BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah akibat
kerusakan (robekan) pembuluh darah. Kehilangan darah bisa disebabkan
perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan internal lebih sulit diidentifikasi.
Jika pembuluh darah terluka maka akan segera terjadi kontriksi dinding
pembuluh darah sehingga hilangnya darah dapat berkurang. Platelet mulai
menempel pada tepi yang kasar sampai terbentuk sumbatan. Dalam kehidupan
tentunya kita banyak melakukan aktivitas yang sering menimbulkan
perdarahan baik perdarahan luar ataupun perdarahan dalam.Perdarahan dapat
dialami oleh semua orang baik itu disengaja dan tidak disengaja, perdarahan
dapat terjadi karena seseorang terjatuh kecelakaan,tindakan operasi, dan
sampai kejadian yang tidak diinginkan seperti kejadian perampokan yang
sering membawa senjata tajam. Masyarakat perlu memahami cara pertolongan
pertama pada perdarahan sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.
Dengan adanya pertolongan pertama akan sangat membantu dan mengurangi
resiko terjadinya kejadian yang tidak diinginkan pada korban. Tahap awal
sederhana yang dapat dilakukan dalam menangani perdarahan yaitu dengan
pembersihan luka terlebih dahulu, tekan pada sumber perdarahan dengan
menggunakan kain bersih agar mengurangi perdarahan yang terjadi. Jika
masyarakat awam tidak mengetahui pertolongan pertama pada perdarahan
maka yang terjadi adalah korban akan kehilangan banyak darah. Maka dari itu
belajar mengenai perdarahan sangat penting dan dalam makalah ini kelompok
akan membahas lebih lanjut mengenai perdarahan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan perdarahan?
2. Bagaimanakah cara mengidentifikasi sumber perdarahan?
3. Bagaimanakah cara mengidentifikasi kebutuhan penghentian perdarahan?
4. Apa saja tehnik/cara prosedur tindakan dalam menghentikan perdarahan?
5. Apa saja bentuk evaluasi dari perdarahan?
6. Apa saja jenis resusitasi cairan?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari perdarahan.
2. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi sumber perdarahan.

1

2 . Untuk mengetahui tehnik/cara prosedur tindakan dalam menghentikan perdarahan. Platelet mulai menempel pada tepi yang kasar sampai terbentuk sumbatan. Tidak hanya itu kami juga mempergunakan media elektronik yaitu internet. Kehilangan darah bisa disebabkan perdarahan internal dan eksternal. METODA Kami mengumpulkan data dengan cara menggunakan metode studi pustaka. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan mencari dari sumber referensi dan buku yang berhubungan dengan Konsep Dasar Perawatan Ibu hamil. Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah disebabkan oleh banyak factor. 5. Perdarahan internal lebih sulit diidentifikasi. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN PERDARAHAN Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah akibat kerusakan (robekan) pembuluh darah. 3. Untuk mengetahui jenis resusitasi cairan. 4. Untuk mengetahui bentuk evaluasi dari perdarahan. D. 6. Perdarahan di pembuluh darah besar seperti di leher. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi kebutuhan penghentian perdarahan. Jika pembuluh darah terluka maka akan segera terjadi kontriksi dinding pembuluh darah sehingga hilangnya darah dapat berkurang.

