You are on page 1of 43

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

A. Analisis Data

Berdasarkan jumlah responden yang sudah ditetapkan pada Bab I yaitu

150 responden masing-masing 75 responden. Namun yang dapat

terkumpul adalah 73 responden kejar paket A dan 68 responden kejar

paket B. Isian kuesioner kejar paket A dan B sama. Hasil dan analisis

kuesioner tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 01 : Umur Responden
no jawaban Paket A Paket B
Jumlah % Jumlah %
1 6 - 10 tahun 17 23,28 0 0
2 11 - 15 tahun 49 67,12 31 45,58
3 16 - 20 tahun 7 9,60 36 54,42
Jumlah 73 100 68 100

Berdasarkan hasil penelitian seperti yang tertera pada tabel

diatas, bahwa pada umumnya siswa kejar paket A (yang setara dengan

SD) masih dalam kategori umur sekolah (67,12%), artinya jika

dibandingkan dengan umur sekolah SD formal intervalnya berada 6 -

12 tahun.

Namun walaupun demikian rnasih terdapat umur yang seharusnya

bukan lagi di kejar paket A (9,6%). Ketika peneliti mewawancarai

pengelola kejar paket A tersebut, mereka mengatakan bahwa siswa

tersebut secara sadar mendaftarkan dirinya ke yayasan ini mengingat

mereka itu belum dapat membaca dan menulis.

Pada kejar paket B (setara dengan SLTP) bahwa umur siswa

berada diluar umur sekolah ( 13 – 15 tahun ). Pada penelitian ini ada

sekitar 54,42% yang berada pada umur 16 - 20 tahun. Menurut

penuturan pengelola kejar paket B tersebut, mereka ini setelah tamat

dari kejar paket A atau sekolah formal (SD), orang tua mereka tidak

sanggup secara langsung untuk melanjutkan ke jenjang SLTP,

sehingga mereka terpaksa menganggur dan mereka dilibatkan untuk

bekerja. Setelah mereka bekerja, mereka sendirilah yang

menyekolahkan dan memilih ke kejar paket B dengan asumsi bahwa

mereka tidak terganggu bekerja. Sebab belajar di kejar paket B

waktunya fleksibel, artinya masih ada kompromi antara pengelola

maupun guru dengan siswa.

Tabel 02 : Status Perkawinan Responden

no jawaban Paket A Paket B
Jumlah % Jumlah %

1 Kawin 9 12,32 21 30,88
2 Belum kawin 64 87,68 47 69,12

Jumlah 73 100 68 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa status perkawinan responden kejar

paket A ada 12,32% yang sudah kawin. Berdasarkan penuturan

pengelola yayasan tersebut, target mereka memasuki kejar paket A

agar mereka dapat membaca dan menulis. Sedangkan di kejar paket

B 30,88% yang sudah kawin.

Tabel 03 : Pekerjaan Responden
no jawaban Paket A Paket B
Jumlah % Jumlah %
1 Pengamen 22 30,13 15 22,05
2 Semir sepatu 21 28,76 5 7,35
3 pemulung 11 15,06 29 42,64
4 jual koran 12 16,43 19 27,96
5 pelajar 7 9,62 0 0
Jumlah 73 100 68 100

Sebagian besar peserta kejar paket A mempunyai pekerjaan

sebagai pengamen ( 30,13% ), semir sepatu (28,76), pemulung

(15,06%), jual koran (16,43%) dan hanya 9,62% yang menjawab

sebagai pelajar, berarti dalam hal ini dibiayai atau dibantu oleh orang

tua. Pada kejar paket B semua peserta mempunyai pekerjaan dan

yang paling banyak mereka bekerja sebagai pemulung (42,64%).

Sesungguhnya ditinjau dari segi kemauan atau minat untuk

sekolah sangat tinggi sekali, namun mereka terpaksa masuk kejar

paket A dan kejar paket B karena kondisi atau ketidak kemampuan

orang tua mereka untuk menyekolahkannya. Setelah mereka bekerja

atau mendapatkan hasil walaupun sangat rendah sekali, mereka sadar

akan pendidikan.sehingga mereka memilih sekolah yang sesuai

dengan kemampuan mereka ( waktu maupun materi ).

Tabel 04 : alasan Responden Mengikuti Kejar Paket A dan B

no jawaban Paket A Paket B

Jumlah % Jumlah %
1 Keinginan sendiri 22 30,13 15 22,05
2 DisuruhRT/RW/Lurah 21 28,76 5 7,35
3 Mengikuti teman 11 15,06 29 42,64
4 Anjuran keluarga 12 16,43 19 27,96

94%.95% dan 2.53% dan 82. namun jumlahnya sangat sedikit sekali yaitu masing masing 10.71% untuk kejar paket B. karena mengikuti kejar paket ini jauh lebih murah dibandingkan dengan pendidikan formal.35%.52% dan 14. memang ada yang mengikuti kejar paket tersebut akibat mengikuti teman. bahwa alasan responden untuk mengikuti kejar paket A dan kejar paket B adalah keinginan sendiri yang masing masing adalah 57. namun karena keadaan ekonomi orang tua merekalah yang tidak mendukung. Berdasarkan hasil table tersebut. Tabel 05 : Mendengar Istilah Bela Negara no jawaban PaketA Paket B Jumlah % Jumlah % . Anjuran keluarga untuk kejar paket A 31. Jumlah 73 100 68 100 Berdasarkan tabel diatas. bahwa keinginan untuk melanjutkan pendidikan atau memperoleh pendidikan sangat tinggi sekali. sehinga mereka harus menempuh jalur pendidikan lewat kejar paket A atau kejar paket B.

