You are on page 1of 18

AL-KHAWATIR (8) BISIKAN DALAM HATI DARI KHAZANAH

SYEIKH ABD QADIR AL JILANI KHZANAH (KUNCI KE ALAM
SUFI)
BISIKAN DALAM HATI – SYEIKH ABD QADIR AL JILANI

Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani R.A di dalam kitabnya al-Ghunyah; 1/101, menyebutkan: “Di
dalam hati manusia terdapat dua ajakan: Pertama ajakan malaikat. Ajakan malaikat itu
mengajak kepada kebaikan dan membenarkan kepada yang benar (haq); dan kedua, ajakan
musuh. Ajakan musuh itu mengajak kepada kejahatan, mengingkari kebenaran dan melarang
kepada kebajikan”. Yang demikian telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud R.A.

Al-Hasan al-Bashri R.A berkata: “Sesungguhnya kedua ajakan itu adalah kemauan yang selalu
mengitari hati manusia, kemauan dari Allah dan dari musuh, hanya dengan sebab Rahmat
Allah, seorang hamba mampu mengontrol kemauan-kemauannya tersebut. Oleh karena itu,
apa-apa yang datang dari Allah hendaknya dipegang oleh manusia dengan erat-erat dan apa
yang datang dari musuh, dilawannya kuat-kuat “.

Mujahid R.A berkata; Firman Allah s.w.t:

“Dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi”. (QS. an-Nas; 114/4)

Bisikan itu mencengkram hati manusia, apabila manusia berdzikir kepada Allah, maka setan itu
akan melepaskan cengkramannya namun apabila manusia kembali lupa, maka setan itu akan
kembali mencengkram hatinya. Muqotil R.A berkata: “Dia adalah setan yang berbentuk babi
hutan yang mulutnya selalu menempel di hati manusia, dia masuk melalui jalan darah untuk
menguasai manusia lewat hatinya. Apabila manusia melupakan Allah Ta’ala, dia menguasai
hatinya dan apabila manusia sedang berdzikir kepada Allah dia melepaskan dan keluar dari
jasad manusia itu“.

Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani R.A berkata, bahwa di dalam hati ada enam bisikan (khotir):

(1) Bisikan nafsu syahwat;
(2) Bisikan setan;
(3) Bisikan ruh;
(4) Bisikan malaikat;
(5) Bisikan akal; dan
(6) Bisikan keyakinan.

1. Bisikan Nafsu Syahwat
Bisikan nafsu syahwat adalah bisikan yang secara qudroti tercipta untuk memerintah manusia
mengerjakan kejelekan dan memperturutkan hawa nafsu.

2. Bisikan Setan
Bisikan setan itu adalah perintah agar manusia menjadi kafir dan musyrik (menyekutukan
Allah), berkeluh-kesah, ragu terhadap janji Allah s.w.t cenderung berbuat maksiat, menunda-
nunda taubat dan apa saja yang menyebabkan kehidupan manusia menjadi hancur baik di

Dengan bisikan akal tersebut sekali waktu manusia mengikuti nafsu dan setan. baik di dunia maupun di akherat. dikehendaki-Nya dan dipilih-Nya. Bisikan Ruh Bisikan ruh adalah bisikan yang mengajak manusia mengikuti kebenaran dan ketaatan kepada Allah s. supaya manusia mempunyai kebebasan untuk memilih jalan hidup yang dikehendaki namun kemudian manusia juga harus mampu mempertanggungjawabkan atas kesalahan dan kejahatan dengan siksa dan neraka dan menerima balasan dari amal sholeh dengan pahala dan surga.t dan segala yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan dan juga kepada apa saja yang menyebabkan keselamatan dan kemuliaan. 7/196) Orang tersebut dipelihara dan dicukupi dengan sebab-sebab yang dapat menyampaikan .dunia maupun di akherat.w. asy-Shuhada’ dan para Wali-wali-Nya. Bisikan Keyakinan Bisikan yakin adalah Nur Iman dan buah ilmu dan amal yang datangnya dari Allah s.t dan juga kepada apa saja yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan sehingga menyebabkan keselamatan dan kemuliaan manusia. kecuali terlebih dahulu manusia menguasai tiga hal. Dengan akalnya. Bisikan yakin itu berupa ajakan yang selalu terbit dari dalam hati untuk mengikuti kebenaran walau seorang hamba itu sedang dalam lemah wiridnya. (QS. maka manusia beramal sholeh dan mendapatkan pahala. Sekali waktu manusia mengikuti bisikan ruh dan malaikat. (1) Ilmu Laduni. Bisikan yakin itu hanya diberikan oleh Allah Ta’ala kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Ajakan ini adalah dari jenis ajakan yang baik dan terpuji.w.t.w. 5. 4. Sebagaimana yang telah dinyatakan dengan firman-Nya: “Sesungguhnya Waliku adalah Allah. Allah s. Ajakan setan ini adalah ajakan paling tercela dari jenis ajakan jelek tersebut. Itulah hikmah yang dikehendaki Allah s. Bisikan Akal Bisikan akal adalah bisikan yang cenderung mengarahkan pada ajakan bisikan ruh dan malaikat. Yaitu orang-orang yang telah mampu fana di hadapan-Nya. 6. mengajak manusia mengikuti kebenaran dan ketaatan kepada Allah s.t dan dipilihkan oleh Allah s. ash-Shiddiq.t terhadap kehidupan manusia. Ia diberikan khusus hanya kepada para kekasih-Nya dari para Nabi. 3. maka manusia terjerumus kepada perbuatan maksiat dan mendapatkan dosa. (2) Ahbārul Ghuyūb (khabar dari yang gaib). Yang telah berhasil memindahkan ibadah lahir menjadi ibadah batin. Orang-orang yang telah berhasil menjaga batinnya untuk selama-lamanya.w.w. Bisikan yakin itu tidak akan sampai kepada siapapun. Yang telah mampu gaib dari lahirnya. baik terhadap ibadah fardhu maupun ibadah sunnah.t yang mentarbiyah mereka.w. dan Dia mentarbiyah (memberikan Walayah) kepada orang-orang yang sholeh”. al-A’raaf. (3) Asrōrul Umur (rahasia segala urusan). Bisikan Malaikat Bisikan malaikat sama seperti bisikan ruh.

