You are on page 1of 10

PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
UPT JAMKESDA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANTUL
DENGAN
UPT PUSKESMAS.......................................
TENTANG
PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN DAERAH (JAMKESDA)
KABUPATEN BANTUL TAHUN 2017
Nomor :
Nomor : (PPK)
Pada hari Selasa, tanggal 03-01-2017 (tiga bulan Januari tahun dua ribu tujuh belas),
kami yang bertanda tangan dibawah ini: -----------------------------------------------------
1. dr. Karmijono Pontjo Widianto, MPH: selaku Plt. Kepala UPT JAMKESDA
DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANTUL,
berkedudukan di Jalan Marsda Adi Sucipto
No 53, Bantul Timur, Trirenggo, Bantul, dalam
jabatannya tersebut berdasarkan SK Kepala
Dinas Kesehatan No. 825/003 tanggal
3 Januari 2017.
Selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. -----------------------
2. .......................................................: selaku Kepala Puskesmas ........................
berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bantul No
.................... tanggal ................... yang
berkedudukan dan beralamat kantor
di ........................................................................
..., dalam hal ini bertindak untuk dan atas
nama serta sah mewakili UPT
Puskesmas ........................................................
..............
Selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. -------------------

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersama sama disebut PARA PIHAK
dan secara sendiri-sendiri disebut PIHAK. ----------------------------------------------
Dalam kedudukannya tersebut diatas, para pihak terlebih dahulu menerangkan: -----
1. Bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan
mengamanatkan kepada negara untuk mengembangkan sistem jaminan sosial
bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak
mampu sesuai martabat kemanusiaan
2. Bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diperlukan
penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial bagi masyarakat miskin dan tidak
mampu serta sasaran lainnya
3. Bahwa dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan di luar kuota program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos)

Peraturan Bupati Bantul Nomor 59 tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Undang-Undang 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 20 disebutkan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui sistem jaminan sosial nasional bagi upaya kesehatan perorangan. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. e. memberi tugas kepada UPT Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Daerah. (3). Bahwa berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1). Bahwa Para Pihak telah sepakat mengadakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dengan Puskesmas se-Kabupaten Bantul. b. Undang-Undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pasal 22 disebutkan bahwa dalam menyelenggarakan otonomi. Surat Keputusan Kepala Dinas Nomor 842/5048 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Jaminan Kesehatan Daerah kabupaten Bantul tahun 2017 . f. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 Tahun 2010 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Daerah. (3) dan Pasal 34 ayat (1). Peraturan Bupati Bantul Nomor 60 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Bantul Nomor 76 tahun 2008 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. menurut ketentuannya sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut: Pasal 1 DASAR HUKUM a. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 8 tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 9 tahun 2011 tentang Retrbusi Jasa Umum. (2). maka Pemerintah Kabupaten Bantul melalui UPT Jamkesda Dinas Kesehatan melaksanakan kerjasama Program Jaminan Kesehatan Daerah dengan Puskesmas se-Kabupaten Bantul 5. 4. g. d. c. huruf (f) menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan dan huruf (h) mengembangkan sistem jaminan sosial. Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui Program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA). h. daerah mempunyai kewajiban. (2). Peraturan Bupati Bantul Nomor 44 tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 tahun 2010 Tentang Sistem Kesehatan Daerah i.

(8) Klaim biaya pelayanan kesehatan adalah penagihan pembayaran biaya dari Pemberi Pelayanan Kesehatan PPK I atas biaya pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap peserta Jamkesda. Peserta Jamkesda adalah masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bantul DIY yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yaitu peserta yang menerima bantuan pembayaran iuran dari Pemerintah Daerah. Pasal 2 DEFINISI Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan: (1) Jamkesda adalah jaminan kesehatan masyarakat Bantul melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial. Klinik Pratama dan Bidan Praktek Mandiri. bersifat nirlaba serta diselenggarakan dengan prinsip- prinsip kendali mutu dan kendali biaya dengan sumber pembiayaan dari pemerintah Peserta adalah perorangan yang terdaftar sebagai peserta Jamkesda. (2) Peserta adalah perorangan yang terdaftar sebagai peserta Jamkesda. (6) Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) I adalah Puskesmas dan jaringannya (yang terdiri dari Puskesmas Induk. Puskesmas Pembantu. dan Puskesmas keliling). (9) Pelayanan Gawat Darurat Medis (Emergency) adalah pelayanan kesehatan yang harus secepatnya diberikan pada kasus gawat darurat untuk mengurangi resiko kematian atau cacat. (4) Unit Pelaksana Teknis Jaminan Kesehatan Daerah yang selanjutnya disebut UPT Jamkesda adalah Unit Pelaksanaan Teknis pada Dinas Kesehatan yang memiliki tugas menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Daerah. (3) Dinas Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. (7) Paket Pemeliharaan Kesehatan adalah kumpulan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan PPK untuk kepentingan peserta dalam rangka melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (10) Badan arbitrase adalah lembaga yang ditunjuk untuk menyelesaikan masalah perselisihan perjanjian kerjasama (11) Petunjuk Teknis adalah Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Jaminan Kesehatan Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2017 yang merupakan lampiran Perjanjian Kerjasama. Pasal 3 MAKSUD DAN TUJUAN . (5) Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) adalah institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesda berdasarkan suatu Perjanjian Kerjasama.

