You are on page 1of 27

MUHAMAD ARRAFI IRSYAD

PEMINDAHANTEKNIK SIPIL
TANAH
UNIVERSITAS
S1 - C
RIAU
1207121277
MEKANIS
PRODUKTIVITAS EXCAVATOR
(BACKHOE)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan kami kesehatan, kekuatan, dan kesempatan sehingga
kami dapat menyelesaikan Tugas Pemindahan Tanah Mekanis ini
dengan baik.

Tugas ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi semua
mahasiswa Jurusan Teknik Sipil atau Program Studi lainnya yang
membutuhkan pengetahuan Pemindahan Tanah Mekanis sebagai salah
satu mata kuliah dalam kurikulum.

Terima kasih kami ucapkan kepada Dosen yang telah
meluangkan waktu untuk membimbing kami demi kesempurnaan
tugas ini.

Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
tugas ini. Apabila ada perkataan yang salah, mohon dimaafkan.

Pekanbaru, April 2015

.. Penyusun DAFTAR ISI Judul Hlm KATA PENGANTAR............................................................... BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. BAB IV PENUTUP........................1 Landasan Teori.........3 Jenis.......... 2... 2....4 Cara kerja Backhoe...........................2 Produktivitas Alat Berat........................................................................................................................ 2.................................................................................2 Bagian-Bagian dan Fungsi Excavator (Backhoe).........Jenis Bucket.......1 Kesimpulan...................................... 2........... 1.................................................................7 Menghitung Produktivitas Kerja Kasar (PKK)..................................................6 Waktu Siklus (Ws) Excavator............................. 2............. DAFTAR ISI............... 1.............................................................. 2............................................ ........................................................................................................... 4...............................................................................8 Menghitung Produksi Kerja Aktual (PKA)........................................................ 2..................................................................................... BAB III PERHITUNGAN................................................1 Produktivitas.................. BAB II PEMBAHASAN............................................. 2......................................................................5 Carry factor....................................................................

................................................................................................................................ ......................................................DAFTAR PUSTAKA.......... LAMPIRAN.................

BAB I PENDAHULUAN 1. Produktivitas didefinisikan sebagai rasio antara out put dengan input. siklus kerja dalam pemindahan material merupakan suatu kegiatan yang dilakukan berulang. Dalam proyek konstruksi. para pimpinan harus memahami kemampuan dan keterbatasan yang diakibatkan oleh kondisi lokasi proyek. dapat dipisahkan menjadi biaya tenaga kerja. Dan alat berat merupakan faktor penting didalam proyek terutama proyek-proyek konstruksi dengan skala yang besar. Untuk mendapatkan tingkat produktivitas yang diinginkan dan meminimalkan segala resiko yang mungkin terjadi serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Efektivitas organisasi merupakan modal utama untuk menggerakkan subsistem yang ada didalamnya. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif singkat. Waktu 1 . Menurut Rostiyanti (1999). Produktifitas alat tergantung pada kapasitas. Sukses dan tidaknya proyek konstruksi tergantung pada efektifitas pengelolaan sumber daya. Menurut Rostianty (1999). dalam sebuah sistem umumnya dibutuhkan "sesuatu" yang berfungsi menjalankannya. Faktor manusia menjadi penentu untuk mencapai tingkat produktivitas yang ditetapkan. uang. material. produktivitas adalah kemampuan alat dalam satuan waktu (m3/jam). dan efisiensi alat. waktu siklus alat. yaitu organisasi. atau rasio antara hasil produksi dengan total sumber daya yang digunakan. rasio produktivitas adalah nilai yang diukur selama proses konstruksi.1 Produktivitas Menurut Ervianto (2003). metoda dan alat. Menurut Ervianto (2003).