88 2 Tidak Mengerti 42 57. Sedangkan pada responden kejar paket B semua menjawab pemah mendengar istilah bela negara.1 Pernah 68 93.15 68 100 2 Tidak Pernah 5 6.54 30 44.46 38 55. ternyata walaupun pada tabel sebelumnya mengatakan bahwa responden pemah mendengar istilah bela negar.85 0 0 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan bahwa responden pada kejar paket A 93.85% yang menjawab tidak pemah mendengarkan istilah bela negara.12 Jumlah 73 100 68 100 Tabel 06 : Pemahaman arti Bela Negar Tabel ini menunjukkan apakah responden rnengerti yang dimaksud dengan bela negar.54 peserta kejar paket A yang . No jawaban PaketA Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Mengerti 31 42. namun ada 57. dan sekitar 6.15% yang menjawab pemah mendengar istilah bela negara.

70 Jumlah 73 100 68 100 Sesuai dengan tabel sebelumnya (tabel pemahaman arti bela negara) bahwa rata-rata peserta kejar paket A dan B mengatakan tidak mengerti.20 32 47.29 3 Pegawai Negri 3 4. Tabel ini akan menguji hal tersebut dan ternyata benar. Sedangkan yang menjawab setiap warga negara masing-masing 37. Yang sesungguhnya menurut peneliti bagi peserta paket B seharusnya sudah mengerti apa arti bela negara.70%. Tabel 07 : Tanggung Jawab (kewajiban) Pelaksanaan Bela Negara No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 TNI/Polisi 33 45.menjawab tidak mengerti tentang arti bela negara dan pada kejar paket B 44. Dimana persentase yang tertinggi yang menjawab bahwa tanggung jawab (kewajiban) dalam hal melaksanakan bela negara adalah TNIIPolisi masing-masing 45.01% dan 39.20% dan 47. . Menurut peneliti hal ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan I pemahaman mereka tentang kewarganegaraan.94 4 Setiap Warga Negara 27 37.07 2 Pejabat Pemerintah 10 13.01 27 39.10 2 2.69 7 10.07%.12%.

. namun mereka tidak mengetahui bahwa mereka sudah melaksanakan sebagian implementasi bela negara tersebut. ternyata mereka ini sudah melaksanakan sebagian konsep.15% sedangkan yang menjawab tidak pemah 6. dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada peserta kejar paket A yang menjawab pemah ada 93.85%. Menu rut peneliti berdasarkan hasil tersebut.85 0 0 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden tentang pernah atau tidaknya mereka menerima materi pemeliharaan lingkungan hidup.konsep bela negara. kemudian dibandingkan dengan implementasi bela negara.15 68 100 2 Tidak pernah 5 6.Padahal cukup jelas dikatakan pada UUD 1945 pasal 30 bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Pada kejar paket B semuanya menjawab pemah. Tabel 08 : Menerima Materi Pemeliharaan Lingkungan Hidup No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 68 93.

58%. Ketika hal ini peneliti mewawancarai guru-guru pada saat itu. Jadi secara umum bahwa peserta kejar paket A dan B sudah menerima materi tentang adanya organisasi terlarang dan bahayanya.81 3 4. bahwa organisasi terlarang dan bahayanya yang mereka tanamkan adalah PKI dan GAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjawab pemah pada kejar paket A 82.Tabel 09 : Materi Kemungkinan adanya Organisasi Terlarang dan Bahayanya No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 60 82.19 65 95.58 2 Tidak pernah 13 17. .19% dan pada kejar paket B 95.42 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas ini menggambarkan pernah tidaknya responden mendapatkan materi tentang kemungkinan adanya organisasi terlarang serta bahayanya.

.89% dan kejar paket B 100%.. dengan metode seperti itu menurut kami cukup efektif.89 68 100 2 Tidak pernah 3 4. sedangkan yang menjawab tidak pernah pada kejar paket A hanya 4.11 0 0 Jumlah 73 100 68 100 Data diatas menggambarkan tentang pernah tidaknya responden menerima materi tentang wilayah nusantara." Dan seringkali kami menyuruh mereka menyanyikan didepan kelas.Tabel 10 : Materi Tentang Wilayah Nusantara No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 70 95. Angka diatas menunjukkan bahwa responden kejar paket A yang menjawab pernah 95. Jadi secara umum peserta kejar paket ini telah menerima materi tentang wilayah nusantara.pulau. untuk mempermudah mengajarnya kami suruh mereka menghafal lagi " Dari Sabang sampai Merauke berjejer pulau. Menurut penuturan guru kejar paket tersebut. .. 11%.

. yang akhirnya dilagukan didepan kelas kemudian diterangkan. Menurut peneliti cara seperti ini juga cukup efektif. dan semua responden menjawab pernah. Sama halnya dengan tabel sebelumnya (wilayah nusantara). ...... menurut penuturan guru-guru tersebut. Tabel 11 : Materi Pancasila Sebagai Dasar Negara No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 73 100 68 100 2 Tidak pernah 0 0 0 0 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menggambarkan tentang pernah tidaknya responden menerima materi tentang Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.. bahwa peserta kejar paket tersebut disuruh menghafal lagu Garuda Pancasila . Untuk mempermudah pelajaran ini.

