You are on page 1of 5

ANALISIS LINGKUNGAN LEMBAGA DIKLAT (UMUM

)

Erwin Komara Mindarta, Wahyu Nur Hidayat
Universitas Negeri Malang
e-mail: komara_scout@yahoo.com, wahyu2bdfuture@gmail.com

Abstrak: Penggunaan lingkungan sekolah dalam pembelajaran dimaksudkan menarik
perhatian peserta didik materi yang berhubungan dengan lingkungan. Belajar dengan
pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman
dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada di lingkungan sekitar, baik di lingkungan
sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai tri pusat pendidikan. Hasil belajar adalah ukuran
yang menyatakan seberapa jauh tujuan pembelajaran yang telah dicapai khususnya pada
pelajaran kejuruan dengan menggunakan lingkungan sekolah dalam pembelajaran.

Lingkungan atau tempat berlangsungnya proses pendidikan meliputi keluarga, sekolah, dan
masyarakat. Lingkungan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan, karena
jika berbicara tentang lembaga pendidikan sebagai wadah berlangsungnya pendidikan, maka
tentunya akan menyangkut masalah lingkungan dimana pendidikan tersebut dilaksanakan.
Setiap orang yang berada dalam lembaga pendidikan tersebut (keluarga, sekolah, dan
masyarakat), pasti akan mengalami perubahan dan perkembangan menurut warna dan corak
institusi atau lembaga. Berdasarkan kenyataan dan peranan ketiga lembaga ini, Ki Hajar
Dewantara menganggap ketiga lembaga pendidikan tersebut sebagai Tri Pusat Pendidikan.
Maksudnya, tiga pusat pendidikan yang secara bertahap dan terpadu mengemban suatu
tanggung jawab pendidikan bagi generasi muda.
Ketiga lingkungan belajar tersebut berperan penting dalam membangun kerangka
fisik, mental, dan spiritual seseorang sehingga membentuk kepribadian dan karakter yang
mandiri. Sejalan dengan tripusat pendidikan, pembinaan pendidikan masyarakat berperan
dalam suatu proses di mana upaya pendidikan yang diprakarsai pemerintah diwujudkan
secara terpadu dengan upaya penduduk setempat untuk meningkatkan kondisi sosial,
ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat secara
nonformal dan informal.

PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Lingkungan merupakan segala sesuatu di luar diri individu (eksternal) dan merupakan
sumber informasi yang diperolehnya melalui panca inderanya. Salah satu lingkungan yang
terbukti sangat berperan dalam pembentukan kepribadian murid adalah sekolah (Semiawan,
1999:127). Getzel dan Cuba berpendapat bahwa sekolah sebagai suatu sistem sosial memiliki
dua dimensi, yaitu dimensi institusional dan dimensi individual. Kedua dimensi ini
berinteraksi dan menunjukkan dirinya dalam bentuk perilaku sosial atau berpadu dalam
tujuan-tujuan persekolahan (Hamalik, 2003:22).
Lingkungan yang baik mampu menghasilkan stimulasi dan nutrisi yang menjadi
faKtor penentu perkembangan dan perubahan seseorang untuk maju dan menguasai beberapa
kompetensi. Sebaliknya, lingkungan yang buruk memudahkan anak mendapat pengaruh yang
negatif (Berndt, 1997: 102). Anastasi dan Urbina (1988: 14) menyatakan lingkungan sebagai
tempat, situasi, dan kondisi saat anak melakukan tes juga dapat mempengaruhi hasil tes.
Menurut Soedijarto (2000:46), sekolah sebagai pusat pembelajaran yang bermakna
dan sebagai proses sosialisasi dan pembudayaan kemampuan, nilai, sikap, watak, dan perilaku
hanya dapat terjadi dengan kondisi infrastruktur, tenaga kependidikan, sistem kurikulum, dan
lingkungan yang sesuai. Pengertian Sekolah adalah wahana kegiatan dan proses pendidikan
berlangsung. Di sekolah diadakan kegiatan pendidikan, pembelajaran dan latihan (Tu’u,
2004:18). Pendapat lain dari Semiawan (1999:22) menyatakan sekolah sebagai sarana