terutama disebabkan oleh : 1. 2. kondisi jalan. Waktu muat merupakan waktu yang dibutuhkan oleh suatu alat untuk memuat material ke dalam alat angkut sesuai dengan kapasitas alat angkut tersebut. kontraktor akan memilih alat berat yang akan digunakan di proyek tersebut.yang diperlukan dalam siklus kegiatan diatas disebut waktu siklus. waktu yang diperlukan di dalam siklus kegiatan disebut waktu siklus atau Cycle Time (CT). Kemudian waktu angkut atau Hauling Time (HT). 3. Kurang tepatnya perencanaan. karena melihat pekerjaan mulai berkurang dan belum tentu tersedia lapangan kerja berikutya. dan lain-lain. Waktu angkut tergantung dari jarak angkut. Menurut Soeharto (1995). waktu angkut merupakan waktu yang diperlukan oleh suatu alat untuk bergerak dari tempat permuatan ke tempat pembongkaran.2 Produktivitas Alat Berat Dalam melaksanakan proyek-proyek yang dikerjakan dengan alat berat. Sikap mental atau semangat yang mengendur. Waktu kembali lebih singkat daripada waktu berangkat karena kendaraan dalam keadaan tidak ada muatan. Pada saat suatu proyek akan dimulai. pada masa menjelang akhir konstruksi. misalnya masa kontrak kerja belum berakhir sedangkan pekerjaan sudah menipis. sehingga terjadi kelebihan tenaga kerja. tenaga alat. Waktu siklus sendiri terdiri dari beberapa unsur. sering dijumpai penyelia menahan pekerja yang berlebihan dengan menunggu sampai hasil kerjanya meyakinkan 1. produktivitas cenderung menurun. 2 . Pada saat kembali ke tempat permuatan maka waktu yang diperlukan utuk kembali disebut (Return Time). Terlambatnya demobilisasi.

Tujuan penggunaan alat–alat berat tersebut untuk memudahkan pekerja dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan mudah pada waktu yang relativ lebih singkat. Gambar 1.com 3 . lubang untuk fondasi bangunan. Keuntungan backhoe ini dapat menggali sambil mengatur dalamnya galian yang lebih baik. BAB II TEORI 2. backhoe ini lebih mengguntungkan untuk penggalian dengan jarak dekat dan memuatkan hasil galian dump truck. Karena kekauan konstruksinya. lubang galian pipa dan sebagainya. Galian di bawah permukan ini misalnya parit.1 Landasan Teori Excavator atau disebut juga backhoe adalah alat yang digunakan untuk menggali material dibawah permukaan tanah atau di bawah tempat kedudukan alatnya. Alat Excavator (Backhoe) Sumber : www. Backhoe disebut juga alat pengali hidrolis karena bekerja dengan adanya tekanan hidrolis pada mesin pada saat alat bekerja. Menurut Rostianti (1999).komatsu.

dan meratakan (grading). Bagian atas dari excavator dapat berputar (swing) sebesar 360 derajat. lubang. Dengan konstruksi yang sedemikian rupa. pondasi  Penghancuran gedung  Perataan permukaan tanah  Mengangkat dan memindahkan material  Mengeruk sungai Excavator merupakan alat serba guna yang dapat digunakan untuk menggali tanag (digging). mengikis tebing (scraping). 4 . Excavator sering digunakan untuk :  Menggali parit.Alat excavator ini sangat multi purpose sehingga banyak dipergunakan di lokasi pekerjaan dimanapun berada. membongkar aspal. mengangkat material (lifting). maka dapat digunakan untuk memecah batu (breaking). Dengan menggunakan kombinasi penggantian alat kerja (work equipment). dan lain-lain. maka alat ini dapat beroperasi sangat lincah untuk penggalian dan pemindahan tanah pada area yang sempit. memuat material ke dump truck (loading).

Boom : Tuas utama yang digunakan untuk menggerakkan Arm naik turun 6.alatberat. Bucket : digunakan untuk mengeruk tanah 2. Bagian-bagian Excavator Sumber : http://www. Bucket Cylinder : Menggerakkan Bucket 3.2 Bagian-Bagian dan Fungsi Excavator (Backhoe) Gambar 2. Arm : Mengayunkan bucket naik turun 4. Tracker : sebagai roda untuk Excavator 5 .com/ 1. Arm Cylinder : Menggerakkan Arm 5.2. Boom Cylinder : Menggerakkan Boom 7.

