You are on page 1of 22

PROSEDUR PENERIMAAN

PASIEN DIRUANG RAWAT JALAN

RUMAH SAKIT No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:
KHUSUS GIGI DAN
MULUT PROVINSI
SUMATERA
SELATAN
Ditetapkan,
Tanggal Terbit: PLT. Ka. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut
Provinsi. Sumatera Selatan
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

drg. Rini Bikarindrasari, M.Kes.
NIP.196603071998022001

Pengertian : Tata cara penerimaan pasien di instalasi rawat jalan

Tujuan : Memberikan pelayanan cepat, tepat dan efektif

Kebijakan : Pelaksanaan Pelayanan rawat jalan harus mengikuti langkah-langkah kerja
pada protap

Prosedur : 1. Pasien datang dari loket pendaftaran dengan membawa kartu status
pasien ke poli gigi umum
2. Perawat gigi mencatat data pasien di buku register
3. Pasien di persilakan duduk di dental unit yang telah disiapkan
4. Pasien mendapatkan pelayanan di poli gigi oleh dokter gigi yang
bertugas didampingi perawat gigi
5. Dilakukan pemeriksaan dan tindakan terhadap pasien
6. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan, pasien diberikan
penyuluhan kesehatan gigi tentang hal-hl yang dilakukan pasca
tindakan dilakukan
7. Pasien dapat pulang setelah menyelesaikan urusan administrasi
di loket pendaftaran dan di bagian keuangan

Unit terkait
Loket pendaftaran, Apotik dan Loket Pembayaran

TATA CARA PENGOPERASIAN AUTOCLAVE

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:

RUMAH SAKIT
KHUSUS GIGI DAN
MULUT PROVINSI
SUMATERA
SELATAN
Ditetapkan,
Tanggal Terbit: PLT. Ka Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut
Provinsi. Sumatera Selatan
Prosedur Tetap

drg. Rini Bikarindrasari, M.Kes.
NIP.196603071998022001

Pengertian : Tata cara pengoperasian autoclave di poli gigi umum

Tujuan : 1. Mengetahui cara penggunaaan dan perawatan autovclave

Kebijakan : Petugas ruangan steril alat

Prosedur : 1. Petugas mengisi tangki air autoclave dengan menggunakan air dismineral
sampai dengan level max ( 5 liter untuk 7 kali sterilasasi)
2. Petugas menghubungkan power listrik autoclave 220 v/50 hz
3. Petugas menghidupkan autoclave dengan menekan tombol main switch
autoclave yang terletak pada sisi kanan bawah
4. Tekan tombol + untuk membuka pintu autoclave
5. Isi tray/ tempat yang disediakan untuk meletakkan alat yang akan di
sterilkan sesuai dengan kapasitas tray nya
6. Tekan tombol program, pilih program yang dibutuhkan sesuai program
yang ada ( ikuti petunjuk )
7. Tutup pintu autoclave tekan tombol start untuk memulai sterlisasi
( lama sterilisasi tergantung dengan program yang dipilih)
8. Apabila pada panel control autoclave ada tulisan “ run succesfully”
berarti sterilisasi sudah selesai
9. Setelah selesai petugas membuka pintu autoclave dengan menekan
tombol + bila ada tulisan open maka pintu bisa dibuka
10. Keluarkan alat- alat dari tray dan buang air kotor melalui koneksi dengan
menggunakan selang yang telah disediakan
11. Petugas mematikan autoclave dengan menekan tombol main switch
autoclave yang terletak pada sisi kanan bawah
12. Cabut hubungan power listrik autoclave dan pastikan autoclave
tidak terhubung dengan listrik untuk menghindari kerusakan pada
autoclave