93 61 89.Pembrontakan Yang Merongrong Pancasila No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 62 84. .93% dan kejar paket B 89)0%.70 2 Tidak pernah 11 15.30 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan bahwa responden pemah tidaknya menerima materi pelajaran sejarah tentang adanya pembrontakan- pembrontakan yang mencoba merongrong Pancasila sebagai dasar negara. Dari basil penelitian melalui kuesioner rnenunjukkan bahwa yang menjawab pemah pada kejar paket A 84.07 7 10.Tabel 12 :.

05 2 Tidak pernah 3 4.05%. .Tabel 13 : Materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 70 95.89% dan kejar paket B 97. Pada kejar paket A yang menjawab pernah 95. Hal ini menurut tinjauan peneliti ke lapangan bahwa peserta kejar paket A maupun B juga berbagai macam suku dan agama.89 66 97. dan Bahasa maupun budaya. agama.95 Jumlah 73 100 68 100 Table ini menggambarkan responden pernah tidaknya menerima materi tentang bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku.11 2 2.

sehubungan dengan keberadaan mereka (juga bekerja atau membantu orang tua mereka) para peserta tidak kami anjurkan harus mengikuti setiap upacara nasional dan kamipun jarang sekali melaksanakan upacara upacara nasional di tempat ini.53%.Tabel 14 : Kewajiban Mengikuti Upacara Nasional No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 5 6.84 1 1.53 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan bahwa apakah mereka diwajibkan mengikuti setiap perayaan upacara nasional. Menurut penuturan guru-guru kejar paket tersebut.47 2 Tidak pernah 68 93. .16% kejar paket A yang menjawab tidak dan pada kejar paket B 98. Tetapi perayaan HUT RI yang setiap tanggal 17 Agustus kami tetap melaksanakan dan peserta didikpun sangat gembira untuk melaksanakannya.16 67 98. Dari hasil tersebut terlihat bahwa ada 93.

84 2 2.94 3 Kedua duanya 14 19. sehingga kami memakai bahasa yang dia mengerti. Sesuai dengan basil wawancara peneliti dengan para guru.97% dan kejar paket B 86.97 59 86.19 7 10.94% dan yang menjawab kedua-duanya adalah 19.guru kadang-kadang mengalami hambatan masalah bahasa.30%.30 Jumlah 73 100 68 100 Belajar . kemudian yang menjawab bahasa daerah masing-masing 6.19% dan 10.Mengajar Tabel diatas menggambarkan bahasa apa yang digunakan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. sebab masih kami temukan para peserta kejar paket ini ada yang belum menguasai bahasa Indonesia. Tabel diatas menunjukkan yang menjawab Bahasa Indonesia pada kejar paket A 73.84% dan 2. Namun pemberian bahasa tersebut tidaklah .76%. Dengan bahasa tersebut dia dengan cepat menerima materi pelajaran yang diberikan.76 2 Bahasa Daerah 5 6.Tabel 15 : Bahasa Yang Digunakan Dalam Kegiatan No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Bahasa Indonesia 54 73. bahwa guru.

77 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan tentang sanksi jika peserta melanggar tata tertib belajar-mengajar.52% yang menjawab ada sanksi pada kejar paket A dan 88.58 8 11. Hasil tersebut adalah 94. Menurut pengalaman tutur guru tersebut. artinya tidak didepan kelas. pernah kami berikan sanksi yang keras kepada peserta (misalnya memberikan PR yang banyak atau dijemur diterik matahari dengan membuka baju bagi . misalnya jika mereka melanggar.23 2 Tidak 4 5. Walaupun diberikan kebebasan peserta dalam mengikuti program kejar paket tersebut. namun tetap ada sanksi diberikan kepada peserta yang melanggar tata tertib peraturan-peraturan. cukup yang bersangkutan saja (diajari tersendiri).52 60 88. Tabel 16 : Sanksi atau Teguran No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ya 69 94. Tetapi lambat laun mereka mengerti bahasa Indonesia. hanya saja tidak terlalu keras atau terlalu berat. sering saja hukumannya diberikan membuang sampah atau membersihkan got dan lain sebagainya.secara keseluruhan.23% pada kejar paket B.

pria). Tabel 17 : Motivasi Untuk Berpartisipasi di Lingkungan RT/RW No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ada 39 53.76%. Terlihat dari tabel bahwa yang menjawab ada pada kejar paket A sebanyak 53.42% dan pada kejar paket B 61.24 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan apakah guru-guru mereka memberikan motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan RT/RW. padahal sebagai warga masyarakat dimanapun mereka berada harus roembina dan berpmiisipasi pada lingkungan dimana mereka berada.58 26 38. Jadi dari pengalaman tersebut kami ubah sanksinya (cukup ringan) namun tidak mengurangi disiplin mereka. milik bersama untuk itu harus dijaga bersama kelestariannya baik dalam kebersihan .42 42 61.76 2 Tidak ada 34 46. Dan harus dapat ditanamkan bahwa lingkungan mereka itu adalah milik mereka. setelah itu mereka tidak pernah datang lagi (tidak sekolah lagi). Dari hasil tersebut menurut peneliti persentase yang tertera diatas kurang maksimal. Buktinya setiap mereka pulang semua peserta menyalami guru dan bahkan peneliti ketika itu disalami.

maupun kerukunan umat beragama.35%. antar golongan dan lain sebagainya .35 2 Tidak ada 39 53. Berdasarkan hal ini menurut peneliti kurang maksimal.43 29 42. antar suku. Jadi motivasi untuk meningkatkan etos kerja sudah dilakukan para guru. dengan cara belajar keras dan bekerja keras. Tabel 18 : Motivasi Untuk Lebih Meningkatkan Etos Kerja No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ada 34 46.57 39 57. Dari hasil kuesioner yang diisi peserta kejar paket dan dari hasil penuturan guru-guru tersebut.57% dan pada kejar paket B 57. . Dari hasil tersebut terlihat bahwa peserta kejar paket A yang menjawab ada 46. Tetapi menurut peneliti bahwa mereka (guru) telah mendorong mereka untuk dapat memperbaiki diri.65 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan apakah guru-guru memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan etos kerja. menurut peneliti bahwa kemampuan peserta mengartikan etos kerja masih kurang.