1

masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang bertempat tinggal dalam suatu kawasan dan saling berinteraksi sesamanya untuk mencapai tujuan tertentu. yaitu ibu dan bapak. dan suatu kekerabatan. Peran tersebut antara lain: 2 . Bila dilihat dalam konteks pendidikan. Jika kata kunci tersebut dipadukan maka akan diperoleh informasi sebagai berikut: ibu dan bapak sebagai orang tua. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang tua harus mendelegasikan tugas dan kewajiban mendidik anak-anak mereka kepada pendidik di lembaga-lembaga pendidikan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat merupakan suatu entitas yang sangat kompleks dan beraneka ragam. (2) keterbatasan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh para orang tua. masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. Masyarakat merupakan lingkungan pendidikan yang ketiga setelah lingkungan pendidikan keluarga dan lingkungan pendidikan sekolah (Novanardy. dan dapat memenuhi kondisi masyarakat yang dipersiapkan untuk masa depan. lingkungan sekolah merupakan kesatuan ruang dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan pengaruh pembentukan sikap dan pengembangan potensi siswa. PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN KELUARGA Keluarga adalah suatu lingkungan kecil yang terdiri dari ibu dan bapak beserta anak- anaknya. 2010). Faktor-faktor tersebut antara lain: (1) keterbatasan waktu yang tersedia pada orang tua. dan (5) Efektifitas program kependidikan anak. keterlibatan orang tua dalam mendidik anak-anaknya adalah tuntutan sosial dan kejiwaannya (Novanardy. (4) Efisiensi biaya yang dibutuhkan dalam proses pendidikan anak. Sebab pada umumnya setiap individu berkeinginan memiliki posisi terhormat di hadapan orang lain dan setiap individu meyakini bahwa kehormatan adalah kebutuhan naluri insaniahnya. seperti lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mendidik anak-anaknya. Dengan kata lain. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan bahwa masyarakat adalah sekelompok warga negara Indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Dari uraian tersebut ada tiga kata kunci. bapak. tidak sejelas tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Orang tua memiliki keterbatasan dalam mendidik anak yang telah mengharuskannya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. terampil dan mampu.pendidikan berfungsi juga sebagai lembaga untuk menyeleksi dan memilih manusia yang berbakat. Walaupun demikian. Jika pendidikan dilaksanakan di sekolah atau madrasah maka setiap peserta didik akan diajar secara klasikal-kolektif sehingga lebih memacu anak dalam bersosialisasi dan memakan biaya yang lebih rendah dibandingkan jika pendidikan dilakukan secara individual di rumah mereka masing-masing. serta keluarga yang terdiri dari ibu. masyarakat mempunyai peranan yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah adalah suatu tempat dengan iklim yang dikondisikan untuk belajar dan mempersiapkan murid memenuhi perannya di masa sekarang dan masa mendatang. anak-anaknya sebagai tanggungannya. Keluarga juga berarti orang seisi rumah yang menjadi tanggungan. PENDIDIKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT Berdasarkan konsep sosiologi. Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan sebenarnya masih belum jelas. (3)k eterbatasan terhadap kepemilikan fasilitas-fasilitas pendidikan yang dimilki oleh para orang tua. sehingga masyarakat berkembang ke arah kondisi yang bermanfaat (meritocracy). 2010). Secara sosial-psikologis. tanggungan. Dari berbagai pendapat dan teori tersebut. Keluarga merupakan suatu kekerabatan yang sangat mendasar di dalam masyarakat. dan anak merupakan bentuk kekerabatan yang fundamen di dalam masyarakat.

