You are on page 1of 41

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap perusahaan, termasuk rumah sakit, betapa pun kecilnya, memerlukan peraturan-
peraturan tertulis. Komunikasi langsung semakin tidak dapat lagi dilakukan, bahkan dalam
perusahaan-perusahaan yang mempunyai staf hanya sepuluh atau dua belas orang. Para
manajer mungkin sulit mengingat-ingat apa peraturan-peraturan yang ada, peraturan tersebut
berlaku untuk siapa, dan kapan berlakunya peraturan-peraturan tersebut.

Peraturan tertulis yang dengan jelas memaparkan apa hak dan kewajiban staf maupun
peraturan-peraturan perusahaan akan membantu staf mengetahui apa yang dapat mereka
harapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Perusahaan yang tidak memiliki buku
pedoman untuk staf mudah disalahkan kalau sampai terjadi perselisihan antara perusahaan
dan staf, yang mungkin saja bisa sampai ke meja pengadilan.

Peraturan administrasi yang tidak konsisten sering menimbulkan kecurigaan di
kalangan staf bahwa pimpinan berlaku tidak adil. Ini bisa menyangkut soal cuti, soal
tunjangan, soal ganti rugi, dan sebagainya.

Sebuah pedoman bagi staf yang disusun dengan tepat dapat menjadi sarana penting
dalam komunikasi dengan staf. Dokumen ini harus bisa menjadi bimbingan bagi staf baik
dalam menjalankan hak maupun kewajibannya bagi perusahaan. Isi dari pedoman ini meliputi
keterangan tentang mengapa perusahaan didirikan dan bagaimana sejarahnya,
pertumbuhannya, rencana masa depannya, dan produk yang dijual, keterangan tentang
kebijaksanaan perusahaan mengenai aturan yang seragam yang diberikan oleh perusahaan
terhadap semua staf, tentang masa percobaan, hari libur, cuti, jaminan atau tunjangan, rahasia
dokumen perusahaan, prosedur tindak disipliner dan hubungan dengan masyarakat, penegasan
tentang perlakuan yang adil dan konsisten dengan cara secara rinci mengemukakan standar
performans, kebijaksanaan tentang tindakan disipliner maupun prosedur pengaduan kepada
perusahaan. Staf harus tahu mereka mempunyai hak untuk didengar, penegasan bahwa
perusahaan menghargai para staf, menghormati staf dan memperhatikan staf, pemberian
kesempatan kepada staf untuk mengatur keuangannya untuk jangka panjang dengan secara
rinci memuat keterangan tentang tunjangan pensiun, tunjangan sakit, kematian dan
sebagainya.

1

B. Tujuan

Pedoman ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada staf tentang hak dan
kewajiban staf maupun perusahaan dalam hal ini rumah sakit, memberikan gambaran kepada
staf tentang peraturan dan kebijaksanaan rumah sakit, dan juga diperlukan untuk
menunjukkan kepada seluruh staf bahwa semua proses yang ada di rumah sakit diberlakukan
seragam kepada seluruh staf tanpa adanya pengecualian.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pedoman ini meliputi keterangan tentang mengapa perusahaan
didirikan dan bagaimana sejarahnya, pertumbuhannya, rencana masa depannya, dan produk
yang dijual, keterangan tentang kebijaksanaan perusahaan mengenai aturan yang seragam
yang diberikan oleh perusahaan terhadap semua staf, tentang masa percobaan, hari libur, cuti,
jaminan atau tunjangan, rahasia dokumen perusahaan, prosedur tindak disipliner dan
hubungan dengan masyarakat, penegasan tentang perlakuan yang adil dan konsisten dengan
cara secara rinci mengemukakan standar performans, kebijaksanaan tentang tindakan
disipliner maupun prosedur pengaduan kepada perusahaan.

D. Batasan Operasional

Pedoman adalah kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu
harus dilakukan, dengan demikian merupakan hal pokok yang menjadi dasar untuk
menentukan atau melaksanakan kegiatan.

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi
sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan
menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi
organisasi.

E. Landasan Hukum

1. UU No 13 Tahun 2009 Tentang Ketenagakerjaan
2. UU No 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
3. Perkemkes No 340 Tahun 2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit

.

BAB II

2

STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia

Kualifikasi sumber daya manusia dalam rumah sakit perlu disesuaikan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kualifikasi ini bertujuan agar sumber daya
manusia yang ada dalam lingkungan rumah sakit adalah merupakan sumber daya yang benar-
benar sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan oleh rumah sakit.

Kualifikasi Sumber Daya Manusian yang ada di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani adalah
sebagai berikut :

No Pelayanan Kualifikasi Jabatan Kualifikasi Pendidikan
1 Pelayanan Medik Spesialis Dokter spesialis Dokter Spesialis
Dasar
No Pelayanan Kualifikasi Jabatan Kualifikasi Pendidikan
2 Pelayanan Medik Umum Dokter Umum & Dokter Profesi Kedokteran Umum
Gigi & Gigi
3 Pelayanan Gawat Darurat Dokter Umum Profesi Kedokteran
4 Pelayanan Keperawatan & Perawat & Bidan D3 Keperawatan & D3
Kebidanan Kebidanan
5 Pelayanan Penunjang Medik Analis Kesehatan, Penata D3 Analis Kesehatan, D3
Radiografer Radiologi
6 Pelayanan Penunjang Klinik Apoteker, Ahli Gizi, Profesi apoteker, profesi
Rekam Medis, ahli gizi, D3 Rekam Medis
7 Pelayanan Penunjang Non Linen, Dapur, IPSRS, SMA, SMK Tata boga,
Klinik Sanitasi, STM, D3 Sanitasi
8 Manajemen Direktur, Wadir, Kasubag, Dokter umum + S2, dokter
koordinator, Komite umum (+S2) atau S2
Medis, SPI MMR, S1 atau D3 sesuai
dengan bidangnya, dokter
umum atau S2 MMR
9 Administrasi Administrasi umum, Staf D2 administrasi, S1
SDM, staf Keuangan Psikologi/Umum

B. Distribusi Ketenagaan

Distribusi ketenagaan dilakukan berdasarkan jenis tenaga dan kriteria yang ada di
Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani. Distribusi ketenagaan yang ada adalah sebagai berikut :

1. MANAJEMEN

3

NO JABATAN JLH TENAGA
1 Direktur 1
2 Manajer 5
3 Kepala Bagian 3
4 Kepala Ruangan 23
5 Komite Medik 1
6 Komite Keperawatan 1
7 Komite Penunjang Medis 1
8 Komite PPI 1
9 Komite Etik Hukum 1

2. ADMINISTRASI

NO JABATAN JLH TENAGA
1 SIM RS 3
2 SDM 2
3 Keuangan 10
4 Kasir 4

3. PKRS (PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT)

NO JABATAN JLH TENAGA
1 Ketua 1
2 Sekretaris 1
3 Anggota 6

4. UGD dan RAWAT JALAN

NO JABATAN JLH TENAGA
1 Dokter Umum 5
2 Dokter Spesialis 18
3 Dokter Gigi 2
4 Perawat 14

5. VK / KEBIDANAN

NO JABATAN JLH TENAGA
1 Bidan 5

6. RAWAT INAP

4

GIZI NO JABATAN JLH TENAGA 1 Ahli Gizi 1 2 Pengolah Gizi 8 8. K3 & SARANA DAN PRASARANA NO JABATAN JLH TENAGA 1 Linen 7 2 IPSRS 5 3 Keamanan 11 9. Oleh sebab itu. Hal inilah yang membuat Rumah Sakit baik swasta maupun pemerintah menjadikan permasalahan penjadwalan perawat menjadi salah satu permasalahan yang penting dalam setiap evaluasi kinerjanya. yaitu : a. kebutuhan dalam 1 hari adalah 6. NO JABATAN JLH TENAGA 1 Perawat 50 7. Baik buruknya penjadwalan jaga yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit memegang peranan penting dalam mempengaruhi kinerja rumah sakit dimata pengguna jasa rumah sakit. Pengaturan jaga untuk petugas di bagian pelayanan terbagi dalam 3 shift.5 jam kerja.30 pagi sampai dengan 14. sehingga pelayanan terhadap pasien akan menjadi baik pula. 1. REKAM MEDIS & PENDAFTARAN NO JABATAN JLH TENAGA 1 Rekam Medis 3 2 Pendaftaran 8 C.00 sore 5 . Shift Pagi. diperlukan suatu penjadwalan jaga yang baik. durasi waktu antara pukul 07. Pengaturan Jaga Pengaturan jadwal jaga merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam rumah sakit. FARMASI NO JABATAN JLH TENAGA 1 Apoteker 2 2 Asisten Apoteker 8 10.

5 jam kerja. b. 3.00 sore. Bangunan Lantai 1.5 jam kerja.30 pagi di hari berikutnya. Shift Malam. Shift Sore. Pengaturan jaga untuk petugas di bagian administrasi adalah sebagai berikut : Mengikuti hari kerja kalender yaitu kebutuhan dalam 1 hari adalah 8. kebutuhan dalam 1 hari adalah 7 jam kerja. durasi waktu antara pukul 21. durasi waktu antara pukul 14. Dr.30 pagi sampai dengan 16. terdiri atas : No Nama Ruang 1 Ruang Direktur 2 Ruang Security 3 Ruang Kasir 4 Ruang Farmasi & Gudang 5 Ruang Tunggu apotek 6 Ruang Poli spesialis 7 Ruang Informasi & Pendaftaran 8 Ruang tunggu/loby 9 Ruang UGD 10 Ruang ICU 11 Ruang RI Soraya 12 Ruang Complain center 13 Ruang RI Suhada 14 Ruang Coding 15 Ruang RM 16 Ruang OK 17 Ruang VK 18 Ruang RI Internis 19 Ruang Isolasi 6 . Ruang-ruang yang ada di RS Prof. 2. Pengaturan jaga untuk bagian manajemen adalah sebagai berikut : Mengikuti hari kerja kalender yaitu kebutuhan dalam 1 hari adalah 8.5 jam kerja. Tabrani difungsikan untuk pelayanan kepada pasien.00 sore sampai dengan 21. durasi waktu antara pukul 07.00 malam sampai dengan 07. BAB III STANDAR FASILITAS A. durasi waktu antara pukul 07. Denah Ruang Semua ruangan yang terdapat di RS Prof. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tabrani meliputi : I. Dr. kebutuhan dalam 1 hari adalah 10.30 pagi sampai dengan 16.00 sore.00 malam c.