Kabin : Tempat mengendalikan Excavato 9.Jenis Bucket Karena perbedaan kebutuhan dalam pemakaian Excavator dalam suatu bidang industri. Standart Bucket : adalah jenis bucket yang sering digunakan karena flexible untuk beberapa kondisi pekerjaan. Track Frame : Mampu melawan beban kejut selama operasi berat ataupun ringan dari kondisi kerja unit.3 Jenis. sehingga Excavator dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jenis bucketnya. 8. 6 . Track Shoe : Menggerakan alat Ecavator 10. Ripper Bucket : Bucket jenis ini cocok untuk menggali lapisan bebatuan dan tanah liat yang keras. antara lain : 1. 2.Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam. 2.

Single shank ripper : digunakan untuk mempersiapkan lahan yang akan digali terutama untuk lahan bebatuan dan juga untuk mencabut akar batang pohon. Slope finishing bucket : digunakan untuk meratakan permukaan tanah karena memiliki bucket yang datar dan lebar. Ditch cleaning bucket : Berfungsi untuk membersihkan sungai atau mengeruk lumpur di dasar sungai. 4. dll.3.Bucket ini mempunyai beberapa lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air. kanal. 7 . sisi lereng. Trapezoid bucket : Digunakan untuk membangun kanal atau irigasi. 6.Biasa untuk meratakan jalan. 5. sisi sungai.

Jenis-jenis Bucket http://www . 7. Clamshell bucket : digunakan untuk memindahkan material Gambar 3. menghancurkan dan mengangkat pondasi beton. 8. Untuk mulai menggali dengan backhoe. Three shank ripper : alat yang efisien untuk untuk menggali batuan pada lereng. dan juga untuk mencabut akar batang pohon. bucket dijulurkan ke depan ke tempat galian. karena kemampuan angkat alat ini tidak banyak berpengaruh terhadap kemampuan standart alatnya.com 2. terutama mengenai jarak jangkauan.4 Cara kerja Backhoe Sebelum mulai bekerja dengan backhoe sebaiknya kita pelajari lebih dahulu kemampuan alat seperti yang diberikan oleh pabrik pembuatnya.Pxmachinery.en.alibaba. bila bucket sudah pada posisi yang diinginkan lalu bucket 8 . tinggi maksimal pemnuangan dan dalamnya galian yang mampu dicapai.

dan pembuangan material hasil galian dapat dilakukan ke dump truck atau tempat yang lain. Setelah bucket terisi penuh lalu diangkat dari tempat penggalian dan dilakukan swing. Jangkauan backhoe https://maskub. kemudian lengan bucket diputar ke arah alatnya sehingga lintasannya seperti terlihat pada gambar 4. kemudian backhoe berjalan mundur.2 Tabel 2. Pada panggalian parit. Gambar 4.1 dan 2.diayunkan ke bawah seperti dicangkulkan.1 Jangkauan dn kapasitas bucket backhoe caterpillar 9 . letak track excavator harus sedemikian rupa sehingga arahnya sejajar dengan arah memanjang parit.wordpress.com Kemampuan jangkauan backhoe contoh untuk alat buatan Caterpillar dan Komatsu seperti table 2.

2 jangkauan dan kapasitas bucket backhoe komatsu 1 0 .Tabel 2.

carry factor ini hanya dibagi dalam lima jenis material.75 Batu hasil peledakan tidak sempurna 0.85 Batu hasil ledakan sempurna 0. seperti terlihat pada table 2.3 Carry Factor Hydraulic Excavator (Backhoe) JENIS MATERIAL FAKTOR Tanah liat basah atau tanah liat pasir 1. Untuk excavator. Sumber : Caterpillar Performance Handbook Produktivitas Backhoe Dimana : V = kapasitas bucket(heaped) Fa = faktor efisiensi kerja Fb = faktor bucket Fv= faktor konversi TS= waktu siklus standar 2. 00 Tanah liat keras 0.60 Sumber : Caterpillar Performance Handbook 1 1 .00 – 1.5 Carry factor Ditentukan berdasarkan jenis material yang diolah.60 – 0.1 Tabel 2.10 Pasir dan kerikil 0.90 – 1.40 – 0.75 – 0.