c. b.(1) Maksud perjanjian ini adalah sebagai dasar pemberian pelayanan kesehatan bagi peserta Jamkesda dan untuk menjamin kelancaran realisasi anggaran Jamkesda Kabupaten Bantul. Pasal 5 RUANG LINGKUP PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bekerjasama dalam Penyelenggaraan Jamkesda Kabupaten Bantul yang meliputi: (1) Pelayanan rawat jalan dan rawat inap di PPK I. peraturan perundangan. peraturan perundangan. (2) Tujuan perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan. atau pedoman umum yang mengikat PIHAK KEDUA. mengendalikan mutu pelayanan dan mutu pembiayaan pelayanan kesehatan di PPK I Pasal 4 OBYEK PERJANJIAN Obyek perjanjian ini adalah pemberian pelayanan kesehatan dan pengelolaan dana pembiayaan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Bantul yang menjadi peserta Jamkesda Kabupaten Bantul dan dituangkan dalam Petunjuk Teknis yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. dan kemampuan untuk melaksanakan kewajiban tersebut secara penuh. (2) Pelayanan gawat darurat medis bagi peserta Jamkesda di PPK I Pasal 6 PERNYATAAN DAN JAMINAN (1) PIHAK PERTAMA menyatakan. PIHAK PERTAMA memiliki status hukum. kekuasaan dan kemampuan untuk membuat Perjanjian ini serta perjanjian-perjanjian dan atau dokumen- dokumen lain yang terkait. . Pelaksanaan kewajiban PIHAK PERTAMA sesuai dengan Perjanjian ini tidak melanggar ketentuan hukum. PIHAK KEDUA memiliki status hukum. mengikat dan dapat dilaksanakan terhadap/oleh PIHAK KEDUA (2) PIHAK KEDUA menyatakan. dimana dirinya menjadi Pihak. dimana dirinya menjadi Pihak. menerangkan dan menjamin sebagai berikut: a. Pelaksanaan kewajiban PIHAK KEDUA sesuai dengan Perjanjian ini tidak melanggar ketentuan hukum. atau pedoman umum yang mengikat PIHAK PERTAMA. b. kekuasaan dan kemampuan untuk membuat perjanjian ini serta perjanjian-perjanjian dan atau dokumen-dokumen lain yang terkait. Seluruh kewajiban PIHAK PERTAMA dalam Perjanjian ini adalah sah menurut hukum. menerangkan dan menjamin sebagai berikut: a. dan kemampuan untuk melaksanakan kewajiban tersebut secara penuh.

Memperoleh berkas pengajuan klaim dari PIHAK KEDUA yang telah memenuhi kelengkapan administrasi c. b. pelayanan kesehatan dan keuangan dari PIHAK PERTAMA. Pasal 7 HAK DAN KEWAJIBAN (1) A. Mengelola penanganan keluhan dalam pelaksanaan program JAMKESDA (2) A. mengikat dan dapat dilaksanakan terhadap/oleh PIHAK PERTAMA. Tidak membayarkan tagihan biaya pelayanan kesehatan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA. Menyediakan anggaran untuk program JAMKESDA c. Kewajiban Pihak Pertama a. Mengetahui dan menerima keluhan dari peserta JAMKESDA KABUPATEN BANTUL dan meneruskan keluhan tersebut kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan. c.Hak Pihak Pertama a. B. Memperoleh laporan pelayanan JAMKESDA dari PIHAK KEDUA sesuai dengan format pelaporan yang ditentukan dalam petunjuk teknis . Menyediakan kartu dan administrasi kepesertaan. . paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah klaim dinyatakan benar. Mengajukan klaim tagihan biaya pelayanan kesehatan peserta Jamkesda yang telah terpenuhi kelengkapan administrasinya. d. Memperoleh hasil monitoring dan evaluasi tentang kepesertaan. Melakukan pembayaran atas klaim yang telah memenuhi kelengkapan administrasi yang diajukan PIHAK KEDUA terhadap program JAMKESDA yang telah dilaksanakan. b. Kewajiban PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan regulasi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul sebagai pengguna Anggaran d. b. Menerima pembayaran dari PIHAK PERTAMA melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul atas biaya pelayanan kesehatan program JAMKESDA setelah dilakukan verifikasi. e. Melakukan verifikasi data kepesertaan dalam pemberian pelayanan kesehatan dan kesesuaian besarnya klaim biaya yang akan dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA. Seluruh kewajiban PIHAK KEDUA dalam Perjanjian ini adalah sah menurut hukum. c. Memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa PIHAK PERTAMA telah melakukan pembayaran klaim f. e. apabila terbukti tidak melakukan pelayanan sesuai dengan ketentuan. Hak Pihak Kedua : a.