terdiri atas : No Nama Ruang 1 Ruang HRD & Personalia 2 Ruang Akreditasi 3 Ruang Keuangan 4 Ruang Pertemuan/diklat B. Pelayanan Medik Gigi Mulut dan Pelayanan Kesehatan Ibu Anak /Keluarga Berencana. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan. Standar Fasilitas RS Prof. Bangunan Lantai 2. Tabrani merupakan rumah sakit umum kelas D. Bangunan Lantai 3. fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas D sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Pelayanan Medik Umum. Pelayanan Gawat Darurat. (4) Pelayanan Gawat Darurat harus dapat memberikan pelayanan gawat darurat 24 (dua puluh empat) jam dan 7 (tujuh) hari seminggu 7 . Rumah Sakit Umum Kelas D harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2 (dua) Pelayanan Medik Spesialis Dasar. terdiri atas : No Nama Ruang 1 Ruang RI Anak 2 Ruang Logistik 3 Ruang tunggu ICU 4 Gudang Rekam Medis 5 Ruang Kelas III III. (2) Kriteria. Pelayanan Penunjang Klinik dan Pelayanan Penunjang Non Klinik. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340/Menkes/Per/III/2010. (3) Pelayanan Medik Umum terdiri dari Pelayanan Medik Dasar. 20 Ruang Labor 21 Ruang Alkes 22 Ruang Gizi 23 Mesjid 24 Ruang RI Bedah 25 Ruang CS 26 Ruang Fisioterapi 27 Ruang IPSRS 28 Ruang Transportasi 29 Ruang Loundry 30 Kantin 31 Ruang Oksigen 32 Ruang Jenazah 33 Gudang Gizi II. Pelayanan Medik Spesialis Dasar. Dr.

Farmasi. Pengelolaan Gas Medik dan Penampungan Air Bersih. antara lain :  Klinik Penyakit Dalam  Klinik Anak  Klinik Bedah  Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan 2) Klinik tambahan antara lain :  Klinik Gigi  Klinik Kulit dan Kelamin  Klinik Syaraf  Klinik Urologi  Klinik Mata  Klinik THT  Klinik Orthopedy  Klinik Paru 3) Instalasi Gawat Darurat 8 . Sterilisasi Instrumen dan Rekam Medik. Gizi. Dr. (8) Pelayanan Penunjang Klinik terdiri dari Perawatan High Care Unit. Gudang. Fasilitas yang ada di RS Prof. (9) Pelayanan Penunjang Non Klinik terdiri dari pelayanan Laundry/Linen. Ambulance. Tabrani meliputi : 1. Fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi.dengan kemampuan melakukan pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat. Kamar Jenazah. yaitu tempat pemeriksaan pasien pertama dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut di dalam tahap pengobatan penyakit. (7) Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan terdiri dari pelayanan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan. Teknik dan Pemeliharaan Fasilitas. Bedah. Obstetri dan Ginekologi. Pengelolaan Limbah. Pemadam Kebakaran. Bagian Rawat Jalan Fungsi Instalasi Rawat Jalan adalah sebagai tempat konsultasi. melakukan resusitasi dan stabilisasi sesuai dengan standar. pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masing-masing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. penyelidikan. terdiri dari 4 Klinik Spesialistik Dasar. pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masing-masing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. Komunikasi. Lingkup Sarana Pelayanan Rawat Jalan 1) Poli Umum. Kesehatan Anak. Pelayanan Darah. (5) Pelayanan Medik Spesialis Dasar sekurang-kurangnya 2 (dua) dari 4 (empat) jenis pelayanan spesialis dasar meliputi Pelayanan Penyakit Dalam. (6) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik yaitu laboratorium dan Radiologi. Jasa Boga / Dapur. Poliklinik juga berfungsi sebagai tempat untuk penemuan diagnosa dini.

pelayanan kebutuhan keluarga pasien (berdoa. pelayanan medis. intermediet. Pelayanan keperawatan jika dibagi berdasarkan jenis kasus yang ditangani. dan III). Fasilitas yang digunakan merawat pasien yang harus di rawat lebih dari 24 jam (pasien menginap di rumah sakit). menunggu pasien. maka . gizi. konsultasi medis). Circulation) serta memiliki alat transportasi untuk rujukan dan komunikasi yang siaga 24 jam. Dr. Tabrani memiliki pelayanan gawat darurat yang memiliki kemampuan :  Melakukan pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat  Melakukan resusitasi dan stabilisasi Di unit gawat darurat. 2. meliputi: Perawatan pasien penyakit dalam. Breathing. I. pasien bedah. rekam medis. 7 hari dalam seminggu. Untuk pelayanan minimal care dan intermediet dilaksanakan di ruang rawat inap biasa (kelas VIP. dokter umum yang siaga ditempat (on-site) dalam 24 jam yang memiliki kualifikasi pelayanan ATLS / ACLS dan mampu memberikan resusitasi dan stabilisasi ABC (Airway. RS Prof. Memiliki dokter spesialis sebagai konsulen. Pelayanan kesehatan di Instalasi Rawat Inap mencakup antara lain : 1) Pelayanan Keperawatan Pelayanan keperawatan di RS Prof. Lingkup Sarana Pelayanan Gawat Darurat RS Prof. dan pasien anak. Tabrani memberikan pelayanan 24 jam secara terus menerus. Tabrani meliputi pelayanan minimal care. pasien maternitas. mandi. 9 . II. Dr. Dr. Tabrani a) Program pelayanan UGD  False Emergency (Kegawatan tidak darurat)  Cito Operation  Cito/Emergency Intensive Care unit (ICU)  Cito Laboraturium  Cito Radiodiagnostik  Cito Depo Farmasi b) Pelayanan kegawatdaruratan :  Pelayanan kegawatdaruratan bedah  Pelayanan kegawatdaruratan obsgyn  Pelayanan kegawatdaruratan anak  Pelayanan Kegawatdaruratan penyakit dalam  Pelayanan kegawatdaruratan syaraf  Pelayanan kegawatdaruratan gigi  Pelayanan kegawatdaruratan Mata  Pelayanan kegawatdaruratan Urologi  Pelayanan kegawatdaruratan Paru  Pelayanan kegawatdaruratan Orthopedy  Pelayanan kegawatdaruratan THT Fasilitas yang melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat dan terancam nyawanya yang membutuhkan pertolongan secepatnya. RS Prof. Dr. dan intensif care. Bagian Rawat Inap Lingkup kegiatan di ruang rawat inap rumah sakit meliputi kegiatan asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. administrasi. pasien syaraf.

pelayanan persalinan meliputi : a. Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan / KIA 1) Kegiatan persalinan. EKG. Tabrani memiliki 82 tempat tidur (TT) yang meliputi :  Ruang VIP : 3 TT  Ruang Isolasi : 1 TT  ICU : 2 TT  Kelas I : 4 TT  Kelas II : 23 TT  Kelas III : 39 TT  Kamar Bayi : 3 TT  Kamat perawatan Ibu : 3 TT  Kamar Anak : 4 TT 2) Pelayanan Medik (Pra dan Pasca Tindakan Medik) Pelayanan medik yang dilakukan di instalasi rawat inap adalah pelayanan pra dan pasca tindakan medik. b. 10 . penyakit kandungan dan kelainan kehamilan (KE dan KET) perdarahan uterus disfungsional. Internis dan Bedah. dan USG. Aspek-aspek penting dari asuhan bayi baru lahir yaitu : menjaga agar bayi tetap kering dan hangat serta menjaga kontak dini dengan bayi. mioma dan tumor 4) Pelayanan tindakan/operasi kebidanan Pelayanan tindakan/operasi kebidanan adalah untuk memberikan tindakan. RS Prof. merupakan asuhan yang diberikan pada bayi setelah kelahiran. Asuhan persalinan fisiologis. Asuhan bayi baru lahir. operasi sectio caesaria. dilaksanakan oleh dokter spesialis. Ruang perawatan di Instalasi Rawat Inap terbagi dalam 4 (empat) bangsal perawatan yaitu bangsal Soraya. misal eksterpasi polip vagina. Pelayanan persalinan fisiologis yang masuk dalam wewenang bidan dapat dilakukanoleh bidan. 3) Pelayanan Penunjang Medik Pelayanan penunjang medik yang dilakukan di instalasi rawat inap adalah pelayanan pemeriksaan laboratorium. dilaksanakan oleh bidan jaga VK 24 jam dan oleh dokter spesialis kandungan. pre eklampsi/eklampsi) 3) Pelayanan gangguan reproduksi/ penyakit kandungan Pelayanan gangguan kesehatan reproduksi penyakit kandungan meliputi pelayanan keguguran. Dr. radiologi. infeksi. c. Asuhan persalinan patologis. tapi bila dalam perjalanan proses persalinan terjadi hal-hal yang patologis maka dilakukan konsultasi kepada dokter spesialis kandungan dan pelimpahan wewenang tindakan oleh dokter spesialis. 2) Pelayanan Nifas Pelayanan nifas meliputi : pelayanan nifas normal dan pelayanan nifas bermasalah fisiologis dan patologis (post sectio caesaria. operasi myoma uteri dll. 3. Suhada.

alat kesehatan. tumor kecil jinak pada kulit. Tabrani meliputi : IUD. Untuk pelayanan mayor ringan dan minor dapat dilakukan di ruang tindakan VK dimana tindakan ini dilakukan dengan anestesi TIVA dan lokal anestesi. radio farmasi. Dr. dokter umum dan bidan. anak. meja operasi. alat kesehatan. regensia radio farmasi dan gas medis d. Dr. Bedah umum dan bedah sub spesialistik Antara lain : kebidanan. onkologi/tumor. MOW. urologi. dan Metode Amenorea laktasi (MAL). Ruang Bedah Central / Ruang Operasi Instalasi bedah adalah suatu unit khusus di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan secara elektif maupun akut. Dr. Bedah Minor Antara lain bedah insisi abses. dan melakukan pelayanan : a. 5. Untuk jenis operasi ini. Kegiatan operasi mayor sedang dan besar ini dilakukan pada ruang operasi yang berada di Instalasi Bedah Sentral dan baru dapat dilaksanakan pada Instalasi Kebidanan apabila telah memiliki peralatan operasi memadai (misalnya peralatan anastesi. orthopedic dan rekonstruksi berat. reagensia. Melakukan kegiatan peracikan obat sesuai permintaan dokter baik untuk pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan c. benda asing dan sirkumsisi. suntik 1 bulan dan 3 bulan. pengadaan dan penyimpanan obat. Tabrani meliputi : 1. Fasilitas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien dengan menggunakan energi radioaktif dalam diagnosis dan pengobatan penyakit. Bagian Radiologi Radiologi adalah ilmu kedokteran yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosa dan pengobatan pasien. kondom. anestesi dapat dilakukan oleh bidan atau perawat. 5) Pelayanan KB Pelayanan KB di RS Prof. Pada operasi jenis ini diperlukan anestesi umum maupun spinal yang harus dilakukan oleh dokter spesialis anestesi. Pelayanan Radiologi di RS Prof. Tabrani adalah sebagai penunjang medik yang dilakukan 11 . Pelayanan bedah RS Prof. Tabrani dipimpin oleh seorang apoteker yang telah memiliki surat ijin kerja dari Departemen Kesehatan. ekstraksi kuku. Memberikan pelayanan informasi obat dan melayani konsultasi obat e. KB alami. yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya. 2. gas medik sesuai formularium RS b. Dr. pil. Pelayanan KB dilakukan oleh dokter spesialis kandungan. Merupakan cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan penggunaan sinar-X (X-Ray) yang dipancarkan oleh pesawat sinar-X atau perlatan radiasi lainnya dalam rangka memperoleh informasi visual sebagai bagian dari pencitraan kedokteran. 4. ekstirpasi. Melakukan perencanaan. monitor pasien serta lampu operasi). Bagian Farmasi Unit farmasi di RS Prof. Mampu mendukung kegiatan pelayana unit kesehatan lainnya selama 24 jam 6. Pendistribusian obat. Implan. MOP.