.Tabel 19 : Materi Tentang Perlunya Memiliki No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 73 100 68 100 2 Tidak Pernah 0 0 0 0 Jumlah 73 100 68 100 Keterampilan Tertentu Tabel diatas menunjukkan apakah pernah diajarkan tentang perlunya memiliki keterampilan tertentu. Dari hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner ini temyata semua responden menjawab pernah diajarkan akan pentingnya memiliki keterampilan tertentu.

Tabel 20 : Materi Keterampilan Khusus No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ya 73 100 68 100 2 Tidak 0 0 0 0 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan apakah ditempat belajar diberikan keterampilan khusus. merangkai bunga. Sesuai dengan penuturan guru- guru mereka. Artinya bahwa di sekolah mereka ada keterampilan khusus yang diberikan kepada mereka. Dari tabel tersebut ternyata semua responden menjawab ya. menjahit. Sebab dengan cara seperti ini tutur guru tersebut. membuat boks dan lain sebagainya. mereka (peserta) dapat memiliki keterampilan yang kelak kemudian sebagai bakal memperoleh tambahan pendapatan . sengaja dibuat suatu pelajaran tentang keterampilan yaitu memasak. membuat tempat celengan.

Namun menurut peneliti jawaban responden tersebut merupakan jawaban yang jujur.62 28 41.Tabel 21 : Materi Tentang Perlunya Hidup Sehat No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Pernah 47 64.82% pada kejar paket B. . Dari hasil tabel tersebut terlihat 64. Dari hasil wawancara dengan pengelola guru-guru. dengan cara membersihkan got- got yang ada di sekitar rumah.38 40 58. mencuci pakaian yang bersih.18 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan apakah pemah diajarkan tentang perlunya hidup sehat. namun karena kebanyakan mereka tinggal di rumah kumuh dan bahkan ada dibawah jembatan sangat sulit sekali diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari himbauan tersebut. dan 58.82 2 Tidak pernah 26 35.38% peserta kejar paket A yang menjawab pernah. bahwa peserta kejar paket tersebut telah dihimbau untuk hidup sehat. walaupun di sekolah dihimbau.

Kebanyak mereka yang menjawab ada.06 9 13. hal ini diakibatkan tidak adanya sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan lapangan olahraga.94 59 86. dan yang menyatakan ada masing.23 2 Tidak ada 62 84.77% pada kejar paket B.masing 15. dari tabel tersebut terlihat 84.77 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan apakah ada kegiatan olahraga dilakukan di sekolah kejar paket A dan B. bahwa kegiatan disekolah juga dilaksanakan olahraga yaitu lari dan senam.Tabel 22 : Kegiatan Olahraga No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ada 11 15. Hasil wawancara peneliti dengan pengelola / guru-guru mengatakan peserta kejar paket jarang sekali melaksanakan kegiatan olahraga.94% menyatakan tidak ada pada kejar paket A dan 86. .06% dan 13.23%.

apakah masih merupakan bagian dari bela negara ? Dari tabel tersebut terlihat ada 58.09 39 57.Tabel 23 : Menolong Sesama Warga Negara (Bencana alam) No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 ya 30 41.91 29 42.65 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan menolong sesama warga yang mendapat musibah alam.65%..91% kejar paket A yang menjawab tidak dan pada kejar paket B 42.35 2 Tidak 43 58. . Apabila kita bandingkan dengan tabel pemahaman tentang bela negara (yang tidak memahami masing-masing 57.54% dan 44. Berarti menurut peneliti bahwa peserta kejar paket tersebut belum dapat memahami tentang arti maupun implementasi dari bela negara tersebut.12°/o) sangat signifikan dengan pertanyaan ini.

Maluku.25% dan 19. Hasil tabel menunjukkan bahwa yang menjawab ikut merasa prihatin masing-masing 15.31 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan bagaimana sikap responden terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar daerah (seperti aceh Merdeka. Irian Jaya dan lain-lain).08 9 13.31%. . urusan Pemda setempat 16. peristiwa ambon.43% dan 19.35%. Dari seluruh jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa menurut peserta kejar paket tersebut bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar daerah adalah urusan pemerintah.11% dan yang menjawab masa bodoh masing-masing 12.06% dan 13. bukan urusan saya (urusan pemerintah) 56.25 7 10.13 13 57.35 3 Urusan Pemda 12 16.23%.43 13 19.11 4 Masa bodoh 9 12.23 2 Bukan urusan saya 41 56.Tabel 24 : Sikap Terhadap Peristiwa di Luar Daerah No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ikut merasa prihatin 11 15.16% dan 57.

