You are on page 1of 8

TINJAUAN TEGANGAN TANAH DAN DIMENSI DINDING

PENAHAN TANAH SEBAGAI SALAH SATU ASPEK FORENSIK
PADA BANDARA SULTAN BAABULLAH TERNATE
Doni Sugiharto
Email : s@doni.biz
Program Diploma IV Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas
Gadjah Mada

ABSTRAK
Bandara Sultan Baabullah adalah salah satu bandara yang terletak di Ternate Maluku
Utara. Seiring dengan bertambahnya usia konstruksi, dinding penahan tanah mengalami
kerusakan struktur berupa keruntuhan dinding penahan tanah pada titik runway 14 (RW
14). Keruntuhan ini akibat dari penambahan struktur dan stabilitas terhadap penggulingan
tidak terpenuhi. Runway 32 (RW 32) mempunyai dimensi dan jenis material yang sama
dengan RW 14, sehingga berpotensi mengalami kerusakan yang sama.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekuatan dan kapasitas dinding penahan tanah
pada titik RW 32. Tinjauan analisa dilakukan terhadap stabilitas daya dukung, stabilitas
guling, stabilitas geser, dan tinjauan terhadap kriteria dimensi. Penelitian ini menggunakan
pemodelan berdasarkan analisa manual dan analisa elemen hingga. Pemodelan diharapkan
menghasilkan nilai tegangan yang terjadi pada dinding penahan tanah dan lapisan tanah.
Hasil penelitian akan menjadi dasar dalam mengidentifikasi penyebab kerusakan dan
membantu memberikan metode perbaikan yang sesuai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor penyebab kerusakan DPT RW 32 yang
dominan adalah kegagalan terhadap guling. Analisis elemen hingga menghasilkan
tegangan maksimum dan deformasi maksimum pada potongan F (yang berlokasi di ujung
RW 32). Nilai tegangan maksimum dan deformasi maksimum adalah sebesar 436.8 kN/m²
dan 6.5 cm. Mitigasi potensi kerusakan pada DPT RW 32 dilakukan dengan sistem trap
yang terdiri dari 2 lapis. Ukuran trap bervariasi dengan perbandingan tinggi dan alas (H/B,
dalam meter) sebagai berikut : potongan D (4.6/6.2), potongan E (6.75/7.5), potongan F
(7.25/8.2).
Kata kunci : Dinding penahan tanah, Forensik, Kerusakan struktur

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah dinding penahan tanah mengalami
Bandara Sultan Baabullah adalah salah kerusakan.
satu bandara yang terletak di Ternate, Kerusakan berupa keruntuhan DPT
Maluku Utara. Kondisi topografi Bandara disekitar runway 14 (RW 14). Kegagalan
Sultan Baabullah yang terletak di DPT disebabkan oleh keruntuhan guling.
perbukitan, mengharuskan dibuat DPT Hal tersebut ditandai dengan keruntuhan
(dinding penahan tanah) untuk menahan yang terjadi pada bagian atas DPT berupa
tanah agar tidak mengalami kelongsoran. kerusakan keruntuhan pasangan batu DPT.
Seiring bertambahnya usia konstruksi, RW 32 mempunyai dimensi dan jenis

1
material yang sama dengan RW 14, pada umumnya dipasang pada daerah
sehingga berpotensi mengalami kerusakan tebing yang labil. Fungsi utama dari
yang sama. konstruksi penahan tanah adalah dengan
B. Maksud dan Tujuan Penelitian menahan tanah yang berada dibelakangnya
Maksud dari penelitian ini adalah dari bahaya longsor akibat :
melakukan forensik terhadap dinding 1. konstruksi yang ada atas tanah
penahan tanah atau retaining wall pada (perkerasan dan konstruksi jalan,
Bandara Sultan Baabullah, Ternate Maluku jembatan, kendaraan, dll),
Utara. 2. berat tanah,
Tujuan dari penelitian ini adalah : 3. berat air tanah.
1. melakukan mitigasi kerusakan dinding
Dinding tipe gravitasi di buat dari
penahan tanah RW 32,
beton murni (tanpa tulangan) atau dari
2. memberikan usulan perbaikan dinding
pasangan batu kali. Stabilitas
penahan tanah RW 32.
konstruksinya diperoleh hanya dengan
II. TINJAUAN PUSTAKA
mengandalkan berat sendiri. Menurut Das,
A. Rekayasa Forensik
1991 dalam Iffah, 2011 bahwa persyaratan
Menurut Ratay, 2000 dalam Iffah, tinggi dinding penahan tanah tipe gravitasi
2001, forensik rekayasa struktural adalah tidak melebihi dari 4 meter. Syarat dimensi
investigasi engineering dan penentuan dinding gravitasi dapat dilihat pada
penyebab kegagalan struktur bangunan, Gambar 1.
jembatan, dan fasilitas konstruksi lainnya.
Kegagalan struktur tidak selalu disebabkan
akibat bencana alam, namun dapat terjadi
akibat tidak sesuai dengan desain ataupun
karena kapasitas yang menurun. Kegagalan
struktur dapat ditunjukkan sebagai
perbedaan yang tidak dapat diterima antara
kinerja struktur yang direncanakan dan
kinerja struktur lapangan.
Gambar 1 Syarat dimensi dinding gravitasi
B. Dinding Penahan Tanah (Das, 2011).
Dinding penahan tanah adalah
bangunan yang berfungsi untuk C. Teori Tekanan Tanah Lateral pada