Rumah sakit harus menyelenggarakan sistem manajemen rumah sakit yang bersumber pada rekam medis yang profesional. Pemeriksaan laboraturium pada RS Prof. Bagian Administrasi Suatu unit dalam rumah sakit tempat dilaksanakannya manajemen rumah sakit yang terdiri dari :  Dewan pengawas  Dewan direksi  Komite medis  Unit SDM dan keuangan  Unit administrasi 9.Patologi klinik Meliputi hematologi. Tabrani adalah : . serologi mikrobiologi. selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Pimpinan Instalasi Radiologi adalah spesialis radiologi yang telah diangkat oleh direktur rumah sakit setelah mendapat pertimbangan dari staf medik fungsional radiologi. Dr. Dr. cranium. Pelayanan laboratorium di RS Prof. Dengan Kontras Antara lain BNO IVP dan Appendicogram 2) Pemeriksaan USG untuk kelainan-kelainan abdominal dan jaringan lunak 7. hasil pemeriksaan dan pengobatan pasien yang diterapkan secara terpusat/sentral. urine lengkap dan tinja. penggunaan sampai dengan pembuangan radioaktif. dan parasitologi Pelayanan laboraturium dilengkapi pula oleh fasilitas sebagai berikut :  Administrasi penerimaan spesimen  Gudang regnesia dan bahan kimia  Fasilitas pembuangan limbah 8. patologi anatomi dan forensik batas tertentu dari pasien rawat inap. puskesmas atau dokter praktek swasta. Tabrani dilakukan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. riwayat penyakit. rawat jalan serta rujukan dari rumah sakit umum lain. Bagian Laboratorium Laboratorium mampu melayani tiga bidang keahlian yaitu patologi klinik. Pelayanan Instalasi Radiologi pada RS Prof. Bagian Pemulasaraan Jenazah Fungsi ruang jenazah adalah : a. Tabrani adalah memberikan pelayanan radiodiagnostik non invasif dengan dan tanpa kontras yaitu : 1) Radiodiagnostik a. kimia klinik. vertebrae. Pelayanan radiologi telah memenuhi persyaratan perijinan dari institusi yang berwenang untuk penyimpangan. Non Kontras Antara lain exremitas atas & bawah. dan abdomen b. Bagian Rekam Medis dan Pendaftaran Merekam dan menyimpan berkas-berkas jati diri. Tempat meletakkan/penyimpangan sementara jenazah sebelum diambil keluarganya 12 . Dr. 10.

Tempat mengeringkan jenazah setelah dimandikan d. Bagian Pencucian Linen (Laundry) Fasilitas untuk melakukan pencucian linen yang terdiri dari penerimaan. 12. perbaikan. Dr. Otopsi jenazah e. Ruang duka dan pemulasaraan 11. disinfeksi bila perlu. Tabrani dipimpin oleh seorang Akdemi (D3) gizi. Bagian Sanitasi dan K3 Memantau persyaratan kesehatan dan keselamatan rumah sakit 15. b. Tabrani. Tugas pokok dan fungsi yang harus dirangkum unit IPSRS adalah sebagai berikut : a) Pemeliharaan dan perbaikan ringan pada :  Peralatan penunjang medik  Perlatan rumah tangga dari metal/logam  Peralatan rumah tangga dari kayu  Saluran dan perpipaan  Listrik dan elekronik  Perbaikan bangunan ringan  Analisa kerusakan  Proses pengadaan komponen/suku cadang b) Kegiatan perbaikan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :  Laporan dari setiap unit yang mengalami kerusakan alat  Peralatan diteliti tingkat kerusakannya untuk mengetahui tingkat perbaikan yang diperlukan kepraktisan teknis pelaksanaan perbaikannya (apakah cukup diperbiaki diempat atau harus di di servis) 14. Tempat memandikan/dekontaminasi jenazah c. Dr. pengadaan bahan mentah. Manajemen RS Prof. Fasilitas untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan terhadap komponen sarana dan prasarana. Tabrani Governing body adalah pemilik rumah sakit atau beberapa individu yang ditunjuk untuk menjalankan fungsi rumah sakit dan secara hukum bertanggungjawab untuk menjalankan fungsi rumah sakit dan secara hukum bertanggungjawab terhadap manajemen rumah sakit dan mutu pelayanan rumah sakit. 13 . Bagian Parkir dan Keamanan Unit yang melakukan tugas mengatur keluar masuk kendaraan roda dua dan empat. pengolahan. penyimpanan. dan penyajian makanan-minuman. persiapan pengiriman dan pengiriman atau distribusi ke masing-masing bagian. setrika. Bagian Gizi / Dapur Fasilitas melakukan proses penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan. 16. cuci dan pemisahan. penyimpanan. pengeringan. Bagian Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) Pemeliharaan sarana dan prasarana merupakan suatu program pengelolaan pemeliharaan mencegah resiko kerusakan peralatan yang ada di RS Prof. serta memantau keamanan dan kenyamanan seluruh lingkungan rumah sakit. Dr. Pelayanan gizi di RS Prof. 13.

Peran. Manajemen keluhan bagi pasien. misalnya penghentian life support. mekanisme review dan pencarian solusi keluhan dan tindak lanjut k. direktur dan tenaga medik. menetapkan kriteria. Pertolongan pertama kepada pasien tidak sadar. Peraturan internal rumah sakit terdiri dari corporate by laws yang mengatur hubungan pemilik atau yang mewakili dengan pengelola rumah sakit dan medical staff by laws yang mengatur staf klinis. pengunjung dan yang bekerja di rumah sakit. Peraturan internal rumah sakit (hospital by laws) adalah suatu produk hukum yang merupakan konstitusi sebuah rumah sakit yang ditetapkan oleh pemilik rumah sakit atau yang mewakili. tugas dan kewenangan pemilik atau yang mewakili 3. penolakan pengobatan. Akuntansi sesuai dengan pedoman yangberlaku h. Pembayaran diunit gawat darurat terutama bagi keluarga miskin dan kebijakan perkecualian bagi keluarga miskin i. agama. usia . Peraturan internal rumah sakit mengatur : 1. warga negara. penyakit. Peran. kecacatan. Identifikasi pasien yang digunakan dari pendaftaran hingga pemulangan pasien j. Pendaftaran dan pemulangan pasien b. Organisasi staf medik 5. Medical Staff by Laws adalah suatu peraturan organisasi staf medis dan komite medis di rumah sakit yang ditetapkan oleh pemilik rumah sakit. tugas dan kewenangan direktur rumah sakit 4. Penyusunan dan penyampaian uraian tugas kepada tenaga rumah sakit m. Informed consent /persetujuan tindakan medis f. g. Oleh karenanya rumah sakit harus mempunyai 14 . manajemen dan tenaga fungsional serta antara tenaga fungsional dengan pasien. mencakup identifikasi keluhan waktu yang dibutuhkan untuk merespon. Prosedur untuk tidak menolak pasien atas dasar ras. Tabrani mempunyai kebijakan tertulis. Rujukan pasien inter dan antar saran pelayanan kesehatan lain e. Seleksi dan rekruitmen struktural dan fungsional rumah sakit l. Prosedur yang harus dimiliki minimal mencakup : a. Hospital by laws mengatur hubungan antara pemilik. tugas dan kewenangan staf medik RS Prof. jenis kelamin. Fungsi governing body yang dimaksud adalah menyusun dan mereview peraturan internal rumah sakit (hospital by laws) yang berkaitan dengan akuntabilitas rumah sakit. Prosedur yang terkait dengan masalah bioetika. menyusun dan mereview kebijakan dari pemilik rumah sakit serta meningkatkan kinerja. kemampuan bayar dan sumber pembayaran c. proses seleksi dan rekrutment direktur rumah sakit serta menyusun mekanisme komunikasi antara governing body. Dr. penolakan perawatan transplantasi organ dan lain sebagainya. Penyampaian informasi mengenai hak-hak pasien Rumah sakit merupakan bagian dari jejaring pelayanan kesehatan untuk mencapai indikator kinerja yang ditetapkan daerah. ibu melahirkan atau pasien gawat darurat tanpa meminta biaya pelayanan terlebih dahulu d. Peran. Organisasi pemilik atau yang mewakili 2. sistem dan hospital by laws dan medical staff by laws yang dilaksanakan oleh rumah sakit.

hubungan koordinatif. Rumah sakit wajib berpartisipasi dalam penanggulangan bencana wabah penyakit pelaporan penyakit menular dan penyakit lain yang ditetapkan oleh tingkat nasional dan daerah. dimana proses dalam tiap tahapan berlaku seragam di seluruh bagian di rumah sakit. Dr. Hubungan Kerja Hubungan kerja yang dituangkan dalam pedoman ini adalah hubungan kerja yang berlaku sejak calon staf dinyatakan diterima untuk bekerja di lingkungan RS Prof. kooperatif dan fungsional dengan Dinas Kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan lain. BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN A. serta dalam melaksanakan program prioritas pemerintah. sampai berakhirnya hubungan kerja. Hubungan kerja seorang staf terbagi dalam beberapa tahapan. Dalam hubungan kerja ini meliputi proses pengangkatan atau penetapan seseorang menjadi staf. Tahapan-tahapan tersebut yaitu : 15 . Tabrani oleh Direktur.

