You are on page 1of 4

Eksergi, Vol 13, No. 1.

2016
ISSN: 1410-394X

Optimasi Rasio Air dan Karbon Berpori untuk Proses Pembentukan Metana Hidrat

Wibiana Wulan Nandaria*, Imam Prasetyob,and Moh. Fahrurrozib

a
Program Studi S1 Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Jln. SWK 104 (Lingkar Utara), Condongcatur, Yogyakarta, 55283, Indonesia
b
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Jln. Grafika 2, Kampus UGM, Yogyakarta, 55281, Indonesia

Artikel histori : ABSTRAK: Metana merupakan sumber energi alternatif yang sangat potensial dan
melimpah serta menghasilkan emisi CO2 yang lebih rendah ketika digunakan sebagai
Diterima 20 Februari 2016
Diterima dalam revisi 25 Februari 2016 bahan bakar karena kandungan C dalam molekul metana jauh lebih kecil dari
Diterima 4 Mei 2016 kandungan H nya. Selain ada dalam bentuk gas, metana di alam juga bisa berada dalam
Online 1 Juni 2016
bentuk metana hidrat. Setiap volume metana hidrat mengandung sebanyak 164 volume
gas metana dalam keadaan standar (STP). Proses terbentuknya metana hidrat di alam
dapat diadopsi sebagai metode penyimpanan gas metana. Pada penelitian ini akan
dilakukan percobaan pembentukan metana hidrat pada karbon mesopori dengan jumlah
air yang bervariasi untuk mengetahui kandungan air optimum untuk membentuk
metana hidrat secara efektif. Penelitian dilakukan dengan mengadsorpsi gas metana
pada karbon berpori yang basah dengan metode static volumetric. Untuk mengetahui
rasio yang optimum terhadap proses terbentuknya metana hidrat, maka pada penelitian
ini dilakukan percobaan dengan rasio berat air dibandingkan karbon berpori 0,5 ; 1 ;
1,5; 2. Sistem adsorpsi dikondisikan pada suhu 275 K dengan maksud untuk
menghindari terbentuknya es (sistem dikondisikan diatas titik beku air). Hasil
percobaan menunjukkan bahwa rasio air : karbon mesopori yang memberikan jumlah
metana hidrat yang paling besar adalah pada R = 1

Kata Kunci: Penyimpanan metana, Metana Hidrat, Rasio Air-Karbon Mesopori

ABSTRACT: Methane is a potential alternative energy source which is abundant and
produces lower CO2 emissions when it is used as fuel due to the content of C in the methane
molecule is much lesser than its H content. Besides in a form of gas, methane in nature can
also be in the form of methane hydrates. The formation process of methane hydrates in nature
can be adopted as a method of methane storage. In this study, methane hydrate was formed on
mesopore carbon with weight ratio of water and porous carbon 0,5 ; 1 ; 1,5 ; 2. Adsorption
system was conditioned at the temperature 275 K. Methane gas was injected into the clean
vacuum system, at various pressures. The adsorption equilibrium was Indicated by stable
pressure in the adsorption system. Moles of adsorbed methane was calculated from the
difference of mole before and after adsorption.The Pressure of methane hydrate formed can be
measured from the point of the number of moles from methane adsorbed which increased
significantly. The experimental resulted that the weight ratio of water and porous carbon as
1:1 gave optimum methane hydrates formation.

Keywords : Methane Storage , Methane Hydrate , Water-Carbon Ratio

1. Pendahuluan terperangkap di dalam sangkar air tersebut. Di alam,
cadangan gas hidrat berada di dalam sedimen lautan
Gas Hidrat adalah suatu padatan menyerupai es yang dalam jumlah yang sangat besar yang sebagian besar
terbentuk dari molekul air yang berikatan hidrogen terdiri dari metana hidrat sehingga metana hidrat sangat
membentuk sangkar (host molecule) dan molekul gas potensial untuk dikembangkan sebagai energi alternatif
(biasanya metana) sebagai guest molecule yang menggantikan bahan bakar minyak (Sloan, 2008). Di

