HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.

40/1996

1. Hak Penguasaan Atas Tanah.
2. Hak-hak Atas Tanah yang bersifat tetap (pasal 16 UUPA)
- Hak Milik
- Hak Guna Usaha
- Hak Guna Bangunan
- Hak Pakai
- Hak Sewa
- Hak Membuka Tanah
- Hak Memungut Hasil Hutan
3. Hak-hak Atas Tanah yang bersifat sementara (pasal 53 UUPA)
- Hak Gadai
- Hak Usaha Bagi Hasil
- Hak Menumpang dan Hak Sewa Tanah Pertanian

1. Hak Penguasaan Atas Tanah

Hak penguasaan atas tanah berisi serangkaian wewenang, kewajiban, dan atau larangan bagi
pemegang haknya untuk berbuat sesuatu mengenai tanh yang di hakinya. Sesuatu yang boleh,
wajib atau dilarang untuk diperbuat, yang merupakan isi hak penguasaan itulah yang menjadi
kriteria atau tolo ukur pembeda di antara hak-hak penguasaan atas tanah yang diatur dalam
Hukum Tanah.

Pengertian penguasaan dapat dipakai dalam arti fisik, juga dalam arti yuridis. Juga beraspek
privat dan publik. Penguasaaan dalam arti yuridis adalah penguasaan yang dilandasi hak,
yang dilindungi oleh hukum dan pada umumnya memberi kewenangan kepada pemegang hak
untuk menguasai secara fisik tanah yang dihaki, misalnya pemilik tanah mempergunakan atau
mengambil mamfaat dari tanah yang dihaki, tidak diserahkan kepada pihak lain. Ada juga
penguasaan yuridis, yang biarpun memberikan kewenangan untuk menguasai tanah yang
dihaki secara fisik, pada kenyataanya penguasaan fisiknya dilakukan oleh pihak lain,
misalnya seseorang yang memiliki tanah tidak mempergunakan tanahnya sendiri akan tetapi
disewakan kepada pihak lain, dalam hal ini secara yuridis tanah tersebut dimiliki oleh pemilik
tanah akan tetapi secara fisik dilakukan oleh penyewa tanah. Ada juga penguasaan secara
yuridis yang tidak memberi kewenangan untuk menguasai tanah yang bersangkutan secara
fisik, misalnya kreditor (bank) pemegang hak jaminan atas tanah mempunyai hak penguasaan
tanah secara yuridis atas tanah yang dijadikan agunan (jaminan), akan tetapi secara fisik
penguasaan tetap ada pada pemilik tanah. Penguasaan yuridis dan fisik atas tanah tersebut
diatas dipakai dalam aspek privat atau keperdataan sedang penguasaan yuridis yang beraspek
publik dapat dilihat pada penguasaan atas tanah sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 33
ayat (3) UUD 1945 dan pasal 2 UUPA.

Pengaturan hak-hak penguasaan atas tanah dalam hukum tanah dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Hak penguasaan atas tanah sebagai Lembaga Hukum.
Hak penguasaan atas tanah ini belum dihubungkan antara tanah dan orang atau badan hukum
tertentu sebgai pemegang haknya.
2. Hak penguasaan atas tanah sebagai hubungan hukum yang konkret
Hak penguasaan atas tanah ini sudah dihubungkan antara tanah tertentu sebagai obyek dan
orang atau badan hukum tertentu sebagai subyek atau pemegang haknya.