Surat kesepakatan kerjasama berlaku selama 1 s/d 2 tahun dan dapat diperpanjang lagi jika disepakati kedua belah pihak B. Tabrani. Kualifikasi Pendidikan Kualifikasi pendidikan adalah standar pendidikan yang ditetapkan untuk tiap jenis pekerjaan. Berusia tidak lebih dari 35 tahun. dibagi menjadi 2 (dua) yaitu masa orientasi selama 1 (satu) bulan dan masa magang selama 2 (dua) bulan. Jangka waktu masa kontrak adalah 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) tahun. Tujuan ditetapkannya kualifikasi pendidikan ini adalah supaya rumah sakit menggunakan proses yang ditetapkan untuk mencocokkan pengetahuan dan ketrampilan terutama bagi staf klinis dengan kebutuhan pasien. bila yang bersangkutan memenuhi persyaratan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. 4. dapat dipertimbangkan untuk menjadi staf tetap. Pelaksana NO PROFESI / PEKERJAAN IJAZAH 1. b. Dr. Dokter/dokter gigi/dokter spesialis Dokter Umum / gigi / Spesialis (profesi) 16 . c. d. maka calon staf yang bersangkutan dapat mengundurkan diri atau RS Prof. 3. Pengangkatan Staf Kontrak Pengangkatan Staf Kontrak dilaksanakan apabila calon staf telah lulus evaluasi masa percobaan. maka kontrak tidak dapat diperpanjang lagi. Dr. Lulus ujian pra-jabatan. Dr.1. Dr. Tabrani dan dapat diperpanjang lagi apabila belum memenuhi standar kompetensi dengan persetujuan bersama. Masa percobaan : Masa percobaan bagi calon staf berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Tabrani maka harus menempuh prosedur penerimaan staf mulai dari awal. Pengangkatan Staf Tidak Tetap atau Part timer Hubungan kerja antara staf tidak tetap dengan RS Prof. Dan jika masih menginginkan menjadi staf kontrak RS Prof. dedikasi dan loyalitas) baik sebagaimana dinyatakan oleh Direktur RS Prof. 2. terhitung sejak dinyatakan diterima sebagai calon staf di lingkungan RS Prof. Memiliki kemampuan sesuai dengan bidang profesinya pada tingkatan yang ditetapkan oleh Direktur RS Prof. Tabrani diatur dengan Surat Perjanjian Kerjasama yang memuat hak dan kewajiban masing-masih pihak. Tabrani dapat memberhentikan calon staf yang bersangkutan. Dr. Apabila setelah masa perpanjangan calon staf tersebut tetap tidak layak untuk diproses menjadi staf tetap. Standar pendidikan yang telah ditetapkan untuk tiap jenis pekerjaan adalah sebagai berikut : 1. Dr. Apabila selama masa percobaan diketahui adanya ketidakcocokan dan ketidakmampuan dalam bekerja. Pengangkatan Staf Tetap Setiap staf yang sudah menyelesaikan masa kontrak selama 1 (satu) tahun. Tabrani. Berkondite (prestasi.

Sanitasi D3 lingkungan / S1 21. Prakarya SLTA 26. Bidan D3 kebidanan 7. Pengolah gizi SLTP atau SMK 22. Radiografer D3 Radiologi 9. Perawat / Nurse D3 Keperawatan / S1 Keperawatan (profesi) 5. Pengemudi SLTP/SLTA 24. Satpam SLTP/SLTA + ijazah Satpam 25. Administrasi D1 / D3 / S1 manajemen RS 15. IPSRS SMK (STM)/ D3 23. Humas.2. Kasir SLTA / SMEA / D1 / D3 20. Bina Rohani D3 atau S1 agama 18. Psikolog Sarjana Psikologi (profesi) 4. SPI S1 manajemen RS 13. Keuangan dan Akuntansi D3 atau S1 Ekonomi 19. Linen SD/SLTP/SLTA 17 . Asisten Apoteker SMF/D3 12. Rekam Medis dan pendaftaran D3 Rekam Medis / S1 RM 16. Marketing dan customer D1. Apoteker S1 Farmasi (profesi) 3. 6. Fisioterapis D3 Fisioterapi 10. Ahli gizi D31 Gizi (profesi) 8. Analis Kesehatan D3 Analis kesehatan 11. SDM S1 manajemen RS 14. D3 atau S1 umum service 17.

2. sarana & prasarana 13 Kepala ruangan UGD & D3 keperawatan bersertifikat PPGD atau Dokter rawat jalan bersertifikat ATLS. Kualifikasi jabatan yang sudah ditetapkan adalah sebagai berikut : No Jabatan Kualifikasi Pendidikan 1 Direktur Pendidikan dokter umum/spesialis dan MMR serta memiliki SIP di RSNH 4 Kepala sub bagian S1 profesi. mempunyai SIP 7 Kepala ruangan VK & D3 Kebidanan. Struktural a. mempunyai STR K3. Tujuan ditetapkannya kualifikasi jabatan ini adalah supaya rumah sakit menggunakan proses yang ditetapkan untuk mencocokkan pengetahuan dan ketrampilan bagi staf nonklinis dengan persyaratan jabatan yang sudah ditetapkan. D3 teknik lingkungan. Manajer : Ijasah D3/ S1 dengan masa kerja 3 tahun c. mempunyai SIP 14 Komite Medik Dokter umum dengan atau S2 15 Komite Etik & Hukum Dokter umum atau S1 hukum 16 SPI Dokter umum atau S1 umum/MMR D. memiliki Surat Ijin Praktek KIA Kebidanan 8 Kepala ruangan D3 Analis Labor. mempunyai SIP 11 Kepala ruangan Rekam D3 Rekam Medis atau D3 Manajemen Rumah Medis & Pendaftaran Sakit. mempunyai STR 12 Kepala ruangan Sanitasi. mempunyai STR Laboratorium 9 Kepala ruangan bagian D3 Radiologi. Kepala Ruangan : Ijazah D3/S1 dengan masa kerja 2 tahun C. Kualifikasi Jabatan Kualifikasi jabatan adalah standar pendidikan yang ditetapkan untuk tiap jenis jabatan. mempunyai STR Radiologi 10 Kepala ruangan rawat inap D3 Keperawatan. Penempatan Staf 18 . Direktur : Ijasah Dokter + S2 Manajemen Rumah Sakit dengan masa kerja 2 tahun atau S2 Kesehatan/Manajemen dengan masa kerja minimal 4 tahun b. mempunyai STR 6 Kepala ruangan instalasi D3 Keperawatan dengan sertifikat Pelatihan bedah Keperawatan Bedah atau S1 keperawatan dengan sertifikat Pelatihan Keperawatan Bedah. mempunyai SIPA Farmasi 5 Kepala ruanan Gizi D3 gizi atau S1 gizi.

Aturan kekaryawanan yang dijelaskan kepada calon staf adalah sebagai berikut : a. Setelah 1 (satu) bulan masa orientasi. Penempatan merupakan tindak lanjut dari proses seleksi. Anggota staf klinis dan nonklinis baru. akan diberikan kesempatan untuk mengulang masa orientasi selama 1 (satu) kali. 1. diberikan orientasi tentang rumah sakit. yaitu menempatkan calon staf yang diterima (lulus seleksi) pada jabatan atau pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan authority kepada orang tersebut. tentang unit kerja atau unit dimana mereka ditugaskan dan tentang tanggungjawab pekerjaan serta setiap penugasan khusus. apabila hasilnya tidak bagus. maka diperlukan adanya proses orientasi kepada calon staf. Menjalani masa percobaan kerja Calon staf akan menjalani masa percobaan kerja selama 3 (tiga) bulan. dengan ketentuan : 1) Menjalani masa orientasi selama 1 (satu) bulan Dalam masa orientasi ini calon staf akan didampingi oleh kepala sub bagian terkait (atau yang diberi wewenang untuk mendampingi) dalam melakukan tindakan pelayanan kepada pasien. Apabila hasilnya baik maka calon staf bisa melanjutkan ke masa magang. diberikan orientasi tentang rumah sakit dan tanggungjawab yang diberikan 4. Pihak-pihak yang harus mendapatkan orientasi adalah sebagai berikut : 1. tentang unit kerja dan unit dimana mereka ditugaskan dan tentang tanggungjawab pekerjaan serta setiap penugasan khusus mereka 3. Kepala sub bagian terkait (atau yang diberi wewenang untuk mendampingi) diharapkan untuk selalu mengawasi dan mengingatkan kepada calon staf untuk selalu bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangannya dan selalu mentaati SPO setiap tindakan yang 19 . Dr. dilakukan orientasi pada rumah sakit dan tanggungjawab yang diberikan Proses orientasi ini melibatkan bagian SDM dan bagian terkait di mana calon staf tersebut ditempatkan. Untuk mendukung berhasilnya proses penempatan dengan baik. akan diadakan ujian evaluasi masa orientasi. 2. Tenaga sukarela. Pekerja kontrak. diberikan orientasi tentang rumah sakit. Dengan demikian. Bagian SDM akan menjelaskan tentang aturan kekaryawanan sebelum calon staf masuk bergabung bersama RS Prof. Tabrani dan ditempatkan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Calon staf harus mempelajari alur dan sistem kerja. tugas dan kewenangannya serta mempelajari dan memahami SPO yang berlaku di bagian tersebut. 2) Menjalani masa magang selama 2 (dua) bulan Dalam masa magang ini calon staf sudah dapat dijadwalkan mandiri. calon staf itu akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan yang bersangkutan. Mahasiswa/trainee.