Tabel 2. Siklus kerja Excavator (hydraulic) terdiri dari empat gerakan yakni :  Membuat bucket  Mengayunkan bermuatan  Membuang muatan  Mengayun kosong Waktu siklus Excavator terdiri dari : waktu gali.4 Waktu gali (detik) Kondisi gali/ Ringan Sedang Agak sulit Sulit kedalaman gali 0 –2 m 6 9 15 26 2m –4m 7 11 17 28 4m –lebih 8 13 19 30 Sumber : Leo Sentosa (2013) Tabel 2. Bila kapasitas bucket dan carry factor material sudah diketahui maka kapasitas actual dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Kapasitas Aktual Bucket=Kapasitas Bucket ×Carry Factor 2.6 Waktu Siklus (Ws) Excavator. waktu putar 2 x dan waktu buang Waktu menggali biasanya tergantung pada kedalaman gali dan kondisi galian.5 Waktu putar tergantung dari sudut dan kecepatan putar Sudut putar Waktu putar 45°-90° 4 -7 1 90°-180° 5 -8 2 .

6 Waktu Siklus Standar Backhoe (detik) – (Ts) Sumber : Leo Sentosa (2013) Tabel 2.64 2. Sumber : Leo Sentosa (2013) Waktu buang tergantung pada kondisi pembuangan material Satuan (detik)  Kedalam bak Dump truck = 5-8 detik  Ketempat pembuangan = 3-6 detik Tabel 2.00 1 3 .500 6.11 1.00 4.00 3.7 Waktu Siklus Hydraulic Excavator URAIAN MODEL ALAT 215 225 235 245 Ukuran Bucket (m3) 0.20 Memuati Bucket (detik) 5.61 Kedalaman galian (m) 2.00 6.00 7.93 1.00 5.

4 1 4 .00 6.50 4.Mengayunkan bermuatan (detik) 4.50 3.00 7.00 Mengayun kosong (detik) 3.00 2.50 2.00 TOTAL WAKTU SIKLUS 15 17 20 23 Sumber : Caterpillar Performance Handbook Tabel 2.50 5.9 1.1 1.9 Faktor Konversi (Fv) Kondisi Pembuangan Mudah Normal Agak sulit Sulit (tempat Kondisi (membuang (tempat (tempat sempit Galian pada pembuangan pembuangan memerlukan tempatnya) luas) sempit) jangkauan maksimal) < 40% 0.7 0.00 5.00 6.00 Membuang muatan (detik) 1.8 Faktor Bucket (bucket fill factor) – (Fb) Sumber : Leo Sentosa (2013) Tabel 2.

10 Faktor Posisi untuk Excavator POSISI ALAT KONDISI LOKASI FAKTOR POSISI Baik Luas.8 Sumber : Leo Sentosa (2013) Tabel 2.9 1.70 -0. 40% -75% 0.90 -0.3 1. lapang. agak miring 0.1 1. datar 1. miring 0.11 Efisiensi kerja (job efficiency) – (Fa) 1 5 .8 1.8 Tabel 2.50 Sumber : Leo Sentosa (2013) Faktor Pengisian :  Lansung Buang =1 Dimuat kedalam truck = 0.5 1.0 1.00 -0.6 > 75% 0.70 Sulit Sempit.90 Sedang Terbatas.