Unit terkait : Ruang sterilisasi

lampu operating yang digunakan untuk mengatur intesnsitas cahaya yang pengoperasiannya cukup dengan membayangi lokasi sensor dengan tangan .Asisten instrument yang dilengkapi dengan saliva.196603071998022001 Pengertian : Tata cara pengoperasian dental unit Tujuan : 1. tombol LP posisi pasien buang air kumur secara otomatis c. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. air. Dokumen: No. tombol pengisian air kumur dan air bowl spittoon f. apabila sudah di check. Rini Bikarindrasari.L adalah intensitas cahaya paling rendah . ON kan master switch yang terletak dibawah meja instrument dental unit 3.V. Untuk mengetahui cara penggunaan dental unit yang baik dan benar 2. H.H adalah intensitas cahaya paling tinggi .Kes. tombol 1.2 posisi treatment otomatis b. sebelum dental unit dioperasikan perawat yang bertanggung Prosedur : jawab untuk menjaga dental unit mengecek listrik. kepala ruangan . tombol 0 posisi kursi kembali ke posisi awal d. PLT. pemakaian saliva dan H. tombol knob untuk mengatur tinggi rendah g. NIP. M.V. angin untuk kebutuhan pengoperasional dental unit 2. penanggung jawab poli dan perawat yang diberi tanggung jawab untuk menjaga dental unit 1.E cupfiller dan bowl . TATA CARA PENGOPERASIAN DENTAL UNIT No. Untuk perawatan dental unit agar dental unit tetap dalam keadaan yang baik tanpa ada kerusakan yang terjadi Kebijakan : Kasi keperawatan.E harus dibersihkan setiap pergantian pasien dengan menghisap atau menyedot satu gelas air dam mebersihkan saringannya . Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada dental unit akibat kesalahan dalam pengoperasian 3. periksa kembali penggunaan dental unit apakah tetap berfungsi dengan baik a. tombol ←↕→ untuk mrngatur posisi pasien sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan e.M adalah intensitas cahaya paling tinggi . Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg.

PLT. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan.Kes. poligigi umum . Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Apabila semua perlengkapan yang ada pada dental unit berfungsi dengan baik. NIP. M. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. Perawat yang bertanggung jawab membersihkan dental unit untuk menghindari kontaminasi bakteri pasca tindakan medis yang diilakukan Unit terkait : Rawat jalan. Dokumen: No. dental unit dapat digunakan untuk melayani pasien 5. Rini Bikarindrasari. TATA CARA PENGOPERASIAN DENTAL UNIT No.196603071998022001 Prosedur : 4. Setelah dental unti digunakan off kan master switch yang terletak dibawah meja instrument dental unit 6.

Kes. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Lap alat dengan menggunakan handuk yang bersih dan steril 4.Melag . Dokumen: No.Antiseptik . Petugas membungkus alat yang sudah dibersihkan dengan menggunakan melag atau pembungkus alat dan memotong bungkus tersebut dengan menggunakan gunting sesuai degan ukuran instrument 5.gunting . M.Sikat alat . Ruang sterilasasi . Rini Bikarindrasari. STERILISASI INSTRUMENT GIGI No. setelah dibungkus petugas memasukaan alat-alat kedalam autoclave untuk penyeterilan alat Unit terkait Rawat jalan.196603071998022001 Pengertian : Penyeterilan alat yang dilakukan untuk menghindari kontaminasi bakteri selama melaksanakn tindak medis di ruang rawat jalan Tujuan : Agar alat tetap dalam keadaan sterilisasi dan siap pakai Kebijakan : Petugas yang diberi tanggung jawab Prosedur : Alat dan bahan yang disiapkan : . Alat yang sudah dipakai selama pelayanan direndam di dalam wadah atau tempat yang berisikan densifekstan selama 30 menit 2. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. PLT. Petugas mencuci kembali dan menyikat alat dengan menggunakan air bersih 3. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. NIP.Handuk steril .Autoclave Pelaksanaan 1.