30 – 14. apabila hasilnya tidak baik.30 – 14.00 – 21. Apabila calon staf adalah perawat/asper/bidan putri maka menggunakan seragam putih-putih. Jam Kerja 1) Medis dan Paramedis : Shift pagi : 07. Setelah 2 (dua) bulan masa magang.00 – 21. bahan bawah menggunakan celana kain. akan diberikan kesempatan untuk mengulang masa magang selama 1 (satu) kali.30 – 07.30 wib 2) Penunjang Medis a) Farmasi Shift pagi : 07. 2) Staf Putra : Bahan atas tidak menggunakan kaos. bahan bawah menggunakan rok kain. Apabila ternyata stok seragam yang untuk dipinjamkan habis.00 – 21. b) Linen 20 . d.00 – 07.30 wib 3) Non Medis a) Administrasi Jam kerja bagian administasi adalah jam kerja kantor masuk pada pukul 07.30 – 14.30 – 14. Apabila calon staf adalah perawat/ asper putra maka menggunakan seragam putih-putih. Gaji Calon staf selama menjalani masa percobaan akan mendapatkan upah/ gaji sesuai dengan ketentuan berikut : 1) Staf orientasi : gaji diterima sebesar 80% dari yang seharusnya 2) Staf magang : gaji diterima sebesar 80% dari yang seharusnya c.00 wib Shift malam : 20. Seragam pinjaman itu harus dikembalikan pada saat sudah berhak atas seragam sendiri.30 wib b) Laboratorium.30 wib dan staf libur di hari Minggu dan setiap tanggal merah.00 wib Shift malam : 21. jilbab menutup dada. tidak ketat. akan diadakan ujian evaluasi masa magang. b. Radiologi. maka ketentuan pemakaian seragam adalah sebagai berikut : 1) Staf Putri : Bahan atas tidak menggunakan kaos.00 wib Shift siang : 14.00 wib Shift siang : 14.00 wib Shift malam : 21. Namun calon staf akan mendapatkan pinjaman seragam dari rumah sakit. Ahli Gizi Shift pagi : 07. akan dilakukan.00 wib Shift siang : 14.00 – 07. RM & Pendaftaran. Apabila hasilnya baik maka calon staf bisa langsung di kontrak. dan peci. Seragam Calon staf belum mendapat seragam rumah sakit sebelum menyelesaikan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan.

00 WIB Shift malam : 21.30 WIB d) kasir Shift pagi : 07.00 WIB Shift malam : 21. Tabrani.00 – 21. Ada dispensasi keterlambatan yang diijinkan melewati 1 (satu) menit dan sepengetahuan bagian SDM dan atasannya langsung. anak.00 WIB Shift siang : 14.00 WIB c) Satpam Shift pagi : 07.00 – 21. Aktif mengaji Calon staf diwajibkan untuk mengikuti program kegiatan syariah di mesjid RS Prof.00 WIB Shift malam : 21.30 WIB f) Pengolah Gizi Shift pagi : 08.00 WIB e. kakek.00 WIB Shift malam : 21. minimal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan. yaitu : No Dispensasi Keterlambatan Keterangan 1 Alasan kesehatan diri atau Yang dimaksud keluarga adalah keluarga suami/istri. f. dijelaskan bahwa dispensasi keterlambatan staf adalah 1 (satu) menit.00 – 07.00 – 14. nenek.00 – 07.00 – 21.00 – 15.00 WIB Shift sore : 14. g. Kedisiplinan Presensi staf menggunakan alat finger scan.00 WIB Shift siang : 14.00 WIB Shift siang : 14. Shift pagi : 06.00 – 08. orang tua dan saudara yang tinggal dalam satu rumah 2 Melakukan pekerjaan RS Contoh melakukan pekerjaan RS : Bagian keuangan datang ke Bank lebih pagi agar tidak mengalami antrian panjang di bank untuk keperluan transfer uang atau setor 21 . Dr.00 WIB Shift midle : 10. Ijin kerja Calon staf berhak mendapat ijin kerja maksimal 3 (tiga) hari dengan surat ijin atau surat sakit.30 – 14.30 WIB e) IPSRS Shift pagi : 07.00 – 21.30 – 14.00 – 07.00 – 17.30 – 14.

Undangan dinas luar jam 08. jarak tempuh RS ke lokasi Dinkes 15 menit. dan motto RS 2. Pendidikan tersebut relevan dengan kemampuan staf untuk memenuhi kebutuhan pasien dan/atau persyaratan pendidikan berkelanjutan.00 WIB. SPO yang berlaku di bagian E. Tabrani. Contoh dinas luar : a. Nilai dasar 3. Visi. jarak tempuh RS ke lokasi dinas adalah 45 menit. Pengetahuan umum tentang RS Prof. Misi. jam kerja dimulai 07. yaitu : 1. Struktur Organiasai RS 2. 22 . Alur dan sistem kerja di bagian b. sehingga saat masuk jam kerjanya tidak dapat hadir tepat waktu 5 Takziyah Disesuaikan dengan situasi dan kondisi h. RS Prof. Pengembangan Diri dan Pendidikan Berkelanjutan Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan staf. Staf rumah sakit diberi pendidikan dan pelatihan in-service secara terus-menerus. maka berangkat ke RS dulu untuk presensi setelah itu baru persiapan dinas luar. 4 Ijin sekolah / sedang Yang dimaksud adalah sedang melaksanakan tugas belajar ada/masih ada kegiatan di kampus. Dr. Dr. diminta menghadiri pertemuan di Dinkes Bantul pkl 08. maka bisa langsung ijin ke undangan dinas tersebut. Denah RS 5. Arti Logo RS 4. Tugas dan wewenang di bagian c. Tabrani memberikan kesempatan kepada staf yang dianggap perlu oleh Direktur untuk mendapatkan tambahan pengetahuan teori atau praktik melalui pengembangan diri dan pendidikan berkelanjutan di dalam maupun di luar rumah sakit. b.30 WIB.30 WIB. Bagian terkait menyampaikan tentang : a. gaji staf 3 Dinas luar Tugas dinas luar yang waktunya itu diperhitungkan antara jarak tempuh RS dengan lokasi dinas luar.00 jam kerja dimulai 07.

2) Selama bekerja menunjukkan kondite yang baik. 3) Tidak sedang menjalani masa hukuman tingkat sedang dan berat 4) Mendapatkan rekomendasi dari atasan langsung 5) Diusulkan oleh atasan langsung dengan persetujuan direktur 6) Menandatangani surat perjanjian dan diketahui oleh direktur 7) Membuat laporan kegiatan dalam jangka waktu 1 (satu) minggu setelah kegiatan selesai.  Mengembalikan biaya seminar / workshop kepada pihak rumah sakit sebesar 3 (tiga) kali lipat dari biaya aslinya apabila mengundurkan diri dalam jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan.Kegiatan pengembangan diri dan pendidikan berkelanjutan yang diatur di RS Prof. . Dr. Syarat diberikannya seminar / workshop lokal adalah : 1) Karyawan tetap yang sekurang-kurangnya sudah memiliki masa kerja 1 (satu) tahun atau karyawan kontrak yang sudah memantapkan diri untuk menjadi karyawan tetap. presentasi dalam forum yang sesuai dan membuat rencana tindak lanjut (RTL) 8) Ketentuan sanksi :  Untuk karyawan kontrak. yaitu di setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan rata-rata bernilai “baik” dalam 1 (satu) tahun terakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seminar / Workshop .Pengertian. adalah seminar / workshop yang lingkup pembahasannya adalah bersifat lokal atau setempat. maka karyawan tersebut tetap harus memenuhi ikatan dinas sesuai dengan perhitungan dalam surat perjanjian yang sudah ditandatangani dan selama masa dinas berlangsung status kekaryawanan yang bersangkutan adalah sebagai karyawan full timer. setelah perjanjian kontrak habis dan tidak mengajukan perpanjangan atau tidak berniat menjadi karyawan tetap. Kegiatan ini terbagi dalam 3 (tiga) kriteria : 1. Tabrani adalah sebagai berikut : a. Lingkup Lokal . Pengertian seminar / workshop adalah suatu kegiatan pembahasan masalah secara ilmiah dengan tujuan mencari suatu pemecahan. . Lingkup Nasional 23 . 2.  Dilakukan pencabutan kesempatan untuk mengikuti seminar / workshop selama 1 (satu) tahun ke depan apabila tidak melaksanakan poin 8. sehingga diakhiri dengan adanya kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama.

. yaitu di setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan rata-rata bernilai “baik” dalam 1 (satu) tahun terakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3) Tidak sedang menjalani masa hukuman tingkat sedang dan berat 4) Mendapatkan rekomendasi dari atasan langsung 5) Diusulkan oleh direktur dengan persetujuan dewan pengawas 6) Menandatangani surat perjanjian dan diketahui oleh direktur 7) Membuat laporan kegiatan dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah kegiatan selesai. presentasi dalam forum yang sesuai dan membuat rencana tindak lanjut (RTL) 8) Ketentuan sanksi :  Untuk karyawan kontrak.  Mengembalikan biaya seminar / workshop kepada pihak rumah sakit sebesar 3 (tiga) kali lipat dari biaya aslinya apabila mengundurkan diri dalam jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan. adalah seminar / workshop yang lingkup pembahasannya adalah bersifat nasional .Pengertian. Syarat diberikannya seminar / workshop internasional adalah : 1) Karyawan tetap yang sekurang-kurangnya sudah memiliki masa kerja 2 (dua) tahun 2) Selama bekerja menunjukkan kondite yang baik. Syarat diberikannya seminar / workshop nasional adalah : 1) Karyawan tetap yang sekurang-kurangnya sudah memiliki masa kerja 1 (satu) tahun atau karyawan kontrak yang sudah memantapkan diri untuk menjadi karyawan tetap. 2) Selama bekerja menunjukkan kondite yang baik. yaitu di setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan rata-rata bernilai “baik” dalam 2 (dua) tahun terakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3) Tidak sedang menjalani masa hukuman tingkat sedang dan berat 4) Mendapatkan rekomendasi dari atasan langsung 5) Diusulkan oleh direktur dengan persetujuan dewan pengawas 6) Menandatangani surat perjanjian dan diketahui oleh direktur 24 . maka karyawan tersebut tetap harus memenuhi ikatan dinas sesuai dengan perhitungan dalam surat perjanjian yang sudah ditandatangani dan selama masa dinas berlangsung status kekaryawanan yang bersangkutan adalah sebagai karyawan full timer. 3. adalah seminar / workshop yang lingkup pembahasannya adalah bersifat internasional . Lingkup Internasional . Pengertian.  Dilakukan pencabutan kesempatan untuk mengikuti seminar / workshop selama 1 (satu) tahun ke depan apabila tidak melaksanakan poin 8. setelah perjanjian kontrak habis dan tidak mengajukan perpanjangan atau tidak berniat menjadi karyawan tetap.