Hak perseorangan atas tanah Hak-hak perseorangan atas tanah adalah hak yang memberi wewenang kepada pemegang haknya (perseorangan. mka dala penyelnggaraannya. yaitu: a. Konsekuensinya. c. 5/1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat. 14. Hak menguasai dari negara atas tnah bersumber pada Hak Bangsa Indonesia atas tanah. Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang atau badan hukum dan perbuatan –perbuatan hukum yang mengenai tanah (lihat pasal 19 Jo PPNo. Bangsa Indonesia sebagai pemegang hak dan pengemban amanat tersebut. menggunakan . yang merupakan tanah bersama. persediaan. bersifat abadi dan menjadi induk bagi hak-hak penguasaan yang lain atas tanah (lihat pasal 1 ayata (1)-(3) UUPA. 15 UUPA). bagi kelangsungan hidup dan kehidupannya. Hak Bangsa Indonesia ats tanah ini merupakan hak penguasaan atas tanah yang tertinggi dan meliputi semua tanah yang adadalam wilayah negara. 53 UUPA). berdaulat. 4. sekelompok orang secara bersama-sama atau badan hukum) untuk memakai.Hierarki hak-hak penguasaan atas tanah dalam UUPA dan Hukum Tanah Nasional. Hak Menguasai dari Negara atas tanah. Hak Bangsa Indonesia atas tanah. Menentukan dan mengatur hubungan hukum antara orang atau badan hukum dengan tanah (lihat pasal 7. Masih ada suatu kelompok orang yang terikat oleh tatanan hukum adatnya sebagai warga bersama suatu persekutuan hukum tertentu b. adalah: a. kewenangan tersebut hanya bersifat publik semata. Menurut pasal 1 Permen Aggraria/Kepala BPN No. c. Isi wewenang hak menguasai dari negara atas tanah sebagaimana dimuat dalam pasal 2 ayat (2) UUPA. dalam arti kebahagiaan. pada tingkatan tertinggi dikuasakan kepada Negara Republik Indonesia sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat (lihat pasal 2 ayat (1) UUPA). 24/1997) Hak menguasai dari negara adalah pelimpahan wewenang publik oleh hak bangsa. penggunaan. 17. b. kesejahteraan. Masih adanya wilayah/tanah ulayat tertentu yang menjadi lingkungan hidup para warga persekutuan hukum tersebut. Hak ulayat masyarakat hukum adat dinyatakan masih ada apabila memenuhi 3 unsur. dan pemeliharaan tanah (lihat pasal 10. yang dimaksud dengan hak ulayat adalah kewenangan menurut adat yang dipunyai oleh masyarakat hukum adat tertentu atas wilayah tertentu yang merupakan lingkungan hidup para warganya untuk mengambil mamfaat dari sumber daya alam. dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum Indonesia yang berdeka. adalah: 1. adil dan makmur (lihat pasal 2 ayat (3) UUPA). penguasaan dan penggunaan tanah ulayat yang berlaku dan ditaati oleh para warga persekutuan hukum tersebut. Masih adanya tatanam hukum adat mengenai pengurusan. yang hakikatnya merupakan penugasan pelaksanaan tugas kewenagan bangsa yang mengandung unsur hukum publik. yang timbul dari hubungan secara lahiriah dan batiniah secara turun temurun dan tidak terputus antara masyarakat hukum adat tertentu dengan wilayah yang bersangkutan. 16. termasuk tanah dalam wilayah tersebut. dalam arti menguasai. dan atau mengambil mamfaat dari bidang . Hak ulayat masyarakat Hukum adat. 2. 3. Mengatur dan menyelenggarakan peruntukkan. yatitu untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat. Tugas mengelola seluruh tnah bersama tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh seluruh Bangsa Indonesia. Tujuan hak menguasai dari negara atas tanah.