23 2 Bukan urusan saya 41 56.35% dan 36.13 13 57.74% dan 32. kemudian yang menjawab merasa prihatin 38.76°/o serta yang menjawab masa bodoh 39. jauh dari harapan yang sebenarnya (terpanggil untuk ikut mengatasinya) untuk ikut peduli dalam lingkungan.25 7 10.88%.36%. Tabel diatas terlihat bahwa yang menjawab terpanggil untuk ikut mengatasinya masing-masing 21. Dari hasil tersebut jelas masih.43 13 19.35 3 Urusan Pemda 12 16.91% dan 30.08 9 13.11 4 Masa bodoh 9 12.31 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan bagaimana sikap terhadap semakin meningkatnya pencemaran lingkungan khususnya di DKI Jakarta.Tabel 25 : Sikap Tentang Pencemaran Lingkungan No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ikut merasa prihatin 11 15. Namun menurut peneliti hal ini bisa dimengerti keberadaan peserta kejar palcet A dan B. Selain dangkalnya pengetahuan mereka tentang pencemaran lingkungan juga mereka berada pada lingkungan .

29% serta yang menjawab diganti dengan ideologi lain 23. Hasil menunjukkan bahwa peserta menjawab tetap dipertahankan masing- masing 26.68 41 60. Pancasila dalam kehidupan .30% dan 14. Namun dalam pelaksanaan. secara garis besar Pancasila juga dapat mengatur kehidupan umat beragama yang berlainan dan suku maupun golongan.tersebut. bagaimana tanggapan terhadap Pancasila sebagai dasar negara. yang pada intinya apriori memberi. sehingga keberdayaan mereka untuk ikut seperti yang diharapkan kecil kemungkinan.71%. Tabel 26 : Pancasila Sebagai Dasar Negara No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Tetap di pertahankan 19 26.68% dan 60.29 3 Diganti dengan 17 23. Sesungguhnya menurut peneliti Pancasila sebagai dasar negara cukup bagus buat kita (Indonesia). kemudian perlu perubahan 50.30 10 14.02 17 25.02% dan 25%.00 2 Perlu Perubahan 37 50.17 ideologi lain Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju.

45 59 86.sehari-hari tidak tercermin sebagaimana konsep Pancasila yang sebenarnya. Tabel 27 : Sikap Perkawinan antar Suku No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Setuju 58 79. Hasil menunjukkan bahwa yang menjawab setuju masing-masing 79.88 khusus 3 Tidak Setuju 6 8.36 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan bagaimana sikap terhadap perkawinan antar suku.76%. Dari angka ini bahwa perkawinan antar suku tidak dipermasalahkan. . yang perlu bagi mereka bisa hidup. Jadi mereka tidak mempermasalahkan perkawinan antar suku. ditambah lagi dengan lingkungan mereka yang begitu majemuk. itu wajar-wajar saja. Jadi walaupun peserta atau responden menjawab perlu -perubahan atau diganti dengan ideologi lain. Dan menurut penuturan pengelola bahwa peserta kejar paket tersebut terdiri atas beberapa suku.23 5 7.32 4 5.45% dan 86.76 2 Perlu Pertimbangan 9 12. Dan para penyelenggara negarapun belum berhasil untuk mensosialisasikan Pancasila sebagai dasar negara yang sebenarnya.

28 13 19. serta yang menyatakan setuju 5. Akte dan lain-lain) seringkali ditemukan praktek-praktek percaloan.31% dan 60. Hasil tersebut menunjukkan yang menjawab tidak setuju masing-masing 49.23%. Sim. pungli atau uang pelicin dan sejenisnya.31 41 60.29%.09 2 Merasa prihatin 17 23.11% dan biasa-biasa saja 21.91 9 13.23 4 Setuju 4 5. Apabila hal ini berjalan terus menerus .50 1 7.Tabel 28 : Percaloan.91% dan 13.37%. Secara umum semua responden menyatakan tidak setuju adanya percaloan atau pungli yang dilakukan dalam hal pengurusan surat-surat.28% dan 19. Pungli atau Uang Pelicin No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Tidak setuju 36 49.5% dan 7.37 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan tanggapan dalam hal pengurusan surat-surat keterangan (KTP. Sesungguhnya peneliti juga membenarkan pendapat responden bahwa masih terdapat percaloan dalam hal mengurus surat-surat seperti yang dijelaskan diatas. kemudian yang menjawab merasa prihatin 23.11 3 Biasa biasa saja 16 21.

yang pada akhirnya akan menimbulkan suatu gejala sosial atau tindakan kriminal dalam hal mempertahankan wilayah .akan mengakibatkan suatu kerugian besar bagi masyarakat dan memperburuk kinerja aparat yang bersangkutan. Tabel 29 : Kepedulian Kegiatan Sosial Yang Diselenggarakan RT/RW No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Selalu 2 2. selain merasa minder juga mereka menghabiskan waktu untuk mencari natkah. siskamling. Namun sebagai warga negara dimanapun mereka berada harus ikut serta dalam kegiatan lingkungan.73 5 7.62 34 50.65%. Angka menunjukkan yang menjawab tidak pernah masing-masing 72.00 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan keaktifan dalam kegiatan-kegiatan yang dislenggarakan oleh RTIRW setempat (seperti kerja bhakti.65% dan 42. PKK dan sejenisnya). .65 3 Tidak pernah 53 72.62% dan 50% kemudian yang menjawab kadang-kadang 24. Apabila ditinjau dari segi keberadaan (ekonomi) memang cukup prihatin sekali mereka dilibatkan dalam kegiatan- kegiatan di RTI RW.65 29 42.35 2 Kadang kadang 18 24.atau lahan.