b. . setelah perjanjian kontrak habis dan tidak mengajukan perpanjangan atau tidak berniat menjadi karyawan tetap. maka karyawan tersebut tetap harus memenuhi ikatan dinas sesuai dengan perhitungan dalam surat perjanjian yang sudah ditandatangani dan selama masa dinas berlangsung status kekaryawanan yang bersangkutan adalah sebagai karyawan full timer. Kegiatan ini tidak menaikkan strata golongan / pangkat. Syarat diberikannya pelatihan kerja / magang adalah : 1) Karyawan tetap yang sekurang-kurangnya sudah memiliki masa kerja 1 (satu) tahun atau karyawan kontrak yang sudah memantapkan diri untuk menjadi karyawan tetap. presentasi dalam forum yang sesuai.  Dilakukan pencabutan kesempatan untuk mengikuti seminar / workshop selama 1 (satu) tahun ke depan apabila tidak melaksanakan poin 8. 2) Selama bekerja menunjukkan kondite yang baik. 7) Membuat laporan kegiatan dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah kegiatan selesai. Lama pelatihan kerja / magang berkisar antara 3 bulan sampai dengan 6 bulan. Pengertian pelatihan kerja / magang adalah suatu sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam rangka menguasai ketrampilan atau keahlian tertentu untuk mengembangkan kompetensi kerja dan produktifitas karyawan. yaitu di setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan rata-rata bernilai “baik” dalam 1 (satu) tahun terakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3) Tidak sedang menjalani masa hukuman tingkat sedang dan berat 4) Mendapatkan rekomendasi dari atasan langsung 5) Diusulkan oleh atasan langsung dengan persetujuan direktur 6) Menandatangani surat perjanjian dan diketahui oleh direktur 7) Ada tambahan ikatan masa dinas selama 3 (tiga) tahun 8) Masa pelatihan kerja / magang dihitung sebagai jam kerja 9) Membuat laporan kegiatan dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah kegiatan selesai. Pembiayaan bisa dari rumah sakit secara penuh maupun sebagian. presentasi dalam forum yang sesuai dan membuat rencana tindak lanjut (RTL) 10) Ketentuan sanksi :  Untuk karyawan kontrak. 25 . membuat rencana tindak lanjut (RTL) dan mendampingi pelaksanaan tindak lanjut 8) Ketentuan sanksi :  Mengembalikan biaya seminar / workshop kepada pihak rumah sakit sebesar 3 (tiga) kali lipat dari biaya aslinya apabila mengundurkan diri dalam jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan. Pelatihan Kerja / Magang .

 Mengembalikan biaya pelatihan kerja / magang kepada pihak rumah sakit sebesar 3 (tiga) kali lipat dari biaya aslinya apabila mengundurkan diri dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun ke depan. . yaitu di setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan rata-rata bernilai “baik” dalam 2 (dua) tahun terakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3) Tidak sedang menjalani masa hukuman tingkat sedang dan berat 4) Memenuhi persyaratan dalam kualifikasi Pendidikan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di bagiannya 5) Tidak menuntut kenaikan pangkat penyesuaian ijazah 6) Segala biaya yang berhubungan dengan pendidikan ditanggung oleh karyawan yang bersangkutan 7) Kegiatan belajar dilakukan di luar jam kerja dan tidak akan mengganggu tugas pekerjaan 8) Mendapat surat ijin belajar dari Direktur 9) Bersedia menghadiri kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh rumah sakit apabila tugas belajar sesuai kemampuan : No Nama Kegiatan 1 Kegiatan yang bersifat komitmen building seperti outbond dan gathering 2 Kegiatan keagamaan yang dikelola oleh dewan syariah 3 Kegiatan yang bersifat pengembangan rumah sakit seperti pertemuan akreditasi dan kegiatan sosialisasi peraturan-peraturan terbaru yang berlaku di rumah sakit 10) Membuat laporan apabila yang bersangkutan telah selesai dalam pendidikan kepada bagian SDM 11) Konsekuensi setelah lulus : . Ijin Belajar . c.Pangkat / Golongan naik jika kualifikasi yang baru memenuhi kualifikasi pada jabatannya 26 . Syarat diberikannya ijin belajar adalah : 1) Karyawan yang sekurang-kurangnya sudah memiliki masa kerja 2 (dua) tahun 2) Selama bekerja menunjukkan kondite yang baik. Konsekuensi Ijin Belajar berdasarkan pemenuhan jam kerja : Pemenuhan Jam Kerja Status Kekaryawanan Keterangan (1) (2) (3) Memenuhi jam kerja Status sama Dihitung sebagai masa kerja Memenuhi sebagian Part timer Tidak dihitung sebagai masa kerja Tidak bekerja Cuti di luar tanggungan Tidak dihitung sebagai masa kerja .  Dilakukan pencabutan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kerja / magang selama 1 (satu) tahun ke depan apabila tidak melaksanakan poin 8. Pengertian ijin belajar adalah mengikuti sekolah formal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan biaya sendiri dilakukan di luar jam kerja yang tidak mengganggu tugas pekerjaan sehari-hari.

Tugas Belajar . yaitu di setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan rata-rata bernilai “baik” dalam 2 (dua) tahun terakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3) Tidak sedang menjalani masa hukuman tingkat sedang dan berat 4) Memenuhi persyaratan dalam kualifikasi Pendidikan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di bagiannya 5) Segala biaya yang berhubungan dengan pendidikan ditanggung oleh rumah sakit 6) Kegiatan Belajar dilakukan pada Jam Kerja/di luar jam kerja 7) Bagi karyawan yang menjabat struktural dibebaskan dari jabatannya terhitung mulai tanggal tugas belajar 8) Kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam kerja dan tidak mengganggu tugas pekerjaan sehari-hari tidak dibebaskan dari tugas / jabatannya 9) Pemberian tugas belajar diusulkan oleh direktur dengan persetujuan dewan pengawas 10) Menandatangani surat perjanjian dan diketahui oleh direktur 11) Bersedia menghadiri kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh rumah sakit apabila tugas belajar di Yogyakarta dan sesuai kemampuan jika di luar Yogyakarta. seperti dalam tabel di bawah ini: No Nama Kegiatan 1 Kegiatan yang bersifat komitmen building seperti outbond dan gathering 2 Kegiatan keagamaan yang dikelola oleh tim dewan syariah 3 Kegiatan yang bersifat pengalaman rumah sakit seperti pertemuan akreditasi dan kegiatan sosialisasi peraturan-peraturan terbaru yang berlaku di rumah sakit 12) Membuat laporan secara periodik perkembangan tugas belajar kepada pimpinan bagian 13) Setelah tamat dari pemberian tugas belajar wajib bekerja kembali pada unit kerja yang menugaskan 14) Aturan tentang pembiayaan adalah sebagai berikut : No Pembiayaan Keterangan Tambahan Ikatan Masa Kerja 100% dari rumah sakit Sekolah tanpa bekerja 2n + 1 Sekolah sambil bekerja 1 1/2n + 1 27 . Tidak ada kenaikan golongan jika kualifikasi yang baru tidak memenuhi kualifikasi pada jabatannya d. Syarat diberikannya tugas belajar adalah : 1) Status karyawan adalah karyawan tetap yang sekurang-kurangnya sudah memiliki masa kerja 2 (dua) tahun 2) Selama bekerja menunjukkan kondite yang baik. Pengertian tugas belajar adalah penugasan yang diberikan oleh pejabat yang berwenang kepada karyawan untuk mengikuti sekolah formal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan biaya ditanggung oleh rumah sakit. . .

tunjangan struktural diberikan 50% 16) Biaya sekolah yang ditanggung oleh pihak rumah sakit adalah selama masa pendidikan normal (n). tunjangan fungsional dan Indeks Prestasi Kerja (IPK) diberikan sesuai proporsi pemenuhan jam kerja Karyawan Struktural : a. 17) Ada kebijakan kelonggaran masa pendidikan yaitu : a) Bagi karyawan yang diberikan tugas belajar dengan dibebaskan dari pekerjaannya maka diberikan kelonggaran selama 1 (satu) semester b) Bagi karyawan yang diberikan tugas belajar dengan tidak dibebaskan dari pekerjaannya maka diberikan kelonggaran selama 2 (dua) semester c) Apabila masa kelonggaran yang diberikan sudah berakhir namun tugas belajar belum selesai. tunjangan tetap dan tunjangan struktural sebesar 25% b. maka hak pembiayaan dari rumah sakit akan diberhentikan dan biaya selanjutnya yang timbul dari tugas belajar menjadi tanggung jawab karyawan yang bersangkutan d) Ketentuan sanksi. Program Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Staf 28 . 50% : 50% Sekolah tanpa bekerja 1n + 1 Sekolah sambil bekerja N *) n = lama pendidikan / sekolah normal 15) Aturan penggajian untuk karyawan yang ditugaskan untuk belajar : No Keterangan Jasa yang diberikan Karyawan non struktural : a. Sekolah sambil bekerja :  Memenuhi jam kerja Gaji pokok. jika karyawan yang mendapat atau diberikan tugas belajar tidak menepati pernyataan yang telah ditetapkan dan melanggar ketentuan tugas belajar atau berhenti bekerja atas permintaan sendiri dikenakan sanksi berupa kewajiban mengembalikan biaya belajar sebesar 2 (dua) kali lipat dari biaya aslinya. tunjangan tetap dan tunjangan struktural diberikan penuh  Memenuhi sebagian Gaji pokok dan tunjangan tetap jam kerja diberikan penuh. tunjangan fungsional dan Indeks Prestasi Kerja (IPK) diberikan penuh  Memenuhi sebagian Gaji pokok dan tunjangan tetap jam kerja diberikan penuh. F. tunjangan tetap. Sekolah tanpa bekerja Gaji pokok dan tunjangan tetap b. Sekolah tanpa bekerja Gaji pokok. Sekolah sambil bekerja :  Memenuhi jam kerja Gaji pokok.