HGU untuk kepentingan pertanian. Hak-hak Atas Tanah Hak atas tanah bersumber dari hak menguasai dari negara atas tanah dapat diberikan kepada perseorangan baik warga negara Indonesia mapupun warga negara asing. termasuk juga tubuh bumi dan air danruang yang ada di atasnya sekadar diperlukan untuk kepentingan yang langsung berhubungan dengan penggunaan tanah itu dalam batas-batas menurut UUPA dan peraturan-peraturan hukum lain. untuk pelunasan utang tertentu. perikanan dan peternakan. Macam-macam hak atas tanah dimuat dalam pasal 16 Jo 53 UUPA. c. Hak atas tanah yang dapat dimiliki atau dikuasai oleh sekuruh satuan rumah susun dapat berupa Hak Milik. bidang tanah yang di atasnya berdiri rumah susun. dan badan hukum baik badan hukum privat maupun badan hukum publik. 39 dan 51 UUPA Jo. hak atas tanahnya dimiliki atau dikuasai secara bersama-sama oleh seluruh pemilik satuan rumah susun. Wewenang yang dipunyai oleh pemegang hak atas tanah terhadap tanahnya dibagi menjadi 2. Hak Tanggungan. yang dikelompokkkan menjadi 3 bidang. Pada Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun. sekelompok orang secara bersama-sama. Hak –hak atas tanah. 4/1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang berkaitan dengan Tanah). Hak atas tanah adalah hak yang memberi wewenang kepada pemegang haknya untuk menggunakan tanah atau mengambil mamfaat dari tanah yang dihakinya (lihat pasal 16 dan 53 UUPA Jo. Wakaf tanah hak milik adalah hak penguasaan atas tanah bekas tanah hak milik.28/1977 tentang Perwakafan Tanah Milik Jo. HGB untuk mendirikan bangunan. Wewenang umum Wewenang yang bersifat umum yaitu pemegang hak atas tanah mempunyai wewenang untuk menggunakan tanahnya. UU No. d. Hak Milik Atas Satuan Tumah susun yaitu hak atas tanah yang diberikan kepada sekelompok orang secara bersama dengan orang lain. 2. Permendagri No. Hak Milik atas satuan rumah susun. yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain. PP No. perkebunan. 16/1985 tentang Rumah Susun) 3.tanah tertentu. 33. yang oleh pemiliknya dipisahkan dari harta kekayaannya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran islam (lihat pasal 49 ayat (3) UUPA Jo. HGU. 6/1977 tentang Tata cara Pendaftaran Tanah Mengenai Perwakafan Tanah Milik). HGB atau Hak Pakai atas tanah Negara (lihat pasal 4 ayat (1) UUPA Jo. misalnya wewenangpada tanah Hak Milik adalah dapat untuk kepentingan pertanian dan atau mendirikan bangunan. Hak tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan kepada hak atas tanah termasuk atau tidak termasuk benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu. Wewenang khusus Wewenang yang bersifat khusus yaitu pemegang hak atas tanah mempunyai wewenang untuk menggunakan tanahnya sesuai dengan macam hak atas tanahnya. a. Wakaf tanah Hak Milik. yaitu: 1. HGB dan Hak Pakai atas Tanah Negara (lihat pasal 25. b. Hak Tanggungan dapat dibebankan kepada Hak Milik. yaitu: . HGB dan Hak Pakai atas Tanah). PP No 40/1996 tentang HGU. UU No.

38/1963 tentang Penunjukan Badan-badan Hukum yang Dapat Mempunyai Hak Atas Tanah. A. Hak Gadai. PP No. HP Atas Tanah Negara. yaitu: 1. mudah dipertahankan dari gangguan pihak lain. HP Atas Tanah Hak Pengelolaan. Hak atas tanah yang berasal dari tanah pihak lain. Turun temurun artinya Hak Milik atas tanah dapat berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup dan bila pemiliknya meninggal dunia. Hak Usaha Bagi Hasil. HGB Atas Tanah Negara. Perseorangan. HGU. Terpenuh artinya Hak Milik atas tanah memberi wewenang kepada pemiliknya paling luas bila dibandingkan dengan hak atas tanah yang lain. 2. hak atas tanah dibedakan menjadi 2 kelompok. badan keagamaan dan badan sosial (lihat Pasal 21 (2) UUPA. Terkuat artinya Hak Milik atas tanah lebih kuat dibandingkan hak atas tanah yang lain. yang akan ditetapkan dengan undang-undang. 3. Hak atas tanah yang bersifat sementara Hak atas tanah ini sifatnya sementara. tidak berwarganegaraan rangkap (lihat Pasal 9. 20 (1) UUPA) 2. dan penggunaan tanahnya lebih luas bila dibandingkan dengan hak atas tanah yang lain. dan Hak Sewa Tanah Pertanian. Hak Milik atas tanah dapat terjadi melalui 3 cara sebagai mana disebutkan dala Pasal 22 UUPA. Hak atas tanah yang bersifat sekunder. feodal dan bertentangan dengan jiwa UUPA. Badan-badan hukum tertentu. Hak Menumpang. . Pengertian Hak Milik adalah hak turun temurun. HGU. 2. Dari segi asal tanahnya.Terjadi karena Pembukaan tanah (pembukaan hutan). koperasi pertanian. yaitu bank-bank yang didirikan oleh negara. Hak Menumpang. dan Hak Sewa Tanah Pertanian. Permen Agraria/Kepala BPN No. tidak berinduk pada hak atas tanah yang lain. yaitu: 1. maka Hak Miliknya dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya sepanjang memenuhi syarat sebagai subyek Hak Milik. 50 ayat (1). 9/1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan). Badan-badan hukum yang dapat mempunyai Hak Milik atas tanah. dapat menjadi induk bagi hak atas tanah yang lain.Terjadi karena timbulnya Lidah Tanah. tidak mempunyai batas waktu tertentu. dalam waktu yang singkat akan dihapus dikarenakan mengandung sifat-sifat pemerasan. WNI. HP. Contoh: HM. Hak atas tanah yang akan ditetapkan dengan undang-undang Hak atas tanah yang akan lahir kemudian.1. baik pria maupun wanita. Contoh: HGB Atas Tanah Hak Pengelolaan. HP Atas Tanah Hak Milik. Yang dapat mempunyai tanah Hak Milik menurut UUPA dan peraturan pelaksanaanya. Subyek Hak Milik. HGB.. Terjadinya Hak Milik. terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan memperhatikan fungsi sosial tanah. Hak Sewa Untuk Bangunan. Hak Mik atas tanah yang terjadi Menurut Hukum Adat. . Hak Sewa untuk Bangunan dan Hak Memungut Hasil Hutan. Contoh: HM. Hak Usaha Bagi Hasil. adalah: 1. 20 s/d 27. Hak atas tanah yang bersifat primer Yaitu hak atas tanah yang bersala dari tanah negara. 56 UUPA. HGB Atas Tanah Hak Milik. . dan tidak mudah hapus. Contoh: Hak Gadai. Hak Milik Ketentuan Umum mengenai Hak Milik diatur dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a. Hak atas tanah yang bersifat tetap Hak-hak atas tanah ini akan tetap ada selama UUPA masih berlaku atau belum dicabut dengan undang-undang yang baru.