keluar darahnya dengan menyembur (proyektil). Perdarahan tidak hebat b. Vena : sumber perdarahan dari vena tampak warna merah gelap. Arteri : sumber perdarahan dari arteri tampak warna merah terang. Biasanya perdarahan sukar untuk dihentikan 2. Warna darah merah tua b. Keluar perlahan – lahan berupa rembesan c. kapiler) mengalami kerusakan anatomi (putus. Bila perdarahan memancar dari luka 2. sedangkan pada perdarahan pada aorta atau vena cava dapat menyebabkan kematian dlm waktu 30 detik Pada perdarahan pada beberapa pembuluh darah (arteri. vena. Tanda – tandanya : a. dan keluar dari sumber perdarahan merembes. Perdarahan mudah untuk dihentikan dengan cara menekan dan meninggikan anggota badan yang luka lebih tinggi dari jantung.3 menit. Warna darah merah muda b. yaitu: 1. Biasanya perdarahan berhenti sendiri walaupun tidak diobati d. dimana perdarahan yang dapat digolongkan perdarahan hebat. adapun perbedaan perdarahan tersebut dapat dilihat dari ke tiga sumber perdarahan. Tanda – tandanya : a. perdarahan dapat terjadi pada pembuluh darah sebelah luar atau sebelah dalam dari jaringan bahwa perdarahan dapat tampak dari luar dan juga terlihat didalam jaringan Perdarahan serius selalu membahayakan apabila terlalu banyak darah keluar dari vaskuler maka yang terjadi adalah suplai oksigen ke seluruh tubuh berkurang B. Pancaran darah tidak begitu hebat dibanding perdarahan arteri c. Tanda – tandanya : a. Bila diperkirakan > 250 mL darah yg sudah keluar. Kapiler : sumber perdarahan dari kapiler tampak warna merah sedang. Mudah untuk menghentikan dengan perawatan luka biasa Harus diwaspadai bila terjadi perdarahan hebat. MENGIDENTIFIKASI SUMBER PERDARAHAN Sumber-sumber perdarahan berbeda dan hal ini dapat diobservasi atau dilihat dari karakteristik keluarnya darah (Perdarahan). yaitu: 1. Keluar secara memancar sesuai irama jantung c. Bila perdarahan berlanjut > 5 menit 3 . 3. tangan dan paha akan dapat menyebabkan kematian dlm waktu 1. keluar dari sumber perdarahan menetes. 3. pecah).

Amati tanda-tanda terjadinya syok Perhatikan tanda-tanda syok pada pasien yang mengalmi perdarahan (haru diwaspadai) : 1. Korban merasa sangat haus 7. Tekan selama ± 15 menit. Denyut nadi cepat dan lemah 4. Cuci tangan 2. 3. Jika darah terlihat mulai menembus pembalut. jika tidak ada pembalut gunakan tangan penolong. Angkat dan tinggikan bagian luka hingga berada lebih tinggi dari jantung korban Þ memperlambat mengalirnya darah ke bagian luka (tindakan elevasi) 5. Tekanlah luka dengan pembalut bersih dan cukup lebar melebihi tepi luka. adalah: 1. tipis dan tidak berbulu 9. tekan kuat dan hati-hati serta terus menerus 4. balut dengan perban ikat diatas bantalan pembalut itu 8. Kulit pucat/sianosis pada bibir dan kuku 2. beri lagi diatasnya. Jika lukanya besar. Bila ada es kompres dengan es 6. Bila ada luka ringan perdarahan berhenti sendiri 5. 4. Kulit terasa dingin dan basah berkeringat 3. C. Bila terjadi kondisi perdarahan hebat tugas penolong adalah meredakan aliran agar darah dapat membeku secepatnya pada luka. untuk mengurangi derasnya keluarnya darah 7. Dan perlu diperhatikan sebelum menutup luka adalah jangan mencoba membersihkan luka yg hebat dengan air atau antiseptic. Baringkan korban. Jika tak ada pembalut. Tinggikan daerah luka. Korban menjadi resah dan mengantuk 6. MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGHENTIAN PERDARAHAN Yang perlu dilakukan pada kondisi perdarahan hebat. gunakan sepotong kain bersih. lalu balutlah 10. Nafas pendek tapi cepat 5. tekan langsung dengan telapak tangan menggunakan pembalut/perban atau bantalan yg bersih. Dapat hilang kesadaran hingga meninggal 4 . Bila ada luka hebat Þ darah mengalir deras hingga tak sempat membeku.