menstabilkan kondisi tanah tertentu yang Dinding Penahan (Hardiyatmo, 2010)

2
Teori tekanan tanah lateral untuk
menghitung tekanan tanah pada dinding
penahan yang telah dipelajari adalah
didasarkan pada anggapan-anggapan :
1. dinding bergerak dengan cara
menggeser atau mengguling pada
regangan tertentu, sehingga tahanan
geser tanah di belakang dinding dapat
berkembang secara penuh, Gambar 2 Peta lokasi Bandara Sultan
2. tekanan air pori dalam tanah urug Baabullah Ternate.
dapat diabaikan,
3. konstanta tanah yang terdapat dalam B. Objek Penelitian
persamaan tekanan tanah lateral Objek yang diteliti adalah DPT pada
mempunyai nilai yang pasti, dapat titik RW 32 dengan mengambil 3 titik
ditentukan, serta dapat dipercaya. potongan yang terdiri dari 1 titik pada
potongan melintang dan 2 titik pada
III.METODE PENELITIAN potongan memanjang seperti terlihat pada
A. Studi Kasus Gambar 3. Dinding penahan tanah pada
potongan C, potongan D, potongan E, dan
Dalam penelitian tugas akhir ini, objek
potongan F mempunyai dimensi yang
yang dijadikan penelitian adalah dinding
berbeda. Dimensi dinding penahan tanah
penahan tanah Bandara Udara Sultan
dapat dilihat pada Gambar 4, Gambar 5,
Baabullah, Ternate Maluku Utara. Denah
Gambar 6, dan Gambar 7.
lokasi bandara dapat dilihat pada Gambar
2.

3
Gambar 3 Gambar detail lokasi objek penelitian.

Gambar 4 Gambar potongan C.
Gambar 6 Gambar potongan E.

Gambar 7 Gambar potongan F.
Gambar 5 Gambar potongan D.

4
C. Metode Penelitian membantu memberikan metode perbaikan
Metode yang digunakan adalah analisa yang sesuai.
dimensi DPT dan pemodelan berdasarkan D. Metode Pengumpulan Data
analisa manual dan analisa plaxis. Pada penelitian ini data yang digunakan
Pemodelan diharapkan menghasilkan nilai adalah data sekunder berupa data tanah dari
tegangan yang terjadi pada dinding uji laboratorium dan data material dinding
penahan tanah dan lapisan tanah. Hasil penahan tanah. Hasil rekapitulasi data
penelitian akan menjadi dasar dalam ditunjukkan pada tabel 1, tabel 2, dan tabel
mengidentifikasi penyebab kerusakan dan 3.

Tabel 1 Data tanah asli
No Pengujian Pot C Pot D Pot E Pot F
1 Sudut Gesek (°) 24.15 26.7 26.7 26.7
2 Kohesi (kN/m²) 16.083 20.202 20.202 20.202
3 Berat Volume Tanah 14.467 13.862 13.862 13.862
Basah (kN/m³)
4 Berat Volume Tanah 10.732 10.525 10.525 10.525
Kering (kN/m³)

Tabel 2 Data tanah timbunan
No Pengujian Pot C Pot D Pot E Pot F
1 Sudut Gesek (°) 20.74 20.74 20.74 20.74
2 Kohesi (kN/m²) 19.741 19.741 19.741 19.741
3 Berat Volume Tanah 12.847 12.847 12.847 12.847
Basah (kN/m³)
4 Berat Volume Tanah 26.185 26.185 26.185 26.185
Kering (kN/m³)

