1.

BPJS Kesehatan (2013) Panduan Praktis Gate Keeper Concept Faskes BPJS
Kesehatan, http://bpjs-kesehatan.go.id/download/manlak-jkn-bpjs-
kesehatan (diakses pada tanggal 18 Februari 2014)
2. BPJS Kesehatan (2013) Buku Pegangan Sosialisasi JKN, http://bpjs-
kesehatan.go.id/ download/manlak-jkn-bpjs-kesehatan (diakses pada
tanggal 18 Februari 2014)

3. Republika (2013) Puskesmas Memiliki Peranan Penting, media
release, 12 november 2013
<http://republika.co.id/sumedang/puskesmas-memiliki-peranan-
penting/>

4. Kementerian Kesehatan RI (2013) Buku Saku FAQ (Frequently Asked
Question) BPJS Kesehatan , http://bpjs-kesehatan.go.id/download/manlak-
jkn-bpjs=kesehatan (diakses pada tanggal 18 Februari 2014)

5. Presiden RI (2004) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional

6. Presiden RI (2011) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial

7. Presiden RI (2013) Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan
Kesehatan

Sejak menjadi BLU. Kedua dari segi teknis seperti tenaga medis yang mencukupi atau tidak. Harus siap menjadi BLU. Sehingga. Sebab. Sudiunega. Padahal. puskesmas akan semakin ramai pasiennya. lanjut Achmad. jika RSUD atau Puskemas belum BLU. Artinya.” jelasnya. maka pengelolaan keuangannya berdiri sendiri. Prosesnya panjang. Pendapatan yang diperoleh pihak rumah sakit bisa dipakai langsung untuk kebutuhan mereka tanpa menunggu APBD cair. Jika kurang. belum lama ini. “Kalau sudah BLU. kita membuat Rencana Bisnis Anggaran (RAB) penunjang layanan. Sebab. maka layanan tetap diberikan. maka anggaran dalam satu tahun berdasarkan pagu anggaran yang diketok di APBD. anggaran yang dipakai satu tahun itu sudah ditentukan. Anggarannya langsung dipakai untuk penunjang kegiatan pelayanan. kalau dulu kita menunggu APBD dulu. jika pasien membeludak dan butuh banyak obat. langsung berpengaruh pada kinerja bagian keuangan. “Bedanya. mengatakan. lalu dilelang. tergantung banyaknya pasien yang masuk.” pesannya Berdasarkan undang-undang. Pertama dari segi subtansial. Beda dengan yang belum BLU. Mereka mengeluarkan biaya sesuai kebutuhan. “Puskesmas juga harus begitu. Setelah APBD diketok.Padahal. keuangannya langsung dikelola sendiri. Anggarannya bisa langsung kita pakai. Ia mencontohkan. dengan dijadikannya Puskesmas atau RSUD menjadi BLUD. maka di akhir tahun anggaran terkadang sudah habis. permintaan obat dari pasien banyak. namun permintaan obat tetap banyak. Kalau sekarang. rumah sakit tersebut sudah menjadi BLU sejak awal tahun 2014. pelayanan tak maksimal. dengan BPJS sekarang ini. namun pihak rumah sakit harus nombok dulu alias utang. Standar pelayanan harus diperbaiki agar masyarakat bisa terpuaskan. namun anggarannya sudah habis. Pihak rumah sakit bekerja dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Puskesmas yang berada di unit kerja Dinkes bisa menjadi BLUD jika telah memenuhi tiga unsur. Bendahara RSUD Provinsi Kepri Batu 8 Tanjungpinang. rumah sakit kebutuhan anggarannya tidak menetap. penggunaan anggaran tidak lagi menunggu APBD cair. Artinya Puskesmas harus bisa meningkatkan mutu pelayanan. Makanya penggunaan anggarannya pun harus langsung.” jelas Tjepjep.Dijelaskannya. . status BLUD bisa berada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta bisa juga berada di unit kerja.

" ujarnya. Nantinya hanya catatan keuangannya saja yang diberikan kepada Dinkes.co http://radarbandung. jika mempunyai pemasukan keuangan juga harus bisa dikelola. "Nah. Sumber Berita: www. Masalah ini yang harus bisa lebih diperbaiki lagi. Jadi nantinya Puskesmas harus mengelola keuangannya sendiri.radarbandung. Tapi hanya catatannya saja. jika Puskemas diberikan anggaran Rp 1 miliar maka mereka harus bisa mengelola keuangan secara mandiri." pungkasnya. Uang dari Puskesmas tidak perlu disetorkan ke pemda. Lebih jauh.html#ixzz39G9SW4vK . Jadi ada fleksibilitas pengelolaan keuangan.id/berita-62-puskesmas-disiapkan-jadi-blud. Achmad menjelaskan. Soalnya terkait masalah keuangan.co. Kebutuhan obat-obatan pun harus bisa terpenuhi."Yang terakhir itu soal administratif.