Dengan membandingkan kewenangan Surat . 7. seperti jual beli. Dapat dolepaskan untuk kepentingan sosial. 50 ayat (2) UUPA. lelang. atau peternakan (lihat Pasal 28 ayat (1). Yang dapat mempunyai HGU menurut Pasal 30 UUPA Jo.40/1996). Hak Milik atas tanah terjadi karena Undang-undang. Subyek HGU. maka tanah hak tersebut harus dilakukan pelepasan ata penyerahan hak ole4h pemegang hak dengan pemberian ganti kerugian oleh calon pemegang hak HGU. 2. Ketentuan luas maksimal tidak ditentukan dengan jelas tetapi PP No. Pasal 2 PP No. 4. Dapat dialihkan . Tanahnya musnah. Dicabut untuk kepentinga umum. Hapusnya Hak Milik. Asal HGU adalah tanah negara.Ketentuan Konversi Pasal I. 2. Dapat dijadikan induk hak lain. 40/1996 menyebutkan luas maksimal ditetapkan oleh menteri dengan memperhatikan pertimbangan pejabat yang berwenang. 40/1996 tentang HGU. Dapat dijadikan jamnina hutang dengan dibebani Hak Tanggungan. Karena Pencabutan Hak berdasarkan Pasal 18 UUPA. Hak Guna Usaha Ketentuan umum. HGB dan HP. Turun temurun 5. perkebunan. Pasal 2 s/d 18 PP No. Kalau asal tanah HGU berupa tanah hak. 40/1996. Tanahnya ditelantarkan. misalnya terjadi bencana alam. Tergolong hak yang wajib didaftarkan menurut PP No. Karena subyek haknya tidak memenuhi syarat sebagai sunyek hak milik atas tanah. Warga Negara Indonesia. VI Sifat dan ciri-ciri Hak Milik. 3. 6. 3. Dilepaskan secara suka rela oleh pemiliknya. Luas HGU. 24/1997. Hak Mili Atas tanah tertajdi karena Penetapan Pemerintah. 5.Peningkatan hak 3. Karena peralihan hak yang mengakibatkantanahnya berpindah kepada pihak lain yang tidak memenuhi syarat sebagai subyek Hak Milik atas tanah. 4.2. 2. 7. B.Pemberian hak baru (melalui permohonan) . adalah: 1. PP No. 1. hibah. 28 s/d 34. Sedangkan untuk badan hukum luas minimal 5 Ha dan luas maksimal 25 Ha atau lebih (menurut UUPA). 1. Dapat diwariskan. Pengertian HGU adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu tertentu guna kegiatan usaha pertanian. . penyertaan modal. Badan Hukum yang didirkan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia Asal dan terjadinya HGU. 6. yaitu. II. perikanan. . Terjadinya HGU dapat melalui penetapan pemerintah (pemberian hak) dan ketentuan Undang-undang (ketentuan konversi hak erpacht). Pasal 27 UUPA menetapkan faktor-faktor penyebab hapusnya Hak Milik atas tanah dan tanahnya jatuh kepada negara. Luas tanah HGU adalah untuk perserorangan minimal 5 Ha dan maksimal 25 Ha. Ketentuan Hak Guna Usaha (HGU) disebutkan dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b. tukar-menukar.