ornamen. keluarga. lingkungan sekolah sangat berperan besar dalam menciptakan budaya kerja dan memberikan representasi dari tempat kerja yang baik. guru. DU/DI dan dinas pendidikan. kuburan. Membantu pengadaan biaya. sehingga masih memungkinkan siswa bergerak secara leluasa. Ikut menyelenggarakan pendidikan non pemerintah (swasta). Peraturan ini mensyaratkan bahwa setiap institusi untuk melengkapi sarana dan prasarana sesuai dengan kompetensi keahliannya. Dana pendidikan yang berbasis masyarakat bersumber dari masyarakat dan pemerintah. antara siswa. Masyarakat merupakan penyedia sekaligus penyerap lapangan kerja. (UU Sssdiknas. pelaksanaan kurikulum) belum mampu merepresentasikan dunia usaha dan dunia industri dengan baik. Menyediakan lapangan kerja. organisasi profesi. Seperti yang termaktub dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 40 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pasal 4 (Peraturan Menteri. fasilitas) dan non fisik (penciptaan budaya kerja.1. Dalam hal ini masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber pendidikan (UU Sssdiknas. Ruang Kelas dan Praktik Diupayakan jauh dari lokasi yang dapat mengganggu ketenangan belajar dan kesehatan siswa seperti tempat pembuangan sampah. rawa-rawa dan lain-lain. Hal ini didasarkan pada observasi penulis di SMK negeri dan swasta di Kota Malang. lapangan terbang. Dengan demikian dapat dikatakan masyarakat secara langsung telah membantu dalam pengadaan biaya. dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pendidikan. memanipulasi keterampilan. selambat-lambatnya 5 (lima) tahun setelah Peraturan Menteri ini ditetapkan”. Pasal 5). kebersihan kelas. pemilihan warna dinding kelas. pabrik. penerangan dalam kelas. KONDISI IDEAL LINGKUNGAN LEMBAGA DIKLAT (FAKTOR FISIK) Lokasi Sekolah. PROBLEMATIKA LINGKUNGAN LEMBAGA DIKLAT Pada pendidikan SMK. kereta api. kepala sekolah. “Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) wajib menerapkan standar sarana dan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini. terminal. Namun pada kenyataannya. Pasal 54 ayat 1) 2. Membantu pengadaan tenaga pendidik. sarana dan prasarana pendidikan. lingkungan sekolah kejuruan yang ideal belum bisa diimplementasikan di institusi sekolah. ventilasi udara. Jika lokasi sekolah dekat dengan objek-objek tersebut. dan dan alat pembersih ruangan. Selain itu ternyata dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat belum maksimal. jarak papan tulis ke bangku. 4. Ruang kelas diupayakan tidak terlalu padat. dimana pengondisian lingkungan sekolah yang ditinjau dari segi fisik (bangunan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam ruang kelas diantaranya: jendela. Demokratisasi pendidikan yang sedang digalakkan di Indonesia harus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperluas partisipasi masyarakat dalam pendidikan yang meliputi peran perorangan. 2008:4) dijelaskan bahwa. maka dilakukan upaya untuk meminimalisasi dampak dengan menggunakan cara sederhana maupun modern. sikap dan nilai-nilai sesuai dengan kompetensi yang dituntut oleh bidang pekerjaan yang disiapkan. Pasal 54 ayat 2) 3. 3 . Hal ini dikarenakan belum adanya hubungan antar entitas perilaku (stakeholder) pendidikan yang baik. Lingkungan belajar sekolah kejuruan idealnya ditata supaya siswa dapat mengembangkan pengetahuan. masyarakat. Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan yang berbasis masyarakat ((UU Sssdiknas. sarana dan prasarana pendidikan. kelompok. Lulusan sekolah (output) nantinya akan terjun ke masyarakat.

air untuk cuci tangan dan lain-lain. Selain air bersih. Pengolahan Sampah dan Limbah Cair Tersedia tempat/bak sampah yang tertutup dan terpilah (organik dan anorganik) di setiap ruangan dan di halaman sekolah untuk menampung sampah yang ada. artinya mempunyai pengaliran air (drainase) yang baik. FAKTOR-FAKTOR DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH (NON FISIK) Menurut Slameto (2003:64) faktor-faktor lingkungan sekolah non fisik yang mempengaruhi belajar diantaranya: metode mengajar. selasar dan lain-lain sebagai tempat menyimpan tanaman dalam pot. Dilakukan pengelolaan limbah cair baik yang domestik maupun dari laboratorium sebelum dibuang ke lingkungan. Kamar Mandi/WC dan Air Bersih Halaman sekolah harus selalu kering dan rata.Halaman Sekolah. kurikulum. Kamar mandi/WC untuk wanita dan pria terpisah dengan tanda yang jelas. Jumlah tempat sampah harus cukup banyak dan tidak hanya ditempatkan di setiap kelas tetapi juga luar ruangan/gang dengan ukuran agak besar dengan jarak tiap 20 meter. Sekolah yang ruang terbukanya terbatas dapat memanfaatkan bagian-bagian tertentu di sekolah seperti lorong. Tersedia pembersih/alat pembersih di setiap KM/WC dan tempat sampah tertutup. Tersedia Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang tertutup untuk menampung sampah dari tempat sampah lainnya. relasi guru dengan siswa. sehingga tidak terjadi antrian yang cukup berarti. keterampilan. memanipulasi keterampilan. Selain itu. Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan siswa dan guru harus selalu dijaga. Untuk limbah cair domestik dan limbah dari laboratorium yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dipisahkan. Manfaat dan keragaman tanaman (pohon dan perdu) dijadikan pertimbangan dalam membuat penghijauan lingkungan. Pengelolaan/penanganan sampah organik menjadi kompos yang dilakukan sendiri oleh pihak sekolah. Jumlah kamar mandi/WC cukup bagi warga sekolah. Halaman sekolah yang terdiri dari tanah akan berdebu di waktu musim kemarau dan becek di musin hujan. sekolah juga perlu memiliki air untuk keperluan lain seperti menyiram tanaman. sikap dan nilai-nilai yang diperoleh selama di sekolah kemudian diintegrasikan agar dapat diterapkan di tempat kerja yang sesungguhnya (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Lingkungan belajar merupakan simulasi tempat kerja Kurikulum teknik dan kejuruan tidak dibatasi untuk mengembangkan pengetahuan pada wilayah akademik tertentu tetapi membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan. Untuk keperluan tersebut. jika ruangannya sangat terbatas. Memperhatikan aspek estetika dalam pemilihan dan penempatan tanaman. sudut-sudut ruang kelas dan kantor. Lingkungan belajar sekolah kejuruan ditata supaya siswa dapat mengembangkan pengetahuan. sikap dan nilai-nilai yag diperlukan untuk bekerja. 4 . Penghijauan Lingkungan/Tata Taman Memperhatikan dan melaksanakan penghijauan lingkungan di sekitar sekolah. keterampilan. Sekolah merupakan tempat kerja buatan (simulasi) yang mempunyai kemiripan dengan tempat kerja sesungguhnya. Tersedia kran-kran air di sejumlah tempat yang terjangkau siswa untuk keperluan cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan lap. sekolah dapat memanfaatkan air hujan yang ditampung atau air bekas pemakaian lainnya seperti bekas air wudhu. kebersihan WC. dapat pula dibuat taman secara vertikal. Halaman ditanami rumput yang selalu dipotong pendek dan sebagian ditanami pohon rindang (jangan pohon kelapa dan durian). Memperhatikan dan melaksanakan pemeliharaan taman dengan melibatkan siswa dalam rangka menanamkan kecintaan terhadap lingkungan. Berbagai pengetahuan. 2013:317). sikap dan nilai-nilai sesuai dengan kompetensi yang dituntut oleh bidang pekerjaan yang disiapkan. membersihkan lantai.