sedangkan bagi staf yang tidak beresiko tinggi pelayanan vaksinasi dan imunisasi dilakukan dengan biaya sendiri namun dapat disubsidi oleh rumah sakit. Kredensial Rumah sakit diharapkan mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan. kepuasan dan produktifitas staf. dan tindak lanjut terhadap staf yang terpapar penyakit infeksius. kompetensi dan pengalaman) dari staf-staf yang diizinkan untuk memberikan asuhan kepada pasien. Dalam program ini juga diperlukan adanya kebijakan tentang evaluasi. Keselamatan staf juga menjadi bagian dari program mutu dan keselamatan pasien rumah sakit. memelihara peralatan biomedis dan peralatan lainnya. Program kesehatan dan keselamatan pasien tersebut dapat juga menyediakan skrining kesehatan pada awal diterima bekerja. Salah satu komponen dalam program kesehatan dan keselamatan staf adalah pemberian vaksinasi dan imunisasi bagi staf. Data program tersebut menginformasikan tentang program mutu dan keselamatan rumah sakit. Bagi staf yang telah menderita penyakit tertentu maksimal 6 (enam) bulan sekali. pendidikan. imunisasi pencegahan dan pemeriksaan kesehatan berkala. Pelaksanaan medical check up bagi staf dilakukan maksimal 1 (satu) tahun sekali. Adapun staf-staf yang harus dilakukan kredensial adalah sebagai berikut : 1. seperti cedera punggung. atau cedera lain yang lebih urgen/genting. konseling. pengobatan untuk penyakit akibat kerja yang umum. Hasil pelaksanaan medical check up menjadi dasar evaluasi konseling dan tindak lanjut terutama terhadap staf yang terpapar penyakit infeksius dan dikoordinasikan dengan program PPI. Program pelayanan kesehatan dan keselamatan staf rumah sakit merupakan suatu program yang sangat penting untuk menjaga kesehatan. G. menyediakan tempat kerja yang aman. Program ini merespons kebutuhan staf yang urgen maupun nonurgen melalui pengobatan langsung dan rujukan. mengevaluasi kredensial/bukti-bukti keahlian/kelulusan (izin/lisensi. Rumah sakit perlu memberikan orientasi dan melatih staf. Kebijakan pemberian vaksinasi dan imunisasi bagi staf yang beresiko tinggi tertular penyakit dibiayai oleh rumah sakit. yang dikoordinasikan dengan program pencegahan dan pengendalian infeksi. Pimpinan dan staf rumah sakit perlu merencanakan program kesehatan dan keselamatan staf. Pengelolaan program ini bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit sendiri ataupun dikerjasamakan kepada pihak ketiga yang dianggap berkompeten dalam melaksanakan program tersebut. Staf Medis Fungsional 29 . mencegah atau mengendalikan infeksi yang terkait pelayanan kesehatan. Kebijakan yang harus ada tentang kebijakan hasil medical check up staf. pelatihan. memverifikasi. dan berbagai faktor lain yang menentukan kesehatan dan kesejahteraan staf.

tanpa memandang klasifikasi penugasan oleh rumah sakit. dapat digunakan. Karenanya. asisten operasi. tenaga honor. dan juga surat rekomendasi dan/atau informasi lain yang bisa diperoleh rumah sakit. Rumah sakit mengumpulkan dan memelihara setiap file kredensial masing-masing praktisi. atau kerjasama lain dengan individu untuk memberikan pelayanan asuhan pasien. sekalipun bila pendidikan dilakukan diluar negeri dan di masa jauh sebelumnya. status kepegawaian. kuratif. bukti kompetensi terkini melalui informasi dari rumah sakit lain dimana praktisi tersebut berpraktek. 2. Pihak-pihak yang termasuk dalam staf kesehatan profesional lainnya adalah perawat. Rumah sakit mengumpulkan semua kredensial yang ada dari para praktisi meliputi sekurang- kurangnya bukti pendidikan dan pelatihan. restoratif. Rumah sakit perlu melakukan segala upaya untuk memverifikasi informasi yang esensial. setiap kriteria digunakan untuk membuat keputusan. Staf Kesehatan Profesional Lainnya Staf kesehatan profesional lainnya dijabarkan sebagai profesional kesehatan selain staf medis fungsional yang diberikan izin untuk memberikan asuhan dan pelayanan kepada pasien atau berpartisipasi dalam proses asuhan pasien. khususnya bila dokumen dimaksud diperbaharui secara berkala. tenaga kontrak dan tenaga tamu). memiliki dokumentasi yang cukup untuk memperoleh kewenangan baru atau diperluas di rumah sakit. Kepatuhan terhadap standar mengharuskan verifikasi atas kredensial individu harus berasal dari sumber utama. tidak ada kompromi pelanggaran disiplin dengan agen pemberi izin dan sertifikat. farmasis. Rumah sakit mereview file setiap staf medis pada awal penugasan dan kemudian sekurang-kurangnya setiap tiga tahun untuk memastikan bahwa staf medis mendapat izin yang terbaru. dan bagaimana keputusan akan didokumentasikan. dan profesional lain yang diberi izin untuk praktek independen/mandiri (tanpa supervisi) dan yang memberikan pelayanan preventif. seperti antara lain riwayat kesehatan dan foto. bidan. bukti surat izin. Rumah sakit 30 . Staf medis fungsional dijabarkan sebagai semua dokter dan dokter gigi. kontrak. konfirmasi tertulis. ahli gizi. dan pihak ketiga. radiologi atau pelayanan laboratorium. rehabilitatif atau pelayanan interpretatif kepada pasien. sanitasi dan rekam medis. Proses tersebut berlaku untuk semua jenis dan tingkatan staf (staf tetap. dan secara fisik maupun mental mampu melakukan asuhan dan pengobatan pasien tanpa supervisi. Orang-orang ini ini penanggung jawab utama atas asuhan pasien dan hasil asuhan. Kebijakan rumah sakit mengidentifikasi individu atau mekanisme pertanggungjawaban terhadap review ini. konfirmasi melalui telepon dari berbagai sumber terdokumentasi. Website yang aman. Rumah sakit juga perlu melakukan verifikasi informasi penting seperti surat tanda registrasi surat izin terkini. analis kesehatan. bedah. penata radiografer. dan setiap sertifikat serta bukti menyelesaikan pendidikan pasca sarjana. rumah sakit sangat bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap praktisi kompeten untuk memberikan asuhan dan pengobatan yang aman dan efektif kepada pasien. seperti patologi.

untuk 31 . Rumah sakit mempunyai program peningkatan mutu internal dan eksternal untuk mengevaluasi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan bagi pasien. Program Peningkatan Mutu Internal dilakukan dengan metode dan teknik yang ditetapkan oleh rumah sakit. Setiap tenaga medis dalam satu bidang spesialisasi tertentu dapat saja memiliki daftar kewenangan klinis yang berbeda dengan sejawatnya dengan bidang spesialisasi yang sama. Kredensial terdiri dari sekurang-kurangnya bukti pendidikan dan pelatihan. I. Untuk Rumah Sakit kelas D diwajibkan untuk terakrediatsi 4 pelayanan. konfirmasi telepon yang didokumentasikan dari sumber. file berisi izin terbaru atau registrasi bila peraturan mengharuskan perubahan berkala. Program Peningkatan Mutu Rumah Sakit Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk semua staf yang ada di rumah sakit berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan mutu rumah sakit. untuk Rumah Sakit kelas C diwajibkan untuk terakreditasi 5 pelayanan. terdapat rekomendasi tentang sekelompok tindakan medis tertentu yang boleh dilakukan oleh masing-masing staf klinis. Suatu tindakan medis tertentu dirumah sakit hanya boleh dilakukan oleh dokter yang telah memiliki surat kewenangan klinis berdasarkan surat penugasan. Pada akhir proses kredensial. Rincian Kewenangan Klinis (RKK) Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk mengidentifikasi tanggung jawab kerja dan menyusun penugasan kerja klinis yang berbentuk Rincian Kewenangan Klinis (RKK) dari masing-masing staf klinis berdasarkan pada kredensial anggota staf profesional kesehatan lainnya dan setiap ketentuan peraturan perundangan. Surat Penugasan Klinis (SPK) Surat Penugasa Klinis (SPK) merupakan surat penugasan yang diterbitkan oleh direktur kepada tenaga medis berdasarkan rekomendasi dari komite medik. bukti izin terbaru atau sertifikat. 1. ISO dan lain-lain. bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan memverifikasi kredensial staf tersebut dengan cara memastikan bahwa staf profesional kesehatan lainnya tersebut kompeten untuk memberikan asuhan dan pengobatan yang aman dan efektif kepada pasien. misalnya : a) Review dokumen rekam medis b) Audit medis c) Patient safety d) Observasi kinerja klinik atau wawancara/kuisioner dengan staf dan pelanggan 2. Rumah sakit mengumpulkan dan memelihara file kredensial setiap staf profesional kesehatan. Surat penugasan tersebut memuat daftar sejumlah kewenangan klinis untuk melakukan tindakan medis bagi masing-masing tenaga medis. J. H. Rumah sakit perlu memverifikasi dengan cara melalui web site yang aman. atau konfirmasi tertulis. Program Peningkatan Mutu Eksternal dapat dilakukan melalui akreditasi.

32 .Rumah Sakit kelas B diwajibkan terakreditasi 12-16 pelayanan dan Rumah Sakit kelas A diwajibkan terakreditasi 16 pelayanan.

Komputer. 4. 5. maka bagian SDM membutuhkan beberapa fasilitas logistik yang akan dipergunakan sebagai sarana dan prasarana dalam pelaksanaan keseluruhan program. Rak atau lemari. digunakan sebagai fasilitas kerja untuk menyimpan file-file ketenagaan atau file-file yang berhubungan dengan kegiatan dan informasi dari semua staf serta untuk menyimpan laporan-laporan di bidang SDM. Mesin Finger Scan dan buku presensi manual. Fasilitas logistik di dalam rumah sakit yang dipergunakan untuk menunjang SDM adalah sebagai berikut : 1. digunakan sebagai fasilitas kerja bagian SDM sekaligus tempat untuk memberikan konsultasi. 2. Berkas-berkas formulir yang berkaitan dengan SDM atau ketenagaan. yang akan mencatat jam kehadiran dan pulangnya seluruh staf yang ada di rumah sakit. Meja dan kursi kerja. BAB VI 33 . digunakan untuk mencatat angka kedisiplinan seluruh staf di rumah sakit. bimbingan dan pembinaan bagi staf yang sifatnya internal dan individual. 3.ketenagaan atau softfile yang berhubungan dengan kegiatan dan informasi dari semua staf serta sebagai fasilitas kerja untuk pembuatan laporan. BAB V LOGISTIK Dalam rangka menunjang seluruh program SDM yang ada di rumah sakit. digunakan sebagai fasilitas kerja bagian SDM untuk menyimpan softfile.

untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien. KESELAMATAN PASIEN Rumah sakit mempunyai proses identifikasi yang jelas untuk memastikan bahwa semua pelayanan yang dilakukan oleh staf rumah sakit kepada pasien adalah dilakukan sesuai dengan ilmu pelayanan yang mutakhir. Skill dan knowledge Kejadian tidak diharapkan ini bisa ditindaklnjuti untuk diminimalisir dengan usaha meningkatkan atau membangun komunikasi yang baik antara petugas dengan pasien. Keselamatan pasien terus disosialisasikan ke dalam dan ke luar lingkungan rumah sakit karena banyak permasalahan medis dapat dicegah dengan diterapkannya program keselamatan pasien. analisis belajar dan riset dari insiden yang timbul. sesuai dengan standar pelayaan operasional dan selalu mengutamakan keselamatan pasien. Faktor Attitude 2. Sistem keselamatan pasien umumnya terdiri dari beberapa komponen seperti sistem pelaporan insiden. KTD yang ada di rumah sakit bisa muncul karena masalah medis maupun masalah non medis. pengembangan dan penerapan solusi untuk menekan kesalahan dan kejadian yang tidak diharapkan (KTD). Salah satu usaha rumah sakit untuk mengidentifikasi bahwa pelayanan di rumah sakit adalah mengutamakan keselamatan pasien adalah dengan dibentuknya Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS). Beberapa KTD bisa terjadi disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini : 1. BAB VII 34 . serta penetapan berbagai standar keselamatan pasien berdasarkan pengetahuan dan riset.