Malaikat menyampaikan dorongan ketakwaan di dalam ruh dan setan menyampaikan ajakan kefujuran di dalam nafsu. artinya berbuat baik dengan menta’ati Allah s. al-Qomar. Dia berada di dalam kenikmatan yang tiada henti. maka manusia bisa mengadakan interaksi dengan makhluk batin dengan segala rahasia kehidupan yang ada di dalamnya sebagaimana dengan alam lahir manusia dapat mengadakan . Hati bagaikan seorang raja terhadap bala tentaranya. Orang yang selalu dekat dengan yang dicintainya dan yang disembahnya. yang dimaksud alam ruhaniah itu bukan alam jin atau alam ghaib.w. Yaitu selama-lamanya memandang kepada wajah-Nya yang Mulia. tetapi alam-alam batin yang ada dalam jiwa manusia. “Nafsu dan Ruh” adalah dua tempat bagi setan dan malaikat. Di antara keduanya ada Akal dan Hawa. 54/54) “Bagi orang-orang yang berbuat baik. Ketika ketetapan ajal kematiaannya tiba. Surga baginya adalah apa yang ada di dalam hatinya. Dari kehinaan kepada kemuliaan. Dunia baginya adalah surga dan akherat adalah cita- cita. Seperti perjalanan seorang pengantin dari kamar yang sempit ke rumah yang luas.t dan Rasul-Nya.t menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya: “ Dan firman Allah s.t: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu.kepada keridlaan-Nya dan dijaga serta dilindungi dari sebab-sebab yang dapat menjebak kepada kemurkaan-Nya. Yunus. ada pahala yang terbaik dan tambahan “. secara langsung tanpa penghalang yang merintangi. itulah yang dinamakan yakin. Allah s. Alam batin yang menyertai alam lahir manusia secara manusiawi. maka hati harus selalu mampu mengaturnya dengan aturan yang sebaik-baiknya.w. Keadaannya seperti pesawat penerima yang setiap saat siap menerima signal yang dipancarkan oleh dua makhluk tersebut. memilih menindaklanjuti pertolongan dan menghindari ajakan kejelekan.t di atas: “Ahsanuu”.t akan membalasnya di akherat dengan surga dan kemuliaan. Kesemuanya indera tersebut merupakan alat-alat atau anggauta masyarakat hati. berada di taman- taman dan sungai-sungai – Di tempat yang disenangi di sisi Tuhannya yangMaha Kuasa” . disebabkan karena masa baktinya di dunia fana telah purna. serta selalu mensucikan hatinya dengan meninggalkan amal ibadah yang selain untuk-Nya. Oleh karena itu. nafsu selalu mengajak hati manusia untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan fujur. Yaitu ketika terjadi pengosongan alam fikir.w.t. Yaitu supaya ada pertolongan bagi manusia untuk berbuat kebaikan dan dorongan untuk berbuat kejelekan. “Al-Ghunyah”. (QS. Dengan keduanya supaya terjadi proses hikmah dari rahasia kehendak dan keputusan Allah yang azaliah. manakala indera-indera yang ada di dalam alam batin itu hidup. dengan itu supaya tidak terbuka peluang bagi hawa untuk menindaklanjuti kehendak nafsu dan setan. maka untuk dipindahkan ke dunia baqo’.w.w. Orang yang setiap saat ilmunya selalu bertambah. Seorang hamba yang ma’rifatnya semakin hari semakin kuat. Kemudian akal menjalankan fungsinya. (QS. Sedangkan di dalam hati ada dua pancaran Nur. Ditambahi dengan pemberian yang abadi. Selama-lamanya mereka akan memandang wajah-Nya yang Mulia. Diberi kenikmatan dan keselamatan. (Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani. 10/26) Firman Allah s. Dengan alam batin. Allah s. Di dalam kesenangan yang tiada putus dan kebahagiaan tiada habis.w. mereka akan diberangkatkan dengan sebaik- baik perjalanan. maka yang masuk ke dalam bilik akalnya hanya yang datangnya dari Allah s. Nurnya semakin memancar. 1/101) Walhasil. “Nur Ilmu dan Nur Iman”.

dengan mengenal jati diri itu. ia di pengaruhi beberapa makna yang tidak bisa ia tolak. melainkan menembus pembatas dua alam yang di dalamnya penuh mesteri. Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu kefasikannya dan ketakwaannya” ( QS. dan ada yang tidak kasat mata (maknawi). Kemudian setan mengemukakan satu masalah umum padanya yang disepakati jiwa. yakni menuju keridhoan Ilahai Rabbi. dan seterusnya demikian. Setan tidak tetap dalam satu kemaksiatan.komunikasi dengan makhluk lahir dengan segala urusannya. yang pertama merujuk kepada setan dan yang kedua merujuk kepada malaikat. Rasullulah saw berkata’ ” Satu bagian dalam diri manusia bagi malaikat dan satu bagian bagi setan. Yang tidak kasat mata yakni setan memberi satu pintu yang asalnya benar dalam agama kepada manusia. manusia harus mampu mencapainya dengan jalan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah.91 : 9 : 7-8 ). Dicatat oleh Wan Adeli pada 9:26 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) AL-KHAWATIR (7) BISIKAN-BISIKAN JIWA (KUNCI KE ALAM SUFI) Khawatir ( Bisikan-bisikan jiwa) Allah Ta’ala berfirman’ ” Dan jiwa serta penyempurnaannya. dan dari kesamaran ini muncul berbagai hal yang jika ia mengungkapkannya maka iblis belajar kesesatan. setelah itu manusia menegaskan satu pendapat dalam dirinya. Mengharapkan terbukanya matahati (futuh) dengan menempuh jalan ibadah (thoriqoh) dengan bimbingan seorang guru mursyid sejati. sedangkan setan akan membisikan satu bentuk kemaksiatan dan kemudian meninggalkannya untuk membisikan bentuk kemaksiatan lainnya. kemudian menyerahkan diri anda pada jiwa anda. dengan izin Allah selanjutnya sang pengembara sejati dapat menemukan tujuan akhir yang hakiki. Ilham sesat mesti dinisbatkan pada setan. Untuk menghidupkan indera-indera yang ada di alam batin tersebut. karena tidak layak memperbandingkan Pencipta dengan makhluk. Itulah perjalanan tahap awal yang harus dicapai seorang salik dengan sungguh hati. Lalu. Setan. ketahuilah bahwa jiwa ( nafs) berdiam diri pada satu maksiat yang ia perintahkan. sampai setan menjadi muridnya dan belajar darinya. jiwa itulah yang menyuruh anda melakuka maksiat . Perjalanan tersebut bukan menuju suatu tempat yang tersembunyi. Menisbatkan ilham kesesatan kepada Allah ta’ala merupakan etika yang buruk. ada yang kasat mata seperti jin dan manusia. Dengan itu supaya ia mencapai suatu keadaan yang ada dalam jiwa yang dilindungi.” Maka kata ganti ha ( dhamir) yang ada dalam ayat di atas. supaya dengan keadaan itu ia dapat menemukan rahasia jati diri yang terkadang orang harus mencari setengah mati. Pertama kali setan akan mengajari jiwa tentang satu kemaksiatan. Supaya bisa memilah antara bisikan hati yang berasal dari jiwa dengan yang bersal dari setan.

