You are on page 1of 1

1.

inovasi pencegahan penularan dari jarum suntik (Harm Reduction)
Layanan ini dilaksanakan dalam rangka mengurangi risiko penularan HIV
melalui penggunaan jarum suntik pada kelompok Penasun. Pencandu obat
opiat yang menggunakan jarum suntik akan beralih meminum obat dan
secara perlahan-lahan diharapkan dapat terlepas dari kecanduan obat.

2. pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS)
Puskesmas bekerjasama dengan LSM/KDS dalam memberikan layanan
konseling untuk perubahan perilaku dan penyediaan kondom dan pelicin. LSM
yang terlibat antara lain GSM dengan kelompok dampingan pada waria, LSL
dan pelanggan, H2O dengan kelompok dampingan pada WPS dan pelanggan,
Medan Plus dengan kelompok dampingan waria dan ODHA.

3. penguatan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA)
Layanan ini mencakup pelayanan ANC dan melakukan tes HIV bagi ibu hamil

4. pengembangan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) di tingkat
Puskesmas
a. kegiatan KIE pengetahuan komprehensif
b. promosi penggunaan kondom
c. pengendalian faktor risiko
d. Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA)
e. Pengurangan dampak buruk NAPZA (LASS, PTRM, PTRB)

5. pencegahan penularan melalui darah donor dan produk darah hingga
terobosan paling baru yang disebut Strategic use of ARV (SUFA)
Merupakan kebijakan baru, yaitu setiap orang yang rentan atau berisiko,
ditawarkan untuk melakukan tes. Dan bila hasilnya positif, akan langsung
ditawari pemberian obat Antiretroviral (ARV).

6. Pembekalan untuk kelompok peduli HIV
Membentuk suatu kelompok peduli HIV AIDS di kalangan remaja memang
harus memikirkan bagaimana seorang remaja menerima HIV AIDS bukan
sebagai penyakit namun sebagai suatu kesempatan untuk menyumbangkan
tenaga dan kemampuannya.

7.