87% dan 58.13 28 41. dimana bela negara menurut mereka hanya kewajiban . misalnya berupa ancman penyerangan .17% sedangkan yang menjawab tidak bersedia 69. Hal tersebut menunjukkan bahwa yang menjawab bersedia masing.87 40 58.13% dan 41.83 Jumlah 73 100 68 100 Tabel diatas menunjukkan jawaban responden atas pertanyaan kesediaan responden untuk membela negara apabila kedaulatan negara kesatuan Repubhk Indonesia terancam oleh adanya gangguan dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.83%.masing 30. Berdasarkan angka tersebut menwut peneliti sangat prihatin sekali atas jawaban responden tersebut. Padahal sesuai dengan UUD 1945 pasal 30 mengatakan tiap-tiap warga negara berhak dan wajib akan pembelaan negara. Namun peneliti juga menyadari sesuai dengan table sebelumnya yaitu tentang pemahaman akan bela negara cukup prihatin juga. Tabel 30 :Membela Negara Bila Dalam Keadaan Terancam No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ya 22 30.17 2 Tidak 51 69.

71%. . Angka menunjukan bahwa yang menjawab prihatin masing-masing 64.7%.07%. Jadi adapun hasil table diatas yang cukup memprihatinkan itu.TNI/Polisi dan memang angka tersebut menunnjukan 45.01% dan 39.38% dan 60.38 41 60.29% sedangkan yang menjawab tidak prihatin masing-masing 35. dikarenakan ketidak pahaman peserta dalam bela negara.71 Jumlah 73 100 68 100 Table diatas menunjukan bahwa jawaban responden atas pertanyaan keprihatinan dengan semakin meningkatnya pembangunan perumahan di DKI Jakarta.2% dan 47.62 27 39.29 2 Tidak 26 35. yang mengakibatkan tempat tempat atau lapangan olahraga semakin berkurang. Sedangkan yang menjawab bahwa yang melaksanakan bela negara adalah setiap warga negara masing masing 37. Table 31: keprihatinan lapangan olahraga No jawaban Paket A Paket B Jumlah % Jumlah % 1 Ya 47 64.62% dan 39.

2. Dari analisis unsur pemahaman / istilah bela negara untuk kejar paket A sebagaimana terdapat dalam tabel 05. Dari hasil tabulasi dan analisis data isian kuesioner.19% hal ini .06. keyakinan akan keabsahan Pancasila. b. Terdapat korelasi antar unsur-unsur bela negara yang meliputi pemahaman bela negara. hal ini termasuk dalam kategori kurang.Sedangkan untuk kejar paket B sebagaimana yang terdapat dalam tabel 05.54%.06. maka selanjutnya dengan menggunakan kriteria sebagaimana telah diuraikan dalam metode penelitian diperoleh temuan penelitian sebagai berikut : a. kesadaran berbangsa dan bemegara Indonesia serta kerelaan berkorban untuk negara. Keikutsertaan warga belajar pada program kejar paket A maupun B pada umumnya di dasari atas keinginan sendiri 3. Hal ini berarti sasaran peserta sudah sesuai dengan tujuan diselenggarakannya program kerja paket A dan B. Usia peserta kejar paket A dan kejar paket B pada umumnya berada pad. 1. 07 diperoleh persentase rata-rata sebesar 57.07 diperoleh persentase rata-rata 65.a usia sekolah. cinta tanah air. Temuan Penelitian.

hal ini juga dalam kategori cukup. d. e. 13. 14. 12 dan 26.46%. 27 dan 30. Sedangkan pada kejar paket B dengan tabel yang sama persentase .05%. 10. termasuk dalam kategori cukup. Dari analisis unsur kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia untuk kejar paket A sebagaimana terdapat di dalam tabel 09. hal ini tennasuk dalam kategori kurang. hal ini termasuk dalam kategori cukup.89%. f. sedangkan pada kejar paket B dengan tabel yang sama persentase rata-ratanya 59.56%. persentase rata-rata adalah 70. 24 dan 28 diperoleh persentase rata-rata 53. 25. c. Dari analisis unsur keyakinan akan keabsahan Pancasila untuk kejar paket A sebagaimana yang terdapat dalam tabel 11.87% hal ini tennasuk dalam kategori kurang. Sedangkan untuk kejar paket B dengan tabel yang sama persentase rata-rata 67. 15. 31 diperoleh persentase rata-rata 63. 21. dan hal ini juga termasuk dalam kategori kurang.06%. hal ini termasuk dalam kategori cukup.31% dalam hal ini tennasuk dalam kategori cukup. 23. diperoleh persentase rata-rata 52. Dari analisis unsur kerelaan berkorban untuk negara bagi kejar paket A sebagaimana terdapat di dalam tabel 18. sebagaimana terdapat dalam tabel 08. Sedangkan pada kejar paket B dengan tabel yang sama persentase rata-rata adalah sebesar 71. Dari analisis unsur kecintaan terhadap tanah air untuk kejar paket A.

76%. padahal dalam kaitan belajar mengajar yang mereka lakukan sudah terkait dengan unsur-unsur bela negara.89 ( C ) 3 Keyakinan Keabsahan Pancasila 70. Masih banyak guru-guru I tutor yang belum memahami konsep istilah bela negara. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel hasil analisis data sebagai berikut : Tabel 32 : Hasil Analisis Data No Unsur Unsur Bela Negara Persentase rata rata Paket A Paket B 1 Pemahaman Bela Negara 57.76 ( C ) 4.06 ( K ) 5 Rela berkorban 52. Kondisi sarana dan prasarana kejar paket A dan kejar .46 ( C ) 67. b.05 ( K ) 61.87 ( K ) 59.19 ( C ) 2 Kecintaan Tanah Air 63. walaupun sangat rendah sekali. Dari hasil wawancara peneliti dengan guru-guru maupun warga belajar diperoleh informasi sebagai berikut : a. hal ini termasuk dalam kategori cukup.54 ( K ) 65.56 ( C ) 4 Kesadaran berbangsa dan bernegara 53. c. Besarnya animo warga belajar khususnya warga kejar paket B untuk dapat melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi (kejar paket C). rata-rata 61.31 ( C ) 71.