*
Corresponding Author: +62 856 4244 9292
Email: wibianawulan@mail.com

17

1992). melepaskan 164 m3 gas alam/ metana pada suhu 25o C Penyebaran air di permukaan karbon berpori dan tekanan 1 atm (suhu dan tekanan udara bebas).5 . tekanan 35 bar). Moh. metana droplet sehingga memperluas kontak bidang antar air dan memiliki bilangan oktan yang lebih tinggi dan secara gas metana. Untuk 1 meter kubik gas hidrat akan yang saling berikatan menggunakan ikatan hidrogen. Kehadiran karena emisi CO2 yang lebih sedikit (rasio C/H dalam bahan berpori memang diperlukan dalam pembentukan molekul metana lebih kecil dibandingkan hidrokarbon hidrat. kelebihan diantaranya bersifat sangat hydrophobic. Dengan suhu yang tidak terlalu rendah dan tekanan tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan metode sebelumnya. Semakin besar luas permukaan kontak maka inheren lebih ramah lingkungan sebagai bahan bakar semakin banyak metana hidrat yang terbentuk. Salah satu kendala dalam pemanfaatan gas alam 2. Dalam 1 m3 metana hidrat ini. Oleh 2. 2011). Untuk meningkatkan jumlah metana hidrat yang terbentuk diperlukan media yang memberikan luas kontak yang besar untuk memfasilitasi bergabungnya molekul air dan molekul metana dalam membentuk hidrat (Dai.1 Bahan Penelitian karena itu dalam pemanfaatannya gas metana biasanya Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gas CH4 disimpan pada suhu kamar dengan tekanan yang sangat dengan kadar 99. kompresinya (multi-stage compression). Imam Prasetyo. tidak membasahi permukaan. Metode Penelitian sebagai bahan bakar adalah keterkaitan dengan sifatnya sebagai gas superkritis yang sukar untuk dicairkan. Hal ini karena air dibandingkan dengan berat karbon berpori adalah 0. 18 . Sifat tersebut dimasukkan ke sample cell dan ditambahkan air karbon berpori yang hydrophobic sangat menguntungkan (demineralized water) dengan perbandingan rasio berat air dalam pembentukan metana hidrat. 2004).. tetapi air membentuk 1. 2016..5 .9 %. 1 . Eksergi. Metode ini mengadopsi proses terbentuknya metana hidrat yang ada di alam. memudahkan molekul air untuk kontak langsung dengan sehingga diperkirakan cadangan energi tersebut tidak molekul gas CH4 dibandingkan tanpa kehadiran material akan habis dalam kurun waktu 800 tahun (Soesilo. Selain itu karbon berpori memiliki dalam media karbon berpori ditunjukkan dalam Gambar 1. Skema Alat Percobaan Pembentukan Metana Prasetyo et al.Citasi: Wibiana Wulan N.2 m3. dan harga yang Rangkaian alat percobaan pembentukan metana hidrat rendah (Talu. 2008). Sebelum karakteristik permukaan yang bersifat non polar percobaan dimulai sejumlah karbon diletakan dalam (Yang. 2007). Rasio Karbon dan Air untuk Proses Pembentukan Metana Hidrat. sebagai alat penjerap.8 m3 terisi oleh air (Makogon et al. Hal ini disebabkan oleh kelarutan metana dalam air sangat rendah. Selanjutnya karbon berpori besar dibandingkan dengan karbon berpori kering.2009. dan karbon berpori yang tinggi yaitu pada kisaran 200-250 bar (Compressed dihasilkan dari pirolisis bahan polimer yang disintesis dari Natural Gas atau CNG) sehingga membutuhkan biaya resorcinol fenol formaldehid dan etilen glikol (dinamakan tinggi untuk pembuatan bejana yang tebal dan untuk RPF-EG2). sedangkan sisanya sebesar aktif yang mampu membentuk metana hidrat pada media 0. akan dicari rasio air dan karbon oleh metana sebesar 0.2003).Fahrurrozi. Karbon berpori menjadi salah satu Hidrat material yang menarik sebagai media penyimpanan metana karena karbon berpori memiliki luas permukaan 2. 17-20 samping jumlah cadangannya yang berlimpah. sedangkan struktur Metana hidrat stabil pada temperatur rendah dan kristal khas (klatrat) hidrat yang terbuat dari molekul air tekanan tinggi. dan secara statik volumetrik yang dirangkai menggunakan strukturnya stabil pada suhu tinggi dan memiliki Ultra High Vacuum Fitting and Valve tipe VCR®. karbon berpori optimum. berpori (Zhou et al. Metode penyimpanan gas alam lainnya adalah dengan sistem 2.2 Alat Penelitian refrigerasi pada suhu di bawah -162ºC sehingga gas alam tersimpan sebagai Liquified Natural Gas (LNG) dengan biaya refrigerasi yang cukup mahal. CH4 sangat sulit. volume yang ditempati Pada penelitian ini. menunjukkan bahwa kapasitas penjerapan metana pada Kemudian karbon berpori dikeluarkan dari sample cell karbon berpori basah (dalam bentuk hidrat) jauh lebih untuk kemudian ditimbang. sehingga cara penyimpanan dalam bentuk terhidrat ini relatif lebih aman dan lebih murah. karena untuk membentuk hidrat langsung dari gas yang lain). tahan Rangkaian alat ini pada prisipnya merupakan alat adsorpsi terhadap lingkungan yang asam maupun basa. aqua demin. sample cell kemudian dilakukan proses degassing untuk Penelitian yang dilakukan oleh Yunanto (2012) menghilangkan kontaminan dan uap air di dalam sistem. Metode yang saat ini mulai dikembangkan adalah menyimpan gas metana dalam kondisi terhidrat (suhu 2 oC. Gambar 1. 13(1). 2.3 Prosedur Penelitian internal yang besar..

2. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada dalam keadaan setimbang (P2).6 MPa). Sedangkan pada paling besar adalah pada R = 1. Dibandingkan dengan karbon MS2 naik secara signifikan. biasanya bervariasi dari 10 menit hingga 120 menit. Selanjutnya untuk Untuk percobaan dengan rasio R=0.5 . jumlah air berpori dengan metode static volumetric. Jumlah air yang titik kesetimbangan berikutnya. ada mmol/g.5 dan R=2. Nilai ini hampir dua kali lebih besar daripada nilai host molekul (air yang cukup). 1. yaitu ada guest molekul (gas metana).0 Mpa. Sistem adsorpsi tajam pada rentang tekanan 3.0 – 4. Pada tekanan di bawah tekanan lebih besar dari 3. terlihat jelas bahwa pada tekanan 0 – terbentuknya metana hidrat. maka dapat 19 . gas metana terlarut dalam air.5 . V2 dibuka dan terlihat lurus serta tidak ada kenaikan jumlah gas metana diamati penurunan tekanan di PT hingga diperoleh tekanan yang terjerap. tekanan maksimal yang mampu dioperasikan (4. gas metana yang terjerap meningkat secara tajam.0 MPa gas CH 4 bahwa syarat terbentuknya metana hidrat menurut Carroll yang terjerap dalam keadaan terhidrat bernilai 15. molekul gas CH4 tidak dapat menerobos ke dalam saluran Pada Gambar 2 terlihat bahwa rasio air : karbon mesopori karena kehadiran molekul air yang menutup mesopori yang memberikan jumlah metana hidrat yang transport channel (Celzard et al. dan kondisi operasi yang penjerapan oleh karbon MS2 dalam keadaan kering. metana hidrat mulai 3.0 MPa. 3. karbon mesopori basah tidak dapat mengadsorpsi dilakukan percobaan dengan rasio berat air dibandingkan gas CH4 namun nilai kapasitas penjerapannya meningkat karbon berpori 0. sehingga jumlah molekul gas CH4 yang terjerap percobaan ini tekanan 31. Untuk dan karbon mesopori basah. valve no. Untuk mengisi loading cell (tekanan injeksi). Keadaan ini dikondisikan pada suhu 275 K dengan maksud untuk terjadi karena pada tekanan 0-3. 2016 ISSN: 1410-394X Tahap kedua adalah adsorpsi gas metana pada karbon disimpulkan bahwa dengan pada rasio R=1. Hal ini menunjukkan bahwa pada kering.7 (2009) ada tiga. valve Pembentukan Metana Hidrat no V1 dibuka secara perlahan hingga dicapai tekanan yang diinginkan (P1). Dengan mengingat terhidrat jauh lebih besar.0 MPa). kapasitas penjerapan gas CH4 dalam keadaan titik tersebut metana hidrat terbentuk.5 . kurva hanya melakukan proses adsorpsi. 2005). 1. dan kesetimbangan dapat dilakukan dengan menggunakan tekanan terbentuknya hidrat yang lebih tinggi. yaitu pada persamaan berikut : tekanan yang lebih tinggi. Setelah itu memastikan bahwa valve V2 dan V3 telah tertutup serta valve nomor V1 dalam keadaan Gambar 2. V2 ditutup setengah kali berat karbon berpori ini dapat disimpulkan kembali dan langkah-langkah tersebut diulangi sampai tidak mencukupi untuk membentuk metana hidrat. lalu ditutup kembali. Penelitian sebelumnya Optimum untuk Pembentukan Metana Hidrat yang dilakukan oleh Yunanto (2012) telah membandingkan Rasio aquadest : berat karbon berpori (R) berpengaruh adsorpsi gas metana menggunakan karbon mesopori kering terhadap titik ter-bentuknya metana hidrat. No. memastikan pompa vakum bekerja dengan baik dan sistem adsorpsi telah vakum 0 MPa absolut.Eksergi. valve no. Sistem adsorpsi efektif untuk membentuk hidrat. metana hidrat Untuk menghitung jumlah mol terjerap pada saat terbentuk lebih sedikit daripada percobaan pada R=1. Untuk melanjutkan pada fenomena metana hidrat yang terbentuk. Dengan menginjeksikan gas metana dalam berbagai tekanan dalam sistem adsorpsi akan diperoleh data kesetimbangan adsorpsi. serta tidak ada kebocoran. Hal ini disebabkan karena PV PV jumlah air yang lebih banyak justru menutupi pori-pori nads  1 1  2 2 (1) karbon mesopori. Sedangkan untuk rasio R=1.16 MPa.0 MPa. Langkah-langkah untuk melakukan uji adsorpsi gas secara volumetrik adalah dengan menyetel regulator sesuai dengan tekanan maksimum yang akan digunakan dalam pengujian. memenuhi (terkait temperatur dan suhu).0 MPa hanya terjadi menghindari terbentuknya es (sistem dikondisikan diatas physisorption yang jumlahnya sangat kecil dikarenakan titik beku air). mengetahui rasio yang optimum terhadap proses Dari Gambar 3. Hasil dan Pembahasan Penambahan air dalam proses adsorpsi gas metana pada Menentukan Rasio Air dan Karbon Berpori yang media karbon berpori meningkatkan kapasitas penjerapan metana dalam keadaan terhidrat. sehingga luas kontak antara air dan gas zRT zRT metana jauh lebih sedikit jika dibandingkan kontak terjadi pada permukaan pori karbon. Vol 13. Pada tekanan ± 4. Pengaruh Jumlah Air pada Proses terbuka. Setelah tekanan terbentuk karena semua syarat terbentuknya gas hidrat telah dan temperatur memenuhi syarat terbentuknya hidrat (pada terpenuhi. 1 . Kesetimbangan adsorpsi ditunjukkan dengan stabilnya tekanan di dalam sistem adsorpsi. dikondisikan pada suhu 275 K dengan maksud untuk menghindari terbentuknya es (sistem dikondisikan diatas titik beku air). maka pada penelitian ini 3.