Jakarta:Rineka Cipta. Jakarta:Rineka Cipta. Daftar Rujukan Anastasi. siswa tersebut memerlukan bimbingan dan penyuluhan.Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar. USA: Brown & Bench-mark. Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 2003. rendah diri atau mengalami tekanan batin akan diasingkan dalam kelompoknya. Jakarta: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Makalah disajikan dalam Lokakarya “Pengembangan Minat Baca dan Kegemaran Membaca Murid Pendidikan Dasar”. disiplin sangat dibutuhkan untuk mengembangkan motivasi yang kuat. 2003. Siswa tersebut akan malas untuk sekolah dengan berbagai macam alasan yang tidak-tidak. Menciptakan relasi yang baik antar siswa akan memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa. 1978. Tu’u. Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik. Jakarta: CINAPS. Dalam proses belajar. Disiplin sekolah Kedisiplinan sekolah erat kaitannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan belajar. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Semiawan.blogspot.com/2010/09/bab-iii-pendidikan-di-lingkungan. alat pelajaran dan waktu belajar. Anne & Susana Urbina. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Lingkungan Belajar yang Mengundang Suatu Pendekatan Bermakna dalam Meningkatkan Perkembangan Anak Retardasi Mental. akan berakibat terganggunya belajar. membuat siswa akan menyukai gurunya. Tiga hal yang akan dibahas pada paper ini adalah tentang relasi guru dengan siswa.html (diakses pada 12 Maret 2014). 2013. Online: http://novanardy. Relasi Guru dengan Siswa Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Agar siswa belajar lebih maju. Disertasi tidak diterbitkan. Dubuque. Slameto. Proses ini dipengaruhi oleh relasi didalam proses tersebut. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Thomas J. 2000. 1996. NJ: Prentice-Hall. Supriyanto. kepala sekolah dalam mengelola sekolah. 2010. Sekolah sebagai Pusat Pengembangan Minat dan Kegemaran Membaca Murid. Relasi guru dengan siswa baik. Jika hal ini semakin parah. Bab III Pendidikan di Lingkungan Keluarga. 2004. 5 .Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa dengan baik menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar.relasi siswa dengan siswa. 1997. juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya. Child Development. disiplin sekolah. Jika terjadi demikian. Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin membuat siswa disiplin pula. dan BP dalam memberikan layanan. Soedijarto. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Tantangan Guru SMK Abad XXI. 1997. Tulus. Berndt. 7th ed. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Novanardy. C. Pendidikan Nasional sebagai Wahana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Membangun Peradaban Negara-Bangsa (Sebuah Usaha Memahami Makna UUD’45). pegawai sekolah dalam bekerja. siswa dengan siswa dan disiplin sekolah. Relasi Siswa dengan Siswa Siswa yang mempunyai sifat kurang menyenangkan. Inc. maka harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah. Psychological Testing. di rumah dan lain-lain.