jika air di galon kecil telah penuh berarti penyulingan telah selesai 8. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. NIP. Dokumen: No. Untuk mengetahui cara pengoperasian alat suling air 2. siapkan wadah penampung air suling/ galon kecil ditempat keluaran air suling 4.Kes. lepaskan hubungan power listrik ke alat suling air sebagai tanda bahwa pengoperasian penyulingan telah selesai 10. alat suling air telah beroperasi dan akan mengeluarkan air suling sedikit demi sedikit 7. M. tekan tombol on untuk menghidupkan alat suling air 6. petugas menampung air suling di satu tempat khusus penampungan air suling UNIT TERKAIT Ruang sterilisasi . Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. isi air didalam alat suling air sampai batas full 3. Untuk pengisian air didalam autoclave yang digunakan sebagai bahan penyeterilan alat instrument gigi 3. hubungkan power listrik ke alat suling air 5. Rini Bikarindrasari.196603071998022001 Pengertian Alat suling air adalah alat yang dikhususkan untuk penyulingan air yang terkandung zat-zat menjadi 0% atau tidak terkandung zat-zat didalam air tersebut yang berfungsi untuk pengisian air didalam autoclave untuk penyeterilan alat instrument Tujuan 1. tekan tombol off untuk mematikan alat suling air 9. petugas memeriksa terlebih dahulu alat suling air dengan Prosedur membuka penutup alat suling air pastikan dalam kondisi baik 2. untuk pengisian air dental unit Kebijakan Perawat yang bertugas 1. TATA CARA PENGOPERASIAN ALAT SULING AIR No. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. PLT.

Jenis cuti Cuti Tahunan Cuti besar Cuti Sakit Cuti Bersalin Cuti karena alasan penting Personil yang bersangkutan membuat permohonan cuti secara tertulis kepada Kepala lewat Kasi atau Kasub Bag masing-masing dan diteruskan ke Kaur Kepegawaian dengan mengisi Blangko Cuti yang dihimpun Kaur Kepegawaian. .196603071998022001 Pengertian : Adalah satu bentuk kesejahteraan yang diberikan oleh pimpinan Sebagai acuan penerapan dan langkah-langkah untuk pimpinan dalam rangka Tujuan : pemberian cuti Kebijakan : Pimpinan akan memberikan hak cuti bagi para karyawannya Prosedur : 1. Kepala RS Unit Terkait . Kasub Bag Tata Usaha mengembalikan usulan cuti kepada Kaur Kepegawaian.menyampaikan usulan cuti kepada Kepala untuk mendapatkan persetujuan. PERMINTAAN CUTI TENAGA PERAWAT GIGI No. NIP. selanjutnya Kepegawaian menyerahkan blangko cuti kepada personil yang bersangkutan. Dokumen: No. Personil yang cuti ditulis dan dicatat dalam buku agenda dibagian Kepegawaian untuk dihimpun. Blangko cuti selanjutnya diserahkan kepada Kaur Kepegawaian untuk dibukukan dan diproses lebih lanjut. Ka Unit terkait . Kaur Kepegawaian . Kasub Bag Tata Usaha. Kaur Kepegawaian menyerahkan usulan cuti kepada Kasub Bag Tata Usaha. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. PLT. Kepala RS mengembalikan usulan cuti kepada Kasub Bag Tata Usaha. Revisi: 1 Halaman: 1 RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Tembusan dikirim kedinas yang terkait. 10. Blangko cuti ditanda tangani oleh anggota yang bersangkutan dan atasan langsung. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg.Kes. M. Rini Bikarindrasari.