2. Syarat-syarat pemberian hak tersebut dipenuhi dengan baik oleh pemegang hak. 7. 3. diperpanjang paling lama 25 tahun dan dapat diperbaharui paling lama 35 tahun. Jangka waktu HGU. Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat yang tidak dipenuhi. Kanwil BPN maksimal 200 Ha. Permohonan perpanjangan dan pembaharuan diajukan palaing lambat 2 tahun sebelum berakhirnya jangka waktu HGU. 12. . 3. Dapat dijadikan jaminan hutang dengan dibebani Hak Tanggungan. Hak pemegang HGU (lihat Pasal 14 PP No. tukar-menukar. 1. perkebunan. perkebunan. Dilepaskan secara suka rela oleh pemegang haknya. hibah. Membayar uang pemasukan kepada negara. 2. 5. Tergolong hak yang wajib didaftarkan menurut PP No. Dapat diwariskan. Mengusahakan sendiri tanah HGU dengan baik sesuai kelayakan usaha berdasarkan kriteria dari instansi teknis. sifat dan tujuan pemberian haknya. 4. Pemegang hak masih memenuhi syarat sebagai pemegang hak. Menyerahkan sertifikat HGU yang telah hapus kepada kepala Kantor Pertanahan. 40/1996): 1. Penguasaan dan penggunaan sumber air dan sumber daya alam lainnya di atas tanah. 6. di atas 200 Ha kewenangan Menteri Agraria/Ka BPN. Melaksanakan usaha pertanian. Peruntukkannya terbatas. 1. Menguasai dan mempergunakan tanah untuk usaha pertanian. Sedang menurut Pasal 8 PP No. Memelihara kesuburan tanah. Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan HGU kepada negara setelah hapus.1996) 9. Haknya mempunyai jangka waktu tertentu. 4. 2. 40/1996 mengatur jangka waktu HGU untuk pertama kalinya 35 tahun. Hapusnya HGU (lihat Pasal 34 UUPA dan Pasal 17 PP No. 40/1996). 3. 40. Syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan perpanjangan waktu atau pembaharuan adalah. perikanan dan atau peternakan. Tanahnya masih diusahakan dengan baik sesuai keadaan. mencegah kerusakan sumber daya alam dan menjaga kelestarian kemampuan lingkungan hidup. 24/1997. Tanahnya musnah. 5. Kewajiban pemegang HGU (lihat Pasal 12 ayat (1) PP No. 8. penyertaan modal. 1. Ditelantarkan. 11. perikanan dan atau peternakan. Membangun dan memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah yang ada dalam lingkungan HGU. 2.Keputusan Pemberian Hak seperti kewenangan Ka BPN Kota/kab maksimal 25 Ha. Mengalihkan hak tersebut kepada pihak lain. Dapat dialihkan . 3. lelang.HGU mempunyai jangka waktu untuk pertama kalinya paling lama 35 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 25 tahun (Pasal 29 UUPA). 8. 7. 6. 4. Dapat dilepaskan untuk kepentingan sosial. Membebani dengan Hak Tanggungan Sifat dan ciri-ciri HGU. 10. Jangka waktunya berakhir. Menyampaikan laporan tertulis setiap akhir tahun mengenai penggunaan HGU. 5. Dicabut untuk kepentingan umum. Dapat berinduk pada hak atas tanah yang lain. seperti jual beli. 6.