Ilmu Laduni Ilmu laduni merupakan ilmu yang niscaya ada pada asal penciptaan. Dicatat oleh Wan Adeli pada 9:10 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) AL-KHAWATIR (6) : MENGENAL 4 BISIKAN HATI (KUNCI KE ALAM SUFI) 4 Jenis Bisikan Hati . Dalam penampakan lahirnya. maka setan akan menyingkir. Sekelompok lain memahami bahwa setan adalah musuh mereka dan Allah adalah kekasih mereka. maka tak ada seorangpun yang memasuki kehadiran. Pemberian ini terus berlangsung sampai si anak memiliki nalar dan imajinasi. seperti ilmu yang di miliki hewan-hewan. Malaikat memiliki kemampuan ilmu dan amal. kecuali yang menguasai mereka. amal dan berfikir Seluruh entitas. kecuali manusia dan jin. dan itu membuat mereka lupa mencintai Kekasih. tinggallah jiwa menyusahkan waktu anda dan anda tidak bisa mengeluarkannya kecuali dengan pertolongaan Allah Ta’ala. Dan Allah Ta’ala dengan karunianya. jiwa dan manusia sebagai wadah kehadiran. ruh mereka menerima ilmu dari pikiran. mendapat limpahan cahaya illahi di awal perjalanannya. Ketika dalam kemampuan ilmu dan amal tersebut terbentuk kemampuan berpikir. Seluruh ensitas menerima ilmu ini. seperti lebah. jiwa dan setan merupakan bencana ( niqmat) bagi orang yang mengikuti keduanya serta terhijab oleh keduanya. hewan-hewan serta manusia.setelah ia mencicipi manisnya maksiat itu. kemudian ruhnya menyerap ilmu dari pikiran dan nalar atau imajinasi yang sudah di milikinya. sehingga malaikat menyanjung kita. sedangkan bagi para wali. lmu ini tidak dicari dan dipikirkannya. Ketika nalar dan imajinasi yang di milikinya bertambah. Kemudian muncul kemampuan ilmu dan amal yang diserap dari ilmu laduni. laba-laba. bukan karena amal. Allah mengantikan kedudukan keduanya dengan kebaikan. maka mereka sibuk memeranginya. dengan berbagai manfaat dan mudaratnya ” Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:…( Qs. Maka bagi mereka kemampuan berpikir ini menempati tempat hakikat ketuhanan bagi entitas selain diri mereka. hanya saja. 16: 68 ) Allah memberikan ilmu laduni kepada anak yang baru lahir dari rahim ibunya. Jika mengingat Allah Ta’ala. tidak ada sesuatupun yang menimpa para wali melainkan karunia Allah. menjadikan setan. jika diperangi ia lemah. sedangkan setan. ilmu laduni yang diterimanya lenyap sampai habis. maka mereka sibuk mencintai sang Kekasih. burung. Dengan cahaya Illahi inilah mereka belajar dan beramal. Kemampuan itu ada tiga: Kemampuan ilmu. burung-burung dan anak kecil. mereka tidak perlu memusuhi setan. kebaikan mereka di sebabkan oleh kemampuan ilmu. Sekelompok orang memahami bahwa setan adalah musuh bagi mereka.

Bisikan hati yang biasa diterima oleh manusia."Begitu bisikan syaitan. iaitu membuka bahagia hasta (siku hingga telapak tangan). maka syaitan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan fesyen. Bagaimanakah caranya? 1. 4 Jenis Bisikan Hati 1. maka syaitan beralih dengan strategi yang lebih halus. kan masih pakai tudung dan pakai baju panjang. sebaliknya ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan. Bisikan syaitan yang dinamakan waswasah ‫خاطر النفس‬ merupakan keburukan yang menghalang kebaikan dan menyesatkan. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya. bisikan membawa kebaikan. 4. .ianya adalah penasihat kepada kita yang boleh dipanggil juga ‫إرشاد‬. Bisikan pertama dinamakan khatir ‫( خاطر‬bisikan hati ). yang dipenuhi dengan kebaikan dan ianya adalah hujjah untuk kita. Wasiat Imam Ghazali. Bisikan daripada Malaikat Mulhin. Membuka Bahagian Tangan Kebiasaannya telapak tangan sudah terbuka. 5.datang daripada Allah SWT 2. Dicatat oleh Wan Adeli pada 9:09 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) AL-KHAWATIR (5) BISIKAN IBLIS DAN SYAITAN KE ATAS KAUM HAWA (KUNCI KE ALAM SUFI) Iblis laknatullah membisikkan kepada para wanita bahawa apa jua pakaian termasuk hijab tidak ada kaitannya dengan agama. Akhirnya si wanita menampakkan tangannya dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa. 3. "Ah!Tidak apa-apa. .

iaitu terbuka bahagian atas dada kamu. "Hah.w sebagai kasiyat 'ariyat (berpakaian tapi telanjang). maka syaitan beralih dengan strategi yang lebih halus. kan potongan pakaiannya masih panjang. Akhirnya si wanita menampakkan tangannya dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa. Membuka Leher dan Dada Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan.a. maka syaitan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan fesyen. "Pakaianmu hanya begitu-begitu saja. Membuka Bahagian Tangan Kebiasaannya telapak tangan sudah terbuka.Maka syaitan berbisik. Agak Terbuka Sedikit . Cubalah! Orang pasti tidak akan peduli kerana sebahagian sahaja yang terbuka. hanya bahan dan fesyennya sahaja yang berbeza." Maka tergodalah si wanita. kan masih pakai tudung dan pakai baju panjang. Bagaimanakah caranya? 1. cubalah fesyen yang lebih bagus! Banyak kain yang agak tipis. lalu bentuknya dibuat agak ketat biar lebih indah dan cantik dipandang."Begitu bisikan syaitan." Maka dipakailah pakaian fesyen terbaru yang terbuka bahagian leher dan dadanya dari fesyen setengah lingkaran hingga fesyen berbentuk "V". agar nampak lebih feminin." begitu syaitan menokok-nambah. sebaliknya ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan. maka datanglah syaitan untuk membisikkan perkara baru lagi. Maka. "Mungkin tidak ada masalah. 3.tak apa-apa kan?" 2. hanya sedikit untuk mendapatkan hawa agar tidak panas.tak apa-apa kan?" Iblis laknatullah membisikkan kepada para wanita bahawa apa jua pakaian termasuk hijab tidak ada kaitannya dengan agama. Maka syaitan berbisik. "Hah. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya. "Ah!Tidak apa-apa. maka perlu ada peningkatan fesyen yang lebih maju lagi. jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi s. tetapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka. "Kini buka tangan sudah menjadi lumrah. 4. Berpakaian tapi Telanjang Syaitan berbisik lagi. iaitu membuka bahagia hasta (siku hingga telapak tangan).