Imbalan/ honorarium para tutor baik program kejar paket A dan kejar paket B pada saat ini dirasakan kurang layak. Peningkatan sumber daya manusia itu dijabarkan dalam empat strategis pembangunan pendidikan yakni : 1. bermutu. Dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia yang unggul. relevan dan efisien yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat merupakan upaya strategis dan mendasar. d. C. sehingga mampu untuk memperoleh pemenuhan haknya yaitu mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. maka penyelenggaraan pendidikan yang merata. Relevansi pendidikan dengan pembangunan 3. Pemerataan kesempatan pendidikan 2. Kualitas pendidikan 4. Efisiensi pengolahan pendidikan Berdasarkan pengertian yang terkandung dalam pasal 30 UUD . Penyelenggaraan bela negara melalui kejar paket A dan paket B Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 pada dasarnya tiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang secukupnya agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. paket B dirasakan kurang memadai.

keberadaan guru maupun kedisiplinan . maka kejar paket A clan kejar paket B pun ikut serta didalamnya. maka penyelenggaraan bela negara melalui jalur program kejar paket A dan kejar paket B kurang berhasil. Mengingat keberadaan warga belajar kejar paket A dan B dibidang ekonomi yang sangat prihatin sekali dan mereka bertempat tinggal di pemukiman yang kumuh. baik dibidang ekonomi. Hal ini . yang sistemnya diatur dalam undang-undang. Perbandingan pelaksanaan pendidikan luar sekolah melalui kejar paket A dan B dengan pendidikan formal sangat berbeda sekali. Keberadaan kejar paket A dan B didasari keberadaan ekonomi yang tidak memadai atau tidak layak. Mengingat kedua dasar tersebut diatas yaitu tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran dan tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.1945 maka dasar pokok penyelenggaraan pertahanan keamanan Republik Indonesia bertumpu pada kesadaran warga negara akan hak dan kewajibannya. sistem belajarpun tidak menentu dan tidak mencapai target sesuai dengan kurikulum yang sudah ditentukan. penerimaan materi pelajaran. penerapan (daya serap siswa) tentang pelajaran. Kesadaran warga negara hanya dapat ditumbuhkan melalui penumbuhan motivasi kecintaannya pada tanah air dan motivasi keikutsertaannya dalam pembelaan negara.

Demikian juga halnya dalam pendidikan. Yang menjadi masalah bagaimana meminimumkan jumlah warga negara agar mendapat pendidikan yang layak. bahkan disatu negarapun kemiskinan bisa berbeda-beda. yang akhimya dapat mengganggu kestabilan nasional. Sebab apabila jumlah penduduk tidak mendapat pendidikan yang layak semakin banyak. hanya ukuran kemiskinan itu yang dapat dibedakan antara negara. D. Padahal pada dasarnya bukan. banyak orang yang terlibat demonstrasi yang seharusnya bukan urusan di akan tetapi mereka butuh kehidupan dan ketidaktahuanmasalah akibat kebodohan mereka. dapat dilihat pada temuan penelitian. sebab mereka ini paling mudah diajak untuk membuat keributan atau berpotensi untuk membuat kekacauan akibat ketidaktahuan mereka. kemiskinan itu tetap ada. . maka dengan mudah mereka di provokasi. Menurut pemantauan peneliti akhir-akhir ini. yang selanjutnya mereka ini dianggap musuh dalam negeri oleh penguasa pada saat itu. Peranan Dan Prediksi Program Kejar Paket A dan B Dalam Pelaksanaan Bela Negara Secara alami di negara manapun. maka akan memungkinkan timbulnya gejala- gejala sosial yang cenderung mengarah ke gangguan keamanan. misalnya di Amerika Serikat tingkat pendidikan terendah SLTA sedangkan di Indonesia Sekolah Dasar (SD).

diprediksikan akan terjadi gejala-gejala sosial seperti yang sudah disebutkan diatas. wilayah dan sampai ke nasional. Apabila ketahanan pribadi (basis ketahanan nasional) terganggu dan jumlahnya semakin banyak.Untuk itu. Dengan adanya kejar paket ini sangat membantu bagi warga yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. daerah. Secara institusi peranannya cukup memadai. keluarga. Berdasarkan temuan penelitian bahwa peranan program kejar paket A dan kejar paket B dalam mendukung pelaksanaan bela negara masih rendah sekali. yang dimulai dari ketahanan pribadi. hal ini dapat dilihat dari kurikulum. Namun secara person kurang. yang pada . justru peranan warga belajar paket A dan B sangat diharapkan. yaitu dengan pengadaan kejar paket A (setara dengan SD). Di tinjau dari segi pendekatan ketahanan nasional. lingkungan. sebab ketahanan nasional mempunyai lapisan. penanggulangan atau mengatasi penduduk supaya memperoleh pendidikan yang layak seperti yang tertuang pada pasal 31 UUD 1945 perlu dipikirkan secara nasional. sebab program kejar paket ini dibiayai oleh pemerintah. Di Indonesia (khususnya di kota besar) penanggulangan hal ini sudah dilaksanakan sesuai dengan kemampuan. kejar paket B (setara dengan SLTP) dan kejar paket C (setara dengan SLTA).

bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besamya kemakmuran rakyat.akhirnya mengganggu kestabilan nasional. Usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui gerakan nasional orangtua asuh (GNOTA) belum dapat menjangkau anak-anak yang tidak mampu khususnya diperkotaan. Sedangkan fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. yaitu mengaplikasikan pasal-pasal UUD 1945 yang menyangkut kehidupan manusia (misalnya pasal 33 dan 34) yaitu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Untuk mengatasi masalah diatas atau strategi pemecahannya. menurut pendekatan ketahanan nasional dibidang ekonomi. Selain perhatian penyelenggara negara (pemerintah) juga para swasta yang ada disekitya dihimbau untuk ikut berpartisipasi dalam membina atau mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Jadi dengan keterlibatan perusahaan- perusahaan (swasta) untuk membantu anak-anak yang tidak mampu untuk bersekolah) Juga secara tidak langsung dapat mengamankan perusahaan tersebut. Selain itu juga dibidang budaya (pendidikan) atau pasal 31 UUD 1945 yaitu tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. banyak .

terbatasnya guru-guru pengajar dan kemampuan daya serap warga belajar. Pada prinsipnya unsur-unsur bela negara sudah dilaksanakan dalam program kejar paket A maupun kejar paket B. pengajaran yang kurang intensif. Kesimpulan 1. 3. politik yang pada gilirannya membuat ketahanan nasional berada pada titik nadir (terendah). diakibatkan karena terbatasnya sarana dan prasarana sekolah. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. yang akhimya dapat menganggu kestabilan perekonomian. 2. Dari analisis data kuesioner. namun hasilnya belum maksimal. Pelaksanaan program kejar paket A dan paket B di wilayah Jakarta Utara sudah mendukung pelaksanaan bela negara dalam arti bahwa unsur-unsur bela negara sudah terakomodasi di dalam kurikulum kejar paket A dan kejar paket B. namun demikian dari segi pemahaman isitilah dan konsep serta implementasinya tentang bela negara belum tersosialisasikan dengan benar. perusahaan yang menjadi korban jarahan akibat kesenjangan yang trjadi disekitarnya. dan berdasarkan pengamatan langsung dilapangan serta hasil wawancara dengan guru-guru maupun warga .

46%).76%) 4.31%) kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia tergolong kurang (53.06%) dan kerelaan berkorban untulc negara tergolong cukup (61. keyakinan keabsahan Pancasila tergolong cukup ( 71. Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan melalui unsur-unsur bela negara. belajar. Untuk kejar paket A pemahaman istilah / konsep bela negara tergolong kurang (57..19%).87%) dan kerelaan berkorban untuk negara tergolong kurang (52. diperoleh gambaran kuantitatif pelaksanaan bela negara melalui program kejar paket A maupun B sebagai berikut : a. Artinya peserta kejar paket A dan B kurang memahami implementasi bela negara tersebut. kecintaan terhadap tanah air tergolong cukup (63.56%). kesadaran berbangsa dan bemegara Indonesia tergolong kurang (59. Sehingga mereka ini mudah diprovokasi untuk menganggu kestabilan nasional seperti akhir-akhir ini.89%). b.05%). ketahanan pribadipun (basis ketahanan nasional) cukup lemah. . Dengan keberadaan seperti ini. Untuk kejar paket B pemahaman istilah konsep bela negara tergolong cukup (65.54%). secara umum hasilnya kurang memadai (masih lemah). yang pada gilirannya akan mengganggu atau menurunkan ketahanan nasional. keyakinan akan keabsahan Pancasila tergolong cukup (70. Kecintaan terhadap tanah air tergolong cukup (67.

2. 4. Dari hasil pengamatan di lapangan. Dalam rangka mengantisipasi animo yang sangat tinggi dari warga belajar kejar paket B untuk melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi maka dirasa perlu untuk segera mengembangkan program kejar paket C (setara SLTA) di Kotamadya Jakarta Utara. Saran 1. Perlu adanya anggaran yang lebih baik bagi peningkatan kesejahteraan para guru-guru (kejar paket A dan B) mengingat besarnya honorarium yang diterima oleh guruguru dirasa masih kurang layak. 3. Mengingat hasil penelitian bahwa alumni kejar paket A dan B kurang memahami khususnya implementasi bela negara dalam kehidupan sehari-harinya.B. terlihat bahwa pelaksanaan program kejar paket A dan kejar paket B masih terkesan darurat dan bersifat menumpang pada rumah penduduk atau tempat-tempat belajar yang masih kurang layak. Sesungguhnya bahwa keberadaan peserta kejar paket A dan B akibat ketidakmampuan/ketidakberdayaan orangtua untuk menyekolahkan . 5. menurut peneliti perlu ditinjau kembali atau ditingkatkan kurikulumnya. maka dirasa perlu mendapat perhatian kbusus untuk menyediakan sarana dan prasarana yang layak dari semua pihak yang terkait. tenaga pengajarnya dan intensitas pelaksanaannya.

. sehingga pembinaan secara dini (ketahanan pribadi) kepada anak-anak tidak mempunyai kesempatan.anak-anak mereka ke jenjang pendidikan formal. Untuk itu perlu adanya pemberdayaan masyarakat miskin secara intensif dan pembebasan biaya sekolah khususnya SD dan· SLTP. dengan demikian lambat laun akan dapat meningkatkan ketahanan nasional.