Kewajiban Pihak Kedua : a. Memberikan laporan kegiatan pelayanan kesehatan untuk peserta JAMKESDA kepada PIHAK PERTAMA. Memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JAMKESDA sesuai dengan kebutuhan medis dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Pasal 8 PEMBIAYAAN (1) PIHAK KEDUA mengajukan klaim kepada PIHAK PERTAMA secara kolektif sebulan sekali. B. paling lambat tanggal 5 pada bulan berikutnya. Pasal 10 PELAKSANAAN PERJANJIAN . Pasal 9 JANGKA WAKTU (1) Perjanjian kerjasama berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2017 dan dapat diperpanjang atas kesepakatan PARA PIHAK. d. (2) Permohonan perpanjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. disampaikan salah satu PIHAK selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum masa perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir. Menerima hasil verifikasi dan mengirimkan kembali beserta revisinya kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 5 hari kerja sejak diterimakannya hasil verifikasi dari PIHAK PERTAMA d. b. Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan peserta JAMKESDA kepada PIHAK PERTAMA. (3) Besar pembayaran klaim pelayanan yang dibatasi sesuai dengan tarif pelayanan yang telah disepakati bersama dan dituangkan dalam Petunjuk Teknis yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Menghentikan sementara pelayanan program JAMKESDA apabila pembayaran yang dilakukan PIHAK PERTAMA tertunda selama 3 (tiga) bulan. Menyerahkan berkas klaim tagihan biaya pelayanan kesehatan yang telah memenuhi kelengkapan administrasi kepada PIHAK PERTAMA melalui UPT Jamkesda Kabupaten Bantul untuk diverifikasi. (2) Besar pembayaran klaim sesuai tarif yang disepakati dan dituangkan dalam Petunjuk Teknis yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. c.

perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan). (3) Dalam hal pelaksanaan pembayaran klaim. maka PIHAK yang terhalang untuk melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. (2) Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesda. (2) Dalam hal terjadinya peristiwa Force majeure. pemogokan umum. Pasal 11 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN (1) PIHAK PERTAMA secara langsung berhak untuk melakukan pemeriksaan terhadap mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada peserta Jamkesda. dikuatkan oleh surat keterangan dari pejabat yang berwenang dan menerangkan adanya peristiwa Force majeure tersebut. Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) (1) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut "Force majeure") adalah suatu keadaan yang terjadinya diluar kemampuan. huru-hara. PIHAK yang terkena Force majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force majeure tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling l ambat 7 (tujuh) hari kalender sejak saat terjadinya peristiwa Force majeure.PARA PIHAK sepakat bahwa pelaksanaan kerjasama sebagaimana dimaksud pada pasal 4 perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Teknis yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. PIHAK PERTAMA berhak memberikan konfirmasi kepada PIHAK KEDUA secara lisan atau tertulis. . PIHAK KEDUA berhak memberikan konfirmasi kepada PIHAK PERTAMA secara lisan atau tertulis. apabila ditemukan penyimpangan pelayanan. kebakaran. Force majeure tersebut meliputi bencana alam. banjir wabah. kesalahan atau kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PARA PlHAK tidak dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaaan kewajibannya dalam kesepakatan ini. dan kebijaksanaan pemerintah yang berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan kesepakatan ini. apabila ditemukan perbedaan pembayaran. Pasal 12 EVALUASI Perjanjian ini akan dievaluasi minimal 6 (enam) bulan sekali. pemberontakan.