.A... Koh.. J. Natural gas Hydrate-A Potential Energy Source for 21th Century.. Qiao. Holditch.. September 2011. 2012) T. Optimal Wetting of Active Carbons for Methane Hydrate Formation. 2009.2004.. Rasio air optimum yang diperoleh menguatkan Conference Chemeca2011. Untuk membentuk metana hidrat diperlukan Thesis.. Z.P.. Yan. Liu.. 4th Int. Imam Prasetyo. R. pp.Fahrurrozi. 2009. and Makogon. Proc.. vol. J Porous Mater. pp. A. Storage of Methane dan karbon berpori yang mampu menghasilkan metana on wet activated carbon: Influence of pore size hidrat paling besar adalah pada perbandingan 1:1. Rochmadi. Michigan. 18-21 penelitian yang dilakukan oleh Celzard pada tahun 2006.. Dai. C. Mareche. menggunakan Karbon Mesopori Basah dan Prasetyo. X. Carbon 42(s 8–9):1855–1858.T.. 20 . I. Yunanto.. Moh. distribution. France Dai. E. Rasio Karbon dan Air untuk Proses Pembentukan Metana Hidrat. Eksergi.Y.A.27-32 Makogon. Elsevier’s Science and Technology Rights Department in Oxfords Celzard.D.. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah May 17-22. 2005.Citasi: Wibiana Wulan N. Ariyanto. Laporan mesopori. R. Yogyakarta sejumlah air dalam media karbon berpori. 2016.. Natural Gas Storage on Activated Carbon Nodified by Metal Oxides. Zhou. USA Talu. Y. O. 2011.. An Overview of Adsorptive Storage of 4. S. 2008. X. Group. Perbandingan Isoterm Adsorpsi Gas CH4 Engineering. L. Dalam Yunanto. Budhijanto. Kesimpulan Natural Gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan air dan Sloan. Universitas Gadjah Mada. 56.. Qian. Journal Petrolleum Science and Gambar 3. T.. Vol. Penjerapan Gas Rumah Kaca dengan penelitian ini karbon berpori yang digunakan adalah karbon Menggunakan Berbagai Karbon Berpori.M. 1-3: 14-31. R. Y. Chlatrate Hydrates of karbon mesopori yang optimum untuk pembentukan Nautral Gases. On Fundamentals of Adsorption. M. K. Fundamentals of Adsorption. Kyoto. 17-20 Daftar Pustaka Carrol. 2012.F.F. No. Natural Gas Hydrates. 3rd Edition. 1992. John. Taylor and Francis metana hidrat adalah mendekati 1. New South Wales. KarbonMesopori Kering (Yunanto.16. Perbandingan air Zhou. porinya sesuai dengan ukuran metana hidrat. 13(1).F. University of Michigan. Xing.D.655-662 dinding pori yang bersifat hidrofobik dari material karbon Yang.. University Henry Poincare-Nancy. Methane Storage by Methane Hydrate Formation Within Water-Saturated Porous Carbon. L. Conf.. 2007. Adsorbent Fundamentals and berpori memicu terbentuknya metana hidrat jika dimensi Applications. 2003. W.