Terdedah Si wanita ternyata selesa dengan fesyen baru yang dipakainya seharian. "Ah. Tujuannya adalah agar para wanita menampakkan bahagian auratnya. kerana sempit. Membuka Seluruh Syaitan kembali berbisik. dan memang benar dengan dibelah mulai dari bahaian bawah hingga lutut atau mendekati peha ternyata lebih selesa dan mudah untuk duduk atau menaiki kenderaan 5. Terkadang si wanita berfikir. Tudung Semakin Kecil Kini syaitan melangkah dengan tipu daya lain yang lebih "power". Kamu bebas mencuba fesyen rambut yang pelbagai. kalau kaum lelaki melihat bahagian tubuh wanita yang terbuka." Lalu dicubalah idea baru itu. maka syaitan datang lagi. hanya kira-kira 10 sentimeter sahaja." Maka. sekali lagi syaitan berjaya mempengaruhi si wanita supaya mendedahkan rambutnya. baru cari fesyen yang di atas paras lutut" Benar-benar bisikan syaitan telah menjadi penasihat peribadinya. Kamu hanya mengikut arus fesyen masa kini. Malah. Begitulah sesuatu yang seakan-akan mustahil untuk dilakukan. Bukankah lebih selesa jika tudungmu dilepaskan. 7. bukankah ini bererti sudah tidak ada fitnah lagi. Maka terbiasalah dia memakai pakaian terdedah. ada yang terlupa! Kalau kamu pakai baju sedemikian. Syaitan datang memberi idea lagi. Kan sekarang zaman sudah semakin moden. . Sekarang kamu cari tudung yang lebih kecil agar serasi dan sepadan. "Fitnah? Ah. Orang tetap akan menamakannya tudung. jelas tidak bersalahan. "Rambutmu sangat cantik. "Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk. Nanti kalau kamu sudah biasa. apakah ini tidak bersalahan dengan agama? Namun bisikan syaitan menyahut. Bukankah kini banyak skirt separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu terdedah.. maka cubalah kamu cari fesyen yang lebih menarik. malah senang dan mengatakan ooh atau wow.Setelah para muslimah mengenakan pakaian yang ketat. kan lebih baik dibelah hingga lutut atau mendekati peha? Dengan itu kamu lebih selesa. apakah ini tidak menjadi fitnah bagi kaum lelaki?" hati si wanita curiga. kamu boleh mewarnakan mengikut warna yang kamu suka supaya kelihatan lebih menawan. "Kalau langkah kakimu masih kurang selesa." "Tetapi. "Oh. maka tudung yang besar tidak sepadan lagi. kerana sama-sama suka?" syaitan menghasut." 6.

Sebab dzikrullah bagi syetan seperti penyakit yang menyerang manusia.. janji untuk keseronokan dunia. Untuk mengetahui rekayasa godaan syetan. nafsu atau syetan) Bisikan-bisikan hati (khawathir) dengan segala bentuknya. 23 NOVEMBER 2012 AL-KHAWATIR (4) NOK LAGI …. dzikrullah dalam qalbu dan lisan. akan tampak pada bisikan-bisikan (khawathir) dan berbagai macam caranya. Juga tentang berlindung kepada Allah dari syetan dengan tiga cara: Pertama. Bisikan Syetan Tulisan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dari kitab Roudlotut Tholibin wa-‘Umdatus Salikin. Ketiga. ini kami turunkan karena banyaknya minat dari pembaca soal cara membezakan bisikan-bisikan dari dalam hati. Bisikan Malaikat. . mengalahkan dan unggul dalam menghalau perbuatan syetan yang jahat. upaya memerangi. tetapi sebenarnya janji itu palsu dan racun yang mematikan! Nauzubillah. harus mengetahui godaan. syaitan laknatullah hanya pandai menjanjikan kita dengan janji-janji palsu yang halus dan memikat. bahwa bisikan-bisikan itu adalah pengaruh yang muncul di dalam qalbu hamba yang menjadi pendorong untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Hingga pada suatu ketika nanti akan muncul idea untuk mandi di kolam renang atau di pantai secara terbuka. Dicatat oleh Wan Adeli pada 9:07 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) JUMAAT. Bisikan Nafsu.Namun syaitan tidak pernah berhenti membisikkan hasutan-hasutan jahat sehingga ke saat kematian seorang anak Adam itu. hendaknya tidak menanggapi ajakannya.yang menjadi Pencipta segala sesuatu. Mengenai pengetahuan tentang berbagai macam bisikan hati.MELANGKAH KE ALAM BISIKAN-BISIKAN ( KUNCI KE ALAM SUFI) Bisikan Allah. rekayasa dan tipuan syetan. sehingga qalbu anda tidak bergantung dengan ajakan itu. apakah dari Allah. proses yang sepenuhnya terjadi di dalam qalbu ini berasal dari Allah . patut diketahui. Kedua. di mana hanya dua bahagian sahaja yang ditutupi iaitu kemaluan dan buah dada!!! Ingatlah.

maka tergolong bisikan jahat. Sedangkan al-Khathir yang datang dari syetan. beberapa ulama berkata bahwa jika ingin mengenal dan mengetahui perbedaan antara bisikan kebaikan dan bisikan kejahatan. Ada tiga persoalan yang harus ketahui di sini: Pertama-tama. Bisikan yang terdorong oleh ajakan syetan. Jika sesuai dengan teladan mereka. dalamnya siksa bencana). Bisikan yang relevan dengan watak alam manusia. terkadang berdimensi kebaikan. dalam qalbu hamba adalah sebagai bisikan awal. berarti baik. yang dapat mendeteksinya: Apabila bisikan itu relevan dengan syariat. Al-Khathir adalah bisikan yang datang dari Allah swt. . Sementara bisikan yang tumbuh dari hawa nafsu tidak luput dari elemen kejahatannya. maka ikutilah. Kadang-kadang berdimensi negatif dan sebagai ujian. Manakala dengan mizan(ukuran nilai) itu tidak diperoleh kejelasan perbedaan masing-masing. tetapi dibalik itu ada makar dan istidraj (covernya nikmat. kecuali mengandung kebajikan.baik karena rukhshah atau syubhat. Bisikan ini terkadang sepintas mengandung kebajikan. yang disebutan-nafs (jiwa). jika tidak ada kebaikan.Dalam kaitan ini. bisikan hati ada empat macam: Suatu bisikan yang datang dari Allah swt. Terkadang juga ada elemen baik tidak sekadar untuk pencapaian kenikmatan saja. sebagai bisikan awal. maka pertimbangkan dengan tiga ukuran nilai (mawazin). sehingga Dia disebut dengan Nama al-Khathir (Sang Pembisik). karena Dia adalah Yang Memberi nasihat dan bimbingan. yang disebut waswas (perasaan ragu-ragu). Al-Khathir yang datang dari pemberi Ilham tidak akan terjadi. Jika sebaliknya . Bisikan yang juga datang dari Allah yang disebut al-Ilham. kemuliaan dan pemantapan dalam berhujjah. berarti hanya suatu keburukan. sebaiknya konfirmasikan dengan teladan orang-orang saleh. tidak datang kecuali mengandung elemen kejahatan.

