketahui : Q = 0.7.558 HP × 0.091 kg / m³ maka : Q×H×γ HHP= 75 0. daya poros dapat di hitung dengan persamaan (3-11).0278 m3 /det ×371.158 KW 1 HP 4.596 m ×926. Dari perhitungan daya hidrolis diatas.091 kg /m3 HHP= 75 HHP=127.558 HP ❑ p=72.558 HP KW HHP=127.596 m γ = 926.

284 KW 4.3 371. hasil perhitungannya dapat dibuat tabel sebagai berikut : JENIS PERHITUNGAN DESAIN AKTUAL KAPASITAS (m3/jam) 101 100 Head Total (m) 430. Oleh karena itu dari hasil perhitungan tersebut dibandingkan dengan data desain dan data sheet pompa dapat disimpulkan bahwa pompa G-8-12 masih 40 . HHP SHP= .746 KW) SHP=131. HP 0.725 SHP=175.  Daya pompa lebih rendah daripada daya desain motor karena pompa beroperasi dibawah desain.983 NPSH (m) 3.8 Hasil Perhitungan Dari langkah-langkah perhitungan unjuk kerja pompa G-8-12.588 SHP= .596 Daya (KW) 157 175. didapat :  Pompa beroperasi dengan kapasitas sedikit dibawah kapasitas desain pompa. HP ❑p 127. PENUTUP 5.8 6.  Head perhitungan pompa lebih tinggi dari Head desain.983 HP (1 HP = 0.1 Simpulan Dari hasil perhitungan yang diperoleh saat pompa G-8-12 digunakan untuk mendistribusikan Boiler Feedwater dari Kolom Deaerator menuju ke Boiler C-8- 05 di Hydrogen Plant HCC Unit PT Pertamina RU V Balikpapan.  NPSHavailable lebih besar daripada NPSHrequired.7 V.

Florida. Sixth Printing.. New York.... John Wiley & Sons.. 1992.. 41 .. “Manual Book Centrifugal Pumps P. Igor J.61-305”..George. 1968. “Unit Operation”. Jakarta. dan Zulkifli Harahap. Church. Institut Teknologi Bandung.dalam keadaan baik dan dapat dioperasikan secara normal. “Data Book on Hydrocarbons”. Jakarta..B. Inc. Sularso dan Haruo Tahara. J. et all. Sutrisno. Brown. Maxwell. 1986. G.1986.. Ninth Printing. Bandung. JGC Corporation. “Pompa dan Blower Sentrifugal”. Mc GrawHill Book Company. Krieger Publishing Company Inc. “Pump Handbook”.. 1956. sehingga tidak diperlukan penggantian pompa. 2nd Edition.. perlu dilakukan perawatan secara periodic sesuai buku panduan operasi dan perawatan dari pabrik. New York.. “Fisika Dasar”. 5.  Penambahan pompa stand-by untuk mengantisipasi kondisi operasi fluida agar dapat mengatasi apabila terjadi kerusakan pada pompa.2 Saran  Untuk menjaga kondisi pompa selalu dalam keadaan baik dan siap pakai. Rev 1. Japan. Pradnya Paramita.. et all. .. PT.. “Pompa dan Kompresor”. DAFTAR PUSTAKA Austin H. 1982...1986. Penerbit Erlangga. Robert E. Karassik.