Tujuan membalut 1) Mempertahankan keadaan asepsis 2) Sebagai penekan untuk menghentikan perdarahan 3) Penunjang bidai 4) Menaikan suhu bagian yang dibalut b. Tipe pembalut 1) KASA HIDROPIL : contoh adalah kasa Steril yang sudah dikemas sedemikian rupi sehingga siap pakai 2) Pembalut TRAUMA: Penyerapan lebih luas (Maksimum). Teraba dingin dan apakah terasa kebal dan kesemutan 5) Gunakan simpul yang rata sehingga tidak menekan kulit Disamping tujuan dan prinsip-prinsip membalut harus dipahami dari tipe pembalut hal ini agar memudahkan kita memgunakan dan sesuai dengan kondisi perdarahan korban/pasien. adapun tipe pembalut sebagai berikut: c. aluminium foil. tahan lembab 6) Kapas petrolium jelly: adalah pembalut yang terbuat dari kapas petroleum jelly dan ini sangat berguna untuk mencegah penempelan pada luka 5 . 1. TEHNIK/CARA PROSEDUR TINDAKAN MENGHENTIKAN PERDARAHAN Sebelum melakukan pembalutan ada beberapa hal berkaitan dengan tehnik pembalutan. digunakan pada luka besar 3) Pembalut BIASA: Dari kain katun. kedap udara. Prinsip-prinsip membalut 1) Harus rapi 2) Harus menutup luka 3) Dipasang tidak terlalu longgar ataupun erat 4) Bagian distal yg dibalut hendaknya tetap terbuka untuk mengawasi adanya perubahan: Pucat atau sianosis. harus dipahami dahulu jenis perdarahan yang timbul serta bagaimana perdarahan tersebut dapat dihentikan. dan biasanya balutan berbentuk segitiga 4) Pembalut Elastis: terbuat dari bahan elastic dan mudah untuk digunakan 5) Pembalut Oklusif : adalah pembalut terbuat dari bahan plastik. Teknik Pembalutan a.D. Nyeri.

yaitu: 1) Menekan dengan jari tangan 2) Penekanan dengan kain bersih/sapu tangan pada luka 3) Balut tekan 4) Torniket 2. d. Menekan dengan jari tangan Lakukan penekanan pada pembuluh darah bila Pembuluh darah yg dekat pada permukaan kulit ditekan dengan jari. Tujuan penekanan adalah untuk menghentikan aliran darah yg menuju ke pembuluh nadi yg cedera. Cara-cara Membalut Terdapat beberapa cara menghentikan perdarahan.Adapun tempat-tempat penekanan itu adalah sebagai berikut: 6 . Adapun daerah-daerah pembuluh darah yang ditekan sesuai daerah yang terjadi perdarahan dimana tempat yg ditekan ialah hulu (pangkal) pembuluh nadi yg terluka.

Untuk perdarahan di pundak & sepanjang lengan h. Tekanan ditempat pedarahan a. Untuk perdarahan di bawah siku g. Letakan bagian yg bersih tersebut langsung diatas luka dan tekanlah atau lakukan pembalutan c. Untuk perdarahan di lengan f. Sapu tangan yg bersih lipat bagian dalamnya /pembalut wanita yg bersih dan blm dipakai b. Penekanan dengan sapu tangan a. Kasa boleh dilepas bila sudah basah oleh darah e. Tutup kasa dengan balutan yang menekan dan bawa penderita ke pusyankes f. Selama perjalanan daerah yg mengalami perdarahan diangkat lebih tinggi dari letak jantung 7 . Tekan tempat perdarahan dg setumpuk kasa/kain bersih c. Penekanan dilakukan hingga perdarahan berhenti atau sampai pertolongan yang lebih mantap diberikan d. Untuk perdarahan di daerah bawah lutut e. a. Cara terbaik untuk perdarahan nadi b. Untuk perdarahan di muka dan kepala c. Untuk perdarahan di daerah muka b. Perdarahan dapat berhenti dan pencemaran oleh kuman dapat dihindarkan 4. Untuk perdarahan di kaki d. Untuk perdarahan di kulit kepala dan kepala bagian atas Selengkapnya lihat pada gambar 1 Gambar 1 3.