Membayar uang pemasukan kepada negara. Menyerahkan sertifikat HGB yang telah hapus kepada kepala Kantor Pertanahan. tanah Hak Pengelolaan atau tanah milik orang lain (lihat Pasal 39 UUPA dan Pasal 21 PP No. 40. 1. HGB atas tanah negara dan tanah Hak Pengelolaan berjangka waktu untuk pertama kali paling lama 30 tahun. 2. Dapat diwariskan. Pemegang HGU tidak memenuhi syarat sebagai subyek pemegang HGU.1996) 1.7. HGB dapat terjadi karena. 3. 40/1996. 2. Membebani dengan Hak Tanggungan Sifat dan ciri-ciri HGB. Terjadinya HGB. Dapat dialihkan . pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik sesudah HGB hapus. 3. Pengertian HGB adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu tertentu. 4. penyertaan modal. 1. 50 ayat (2) UUPA dan Pasal 19 s/d 38 PP No. lelang. HGB berasal dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara. Perjanjian pemberian oleh pemegang Hak Milik dengan akta yang dibuat oleh PPAT. adalah: 1. Yang dapat mempunyai HGB menurut Pasal 36 UUPA Jo. dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 tahun. Ketentuan menegnai Hak Guna Bangunan (HGB) disebutkan dalam Pasal 16 ayat (1) huruf c. 2. 2. 35 s/d 40. Hak pemegang HGB (lihat Pasal 32 PP No. 3. Memberikan jaln keluar atau jalan air atau kemudahan lain bagi pekarangan atau bidang tanah yang terkuryng oleh tanah HGB. Hak Guna Bangunan Ketentuan umum. Warga Negara Indonesia. HGB atas tanah Hak Milik berjangka waktu paling lama 30 tahun. 6. Badan Hukum yang didirkan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia Asal atau obyek tanah HGB. C. seperti jual beli. Penetapan Pemerintah (tanah negara dan tanah Hak Pengelolaan). 40/1996). Namun. Memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada di atasnya serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Menguasai dan mempergunakan tanah selama waktu tertentu. ketentuan tentang Konversi Jangka waktu HGB. 24/1997. dan dapat diperbarui untuk jangka waktu paling lama 30 tahun. 2. Subyek HGB. hibah. Tergolong hak yang wajib didaftarkan menurut PP No. atas kesepakatan antara pemilik tanah dengan pemegang HGB dapat diperbarui dengan pemberian HGB baru dengan akta yang dibuat oleh PPAT dan wajib didaftarkan pada kantor BPN setempat. 3. 40/1996). Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan HGB kepada negara. Pasal 19 PP No. tukar-menukar. Kewajiban pemegang HGB (lihat Pasal 30 dan Pasal 31 PP No. 5. sbb: 1. 4. . 2. tidak ada perpanjangan waktu. Jangka waktu HGB berbeda sesuai dengan asal tanahnya. Undang-undang. 40/1996): 1. Menggunakan tanah sesuai peruntukkannya. Mendirikan dan mempunyai bangunan untuk keperluan pribadi atau usahanya. Mengalihkan hak tersebut kepada pihak lain.