Sumber : Leo Sentosa (2013) 2. Produksi Kerja Kasar=kapasitas Aktual Bucket × Jumlah siklus perjam 60 Menit Jumlah siklus per jam= Total waktu siklus 2. Produksi Kerja Aktual=Produksi Kerja Kasar × faktor efisiensi Kerja BAB III PEMBAHASAN Contoh Soal 1 6 .7 Menghitung Produktivitas Kerja Kasar (PKK) Produksi kerja kasar adalah jumlah material yang sanggup digali Excavator dalam satu jam tanpa memperhitungkan factor-faktor efisiensi.8 Menghitung Produksi Kerja Aktual (PKA) Produksi kerja actual adalah hasil yang didapatkan pada langkah ketiga dikalikan dengan factor efisiensi kerja. Factor efisiensi kerja yang dimaksud disini adalah kemampuan operator bekerja dalam satu jam.

80 (lempung keras) .93 m3 x 0.7 Dari data kedalaman galian 2 m.80 = 0.3 Ditanya : Hitung produksi kerja Excavator per jam Penyelesaian : Isi actual bucket = 0. sudut ayun 60 derajat.5 detik + 1 7 .Tabel 2.83 .5 detik  Membuang muatan = 1. berapakah produktivitas kerja excavator per jam ? Diketahu :  Ukuran bucket : 0. dan jenis tanah.74 m3 Waktu siklus . kedalaman galian 2 m.Tabel 2. jenis tanah lempung keras. Sebuah Excavator model 215B/105Hp akan digunakan untuk menggali tanah dengan sudut ayun 60 °.11  Tempat kerja : Tidak ada halangan  Carry factor : 0.Tabel 2.5 detik  Mengayun kosong = 3. didapat waktu siklus :  Mengisi bucket = 5.5 detik  Mengayun bermuatan = 4. efisiensi kerja dalam kondisi baik.93 m3  Sudut ayun : 60  Kedalaman galian :2m  Efisiensi kerja : 0.

beco dan dump truck. diantaranya excavator. loader.0 detik  Jumlah siklus per jam 60 ×60 detik 3600 detik siklus = Total waktu siklus = 15 detik =240 jam  Produksi kerja kasar (PKK) = Isi actual bucket x jumlah siklus/jam = 0.1 Kesimpulan Alat berat adalah alat bantu untuk mempermudah dan membantu pekerjaan manusia.74 m3 x 240 siklus/jam = 178 m3/jam  Produksi kerja actual (PKA) = Produksi kerja kasar x factor efisiensi kerja =178 m3/jam x 0. motor grader. alat berat juga dapat mengefektifkan waktu pengerjaan.83 = 148 m3/jam BAB IV PENUTUP 4. Ada beberapa macam alat berat yang sering dipakai untuk membantu pekerjaan. Total waktu siklus = 15. Setiap jenis alat berat 1 8 .

blogspot.com/p/konstruksi. lubang untuk fondasi bangunan.html http://bozzmining. tergantung dari jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan.com/ http://www. Galian di bawah permukan ini misalnya parit. Excavator atau disebut juga backhoe adalah alat yang digunakan untuk menggali material dibawah permukaan tanah atau di bawah tempat kedudukan alatnya.mempunyai kegunaan masing-masing.93 m3 didapat waktu siklus nya adalah 240 siklus/jam dan produktivitas perjamnya adalah 148 m3/jam DAFTAR PUSTAKA http://acculk.alatberat.com/blog/cara-mengoperasikan- alat-berat-excavator/bagian-excavator-blog-alat-berat/ 1 9 .blogspot. lubang galian pipa dan sebagainya Dengan menggunakan excavator model 215B/105Hp dengan ukuran bucket 0.

com/specification? type=&category=Hydraulic+Excavator&make=Caterpill ar&model=215B&modelid=92920 https://sanggapramana. 2009.Palembang Shalahuddin M. Buku Ajar Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis. 1998.wordpress.Universitas Riau.Pekanbaru LAMPIRAN 2 0 . D.http://www. Universitas Sriwijaya.com/2010/07/18/excava tor-backhoe-shovel/ Nabar.ritchiespecs. Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat.

2 1 .

2 2 .

2 3 .