Lensa. Revisi: Halaman: KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Ditetapkan. Retina. Dokumen : No. Antar unit kerja (Rawat Jalan. Hasil keputusan rapat disampaikan kepada Kepala Rumah sakit 4. Keputusan rapat dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Rotasi pegawai yang bersangkutan Unit Terkait 1. NIP. Pemerataan tenaga 3. Rini Bikarindrasari. Kepala Urusan Keperawatan serta Kepala Layanan Medis untuk membicarakan usulan rotasi 5. Sumatera Selatan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR drg. Kepala Rumah Sakit mengadakan pertemuan dengan Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis. Rawat Inap. OK dan IGD) 2. M. Mengurangi kejenuhan perawat 6. Memenuhi kebutuhan tenaga di suatu ruang atau instalasi 5. poli umum dan EED) . Memberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan 8. Perawat Pelaksana : Minimal 1 tahun sekali 3. Insidential : Sewaktu-waktu jika dibutuhkan 4.196603071998022001 Pengertian : Mutasi adalah berpindahnya seseorang dari satu tempat ke tempat yang lain diluar kelompoknya rotasi adalah berpindahnya seseorang dari tempat yang lain tapi masih dalam satu lingkungan / unit Tujuan : 1. Tidak perlu di rotasi untuk tenaga ahli dan terampil Cara Pelaksanaan 1. Kepala Ruangan sebagai Penanggung Jawab Ruangan memberikan laporan tentang penilaian terhadap kinerja staf pelaksana kepada Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis 2. Promosi jabatan 2. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi. Pengkayaan tugas 4. Tanggal Terbit : PLT. Kepala Ruangan : Sesuai dengan kebijakan Rumah Sakit 2. Ruangan mengadakan rapat untuk menentukan perawat yang akan di rotasi 3. Meningkatkan pelayanan dan motivasi perawat Kebijakan : Rotasi dan mutasi dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu dan profesionalitas tenaga keperawatan berdasarkan jenjang karir Prosedur : Waktu Pelaksanaan 1. Antar Divisi Rawat Jalan(subdivisi glaucoma. Memelihara hubungan yang baik antar ruang 7. PROGRAM ROTASI DAN MUTASI TENAGA PERAWAT GIGI RUMAH SAKIT No.Kes.

196603071998022001 Pengertian : Mengukur tekanan darah melalui permukaan dinding arteri Tujuan : Mengetahui tekanan darah pasien Kebijakan : Pengukuran dilakukan berdasarkan order dokter Prosedur : Persiapan Alat: Tensimeter Stetoskop Buku catatan Persiapan Pasien: Pasien diberi penjelasan hal-hal yang akan dilakukan Posisi diatur duduk di kursi atau di meja pemeriksaan Pelaksanaan: 1. Manset tensimeter dipasang apada lengan atas. Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan pertama disebut systole (mi8. PENGUKURAN TEKANAN DARAH No. Denyut arteri brachialis diraba. Rawat Inap. Dengarkan terus sampai denyutan yang terakhir disebut tekanan diastole (misalnya 80 mm hg 10. Pencatatan dilakukan sebagai berikut. Kamar Operasi dan IGD . Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Lengan baju dibuka atau digulung 2. pipa karet berada di sisi luar lengan 3. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. selanjutnya balon dipompa sampai denyut arteri tidak terdengar dan air raksa di dalam pipa gelas naik 7.salnya 120 mmHg) 9. Pompa tensimeter dipasang 5. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi.Kes. sehingga air raksa turun perlahan-lahan. systole diatas dan diastole dibawah misalnya 120/90 dengan satuan mmHg Unit Terkait : Rawat Jalan. lalu stetoskop ditempatkan di derah tersebut 6. Manset dipasang tidak terlalu kuat atau terlalu longgar 4. PLT. M. pengunci air raksa dibuka. NIP. Sekrup balon karet ditutup. Sambil memperhatikan turunnya air raksa dengarkan bunyi denyutan pertama 8. Dokumen: No. Sekrup balon dibuka perlahan-lahan. Rini Bikarindrasari.