Tanda telah terjadinya bahaya di tempat kerja dapat berupa alarm kebakaran. 4. setiap staf tidak diperbolehkan memakai/ menggunakan alat-alat atau perlengkapan kerja milik rumah sakit untuk kepentingan pribadi. Tidak ada kesesuaian antara bahasa lisan dan bahasa tubuh Prosedur penanganan keadaan darurat di rumah sakit. Jenis-jenis bahaya di tempat kerja. Diantara situasi yang dapat menumbulkan bahaya di tempat kerja dapat bersumber dari fisik. Berbelit-belit dalam berbicara 2. Lirika mata cepat 4. yaitu adanya unsur keamanan dan kesehatan kerja. Dan Kesehatan Pekerja meliputi hal-hal sebagai berikut : 35 . alarm kebocoran gas. Setiap staf wajib memelihara alat-alat atau perlengkapan kerja dengan baik dan teliti. Pembicaraan tidak nyambung 8. Setiap staf harus menjaga keselamatan dirinya dan staf yang lainnya. Mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan kerja yang berlaku. 2. Tatapan mata tidak fokus 3. Mengulur waktu 6. Ciri-ciri karakteristik tamu yang mencurigakan adalah sebagai berikut : 1. Bahaya umum adalah bahaya yang disebabkan oleh karyawan itu sendiri. biologis. kata-kata himbauan. Wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh rumah sakit. 6. berupa gambar. teliti dalam bekerja dan melaksanakan prosedur kerja. 5. Perlindungan. Tanda peringatan di tempat kerja. yaitu meliputi : 1. Posisi tubuh berpaling dari hadapan pembicaraan 7. 3. diantaranya sebagai berikut: 1. sirine ambulan dan suara tembakan. kimia. lampu warna. Apabila staf menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap keselamatan staf di rumah sakit. KESELAMATAN KERJA Keselamatan kerja adalah sebagian ilmu pengetahuan yang penerapannya sebagai unsur-unsur penunjang seorang karyawan agar selamat saat sedang bekerja dan setelah mengerjakan pekerjaannya. Di luar waktu kerja yang ditetapkan oleh rumah sakit. faal dan psikologis. 2. alarm pencurian. Keselamatan. Tidak ada kesimpulan pembicaraan 5. kesadaran keamanan dan kesehatan kerja. Unsur penunjang keselamatan kerja. harus segera melaporkannya kepada pimpinan rumah sakit atau atasannya. dan isyarat tubuh. Bahaya khusus adalah bahaya yang ditimbulkan dari sarana dan prasarana kerja.

Perlindungan a. biaya medis. penyakit. dan kompensasi staf. Beberapa karakteristik dapat menjelaskan perbedaan tersebut :  Kulitas Organisasi. kompensasi ketiadaan staf. serta mampu meningkatkan kulitas kehidupan kerja para staf. 2. rumah sakit akan semakin efektif. Peningkatan – peningkatan terhadap hal ini akan menghasilkan :  Meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang  Meningkatnya efisensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen  Menurunnya biaya – biaya kesehatan dan asuransi  Tingkat Kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim  Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan  Rasio seleksii tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan b. b. dan hal – hal yang berkaitan dengan stress. Perlindungan Yang Berhubungan Dengan Keamanan Fisik Staf Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap keselamatan dan keamanan kerja. Kecelakaan – Kecelakaan Kerja Perusahaan – perusahaan tertentu atau departemen tertentu cenderung mempunyai tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dari pada lainnya. Gangguan Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan kerja Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan pekerjaan membawa dampak kepada keselamatan dan kesehatan kerja salah satunya sebagai berikut : a. Tujuan Dan Pentingnya Keselamatan Kerja a. Perlindungan yang berhubungan dengan masalah keuangan dilakukan melalui pemberian berbagai santunan dalam bentuk santunan jaminan sosial. Kerugian Lingkungan Kerja Yang Tidak Aman dan Tidak Sehat Jumlah biaya yang besar sering muncul karena ada kerugian – kerugian akibat kematian dan kecelakaan di tempat kerja dan kerugian menderita penyakit – penyakit yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan. Manfaat Lingkungan Yang Aman Dan Sehat Jika rumah sakit dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan – kecelakaan kerja. Yang Berhubungan Dengan Masalah Keuangan. 3. Tingkat kecelakaan berbeda secara subtasial menurut jenis Industri 36 .1. pemerintah mengeluarkan peraturan perundang – undangan yang mengharuskan rumah sakit untuk memberikan fasilitas yang memadai demi menjamin keamanan kerja serta memberikan jaminan finansial apabila staf mengalami kecelakan kerja.

paru – paru. keinginan akan pemberdayaan dan keterlibatan dalam pekerjaan tantangan. dan kepastian d. salary (gaji). keamanan. Sebagian ahli menunjuk staf sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan. Berikut ini salah satu penyebab stress kerja yaitu :  Perubahan Organisasi Perubahan – perubahan yang dibuat oleh perusahaan biasanya melibatkan sesuatu yang penting dan disetai ketidakpastian  Tingkat Kecepatan kerja Tingkat kecepatan kerja dapat dikendalikan oelh mesin atau manusia  Lingkungna Fisik  Walaupun otomatisasi kantor adalah suatu cara meningkatkan produktivitas. prestasi. Stress Pekerjaan Penyebab umum stress bagi banyak staf adalah supervisor (atasan). tingkat bahaya dalam lingkungan pekerja.penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan sama beragamnya seperti gejala – gejala penyakit tersebut :  Kategori Penyakit Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan Dalam jangka panjang. 37 . dan rumah sakit dianggap bertanggung jawab terhadap hal itu b. dan semata – mata nasib sial  Staf Berperangai Sadis. hal itu juga mempunyai kelemahan – kelemahan yang berhubungan dengan stress  Staf Yang Rentan Stres Manusia memang berbeda dalam memberikan respon terhadap penyebab stress e. pengendalian diri. dan safety (keselamatan). hati. Kecelakan bergantung pada perilaku staf. bahaya – bahaya di lingkungan tempat kerja dikaitkan dengan kanker kelenjar tiroid. security (keamanan). kehidupan kerja berkualitas rendah akan menyebabkan oleh kondisi tempat kerja yang gagal untuk memenuhi preferensi – preferensi dan minat – minat tertentu seperti rasa tanggung jawab. Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah Bagi banyak staf. otak. penghargaan. Penyakit – Penyakit Yang Diakibatkan Pekerjaan Sumber – sumber potensial penyakit. Kelelahan Kerja Adalah sejenis stress yang banyak dialami oleh orang – orang yang bekerja dalam pekerjaan – pekerjaan pelayanan. harga diri. keadilan.  Staf Yang Mudah Celaka. Kekerasan di tempat pekerja meningkatkan dengan pesat. ginjal dan lain – lain  Kelompok – kelompok Pekerja Yang Berisiko c. Aturan – aturan kerja yang sempit dan tekanan – tekanan yang tiada henti untuk mencapai jumlah produksi yang lebih tinggi adalah penyebab utama stress yang dikaitkan para staf dengan supervisor.

Dr. Monitoring didefinisikan sebagai proses berkelanjutan dari mendapatkan informasi dan menggunakan informasi terstandar untuk mengkaji kemajuan terhadap tujuan yang diinginkan. BAB VIII MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi memegang peranan penting dalam manajemen SDM kesehatan. 38 . sumber yang digunakan dan pencapaian dari outcome dan dampaknya. kelemahan umum yang ditemukan dalam sistem SDM kesehatan adalah kurangnya informasi atau data untuk monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dan evaluasi yang ada di Rumah Sakit Prof. Evaluasi diartikan sebagai pengkajian sistematis dan obyektif dari kegiatan yang tengah berlangsung atau selesai. Tabrani adalah kegiatan monitoring dan evaluasi dengan sistem berjenjang berdasarkan kepada struktur organisasi yang sedang berlaku. Disadari atau tidak.

Karena itu dalam buku itu harus ditegaskan bahwa pedoman tersebut bukannya kontrak sehingga tidak bersifat mengikat secara hukum. demikian pula sebaliknya. Sebuah buku pedoman yang kedengaran amat resmi tidak akan sesuai untuk perusahaan yang bersikap dan berperilaku tidak formal. padahal bukan. Banyak yang berpendapat bahwa buku pedoman SDM dapat dianggap sebagai dokumen kontrak. falsafah perusahaan. apa jabatan-jabatan yang ada. Adakalanya kalau staf dikenai tindak disipliner dia akan mengadu ke pengadilan karena perlakuan terhadap dirinya melanggar isi pedoman SDM. jika dianggap perlu. dan struktur organisasinya. Karena itu masing-masing rumah sakit akan menerbitkan buku pedoman tersebut menurut gayanya yang mencerminkan jumlah tenaga kerja. menambah atau mengurangi isinya. BAB IX PENUTUP Sebenarnya tidak ada format atau gaya buku pedoman SDM yang dianggap tepat untuk semua staf. tetapi harus juga ditegaskan bahwa pimpinan perusahaan berhak meninjau kembali. 39 . dan bahkan tidak mematuhi isi buku pedoman itu. dalam buku ini juga dibuat pasal yang menyatakan bahwa sekalipun buku pedoman itu memaparkan kebijaksanaan dan peraturan yang menyangkut hubungan kerja antara pimpinan dan karyawan perusahaan. tingkat sofistikasinya. Untuk menghindari kasus seperti ini.

buku pedoman SDM perlu ditinjau kembali secara berkala untuk menjamin agar isinya sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. 40 . Karena undang-undang ketenagakerjaan mungkin mengalami perubahan-perubahan.

See more at: http://rajapresentasi.dpuf 41 .com/2009/10/menyusun-buku-peraturan-perusahaan-dan- pedoman-karyawan/#sthash.P4x3xXkp. BAB X DAFTAR PUSTAKA .