Tabel 3 Data dinding penahan tanah
No Pengujian Pot C Pot D Pot E Pot F
1 Material Model Linear Elastic Linear Linear Linear
Elastic Elastic Elastic
2 Material Type Non Porous Non Porous Non Porous Non Porous
3 Berat Volume Tanah Kering 22 22 22 22
(kN/m³)
4 Modulus Elastisitas (kN/m²) 7000000 7000000 7000000 7000000
5 Angka Poison 0.2 0.2 0.2 0.2

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan dimensi
A. Analisa Manual dinding penahan tanah, pada potongan F
1. Kriteria dimensi memenuhi syarat kriteria lebar puncak.
potongan D, potongan E, dan potongan F

5
memenuhi syarat kriteria lebar dasar syarat kriteria lebar kaki dan tumit. Hasil
pondasi. potongan C, potongan D, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.
potongan E, dan potongan F memenuhi

Tabel 4 Kriteria dimensi dinding penahan tanah tipe gravitasi
No Keterangan Syarat Potongan C Potongan D Potongan E Potongan F

30 – 55.8 cm 30 – 76.6 cm 30 – 112.5 cm
Lebar Puncak 30 cm – 30 – 120.8 cm
1 (Tidak (Tidak (Tidak
(a) H/12 (Memenuhi)
Memenuhi) Memenuhi) Memenuhi)

3.35 – 4.69 m 7.25 – 10.15
Lebar Dasar 0.5 – 0.7 4.6 – 6.44 m 6.75 – 9.45 m
2 (Tidak m
Pondasi (b) H (Memenuhi) (Memenuhi)
Memenuhi) (Memenuhi)
Kedalaman
3 - - - - -
Pondasi (d)
Lebar Kaki 0.5 – 1 m 0.5 – 1 m 0.5 – 1 m 0.5 – 1 m
4 0.5 – 1 d
dan Tumit (Memenuhi) (Memenuhi) (Memenuhi) (Memenuhi)

2. Analisa stabilitas potongan E, dan potongan F aman terhadap
Berdasarkan analisa manual stabilitas stabilitas guling. Selanjutnya, potongan C
dinding penahan tanah, potongan C, dan potongan D aman terhadap stabilitas
potongan D, dan potongan F aman terhadap kapasitas dukung. Hasil selengkapnya
stabilitas geser. Potongan C, potongan D, dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5 Analisa manual stabilitas dinding penahan tanah

Stabilitas
SF SF SF SF
No Dinding Syarat
Potongan C Potongan D Potongan E Potongan F
Penahan Tanah
1.394
2.471 1.897 1.391
1 Terhadap Geser SF > 1.5 (Tidak
(Aman) (Aman) (Aman)
Aman)
6.701 3.56 2.378 2.455
2 Terhadap Guling SF > 1.5
(Aman) (Aman) (Aman) (Aman)
2.16 2.115
Terhadap 5.223 4.066
3 SF > 3 (Tidak (Tidak
Kapasitas Dukung (Aman) (Aman)
Aman) Aman)
penahan tanah menunjukkan hasil yang
berbeda dengan hasil manual. Hal ini, dapat
B. Analisa Plaxis
dijadikan sebagai pembanding hasil
Hasil analisa plaxis didapatkan dari
diantara keduanya. Hasil selengkapnya
input data kemudian kalkulasi secara
dapat dilihat pada Tabel 6, Tabel 7, dan
otomatis yang dilakukan oleh program
Tabel 8.
plaxis. Beberapa titik potongan dinding
6
Tabel 6 Stabilitas daya dukung DPT dari analisa plaxis

σ tanah σ pada potongan SF Stabilitas
No Objek Syarat SF > 3
(kN) A (kN/m²) daya dukung
1 DPT Potongan C 427.95 66.23 6.46 Aman
2 DPT Potongan D 530.4 88.57 5.99 Aman
3 DPT Potongan E 484.9 133.34 3.64 Aman
4 DPT Potongan F 492.6 137.98 3.57 Aman