 Perhatikan kaca pengukur harus tetap dalam keadaan bersih dan mudah di baca. mendesinfektan.  Kain manset dicuci bila kotor atau satu kali seminggu. menyeterilkan dan menyimpannya. PEMELIHARAAN ALAT KESEHATAN No. NIP. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. 20 menit untuk yang tidak dibungkus.  Menggulung kain beserta manset dan disusun / dimasukkan ke dalam bak tensimeter. Tujuan : Sebagai acuan untuk pemeliharaan alat medis dan keperawatan Kebijakan : Menjaga alkes tetap berfungsi dengan baik A Pemeliharaan Peralatan dari Logam Prosedur : 1. gelas pengukur  Bak/ember tempat merendam  Air mengalir 2).  Mengangkat alat dari sterilisator dan menyimpan dalam tempatnya B Pemeliharaan Tensi Meter  Mengunci air raksa setelah pemakaian alat. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Peralatan :  Alat kotor  Larutan desinfektan.Kes. PLT. Rini Bikarindrasari.  Menutup tensimeter dan menyimpan pada tempatnya. Prosedur :  Memakai sarung tangan  Membersihkan alat dari kotoran yang melekat dibawah air kran mengalir  Dikeringkan (setelah kering dimasukan kesteroilisator) 3). Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Peralatan : Alat-alat logam Sterilisator Panas kering Kain pembungkus bila perlu b.196603071998022001 Pengertian : Melaksanakan pemeliharaan alat-alat keperawatan dan alat–alat kedokteran dengan cara membersihkan. M. Prosedur :  Memakai panas kering (sterilisator)  Menyusun alat-alat ke dalam bak instrumen dalam keadaan bersih/kering  Membungkus bak instrumen berisi alat dengan kain  Memasukkan alat ke dalam autoclave (sentral) selama 30 menit untuk yang dibungkus. . Membersihkan dan desinfektan : 1). Dokumen: No. Menyeterilkan dan Penyimpanan Alat Logam a.

Rini Bikarindrasari.196603071998022001 Pengertian : Suatu tata cara mengajukan cuti bagi tenaga perawat gigi Tujuan : Tercipta kesinambungan pelayanan keperawatan yang bermutu. PLT. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. M. surat permohonan diberikan kepada Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan. Kebijakan : Permohonan cuti paling lambat diajukan 7 hari sebelum jadwal dinas dibuat. Prosedur : 1. Tenaga Perawatan mengajukan cuti kepada Kepala Rumah Sakit dengan mengisi formulir permohonan cuti. Dokumen: No. NIP. Kepala ruangan rawat inap membuat jadwal dengan tercantum jadwal cuti karyawan yang bersangkutan. 2.Kes. 3. Bila disetujui. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Unit Terkait : Semua unit rawat jalan .Unit Terkait: Semua Unit rawat jalan PERMINTAAN CUTI TENAGA PERAWAT GIGI No. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg.

. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Perawat shift berikutnya langsunag melihat sendiri & memeriksa pasien. Setiap pergantian shift dilakukan transfer informasi antar perawat: a. Tanggal Terbit: PLT. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. Perawat shift sebelumnya bertanggung jawab penuh atas keberhasilan/kegagalan/kekuranglengkapan informasi yang ditransfer kepada perawat shift berikutnya.Kes. Rini Bikarindrasari. Perawat shift sebelumnya tidak diperkenankan pulang sebelum melaksanakan seluruh proses transfer informasi kepada perawat shift berikutnya. Prosedur : 1. NIP. d.Hal-hal yang ditransferkan adalah segala hal mengenai rencana pengobatan pasien. 1 hari 24 jam waktu dinas dibagi dalam 3 shift: shift pagi : waktu dinas jam 07:00 – 14:00 ( 7 jam ) shift siang : waktu dinas jam 14:00 – 21:00 ( 7 jam ) shift malam : waktu dinas jam 21:00 – 07:00 ( 10 jam ) 2. M. TATA CARA PERGANTIAN JAM DINAS No. Pelaksanaan proses transfer informasi tidak diperkenankan dilakukan sebelum semua perawat shift berikutnya hadir lengkap. Adapun proses transfer informasi tersebut terdiri dari 2 cara yang wajib dilakukan : secara lisan dan tulisan. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Ditetapkan. . . Dokumen: No. c.Transfer informasi secara lisan dilakukan langsung di depan pasien.Tunjukkan kepada pasien siapa yang akan selanjutnya menjaga sang pasien. b. masalah-masalah di luar pasien yang harus menjadi perhatian/tugas perawat shift berikutnya. Ingatkan kepada pasien untuk tidak sungkan menghubungi perawat jaga bila membutuhkan bantuan .196603071998022001 Pengertian : Tata cara pergantian waktu dinas di RSKGM Tujuan : Tercapai kesinambungan pelayanan keperawatan selama 24 jam di RSKGM Kebijakan : Pelayanan keperawatan di RSKMM 24 jam.