merupakan istidraj menuju amal kejahatan yang lantas menjadi berlipat-lipat. berarti datang dari malaikat. Tetapi jika berkaitan dengan masalah furu` dan amal-amal lahiriah. Manakala bisikan itu muncul setelah usaha yang sungguh-sungguh dan ibadah yang lakukan. atau dari nafs (jika menjauhkan diri dari Allah). Namun jika berulang-ulang. Sementara itu. berarti itu datang dari Allah sebagai bentuk sanksi dari-Nya kepada anda. yang berarti dari syetan. Jika anda temui bisikan itu tidak melemahkan atau tidak mengurangi dari dzikir kepada Allah swt. perlu anda perhatikan tiga hal ini: Jika anda menemui bisikan yang kokoh. berarti datang dari Allah swt. sekaligus konsisten pada satu hal. maka perlu memperhatikan dengan cermat: Lihatlah.. Jika ukuran nilainya merujuk sekadar pada kecenderungan nafs (ego) yakni kecenderungan naluriah dan bukan untuk mencari harapan (raja’) dari Allah. Jika bukan demikian. Apabila bisikan itu jumpai setelah melakukan dosa. permanen. apabila ingin membedakan antara bisikan kejahatan yang bermula dari sisi syetan. konfrontasikan dengan motivasi yang terdapat pada nafs (ego) dan hawa (kesenangan). atau dari malaikat. Namun jika bisikan itu menciptakan keraguan dan mengganjal dalam hati . Apabila bisikan itu berkenaan dengan masalah dasar dan amal batin. Kedua. bisikan itu datang dari Allah swt. maka perlu diperhatikan tiga hal pula: Manakala melintas sekejap saja. apabila dalam diri anda. Ketiga. maka bisikan itu datang dari Allah swt. Sebab. menurut mayoritas ahli tasawuf malaikat tidak memiliki kemampuan untuk mengenal batin hamba Allah.Apabila dengan ukuran nilai (miizan) demikian masih belum menemukan kejelasan. Sebaliknya. tentu saja termasuk keburukan. pada salah satu perbuatan jika berasal dari bisikan di dalam hati dengan penuh kegairahan tanpa disertai rasa takut.. jika melemahkan dzikir berarti dari syetan. bisikan itu datang dari diri anda. Jika bukan muncul dari akibat dosa.. sebagian besarnya dari malaikat.bisikan itu datang dari malaikat. atau dari sisi nafs (ego) ataukah bisikan itu dari sisi Allah swt. tetapi bisikan itu tidak pernah berhenti. berarti dari hawa nafsu. maka itu muncul dari syetan. karena kedudukannya sebagai penasihat manusia. maka datang dari Allah swt. dengan ketergesa-gesaan bukan dengan . bisikan untuk suatu kebaikan yang datang dari syetan. apabila ingin membedakan apakah bisikan kebaikan itu datang dari Allah swt.

harus melanggengkan dzikir Allah dalam hati dan lisan Anda. tanpa adanya pertimbangan dari mata hatinya. ketahuilah bahwa bisikan itu berasal dari syetan. hendaknya membuka mata hati dengan cermat dalam diri ada keyakinan bahwa amal tersebut adalah amalan yang lurus dan baik. Saya katakan. atau dari malaikat. sehingga hati Anda tidak bergantung dengan ajakan itu. atau adanya pandangan mengharapkan pahala di akhirat kelak. . rekayasa dan pengkhianatan Setan. semuanya mengandung ilmu-ilmu yang rumit sehingga sulit didapatkan dan rahasia-rahasia yang mulia. Sedangkan cara hati-hati adalah cara-cara yang terpuji dalam beberapa segi. Sebab dzikir Allah dalam lambung.. Pertama-tama. Kedua. harus jauhi. ketakutan pada Allah. Maka jauhilah. dengan bersikap buta terhadap dampak akhirnya. Dicatat oleh Wan Adeli pada 2:19 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) AL-KHAWATIR (3) : BISIKAN-BISIKAN DAN CARA TANGANINYA (KUNCI KE ALAM SUFI) Kajian ini seputar bisikan Setan dan macam-macamnya. Ketiga. bahwa semangat yang membara dapat mendorong manusia untuk segera melakukan aktivitas. bukan dengan mata batin. Sebab. Ketiga kategori di atas harus ketahui dan sekaligus anda jaga. Anda harus mengetahui godaan. Adapun perspektif hasil akhir suatu amal.waspada dengan tanpa perasaan aman. Sebaliknya jika bisikan itu muncul bukan seperti bisikan-bisikan di atas. Setan. tanpa mengingat pahala bisa menjadi faktor yang membangkitkan kondisi itu semua. memohon perlindungan kepada Allah dari bisikan Setan dan godaan Setan. lebih cenderung seseorang untuk berusaha menyempurnakan dan mempraktekkan suatu perbuatan yang benar dan bisa diterima Allah atas amal perbuatan itu. kemudian me¬merangi mereka dengan tiga cara: Pertama. mengusir dan merejamnya untuk menolak segala kejahatannya. seperti makanan dalam lambung manusia (sehingga tidak ada lagi tempat untuk menggodanya). Khauf. Bisikan seperti itu. berarti : datang dari Allah swt. harus takut dengan ajakannya.serta bagaimana memerangi.