Tabel 7 Stabilitas penggulingan DPT dari tidak memenuhi syarat sehingga harus
analisa plaxis dilakukan perbaikan. Metode perbaikan
yang dilakukan adalah dengan sistem trap.
Dinding Faktor Aman (FS) > 1.5
No Penahan Sistem trap ini meminimalkan
Eksisting Sistem Trap
Tanah
1 Potongan C 2.37 (Aman) -
pembongkaran struktur yang sudah berdiri.
1.362 (Tidak
2 Potongan D 2.58 (Aman)
Aman) V. KESIMPULAN
1.273 (Tidak
3 Potongan E 2.22 (Aman) Berdasarkan hasil analisa dimensi
Aman)
1.412 (Tidak
4 Potongan F
Aman)
2.19 (Aman) dinding penahan tanah, analisa manual, dan
analisa plaxis dapat disimpulkan sebagai
Tabel 8 Stabilitas geser DPT dari analisa berikut :
plaxis 1. faktor penyebab kerusakan DPT RW 32
Dinding Faktor Aman (FS) >1.5 yang dominan adalah kegagalan
No Penahan Sistem
Eksisting terhadap guling,
Tanah Trap
1.78
1 Potongan C
(Aman)
- 2. analisis elemen hingga menghasilkan
Potongan 1.69 tegangan maksimum dan deformasi
2 -
D (Aman)
3 Potongan E
1.79
- maksimum pada potongan F (yang
(Aman)
1.84 berlokasi di ujung RW 32). Nilai
4 Potongan F -
(Aman)
tegangan maksimum dan deformasi
maksimum adalah sebesar 436.8 kN/m²
C. Pembahasan dan 6.5 cm,

Berdasarkan hasil analisa plaxis, stabilitas 3. mitigasi potensi kerusakan pada DPT

geser dan stabilitas daya dukung RW 32 dilakukan dengan sistem trap

menunjukkan bahwa faktor aman dinding yang terdiri dari 2 lapis. Ukuran trap

penahan tanah memenuhi syarat. bervariasi perbandingan tinggi dan alas

Sedangkan, stabilitas penggulingan pada (H/B, dalam meter) sebagai berikut :

potongan D, potongan E, dan potongan F potongan D (4.6/6.2), potongan E
(6.75/7.5), potongan F (7.25/8.2).

7
DAFTAR PUSTAKA Iffah, W. 2011. Forensik Struktur
Engineering Gedung Pemerintahan
Aditomo, J. 2010. Analisis Stabilitas Bertingkat Yang Rusak Di Kota
Gedung Kantor BNI 46 Semarang Padang Akibat Gempa 20
Menggunakan Program Plaxis 8.2. September 2009. Tesis tidak
Tugas Akhir tidak diterbitkan. diterbitkan. Sumatera Barat:
Yogyakarta: Universitas Gadjah Universitas Andalas
Mada
Krishnamurthy, N. Forensic Enginnering
Brinkgreve, dkk. Manual Plaxis 2D Bahasa in Structural Design and
Indonesia. Delft University of Construction. Structural
Technology. Belanda Enginnering World Congress. 2-7
Nov 2007. Bangalore India
Cernica, J. N. 1995. Geotechnical
Engineering: Foundation Desain. Latif, D.O. Analisa Keruntuhan Dinding
Hamilton Printing Company Penahan Tanah ( Studi Kasus :
Dinding Penahan Tanah Bandara
Das, B. M. 2011. Principles of Foundation
Sultan Baabullah Ternate).
Engineering Seventh Edition.
Prosiding Seminar Nasional
Cengange Learning
Teknologi Terapan SV UGM. 2014.
Das, B.M., Noor E., dan Mochtar, I.B. Yogyakarta
1983. Mekanika Tanah Jilid 2.
Lazarte, C., Victor Elias., David Espinoza.,
Penerbit Erlangga
Paul J Sabatini., 2003. Geotechnical
Gere, J.M., dan Timoshenko, S.P. 1996. Engineering Circular No 7 Soil Nail
Mekanika Bahan Jilid 1. Penerbit Walls. Publication FHWA-IF-03-
Erlangga 017

Gere, J.M., dan Timoshenko, S.P. 1996. Ratay, R. T. Forensic Structural
Mekanika Bahan Jilid 2. Penerbit Engineering Handbook. 2000
Erlangga
Standar Nasional Indonesia. 1989.
Hardiyatmo, H. C. 2010. Analisis dan Perencanaan Pembebanan Untuk
Perancangan Pondasi Bagian 1. Rumah Dan Gedung. Jakarta : BSN
Penerbit Gadjah Mada University
Teng, W. C. 1981. Foundation Design.
Press
Prentice Hall of Indian Private
Limited New Delhi 110001

8