efektif. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Berdasarkan jumlah ketenagaan kebutuhan ruangan dan pertimbangan lain 3.196603071998022001 Pengertian : Tata cara pembuatan jadwal dinas tenaga perawat gigi di rawat jalan Tujuan : Tercapai jadwal dinas yang teratur. Unit Terkait : Rawat Jalan. Kebijakan : Jadwal Dinas dibuat oleh Kepala Ruang dan di tanda tangani oleh Kepala Urusan Keperawatan Prosedur : 1. M.Kes. dan merata sehingga Pelayanan Keperawatan terjaga kualitasnya 24 jam setiap hari kerja. dibuatlah jadwal dinas.Unit Terkait Semua unit keperawatan TATA CARA PEMBUATAN JADWAL DINAS TENAGA PERAWAT GIGI No. Kepala ruanan menampung semua masukkan tentang jadwal dinas. Jadwal dinas kemudian ditutupkan dan d tandatangani oleh Kasi Keperawatan. 4. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Dokumen: No. Rawat Inap dan Kamar Operasi . 2. Rini Bikarindrasari. PLT. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. NIP.

Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Perawat jaga menghubungi Kepala Ruang Keperawatan untuk meminta perawat pengganti. Perawat yang tidak dapat hadir memberitahukan kepada perawat jaga tentang ketidakhadirannya dengan alasan yang jelas. M. TATA CARA PENGGANTIAN PERAWAT TIDAK HADIR No. Perawat yang tidak dapat hadir harus melaporkan diri kepada Kepala Ursuan Keperawatan dan Kerbijakan Kepala Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumatera Selatan tentang penggunaan dan pemeliharaan alat kesehatan saat ia kembali bertugas. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Ditetapkan. Prosedur : 1. Pergantian jaga ini diberitahukan kepada Kasi Keperawatan. Tujuan : Tetap terlaksana kesinambungan pelayanan keperawatan yang bermutu . Dokumen: No. 3. Kepala ruang perawatan akan menunjuk perawat yang paling mungkin bertukar jaga dengan perawat yang tak bisa hadir tersebut. 5.Kes. Perawat jaga menghubungi perawat pengganti. NIP. 6. Tanggal Terbit: PLT. Kebijakan : Penanggung jawab pengaturan jadwal dinas adalah Kepala Ruangan. 2. 4. Rini Bikarindrasari. Rawat Inap. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi.196603071998022001 Pengertian : Tata cara pengelolaan waktu dinas apabila perawat jaga tidak dapat hadir. Unit Terkait : Rawat Jalan. Kamar Operasi .

Unit Terkait : Rawat jalan. Rawat Inap dan Kamar Operasi . a. Tujuan : Tetap terjaga kesinambungan pelayanan keperawatan yang bermutu. Pelimpahan wewenang tersebut tertuang dalam surat pelimpahan tugas yang ditanda tangani oleh Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Perawat yang ditunjuk ini bertanggung jawab penuh atas seluruh tugas Kepala Ruangan .196603071998022001 Pengertian : Tata cara pelimpahan wewenang Kepala Ruangan Keperawatan di saat Kepala Ruangan Keperawatan tidak bertugas. Rini Bikarindrasari. M. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. Kebijakan : Tetap terjaminya fungsi pengawasan dan pelaksaan pelayanan Keperawatan Prosedur : Pada saat Kepala Ruang Keperawatan tidak bertugas maka ditunjuk seorang perawat senior atau perawat yang memenuhi kualifikasi untuk menggantikan tugasnya. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Ditetapkan.Kes. Tanggal Terbit: PLT. NIP. Dokumen: No. TATA CARA PELIMPAHAN WEWENANG KEPALA RUANGAN No. b.