Jangka waktu HP. Dilepaskan secara suka rela oleh pemegang haknya. Jangka waktu HP berbeda sesuai dengan asal tanahnya. 2. ketentuan tentang Konversi. 7. 5.Tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban pemegang hak dan atu dilanggarnya ketentuan- ketentuan dalam HGB. Terjadinya HP. 8. Hak Pakai Ketentuan umum. 2. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. . Dibatalkan oleh pejabat yang berwenang. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah (lihat Pasal 41 (1) UUPA). 40/1996): 1. 3. 41 s/d 43. Tanah Negara. Dapat dilepaskan untuk kepentingan sosial. 40/1996). Hak Pakai (HP) diatur dalam Pasal 16 ayat 9!) huruf d. (lihat Pasal 45 s/d . 4. . 3. Warga Negara Indonesia. 41/1996). 2. Subyek HP (lihat Pasal 42 UUPA dan Pasal 39 PP No. Perjanjian pemberian oleh pemegang Hak Milik dengan akta yang dibuat oleh PPAT. 40/1996. 6. Pengertian HP adalah hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai oleh negara atau tanah milik orang lain yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberian haknya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. Pemegang HGB tidak memenuhi syarat sebagai subyek pemegang HGB. Departemen. Dapat berinduk pada hak atas tanah yang lain. 2. 5. Ditelantarkan. 1. karena. Dicabut untuk kepentingan umum. HP dapat terjadi karena. Tanah Hak Milik. Tanah Hak Pengelolaan.Tidak terpenuhinya syarat-syarat atau kewajiban-kewajiban yang tertuang dalam perjanjian pemberian hak antara pemegang HGB dengan pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik. Peruntukkannya terbatas. pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik sebelum jangka waktu berakhir. D. 6. Badan-badan keagamaan dan sosial. 5. 3. 1. Hapusnya HGB( lihat Pasal 40 UUPA dan Pasal 35 PP No. Orang asing yang berkedudukan di Indonesia (lihat PP No. Penetapan Pemerintah (tanah negara dan tanah Hak Pengelolaan). 7. Undang-undang. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. 40/1996): 1. Dapat dijadikan jaminan hutang dengan dibebani Hak Tanggungan. Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah. 6. 7. .Putusan pengadilan yang berkekuatan tetap. Tanahnya musnah. 50 ayat (2) UUPA dan Pasal 39 s/d 58 PP No. 3. 4.4. Haknya mempunyai jangka waktu tertentu. Jangka waktunya berakhir. Asal atau obyek HP (lihat Pasal 41 (1) PP No. Perwakilan negara asing dan perwakilan badan internasional.

3. 2. 4. Dapat dilepaskan untuk kepentingan sosial. Menguasai dan menggunakan tanah untuk janga waktu yang tidak ditentukan selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu. 3. pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik sebelum jangka waktu berakhir. badan-badan keagamaan dan sosial. Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan HP kepada negara. 2. 2. Haknya mempunyai jangka waktu tertentu. Dapat dijadikan jaminan hutang dengan dibebani Hak Tanggungan. perwakilan negara asing. 40/1996): 1. 40/1996) sbb: 1. Memindahkan hak tersebut kepada pihak lain.1996) 1. tidak ada perpanjangan waktu. lelang. Dapat diwariskan. 5. Menggunakan tanah sesuai peruntukkannya sesuai keputusan pemberian haknya. penyertaan modal. 24/1997. dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 tahun. . 7. 3. seperti jual beli. Namun. 2. Tergolong hak yang wajib didaftarkan menurut PP No. Kewajiban pemegang HP (lihat Pasal 50 dan Pasal 51 PP No. HP atas tanah Hak Milik berjangka waktu paling lama 25 tahun. 4. Jangka waktunya berakhir. dan dapat diperbarui untuk jangka waktu paling lama 20 tahun. Dapat dialihkan . Hapusnya HP( lihat Pasal 55 PP No. 4. Memberikan jaln keluar atau jalan air atau kemudahan lain bagi pekarangan atau bidang tanah yang terkuryng oleh tanah HP. Memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada di atasnya serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. 8. Membayar uang pemasukan kepada negara. perjanjian penggunaan tanah Hak Pengelolaan atau Hak Milik. Menguasai dan mempergunakan tanah selama waktu tertentu untuk keperluan pribadi atau usahanya. hibah. 6.49 PP No. .. Pemerintah Daerah. Membebani dengan Hak Tanggungan. Dapat berinduk pada hak atas tanah yang lain. karena. perjanjian pengguanaan tanah Hak Pengelolaan atau Hak Milik. Lembaga Non Departemen. atas kesepakatan antara pemilik tanah dengan pemegang HP dapat diperbarui dengan pemberian HP baru dengan akta yang dibuat oleh PPAT dan wajib didaftarkan pada kantor BPN setempat. 40/1996). Khusus HP yang dipunyai oleh Departemen. Sifat dan ciri-ciri HP. 40. dan perwakilan badan internasional diberikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu.Tidak terpenuhinya syarat-syarat atau kewajiban-kewajiban yang tertuang dalam perjanjian . 5. 1. Menyerahkan sertifikat HP yang telah hapus kepada kepala Kantor Pertanahan. pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik sesudah HP hapus. 2. 1. Dibatalkan oleh pejabat yang berwenang. Peruntukkannya terbatas. tukar-menukar. 6.Tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban pemegang hak dan atu dilanggarnya ketentuan- ketentuan dalam HP. Hak pemegang HP (lihat Pasal 52 PP No. HP atas tanah negara dan tanah Hak Pengelolaan berjangka waktu untuk pertama kali paling lama 25 tahun.