• Manakala tidak diperoleh kejelasan perbedaan masing-masing. Sebaliknya jika yang terjadi adalah kecondongan harapan kepada Allah Swt. dan mengikuti perilaku orang-orang yang saleh.tetapi di balik itu ada makar dan pemanjaan dari Setan. sebaiknya Anda berpaling saja. maka itu muncul dari Setan. yang disebut an-nafs (nafsu). kecuali mengandung kebajikan. bisikan itu datang dari diri Anda. • Jika Anda temui bisikan itu tidak melemahkan atau tidak mengecilkan untuk zikir kepada Allah Swt. Kadang-kadang bersifat buruk. . beberapa ulama mengatakan: "Jika Anda ingin mengenal perbedaan bisikan baik dan jahat. Di sana akan Anda temui. adalah bisikan yang datang dari Allah Swt. selanjutnya Anda harus berpaling dari hawa dan nafsu.. yang berfungsi sebagai ujian. jika tidak ada kebaikan. berarti dari hawa nafsu. 3. Bisikan yang relevan dengan watak naluri manusia. sebagai bisikan awal. berard hanya suatu keburukan. bukan rasa takut terhadap nafsu . Al-Khatir yang datang dari pemberi ilham tidak akan terjadi. sehingga disebut dengan al-khatir (bisikan).. itulah kejahatan. 2. maka perlu diperhatikan tiga masalah di bawah ini: • Apabila bisikan itu relevan dengan Syariah. Namun jika bisikan itu menciptakan keraguan dan mendesak-desak. maka tergolong bisikan jahat. bisikan ada empat macam: 1. tidak dari segi substansinya. Jika sebaliknya. 4. membangkitkan perbuatan atau meninggalkan perbuatan. perlu Anda perhatikan tiga hal berikut: • Jika Anda menemui bisikan yang kokoh dan tertib yang konsisten pada satu hal. Semuanya datang dari Allah SWT. berarti baik. jika melemahkan zikir seperti dari Setan. baik karena rukhsah atau syubhat. maka ikutilah. Bisikan ini terkadang sepintas mengandung kebajikan. Sementara bisikan yang tumbuh dari hawa nafsu tidak bisa luput dari kejahatannya. tetapi bisikan itu tidak sirna. • Apabila bisikan itu Anda jumpai setelah Anda melakukan dosa. Bisikan-bisikan yang datang dari ajakan Setan yang disebut was-was.. maka bisikan itu datang dari Allah Swt. sebagai bisikan awal. karena Dia-lah Pencipta segalanya. yang berarti dari Setan. apabila Anda ingin membedakan antara bisikan kejahatan yang bermula dari arah Setan. Dalam kaitan ini. naluri yang menjauhi hawa nafsu. Karena Dia adalah Maha Memberi nasehat dan petunjuk. Bisikan yang mempunyai pengaruh bicara dalam kalbu hamba. Bisikan yang juga datang dari Allah yang disebut ilham (inspirasi).Untuk mengetahui rekayasa godaan Setan. tidak datang kecuali dengan kejahatan. • Apabila dengan pertimbangan demikian Anda masih belum menemukan kejelasan. Jika bukan muncul dari akibat dosa. ataukah bisikan itu dari Allah Swt. atau dari hawa nafsu. Sepintas juga tampak baik. Al-Khatir.. atau dari arah nafsu. akan tampak pada bisikan dan macam-macamnya yang Anda kenal dalam hati Anda. Ada tiga persoalan yang harus Anda ketahui di sini: Pertama. Sebaliknya. terkadang berdimensi kebaikan dan kemuliaan serta penetapan terhadap argumentasi. dalam kalbu hamba. Kedua. Suatu bisikan yang datang dari Allah SWT. Sedangkan al-Khatir yang datang dari Setan. berarti itu datang dari Allah sebagai siksa-Nya kepada Anda. Jika Anda temukan kebaikan bimbingan mereka.maka itu lah kebaikan.

ada bisikan dari Setan. berarti datang dari Allah Swt. berarti dari malaikat. Allah Swt. Namun jika berulang- ulang. semuanya mengandung pengetahuan yang lembut dan rahasia yang mulia. harus Anda jauhi. • Disertai emosi yang tergesa-gesa. Ketiga kategori di atas harus Anda ketahui dan sekaligus Anda jaga. bukan disertai matahati (basirah). maka Anda perlu memperhatikan dengan cermat. atau dari malai¬kat. lebih condong pada situasi yag menuju penyempurnaan amal tersebut sesuai kebenarannya. Dicatat oleh Wan Adeli pada 1:59 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) AL-KHAWATIR (2) : KHAWATIR DARI KACAMATA SUFI (KUNCI KE ALAM SUFI) . • Manakala munculnya bisikan itu setelah kontemplasi ijtihad dan taat kepada Allah yang Anda lakukan. Sebaliknya jika bisikan itu muncul bukan seperd bisikan- bisikan di atas. biasanya semangat seperti itu muncul (mengingat pahala adalah tirai). bukan dengan cara yang pelan-pelan. Lihatlah. bukan dengan rasa takut kepada Allah Swt. sebagai istidraj menuju amal kejahatan yang penuh dengan keraguan. • Disertai rasa aman-aman saja. • Apabila bisikan itu berkenaan dengan masalah dasar dan amal batin. maka datang dari Allah Swt. bahwa semangat yang membara merupakan tirai bagi manusia ketika berbuat. Tetapi tidak semuanya yang itu terpuji.Ketiga. • Disertai perasaan membabi buta terhadap akibat perbuatan. Sedangkan cara perlahan-perlahan dan hati-hati adalah cara-cara yang terpuji.. Sebab. apabila Anda ingin membedakan apakah bisikan kebaikan itu datang dari Allah Swt. berarti dari malaikat. maka datang dari malaikat. terhadap bisikan kebaikan yang datang dari Setan. terutama dalam kondisi-kondisi tertentu. Terkadang pandangan hati bisa melihat pahala di Akhirat kelak. Saya katakan. menurut mayoritas ahli tasawwuf. Sebab. karena kedudukannya sebagai penasehat manusia. dengan tanda-tandanya: • Jika suatu perbuatan yang muncul dari Anda dengan penuh semangat yang membara. Jika bukan demikian. bahkan dilakukan tanpa melihat dengan matahatinya. akibat perbuatan yang bisa dilihat dengan matahati akan disertai suatu keyakinan dalam diri Anda secara jelas. Tetapi jika berkaitan dengan masalah furu' dan amal-amal lahiriah. sehingga amal tersebut diterima oleh Allah Swt. Sementara itu. Dengan mengingat adanya balasan pahala. Khawf. atau dari malaikat. berard datang dari Allah Swt. bukan disertai rasa khawf kepada. malaikat tidak mempunyai metode untuk mengenal batin hamba Allah. bahwa bisikan tersebut adalah petunjuk dan kebaikan. bisikan itu datang dari Allah Swt.. maka perlu diperhatikan tiga hal pula: • Manakala melintas selintas saja. Sementara. apabila dalam diri Anda. Bisikan seperti itu.