Pengenalan falsafah & tujuan RSKGM dan Tim Keperawatan. . Pengenalan hak & kewajiban Tenaga Keperawatan.196603071998022001 Pengertian : Tata cara melakukan program orientasi bagi karyawan baru di Tim Keperawatan Tujuan : Terjadi transfer informasi yang efektif. Dokumen: No. M.Kes. efisien dan menyeluruh bagi karyawan baru di Tim Keperawatan RSKGM Kebijakan : Pengenalan struktur organisasi RSKGM & Tim Keperawatan. Revisi: Halaman: 1 RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Ditetapkan. ORIENTASI KARYAWAN BARU DI KEPERAWATAN No. Pengenalan standard asuhan keperawatan RSKGM. Tanggal Terbit: PLT. Rini Bikarindrasari. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. NIP. Pelatihan Tindakan Keperawatan.

Rini Bikarindrasari. Unit Terkait: Kepala Rumah Sakit Tata Usaha Seluruh Unit Keperawatan . M. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. ORIENTASI KARYAWAN BARU DI KEPERAWATAN No. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Setelah perawat baru diterima. 2. dan Tim Kredential melakukan penilaian keterampilan dan penilaian karyawan baru tersebut dan dilaporkan kepada Kepala Rumah Sakit. Dokumen: No. Tim Kredensial Keperawatan dan perawat mahir memberikan materi mengenai struktur organisasi RSKMM. 4. rawat jalan (Poli umum. Kepala Urusan Keperawatan. hak & kewajiban Tenaga Keperawatan. Struktur Keperawatan. Glaucoma) dan kamar operasi. Kepala Seksi Keperawatan. Retina. maka Kasi Keperawatan melalui Kepala Prosedur: Urusan Keperawatan dibantu oleh Pembimbing Klinik Keperawatan. PLT. NIP. Lensa.Kes. Standar Asuhan Keperawatan. sistem penilaian kinerja karyawan. Untuk selanjutnya diterbitkan surat keputusan penempatan area kerja Perawat baru. Orientasi ke ruangan-ruangan selama 1 minggu di masing-masing area : Rawat Inap. Falsafah & Tujuan RS. 3. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Penjelasan kebijakan & prosedur yang berlaku di RSKMM di bidang keperawatan. EED.196603071998022001 Pengertian : Tata cara melakukan program orientasi bagi karyawan baru di Tim Keperawatan 1. Kepala Ruangan.

. NIP. Supervisor membuat laporan dinas dan di laporkan kepada Kepala Urusan Keperawatan selanjutnya diteruskan ke Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan. 4. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg.Kes. Kapala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan menunjuk atau Prosedur : menetapkan Supervisor dengan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan 2. Jadwal dinas di tanda tangani oleh Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Unit Terkait : Seluruh Unit Keperawatan.196603071998022001 Pengertian : Tata cara penunjukkan perawat pengganti kepala seksi keperawatan pada saat kepala seksi keperawatan tidak bertugas Tujuan : 1. Melalui Kepala Urusan Keperawatan Jadwal Dinas dibuat 3. Dokumen: No. 2. PLT. M. Kebijakan : Tetap terjaminya fungsi pengawasan dan pelaksaan pelayanan Keperawatan 2. Perawat Pengganti dapat dipilih dari perawat yang memiliki kualifikasi setara dengan kepala ruangan 1. Perawat Pengganti dapat di tunjuk dari Kepala Ruangan 3. PENUNJUKAN SUPERVISOR/ PERAWAT PENGGANTI No. Tetap terjaga kesinambungan pelayanan keperawatan yang bermutu. Rini Bikarindrasari. Melatih untuk melihat permasalahan yang lebih luas bagi kepala ruangan atau perawat pengganti. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi.

Kes. PLT. Rini Bikarindrasari. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg.196603071998022001 Pengertian : Melakukan pengumpulan data/instrumen evaluasi mutu asuhan keperawatan Tujuan : Untuk memantau kendali mutu di Keperawatan Kebijakan : Menjamin mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit 1. NIP. Sensus harian di isi dan dikumpulkan oleh kepala ruang Prosedur : 2. M. Setiap bulan hasil rekap diserahkan ke Kepala urusan Keperawatan 3. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. PENGUMPULAN DATA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN No. Dokumen: No. Kepala ursuan Keperawatan mengolah data dan menganalisa data yang ada. 4. Rawat Jalan dan Kamar operasi . Hasil pengolahan diserahkan kepeda Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan dipersentasikan dan dibuat rencana tindak lanjut Unit Terkait : Ruang Inap.