Objek HSUB. Ditelantarkan. Pelanggaran terhadap larangan ini dapat berakibat terputusnya hubungan sewa-menyewa antara pemili tanah dan pemegang HSUB. Dilepaskan secara suka rela oleh pemegang haknya. . UUPA tidak mengatur secara tegas berapa lama jangka waktu HSUB. Pada dasarnya pemegang HSUB tidak diperbolehkan mengalihkan hak sewanya kepada pihak lain tanpa seizin dari pemilik tanah.. 4.pemberian hak antara pemegang HP dengan pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik. Hak Sewa Untuk Bangunan Ketentuan umum. Juga dapat dilakukan sebelum atau sesudah tanahnya dipergunakan oleh pemegang HSUB. 5. Ketentuan mengenai pembanyaran uang sewa dapat dilakukan satu kali atau tiap-tiap waktu tertentu. Jangka waktu HSUB. 3. 3. E. Dicabut untuk kepentingan umum. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. 3. 5. Pembayaran uang sewa dalam HSUB. jangka waktu HSUB diserahkan kepada kesepakatan anatar pemilik tanah dengan pemegang HSUB. Hubungan hak sewa tidak terputus dengan dialihkannya Hak Milik yang bersangkutan kepada pihak lain. Ketentuan mengenai Hak Sewa Untuk Bangunan (HSUB) disebutkan dalam Pasal 16 ayat (1). Tidak dapat dijadikan jaminan hutang dengan dibebani Hak Tanggungan. . yang tidak boleh disertai syarat-syarat yang mengadung unsur- unsur pemerasan.Putusan pengadilan yang berkekuatan tetap. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. Pemegang HP tidak memenuhi syarat sebagai subyek pemegang HP. 45. 7. Hak sewa hanya disediakan untuk bangunan-banguna yang berhubung dengan pertanian (Lihat Pasal 10 (1)). Sifat dan ciri-ciri HSUB. HSUB merupakan hak pakai yang mempunyai sifat-sifat khusus. 2. 4. Warga Negara Indonesia. Subyek HSUB (lihat Pasal 45 UUPA). Pengertian HSUB adalah hak yang dimiliki seseorang atau badan hukum untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas tanah Hak Milik orang lain dengan membayar sejumlah uang sewa tertentu dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh pemilik tanah dengan pemegang HSUB (lihat Pasal 44 (1) UUPA). Terjadinya HSUB karena perjanjian persewaan tanah yang tertulis antara pemilik tanah dengan pemegang HSUB. 44. Peralihan HSUB. 2. Tanahnya musnah. 1. 1. artinya jangka waktu terbatas. Tujuan pengunaannya sementara. 6. Bersifat pribadi dan tidak boleh dialihkan. 52 ayat(2) UUPA. Tergantung kesepakatan antara pemilik tanah dengan pemegang HSUB. 4. Tidak dapat diwariskan. Orang asing yang berkedudukan di Indonesia. Hak atas tanah yang dapat disewakan kepada pihak lain adalah Hak Milik dan objek yang disewakan pemilik tanah kepada pemeganag HSUB adalah tanah bukan bangunan.

adalah: 1. Hak Milik atas tanahnya dicabut untuk kepentingan umum. 2. 3. Jangka waktunya berakhir. Pemegang HSUB dapat melepas sendiri hak sewanya. Dilepaskan oleh pemegang HSUB sebelum jangka waktu berakhir. 7. Tidak termasuk golongan hak-hak yang harus didaftarkan. 5. Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena pemegang HSUB tidak memenuhi syarat sebagai pemegang HSUB. Hapusnya HSUB. 4. . Faktor-faktor penyebab hapusnya HSUB.6. Tanahnya musnah.