maka bisikan itu tidak akan kembali. puaskah engkau dengan keadaan kita saat ini?’ Jawab sang suami : ‘Ya aku puas. Bahkan tidak bisa dipakai. mereka sedang memuliakan Nama Allah.. maka syaithon akan kembali mempengaruhi anda dengan godaan lainnya. kita sengsara. mereka bahagia. mencemaskan kejadian dimasa mendatang yang akan berakhir dengan hal-hal buruk. maka tidak akan nyaman dipakai.’ Dikatakan bahwa.. Saya tidak melihat cahaya Allah dalam dirinya.ra. Dan bila datangnya dari malaikat disebut ilham. dia hanya mengutip para sufi. ketika menjerumuskan anda melalui godaannya. Dua-duanya harus berukuran sama. rata-rata mengundang pada kemaksiatan. Siapa yang memberi makan kepada mereka? Allah Maha Besar. Yang penting bagi syaithon. Begitu pun yang datang dari hawa nafsu. dari hawa nafsu yang tak terkendali. Sedangkan bisikan jiwa yang langsung dari Allah SWT disebut Khatir Haq atau bisikan kebenaran. yakni : “Seorang wanita miskin dari suku Bedouin mengeluh : ‘Suamiku. Allah Maha Suci. adalah bisikan batil. Sementara syaithon (was-was). Sebagai manusia. Jika yang satu berukuran lebih kecil atau lebih besar. Apa gunanya berguru kepada seorang Darvish yang tidak bisa memberi apa-apa. Imam Junayd.ra. membedakan antara hawajis dengan was-was : ‘Bahwa nafsu itu (hawajis). bila bisikan-bisikan jiwa itu datangnya dari syaithon disebut was-was.. kesadaranmu seharusnya melebihi kesadaran para binatang. Keluhanmu berasal dari keinginan- keinginan yang tak terpenuhi. dia malah menjadi tanggunganmu. aku cukup puas dengan keadaanku. Kemudian nafsu itu selalu memusuhi anda. sang suami menjawab : ‘Untung rugi apa yang sedang kaubicarakan? Apa pun yang kau lakukan hidup ini tetap akan terlewatkan begitu saja. Orang awam berpendapat bahwa khawatir adalah hal-hal yang bernada negatif. Apabila bisikan itu datangnya dari syaithon.‘Al-khawatir mempunyai pengertian yang berbeda antara para penempuh jalan kesucian dengan orang awam. jika muncul dari hawa nafsu disebut hawajis. sampai bisikan nafsu itu benar-benar meraih kemauannya dan mencapai tujuannya.ra. Sudah bertahun-tahun kamu mengikuti dia. apabila menuntut anda terhadap suatu perkara. sikap kontra adalah sama. apa yang kau peroleh? Hidupmu terlewatkan begitu saja. begitu pula dengan binatang-binatang lain. kita menderita. Dan baginya tidak ada peringanan dalam penjerumusan itu. Sebab secara keseluruhan. Aku puas dengan . Dengarkan kicauan burung. sedangkan yang dimaksud al-khawatir dalam ilmu kesufian adalah bisikan-bisikan jiwa. Engkau adalah istriku.’ Sang istri tambah berang : ‘Apa yang ingin kau buktikan dengan kata-katamu yang muluk itu? Bahwasanya kau sudah berserah diri sepenuhnya? Jujur saja. dan suami istri ibarat sepasang sepatu. Hanya kepada Allah mereka berserah diri. dan akan kembali lagi walaupun berlalu dalam jarak waktu. orang yang terlalu banyak makan makanan haram tidak akan bisa membedakan antara ilham dan was-was. yang menghujam kedalam rasa. Setiap bisikan yang tidak bisa disaksikan kebenarannya secara lahir. Penekanannya terletak pada pembawanya. ia akan menempel. lebih cenderung mengajak pada sikap menuruti syahwat. sadarkah engkau akan keadaan kita yang makin hari semakin terpuruk? Orang lain menikmati hidup. apa untungnya?’ Setelah mendengarkan keluhan istrinya. yang mendukung ujaran Imam Junayd. anda bisa mengikuti ajakannya yang menjerumuskan. Kecuali bagi orang-orang yang meujahadahnya benar. kemudian anda menentangnya.’ Kisah dibawah ini merupakan bentuk prosa dari puisi Syaikh Jalaluddin Rumi.

Tetapi jangan sekali-kali berkipikir untuk meninggalkan aku. Bedasarkan ilham yang diterima oleh para nabi. Selama ini hanya memikirkan diri. Qabil menjadi bingung untuk menyembunyikan jasadnya. Untuk menutupi kebotakan diri. aku akan berusaha. Engkau tidak dapat melihatnya. memberitahu namanya dan kegunaan serta khasiat mereka. Jika kisah diatas tentang keburukan al-Khawatir. Sepertinya sudah tidak ada lagi kecocokan lagi antara kita. Intelek manusia. . aku tidak membutuhkan sorban. Jangan! Mendengarkannya saja.as. Harta kekayaan bagaikan sorban. Disusun dalam sebuah buku dan menjadi pegangan bagi para akhli pengobatan. Dan kalau memang sudah demikian. Maafkan aku.. atau beri aku hukuman. karena tidak ada kepuasaan dalam dirimu. Tidak berdasarkan pikiran. Setiap tanaman merupakan obat bagi penyakit tertentu dan sebaliknya merupakan racun bagi penyakit yang lain.as.. terserah kamu. Itu pun bila mendapatkan bimbingan dan pengajaran. Aku tidak tega melihatmu dalam keadaan melarat.’ Sang istri menyadari kesalahannya dan sambil menangis ia minta maaf : ‘Aku menyadari kesalahanku. bagaikan penutup kepala yang digunakan oleh mereka yang berkepala botak. Mulai saat ini. aku tidak akan meninggalkanmu. Uraian-uraian dari sang Nabi. Kemudian lubang itu ditutupi kembali dengan tanah. yang seperti dikatakan Imam Junayd. tetapi jangan meninggalkan aku. ia menggunakan pikiran dan intelektualitasnya : ‘Untuk apa naik perahu segala? Kalau banjir. seperti sang suami walaupun diawalnya ia menolak. Tidak. sesungguhnya selama ini aku hanya memikirkanmu. aku tidak tahan. dan tidak bersumber dari panca-indera (jawarih). pikiran manusia tidak dapat menciptakan ilmu. seperti cara mengubur jasad diperoleh lewat ilham. ia akan terus menempel dan menggunakan segala cara agar seseorang takluk dan mengikuti kemauannya. sesungguhnya aku pun bersalah. Sekarang. Dan yang bisa membimbing dan mengajar hanyalah para penerima ilham. khususnya ilmu tentang ketuhanan juga diturunkan dengan cara yang sama. mereka harus bersorban. Tetapi. Ketidak puasan yang kau bicarakan berasal dari dalam dirimu sendiri.as. seberat apa pun akan kupikul. Engkau sendiri tidak puas dan berpikir bahwa aku pun tidak puas. Nabiyullah Sulaiman. maka kisah dibawah ini sebaliknya. beliau selalu bertanya.’ Kisah diatas memperlihatkan bahwa sang istri mewakili bisikan-bisikan jiwa yang datangnya dari hawa nafsu dan syaithon. Akhirnya ia melihat seekor gagak yang menguburkan gagak mati. Aku tidak tega melihat kantongmu kosong.. Bahkan ilmu-ilmu yang sangat sederhana pun. aku memang kurang sabar. setiap melewati pekarangan dan melihat tanaman baru. itu dikumpulkan oleh para bijak.. lebih baik kita berpisah saja. Aku tidak perlu menutupi kepalaku.’ Tangisan istri membuat hari sang suami meleleh. setiap paginya mendatangi masjid. Sampai lupa urusan rumah tangga. rasa puas itulah yang ada dalam hati ini. ‘Maafkan pula aku. suamiku yang kucintai.kemiskinanku. Demikian manusia belajar menggali liang kubur bagi manusia lain yang sudah mati. Aku tidak akan berpisah darimu. Seperti Kan’an putra Nabiyullah Nuh. Caramu berpikir dan caraku sudah berbeda. Kepalaku tidak botak. Tuhan Maha Tahu dan Dia mengetahui isi hatiku. akan mencari nafkah. Hanya bisa menerima ilmu. Ilmu-ilmu lain. Apabila tidak mampu berenang. ‘Apa namamu? Dan apa kegunaanmu? Tanaman- tanaman itu selalu menjawab. dengan kukunya yang panjang ia menggali lubang dan meletakkan jasad temannya didalam lubang. ikutilah kemauan hatimu.’ Katanya. tapi pada akhirnya ia terkapar dengan tangisan buaya sang istri. Ia yang diberkahi tahu persisi bahwa intelek berasal dari iblis. ia menolak ajakan ayahnya untuk menaiki kapal. aku bisa naik keatas gunung.ra. Setelah membunuh Habil.