Penelaahan setiap pengaduan pelanggaran etik ditangani berdasarkan azas praduga tak bersalah. jika memang diperlukan. Sanksi yang diberikan tergantung berat ringannya kesalahan berupa: a. b) Bila masalah tidak dapat ditangani oleh kepala ruangan maka ditangani oleh Kepala Seksi Keperawatan. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Tanggal Terbit: Ditetapkan. Pemecatan 6. Akibat yang ditimbulkan terhadap kehormatan profesi. Penangguhan pengusulan kenaikan pangkat golongan e. NIP. c.Kes. 4. 5. Akibat yang ditimbulkan terhadap keselamatan pasien. Prosedur penanganan masalah: a) Apabila terjadi pelanggaran etika oleh perawat pelaksana. Rini Bikarindrasari. Peringatan lisan b. 3. PENANGANAN PELANGGARAN KODE ETIK KEPERAWATAN No. Itikad baik teradu dalam turut menyelesaikan kasus. Alih tugas d. 2. Akibat yang ditimbulkan terhadap kepentingan umum. Mempelajari keabsahan surat pengaduan b. Penetapan kategori kesalahan didasarkan atas kriteria sbb : a. Dokumen: No. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Tujuan : Sebagai acuan dalam melaksanakan penanganan pelanggaran etika keperawatan di RSKGM Kebijakan : Sesuai dengan PP 58 tahun 2009 tentang disiplin kepegawaian 1. M. f. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi. . Penanganan pengaduan pelanggaran etik dianggap sah jika dilengkapi Prosedur : dengan bukti-bukti pendukung yang layak.196603071998022001 Pengertian : Pelanggaran etika adalah suatu pelanggaran etika tingkah laku individu di luar norma-norma etika keperawatan yang menyangkut profesi keperawatan. Mengundang saksi ahli sesuai masalah yang diadukan. Mempelajari masalah yang diajukan c. Bila masalah tersebut tidak bisa ditangani oleh Kepala Seksi Keperawatan maka akan ditangani oleh Kepala Rumah sakit. ditangani oleh kepala ruangan yang bersangkutan. sedangkan dianggap tidak sah jika tanpa bukti-bukti pendukung yang lengkap dan layak. Urutan kegiatan penelaahan kasus dilakukan sebagai berikut : a. Akibat yang ditimbulkan terhadap citra Rumah Sakit. Peringatan tulisan c. PLT. b. d. Situasi lingkungan yang mempengaruhi timbulnya kasus. e.

Rini Bikarindrasari. Kepala Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut STANDAR Provinsi.Unit Terkait Seluruh Unit Keperawatan RAPAT TIM RAWAT JALAN No. Ketua tim Keperawatan menetapkan tanggal. Revisi: Halaman: RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Ditetapkan. Unit Terkait : Semua unit terkait . Bila rapat di gabung dengan rapat dinas Rumah Sakit Mata Masyarakat Prov. komunikatif dan kooperatif Kebijakan : Diadakan pertemuan rutin seluruh tim keperawatan satu bulan sekali Pertemuan dapat dilakukan sendiri terbatas lingkungan tim keperawatan atau bergabung dengan rapat dinas Rumah sakit. M. Sumsel Tujuan : Terciptanya organisasi keperawatan yang solid. maka disediakan waktu bagi tim keperawatan untuk berdiskusi. 1. Tanggal Terbit: PLT.196603071998022001 Pengertian : Tata cara pelaksnaan rapat tim rawat jalan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Prov. Dokumen: No. NIP.Kes. Di buat notulen dalam setiap pertemuan 4. waktu dan tema pertemuan Prosedur : 2. Sumatera Selatan OPERASIONAL PROSEDUR drg. Ketua tim membuat undangan kepada seluruh staf keperawatn serta kepala Rumah Sakit 3. Sumsel.