Anjurkan korban untuk tenang 5. g. Panjang turniquet harus cukup untuk dua kali lipatan d. dan daerah luka ditekan dgn kasa/kain bersih Lihat gambar 3: 8 . Awasi tanda-tanda perdarahan yg terus berlangsung i. ikat ujung satunya 5) Tanda bahwa turniquet sudah kencang adalah menghilangnya denyut nadi pada bagian distal. warna kulit pucat kekuningan 6) Segera bawa korban Pusyankes 7) Turniquet hrs jelas terlihat dan tdk boleh ditutupi 8) Setiap 10 menit. Tekanan dengan Tourniquat a. turniquet hrs dikendorkan selama 30 dtk. Bahan yang dapat digunakan sehelai pita kain yg lebar. Tempat pemasangan turniquet yang baik adalah lima jari di atas cedera Cara Memasang Tourniquat 1) Buat ikatan dianggota badan yg cedera 2) Selipkan sebtang kayu di bawah ikatan itu 3) Kencangkan kedudukan kayu itu dengan memutarnya 4) Agar kayu tetap erat kedudukannya. kain segitiga yg dilipat-lipat atau sepotong karet ban sepeda c. Turniquet adalah balutan yang menjepit sehingga aliran darah di bawahnya terhenti sama sekali b. Awasi tanda-tanda shock h.

Plasma 2. Plasma nate 3. NaCl. Perdarahan berhenti 2. Tidak terjadi syok 3. 9 . Pasien tidak panik F. RESUSITASI CAIRAN Pengganti yang terbaik adalah darah dari golongan yang sama. kecuali trombosit) 4. Kalau tidak ada maka untuk sementara dapat dipakai cairan pengganti untuk mencegah terjadinya syok dan memanfaatkan golden time yang ada. Fresh frozen plasma (mengandung semua factor pembekuan. BENTUK EVALUASI DARI PERDARAHAN Komponen yang harus dievaluasi adalah: 1. Gambar 3 E. Ringer laktat 5. Beberapa jenis cairan pengganti yang dapat dipakai yaitu : 1. Tidak terjadi komplikasi yang lebih berat 4.

tekanan ditempat pedarahan. pembalut biasa. B SARAN Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca mengenai perdarahan dimulai dari pengertian perdarahan. Adapun teknik atau cara prosedur tindakan menghentikan perdarahan yaitu:menekan dengan jari tangan. fresh frozen plasma (mengandung semua factor pembekuan. mengidentifikasi sumber perdarahan. penekanan dengan sapu tangan. Kapiler : sumber perdarahan dari kapiler tampak warna merah sedang. pembalut elastic. plasma nate. tidak terjadi syok. Disamping tujuan dan prinsip-prinsip membalut harus dipahami dari tipe pembalut hal ini agar memudahkan kita memgunakan dan sesuai dengan kondisi perdarahan korban/pasien. Vena : sumber perdarahan dari vena tampak warna merah gelap. teknik atau cara prosedur tindakan menghentikan perdarahan. b. keluar darahnya dengan menyembur (proyektil). kecuali trombosit). keluar dari sumber perdarahan menetes. Dan diharapkan kritik 10 . tidak terjadi komplikasi yang lebih berat. dan keluar dari sumber perdarahan merembes. bentuk evaluasi dari perdarahan dan resusitasi cairan. c. yaitu: a. 4. Beberapa jenis cairan pengganti yang dapat dipakai yaitu :plasma. prinsip- prinsip. tipe-tipe dan cara membalut. 3. pembalut oklusif Kapas petrolium jelly. Sebelum melakukan pembalutan ada beberapa hal berkaitan dengan tehnik pembalutan. Arteri : sumber perdarahan dari arteri tampak warna merah terang. harus dipahami dahulu yaitu tujuan pembalutan. adapun tipe pembalut sebagai berikut: kasa hidropil. NaCl. Komponen yang harus dievaluasi adalah perdarahan berhenti. tekanan dengan tourniquet 6. pasien tidak panic 7. ringer laktat. pembalut trauma. 5. 2 Adapun perbedaan perdarahan tersebut dapat dilihat dari ke tiga sumber perdarahan. mengidentifikasi kebutuhan penghentian perdarahan. BAB III PENUTUP A SIMPULAN 1 Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah akibat kerusakan (robekan) pembuluh darah.

11 .dan saran bagi para pembaca agar penyusunan makalah berikutnya menjadi lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA 12 .