maka penjelasan hati akan bicara dengan hukum pengekangan (hawa nafsu). Jika dari malaikat.” Para guru sufi juga menyimpulkan bahwa nafsu tidak bisa membenarkan dan hati tidak bisa berbohong. Dan tidak akan bernasib seperti Kan’an yang akhirnya tenggelam ditelan oleh banjir yang teramat besar. dari ilham. bagi setan semua perlawanan adalah sama. Jika seumpama bisikan itu datang dari malaikat. ketika mengajakmu pada tindak kejahatan. Karena itu. seandainya para salik tidak membawa pengetahuan intelektualitasnya dihadapan para Syaikh. Seandainya nafsu berjuang sungguh-sungguh untuk membisiki ruhmu. Jika kehadirannya dari setan.Kan’an sudah pasti menerima ajakan Nabi Nuh. setan. tidak ada cara untuk mengatasi kecuali terus menerus bermujahadah dengan baik. Petuah yang berasal dari hati. bisikan-bisikan nafsu atau langsung dari Allah. Bisikan nafsu jika menuntutmu dengan suatu tuntutan. Terkadang kedatangannya melalui malaikat. maka dinamakan angan-angan atau kecemasan. maka dia akan membisikimu dengan bisikan (kejahatan) lain. dia tidak bisa membedakan antara was-was. maka dinamakan inspirasi yang paling benar (haq atau hakikat). Jika seseorang angan-angan nafsunya reda dengan kebenaran mujahadah (memeranginya). maka kamu binasa. pasti dia tidak akan bisa. jika dari nafsu. Seperti seorang anak yang masih kecil.as. kebanyakan mengajak pada kemaksiatan.” Para guru sufi sepakat mengatakan bahwa seseorang yang makanannya dari barang haram. maka hakikatnya batal. maka dinamakan was-was. Jika datang dari nafsu. Dia belum bisa melakukan apa-apa dan harus bergantung sepenuhnya pada ibunya. Dia selalu mengulang-ulang bisikannya secara terus-menerus sampai bertemu kehendaknya dan berhasil tujuannya. niscaya mereka akan dapat mendengarkan dan mengikuti petuah para wali. siapa pun . maka pasti diketahui bahwa kebenarannya sesuai dengan ilmu. Demikian. dia tidak bisa membedakan antara ilham dan was-was. lalu kamu menentangnya dengan cara meninggalkan bisikannya. Karena. Saya pernah dengar Tuan Guru Abu Ali Ad-Daqaq menasihatkan. jika dari setan. “Setiap bisikan (inspirasi) yang zhahirnya tidak menyaksikan (membuktikan kebenarannya). para sufi mengatakan. Dicatat oleh Wan Adeli pada 1:55 PTG Reaksi: Tiada ulasan: E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke FacebookKongsi ke Pinterest Label: Risalah al Khawatir (Istilah Sufi) AL KHAWATIR (BISIKAN) : KUNCI KE ALAM SUFI Al-khawatir (bisikan) adalah informasi atau inspirasi yang mendatangi hati sanubari. kebanyakan mengajak pada bujukan hawa nafsu atau rasa takabur. Tidak sedikit pun ada niatan untuk memperingan godaan. “seseorang yang makanannya diketahui (haram). dan jika dari Allah. Ya Allah. Adapun setan. Dia sepanjang hidupnya hanya ingin menjadi penyeru kejelekan. Imam Al-Junaid membedakan antara bisikan nafsu dan bisikan setan. Semua bisikan tersebut melalui formula kalam. maka dinamakan ilham.

” Oleh Abu Abdullah bin Khafif. “karena jika tetap. Jika bisikan dari Allah. terkadang pula menentangnya. dan ini jelas membutuhkan syarat i1mu.” katanya. pemiliknya pasti kembali pada perenungan.orang yang digoda.” Dicatat oleh Wan Adeli pada 1:30 PTG . maka pasti tidak ada penentangan dari hamba. Dikatakan bahwa bisikan dari malaikat terkadang pemiliknya merealisasikan (tentunya juga menyepakati kebenarannya). “karena sama-sama datang dari AlHaqq. Para guru sufi membahas bisikan yang kedua dengan mempertanyakan. “Jika bisikan dari Al- Haqq. Ibnu Atha’ mengatakan.” Akan tetapi. apakah keberadaannya lebih kuat daripada yang pertama?” “Bisikan yang pertama lebih kuat. “Yang kedua lebih kuat karena kekuatannya bertambah dengan yang pertama. “Keduanya sama. meninggalkan yang pertama akan memperlemah yang kedua.” jawab Al-Junaid. Tidak ada keistimewaan bagi yang satu atas yang lainnya. Yang pertama tidak akan menetap dalam keberadaan kehadiran yang kedua karena bekas-bekas atau pengaruh-pengaruh tidak diperbolehkan dalam al-baqa’ (tetap atau stabil). Maka dari itu. dua pendapat ini ditengahi.