Salah satu pihak melakukan wanprestasi (2) Apabila perjanjian ini berakhir sebagaimana dimaksud ayat (1).(3) PlHAK yang t erkena Force majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam perjanjian ini segera setelah peristiwa Force majeure berakhir. segala akibat yang timbul akan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku Pasal 15 PERSELISIHAN (1) Setiap perselisihan. (2) Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat (1). pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul sehubungan dengan perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK. maka PARA PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui badan arbitrase. Pasal 17 BERLAKUNYA PERJANJIAN (1) Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2017 (2) Segala ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam perjanjian ini berlaku serta mengikat PARA PIHAK yang menandatangani serta pengganti-penggantinya . Pasal 14 BERAKHIRNYA PERJANJIAN (1) Perjanjian ini berakhir apabila: a. (3) Selama proses penyelesaian sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) PARA PIHAK menjamin para peserta Jamkesda tetap memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan dalam perjanjian ini. Pasal 16 PERUBAHAN (1) Segala perubahan terhadap hal-hal yang diatur dalam perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan tertulis dari PARA PIHAK dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini (2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur dalam perjanjian tersendiri berdasar kesepakatan PARA PIHAK dan akan dituangkan dalam suatu addendum (perjanjian tambahan) yang mengikat setelah ditanda tangani PARA PIHAK dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Jangka waktu berakhir b.

huruf b perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA berhak menyampaikan pemberitahuan tertulis guna membatalkan perjanjian kepada PIHAK KEDUA . huruf b perjanjian ini. Pasal 19 Akibat Cidera Janji “Cidera Janji PIHAK PERTAMA” (1) Dalam hal terjadi “Cidera Janji PIHAK PERTAMA” sebagaimana dimaksud pasal 18 ayat (1) huruf a. sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1) huruf B perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA berhak menyampaikan pemberitahuan tertulis guna membatalkan perjanjian kepada PIHAK PERTAMA (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) berlaku setelah adanya peringatan ketiga dari PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu peringatan masing-masing 15 (lima belas) hari kerja. lebih dari 90 (sembilan puluh) hari kerja sejak klaim diajukan PPKI b) Suatu pernyataan atau jaminan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (1) huruf a perjanjian ini terbukti tidak benar atau menyesatkan secara formal dan material pada saat diberikan atau pada saat dibuat. (2) Masing-masing kejadian berikut merupakan “Cidera Janji PIHAK KEDUA” a) PIHAK KEDUA tidak melayani peserta Jamkesda. b) Suatu pernyataan atau jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) huruf a perjanjian ini terbukti tidak benar atau menyesatkan secara formal dan material pada saat diberikan atau pada saat dibuat.(3) Perjanjian ini tidak berakhir apabila salah satu PIHAK yang menandatangani perjanjian ini meninggal dunia atau adanya perubahan dan atau mutasi jabatan dan atau perubahan status badan hukum PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA sehingga PIHAK maupun yang menggantikan tetap terikat serta wajib mentaati perjanjian ini. Pasal 18 CIDERA JANJI (WANPRESTASI) (1) Masing-masing kejadian berikut merupakan “Cidera Janji PIHAK PERTAMA” : a) PIHAK PERTAMA lalai atau tidak membayar pelayanan kesehatan peserta Jamkesda di PPK I. Pasal 20 Akibat Cidera Janji “Cidera Janji PIHAK KEDUA” (1) Dalam hal terjadi Cidera Janji PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud pasal 18 ayat (2) huruf a. sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) huruf B selama 3 (tiga) bulan terus menerus.

197006042005011008 Mengetahui............ keputusan atau peraturan lain di Indonesia merugikan secara material terhadap kewajiban-kewajiban dari salah satu pihak berdasarkan perjanjian ini.... Pembina......19591105 198803 2 002 .... NIP...........Maya Sintowati Pandji......... PARA PIHAK dengan itikad baik berunding dan melakukan perubahan..... Perubahan tersebut setelah ditandatangani sebagaimana mestinya oleh PARA PIHAK akan merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini... (2) Pemberitahuan.... (3) Apabila setelah penandatanganan perjanjian ini pemberlakuan atau perubahan terhadap suatu undang-undang...... MM Pembina Utama Muda /IVc NIP. KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANTUL drg........ PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA ... dr......... MPH .. Pasal 22 PENUTUP Demikian Perjanjian ini dibuat 2 (dua) rangkap asli di atas kertas bermaterai cukup ditandatangani oleh PARA PIHAK dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama..... surat menyurat..... .......... IV/a NIP..... Karmijono Pontjo Widianto. komunikasi dan korespondensi dalam pelaksanaan perjanjian ini akan diberitahukan atau disampaikan oleh salah satu PIHAK kepada PIHAK lainnya....(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) berlaku setelah adanya peringatan ketiga dari PIHAK PERTAMA dengan tenggang waktu peringatan masing-masing 15 (lima belas) hari kerja Pasal 21 KETENTUAN LAIN-LAIN (1) Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PARA PIHAK.........................