TBC

Apa itu TBC?

Tuberculosis atau TBC adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium tuberculosis. TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh
kutukan atau guna-guna. TBC bisa menyerang siapa saja, dari golongan sosial apapun. TB
biasanya menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang bagian tubuh lainnya, seperti
otak, tulang, sendi, selaput otak, kulit, alat kelamin dan lain-lain. TBC dapat disembuhkan
dengan berobat teratur sampai selesai dalam waktu 6-8 bulan.

Gambar 1. Kuman Mycobacterium tuberculose penyebab penyakit TBC

Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 3 di Indonesia. TBC merupakan
penyebab kematian wanita yang lebih banyak dibandingkan kematian karena kehamilan,
persalinan, dan nifas. Bila tidak segera diobati, 50% penderita TBC dapat meninggal setelah
5 tahun. TBC banyak menyerang usia produktif (15-55 tahun) dan anak-anak.

Gejala Penyakit TB Pada Orang Dewasa

1. Batuk terus-menerus disertai dahak selama tiga minggu atau lebih.
2. Kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah
3. Sesak nafas dengan rasa nyeri di dada.
4. Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun.
5. Berkeringat malam hari walau tanpa aktivitas.
6. Demam meriang lebih dari 1 bulan.

Gejala Penyakit TB Pada Anak

1. Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas.
2. Tidak ada nafsu makan.
3. Demam lama dan berulang.

Lama pengobatan berkisar 6 sampai 8 bulan. dan lipat paha. 5. Setelah kuman TBC masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan. obat tersebut kualitasnya dijamin oleh pemerintah dan khasiatnya sama dengan obat paten/ bermerek. Meskipun gratis. Pemeriksaan dahak harus dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 hari. Muncul benjolan di leher. atau bersin. TBC mudah menular kepada anak. batuk. Jika tidak teratur minum obat: . Jika hasilnya positif ada kuman berarti orang tersebut menderita TBC. Batuk lama lebih dari 30 hari dan nyeri dada. meludah. Ingat. kuman tersebut dapat menyebar dari paru-paru ke bagian tubuh lain. Bila ada kasus TBC anak maka harus dicari sumber penular di sekitarnya. 6. 4. penderita TBC akan mengeluarkan kuman-kuman TBC yang ada di paru-parunya ke udara dalam bentuk percikan dahak. Diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare. Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena TBC atau Tidak? Untuk mengetahui secara pasti seseorang penderita TBC diperiksa dahaknya. ketiak. Waktu pemeriksaan dahak adalah : SPS (Sewaktu – Pagi – Sewaktu) TBC Dapat Dicegah dan Disembuhkan TBC dapat dicegah dengan memutuskan rantai penularan yaitu dengan mengobati penderita TBC sampai benar-benarsembuh serta dengan melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Bagaimana Cara Penularan TBC? Pada saat berbicara. Kuman TBC tersebut dapat terhirup orang di sekitarnya dan menular pada orang-orang yang secara tdak sengaja menghirupnya. tetapi TBC pada anak tidak menular karena bagian tubuh yang terserang bukan paru-paru tapi kelenjar. Bagaimana Pengobatan TBC Seseorang yang menderita penyakit TBC bila berobat di unit pelayanan kesehatan (Puskesmas. Rumah Sakit dan BP4) akan mendapat obat TBC yang disebut Kombipak atau paket obat FDC yang semuanya diberikan secara gratis. Yang Harus diperhatikan dalam Pengobatan TBC Obat TBC harus diminum secara teratur sampai penderita dinyatakan sembuh.

Akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat sembuh. 5. Jangan membuang pot dahak di sembarang tempat. Masa produktif yang hilang akan semakin banyak. 4. 2. Pasien dengan kecurigaan TBC dan penderita TBC merasa malu untuk berobat. Air seni berwarna merah gelap seperti teh 3. Tingkatkan kebersihan lingkungan. Usahakan ruangan di dalam rumah cukup mendapatkan sinar matahari e. gunakan tempat tertutup (pot kecil. segeralah menghubungi petugas kesehatan terdekat. 5. Hambatan dalam penanggulangan TBC 1. seperti: a. 5. Kuman TBC dalam tubuh akan berkembang menjadi lebih banyak dan menyerang organ tubuh yang lain. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Mencegah Penularan TBC 1. Jemurlah kasur dan tikar secara teratur c. Jangan meludah di sembarang tempat. Penderita dan tersangka TBC sering dikucilkan dalam masyarakat. dll. d. namun apabila ada keluhan setelah minum obat. penderita sering merasa jenuh karena harus minum obat yang jumlahnya banyak dan dalam jangka waktu yang lama. 2. 3. Efek Samping Obat Ada kemungkinan obat TBC dapat menimbulkan efek samping ringan misalnya: 1. 3. Biaya pengobatan akan sangat besar dan tidak ditanggung oleh pemerintah karena penderita harus membiayai sendiri pengobatannya. Kadang muncul efek samping yang tidak mengenakkan . Penyakit akan lebih sukar diobati karena kuman menjadi kebal terhadap obat TBC. Bila telah menjalani pengobatan. Ventilasi udara yang cukup dengan membuka jendela korden. terutama bila ada anak kecil di sekitarnya. Gatal pada kulit 5. tempolong atau kaleng) 4. Bagi penderita TBC diharapkan menutupi mulut bila batuk atau bersin sehingga keluarga dan orang di sekelilingnya tidak tertular TBC. Kulit menjadi kekuning-kuningan 2. 2. Rasa mual dan muntah 4. 1. Persepsi yang ada di masyarakat bahwa penyakit TBC adalah penyakit memalukan. Kesemutan Efek samping tersebut adalah hal yang wajar. Jangan merokok b. Untuk menampung dahak. tidak bisa sembuh dan tidak bisa diobati 3. 4.

5. Memberi motivasi pada penderita dan keluarganya. Membantu menemukan tersangka penderita dan merujuk ke petugas kesehatan setempat. Peran Kader dan Tokoh Masyarakat 1. Berperan sebagai Pengawas Minum Obat: a. Mau memeriksakan ulang dahak ke UPK agar diketahui hasil pengobatannya. sering malas melanjutkan pengobatan karena merasa sudah sembuh. tetapi dapat disembuhkan”. Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. cara penularan. memahami gejala. 4. 2013. Mengubah stigma dalam masyarakat bahwa TBC “suatu penyakit yang memalukan dan tidak dapat disembuhkan” menjadi “suatu penyakit yang berbahaya bila dibiarkan.6. Memberikan edukasi dan dorongan tentang pentingnya berobat teratur sampai sembuh 2. Memberi penyuluhan tentang penanggulangan penyakit TBC. dan pencegahan peyakit TBC. 3. c. Buku Saku TBC Bagi Masyarakat . Mengawasi penderita agar minum obat teratur b. Penderita yang merasa sudah membaik.